Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM TEKNIK POLIMER

PEMBUATAN GLYPTAL RESIN

Disusun oleh:

Kelas TPKP A
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan
berkat rahmat dan hidayahnya, kami dapat menyelesaikan laporan resmi yang
berjudul Gliptal Resin dengan lancar.
Laporan ini disusun agar dapat memperluas ilmu tentang kimia polimer,
yang kami sajikan berdasarkan praktikum yang kami lakukan.
Akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, kami
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
untuk itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi
perbaikan kearah kesempurnaan. Kami sampaikan terima kasih.

Yogyakarta,4 januari 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

B. TUJUAN

1. Mampu melakukan percobaan polimerisasi kondensasi

2. Mampu mengenali ciri-ciri polimerisasi kondensasi,dan

3. Mampu mempelajari pembuatan resin poliester


BAB II

DASAR TEORI

Resin merupakan senyawa hidrokarbon terpolimerisasi yang mengandung

ikatan-ikatan silang (crosslink) serta gugus yang mengandung ion-ion yang dapat

saling dipertukarkan (Lestari,2007). Contoh resin diantaranya adalah resin poliester

yang termasuk ke dalam polimer sintetis. Resin poliester memiliki ketangguhan,

kekuatan tinggi, sifat dielektrik yang sangat baik, ketahanan us baik, dan tahan

terhadap bahan kimia. Akan tetapi resin poliester memiliki kelemahan yaitu mudah

terbakar dan sangat beracun.

Gliptal merupakan poliester yang di preparsi dari anhirida ftalat dan

gliserol, memiliki struktutr yang rumit dan sangat terikat silang. Polimerisasinya

dengan cara dibawa pada titik yang yang akan membentuk cairan kental yang

selanjutnya dapat dikeraskan menjadi produk yang lebih terikat silang, misal

dengan menggunakan suatu cetakan (Stevens,2007).

Gliptal resin merupakan hasil dari reaksi polimerisasi kondensasi antara

gliserol dan asam ftalat, yang menghasilkan produk bersifat termoset. Polimerisasi

kondensasi terjadi karena reaksi bertahap yang mempunyai ciri bahwa jumlah pada

polimer yang terbentuk lebih sedikti daripada penjumlahan atom monomernya. Hal

itu berarti bahwa terdapat atom-atom yang terlepas dari monomer yang kemudian

menjadi hasil samping dalam bentuk molekul sederhana seperti H2O, NH3, atau

HCl (Rochmadi,2015).
Berikut adalah persamaan reaksi pada pembuatan glyptal resin :
BAB III

METODE PERCOBAAN

A. WAKTU : Senin,24 oktober 2016

TEMPAT : Laboratorium uji

B. ALAT DAN BAHAN

1. PERALATAN

a. Gelas beker 100 ml

b. Gelas arloji

c. Pengaduk

d. Kompor listrik

2. BAHAN

a. Gliserol

b. Asam ftalat anhidrida

c. Pelarut organic

d. Natrium asetat

C. PROSEDUR KERJA

Diambil 2 gram gliserol dan 3 gram asam ftalat anhidrida serta natrium asetat 0,25

gram dimasukkan ke dalam gelas beker 100 ml. kemudian diaduk hingga tercampur

sempurna. Setelah itu ditutup dengan gelas arloji, dipanaskan diatas kompor listrik

secara perlahan-lahan hingga terbentuk gelembung udara dan cairan akan

mengembang. Dibiarkan resin yang terbentuk menjadi dingin,kemudian dilarutkan

beberapa bagian resin dengan pelarut organic (jangan dipanaskan diatas nyala api).
BAB IV

ISI

A. HASIL PENGAMATAN

Asam ftalat anhidrida ditimbang sebanyak 3,0475 gram, kemudian

dimasukkan ke dalam gelas beker 100 ml. Setelah itu natrium asetat

ditimbang seberat 0,2552 gram, kemudian dimasukkan ke dalam gelas

beker yang berisi asam ftalat anhidrida. Selanjutnya gliserol ditimbang

sebanyak 2 gram kemudian dimasukkan ke dalam gelas beker yang berisi

asam ftalat anhidrida dan natrium asetat lalu diaduk hingga bercampur

sempurna dengan bentuk gel berwarna putih susu. Lalu dipanaskan diatas

kompor dengan suhu 100 C dengan menutup gelas beker menggunakan

gelas arloji secara perlahan-lahan hingga terbentuk gelembung udara dan

cairan mengembang dengan waktu pemanasan 47 menit. Kemudian

didinginkan lalu resin yang terbentuk berupa cairan kental berwarna bening

yang kemudian dilakukan uji kelarutan dengan pelarut organik. Pelarut

organik yang digunakan : alkohol, MEK, asam cuka, dan asam sulfat. Yang

dihasilkan setelah dlakukan pengujian kelarutan resin larut terhadap

senyawa alkohol 70%,MEK,asam cuka tapi tidak larut terhadap asam sulfat.

