Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PILOT PLANT

Falling Film Evaporator

Dosen Pembimbing :

Kelompok/Kelas : I / 3A-TKPB

Anggota : 1. Abdul Faza M (151424001)

2. Afifah Nur Aiman (151424002)

3. Agus Hermawan (151424003)

Tanggal Praktikum : 1 November 2017

Tanggal Pengumpulan Praktikum : 8 November 2017

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

TAHUN 2017

1
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 3


1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 3
1.2 Tujuan Praktikum .................................................................................................... 3
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................................. 4
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN .............................................................................. 7
3.1 Alat dan Bahan .......................................................................................................... 7
3.2 Prosedur Kerja .......................................................................................................... 7
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN ....................................................... 9
4.1 Hasil Percobaan ......................................................................................................... 9
4.2 Pembahasan ............................................................................................................. 13
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................. 18
5.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 18
5.2 Saran......................................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 19
LAMPIRAN............................................................................................................................ 20

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Evaporasi merupakan proses pengurangan kadar air suatu larutan. Alat yang
digunakan untuk evaporasi disebut dengan evaporator. Terdapat berbagai macam jenis
evaporator, salah satu jenis yang digunakan adalah falling film evaporator. Evaporator
jenis ini digunakan untuk larutan yang peka terhadap panas. Falling film evaporator
menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan liquida yang masuk melalui pipa.
Liquida yang mengalir membentuk film tipis yang masuk pada bagian atas kolom dan
melewati tube yang sudah dipanaskan. Keuntungan menggunakan falling film
evaporator adalah waktu kontak yang singkat dan tidak merusak bahan karena
pemanasan dilakukan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Tujuan dari setiap proses
evaporasi adalah menaikkan konstentrasi atau kadar kepekatan suatu larutan yang
terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dari zat pelarutnya yang relatif lebih
mudah menguap. Penguapan beberapa porsi pelarut tersebut akan memberikan produk
yang berupa larutan pekat dan kental, sedangkan hasil kondensasi uap pelarutnya bisa
dibuang langsung sebagai limbah atau didaur ulang dan digunakan lagi sebagai pelarut.
Hal-hal ini yang membedakan proses evaporas dengan distilasi.
Falling Film Evaporator adalah metoda penguapan dengan cara menjatuhkan
bahan umpan membentuk lapisan tipis, semsntara itu pemanas dikontakkan terhadap
umpan lapis tipis tersebut dalam suatu kolom FFE (kalandria). Pertimbangan dibuat
lapisan tipis adlaah:
a. Luas permukaan lebih luas, sehingga memudahkan proses penguapan
b. Penguapan terjadi berada dibawah titik didih air atau pelarut lain sehingga
memerlukan kalor lebi sedikit

1.2 Tujuan Praktikum


Mengoperasikan peralatan Falling Film Evaporator
Memilih temperatur dan tekanan yang optimum untuk umpan tertentu
Menghitung koefisien perpindahan panas pada FFE/kalandria
Menerapkan efisiensi penggunaan kukus (steam) sebagai sumber panas
Menjelaskan piranti pengendalian tekanan secara elektronis pada sistem kontrol

3
BAB II

LANDASAN TEORI

Falling film Evaporator adalah salah satu jenis alat untuk proses evaporasi yang
diklasifikasikan dalam kelas long tube vertical evaporator (LTVE) bersama-sama dengan
climbing film evaporator (CFE). Sedangkan berdasarkan tipe pemanasan dapat diklasifikasikan
ke dalam sistem pemanasan dipisahkan oleh dinding pertukaran panas, yaitu jenis kolom
calandria shell and tube. FFE memiliki efektivitas yang baik untuk :

a. Pengentalan larutan-larutan yang jernih


b. Pengentalan larutan berbusa
c. Pengentalan larutan-larutan yang korosif
d. Beban penguapan yang tinggi
e. Temperatu operasi yang rendah
Prinsip falling film evaporator adalah mengatur agar seluruh permukaan evaporator
terbasahi secara continue, dan film yang dihasilkan mempunyai ketebalan yang seragam.
Sehingga distributor umpan yang akan dipakai harus didesain secara tepat. Berbagai cara
distribusi umpan, dibuat untuk menjamin keseragaman tebal film, antara lain memakai
distributor tipe overflow weir, peletakan evaporator harus benar-benar tegak.

