Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS KONSEP EKOLOGI INDUSTRI

PADA GUITANG GROUP DI CHINA

DOSEN PEMBIMBING : Dr. Nopi Stiyati Prihatini, S.Si., M.T.

MATA KULIAH KIMIA LINGKUNGAN

OLEH :

NAMA : LILIS SURYANI

NIM : H1E115037

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULAS TEKNIK

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARBARU

2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara dengan lahan tanaman kelapa
terbesar di dunia dengan luas areal 3,88 juta hektar yang 97% merupakan
perkebunan rakyat. Meskipun luas areal lahan kelapa di Indonesia
merupakan lahan kelapa sawit terbesar didunia, produktivitas lahan kelapa
di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan Negara lain seperti india
dan srilangka.
Ekologi industry adalah suatu system yang digunakan untuk
mengelola aliran energi atau mineral sehingga diperoleh efisiensi yang
tinggi dan menghasilkan sedikit polusi. Tujuan utamanya adalah untuk
mengorganisasi system industry sehingga diperoleh suatu jenis operasi
yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Konsep kunci ekologi
industry ada lima yaitu : analisis system, trasformasi dan aliran material
dan energy, pendekatan multidisipliner, analogi pada system aam dan
system linear (terbuka) vs system siklik (tertutup). Berpedoman pada
konsep ekologi industry, diharapkan dapat menciptakan efisiensi dalam
pengelolaan bahan baku, dimana pengembangan ekologi industry
merupakan suatu usaha untuk membuat suatu konsep baru dalam
mempelajari dampak system industry pada lingkungan.
Dengan uraian diatas, dan untuk melengkapi tugas dari mata kuliah
kimia lingkungan, diputuskan untuk menguraikan kembali dengan lebih
dalam pembahasan tentang konsep kunci ekologi industry kelapa sawit
yang ada di Riau agar pembaca dapat lebih memahami tentang ekologi
industri.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa yang dimaksud dengan ekologi industry ?
b. Bagaimana konsep kunci ekologi industry pada Fairfield Eco-
Industrial Park di Baltimore, Maryland
C. TUJUAN
a. Mengetahui definisi ekologi industry.
b. Memahami konsep ekologi industry
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. EKOLOGI INDUSTRI
Ekologi industri adalah bidang ilmu yang difokuskan pada dua
tujuan, yaitu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan.
Pada konsep ekologi industry, sistm industry dipandang bukan sebagai
suatu system yang terisolasi dari system dan lingkungan disekelilingnya,
melainkan merupakan satu kesatuan. Didalam system ini dioptimalkan
siklus material, dari mulai baha mentah hingga menjadi bahan jadi,
komponen, produksi dan pembuangan akhir. Factor-faktor yang
dioptimalkan termask sumber daya, energy dan modal.
Ekologi industri adalah suatu yang ditandai dengan banyak ragam
kelompok hubungan antar produksi dan konsumsi. Dari perspektif suatu
institusi, keragaman ini dapat dikelompokkan berdasarkan batasan sistem.
Salah satu bagian dari ekologi industri adalah simbiosis industri. Pada
prinsipnya ekologi industri berhubungan dengan aliran bahan / material
dan energi pada sistem dalam skala berbeda, mulai dari produksi ke pabrik
hingga ke tingkat masional dan tingkat global. Simbiosis (hubungan yang
saling menguntungkan / mutually beneficial relationship) industri
difokuskan pada aliran-aliran jaringan bisnis dengan organisasi lainnya
baik dalam peta ekonomi local maupun regional sebagai suatu pendekatan
ekologi dari pembangunan industri yang berkelanjutan.
Eco Industrial Park merupakan implementasi riil dari konsep
Ekologi Industri. Sebuah kawasan yang berkesinambungan menciptakan
keselarasan antara kawasan industri dengan lingkungan alam. Simbiosis
yang menguntungkan antara industri satu dengan industri lainnya dapat
terintegrasi dengan baik dan menciptakan suatu harmoni yang diharapkan
dapat meminimalisir kerusakan lingkungan alam akibat pengaruh dari
limbah industri.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari
pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu
faktor abiotikdan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air,
kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah
makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba.
Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi
makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling
memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Konsep kunci Ekologi industri:
1. Analisa sistem (system analysis)
2. Transformasi dan aliran material dan energi
3. Pendekatan multidisipliner
4. Analogi pada sistem alam
5. Sistem linear (terbuka) vs sistem siklik (tertutup).

a) Transformasi dan aliran material dan energy


Salah satu strategi EI adalah mengurangi jumlah limbah material atau
energi yang dihasilkan atau disisakan oleh sebuah sistem energi, yg
pada gilirannya akan berdampak pada ekologi.
b) Pendekatan Multidisipliner
Ekologi Industri berbasiskan pendekatan paripurna, yang perlu
masukan dan partisipasi dari berbagai disiplin ilmu. Saat ini, masih
berat dan berada pada sisi ke-teknik-an solusi keteknikan pada
permasalahan lingkungan masih diperdebatkan bagaimana
menyeimbangkan kebutuhan perubahan teknologi dengan perilaku
pengguna.
c) Analogi pada sistem alam
Dengan tujuan Ekologi Industri menstimulasi sistem industri agar bisa
men-share sebagian karakteristik sistem ekologi.
BAB III
PEMBAHASAN

