Anda di halaman 1dari 25

MATRIKS

LAPORAN PRAKTIKUM KALKULUS DASAR

Oleh :
Rizal Bahroni
171810301073

LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2017
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Matlab mempunyai bermacam-macam fungsi untuk menampilkan grafik,
dimana setiap fungsi memiliki perbedaan dalam menskalakan garis sumbu.
Setiap menerima inputan dalam bentuk vector atau matriks, matlab akan
menskalakannya secara otomatis.
Praktikum ini akan membahas mengenai matriks. Matriks pada perhitungan
matematika kadang juga membutuhkan waktu yang lama dalam
menyelesaikannya. Matriks juga memiliki jenis-jenis tertentu, misalnya matriks
identitas, matriks persegi, matriks segitiga atas, matriks segitiga bawah, matriks
nol, matriks baris, matriks kolom, matriks diagonal, matriks skalar,dan matriks
simetris. Bermacam-macam matriks tersebut dapat diselesaikan dengan mudah
dengan menggunakan fungsi matriks pada matlab.
Perhitungan matriks merupakan salah satu cara yang kompleks dalam
menyelesaikan sebuah masalah, bisa dikaitkan dalam ilmu perekonomian yang
mengandung banyak variable. Matriks juga dalam digunakan dalam memecahkan
suatu masalah operasi penyelidikan, misalhnya penyelidikan masalah sumber
minyak bumi dan lain sebagainya. Didalam dunia teknologi informasi telah
berkembang sangat pesat apalagi teknologi yang berbasis Bahasa pemrograman,
misalnya matlab, pada Matlab matriks dalap digunakan dan di input untuk
menghasilkan operasi computer yang signifikan, dalam praktikum ini mari kita
kupas apa itu matriks dan bagaimana menggunakan matriks pada software matlab.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana definisi dari Matriks pada MATLAB?
2. Bagaimana cara menggunakan fungsi Matriks pada MATLAB?
3. Bagaimana mengoperasikan matriks pada MATLAB?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui definisi mengenai matriks.
2. Mengetahui cara menggunakan fungsi Matriks pada command windows di
MATLAB.
3. Mengetahui cara mengoperasikan matriks pada MATLAB.

1.4 Manfaat
1. Dapat mengetahui definisi mengenai matriks.
2. Dapat mengetahui cara menggunakan fungsi matriks pada MATLAB.
3. Dapat Mengetahui cara mengoperasikan matriks pada MATLAB.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Matriks


Matriks merupakan kumpulan bilangan-bilangan yang diatur dalam baris dan
kolom berbentuk segi empat beraturan serta termuat diantara sepasang tanda
kurung.Matriks dinyatakan dalam huruf besar A,B,P, atau huruf yang lain.
unsur matriks :
Jumlah baris = M
Jumlah kolom = N
Ordo atau ukuran matriks = m x n
Bilangan-bilangan yang terdapat pada suatu matriks disebut dengan
elemen atau di sebut juga anggota dari suatu matriks. Contoh matriks dengan 2
baris dan 3 kolom yaitu sebagai berikut :

Matriks dapat didefinisikan juga sebagai kumpulan beberapa vector kolom atau
vector baris(Ruminta,2009).
Matriks banyak dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai
permasalahan matematika misalnya dalam menemukan solusi masalah persamaan
linear, transformasi linear yakni bentuk umum dari fungsi linear contohnya rotasi
dalam 3 dimensi. Matriks juga seperti variabel biasa, sehingga matrikspun dapat
dimanipulasi misalnya dikalikan, dijumlah, dikurangkan, serta didekomposisikan.
Menggunakan representasi matriks (wilson.2005).

2.2. Operasi pada Matriks


Pada matriks dikenal beberapa jenis operasi seperti penjumlahan,
pengurangan, dan perkalian. Dalam masing-masing operasi tersebut punya
karakteristik sendiri-sendiri. Berikut selengkapnya :
2.2.1. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks
Matriks A dapat dijumlahkan atau dikurangkan jika dua matriks tersebut
berukuran sama. Hasil penjumlahannya atau penjumlahannya adalah sebuah
matriks yang diperoleh dengan menjumlahkan atau mengurangkan elemen-elemen
yang seletak.
Jika A = (aij) m x n dan B = (bij) m x n , maka A + B = (aij) m x n + (bij) m x n =
(aij + bij) m x n A B = (aij) m x n (bij) m x n = (aij bij) m x n
(Away,2010).