Proses penguapan dalam FFE

Umpan dimasukan melalui bagian atas kolom dan secara grafisional. Jika vakum tidak
dioperasikan turun dan membasahi dinding bagian dalam kolomm dan dinding bagian luar
tabung-tabung penukar panas dan dalam kolom sebagian lapisan tipis (film). Maka panas yang
diberi medium pemanas didalam penukar panas dan dipakai untuk memanaskan larutan
mencapai titik temperatur diatasnya. Sehingga didalam kolom evaporator akan terdapat
campuran larutan pada temperatur penguapan pelarut atau lebih sedikit lebih rendah/tinggi dan
uap pelarut. Karena temperatur oada bagian bawah kolom , maka sistem pada kolom tersebut
akan mengalami evakuasi (pengosongan) yang dalam arti sebenarnya terjadi penurunan
tekanan sehingga konsisi seperti vakum terjadi oleh karena campuran tersebut akan terhisap
menuju tangki pemisah dimana bagian campuran yang berupa larutan produk yang lebih berat

4
dan pekat turun menuju tangki pengumpul produk sedangkan uap pelarut menuju kondenser di
kondensasikan dan turun ke tangki pengumpul distilat.

Proses penguapan berlangsung pada kalandria shell and tube. Di dalam kalandria tersebut
terdapat tabung berjumlah tiga, umpan masuk didistribusi ke masing-masing tube kemudian
membentuk lapisan tipis pada selimut bagian dalam tube. Sementara pemanas berada di luar
tube, bahan umpan yang turun secara gravitasi menyerap panas maka terjadi penguapan pelarut
sehingga keluar dari kalandria terdiri dari dua fasa (fasa uap pelarut dan larutan pekat)
kemudian dipisahakan di evaporator. Penguapan yang terjadi akan berada di bawah titik didih
air atau pelarut lain dalam kondisi curah. Penguapan akan memerlukan kalor yang lebih sedikit
untuk umpan yang memang sedikit karena umpan mengalir dalam bentuk lapisan tipis (film).
Berikut ini skematik falling film evaporator secara umum.

Gambar 1. FFE

Keuntungan yang lebih dari falling film evaporator ialah sangat terbatasnya waktu
tinggal dari liquid. Waktu tinggal di dalam tube terhitung dalam satuan detik, membuatnya
ideal juga untuk produk-produk yang sensitif akan poanas seperti susu, sari buah, obat-obatan
dan lain sebagainya. Berrikut adalah contoh aplikasi falling film evaporatorpada industri susu.

5
Gambar 2. FFE di industri susu

Pada dasarnya evaporator adalah alat dimana pertukaran panas terjadi. Laju perpindahan
panas dinyatakan dalam persamaan umum :

Q = U A dT

dengan U = koefisien keseluruhan perpindahan panas dalam sistem.

Berikut ini ialah skematik dari falling film evaporator yang ada di Laboratorium Pilot Plant
Jurusan Teknik Kimia Polban. T7
m1
Tangki
umpan
T1
ms
FFE
T6

T8 T14
kondensor
md
kondensat T10 m3
T12
T11 m2

tangki tangki
produk pengumpul
distilat

Gambar 3. FFE di Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik Kimia Polban

6
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


1. Peralatan FFE skala Pilot Plant
2. Air umpan
3. Ember
4. Pewarna

3.2 Prosedur Kerja

A. Kalibrasi Laju Alir

Timbang berat ember kosong

Atur bukaan pompa pada 100 lt/jam

Tampung air yang keluar selama 1 menit

Timbang ember yang berisi air

Ulangi langkah 2-4 untuk bukaan pompa yang lain

B. Pemanasan Langsung

Katup V2, V4, V5, V6, dan V8 tertutup penuh dan katup yang terbukanya V3 dan
V10 dan pembuangan dibawah stream trap

Mengaduk dan memasukkan pewarna kedalam air ketangki umpan.

Ambil sampel +/- 100 ml. Lalu nyalakan pengendali

7
Menekan tombil 1 sampai lampu SP-W menyala, tobol lo sampai lampu kuning N
menyala s-1 dan s-2 (out-4) sampai angka 9%

Menekan tombol 13 sampai lampu menyala, 12,1 dan 12 (SP-W) sampai angka
ditampilkan 4 menunjukkan P 1 bar gauge. Tekan tombol 13 sampai warna hijau
mati

Menekan tombol 8 lampu merah menyala (PV-k) menyala, tampilan 4 sekarang


menunjukkan tekanan operasi sebenarnya. Menekan tombol pompa umpan. Lampu
hijau menyala

Mengatur laju alir umpan 10 lt/jam setelah umpan melewati kalandria, menekan
tombol 10 sampai lampu kuning mati. Mulai pencatatan waktu 0 menit

