Anda di halaman 1dari 9
Bahan Ajar SMA Kelas XI Semester 1 (Kurikulum 2013) Energi dan Usaha By Kurnia Ika
Bahan Ajar SMA Kelas XI Semester 1 (Kurikulum 2013) Energi dan Usaha By Kurnia Ika
Bahan Ajar
SMA Kelas XI Semester 1 (Kurikulum 2013)
Energi dan Usaha
By Kurnia Ika Pangesti
1 (Kurikulum 2013) Energi dan Usaha By Kurnia Ika Pangesti A. Usaha Apakah perbedaan usaha dalam

A. Usaha

Apakah perbedaan usaha dalam fisika dan usaha dalam kehidupan sehari-hari? Untuk dapat membedakan makna usaha dalam kehidupan sehari-hari dengan istilah usaha dalam fisika, perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:

a) Seseorang berusaha mendorong mobil yang mogok tetapi mobil tidak bergerak. b) Seorang pelajar berusaha belajar memahami materi pelajaran sebelum menempuh ujian akhir. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan yang dilakukan oleh orang yang mendorong mobil maupun kegiatan yang dilakukan pelajar di atas merupakan sebuah usaha.

Bagaimanakah makna usaha dalam fisika? Makna istilah usaha dalam fisika tidaklah sama dengan makna usaha sebagaimana diilustrasikan dalam pernyataan di atas. Dalam fisika, usaha hanya dilakukan oleh gaya yang bekerja pada benda dan mengakibatkan timbulnya perpindahan pada benda tersebut. Sebagai contoh, kegiatan mendorong mobil akan disebut usaha apabila dorongan tersebut dapat mengakibatkan mobil bergerak.

Rumusan Usaha Istilah usaha dalam fisika dilambangkan dengan huruf

sebagai hasil kali komponen gaya yang searah dengan perpindahan

dengan besar perpindahannya .

dan didefiniskan

Dalam SI, satuan usaha adalah joule

.

Usaha Sebagai Perkalian Dot

(3.1)

Perkalian dot antara dua vetor dan ⃗⃗ didefinisikan sebagai

⃗⃗

(3.2)

Usaha (

) yang dikerjakan oleh gaya ( ) merupakan hasil dari perkalian dot

antara gaya ( ) dengan perpindahan ( )

(3.3)

Sehingga, usaha dapat pula dinyatakan dengan persamaan

B. Menghitung Usaha dari grafik

(3.4)

Apabila terdapat sebuah gaya konstan yang bekerja pada sebuah benda dan mengakibatkan perpindahan dari posisi awal ( ) ke posisi akhir ( ), maka usaha yag dilakukan oleh gaya konstan tersebut dapat dihitung dengan persamaan (3.1)

gaya konstan tersebut dapat dihitung dengan persamaan (3.1) Gambar 3.1 Grafik ( ) Apabila digambarkan grafik

Gambar 3.1 Grafik (

)

Apabila digambarkan grafik gaya ( ) terhadap posisi ( ), sebagaimana digambarkan oleh grafik di atas, maka luas daerah yang diarsir (luas raster) di bawah grafik ( ) dengan batas hingga dapat dihitung

Berdasarkan rumusan di atas, tampak bahwa untuk menghitung luas raster di bawah grafik ( ) digunakan rumusan yang sama dengan rumusan untuk menghitung usaha. Sehingga,

Dengan menggunakan grafik ( ) dapat diketahui bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya ( ) untuk berpindah dari posisi awal ( ) ke posisi akhir ( ) sama dengan luas raster di bawah grafik ( ) dengan batas hingga .

Dalam matematika, luas dibawah kurva dapat dihitung menggunakan integral

fungsi

terhadap

.

⃗⃗⃗⃗⃗

(3.5)

C. Usaha Total oleh berbagai gaya Usaha termasuk besaran skalar. Skalar dijumlahkan dengan cara aljabar biasa. Sehingga,

Usaha total oleh berbagai gaya yang bekerja pada suatu benda diperoleh dengan cara menjumlahkan secara aljabar biasa.

