Anda di halaman 1dari 9

PENYULUHAN PRAKTIK PROFESI

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG BONA I RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2011
PENYULUHAN PRAKTIK PROFESI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI RUANG BONA I RSUD DR. SOETOMO SURABAYA

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


PENYULUHAN KESEHATAN RUMAH SAKIT

Topik : Thypoid Fever


Hari, tanggal : Jumat, 30 Desember 2011
Waktu : 10.00-11.00 WIB
Tempat : Ruang Bona I RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Sasaran : Keluarga pasien anak yang sedang menunggui pasien anak
khususnya yang terdiagnosa Demam Thypoid di Ruang Bona
1 RSU Dr. Soetomo Surabaya

I. Analisa Situasional
Penyuluh : Mahasiswa profesi FKp UNAIR Angkatan 2007 Kelompok C
bekerjasama dengan Tim PKRS Ruang Bona I RSUD Dr.
Soetomo
Peserta : Keluarga pasien anak di Ruang Bona 1 RSU Dr. Soetomo
kurang lebih 10-15 orang.

II. Analisa Tujuan dan Karakteristik


A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mendapatkan penyuluhan, keluarga pasien memahami tentang
materi penyuluhan yaitu demam thypoid
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan keluarga pasien mampu :
1. Keluarga mampu menjelaskan pengertian Demam Thypoid
2. Keluarga mampu menjelaskan penyebab terjadinya Demam Thypoid
3. Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala Demam Thypoid
4. Keluarga mampu menjelaskan dan mendemonstrasikan perawatan pada
anak dengan demam thypoid

III. Lingkup Materi Pembelajaran


1. Menyebutkan pengertian demam thypoid
2. Menyebutkan penyebab demam thypoid
3. Menyebutkan tanda dan gejala demam thypoid
4. Menyebutkan perawatan demam thypoid

5. Analisis Sumber Belajar


Materi terlampir
6. Strategi
1. Materi Pembelajaran : Ceramah dan diskusi
2. Media : Flipchart dan leaflet
7. Susunan Organisasi
1. Narasumber : Kelompok C
2. Moderator : Setyawanti, S.Kep
3. Penyaji : Bobby Febri Krisdianto, S.Kep
4. Fasilitator : Rizki Dwi Fitriana, S.Kep
5. Observer : Irma Afifatul Aini, S.Kep

1.
6. Setting Tempat

F
Pe as Peserta O
ny ili
Flip aji ta bs
cart to er
r
ve
F r
Mo as
der ili
ato
r
ta
to
r

7. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Pelaksana


1. 5 menit Pendahuluan
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab Moderator
pembuka dan salam
dan menyatakan
menanyakan kabar
keadaannya
peserta
2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan diri
beserta tim 3. Memperhatikan
3. Menjelaskan kontrak
waktu dan tujuan
4. Memperhatikan
penyuluhan
4. Menjelaskan mekanisme 5. Memperhatikan
diskusi
5. Menjelaskan topik yang
akan diberikan
2. 30 menit Pelaksanaan
1. Menggali pengetahuan 1. Menjawab Moderator
awal dan pengalaman
peserta 2. Memperhatikan Penyaji
2. Menjelaskan materi :
Pengertian, penyebab,
tanda gejala, perawatan
3. Bertanya
demam thypoid
3. Mempersilahkan peserta
untuk mengajukan
pertanyaan dan fasilitator 4. Memperhatikan
memotivasi peserta untuk
bertanya
4. Fasilitator menjawab
pertanyaan
3. 5 menit Evaluasi
1. Mengajukan pertanyaan 1. Menjawab Moderator
sebagai review

4. 5 menit Penutup
1. Menegaskan kesimpulan 1. Menjawab Moderator
dari topik yang sudah
dibahas sebelumnya 2. Mengucapkan
2. Mengucapkan terima
kembali
kasih atas waktu dan
terimakasih
perhatian peserta
kepada
mahasiswa yang
telah memberi
3. Mengucapkan salam penyuluhan
3. Menjawab
penutup
salam
4. Membagikan leaflet
4. Menerima

8. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa bekerja
sama dengan perawat.
b. Pengorganisasian dilakukan 5 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan
c. Kontrak waktu penyuluhan dilakukan 1 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan kesehatan dan ditindak lanjuti 15 menit sebelum acara
dimulai
d. Media yang digunakan sudah siap sebelum acara penyuluhan
dimulai
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan penyaji
b. Peserta tidak meninggalkan acara selama penyuluhan berlangsung
atau meninggalkan acara dengan ijin kepada panitia
c. Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan
d. Penyuluhan berjalan sesuai rencana
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta memahami materi yang telah disampaikan
b. Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab
pertanyaan yang diajukan penyaji
c. Jumlah peserta minimal 15 orang.

MATERI PENYULUHAN
1. Definisi
Demam Thypoid ( enteric fever ) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya
mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu,
gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran ( Nursalam dkk, 2005 : 152)

2. Penyebab Demam Thypoid


Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella para typhi A, B dan C.
Ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid
dan pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid
dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama
lebih dari 1 tahun.