Setelah 30 menit, catat TI 1, TI 4, TI 6, TI 10, TI 11 dan Tkondensor keluar, P


operasi kukus. AMbil produk (sampel) dan distilat (sampel). Lakukan dengan
interval waktu berbeda dan laju alir umpan berbeda

C. Pemanasan Tidak Langsung

Katup V4 dan V10 ditutup penuh, katup yang dibuka sementara lalu ditutup V6,
V10 katup utama V5, V6, V7 dan V8, V9 dan pembuangan bawah steam trap

Larutan umpan sama seperti umpan saat pemanasan langsung. Menyalakan


pengendali, pompa sentrifugal air isian pemanasan

Menekan tombol dan lampu hijau (SP-W) menyala, tombol 10 lampu kuning N
menyala, tombol s-1 dan s-2 (out 4) sampai menunjukkan angka -9%

8
BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan

A. Pemanasan Secara Langsung


Tabel 4.1 Data pengamatan FFE pada pemanasan secara langsung

m1 m2 (larutan ms
Tekanan Q m3 T7 T11
(kalibrasi) pekat) (kondensat)
(bar) (L/h) (kg/menit) (C) (C)
(kg/menit) (kg/menit) (kg/menit)
0,25 100 3.18 2.72 0.46 0.460 31.4 93
0,25 150 3.98 3.84 0.14 0.480 34.5 92
0,25 200 4.98 4.94 0.04 0.500 32.2 91
0,25 250 5.81 5.78 0.03 0.400 33.6 79
0,25 300 6.79 6.57 0.22 0.600 33.2 88
0,5 100 3.18 3.04 0.14 1.140 30.7 83
0,5 150 3.98 3.56 0.42 0.860 29.7 77
0,5 200 4.98 4.83 0.15 0.560 35.3 89
0,5 250 5.81 5.7 0.11 0.420 36.6 80
0,5 300 6.79 6.56 0.23 0.940 31.9 78
0,75 100 3.18 3.1 0.08 0.560 31.3 90
0,75 150 3.98 3.76 0.22 0.727 31.2 96
0,75 200 4.98 4.9 0.08 0.880 31.2 96
0,75 250 5.81 5.77 0.04 0.890 33.8 93
0,75 300 6.79 6.68 0.11 0.940 30.5 79
1 100 3.18 3.12 0.06 0.640 31.6 97
1 150 3.98 3.97 0.01 0.720 30.3 98
1 200 4.98 4.95 0.03 0.680 29.5 95
1 250 5.81 5.76 0.05 0.580 31.1 85
1 300 6.79 6.74 0.05 0.500 30.4 72

B. Pemanasan Secara Tidak Langsung


Tabel 4.2 Data pengamatan FFE pada pemanasan secara tidak langsung

m (laju alir m1 Keb.


Tekanan Q T4 T7 T8 T11
air sirkulasi) (kalibrasi) steam
(bar) (L/h) (C) (C) (C) (C)
m3/h Kg/menit (kg/mnt)
0,1 100 6 3.18 104.7 33.5 117.9 78 1.208
0,1 150 6.5 3.98 110.4 68.1 123.9 87 0.644
0,1 200 6.5 4.98 114.1 78.5 127.3 90 0.54

9
0,1 250 6 5.81 119.3 83.8 134.1 95 0.52
0,1 300 6.5 6.79 116.1 46.7 143.5 80 0.5
0,2 100 10 3.18 114.9 51.9 128.5 90 0.396
0,2 150 10 3.98 108.3 35.3 122 81 0.316
0,2 200 10 4.98 106.7 37.6 120.8 78 0.572
0,2 250 10 5.81 107.3 42.9 121.5 78 0.508
0,2 300 10 6.79 107.8 45.4 122.1 75 0.488
0,3 100 6.5 3.18 114 47.4 132.4 88 0.464
0,3 150 6 3.98 116.4 50.4 130.4 90 0.44
0,3 200 6 4.98 115.8 44.5 128.1 84 0.444
0,3 250 6 5.81 111.1 30.3 126.1 77.5 0.508
0,3 300 6 6.79 111.5 29.6 128'4 74 0.512

