Anda di halaman 1dari 16

PASIEN DENGAN RESIKO JATUH

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

KESELAMATAN PASIEN DAN KESEHATAN KERJA PERAWAT

Yang dibina oleh Bapak Suko Pranowo, M.Kep

Disusun Oleh kelompok 4

1. Desy Nur Annisa (108116059)


2. Anggin Fitriani (108116060)
3. Arfi Nurafifah (108116061)
4. Fidha Fairuz (108116062)
5. Ayu Safitri (108116063)
6. Novan Gumregah (108116064)
7. Icha Cahya P (108116065)
8. Nimatul Khoeriyah (108116066)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN 2B


STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul Pasien dengan
Resiko Jatuh ini, meskipun masih jauh dari kesempurnaan.

Tujuan saya membuat makalah ini adalah untuk melengkapi salah satu tugas pada mata
kuliah K3. Dalam kesempatan ini tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Atas bantuan dan dorongannya, semoga mendapat balasan dari Allah SWT, dan saya
berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi saya khususnya serta bagi pembaca pada
umumnya.
Karena sifat keterbatasan yang dimiliki, maka saran dan kritik yang membangun sangat
saya harapkan, dan semoga makalah ini dapat menjadi titik sumbangan bagi pengembangan
ilmu pengetahuan .

Cilacap, 14 November 2017

Penyusun

Makalah Resiko Jatuh i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i


DAFTAR ISI................................................................................................................................................ ii
BAB I ............................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ........................................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang .................................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................................................. 1
C. Tujuan ............................................................................................................................................... 2
BAB II........................................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ........................................................................................................................................... 3
A. Pengertian ......................................................................................................................................... 3
B. Etiologi.............................................................................................................................................. 3
C. Faktor resiko ..................................................................................................................................... 4
D. Komplikasi ........................................................................................................................................ 4
E. Pencegahan ....................................................................................................................................... 5
F. Penerapan pada keperawatan ............................................................................................................ 6
G. Cara mengobati ................................................................................................................................. 7
BAB III ....................................................................................................................................................... 11
PENUTUP .................................................................................................................................................. 11
A. Kesimpulan ..................................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 12

Makalah Resiko Jatuh ii


Makalah Resiko Jatuh iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tenaga keperawatan merupakan salah satu bagian dari tenaga kesehatan secara umum.
Tenaga kesehatan secara umum, terdiri dari: tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga
paramedis non-keperawatan dan tenaga non medis. Tenaga kesehatan yang bekerja di
rumah sakit, dari semua katagori, tenaga perawatan merupakan tenaga terbanyak dan waktu
kontak lebih lama dengan pasien dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang lain, serta
berada pada semua setting pelayanan kesehatan sehingga tenaga perawatan mempunyai
peranan penting terhadap mutu pelayanan di rumah sakit. Kerja keras perawat tidak dapat
mencapai level optimal jika tidak didukung dengan sarana prasarana, manajemen rumah
sakit dan tenaga kesehatan lainnya.
Keselamatan (safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk rumah sakit. Ada
lima isu penting yang terkait dengan keselamatan di rumah sakit yaitu keselamatan pasien
(patient safety) , keselamatan pekerja atau petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan
peralatan di rumah sakit yang bisa berdampak terhadap keselamatan pasien dan petugas,
keselamatan lingkungan yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan dan
keselamatan bisnis rumah sakit yang terkait dengan kelangsungan hidup rumah sakit.
Oleh karna itu diperlukan adanya suatu sasaran dari keselamatan pasien yang
mendorong perbaikan spesifik dalam keselamatan pasien.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan jatuh?
2. Apa yang menyebabkan jatuh atau etiologi paa pasien yang resiko jatuh?
3. Apa saja faktor resiko pada pasien resiko jatuh?
4. Apa saja komplikasi pada pasien yang jatuh?
5. Bagaimana pencegahan pada resiko jatuh?
6. Bagaimana penerapan pada pelayanan keperawatan?
7. Bagaiamana pengobatan secara medis?