, dilakukan oleh gaya adalah , usaha yang dilakukan adalah , dan seterusnya, maka usaha total

yang

Misalkan

usaha

yang

dilakukan

oleh

gaya

adalah

usaha

(3.6)

D. Energi

kemampuan suatu benda untuk

melakukan usaha atau sesuatu yang dibutuhkan benda agar dapat melakukan usaha. Energi termasuk besaran skalar yang terkait dengan keadaan benda

atau objek yang ditinjau. Energi memiliki dimensi yang sama dengan usaha,

yaitu [

] [ ] . Dalam SI, satuan energi adalah joule . 1 joule memiliki

nilai yang sama dengan . Selain dinyatakan dengan joule, energi

) dan elektron volt atau

dapat pula dinyatakan dengan satuan erg ( yang biasa disingkat (

Energi

dapat

didefinisikan

sebagai

][

).

E. Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Energi kinetik juga dapat didefinisikan sebagai

Usaha yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah benda denga massa tertentu dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu.

Artinya, ketika sebuah benda bermassa yang diam pada permukaan yang licin tanpa gesekan, maka apabila benda bermassa tersebut dikenai gaya yang konstan maka benda tersebut akan bergerak dengan percepatan konstan hingga mencapai kecepatan tertentu. Usaha yang dilakukan oleh benda, yaitu pada keadaan akhir akan dubah menjadi energi kinetik.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa apabila terdapat gaya konstan yang bekerja pada benda, maka benda akan bergerak dan mengalami perpindahan. Karena gaya yag diberikan tersebut bersifat konstan, maka percepatan ( ) juga konstan sampai mencapai kecepatan akhir ( ). Karena percepatannya konstan, rumusan percepatan ( ) dan perpindahan ( ) dapat diganti dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Dalam GLBB, kecepatan pada waktu tertetu dinyatakan dengan persamaan

(3.7) Karena pada mulanya benda diam, maka , sehingga ; (3.8) Dalam GLBB, dapat dinyatakan
(3.7)
Karena pada mulanya benda diam, maka
, sehingga
;
(3.8)
Dalam GLBB, dapat dinyatakan persamaan perpindahan
(
)
(3.9)
Berdasarkan hukum Newton II, besarnya gaya dirumuskan dengan
(3.10)
(
)
Apabila
persemaan
(3.9) dan
(3.10) distubtitusikan
ke
persamaan
energi,
diperoleh
(
)
(3.11)

F. Teorema Usaha-Energi Kinetik Jika terdapat gaya total yang sifatnya konstan bekerja pada suatu benda diam pada permukaan yang licin dan mengakibatkan benda mengalami perpindahan sejauh , maka benda tersebut akan bergerak dengan percepatan ( ) tetap sampai mencapai kecepatan akhir ( ). Usaha yang dilakukan oleh gaya total dinyatakan oleh

Berdasarkan Hukum II Newton, apabila terdapat gaya total yang bekerja pada suatu benda, maka benda akan mengalamai percepatan, sehingga persamaan usaha di atas dapat dituliskan

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa apabila terdapat gaya total yang bekerja pada benda makan benda akan bergerak dan mengalami perpindahan. Apabila gaya total atau resultan gaya yag diberikan itu konstan, maka percepatan ( ) juga konstan sampai mencapai kecepatan akhir ( ). Karena percepatannya konstan, rumusan percepatan ( ) dan perpindahan ( ) dapat diganti dengan persamaan gerak lurus berubah beraturan (GLBB).

(3.12)

Apabila persamaan (3.12) di atas distubtitusikan ke persamaan usaha, diperoleh rumusan

(3.13)

G. Gaya Konservatif dan Gaya Non Konservatif Gaya Konservatif Gaya konservatif adalah gaya dimana usaha tidak bergantung pada lintasan dan besarnya Sifat gaya konservatif adalah sebagai berikut:

a. Tidak bergantung lintasan

b. Bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir

c. Selalu sama dengan nol jika benda kembali ke posisi semula dalam lintasan tertutup

d. Selalu dinyatakan sebagai perbedaan antara EP awal dan EP akhir

Yang termasuk gaya konservatif:

a. Gaya gravitasi konstan

b. Gaya gravitasi Newton

c. Gaya elastis pegas

Gaya Non Konservatif Gaya Non Konservatif adalah gaya dimana usaha bergantung pada lintasan, besarnya usaha ditentukan oleh keadaan lintasan.