4.2 Hasil Perhitungan


A. Pemanasan Secara Langsung
Tabel 4.3 Hasil perhitungan FFE pada pemanasan secara langsung

m1
Tekanan U
Q (L/h) (kalibrasi) SE
(bar) (watt/m2K)
(kg/h)
0,25 100 190.8 917.004 7.67 1.0000
0,25 150 238.8 601.797 479.46 0.2917
0,25 200 298.8 596.277 477.19 0.0800
0,25 250 348.6 664.167 305.99 0.0750
0,25 300 407.4 777.1144 53.88 0.3667
0,5 100 190.8 192.068 843.46 0.1228
0,5 150 238.8 439.885 582.66 0.4884
0,5 200 298.8 561.628 472.64 0.2679
0,5 250 348.6 670.675 311.23 0.2619
0,5 300 407.4 421.490 655.12 0.2447
0,75 100 190.8 354.863 434.78 0.1429
0,75 150 238.8 447.569 625.02 0.3028
0,75 200 298.8 359.019 756.90 0.0909
0,75 250 348.6 354.724 738.84 0.0449
0,75 300 407.4 358.100 626.55 0.1170
1 100 190.8 312.485 525.40 0.0938
1 150 238.8 317.651 595.97 0.0139
1 200 298.8 419.028 532.74 0.0441
1 250 348.6 488.521 400.44 0.0862
1 300 407.4 516.257 299.67 0.1000

10
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Efisiensi
1000.000

800.000
Efisiensi 600.000

400.000

200.000

0.000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

Gambar 4.1 Pengaruh laju alir umpan terhadap Efisiensi

Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap nilai Koefisien Perpindaha Panas


(U)
900.00
800.00
700.00
600.00
Efisiensi

500.00
400.00
300.00
200.00
100.00
0.00
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

Gambar 4.2 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U)
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Steam Ekonomi (SE)
1.2000
1.0000
0.8000
SE

0.6000
0.4000
0.2000
0.0000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

Gambar 4.3 Pengaruh laju alir umpan terhadap steam ekonomi


.

11
B. Pemanasan Secara Tidak Langsung
Tabel 4.4 Hasil perhitungan FFE pada pemanasan secara tidak langsung

Tekanan Laju alir m1 (kalibrasi)


(%) U (watt/m2.K)
(bar) (Kg/h) Kg/h
0,1 100 190.8 10.7205 8145.24
0,1 150 238.8 5.1434 12336.26
0,1 200 298.8 4.0049 13086.57
0,1 250 348.6 4.3968 13243.38
0,1 300 407.4 7.6173 14907.74
0,2 100 190.8 5.3452 15195.52
0,2 150 238.8 7.9658 13728.37
0,2 200 298.8 8.5614 14274.84
0,2 250 348.6 8.6168 14817.54
0,2 300 407.4 8.4329 14613.69
0,3 100 190.8 6.4770 12141.97
0,3 150 238.8 11.2577 8952.07
0,3 200 298.8 15.9927 7245.71
0,3 250 348.6 18.2821 7897.87
0,3 300 407.4 17.8388 8385.50

Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Efisiensi


20.0000
18.0000
16.0000
14.0000
Efisiensi (%)

12.0000
10.0000
8.0000
6.0000
4.0000
2.0000
0.0000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju alir umpan (kg/h)

Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

Gambar 4.4 Pengaruh laju alir umpan terhadap efisiensi

12
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap nilai koefisien perpindahan
panas (U)
16000.00
14000.00
12000.00
U 10000.00
8000.00
6000.00
4000.00
2000.00
0.00
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju alir umpan (kg/h)

Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

Gambar 4.5 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U)

4.3 Pembahasan
A. Pembahasan oleh Afifah Nur Aiman
Falling film evaporator merupakan alat untuk memekatkan suatu larutan dengan
proses evaporasi. Pada peralatan ini digunakan pompa reciprocating karena jenis
pompa ini lebih lambat daripada pompa sentrifugal. Tujuan digunakan pompa ini
agar laju alir umpan yang dihasilkan tidak terlalu besar karena jika laju alir yang
digunakna sangat besar akan mengakibatkakn tidak terbentuknay lapisan tipis.
- Pemanasan Langsung
Pada gambar 4.1 dapat diketahui bahwa pada setiap tekanan memiliki
laju alir optimum berbeda dimana pada tekanan 0.25 bar efisiensi yang paling
tinggi adalah saat laju alir umpan190.8 kg/jam, pada tekanan 0.5 bar laju alir
optimum adalah 348.6 kg/jam, pada tekanan 0.75 bar tekanan adalah saat 238.8
kg/jam dan pada saat tekanan 1 bar laju alir optimum adalah 407,4 kg/jam.
Berdasarkan teori, semakin besar laju alir, maka efisiensi akan berkurang karena
jika laju alir tinggi tidak akan membentuk lapisan tipis tetapi akan membentuk
lapisan yang lebih tebal sehingga perpindahan panas akan semakin rendah.
Akan tetapi pada praktikum ini, pada umumnya efisiensi akan bertambah
terlebih dahulu kemudian akan menurun pada laju alir tertentu karena tidak
terbentuk lapisan tipis. Pada praktikum ini, nilai efisiensi yang dihasilkan sangat
besar, dimana efisiensi lebih dari 100%. Hal ini disebabkan terjadinya
akumulasi panas pada evaporator karena alat yang digunakan, sudah
mengalami pemanasan terlebih dahulu untuk proses evaporassi dengan
pemanasan tidak langsung.
Pada gambar 4.2 koefisien perpindahan panas tertinggi pada setiap
tekanan berada saat laju alir umpan optimum yang berbeda dengan laju alir
optimum pada gambar 4.1. Pada gambar 4.2 koefisien perpindahan panas yang
paling tinggi adalah pada tekanan 0.5 bar dengan laju alir 190.8 kg/jam dan

