Anda di halaman 1dari 22

PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA KRISTEN


PETRA MALANG)
PENGELOLAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH

(STUDI KASUS DI SMA KRISTEN PETRA MALANG)

ABSTRAK

Duabelas, Kelompok. 2010. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah (Studi kasus di


SMA Kristen Petra Malang). Laporan Observasi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas
Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Djum Djum Noor Benty,
M. Pd, pembimbing (II) R. Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd

Kata kunci: kegiatan ekstrakurikuler, sekolah, manajemen.

Sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia, pada dasarnya pendidikan di sekolah
maupun madrasah bertujuan untuk mengembangkan aspek-aspek kemanusiaan peserta didik
secara utuh, yang meliputi aspek kedalaman spiritual, aspek perilaku, aspek ilmu
pengetahuan dan intelektual, dan aspek keterampilan.

, tuntutan akan ketersediaan sumber daya manusia semakin tinggi. Dengan demikian, kualitas
yang memadai dan output merupakan sesuatu yang harus dihasilkan oleh sekolah maupun
madrasah sebagai satuan pendidikan yang tujuan dasarnya adalah menyiapkan manusia-
manusia berkualitas, baik secara intelektual, integritas, maupun perannya dalam kehidupan
bermasyarakat. Untuk itu, baik sekolah maupun madrasah harus membekali dirinya dengan
kurikulum yang memadai.

Dalam proses pendidikan dikenal dua kegiatan yang cukup elementer, yaitu kegiatan
kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan pokok
pendidikan yang di dalamnya terjadi proses bvelajar mengajar antara peserta didik dan
pendidik untuk mendalami materi-materi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tujuan
pendidikan dan kemampuan yang hendak diperoleh peserta didik. Sedangkan kegiatan
ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan aspek-
aspek tertentu dari apa yang ditemukan pada kurikulum yang sedang dijalankan, termasuk
yang berhubungan dengan bagaimana penerapan sesungguhnya dari ilmu pengetahuan yang
dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka maupun
lingkungan sekitarnya.

Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, observer


melakukan observasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Petra Malang. observasi ini
bertujuan untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang
ada di SMA Kristen Petra Malang, diantaranya mengetahui kegiatan ekstrakurikuler yang ada
di SMA Kristen Petra Malang, mengetahui cara pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA
Kristen Petra Malang, mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen
Petra Malang, mengetahui perkembangan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Kristen
Petra Malang.
Observasi ini menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan informasi dari
narasumber secara langsung. Adapun narasumber yang menjadi sasaran wawancara adalah
kepala SMA Kristen Petra Malang, Wakil Kepala SMA Kristen Petra Malang bagian
kesiswaan, serta guru pembimbing kegiatan ekstrakurikuler.

Hasil observasi menunjukkan bahwa SMA Kristen Petra Malang melaksanakan berbagai
macam kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya tata boga, tata busana, Karya Ilmiah Remaja
(KIR), internet, listrik, kayu, Kebaktian Siswa Kristen (KSK), dan olahraga (fulsal, bola voli,
dan basket). Dari beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SMA Kristen
Petra Malang tersebut, terdapat kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa, yaitu
KSK khusus bagi siswa nasrani, tata busana dan tata busana khusus bagi siswa putri, dan
listrik khusus bagi siswa putra.

Anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA kristen Petra
Malang diperoleh dari para siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut,
sedangkan pengelolaan anggarannya dilakukan oleh bendahara sekolah untuk mengatur
keluar masuknya keuangan. Dalam pelaksanaannya siswa dikelompok-kelompokkan menjadi
bgbeberapa kelompok yang satu kelompoknya terdiri dari lima siswa.

Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA kristen Petra Malang dilakukan oleh wakil
kepala sekolah bagian kesiswaan, sedangkan penanggungjawab masing-masing kegiatan
ekstrakurikuler adalah guru pembimbing masing-masing kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Berdasarkan hasil observasi, disarankan: (1) semua siswa yang ada di SMA Kristen Petra
Malang wajib untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat yang
dimilikinya, (2) sekolah lebih sering menampilkan bakat siswa yang mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler dalam ajang-ajang perlombaan agar siswa lebih aktif dalam kegiatan
ekstrakurikuler, (3) sekolah harus mampu mengembangkan bakat yang dimiliki oleh semua
siswa.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala
hidayahNya penulis dapat menyelesaikan laporan observasi ini tepat waktu. Laporan
observasi yang berjudul Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah (Studi Kasus di
SMA Kristen Petra Malang) dibuat guna memenuhi tugas akhir matakuliah Manajemen
Peserta Didik.

Dalam penyusunan laporan observasi ini, penyusun tidak akan dapat menyelesaikannya
tanpa ada pihak-pihak yang membantu. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih
kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Hendyat Soetopo, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan
2. Ibu Dra. Djum Djum Noor Benty, M. Pd selaku pembimbing I matakuliah
Manajemen Peserta Didik
3. Bapak R. Bambang Sumarsono, S.Pd, M.Pd selaku pembimbing II matakuliah
Manajemen Peserta Didik
4. Ibu Dra. I. Sri Purwaningrum selaku Kepala SMA Kristen Petra Malang yang telah
memberi ijin untuk melakukan observasi di sekolah beliau
5. Ibu Elisa Piindari, S.Pd selaku Wakasek kesiswaan SMA Kristen Petra Malang yang
telah bersedia menjadi narasumber dalam pelaksanaan observasi
6. Bapak/Ibu guru pembimbing kegiatan ekstrakurikuler, serta siswa siswi SMA kristen
Petra Malang yang telah bersedia untuk diwawancarai
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian laporan observasi ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak
kekurangan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan
dari para pembaca demi kesempurnaan penyusunan laporan selanjutnya. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi penyusun khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.

Malang, Nopember 2010

Penyusun

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Surat permohonan ijin observasi dari kampus


2. Surat keterangan observasi dari SMA Kr. Petra Malang
3. Profil SMA Kristen Petra Malang
4. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler SMA Kristen Petra Malang
5. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler Kebaktian Siswa Kristen
6. Program kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja
7. Analisis masalah ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja
8. Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler KIR
9. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler listrik dan kayu
10. Analisis masalah kegiatan ekstrakurikuler listrik dan kayu
11. Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler listrik dan kayu
12. Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler OSIS
13. Perencanaan kegiatan ekstakurikuler internet
14. Analisis masalah kegiatan ekstrakurikuler internet
15. Dokumentasi

BAB I

PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang

Belajar, khususnya dalam pendidikan, bukanlah sekedar transmisi ilmu pengetahuan sebagai
fakta. Tetapi lebih dari itu, belajar adalah mengolah daya penalaran peserta didik sebagai
bekal dasar bagi setiap warga Negara yang bertanggug jawab. Teori belajar mengatakan
kepada kita bahwa proses belajar tidak terjadi dalam ruang kosong. Data ilmu pengetahuan
hanya dapat diserap dalam kaitannya dengan dunia nyata, terutama bagi peserta didik muda
di bangku pendidikan dasar.