Makalah Resiko Jatuh 1


C. Tujuan
1. Dapat mengetahui apa arti jatuh
2. Dapat meyebutkan apa penyebab dari jatuh
3. Dapat menyebutkan faktor resiko pada pasien jatuh
4. Dapat menyebutkan komplikasi pada pasien jatuh
5. Dapat menyebutkan pencegahan pada pasien yang beresiko jatuh
6. Dapat mengetahui penerapan pada pelayanan keperawatan
7. Dapat menyebutkan pengobatan pasien jatuh secara medis

Makalah Resiko Jatuh 2


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang
melihat kejadian, yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di lantai
atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka (Ruben,
2005).
Selain cedera fisik yang berkaitan dengan jatuh, individu dapat mengalami dampak
psikologis, seperti takut terjatuh kembali, kehilangan kepercayaan diri, peningkatan
kebergantungan dan isolasi sosial (Downton dan Andrews, 2006).
Berdasarkan beberapa pengertian jatuh di atas, dapat disimpulkan bahwa jatuh adalah
kejadian tiba-tiba dan tidak disengaja yang mengakibatkan seseorang terbaring atau
terduduk di lantai dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka.

B. Etiologi
1. Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan dapat mencetuskan fraktur.
2. Perubahan refleks baroreseptor
Cenderung membuat lansia mengalami hipotensi postural, menyebabkan pandangan
berkunang-kunang, kehilangan keseimbangan, dan jatuh.
3. Perubahan lapang pandang, penurunan adaptasi terhadap keadaan gelap dan penurunan
penglihatan perifer, ketajaman persepsi kedalaman, dan persepsi warna dapat
menyebabkan salah interpretasi terhadap lingkungan, dan dapat mengakibatkan lansia
terpeleset dan jatuh.
4. Gaya berjalan dan keseimbangan
berubah akibat penurunan fungsi sistem saraf, otot, rangka, sensori, sirkulasi dan
pernapasan. Semua perubahan ini mengubahpusat gravitasi, mengganggu
keseimbangan tubuh dan menyebabkan limbung, yang pada akhirnya mengakibatkan
jatuh. Perubahan keseimbangan dan properosepsi membua lansia sangat rentan
terhadap perubahan permukaan lantai (contoh lantai licin dan mengkilat). Akhirnya,

Makalah Resiko Jatuh 3


usia yang sangat tua atau penyakit parah dapat mengganggu fungsi refleks
perlindungan dan membuat individu yang bersangkutan berisiko terhadap jatuh (Lord,
2005).

C. Faktor resiko
a) Faktor intrinsik
Faktor instrinsik adalah variablevariabel yang menentukan mengapa seseorang da
pat jatuh pada waktu tertentu dan orang lain dalam kondisi yang sama mungkin
tidak jatuh (Stanley, 2006).
Faktor intrinsik tersebut antara lain adalah gangguan muskuloskeletal misalnya
menyebabkan gangguan gaya berjalan, kelemahan ekstremitas bawah,
kekakuan sendi, sinkope yaitu kehilangan kesadaran secara tiba-tiba yang
disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otak dengan gejala
lemah, penglihatan gelap, keringat dingin, pucat dan pusing (Lumbantobing,
2004).
b) Faktor ekstrinsik
Faktor ekstrinsik merupakan faktor dari luar (lingkungan sekitarnya) diantaranya
cahaya ruangan yang kurang terang, lantai yang licin, tersandung benda-
benda (Nugroho, 2000).
Faktor-faktor ekstrinsik tersebut antara lain lingkungan yang tidak mendukung
meliputi cahaya ruangan yang kurang terang, lantai yang licin, tempat berpegangan
yang tidak kuat, tidak stabil, atau tergeletak di bawah, tempat tidur atau WC
yang rendah atau jongkok, obat-obatan yang diminum dan alat-alat bantu berjalan
(Darmojo, 2004).