13
koefisien perpindahan panas yang terrendah adalah saat tekanan 1 bar dan laju
alir umpan 407.4 kg/jam. Berdasarkan teori, perpindahan panas akan sebanding
dengan efisiensi. Akan tetapi pada gambar 4.2 menunjukan hal yang sama
dengan efisiensi dimana penambahan laju alir akan meningkatkan koefisien
perpindahan panas total (U) dan akan menurun pada laju tertentu karena lapisan
yang terbentuk lebih tebal.
Pada gambar 4.3 steam ekonomi tertinggi adalah saat tekanan 0.25 bar
dengan laju alir umpan 190.8 kg/jam dimana steam ekonomi sama dengan satu
yang berarti pada kondisi tersebut 1 kg steam akan menguapkan 1 kg umpan.
NIlai SE yang tinggi ini menunjukkan bahwa pemakaian steam yang sedikit
dapat memanaskan air lebih banyak.
Dari ketiga gambar tersebut, dapat di simpulkan bahwa pada kondisi
paling optimum dengan mempertimbangkan efesiensi, perpindahan panas dan
juga steam ekonomi, adalah saat tekanan 0.25 bar dan laju alir umpan 190.8
kg/jam. karena pada kondisi tersebut efisiensi dan steam ekonomi tinggi selain
itu perpindahan panasnya tidak terlalu rendah
Pada pemanasan lansung, aliran yang digunakan adalah co-current
dimana steam dialirkan dari atas searah dengan umpan Hal ini bertujuan agar
steam yang mengalir tidak terhambat oleh kondensat steam. Apabila dilakukan
dengan aliran counter-current dimana steam dialirkan dari bawah maka
kondensat akan bercamput dengan steam yang masuk.

- Pemanasa Tidak Langsung


Dari gambar 4.4 dapat diketahuibahwa efisiensi paling tinggi pada
tekanan 0.1 bar adalah saat laju alir 190.8 kg/jam sedangkan pada saat tekanan
steam 0.2 dan 0.3 bar adalah saat laju alir umpan paling optimum adalah saat
348.6 kg/jam. Pada tekanan 0.2 dan 0.3 bar saat laju alir ditambahkan, efisiensi
meningkat akan tetapi saat laju alur umpan dinaikkan kembali menjadi 348.6
kg/jam efisiensi akan turun kembali karena tidak terbentuknya lapisan tipis.
Pada gambar 4.2 dapat dilihat bahwa koefisien perpindahan panas tertinggi pada
tekanan 0.1 bar adalah saat laju alir umpan 407.4 kg/jam sedangkan pada
tekanan 0.2 dan 0.2 bar laju alur optimum adalah 190.8 kg/jam. Jika
dibandingkan antara dua grafik tersebut, pada tekanan 0.3 bar efisiesiensi yang
dihasilkan sangat tinggi akan tetapi perpindahan panas sangat rendah.
Berdasarkan kedua grafik tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada
evaporasi dengan metode pemanasan tidak langsung adalah saat tekanan 0.5 bar
dengan laju alir umpan 348.6 kg/jam karena pada kondisi tersebut efisiensi dan
perpindahan panasa yang dihasilkan tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu
tinggi.