Di lingkungan sekolah, peserta didik merupakan unsur inti kegiatan pendidikan, karena itu
jika tidak ada peserta didik, tentunya tidak akan ada kegiatan pendidikan. Lebih-lebih di era
persaingan antar lembaga pendidikan yang begitu ketat seperti sekarang, sekolah harus
berjuang secara sungguh-sungguh untuk mendapatkan peserta didik. Tidak sedikit lembaga
pendidikan yang mati karena kehabisan peserta didik. Bahkan ada ketua yayasan pendidikan
yang megatakan bahwa mencari peserta didik jauh lebih sulit daripada mencari guru baru.
Dikatakannya untuk mandapatkan guru baru cukup membuka lamaran, sehari sudah banyak
yang datang. Sedangkan untuk mencari peserta didik, belum tentu dengan mengedarkan
brosur dan memasang sepanduk peserta didik akan datang. Hal ini menggambarkan bahwa
dalam kegiatan pendidikan di era persaingan ini, peserta didik merupakan unsur utama yang
dimenej dan dihargai martabatnya tak jauh berbeda dengan pembeli/konsumen dalam dunia
usaha.

Manajermen peserta didik merupakan suatu usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai
dari peserta didik itu masuk sekolah sampai dengan mereka lulus sekolah. Dalam hal ini yang
diatur secara langsung oleh pihak sekolah adalah segi-segi lain yang berkaitan dengan
peserta didik secara tidak langsung. Pengaturan terhadap segi-segi lain selain peserta
dimaksudkan untuk memberikan layanan yang sebaik mungkin kepada peserta didik.

Tujuan umum manajemen peserta didik adalah megatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan
agar proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur sehingga
dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara
keseluruhan.

Suatu sekolah terus mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi yang dimiliki oleh
peserta didik. Sekolah bisa memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengikuti
kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi tersebut.
Sedangkan pengertian ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran yang diselenggarakan di luar
jam pelajaran biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pagi hari bagi sekolah-sekolah yang masuk
pagi, dan dilaksanakan pagi hari bagi sekolah-sekolah yang masuk sore. Ekstrakurikuler
dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh
sekelompok siswa. Misalnya saja olahraga, kesenian, dan berbagai macam ketrampilan serta
kepramukaan.

Berdasarkan uraian di atas, untuk mengetahui kegiatan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler


di sekolah, penyusun melakukan observasi di SMA Kristen Petra Malang. Dan observasi
tersebut diberi judul Pegelolaan Ekstrakurikuler di Sekolah (Studi Kasus di SMA Kristen
Petra Malang).

Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan di SMA Kristen Petra Malang dapat
diketahui bahwa peningkatan kualitas lulusan SMA Kristen Petra Malang tidak hanya
dilakukan dengan cara belajar terus menerus di dalam kelas, melainkan di SMA Kristen Petra
Malang ini sudah menyediakan wadah yang dapat menampung bakat dan minat peserta didik.
Yaitu kegiatan ekstrakurikuler, dimana kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di SMA
Kristen Petra Malang adalah pada sore hari.
1. B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan, fokus permasalahan yang diteliti dalam rumusan
masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang?


2. Bagaimana pelaksanaa kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang?
3. Apa saja macam-macam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang?
4. Bagaimana keterlibatan peserta didik, guru dan orang tua dalam kegiatan
ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang?

1. C. Tujuan Observasi

Mengacu kepada rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra


Malang
2. Untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra
Malang
3. Untuk mengetahui macam-macam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra
Malang
4. Untuk mengetahui keterlibatan peserta didik, guru dan orang tua dalam kegiatan
ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang.

1. D. Manfaat Observasi

Hasil observasi ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan masukan bahwa kegiatan
ekstrakurikuler yang diselenggarakan di SMA Petra Kristen Malang ini merupakan kegiatan
yang bisa menumbuhkembangkan potensi serta menyalurkan bakat dan minat peserta didik.
Karena pada ekstrakurikuler tersebut banyak ketrampilan-ketrampilan yang diajarkan,
sehingga sangat berguna bagi perkembangan serta potensi yang dimiliki peserta didik.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1. A. Kegiatan Ekstrakurikuler

Dalam proses pendidikan dikenal dua kegiatan yang cukup elementer, yaitu kegiatan
kurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan pokok
pendidikan yang di dalamnya terjadi proses belajar-mengajar antara peserta didik dan
pendidik untuk mendalami materi-materi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tujuan
pendidikan dan kemampuan yang hendak diperoleh peserta didik. Sedangkan kegiatan
ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengembangkan aspek-
aspek tertentu dari apa yang ditemukan pada kurikulum yang sedang dijalankan, termasuk
yang berhubungan dengan bagaimana penerapan sesungguhnya dari ilmu pengetahuan yang
dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup mereka maupun
lingkungan sekitarnya.

1. 1. Pengertian Ekstrakurikuler
Kata ekstrakurikuler memiliki arti kegiatan tambahan di luar rencana pelajaran, atau
pendidikan tambahan di luar kurikulum. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler
merupakan kegiatan yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum) untuk
menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki peserta didik, baik yang
berkaitan dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang didapatkannya maupun dalam pengertian
khusus untuk membimbing peserta didik dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada
dalam dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang wajib maupun pilihan.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran yang diselenggarakan di luar jam


pelajaran biasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari bagi sekolah-sekolah yang masuk
paggi, dan dilaksanakan pada pagi hari bagi sekolah-sekolah yang masuk sore. Kegiatan
ekstrakurikuler ini sering dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran
yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya olahraga, kesenian, dan berbagai kegiatan
keterampilan dan kepramukaan (Tim Dosen Jurusan AP FIP IKIP Malang, 1989:122).

Dengan demikian, yang dimaksud dengan ekstrakurikuler adalah berbagai kegiatan sekolah
yang dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat
mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi yang dimilikinya yang dilakukan di luar jam
pelajaran normal.

Adapun yang dimaksud dengan manajemen kegiatan ekstrakurikuler adalah seluruh proses
yang direncanakan dan diusahakan secara terorganisir mengenai kegiatan sekolah yang
dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum) untuk menumbuhkembangkan
potensi sumber daya manusia yang dimiliki peserta didik, baik berkaitan dengan aplikasi ilmu
pengetahuan yang didapatkannya maupun dalam pengertian khusus untuk membimbing
peserta didik dalam mengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya melalui
kegiatan-kegiatan yang wajib maupun pilihan.

1. 2. Fungsi dan Tujuan Ekstrakurikuler

Sebagai kegiatan pembelajaran dan pengajaran di luar kelas, ekstrakurikuler mempunyai


fungsi dan tujuan sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam


mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam
semesta
1. Menyalurkan dan mengembangkan potensi dan bakat peserta didik agar dapat
menjadi manusia yang berkreativitas tinggi dan penuh dengan karya
2. Melatih sikap disiplin, kejujuran, kepercayaan, dan tanggungjawab dalam
menjalankan tugas
3. Mengembangkan etika dan akhlak yang mengintegrasikan hubungan dengan
Tuhan, Rasul, manusia, alam semesta, bahkan diri sendiri
4. Mengembangkan sensitivitas peserta didik dalam melihat persoalan-persoalan
sosial-keagamaan sehingga menjadi insan yang produktif terhadap
permasalahan sosial keagamaan
5. Memberikan bimbingan dan arahan serta pelatihan kepada peserta didik agar
memiliki fisik yang sehat, bugar, kuat, cekatan, dan terampil
6. Memberi peluang peserta didik agar memiliki kemampuan untuk komunikasi
(human relation) dengan baik, secara verbal dan nonverbal.
1. 3. Sasaran dan Prinsip Pelaksanaan

Sasaran kegiatan ekstrakurikuler adalah seluruh peserta didik di sekolah, madrasah, maupun
lembaga-lembaga pendidikan nonformal lainnya, seperti pesantren. Pengelolaannya
diutamakan ditangani oleh peserta didik itu sendiri, dengan tidak menutup kemungkinan bagi
keterlibatan guru atau pihak-pihak lain jika diperlukan sebagai pembimbing.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan di luar jam pelajaran atau di luar kelas.
Kegiatan ini sebaiknya juga dilakukan lintas kelas. Namun untuk hal-hal tertentu yang
berkaitan dengan aplikasi dan praktik materi pelajaran di kelas, maka kegiatan
ekstrakurikuler dilaksanakan dan diikuti secara tertib oleh mereka yang satu kelas dan satu
tingkat.