A. GUITANG GRUP, CHINA


Guitang Group (GG), adalah sebuah perusahaan yang mengoperasikan
salah satu pabrik gula terbesar di China, yang memproduksi lebih dari 40%
kebutuhan gula di China, dan telah mengembangkan dan menerapkan strategi
simbiosis industri internal dan eksternal selama lebih dari empat dekade. GG
pertama kali didirikan hanya untuk memproduksi gula tanpa ada system
pengolahan untuk proses limbah dariproduksi gula sehingga dibuat system
ekologi industry untuk pemanfaatan limbah dari produk gula tersebut. Strategi ini
telah menghasilkan pendapatan baru dan mengurangi emisi dan biaya
pembuangan lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas gula.
Kompleks GG terdiri dari produksi saling terkait gula, alkohol, semen,
pupuk majemuk, dan kertas dan termasuk daur ulang dan digunakan kembali.
Secara eksternal, GG telah membentuk basis pelanggan yang kuat sebagai akibat
dari kualitas produk, telah bekerja untuk mempertahankan dan memperluas basis
pasokan melalui insentif teknologi dan ekonomi untuk petani (dan bahkan
pesaing), dan telah memiliki bereaksi terhadap pemerintahan yang kuat kehadiran
bahwa fundamental mempengaruhi operasinya.
Guitang Grup, China.

B. KLASIFIKASI KONSEP KUNCI EKOLOGI INDUSTRI


1. Analisis Sistem
Organisasi Industri System Industri System Ekologi
Tim pengembangan System produksi Ekosistem
produk
Divisi perusahaan Korporasi / institusi
Individu Tahap lingkaran Organism
kehidupan

2. Transformasi dan Aliran Material Dan Energi


Guitang Grup pada awal hanya memproduksi tebu yang diolah
menjadi gula, kemudian pada system ekologi industry limbah hasil dari
produksi gula di uraikan lagi kebeberapa sector industry, yaitu industry
semen, etanol dan molase, krtas, pupuk dan alkali recovery.
Hasil samping yang utama dari pengilangan gula ini adalah ampas
tebu yang kemudian diolah menjadi pulp sebagai bahan baku kertas.
Hasil samping lain dari pe-ngilangan gula ini adalah molase yang
disuling menjadi produk alkohol dalam bentuk etanol yang diolah
menjadi pupuk tanaman. Sementara itu, sisa ampas lain termasuk air
yang telah melewati proses pengolahan terlebih dahulu disuplai ke
perkebunan tebu. Hasil samping dari pulp yang ditambah dengan sisa
daun tebu kering atau ampas pertanian yang mudah terbakar
dimanfaatkan sebagai sumber energi generator. Lumpur putih hasil
samping dari pembuatan kertas diolah menjadi semen.
Untuk menjamin agar aliran material ini terus berjalan dengan baik
dan menjamin jumlah kualitas gula, anak perusahaan melakukan ker-
jasama dengan petani di daerah setempat untuk membeli hasil
panennya. Imbas lain adalah bahwa perusahaan bertanggung jawab
terhadap suplai air bagi perkebunan mereka. Grup Guitang ini terus
melakukan inovasi baru, diantaranya untuk masa akan datang Guitang
Group akan terus berencana melakukan pembangunan peternakan sapi
baru dengan menggunakan sisa gula sebagai pakannya, pem-bangunan
pabrik penghasil susu murni, susu bubuk dan yogurt untuk pasar lokal,
pem-bangunan rumah pengepakan daging sapi dan bone glue,
pembangunan plantasi biokimia untuk membuat asam amino
berdasarkan produk-produk gizi. Sebuah perusahaan pemngem-bangan
jamur menggunakan pupuk dari sisa pe-ngolahan susu dan perternakan
sapi juga kemudian akan dikembangkan. Residu jamur akan digunakan
sebagai pupuk untuk tanaman tebu.
3. Pendekatan Multidisipliner
State En-vironmental Protection Bureau China juga China
National Cleaner Production Center merupakan pendukung penuh
dalam perwujudan keinginan dari guitang grup dalam membangun
kawaasan eco-sugar untuk pertanian tebu organic dengan
meningkatkan kandungan gula tebu per meter persegi lahan dan
memperpanjang masa panen, memperluas pabrik penggilingan kertas
dengan tujuan meningkatkan produksi hingga 300.000 ton per tahun
dalam tiga fase, mem-bangaun sebuah fasilitas produksi bahan bakar
alkohol dari hasil samping molase dan gula serta mengadopsi
teknologi berklorida tinggi untuk pemucatan kertas.
4. Analogi Pada System Alam
Pada Guitang Grup, contoh system industry yang dapat men-share
sebagai system ekologi seperti pada industry semen yang didapat dari
CaCO3 dan filter mud dari industry gula, Sn lumpur sisa dari
pengolahan kertas.
5. System Linier (Terbuka) Vs System Siklik (Tertutup)
Seperti yang diuraikan pada gambar diatas, Guitang Grup
menggunakan system linier yang bahan baku tak terbatas adalah tebu,
system industry adalah sugar renivery dan limbah tak terbatas adalah
bagian tebu yang telah tidak terpakai dalam proses pengolahan gula.
Sebaliknya pada system siklik, bahan baku tak terbatas dan ;imbah tak
terbatas sama dengan system linier tetapi diuraikan melalui komponen
system industry seperti pengolahan semen, kertas, pupuk, dan alkali
recovery.
DAFTAR PUSTAKA

o http://bioconversion.blogspot.co.id/2007_04_01_archive.html
o http://docslide.us/documents/ekologi-industri-guitang-ei-
baruppt.html
o http://endik-asworo.blogspot.co.id/2012/07/ekologi-industri-
kelapa.html
o http://fajarmukhlasin.blogspot.co.id/2016_03_01_archive.html
o https://www.academia.edu/10498437/Tugas_Mata_Kuliah_EKOL
OGI_INDUSTRI