Sifat gaya konservatif adalah sebagai berikut:

a. Bergantung lintasan

b. Tidak selalu bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir

c. Tidak sama dengan nol jika benda kembali ke posisi semula dalam lintasan tertutup

Yang termasuk gaya konservatif:

a. Gaya gesek

H. Usaha oleh Gaya Konservatif

a. Usaha oleh Gaya Berat Apabila terdapat benda bermassa

yang berada dekat dengan permukaan

Bumi, maka benda tersebut akan mengalami gaya gravitasi konstan.

(3.13)

Persamaan di atas, yang dilambangkan dengan , disebut dengan persamaan gaya gravitasi konstan atau lebih sering disebut dengan gaya berat untuk membedakannya dengan gaya gravitasi Newton yang sebanding dengan kuadrat jarak dari pusat. Ketika benda berpindah dari dari posisi 1 dengan ketinggian ke posisi 2 dengan ketinggian (dengan . Usaha oleh , dengan perpindahan , yaitu

(3.14)

*tanda negatif menandakan bahwa arah gerak berlawanan dengan arah gaya.

b. Usaha oleh Gaya Gravitasi Newton Untuk gaya dengan ketinggian , gaya gravitasinya bervariasi dan

sebanding dengan kuarat jaraknya . Sebagaimana yang telah dinyatakan dalanm hukum gravitasi umum Newton, bahwa

,

(3.15)

Apabila benda berpindah dari posisi 1 dengan ketinggian ke posisi 2 dengan ketinggian (dengan maka usaha , oleh gaya gravitasi Newton

*tanda negatif menandakan bahwa arah gerak berlawanan dengan arah gaya.

Besarnya usaha oleh gaya berat dapat ditentukan menggunakan integral.

(

[

]

)

(3.16)

Usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi Newton di anata dua posisi tertentu tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh, melainkan hanya bergantung pada posisi awal dan posisi akhir.

c. Usaha Oleh Gaya Pegas Besarnya gaya pegas dapat dinyatakan sebagai

(3.17)

Apabila benda berpindah dari posisi (1) dengan simpangan x 1 ke posisi (2)

,

dengan simpangan x 2 . Oleh karena gaya maka

berlawanan dengan perpindahan

Dengan menggunakan integral

[

]

(3.18)

(3.19)

I.

Energi Potensial Energi Potensial Gravitasi Konstan

 

(3.20)

Energi Potensial Gravitasi Newton

 

(3.21)

Energi Potensial Pegas

 

(3.22)

J. Daya

Daya didefinisikan sebagai besar usaha persatuan waktu. Jika usaha diberi

notasi

, waktu , dan daya

, maka secara matematis dapat ditulis

 

(3.23)

Jika rumusan di atas dijabarkan, diperoleh

 

(3.24)

Satuan daya dalam SI adalah watt (W) atau joule/sekon. Namun, terdapat pula sauan daya yang lain, yaitu Daya kuda (hp, horse power), dimana 1 hp=746 watt.

Daya ratarata didefinisikan sebagai perbandingan usaha total yang dilakukan dengan selang waktu total yang dibutuhkan untuk melakukan usaha. Secara matematis, hubungan antara daya, usaha dan waktu dirumuskan sebagai berikut

̅

(3.25)

K. Hukum Kekekalan Energi Mekanik Gabungan energi potensial dan energi kinetik disebut energi mekanik yang secara matematis dirumuskan dengan

(3.26)

Sedangkan hukum kekekalan energi mekanik berbunyi

Jika pada suatu sistem hanya bekerja gaya-gaya dalam yang bersifat konservatif, energi mekanik sistem pada posisi apa saja bersifat kekal. Artinya, energi mekanik sistem pada posisi akhir sama dengan energi mekanik sistem pada posisi awal

Secara matematis, dapat dituliskan sebagai