D. Komplikasi
Menurut Kane (1996), yang dikutip oleh Darmojo (2004), komplikasi-
komplikasi jatuh adalah :

a. Perlukaan (injury)
Perlukaan (injury) mengakibatkan rusaknya jaringan lunak yang terasa sangat
sakit berupa robek atau tertariknya jaringan otot, robeknya arteri/vena, patah

Makalah Resiko Jatuh 4


tulang atau fraktur misalnya fraktur pelvis, femur, humerus, lengan bawah,
tungkai atas.
b. Disabilitas
Disabilitas mengakibatkan penurunan mobilitas yang berhubungan dengan
perlukaan fisik dan penurunan mobilitas akibat jatuh yaitu kehilangan
kepercayaan diri dan pembatasan gerak.
c. Meninggal

E. Pencegahan
Menurut Tinetti (1992), yang dikutip dari Darmojo (2004), ada 3 usaha pokok untuk
pencegahan jatuh yaitu :
a. Identifikasi faktor resiko
Pada setiap lanjut usia perlu dilakukan pemeriksaan untuk mencari
adanya faktor instrinsik risiko jatuh, perlu dilakukan assessment keadaan
sensorik, neurologis, muskuloskeletal dan penyakit sistemik yang sering
menyebabkan jatuh. Keadaan lingkungan rumah yang berbahaya dan dapat
menyebabkan jatuh harus dihilangkan. Penerangan rumah harus cukup
tetapi tidak menyilaukan. Lantai rumah datar, tidak licin, bersih dari benda
benda kecil yang susah dilihat, peralatan rumah tangga yang sudah tidak
aman (lapuk, dapat bergerser sendiri) sebaiknya diganti, peralatan rumah
ini sebaiknya diletakkan sedemikian rupa sehingga
tidak mengganggu jalan/tempat aktivitas lanjut usia. Kamar mandi
dibuat tidak licin sebaiknya diberi pegangan pada dindingnya, pintu yang
mudah dibuka. WC sebaiknya dengan kloset duduk dan diberi pegangan di
dinding.

b. Penilaian keseimbangan dan gaya berjalan (gait)


Setiap lanjut usia harus dievaluasi bagaimana keseimbangan badannya dalam
melakukan gerakan pindah tempat, pindah posisi. Bila
goyangan badan pada saat berjalan sangat berisiko jatuh, maka
diperlukan bantuan latihan oleh rehabilitasi medis. Penilaian gaya berjalan juga
harus dilakukan dengan cermat, apakah kakinya menapak dengan baik, tidak mudah
goyah, apakah penderita mengangkat kaki

Makalah Resiko Jatuh 5


dengan benar pada saat berjalan, apakah kekuatan otot ekstremitas bawah
penderita cukup untuk berjalan tanpa bantuan. Kesemuanya itu harus dikoreksi bila
terdapat kelainan/penurunan.
c. Mengatur/ mengatasi faktor situasional.
Faktor situasional yang bersifat serangan akut yang diderita lanjut usia
dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin kesehatan lanjut usia secara periodik. Faktor
situasional bahaya lingkungan dapat dicegah dengan mengusahakan perbaikan
lingkunganfaktorsituasional yang berupa aktifitas fisik dapat dibatasi sesuai den
gan kondisi kesehatan lanjut usia. Aktifitas tersebut tidak boleh melampaui
batasan yang diperbolehgkan baginya sesuai hasil pemeriksaan kondisi fisik. Maka di
anjurkan lanjut usia tidak melakukan aktifitas fisik yang sangat melelahkan atau
berisiko tinggi untuk terjadinya jatuh.