B. Pembahasan oleh Agus Hermawan


- Pemanasan Langsung
Dapat dilihat dari kurva pada pemanasan langsung, efisiensi melebihi 100%
karena didalam FFE terjadi akumulasi panas. Metode pemanasan yang petama

14
dilakukan adalah pemanasan tidak langsung, sehingga saat pengoperasian
metode pemanasan langsung masih terdapat bahan yang masih tersisa yang
temperaturnya tinggi.
1. Pengaruh laju air umpan terhadap efisiensi
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Efisiensi
1000.000
Efisiensi 800.000
600.000
400.000
200.000
0.000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

2. Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U)
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap nilai Koefisien Perpindaha
Panas (U)
1000.00
800.00
Efisiensi

600.00
400.00
200.00
0.00
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

3. Pengaruh laju alir umpan terhadap steam ekonomi


Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Steam Ekonomi (SE)
1.2000
1.0000
0.8000
SE

0.6000
0.4000
0.2000
0.0000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju Alir Umpan

Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

Dapat dilihat dari 3 kurva diatas, pada kurva 1 nilai efisiensi tertinggi
adalah pada laju alir 190,8 dan tekanan 0,25 bar dimana pada tekanan dan
laju alir tersebut umpan membentuk falling film. Walaupun pada setiap
tekanan divariasikan sebanyak 5 laju alir, tetapi pada tekanan 0,25 bar dan

15
pada laju alir lainnya efisiensinya tidak setinggi pada laju alir 190,8 hal ini
menjelaskan bahwa pada laju alir yang lain umpan membentuk lapisan yang
lebih tebal pada dinding dalam tube.
Pada kurva 2, koefisien perpindahan panas yang tertinggi adalah pada
laju alir 190,8 dan tekanan 0,5 bar.
Pada kurva 3, steam ekonomi terbesar adalah pada tekanan 0,25 bar dan
laju alir 190,8.
Dengan memperhatikan dari segi ekonomi dan dari segi keteknikan
bahwa pada metode pemanasan langsung ini tekanan optimum adalah 0,25
bar dan laju alir optimum adalah 190,8. Walaupun pada kurva kedua terlihat
bahwan pada tekanan 0,25 bar dan laju alir 190,8 bukan merupakan
temperatur dan tekanan yang koefisien perpindahan panasnya optimum.

- Pemanasan Tidak Langsung


Dapat dilihat dari kurva nilai efisiensi pada metode pemanasan tidak
langsung dikatakan sangat rendah (kurang daroi 20%), hal ini dikarenakan
bahwa pada metode pemanasan ini adalah metode yang pertama dilakukan,
dimana steam yang digunakan sebagai pemanas tidak memanaskan umpan
secara langsung tetapi memanaskan air sehingga air menjadi panas
temperaturnya, lalu air panas tersebut digunakan untuk memanaskan umpan.
Efisiensinya rendah karena nilai kalor yang dilepaskan untuk memanaskan
umpan tidak setinggi jika pemanasannya memakai steam langsung (metode
pemanasan langsung).
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap Efisiensi
20.0000
Efisiensi (%)

15.0000

10.0000

5.0000

0.0000
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju alir umpan (kg/h)

Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

Pada kurva diatas tekanan dan laju alir yang memiliki nilai efisiensi yang
optimum adalah pada tekanan 0,3 bar dan laju alir348,6 dimana pada tekanan
dan laju alir tersebut bahan baku membentuk lapisan film tipis pada tube-tube.

16
Pengaruh Laju Alir Umpan terhadap nilai koefisien
perpindahan panas (U)
20000.00

15000.00

U 10000.00

5000.00

0.00
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
Laju alir umpan (kg/h)

Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

Pada kurva diatas U yang tinggi pada tekanan dan laju alir 0,2 bar dan190,8

Tetapi jika dilihat dari sisi keteknikan dan sisi keekonomian teknan dan
laju alir yang optimum pada metode pemanasan tidak langsung ini adalah pada
tekanan 0,2 bar dan laju alir 348,6. Tidak selamanya efisiensi yang tinggi
menentukan kualitas yang baik, semuanya harus ada pertimbangan dari semua
aspek, yang paling terpenting adalah dari mempertimbangkan dari aspek
keekonomisan.

C. Pembahaan oleh Abdul Faza

17
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

18
DAFTAR PUSTAKA

Fitri, Medya Ayunda. 2016. STUDI EKSPERIMENTAL FALLING FILM EVAPORATOR


PADA EVAPORASI NIRA KENTAL. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.

Tim penyusun jobsheet praktikum Pilot Plant. 2013. Falling Film Evaporator. Bandung:
Jurusan Teknik Kimia, Polban
_____. 2010. Judul Praktikum : Falling Film Evaporator Pemanasan Langsung.
http://matekim.blogspot.co.id/2010/05/f-f-e.html (Diakses pada 7 Nopember 2017)
_____. 2012. Falling Fim Evaporator.
http://industryoleochemical.blogspot.co.id/2012/04/falling-film-evaporator.html (Diakses
pada 7 Nopember 2017)