Bentuk-bentuk kegiatan ekstrakurikuler juga perlu dikembangkan dengan


mempertimbangkan tingkat pemahaman dan kemampuan peserta didik serta tuntutan-tuntutan
lokal dimana sekolah maupun madrasah berada. Sehingga ,elalui kegiatan yang diikutinya,
peserta didik mampu belajar untuk memecahkan masalah-masalah yang berkembang di
lingkungannya dengan tetap tidak melupakan masalah-masalah global tertentu saja yang juga
harus pula diketahui oleh peserta didik.

1. 4. Macam-macam Kegiatan Ekstrakurikuler

Macam-macam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah diantaranya sebagai berikut:

1. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Organisasi siswa di kelas merupakan tanggung jawab wali kelas masing-masing, meskipun
tanggung jawab terakhir tetap ada di tangan kepala sekolah. Organisasi siswa di kelas pada
umumnya sekedar disebut pengurus kelas dengan seorang ketua kelas dilengkapi dengan
beberapa pengurus yang lain sesuai dengan keperluan, seperti wakil ketua, sekretaris, wakil
sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi. Berikutnya melalui pengurus kelas dapat dilakukan
musyawarah untuk membentuk pengurus siswa di sekolah berupa pengurus Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS).

Pengurus kelas dan OSIS dalam lingkup masing-masing harus dibina oleh kepala sekolah
agar mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi semua siswa.
Melalui OSIS dapat disalurkan berbagai inisiatif, kreativitas, dan kemampuan memimpin
dapat dikembangkan. Disamping itu, organisasi tersebut dapat pula dimanfaatkan untuk
mengembangkan proses belajar-mengajar agar tujuan utama orang tua dan siswa sendiri tidak
disaingi oleh kegiatan-kegiatan yang dapat menghambat pencapaian tujuan berupa
keberhasilan siswa dalam belajar. Untuk membuat dua kepentingan yang pada dasarnya
sejalan tetapi kerap juga saling mendesak itu menjadi harmonis, diperlukan kebijakan wali
kelas dan kepala sekolah serta guru-guru dalam memimpin, mengarahkan, dan membimbing
siswa (Nawawi, 1989:166).

Nilai yang terdapat dalam OSIS adalah nilai berorganisasi, antara lain: pengalaman
memimpin, pengalaman bekerja sama, hidup demokratis, berjiwa toleransi, dan pengalaman
mengendalikan organisasi. Sedangkan fungsi OSIS adalah fungsi pembinaan siswa,
tujuannya agar siswa nantinya dapat menjadi warga negara yang baik dan berguna. Dengan
demikian, pembinaan siswa meliputi pembentukan kepribadian dan sikap, pembentukan
pengetahuan, dan pembentukan keterampilan.

Menurut Tim Dosen Jurusan AP FIP IKIP Malang (1989:126) secara umum, tujuan OSIS
dapat dirumuskan sebagai berikut:

1) Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang memiliki jiwa pancasila, kepribadian
luhur, moral yang tinggi, berkecakapan serta memiliki pengetahuan yang siap untuk
diamalkan

2) Mempersiapkan persatuan dan kesatuan agar menjadi warga yang mengabdi kepada
Tuhan Yang Maha Esa, tanahy air dan bangsanya

3) Menggalang persatuan dan kesatuan siswa yang kokoh dan akrab di sekolah dalam satu
wadah OSIS

4) Menghindari siswa dari pengaruh-pengaruh yang tidak sehat dan mencagah siswa
dijadikan sasaran perebutan pengaruh serta kepentingan suatu golongan (dalam usaha
peningkatan ketahanan sekolah).

1. Pramuka Sekolah

Dalam suatu sekolah diperlukan suatu situasi yang memungkinkan siswa mendapat
kesempatan mengembangkan diri dengan program dan kegiatan yang bersifat nonformal.
Salah satu bentuknya dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan pramuka sekolah yang
diselenggarakan di luar jam belajar. Dengan demikian, kegiatan pramuka memungkinkan
sekolah membantu siswa menggunakan dan mengisi waktu senggangnya secara berdaya dan
berhasil guna bagi pertumbuhan dan perkembangan masing-masing.

Dengan demikian kegiatan pramuka merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang
keanggotaannnya bersifat sukarela. Untuk itu kepala sekolah dan guru perlu melakukan usaha
dalam menyadarkan dan mendorong siswa agar bersedia menjadi anggota pramuka di
sekolahnya. Untuk mewujudkan kegiatan pramuka secara kontinu dan berdaya guna, setiap
kepala sekolah perlu melakukan kegiatan pengendalian, antra lain:

1) Menunjuk dan mengangkat guru sebagai pembina pramuka yang bertanggungjawab


kepada kepala sekolah

2) Mengusahakan agar para pembina pramuka mendapat penataran atau Kursus Mahir Dasar
(KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML)

3) Melakukan koordinasi dengan kwartir daerah pramuka atau kwartir cabang untuk
membentuk Gugus Depan (Gudep) di sekolah

4) Ikut serta sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) dan tidak
segan-segan untuk berpakaian pramuka

5) Membantu mengadakan alat kelengkapan gudep dan bahkan alat kelengkapan pramuka
secara perseorangan melalui kerja sama dengan koperasi sekolah
6) Menyediakan diri untuk mendiskusikan program pramuka dan secara berkala mengontrol
pelaksanaannya

7) Mendorong agar terwujud kerja sama dengan gugus depan dari sekolah lain.

Perhatian dan kesediaan kepala sekolah untuk ikut serta dalam kegiatan pramuka sekolah
sangat besar pengaruhnya pada kelangsungan gugus depan yang sudah dibentuk. Kepala
sekolah harus berusaha agar pelaksanaan pramuka di sekolahnya tidak sekedar sebagai
kegiatan musiman, yang sekali waktu muncul dan untuk jangka waktu yang lama tenggelam.
Namun kepala sekolah sedapat mungkin mengusahakan dan memrogramkan pramuka
menjadi kegiatan yang bersifat kontinu dan berkesinambungan.