2.2.2. Perkalian Skalar dengan Matriks


Jika skalara dikalikan dengan matriks maka akan diperoleh sebuah matriks
yang elemen-elemennya merupkan perkalian skalar tersebut dengan setiap elemen
matriks.
Jika A = (aij) m x n maka k.A = k(aij) m x n = (kaij) m x n
Dari operasi penjumlahan (pengurangan) dan perkalian skalar di atas
didapat sifat-sifat asosiatif perkalian skalar terhadap penjumlahan (pengurangan).
kA = A.k (komutatif perkalian) k (A + B) = k. A + k. B (asosiatif perkalian
terhadap penjumlahan) k (A B) = k. A k. B (asosiatif perkaian terhadap
pengurangan) (Subakti, 2003).

2.2.3. Perkalian Dua Matriks


Matriks A dapat dikalikan dengan Matriks B (A x B) jika banyak kolom A
= banyak bari B. Misal Am x n dan B n x k maka A x B = Cm x k dengan elemen-
elemen C merupakan penjumlahan dari hasil kali elemen bari A dengan kolom B
yang bersesuaian (Isiyanto, 2009).

2.3. Transpose Matiks


Transpose dari suatu matriks merupakan pengubahan baris menjadi kolom
dan kolom menjadi baris. Transpos dari matrik A dinotasikan AT. Jadi mirip
transpose yang ada di excel. Jika sebuah matriks berordo 3 x 4 ketika ditransporse
akan menjadi matriks berorde 4 x 3 (Noviasri, 2010).
2.4. Determinan Matriks
Setiap matriks bujur sangkar mempunyai nilai determinan. Nilai
determinan dari suatu matriks merupakan suatu skalar. Jika nilai determinan suatu
matriks sama dengan nol, maka matrik tersebut disebut matriks singular. Matriks
singular tidak mempunyai invers/ balikan (Noviasri, 2010).

2.5. Invers Matriks

Invers pada Matriks yaitu :

Misalnya diketahui maka invers dari matriks A

Sifat-sifat dari invers suatu matriks :

(Noviasri, 2010).
BAB 3. METODOLOGI

3.1. Alat dan Bahan


3.1.1. Alat
1. Notebok (Compaq CQ42)
3.1.2. Bahan
1. Program MATLAB
2. Buku Catatan

3.2. Prosedur Kerja


Program MATLAB dapat dioperasikan sesuai dengan prosedur kerja berikut
:
1. Hidupkan Notebook.
2. Instal program MATLAB dengan doubel klik icon MATLAB pada desktop
atau kanan pada icon MATLAB kemudian open.
3. Program MATLAB siap digunakan.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Praktikum kali ini menggunakan metode perhitungan matriks pada matlab.


Perhitungan pada matlab ini sangat membantu mahasiswa utamanya dalam
perhitungan matriks. Akan tetapi dalam memlakukan perhitungan matriks pada
matlab menggunakan syntaks-syntaks khusus. Adapun penulisan syntaks untuk
matriks adalah sebagai berikut :
1. Vektor
Vektor merupakan suatu fungsi yang hanya terdiri dari baris atau 1 kolom
saja. Jika terdiri dari baris dan kolom maka fungsi tersebut bukan vektor lagi
melainkan merupakan matriks. Penulisan syntak tersebut pada matlab adalah
sebagai berikut :
>> vektor1=[3,5,7]