F. Penerapan pada keperawatan


Contoh-contoh dalam penerapannya antara lain :
1. Penambahan tempat tidur yang mempunyai penghalang disamping tempat tidur.
2. Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai dengan jumlah pasien.
3. Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat yang memungkinkan terjadinya
jatuh)
4. Penglihatan menurun (perawat dapat tetap menjaga daerah yang dapat menyebabkan
jatuh menggunakan kacamata, sehingga pasien dapat berjalan sendiri, misalnya pada
malam hari.
5. Perawat tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
6. Perawat mengecek seluruh daerah yang dapat menyebabkan jatuh misalnya sepatu
atau tali sepatu yang tidak pada tempatnya.
7. (Jatuh dilantai) perawat mengecek penyebab sering terjadinya jatuh, misalnya terlalu
banyak furniture, daerah yang gelap, dan sedikit hidarasi (perawat menganjutkan
untuk minum 6-8 gelas perhari).
8. Mengorientasikan klien pada saat masuk rumah sakit dan jelaskan sistem
komunikasi yang ada
9. Hati-hati saat mengkaji klien dengan keterbatasan gerak
10. Supervisi ketat pada awal klien dirawat terutama malam hari

Makalah Resiko Jatuh 6


11. Anjurkan klien menggunakan bel bila membutuhkan bantuan
12. Berikan alas kaki yang tidak licin
13. Jaga lantai kamar mandi agar tidak licin.

G. Cara mengobati
Dalam upaya mengurangi resiko pasien cedera karna jatuh kita perlu memperhatikan
beberapa hal seperti usia, riwayat jatuh, aktivitas, defisit (penglihatan, pendengaran),
kognitif, pola BAB dan BAK, mobilitas/motori. Kita harus memperhatikan usia karena
resiko jatuh orang yang lanjut usia misal 65 tahun akan lebih tinggi dibanding pada usia

Makalah Resiko Jatuh 7


dewasa, biasanya semakin bertambah tua usia seseorang tingkat penglihatannya akan
menurun, penurunan ini pun harus kita perhatikan karna penurunan penglihatan jelas
dapat mengganggu orang tersebut beraktivitas dan dapat menyebabkan suatu cedera.
Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan misalnya :
a. Antihipertensi
b. Hiploglikemik
c. Antidepresan
d. Neurotropik
e. Sedatif, diuretik
f. laxative
Selain hal-hal tersebut ada juga sebuah pedoman yang bisa kita lakukan, caranya
terlebih dahulu kita beri skor klien yaitu kita beri skor penilaian untuk setiap item, mulai
dari usia sampai mobilitas lalu hitung juga untuk berbagai cara pengobatannya seperti
yang tertulis diparagraf sebelumnya.

Tabel skala jatuh dari morse dapat dilihat dibawah ini :

No Pengkajian Skala Nilai Ket


1 Riwayat jatuh : apakah Tidak 0
lansia pernah jatuh dalam 3 Ya 25
bulan terakhir.
2 Diagnosa sekunder : Tidak 0
Apakah Lansia memiliki Ya 15
lebih dari satu penyakit.
3 Alat Bantu jalan : 0
Bedrest / dibantu perawat
Kruk / tongkat / walker. 15
30
Berpegangan pada benda
benda sekitar.
(Kursi, lemari, meja).

Makalah Resiko Jatuh 8


4 Teraphy intravena : Apakah Tidak 0
saat ini lansia terpasang Ya 20
infus.
5 Gaya Berjalan / cara 0
Berpindah:
Normal / Besrest /
immobile (tidak dapat
bergerak sendiri)
Lemah tidak bertenaga. 10
20
Gangguan atau tidak
normal (pincang atau
diseret).
6 Status mental: 0
Lansia menyadari kondisi
dirinya.
Lansia mengalami 15
keterbatasan daya ingat.
Total nilai

Berdasarkan nilai dari table diatas nanti kita akan dapat mengklasifikasikan atau
mendapatkan nilai sehingga kita dapat menentukan tingkat resiko Jatuh dari pasien yang kita nilai
Dengan ketentuan skala morse dibawah ini.