1. Olahraga dan Kesenian Sekolah

Olahraga dan kesenian sebenarnya sudah diselenggarakan dalam bentuk bidang studi yang
disediakan jam pelajaran khusus. Namun untuk mewujudkan kedua bidang tersebut di luar
jam pelajaran, setiap kepala sekolah sebagai pemimpin perlu menaruh perhatian, meskipun
mungkin secara pribadi kurang tertarik pada salah satu atau kedua bidang tersebut. Perhatian
itu dimanifestasikan dalam usaha melakukan pengendalian pelaksanaannya antara lain:

1) Menunjuk dan mengangkat guru sebagai penanggungjawab pelaksanaannya (koordinator


bidang) yang bertanggungjawab kepada kepala sekolah

2) Mengusahakan agar para guru yang bersangkutan mendapat kesempatan mengikuti


penataran atau kursus-kursus mengenai bidang tersebut

3) Membantu mengadakan alat kelengkapan yang diperlukan.

Diharapkan dengan kegiatan yang bersifat nonformal seperti olahraga dan kesenian ini,
sekolah dapat mewujudkan hubungan manusia yang intensif. Siswa belajar menghormati
keberhasilan orang lain, bersikap sportif, berjuang untuk mencapai suatu prestasi secara jujur,
dan lain sebagainya.

1. Majalah Sekolah

Selain kegiatan-kegiatan yang disebutkan di atas, ada juga kegiatan yang bisa memuat karya
siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini biasanya sering disebut dengan majalah sekolah. Majalah
sekolah dapat dapat memuat berbagai karya siswa berupa prosa atau puisi dan berita-berita
mengenai kehidupan sekolah. Disamping itu majalah sekolah juga dapat digunakan untuk
memuat aspirasi-aspirasi siswa, termasuk saran-sarannya mengenai kehidupan sekolah. Di
pihak lain, guru juga dapat memanfaatkannya untuk kepentingan menyampaikan materi-
materi yang telah disampaikannya melalui proses belajar-mengajar. Materi-materi itu
mungkin pula berupa pengetahuan praktis untuk meningkatkan keterampilan siswa.

Kepala sekolah dapat juga memanfaatkan majalah sekolah untuk menyampaikan berbagai
peraturan dan penjelasan-penjelasan serta nasihat kepada siswa. Sedangkan bagi orang tua
siswa, majalah sekolah berfungsi untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan dan
kemajuan sekolah tempat anak-anak belajar. Dengan demikian tidak mustahil timbul hasrat
untuk membantu sekolah, jika menemukan sesuatu yang dipandangnya patut dibantu demi
kepentingan siswa.
Jelas bahwa majalah sekolah memungkinkan berlangsungnya komunikasi tertulis untuk
menunjang seluruh program sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan
kepada lembaga tersebut. Dalam batas-batas kemampuan yang dimiliki majalah sekolah
harus diusahakan agar terbit dalam bentuk yang menarik dan mendorong orang untuk
membacanya. Untuk mendorong kontinuitas terbitnya majalah tersebut, bisa saja dipungut
biaya dari para siswa namun besarannya tidak memberatkan mereka.

Dari uraian di atas jelas bahwa banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari usaha
menerbitkan majalah sekolah. Manfaat itu memang tidak dapat ditunjukkan secara fisik
(material) karena bersifat abstrak berkaitan dengan aspek psikologis pembacanya. Oleh
karenanya, usaha menerbitkan majalah sekolah tidak dapat dikatakan sebagai suatu
pemborosan.

Kepala sekolah perlu menaruh perhatian yang besar terhadap penerbitan majalah sekolah agar
dapat terbit secara kontinu. Di pihak lain guru yang dipercayakan melakukan koordinasi
untuk menerbitkan majalah harus berusaha menjalankan tanggung jawab sebaik-baiknya,
termasuk juga menjaga agar majalah tersebut tidak disalah gunakan. Dengan kata lain,
majalah sekolah harus diusahakan untuk tidak menjadi ajang menantang kebijakan
pengembangan sekolah (Nawawi, 1989:185).

1. Palang Merah Remaja (PMR)

Palang Merah Remaja (PMR) adalah sebuah wadah atau organisasi pelajar yang mempunyai
tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan-pelayanan kesehatan dan medis
terhadap para korban atau pasien yang membutuhkan pertolonan, baik di lingkungan internal
sekolah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Peran dan fungsi organisasi ini juga
sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), dan dalam banyak hal PMR bekerja sama
dengan PMI untuk mengembangkan program-program pelayanan kesehatan dan medis
kepada masyarakat.

Tujuan dikembangkannya kegiatan PMR ini adalah:

1) Membentuk sebuah wadah di sekolah yang siap dan terampil dalam melakukan pelayanan
kesehatan dan medis terhadap masyarakat, khususnya untuk teman di sekolah

2) Membentuk mental dan karakter peserta didik sehingga memiliki kepekaan dan
solidaritas sosial yang tinggi serta siap berkorban demi kepentingan orang lain

3) Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan pada diri peserta didik sehingga
senantiasa siap berbuat baik dan memberi manfaat kepada sesamanya.

Sebagai mitra, abdi dan pelayan masyarakat, PMR bisa melakukan kegiatan-kegiatan antara
lain:

1) Melayani masyarakat sekolah maupun masyarakat sekitar kapan dan dimanapun


dibutuhkan pada tahap pertolongan pertama

2) Mengadakan program pelayanan kesehatan bagi masyarakat


3) Mengadakan pelatihan pelayanan kesehatan dan medis kepada masyarakat, baik untuk
tenaga sukarelawan, anggota PMR sendiri, maupun untuk para peserta didik secara umum

4) Mengadakan penyuluhan dan bimbingan tentang tata cara hidup yang bersih dan sehat
serta tata cara pengobatan beberapa penyakit ringan.

Dari semua kegiatan di atas, sekolah sebagai pengelola kegiatan pendidikan mempunyai
tanggung jawab dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Dan salah satu
cara yang dapat dilakukan sekolahn dalam mengembangkan potensi peserta didik adalah
melalui kegiatan ekstrakurikuler.

BAB III

METODE PENULISAN

1. A. Rancangan Penelitian

Untuk melakukan suatu penelitian, harus ditentukan secara cermat dan tepat rancangan atau
penelitian apa yang akan digunakan. Karena dengan rancangan tersebut, penelitian akan lebih
mudah untuk dilaksanakan. Selain itu, juga harus memperhatikan teknik-teknik apa saja yang
digunakan dalam memperoleh data dan informasi tentang hal-hal yang hendak diteliti. Oleh
karena itu, perlu adanya perencanaan terlebih dahulu sebelum penelitian dilaksanakan.

Dalam melakukan penelitian atau observasi tentang pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di


SMA Kristen Petra Malang ini, untuk memperoleh data-data yang diperlukan, peneliti
menggunakan teknik wawancara. Wawancara adalah mencari data dengan cara bertanya
langsung kepada narasumber secara lisan. Hal ini dipilih oleh peneliti karena data yang
diperoleh dapat dibuktikan kebenarannya secara akurat karena diperoleh langsung dari
narasumber.

Peneliti melakukan wawancara dengan kepala SMA Kristen Petra Malang dan kepada Wakil
Kepala Sekolah (Wakasek) bagian kesiswaan, serta kepada guru pembimgbing kegiatan
ekstrakurikuler. Dalam wawancara tersebut, peneliti bertanya mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan ekstrakurikuler yang ada di SMA Kristen Petra Malang.

Selain wawancara, peneliti juga melakukan pengamatan secara langsung terhadap


pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh siswa di SMA Kristen Petra
Malang, sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler
yang ada di sekolah tersebut.