2. Definisi matriks
Definisi matriks merupakan Baris x Kolom. Contohnya kita akan
mendifinisikan matriks 3 x 3. Contohnya sebagai berikut :
10 20 30
Matriks1 = 40 50 60
70 80 90
Penulisan syntaks untuk matriks tersebut dapat menggunakan (spasi) (enter)
atau (spasi)(;). Jika penulisan menggunakan enter bentukna hampir sama dengan
bentuk matriks aslinya. Sedangkan untuk (;) artinya fungsinya sama tetapi
bentuknya berbeda dan semua syntak tersebut diawali dan diakhiri dengan kurung
siku [ ]. Contoh penulisannya pada matlab adalah sebagai berikut :
>>matriks1=[10 20 30
40 50 60
70 90 90]
>>matriks2=[10 20 30; 40 50 60; 70 80 90]

Selain itu, kita juga dapat mendifinisikan matriks dengan tidak mengikuti
aturan yang berurutan seperti diatas. Akan tetapi kita dapat mendifinisikannya
dengan menentukan sendiri nilai per baris dan kolomnya dengan menuliskan
variabel(baris,kolom)=nilai;variabel (baris, kolom)=nilai. Contohnya sebagai
berikut :
>>mat(1,1)=100;mat(2,1)=200;mat(2,2)=400
Pada baris ke-1 kolom ke-2 bernilai 0 dikarenakan pada syntaks tersebut tidak
didefinisikan nilainya. Pada yang terakhir terjadi eror, dikarenakan dalam fungsi
matlab tidak dapat membuat fungsi matrik dalam notasi kosong. Sehingga untuk
menghindari eror tersebut syntak pada matlab harus diisi dengansuatu nilai.

3. Penggabungan Matriks dan Vektor


Penggabungan matriks dan vektor dapat dilakukan dengan menuliskan
variabel=[matriks 1 matriks 2]. Contoh penulisan pada command window untuk
menggabungkan vektor 2 dan matriks 1 adalah sebagai berikut :
>>gabung1=[vektor 2 matriks 1] perintah (space) artinya fungsi yang
disebutkan duluan berada pada kolom pertama
>>gabung2=[vektor 1;matriks2] perintah (;) artinya fungsi yang disebutkan
duluan berada pada baris pertama
Selain itu fungsi tersebut juga dapat menggabungkan hasil dari penggabungan
fungsi tersebut. Contohnya seperti gamabar berikut :
4. Length dan Size
Fungsi length adalah untuk menentukan panjang dari suatu fungsi matriks
atau vektor. Size merupakan fungsi untuk menentukan ordo matriks misalkan
2 3
= ordo dari matriks tersebut ada 2x2. Penulisan fungsi length dalam
1 4
matriks adalah length(nama vektor), sedangkan untuk fungsi size penulisannya
pada matriks adalah size(nam matriks). Contohnya adalah seperti hasil SS berikut
:

Fungsi tersebut terjadi eror dikarenakan pada pemanggilan untuk matrik1


tidak ada pada fungsi sebelumnya. Fungsi lain kita juga dapat mengetahui jumlah
baris dan kolomnya dengan format seperti berikut :
>>[jml_baris,jml_kolom]=size(gabung5)
Hasilnya seperti gambar berikut :
5. Pemanggilan nilai matriks atau vektor
Fungsi tersebut adalah untuk memanggil nilai suatu vektor pada baris atau
kolom tertentu. Contoh penulisan pada vektor, vektor_ini(1) artinya dalah
memanggil nilai vektor pada urutan pertama karena pada suatu vektor hanya
terdiri dari 1 baris dan 1 kolom saja. Sedangkan pada suatu matriks conothnya
penulisannya matrix(1,2) artinya adalah memanggil nilai matriks pada baris
pertama kolom kedua. Conothnya sperti gamabar berikut :
Penulisan fungsi tersebut terjadi eror dikarenakan pada penulisan fungsi
matrik (1,3) terdapat spasi. Sehingga penulisan fungsi yang benar adalah sebagai
berikut :

Untuk memanggil nilai vektor kita juga dapat memanggil untuk nilai tertentu
dengan tanda (:) artinya nilai vektor n sampai ke-n.
Maksud dari vektor_ini(1:3) adalah menghilangkan vektor pada kolom 4
dan 5.