3. Tanda dan Gejala Demam Thypoid


Masa inkubasi rata-rata 10-20 hari. Yang tersingkat 4 hari jika infeksi terjadi
melalui makanan, sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui
minuman. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala prodroma, yaitu
perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, dan tidak bersemangat.

Kemudian gejala klinis yang biasa ditemukan, yaitu :


a. Demam lebih dari 7 hari
Pada kasus tertentu, demam berlangsung selama 3 minggu, bersifat febris
remiten dan suhu tidak seberapa tinggi. Selama minggu pertama, suhu tubuh
berangsur-angsur meningkat setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan
meningkat lagi pada sore dan malam hari. Dalam minggu kedua, penderita
terus berada dalam keadaan demam. Dalam minggu ketiga, suhu badan
berangsur-angsur turun dan normal kembali pada akhir minggu ketiga.
b. Gangguan saluran pencernaan
Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah
(ragaden), lidah ditutupi selaput putih kotor (coated tongue, lidah tifoid), ujung
dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen terjadi
splenomegali dan hepatomegali dengan disertai nyeri tekan. Biasanya
didapatkan kondisi konstipasi, kadang diare, mual, muntah, tapi kembung
jarang.

c. Gangguan kesadaran
Umumnya kesadaran penderita menurun walaupun tidak seberapa dalam, yaitu
apatis sampai somnolen. Jarang terjadi sopor, koma atau gelisah.
d. Pada punggung terdapat roseola (bintik kemerahan karena emboli basil dalam
kapiler kulit. Biasanya ditemukan pada minggu pertama demam).
e. Relaps (kambuh) ialah berulangnya gejala penyakit tifus abdominalis, akan
tetapi berlangsung ringan dan lebih singkat. Terjadi pada minggu kedua setelah
suhu badan normal kembali, terjadinya sukar diterangkan. Menurut teori relaps
terjadi karena terdapatnya basil dalam organ-organ yang tidak dapat
dimusnahkan baik oleh obat zat anti. Mungkin terjadi pada waktu
penyembuhan tukak, terjadi invasi basil bersamaan dengan pembentukan
jaringan fibrosis.
f. Epitaksis
g. Bradikardi

4. Perawatan pada anak dengan Demam Thypoid


a. Perawatan.
1) Klien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk
mencegah komplikasi perdarahan usus.
2) Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya tranfusi
bila ada komplikasi perdarahan
3) Beri minum hangat, sedikit-sedikit tapi sering
4) Beri kompres untuk menurunkan demam. Kompres dengan waslap yang
telah dimasukkan air biasa dan diperas. Letakkan waslap di atas dahi, dada,
lipatan ketiak, dan lipatan paha.
5) Segera dibawa ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan
b. Diet
1) Makanan mengandung cukup cairan ,cukup kalori dan tinggi protein.
2) Makanan yang lunak, rendah serat (kurangi sayur dan buah-buahan
3) Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.
4) Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
5) Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama
7 hari.

c. Obat-obatan.
1) Klorampenikol
2) Tiampenikol
3) Kotrimoxazo
4) Amoxilin dan ampicillin
5. Pencegahan Demam Thypoid
Cara pencegahan yang dilakukan pada demam typhoid adalah
1. Cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan atau
mempersiapkan makanan,
2. Hindari minum susu mentah (yang belum dipsteurisasi),
3. Hindari minum air mentah, rebus air sampai mendidih dan
4. Hindari makanan pedas
5. Vaksinasi tifoid polisakarida. Untuk anak berusia lebih dari 2 tahun dan perlu
diulang setiap 3 tahunnya. Vaksinasi dapat menimbulkan antibodi dalam darah
klien, antibodi ini dapat menekan bakteremia sehingga biakan darah negatif.
6. Pisahkan alat-alat makan penderita thypoid
7. Lembar Observasi
Hari/ Tanggal :
Waktu : sampai
Tempat :
Jumlah Peserta :
Topik :

Evaluasi Struktur Evaluasi Proses Evaluasi Hasil


Panitia hadir tepat waktu ( ) Mengucap salam dan Jumlah peserta memenuhi
menanyakan kabar peserta ( ) target ( )
Perlengkapan siap sebelum Memperkenalkan diri beserta Tidak ada peserta yang
acara ( ) tim ( ) meninggalkan acara ( )
Kontrak waktu dilakukan 1 hari Menjelaskan kontrak waktu Peserta dapat menjawab
sebelum pelaksanaan ( ) dan tujuan penyuluhan ( ) pertanyaan review dari
panitia ( )
Peserta hadir tepat waktu ( ) Menjelaskan mekanisme dan Peserta dapat melakukan
topik yang akan diberikan ( ) redemonstrasi ( )
Menggali pengetahuan dan Penyuluhan berjalan sesuai
pengalaman peserta ( ) rencana ( )
Menjelaskan materi dengan
baik, tidak terlalu cepat ( )
Moderator komunikatif ( )
Peserta aktif bertanya ( )
Fasilitator menjawab
pertanyaan dengan baik ( )
Penanya :

Pertanyaan :

Jawaban :

Penanya :

Pertanyaan :

Jawaban :

Penanya :

Pertanyaan :

Jawaban :