1. B. Lokasi Penelitian

Penelitian tentang pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini dilakukan di SMA


Kristen Petra Malang yang berada di Jalan Prof. Dr. Moh. Yamin 53 Malang. Sekolah ini
merupakan sekolah yang berbentuk yayasan, yang di dalamnya terdapat jenjang pendidikan
mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD),
Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Khusus untuk
SMA, saat ini dikepalai oleh Ibu Dra. Immaculta Sri Purwaningrum, MM.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. A. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang

Dalam sebuah kegiatan pasti diperlukan adanya pengelolaan agar kegiatan tersebut dapat
terlaksana dengan efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut
Soetopo (1989:122) menyebutkan:

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran
biasa. Kegiatan ini dilaksanakan sore hari, bagi sekolah-sekolah yang masuk pagi dan
dilakanakan pagi hari, bagi sekolah-sekolah yang masuk sore. Sering kegiatan ekstrakurikuler
dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh
sekelompok siswa, misalnya olahraga, kesenian, berbagai macam ketrampilan dan
kepramukaan.

Menurut Ibu Elisa selaku wakasek kesiswaan di SMA Kristen Petra Malang ekstrakurikuler
adalah kegiatan yang ada di dalam program pengajaran, tetapi dalam pelaksanaannya berada
diluar jam pelajaran, pada kegiatan ekstrakurikuler khususnya di SMA Kriste Petra Malang
ini memberikan lebih pada keterampilan (skill), sebagai bekal bagi peserta didik.

Menurut Ibu I. Sri Purwaningrum selaku kepala sekolah SMA Kristen Petra Malang
ekstrakurikuler adalah bentuk pengembangan diri, baik jasmani maupun rohani peserta
didik, sedang pelaksanaa kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan diluar jam
pelajaran.

berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan
pengembangan diri yang dilaksanakan diluar jam pelajaran, serta pelaksanaannya adalah sore
hari, pada kegiatan ektrakurikuler ini terdapat guru pembimbing, kegiatan ekstrakurikuler ini
berguna untuk megembangkan potensi, bakat, minat, serta kemampuan yang dimiliki oleh
peserta didik.

Menurut Mulyono (2008:188):

Pegelolaan kegiatan ekstrakurikuler adalah seluruh proses yang direncanakan dan diusahakan
secara terorganisir mengenai kegiatan sekolah yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam
pelajaran (kurikulum) untuk menumbuhkembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM)
yang dimiliki peserta didik, baik berkaita dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang
didapatkannya maupun dalam pengertian khusus untuk membimbing peserta didik dalam
mengembangkan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya melalui kegiatan-kegiatan yang
wajib maupun pilihan.
Pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang ini dikelola oleh guru-
guru dari sekolah sendiri, pemilihan kegiatan ekstrakurikulernya pun juga tidak langsung
ditentukan oleh guru-guru tersebut, melainkan terdapat beberapa tahapan, antara lain:

1. Jajak Pendapat

Jajak pendapat disini juga melibatkan peserta didik yang aka mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler tersebut, juga melibatkan pendapat dari guru-guru. Harus dipilih kegitan
ekstrakurikuler yang tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Hal ini merupakan tujuan jangka
panjang saat melaksankan kegiatan ekstrakurikuler, Sehingga saat pemberian bekal
ketrampilan, akan benar-benar bisa tersalurkan, karena masyarakat juga membutuhkannya.
Selain tujuan jangka panjang tersebut, kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih juga harus
diminati oleh peserta didik, sehingga saat peserta didik mengikulti kegiatan itu akan
bersemangat, serta ilmu yang disampaikan akan mudah diterimanya.

1. Masukan dari siswa

Siswa dilibatkan secara langsung dalam pengambilan keputusan kegiatan ekstrakurikuler


yang bakan dilaksanakan di sekolah ini. Sehingga para siswa memiliki peran yang sangat
penting dalam pemilihan kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dalam pelaksanaan pemilihan
kegiatan ekstrakurikuler yang akan dilaksanakan tersebut, para siswa diberi kewsempatan
untuk mengutarakan pendapatnya tentang kegiatan ekstrakurikuler apa yang diminati oleh
para peserta didik, sehingga kegiatan yang terpilih nantinya dapat dilaksanakan dengan baik
karena sesuai dengan pilihan siswa sendiri.

1. Analisis Lingkungan Eksternal

Yang dimaksud disini adalah ketrampilan apa yang di butuhkan oleh masyarakat, seperti
halnya di SMA Kristen Petra Malang ini, karena lokasinya yang berada disekitar pasar maka
akan bermanfaat ketika pada sekolah ini terdapat ektrakurikuler listrik dan kayu serta
ekstrakurikuler tataboga. Pada ekstrakurikuer listrik dan kayu bisa menghasilkan kerajinan
tangan yang bisa dijual di pasar tersebut.

Ekstrakurikuler tata boga pada sekolah ini juga telah mampu menghasilkan makanan yang
mampu dijual, contonya adalah pembuatan telur asin. Hasil ini sudah mampu dijual dipasar.
Hal ini membuktikan bahwa pemilihan kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan lingkungan
eksternal juga mempengaruhi tingkat kreatifitas peserta didik.

Setelah melakukan beberapa tahapan tersebut, barulah pihak sekolah bisa menentukan
ekstrakurikuler apa yang akan diadakan, tetapi terdapat juga ekstrakurikuler yang memang
sudah diadakan lama di sekolah ini. Selain itu meskipun sekolah ini bercorak kristen, tetapi
pihak sekolah tidak pernah membeda-bedakan antara peserta didik yang kristen maupun yang
dari agama lain. Tetap terjalin solidaritas yang tinggi di dalam sekolah ini, dan dalam diri
peserta didik tersebut. Hal ini terbukti dengan pemberian kesempatan beribadah bagi pesrta
didik itu.

1. B. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang

Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang ini dilaksanakan pada sore hari, yaitu
pelaksanaannya setelah pemberian pelajaran tambahan kepada peserta didik. Pemilihan
waktu pelaksanaan pada sore hari adalah agar pelaksanaan ekstrakurikuler ini tida
mengurangi jam belajar- mengajar peserta didik, sehingga tdak akan mengganggu proses
belajar mengajar. Karena pada intinya kegiatan ekstrakurikuer adalah dilaksanakan diluar jam
pepelajaran.

Pada pelasanaan ekstrakurikuler disekolah ini terdapat pembimbing yang akan mendampingi
peserta didik untuk memperoleh ketrampilan-ketrampilan serta kemampuan yang diajarkan
pada kegiatan ekstrakurikuler ini. Pendamping pada kegiatan ekstrakurikuler ini adalah guru
yang engajar di SMA Kristen Petra Malang sendirit iSehingga pihak sekolah tidak perlu
mendatangkan pembimbing dari luar sekolah, karena sudah memiliki guru-guru yang akan
mendampingi peserta didik menempuh kegiatan ekstrakurikuler ini.

Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler ini pihak sekolah memberikan jadwal, sehingga antara
kelas satu dengan lainnya tidak bentrok, juga diatur tingkatan dari peseta didik tersebut,
mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikulernya juga
tidak hanya dilaksanakan pada hari sbtu saja, melainkan dilaksanakan setiap hari senin
sampai dengan hari sabtu. Yang pelaksanaannya setelah pelajaran tambahan. Pelajaran
tambahan yang diberikan di SMA Kristen Petra Malang ini diberikan setelah jam belahar
mengaajar peserta didik. Maksud dan tujuannya adalah supaya peserta didik lebih mendalami
mata pelaaran tertentu yang sekirannya pada proses belajar mengajar belum mengerti dan
belum paham, maka pada pelajaran tambahan ini guruakan mengulas serta memberikan
pendalaman yang lebih kepada peserta didik agar materi pelajaran yang belum terserap
dengan sempurna, akan dipahami dan peserta didik juga mampu mnyerap mayeri tersebut.

