Anda di halaman 1dari 2

JURUSAN KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN HARI KE 3 PASIEN

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
Data Subjektif:
Ungkapan perasaan sedih dan kecewa karena gagal masuk polwan, ungkapan ingin
memukul dan membanting barang untuk meringankan kekesalan.
Data Objektif:
a. Wajah tegang dan mata melotot
b. Berbicara dengan nada tinggi
c. Perasaan sedih tetapi diungkapkan dengan marah
d. Melempar benda atau memukul orang lain

2. Diagnosa keperawatan:
Resiko perilaku kekerasan terhadap orang lain

3. Tujuan khusus:
a. Evaluasi kegiatan latihan fisik 1 dan 2, dan obat. Beri pujian.
b. Mampu mngotrol PK secara verbal (3 cara yaitu: mengungkapkan, meminta,
menolak dengan benar).
c. Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan fisik minum obat, dan verbal.

4. Tindakan keperawatan:
a. Evaluasi kegiatan latihan fisik 1 dan 2, dan obat. Beri pujian.
b. Latih cara mengontrol PK secara verbal (3 cara yaitu: mengungkapkan, meminta,
menolak dengan benar).
c. Masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan fisik minum obat, dan verbal.
d. Menganjurkan untuk melakukan sesuai dengan jadwal dari latihan fisik 1 dan 2,
minum obat dan berbicara asertif.

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


ORIENTASI
1. Salam Terapeutik:
Selamat pagi mbak, saya perawat Nikma, apa benar ini dengan mbak Yayuk? Mbak
Yayuk mau ndak kalo saya tanya-tanya sebentar?

2. Evaluasi/ Validasi:
Sudah sarapan belum? Bagaimana tidurnya tadi malam? Bagaimana perasaan mbak
Yayuk hari ini? Apa ada yang dipikirkan?

3. Kontrak: Topik, waktu, dan tempat


Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang Mbak rasakan sekarang sekarang?
Berapa lama Mbak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 5 menit?
Dimana enaknya kita berbincang-bincang, Mbak? Gimana kalau di taman?
KERJA: Langkah-Langkah Tindakan keperawatan
bagaiamana marahnya mbak yayuk. Apakah sudah bisa mengendalikan diri?
untuk hari ini kita akan belajar mengontrol marah dengan cara berbicara, menolak dan
mengungkapkan dengan cara yang baik tidak lagi kasar seperti biasanya yang mbak
lakukan ya? Mbak yayuk setuju?
Sekarang kita latihan cara bicara yang baik untuk mencegah marah. Kalau marah
sudah disalurkan melalui tarik nafas dalam atau pukul kasur dan bantal, dan sudah lega,
kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah. Ada tiga caranya Pak:
a. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak
menggunakan kata-kata kasar. Kemarin Mbak bilang penyebab marahnya karena
Orang tua Mbak tidak memberi uang. Coba Mbak minta uang dengan baik, katakan,
Pak, Bu, saya perlu uang untuk bermain ke gunung. Coba Mbak praktikkan. Bagus
mbak!
b. Menolak dengan baik, jika ada yang menyuruh dan Mbak tidak ingin melakukannya,
katakan, Maaf saya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan. Coba
Mbak praktikkan. Bagus mbak!
c. Mengungkapkan perasaan kesal. Jika ada perlakuan orang lain yang membuat kesal,
Mbak dapat mengatakan, Saya jadi ingin marah karena perkataanmu itu Coba
Mbak praktikkan. Bagus mbak!

TERMINASI:
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan:
Subyektif : Bagaimana perasaan Mbak setelah mengetahui berbicara dengan baik?
Obyektif :
Apa saja tadi yang telah kita bicarakan tadi?
Bisa mbak ceritakan apa penyebab, tanda dan gejala ketika mbak marah?
Bisa ulangi apa yang saya jelaskan tentang cara mengontrol marah?

2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah
dilakukan):
Nah Mbak, setelah saya nilai tadi terlihat Mbak sudah memahami dan bisa melakukan
cara menolak, meminta, berbicara dan mengungkapkan dengan baik untuk mengontrol
marah dengan baik. Saya harap Mbak dapat mempertahankan hal tersebut.

3. Kontrak yang akan datang (Topik, waktu, dan tempat):


Baiklah mbak, latihan untuk hari ini sudah selesai.Bagaimana kalau besok kita ketemu
lagi?
Nanti kita akan membicarakan cara lain untuk mengatasi rasa marah mbak yaitu secara
spiritual, mbak setuju?
Mau dimana besok kita bertemu mbak? Di sini lagi? Bagaimana kalau jam 8 pagi
mbak? Baik, sampai jumpa ya mbak!