19
LAMPIRAN

Data tambahan pada pemanasan secara langsung


Hv Hl
P Q T7 T11 Cp (terhadap (terhadap (terhadap Hv Hl
(P+1)
(bar) (L/h) (C) (C) (kJ/Kg C) T11) T11) T11) (P+1) (p+1)
kJ/kg kJ/kg kJ/Kg
0,25 100 31.4 93 4.2 2664.2 389.5 2274.7 2684.7 443 2,241.6
0,25 150 34.5 92 4.2 2662 385.0 2277 2684.7 443 2,241.6
0,25 200 32.2 91 4.2 2660.5 380.7 2279.8 2684.7 443 2,241.6
0,25 250 33.6 79 4.2 2641.1 330.5 2310.6 2684.7 443 2,241.6
0,25 300 33.2 88 4.2 2656 368.5 2287.5 2684.7 443 2,241.6
0,5 100 30.7 83 4.2 2647.7 347.4 2300.3 2692.3 466 2226.2
0,5 150 29.7 77 4.2 2637.8 322.1 2315.7 2692.3 466 2226.2
0,5 200 35.3 89 4.2 2657.6 372.6 2285 2692.3 466 2226.2
0,5 250 36.6 80 4.2 2643 335.0 2308 2692.3 466 2226.2
0,5 300 31.9 78 4.2 2639 325.9 2313.1 2692.3 466 2226.2
0,75 100 31.3 90 4.2 2659 376.6 2282.4 2700 486 2,213.6
0,75 150 31.2 96 4.2 2669 402.0 2267 2700 486 2,213.6
0,75 200 31.2 96 4.2 2669 402.0 2267 2700 486 2,213.6
0,75 250 33.8 93 4.2 2664.2 389.5 2274.7 2700 486 2,213.6
0,75 300 30.5 79 4.2 2641.1 330.5 2310.6 2700 486 2,213.6
1 100 31.6 97 4.2 2670.7 406.2 2264.5 2706.3 505 2,202
1 150 30.3 98 4.2 2673 411.1 2261.9 2706.3 505 2,202
1 200 29.5 95 4.2 2667.4 397.8 2269.6 2706.3 505 2,202
1 250 31.1 85 4.2 2651 355.8 2295.2 2706.3 505 2,202
1 300 30.4 72 4.2 2630 301.5 2328.5 2706.3 505 2,202

Perhitungan efisiensi pada pemanasan secara langsung

1 . (11 7) + 3 . 11
= =
. +1
Q steam
P (bar) Q (L/h) Q feed (kJ/h) (%)
(kJ/h)
0,25 100 1869.0916 12229.56 917.004
0,25 150 76797 12761.28 601.797
0,25 200 79263.168 13293 596.277
0,25 250 70630.128 10634.4 664.167
0,25 300 123962.184 15951.6 777.114
0,5 100 61233.648 31881.24 192.068
0,5 150 105795.648 24050.76 439.885

20
0,5 200 87956.352 15660.96 561.628
0,5 250 78775.608 11745.72 670.675
0,5 300 110801.568 26288.04 421.490
0,75 100 57995.352 16343.04 354.863
0,75 150 94916.208 21207.04 447.569
0,75 200 92203.008 25681.92 359.019
0,75 250 92135.184 25973.76 354.724
0,75 300 98237.34 27432.96 358.100
1 100 60561.144 19380.48 312.485
1 150 69257.532 21803.04 317.651
1 200 86285.16 20591.76 419.028
1 250 85801.668 17563.56 488.521
1 300 78166.428 15141 516.257

Perhitungan untuk menentukan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam pemanasan secara
langsung

1 2
= .
dengan = 1
ln( )
2
Q T=Th1 =Th2 T1 T2 Tm U
P (bar)
(L/h) steam (C) (C) (C) (C) (watt/m2K)
0,25 100 105.97 74.57 12.97 35 459.57
0,25 150 105.97 71.47 13.97 35 479.46
0,25 200 105.97 73.77 14.97 37 477.19
0,25 250 105.97 72.37 26.97 46 305.99
0,25 300 105.97 72.77 17.97 39 538.80
0,5 100 111.35 80.65 28.35 50 843.46
0,5 150 111.35 81.65 34.35 55 582.66
0,5 200 111.35 76.05 22.35 44 472.64
0,5 250 111.35 74.75 31.35 50 311.23
0,5 300 111.35 79.45 33.35 53 655.12
0,75 100 116.04 84.74 26.04 50 434.78
0,75 150 116.04 84.84 20.04 45 625.02
0,75 200 116.04 84.84 20.04 45 756.90
0,75 250 116.04 82.24 23.04 47 738.84
0,75 300 116.04 85.54 37.04 58 626.55
1 100 120.21 88.61 23.21 49 525.40
1 150 120.21 89.91 22.21 48 595.97
1 200 120.21 90.71 25.21 51 532.74
1 250 120.21 89.11 35.21 58 400.44
1 300 120.21 89.81 48.21 67 299.67