1. C. Macam-macam Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang

SMA Kristen Petra malang ini memiliki beberapa ekstrakurikuler yang mampu meningkatkan
kemampuan serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik, baik kegiatan ekstrakurikuler yang
bermanfaat bagi jasmani peserta didik dan ada juga kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat
bagi rohani peserta didik. Kegiatan ekstrakurikulernya juga ada yang diwajibkan dan juga ada
yang pilihan.

1. Kegiatan Ekstrakurikuler yang diwajibkan

Pihak sekolah memilih kegiatan ekstrakurikuler apa saja yang memang harus diikuti oleh
peserta didik. Hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan peserta didik agar ketrampilan yang
dimilikinya barmanfaat dan mampu mebjadi bekal untuknya kedepan, macam kegiatan
ekstrakurikuler yang diwajibkan adalah sebagai berikut:

1. Tata Busana

Kegiatan ekstrakurikuler tata busana ini dilaksaakan selama dua hari, yaitu hari senin dan
kamis pukul 14.30 sampai dengan 16.00. Kegiatan ekstrakurikuler ini diwajibkan bagi peserta
didik putri. Alasan mengapa SMA Kristen Petra Malang ini memilih tata busana menjadi
kegiata ekstrakurikuler wajib adalah karena seorang perempuan pada akhirnya memerlukan
ilmu ini saat terjun di masyarakat, meskipun peserta didik ini nantinya melanjutkan kuliah
tidak pada bidang tata busana, tetapi peserta didik bisa mengambil pengalaman-pengalaman
yang dinberikan dari kegiatan ekstrakurikuler ini.
Bagi peserta didik yang berada pada taraf ekonomi lemah, dan tidak mampu untuk
mellanjutkan seolahnya kejenjang yang lebih tinggi, maka ketrampilan seperti ini sangat di
perlukan saat peserta didik ini terun kemasyrakat.Karena meskipun peserta didik ini tidak
melanjutkan pendidikan kejenang yang ledbih tinggi, akan tetapi pesereta didik ini memiliki
ketrampilan yang berdaya jual dan bisa digunakan untuk menghasilkan uang dari ketrampilan
tersebut.

Saat pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler ini pun juga di bagi atas ketrampilan-ketrampilan
yang harus dimilki oleh peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini berdasarkan
tingkatannya. Pembagian ketrampilan nya adalah sebagai berikut:

1) Bagi peserta didik kelas X

Pemberian ketrampilan bagi peserta didik yang masih berada di kelas X tidak akan sama
dengan peserta didik yang sudah berada pada tingkatan di atasnya. Ketrampilan yang harus
dicapai oleh peserta didik ini adalah harus bisa membuat rok sendiri. Pola yang diberikan pun
mudah, sehingga peseta didik tidak akan kesulitan melaksanakan tugas yang diberikan oleh
guru pendamping ini.

2) Bagi Peserta didik XI

Bagi peserta didik yang berada pada tingkatan ini adalah harus bisa membuat kemeja atau
hem, tugas yang diberikan lebih sulit dari pada peserta didik yang berada pada tingkatan
kelas X.

3) Bagi peserta didik kelas XII

Peserta didik didik diberi tugas untuk membuat celana. Ini tugas yang paling sulit, karena
tingkatanya sudah banyak, jadi pegalaman yang diperoleh pun uga sudah banyak. Maka tidak
apa-apa jika tiugas yang diberikan lebih sulit, yaitu membuat celana

Menurut Bu Elisa selaku waka kesiswaan di SMA Kristen Petra Malang, peserta didik yang
sudah lulus dari sekolah ini diharuska sudah mampu membuat seragam sendiri.

1. Tata Boga

Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu selasa dan sabtu. Untuk hari
selasa untuk peserta didik kelas XII, sedangkan hari sabtu untuk peserta didik kelas X dan XI.
Kegiatan ekstrakurikuler ini diwajibkan bagi peserta didik perempuan, Menurut Bu Elisa
selaku waka kesiswaan di SMA Kristen Petra Malang ini, seorang perempuan sebagai
kodratnya akan menjadi seoarang ibu rumah tangga, maka harus bisa memasak, baik
memasak sayur sebagai makanan sehari-hari maupun memasak kue basah dan juga kue
kering.

Praktek memasaknya pun setiap tingkatan juga berbeda, semakin redah tingkatannya maka
praktek yang dilakukan pun juga tidak terlalu sulit, pembagiannya adalah sbagai berikut:

1) Peserta didik kelas X


Praktek pada peserta didik pada tingkatan ini adalah lebih ringan yaitu peserta didik hanya
dituntut untuk mebuat lauk atau sayur yang biasanya dikonsumsi dalam keseharian, contoh:
memasak dengan menu lalapan, membuat sambal, dll

2) Peserta didik kelas XI

Prakteknya adalah membuat kue basah, yang dimaksudka disini adalah jenis-jenis kue yang
cara pembuatannya dengan cara dikukus. Contohnya: Roti kukus, bolu, putrid ayu, puthu ayu,
dll.

3) Peserta didik kelas XII

Peserta didik harus bisa membuat kue-kue kering, yang dimaksudkan disini adlah kue yang
cara pembuatannya dengan cara di oven, contohnya: nastar, kastengel (kue keju).

Setelah peserta didik melakukan praktek pembuatan berbagai menu makanan tersebut,
makanan-makanan itu tidak hanya dimakan oleh peserta didik itu sendiri, melainkan guru dan
kepala sekolah juga diberi kesempatan untuk menyicipinya. Sehingga setelah praktek, ada
beberapa perwakilan kelompok yang mengantarkan makanan ini kepada kepala sekolah dan
guru, meskipun tidak dalam jumlah banyak, tetapi sudah bisa untuk dicicipi.

Sebelum praktek memasak peserta didik berada di kelas untuk memperoleh materi dari guru
pendamping ekstra tersebut. Pelaksanaan nya adalah berkelompok, sehingga peserta didik
didik dibentuk dalam kelompo-kelompok, jumlah anggota kelompoknya adalah 5 anak.
Untuk dana yang dipakai dalam kegiatan tata boga ini adalah dari iuran tiap kelompok
tersebut, ika memang buayanya tidak teralu banyak, maka pihak guru bisa menyumbang
sedikit dana untuk kegiatan ini. Besarnya iuran dana adalah disesuaikan dengan menu
makanan apa yang akan dimasak oleh peserta didik tersebut.dana yang tersisa bisa dititipkan
kepada Bu.Elisa selaku waka kesiswaan, dana itu akan diberikan pada praktek memasak
berikutnya.

1. Listrik dan Kayu

Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan selama dua hari yaitu hari selasa dan sabtu, untuk
hari selasa diperuntukkan peserta didik kelas X. Sedangkan hari sabtu diperuntukkan peserta
didik kelas XI dan XII. Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Anastasya Ani dan bertempat di
ruang ketrampilan.