Matrix tersebut terjadi eror karena pada penulisan syntaknya terjadi


kesalahan yaitu kurang huruf T pada fungsi yang pertama.

Maksud dari nilai matrix tersebut adalah mengambil elemen kolom


pertama dan kolom ke-3.

6. Matriks Khusus
Matriks khusu merupakan beberapa fungsi pada matriks untuk membuat
elemen-elemen khusus pada matriks. Contoh matriks khsusus adalah ones(n)
adalah untuk membuat matriks satuan yang isisnya adalah angka 1 dengan ukuran
nxn, selain itu juga terdapat zeros(n) yaitu untuk membuat matriks nol artinya
smua elemennya berisi angka 0 dengan ukuran nx n. Contohnya seperti gambar
berikut :
Penulisan syntaks untuk baris dan sesuai dengan yang kita inginkan dapat
menuliskannya dengan ones(mxn) atau zeros (mxn) dimana m adalah baris dan n
adlah kolom seperti gambar berikut :

7. Operasi penjumlahan dan pengurangan


Untuk operasi penjumlahan dan penguranagan kita dapat menulis fungsi
matriksnhya terlebih dahaulu. Setelah itu baru kita melakukan operasi
penjumlahan dan pengurangan dengan cara a-b atau a+b. Contohnya adalah
seperti gambar berikut :
BAB 5. PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum matriks pada fungsi
MATLAB (Matrix Laboratory) yaitu Matriks didefinisikan dengan kurung siku
( [ ] ) dan biasanya dituliskan baris-per-baris. Tanda koma (,) digunakan untuk
memisahkan kolom, dan titik-koma (;) untuk memisahkan baris. Kita juga bisa
menggunakan spasi untuk memisahkan kolom dan menekan Enter ke baris baru
untuk memisahkan baris. Selain itu matriks pada matlab juga menyediakan
fungsi-fungsi khusus yang dapat mempercepat perhitungan pada matlab.
Penjumlahan dan perkalian pada matriks harus mendefnisikan matriks yang akan
dioperasikan.

4.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan pada praktikum ini diharapkan ketika sedang
menuliskan perintah pada command windows, maka seluruh perintah yang telah
ada harus diperhatikan secara teliti, cermat, dan harus mengetahui symbol
perintah-perintah yang akan digunakan agar dapat menimalisir dalam kesalahan
perhitungan dan terjadinya eror.
DAFTAR PUSTAKA

Away, A. (2010). Matlab Programming. Bandung : Informatika Bandung

Isiyanto, Heri. 2009. Bank SoalMatematika. Jakarta : Gagas Media


Noviasri, ST. 2010. Rumus Kunci Matematika. Jogjakarta : PT Niaga Swadaya
Ruminta. 2009. Matriks persamaan linear dan pemrograman linear edisi ke-1.
Bandung: Penerbit Rekayasa Sains.
Subakti, I. 2003. Metode Numerik. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh
November.
Wilson, Simangunsong, 2005. Matematika Dasar. Jakarta : Penerbit Erlangga.
LAMPIRAN

1. Definisi matriks dan vektor


2. Gabungan matriks A dan B
3. A. Ukuran masing vektor dan matriks pada no. 1

B. Jumlah masing-masing elemen vektor/matriks soal no 2


C. Perkalian per elemen dari A dan B kemudian nyatakan sebagai matriks D
D. Apakah = dan (+)=2+ ?

Pada hasil tersebut nilai AD DA, karena perkalaian adalah kolom


dikalikan dengan baris sehingga ketika dibalik akan berpengaruh sangat besar
terhadap hasil perkalian. Selain itu, pada matrix hasil akhirnya tidak sama
dikarenakan operasi tersebut merupakan sifat assosiatif.
Hasil pada persamaan (+)=2+ hasilnya adalah sama dikarenakan
operasi tersebut merupakan sifat distributif.
E. Jika =. Apakah =-1 dan =-1 ?

Hasil tersebut beda dikarenakan perkalian berbeda dengan operasi


penjumlahan dimana perkalian merupakan kolom dikalikan dengan baris.
4. Penyelesaian 3 Sistem Persamaan