Anda di halaman 1dari 5

Profil Perusahaan

Ranang Catering berdiri pada tahun 2008. Awalnya sang pemilik merupakan seorang staff
accounting di sebuah perusahaan swasta di Jakarta, namun karena terkena PHK, sang pemilik pun
memutuskan untuk mendirikan bisnis jasa boga yang memfokuskan jasanya pada catering. Nama
Ranang Catering diambil dari nama suami ibu Ani Masitoh sang pemilik Catering, yaitu Ranang
Tambhee.
Ranang Catering berbentuk perusahaan perseorangan. Ranang Catering menjalankan
kegiatan operasinya di sebuah rumah di Perumahan Taman Duta, Jl. Palem 1 Blok D6 No. 15,
Depok, Jawa Barat. Operasi perusahaan didasarkan pada Order yang masuk, karena Ranang
Catering tidak memproduksi makanan Catering secara harian. Setiap melakukan pemrosesan order
Catering (memasak), ibu Ani Masitoh dibantu oleh 2 orang asisten, dan jika diperlukan (untuk
order yang jumlahnya lumayan banyak), sang pemilik akan menambah 1-4 orang sebagai tenaga
logistik sekaligus waiter acara tergantung dari besaran pesanan dan acaranya
Struktur Perusahaan

Pemilik

Asisten Asisten

Tenaga Lepas Tenaga Lepas Tenaga Lepas Tenaga Lepas

Pembagian Tugas:

Pemilik : - Menerima pesanan


- Merancang menu (resep)
- Memasak pesanan
- Menerima pembayaran

Asisten : - Membantu memasak pesanan

Tenaga Lepas : - Membantu memasak pesanan (bila jumlah pesanan besar)


- Mengantar pesanan
- Menjadi waiter pada acara pelanggan
Siklus

Siklus Penjualan

1. Pelanggan memesan melalui sms, telepon, email, atau datang langsung ke tempat catering.
2. Pelanggan akan dikirimkan menu/pricelist dari paket yang tersedia.
3. Pelanggan memilih menu dari paket yang tersedia atau memberikan daftar pesanan khusus
yang diinginkan apabila tidak tersedia di dalam paket yang tersedia.
4. Pelanggan melakukan persetujuan atas harga yang diberikan.
5. Pelanggan membayar dp.
6. Pesanan diproses.
7. Pesanan yang telah selesai diproses langsung diantar ke acara pelanggan.

Siklus Pengeluaran Kas

1. Menentukan raw material yang diperlukan untuk membuat pesanan pelanggan.


2. Belanja dengan menggunakan dp dari pelanggan dan uang pribadi pemilik.
3. Bukti pembelian raw material disimpan untuk dicatat dan ditunjukkan kepada pelanggan.

Siklus Penerimaan Kas

1. Penerimaan dp setelah pelanggan menyetujui harga menu yang dipesan.


2. Pelunasan sisa piutang pelanggan setelah pesanan dikirim ke pelanggan.
3. Pemberian kwitansi kepada pelanggan sebagai tanda menerima pelunasan dari pelanggan.
Kasus

Ranang Catering pernah mengalami masalah penagihan piutang dengan salah satu
pelanggannya. Pada waktu itu Ranang Catering melayani pesanan pelanggan diatas Rp.10 juta
(bersifat material bagi catering). Bukti atas pesanan tersebut hanya sebuah sms antara pelanggan
dengan pemilik.
Menjelang hari h acara, pelanggan memesan tambahan band untuk acaranya. Tambahan
band dibayarkan terlebih dahulu menggunakan uang pemilik catering. Pelanggan menjanjikan
akan melunasi hutangnya setelah acara selesai.
Setelah acara selesai, pelanggan tidak kunjung melunasi hutangnya. Pelanggan selalu
berdalih ketika ditagih karena tidak ada bukti pemesanan secara kontrak tertulis. Berbulan-bulan
pelanggan terus ditagih hingga akhirnya iya mau melunasi hutangnya.
Saran

Sebaiknya Ranang Catering membuat pembukuan sederhana atas transaksi yang terjadi.
Sehingga ada bukti atas pengeluaran serta penerimaan kas saat dibutuhkan. Untuk transaksi yang
nilainya material bagi perusahaan sebaiknya menggunakan kontrak tertulis. Dengan adanya
kontrak tertulis kasus seperti tadi bisa dihindari. Pemilik sebaiknya tidak menggunakan uang
pribadinya untuk membeli raw material untuk pesanan pelanggan. Karena apabila pelanggan tidak
sanggup melunasinya maka catering akan mengalami kerugian