1) Listrik

Kegiatan ektrakurikuler ini diwajibkan bagi peserta didik laki-laki yang berada pada kelas X.
Pemberian bekal ketrampilan seperti ini penting sekali, agar kelak saat terun kemasyarakat
bisa dimanfaatkan. Selain itu pengetahuan tentang listrik juga digunakan saat peserta didik
berada dirumah.

2) Kayu

Diberikan bagi peserta didik kelas XI dan XII. Peserta didik diberi ketrampilan untuk
membuat tempat untuk tabung reaksi, hasil dari produksi ini bisa dipergunakan untuk
kebutuhan laboratorium, sehingga selain mendapatkan ketrampilan tersebut, produksi yang
dihasilan juga bisa bermanfaat. Selain itu juga membuat pigora yang dipergunakan untuk
mading di SMA Kristen Petra Malang ini.

1. Kebaktian Siawa Kristen (KSK)

Kegiatan ekstrakurikuler ini berhubungan dengan kebutuhan rohani peserta didik. Karena
SMA Kristen Petra Malang ini bercorak Kristen, sehingga bagi peserta didik yang beragama
Kristen diwajibkan untuk mengikuti kebaktian yang dilaksnakan setiap hari jumat. Untuk
pendamping dari kegiatan ini diambilkan dari guru yang mengajar di SMA Kristen Petra
Malang.

Banyak manfaat yang diberikan dari kegiatan ini, selain membentuk pesrta didik yang unggul
dalam bidang akademik, peseta didik juga ditintut untuk menjadi insane yang beriman dan
mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban nya sesuai dengan kepercayaa atau agama yang
dianut.

1. Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan

Peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini juga diberi kesempatan untuk memilih
kegiatan ekstrakurikuler apa yang diminati dan ingi diikuti, selain kegiatan ekstrakurikuler
yang diwajibka oleh pihak sekolah. Beberapa macam kegiatan ekstrakurikuler yang bisa
menjadi pilihan oleh peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini adalah sebagai berikut:

1. Internet

Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari rabu pukul 14.00-15.30. dan dibimbing
oleh Ibu Elisa Piindari dan bertempat di laboratorium komputer. Kegiatan ekstrakurikuler
internet diberikan kepada para siswa dengan tujuan untuk mengikuti perkembangan jaman
yang sangat pesat, terutama dunia tenologi dan komunikasi yang semakin maju dan diminati
oleh semua kalangan, bahkan peserta didik yang duduk di bangku sekolah. Sehingga peserta
didik merasa tidak ketinggalan jaman.

1. Olahraga

Ekstrakurikuler olahraga yang ada di SMA Kristen Petra Malang meliputi futsal, Bola Voli
dan Badminton. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari karena jadwal untuk siswa putra
dan siswa putri dibedakan. Untuk siswa putra dilaksanakan pada hari kamis pukul 14.30
sampai 16.00, sedangkan untuk siswa putri dilakdanakan pada hari senin pukul 14.30 sampai
16.00. Kegiatan ini dibimbing oleh Bapak Ignasius Agus W dan bertempat di lapangan
olahraga SMA Kristen Petra Malang. Kegiatan ekstrakurikuler ini dimaksud untuk
mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang olahraga serta untuk meningkatkan
kesehatan jasmani peserta didik.

1. Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler baru di SMA Kristen Petra
Malang yang dilaksanakan pada hari jumat pukul 12.30 sampai dengan 14.00 dan dibimbing
oleh ibu Anastasya Ani W.S dan bertempat di ruang ketrampilan. Kegiatan ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dibidang penelitian dan penulisan
karya ilmiah.
1. D. Keterlibatan Peserta Didik, Guru, Orang Tua dan Masyarakat dalam
Kegiatan Ekstrakuriluler
2. Keterlibatan peserta didik

Peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini merespon positif terhadap program kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah ini, terbukti dengan besranya minat peserta didik mengikuti
ekstrakurikuler yang telah ada, baik ekstrakurikuler tersebut yang diwajibkan maupun tidak
diwajibkan. Terciptanya suasana seperti ini akan mempermudah untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh peserta didik, karena berwal dari kesukaan akan membawa pesrta
didik pada prestasi yang ingin dicapai.

Peserta didik yang meyukai suatu program di sekolah tersebut, maka akan mendalami
program tersebut serta belajar sungguh-sungguh untuk megerti dan mampu memiliki
ketrampilan-ketrampilan serta bakat-bakat yang bergua untuk meingkatkan serta
mengmbangkan kemampuan yang dimikinya. Hal ini terlihat dari hadirnya peserta didik
untuk bersungguh-sungguh mengikuti serta melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru
pendamping, contohnya saja saat guru pendamping ekstrakurikuler tata boga, memberikan
ketrampilan membuat telur asin serta memasarkannya, peserta didik SMA Kristen Petra
Malang ini mampu membuat serta memasarkan telur asin buatannya tersebut. Karena lokasi
sekolah ini berada di dekat pasar serta didekat pertokoan, maka akan lebih mempermudah
peserta didik memasarkan produk dari kegiatan ekstrakurikuer tersebut.

Kesungguhan yang dimilki oleh peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini juga terlihat
saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini sering mangikuti lomba dan sempat meme

1. Keterlibatan Guru

Guru di SMA Kristen Petra Malang ini turut mengembagkan kegiatan ekstrakurikuler di
sekolah ini, karena pendamping dari kegiata itu adalah diambilkan dari guru-guru pengajar
sekolah ini sendiri. Ini mempermudah pihak sekolah untuk tidak mencari pendamping
kegiatan ekstra kurikuler dari luar sekolah.

Peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini akan mudah beradaptasi dan mudah
menerima materi-matei ketrampilan yang diberikan oleh guru pendamping ekstrakurikuler
karena guru yang mendamping ikegiatan ekstrakurikuler ini berasal dari guru-guru yang
biasanya mengajar peserta didik terseut.

1. Keterlibatan Orang tua

Pihak orang tua hendaknya mendukung setiap kegiatan sekolah yang diikuti anaknya, asalkan
kegiatan itu berdampak positif bagi anaknya dan tidak mengganggu prestasi belajarnya.
Contohnya adalah kegiatan ekstrakurikuler, pihak orang tua juag harus aktif mengontrol
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang diiikuti oleh peserta didik tersebut. Jangan sampai
peseta didik ini meminta ijin untuk mengikuti ekstrakurikuler, tetapi kenyataannya malah
bermain diluar dengan teman-temannya. Hal ini tidak akan teradi jika ada pengawasan aktif
dari pihak orang tua. Dukungan aktif dari pihak orng tua ini akan turut mendukunga
suksesnya kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di SMA Kristen Petra Malang ini.

1. Keterlibatan Masyarakat
Masyarakat yang tinggal di sekitar SMA Kristen Petra Malang ini turut menyukseskan
kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini. Hal ini terlihat dari pihak masyarakat yang
mau membeli produk dari kegiatan ekstrakurikuler yang ada. Ini merupakan respon positif
dari pihak masyarakat yang akan menimbulkan semangat baru bagi peserta didik untuk lebih
menungkatkan kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya, untuk memproduksi barang-
barang yang diminati oleh masyarakat dan berdaya jual. Peserta didik yang mengikuti
kegiatan ekstrakurikuler ini selain mendapatkan ketrampilan-ketrampilan yang bermanfaat
bagi dia saat lulus nanti, tetapi juga mendapatkan pengalaman meniliki produk yang mampu
dijual dimasyarakat sekitar sekolahnya.