21
Perhitungan untuk menentukan steam ekonomi (SE) pada pemanasan secara langsung

3
SE =

P (bar) m3 (m1-m2) ms (kondensat) SE


0,25 0.46 0.460 1.0000
0,25 0.14 0.480 0.2917
0,25 0.04 0.500 0.0800
0,25 0.03 0.400 0.0750
0,25 0.22 0.600 0.3667
0,5 0.14 1.140 0.1228
0,5 0.42 0.860 0.4884
0,5 0.15 0.560 0.2679
0,5 0.11 0.420 0.2619
0,5 0.23 0.940 0.2447
0,75 0.08 0.560 0.1429
0,75 0.22 0.727 0.3028
0,75 0.08 0.880 0.0909
0,75 0.04 0.890 0.0449
0,75 0.11 0.940 0.1170
1 0.06 0.640 0.0938
1 0.01 0.720 0.0139
1 0.03 0.680 0.0441
1 0.05 0.580 0.0862
1 0.05 0.500 0.1000

Perhitungan efisiensi pada pemanasan secara tidak langsung

1 . (11 7)
= =
. (8 4)
Laju Laju
Tekanan T4 T7 T8 T11 Q feed
alir Sirkulasi Qs (kJ/h) (%)
(bar) (C) (C) (C) (C) (kJ/h)
(Kg/h) (kg/h)
0,1 100 6000 104.7 33.5 117.9 78 35660.520 332640 10.7205
0,1 150 6500 110.4 68.1 123.9 87 18955.944 368550 5.1434
0,1 200 6500 114.1 78.5 127.3 90 14432.040 360360 4.0049
0,1 250 6000 119.3 83.8 134.1 95 16398.144 372960 4.3968
0,1 300 6500 116.1 46.7 143.5 80 56978.964 748020 7.6173
0,2 100 10000 114.9 51.9 128.5 90 30531.816 571200 5.3452
0,2 150 10000 108.3 35.3 122 81 45835.272 575400 7.9658
0,2 200 10000 106.7 37.6 120.8 78 50700.384 592200 8.5614

22
0,2 250 10000 107.3 42.9 121.5 78 51390.612 596400 8.6168
0,2 300 10000 107.8 45.4 122.1 75 50647.968 600600 8.4329
0,3 100 6500 114 47.4 132.4 88 32535.216 502320 6.4770
0,3 150 6000 116.4 50.4 130.4 90 39717.216 352800 11.2577
0,3 200 6000 115.8 44.5 128.1 84 49570.920 309960 15.9927
0,3 250 6000 111.1 30.3 126.1 77.5 69106.464 378000 18.2821
0,3 300 6000 111.5 29.6 128.4 74 75971.952 425880 17.8388

Perhitungan untuk menentukan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam pemanasan secara
tidak langsung

1 2
= .
dengan = 1
ln( )
2
T1 T2
Tekanan Laju alir T4 T7 T8 T11 U
(T8-T11) (T4-T7) Tm
(bar) (L/h) (C) (C) (C) (C) (watt/m2.K)
(C) (C)
0,1 100 104.7 33.5 117.9 78 39.9 71.2 54 8145.24
0,1 150 110.4 68.1 123.9 87 36.9 42.3 40 12336.26
0,1 200 114.1 78.5 127.3 90 37.3 35.6 36 13086.57
0,1 250 119.3 83.8 134.1 95 39.1 35.5 37 13243.38
0,1 300 116.1 46.7 143.5 80 63.5 69.4 66 14907.74
0,2 100 114.9 51.9 128.5 90 38.5 63 50 15195.52
0,2 150 108.3 35.3 122 81 41 73 55 13728.37
0,2 200 106.7 37.6 120.8 78 42.8 69.1 55 14274.84
0,2 250 107.3 42.9 121.5 78 43.5 64.4 53 14817.54
0,2 300 107.8 45.4 122.1 75 47.1 62.4 54 14613.69
0,3 100 114 47.4 132.4 88 44.4 66.6 55 12141.97
0,3 150 116.4 50.4 130.4 90 40.4 66 52 8952.07
0,3 200 115.8 44.5 128.1 84 44.1 71.3 57 7245.71
0,3 250 111.1 30.3 126.1 77.5 48.6 80.8 63 7897.87
0,3 300 111.5 29.6 128'4 74 54.4 81.9 67 8385.50

23