Tingkatan Resiko Nilai MPS Tindakan


Tidak Beresiko 0 24 Perawatan Dasar

Makalah Resiko Jatuh 9


Resiko Rendah 25 50 Pelaksanaan Intervensi
Pencegahan Jatuh Standar.
Resiko Tinggi 51 Pelaksanaan Intervensi
Pencegahan Jatuh resiko
tinggi

Bila sudah diakumulasi skornya baru kita lihat pedoman pencegahan pada pasien seperti
berikut :
Resiko Rendah (skor 0-5)
1) Pastikan bel mudah dijangkau oleh pasien
2) Roda tempat tidur dalam keadaan terkunci
3) Posisikan tempat tidur pada posisi terendah
4) Pagar pengaman tempat tidur dinaikkan
Resiko Sedang (6-13)
1) Lakukan senua pedoman pencegahan untuk resiko rendah
2) Pasangkan gelang khusus (warna kuning) sebagai tanda pasien resiko jatuh
3) Tempatkan tanda resiko pasien jatuh pada datar nama pasien (warna kuning)
4) Beri tanda resiko pasien jatuh pada pint kamar pasien
Resko Tinggi (>= 14)
1) Lakukan semua pedoman pencegahan untuk resiko rendah dan sedang
2) Kunjungi dan monitor pasien setiap satu jam
3) Tempatkan pasien dikamar yang paling dekat dengan nurse station (jika
memungkinkan)

Makalah Resiko Jatuh 10


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Jatuh adalah kejadian tiba-tiba dan tidak disengaja yang mengakibatkan seseorang
terbaring atau terduduk di lantai dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka.
Etiologi pada resiko jatuh
1. Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan dapat mencetuskan fraktur.
2. Perubahan refleks baroreseptor
3. Perubahan lapang pandang, penurunan adaptasi terhadap keadaan gelap dan
penurunan penglihatan perifer, ketajaman persepsi kedalaman, dan persepsi warna
dapat menyebabkan salah interpretasi terhadap lingkungan, dan dapat
mengakibatkan lansia terpeleset dan jatuh.
4. Gaya berjalan dan keseimbangan

Penerapan pada keperawatan

Contoh-contoh dalam penerapannya antara lain :


1. Penambahan tempat tidur yang mempunyai penghalang disamping tempat tidur.
2. Tersedia restrain dan alat dressing yang sesuai dengan jumlah pasien.
3. Obat-obatan (perawat melihat efek samping obat yang memungkinkan terjadinya jatuh)
4. Penglihatan menurun (perawat dapat tetap menjaga daerah yang dapat menyebabkan
jatuh menggunakan kacamata, sehingga pasien dapat berjalan sendiri, misalnya pada
malam hari.
5. Perawat tanggap terhadap perubahan perilaku pasien.
6. Perawat mengecek seluruh daerah yang dapat menyebabkan jatuh misalnya sepatu atau
tali sepatu yang tidak pada tempatnya.

Makalah Resiko Jatuh 11


DAFTAR PUSTAKA

Sribd. 2016. Resiko Pasien Jatuh. 14 November 2017.


https://id.scribd.com/doc/187170896/resiko-pasien-jatuh

Lusiana,lulu. 2015. Pengurangan Resiko Jatuh pada Pasien di Rumah Sakit. 14


November 2017. https://www.kompasiana.com/lusialulu/pengurangan-resiko-jatuh-pada-pasien-
di-rumah-sakit_552a8b10f17e61831cd623dc

Scribd. 2016. SPO Penatalaksanaan Pasien dengan Resiko Jatuh


https://id.scribd.com/doc/294776230/Spo-Penatalaksanaan-Pasien-Dengan-Resiko-Jatuh-Rsgc

Makalah Resiko Jatuh 12