1. E. Kendala-kendala yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Kegiatan


Ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang ini tidak
semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tetapi juga mengalami berbagai kendala-
kendala. Kendala yang ada tidak terjadi pada semua kegiatan ekstrakurikuler, melainkan
hanya terjadi pada sebagian kegiatan ekstrakurikuler saja. Karena sebagaian besar kebutuhan
kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Kristen Petra Malang dapat dipenuhi oleh pihak
sekolah. Kendala-kendala tersebut terjadi pada kegiatan ekstrakurikuler diantaranya:

1. Kegiatan ekstrakurikuler internet

Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini kendala yang dihadapi terletak pada jumlah
unit kopmputer yang ada di SMA Kristen Petra terbatas, hal ini juga dikarenakan kurangnya
dana yang dimilki sekolah untuk melengkapi kebutuhan tersebut. Jadi disini sekolah harus
segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini karena kegiatan
ekstrakurikuler ini menjadi kegiatan yang cukup penting bagi peserta didik karena seiring
perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) siswa juga dituntut untuk mengkikuti
perkembangan yang terjadi selain itu kegiatan ini juga menjadi kegiatan yang paling
digemari oleh banyak peserta didik.

Dengan adanya kegiatan ini juga dapat membantu kegiatan belajar mengajar siswa dimana
dengan internet siswa bisa mencari materi-materi pelajaran sebagi bahan pelajaran tambahan
selain materi yang diperoleh dari guru.

1. Kegiatan ekstrakurikuler kayu dan listrik

Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini kendala yang dihadapi adalah terbatasnya
alat-alat yang dimiliki sekolah karena mahalnya harga alat-alat yang dibutuhkan dalam
kegiatan ekstrakurikuler ini, misalnya alat bor. Meskipun sekarang ini SMA Kristen Petra
bisa melengkapi alat-alat yang dibutuhkan dengan jumlah yang terbatas. Untuk mengatasi
kendala seperti ini sekolah mengambil kebijakan peserta didik dapat menggunakan alat-alat
yang terbatas dengan cara bergantian.

1. Kegiatan ekstrakurikuler KIR

Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini tidak terlalu membutuhkan sarana
yang harus dilengkapi , karena kegiatan ekstrakurikuler ini lebih mengarah pada
penyampaian hasil-hasil pemikiran peserta didik. Kendala yang mungkin bisa terjadi ketika
peserta didik akan melakukan kegitan peneliitian mungkin akan membutuhkan biaya yang
mahal

Selain itu dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler ini kendalanya juga terletak pada
tempat pelaksanaannya karena jumlah gedung kelas yang ada di SMA Kristen Petra tidak
mencukupi. Akan tetapi disini sekolah mengambil kebijakan dengan menggunakan ruang
kegiatan ekstrakurikuler kayu dan listrik, jadi disini satu ruangan digunakan untuk dua
kegiatan ekstrakurikuler.

1. Kegiatan ekstrakurikuler tata boga

Kegiatan ekstrakurikuler ini tidak mengalami kendala yang cukup serius karena pada
dasarnya alat-alat yang digunakan untuk kegiatan ini bisa dipenuhi oleh sekolah. Hanya
mungkin permasalahan terletak pada pngumpulan dana yang digunakan untuk pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler ini seperti dalam pembelian bahan-bahan makanan dimana setiap
pelaksanaan kegiatan pastinya memerlukan bahan-bahan yang berbeda-beda. Meskipun
sekolah ini memberikan anggaran tersendiri untuk kegiatan ini akan tetapi belum bisa juga
untuk memenuhinya sehingga sekolah mengambil kebujakan dengan cara menggunakan uang
iuran peserta didik itu sendiri yang kemudian akan dikelola oleh guru pembimbing.

BAB V

PENUTUP

1. A. Kesimpulan

Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Kristen Petra Malang dilaksanakan pada sore hari, yaitu
pelaksanaannya setelah pemberian pelajaran tambahan kepada peserta didik. Pemilihan
waktu pelaksanaan pada sore hari adalah agar pelaksanaan ekstrakurikuler ini tida
mengurangi jam belajar- mengajar peserta didik, sehingga tdak akan mengganggu proses
belajar mengajar. Karena pada intinya kegiatan ekstrakurikuer adalah dilaksanakan diluar jam
pepelajaran.

Peserta didik di SMA Kristen Petra Malang ini merespon positif terhadap program kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah ini, terbukti dengan besranya minat peserta didik mengikuti
ekstrakurikuler yang telah ada, baik ekstrakurikuler tersebut yang diwajibkan maupun tidak
diwajibkan. Terciptanya suasana seperti ini akan mempermudah untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh peserta didik, karena berwal dari kesukaan akan membawa pesrta
didik pada prestasi yang ingin dicapai.

Peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini akan mudah beradaptasi dan mudah
menerima materi-matei ketrampilan yang diberikan oleh guru pendamping ekstrakurikuler
karena guru yang mendamping ikegiatan ekstrakurikuler ini berasal dari guru-guru yang
biasanya mengajar peserta didik terseut.
Pihak orang tua hendaknya mendukung setiap kegiatan sekolah yang diikuti anaknya, asalkan
kegiatan itu berdampak positif bagi anaknya dan tidak mengganggu prestasi belajarnya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar SMA Kristen Petra Malang ini turut menyukseskan
kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini. Hal ini terlihat dari pihak masyarakat yang
mau membeli produk dari kegiatan ekstrakurikuler yang ada. Ini merupakan respon positif
dari pihak masyarakat yang akan menimbulkan semangat baru bagi peserta didik untuk lebih
menungkatkan kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya, untuk memproduksi barang-
barang yang diminati oleh masyarakat dan berdaya jual.

1. B. Saran

Mahasiswa yang terlibat dalam organisasi ekstrakulikuler bisa menambah pengalaman


berorganisasi dan ilmiu pengetahuan khususnya dalam perkuliahan.

Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan organisasi ekstrakulikuler sebagai bahan


belajar mencari pengalaman berorganisasi dan ilmu yang bisa diterapkan pada perkuliahan.

Tujuan dari ini peserta didik diharapkan megatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini dilakukan
agar proses belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga
dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara
keseluruhan.

Mahasiswa diharapkan lebih aktif dalam organisasi ekstrakulikuler karena telah tersedia
berbagai macam ekstrakulikuler beserta tingkatannya yang disesuaikan dengtan minat dan
bakat mahasiswa.

2011/05/19 - Posted by desiwidiasari | pendidikan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Sebelumnya |

About me
hidup akan terlalu membosankan jika tidak ada hentakan di dalamnya.. permasalahan yang
kita alami adalah tantangan yang harus kita pecahkan. pengalaman baru juga merupakan
pembelajaran yang amat bermakna.


Blogroll
o Discuss
o Get Inspired
o Get Polling
o Get Support
o Learn WordPress.com
o WordPress Planet
o WordPress.com News
arsiph-arsiph desi
prete-prete
desiwidiasari
Tema: Andreas04 oleh Andreas Viklund. Blog pada WordPress.com.
Ikuti

Follow desiwidiasari

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com