Data perhitungan

Berat botol timbang Berat botol timbang Berat gliserol

kosong kosong + Gliserol

21 gram 23 gram 2 gram


Berat gelas arloji kosong Berat gelas arloji kosong Berat asam ftalat

+ asam ftalat anhidrida anhidrida

22,1069 gram 25,1544 gram 3,0475 gram

Berat gelas arloji kosong Berat gelas arloji kosong Berat natrium asetat

+ natrium asetat

22,1074 gram 22,3602 gram 0,02528 gram

Berat gelas beker kosong Berat gelas beker kosong Berat polimer

+ polimer

63,5152 gram 67,2553 gram 3,7041 gram

PERHITUNGAN

C8H6O4 + C3H8O3 => C11H10O6 + H2O

Diketahui :

Gram C8H6O4 = 3, 0475 gram

Gram C3H8O3 = 2 gram

Gram C11H10O6 hasil praktikum = 3,7041 gram

Mr C8H6O4 = 166 gr/mol

Mr C3H8O3 = 92 gr/mol

Ditanya : % kesalahan ....?

Jawab

mol C8H6O4 =
3,0475
= = 0,018
166


mol C3H8O3 =

2
= 92 = 0,022

C8H6O4 + C3H8O3 => C11H10O6 + H2 O

Asam ftalat anhidrida gliserol gliptal air

M : 0,018 0,022 0,018

R : 0,018 0,004

S:- 0.004

Menghitung hasil gliptal teoritis

Diketahui :

mol gliptal = 0,018 gr

Mr = 238 gr/mol

Ditanya : gram C11H10O6 ?

Gram = Mr x mol

= 238 x 0,018

= 4,284

( )
% kesalahan = 100%

4,2843,7041
= 100 %
3,7041

= 15,66 %
B. PEMBAHASAN

Karakteristik bahan baku

a. Gliserol

Dalam bentuk murni adalah bening, tidak berwarna, tidak berbau, cairan

kental, larutan atau larut dalam air dan alkohol, sedikit larut dalam

banyak pelarut umum seperti eter dan dioksan, dan tidak larut dalam

hidrokarbon. Pada suhu rendah, gliserol kadang membentuk kristal yang

cenderung melelh pada 17,9 oc. Gliserol cair mendidih pada 290oc

dibawah tekanan atmosfer normal. Berat jenis 1,26 gr/mm3, dan berat

molekul 92,09 gr/mol.

b. Asam Ftalat Anhidrida

Asam ftalat anhidrida adalah asam dikarboksilat aromatik dengan rumus

C6H4(CO2H)2 merupakan isomer dari asam isoftalat dan asam trerftalat.

Sedangkan anhidrida asam ftalat itu sendiri merupakan turunan dari

asam ftalat padatan berwarna dan merupakan bahan kimia industri yang

penting. Asam ftalat anhidrida dibuat dari oksidasi naftalena dengan

katalis vanandium oksida.Berbentuk kristal putih, berat molekul 148

gr/mol, titik didih 284,5oc, titik lebur 130,8 oc, larut dalam air dan

alkohol.

Gliptal resin terbentuk dari monomer asam talat anhidrida dan gliserol. Pada

percobaan ini terjadi polimerisasi kondensasi dengan adanya HO (uap air)

dari proses pemanasan, berikut persamaan reaksinya:


Resin yang dihasilkan berupa larutan kental,ini disebabkan selama proses polimerisasi

monomer-monomer bergabung untuk membentuk molekul yang lebih besar dan karena

peningkata gaya tarik antar molekul sehingga bercampur menjadi satu. Jika pemanasan

dilakukan hingga titik didih gliserol (280C) dan asam ftalat anhidrida (284C) maka yang

dihasilkan akan berbentuk padatan.

Tujuan dari penambahan natrium asetat adalah sebagai penggeser kesetimbangan,

bila kesetimbangan bergesr ke kanan maka akan memperbesar hasil polimer yang

terbentuk. Karakteristik dari hasil percobaan adalah bersifat termoseting, kaku dan kuat,

hal ini disebabkan oleh ikatan crosslinking yang membentuk ikatan kovalen yang

menggabungkan monomer rantainya untuk membentuk struktur 3 dimensi.

Campuran asam ftalat anhidrida dan natrium asetat dipanaskan diatas kompor

listrik secara perlahan agar hasil resin tidak hangus atau gosong. Pemanasan ini juga

bertujuan unutk menghilangkan molekul air yang terbentuk dari polimerisasi kondensasi.

Pada saat pemanasan, gelas beker di tutup dengan gelas arloji dangan tujuan menjebak

suhu yang ada pada gelas beker secara maksimal sehingga proses ini dapat berlangsung

lebih cepat. Selanjutnya juga dilakukan pengujian kelarutan, resin dapat larut terhadap
alkohol 70%, asam cuka dan MEK. Resin dapat larut dikarenakan pelarut merupakan

senyawa organik dan juga sifatnya yang hampir sama dengan air, sedangkan poliester

merupakan polimer yang dapat larut dalam air dan senyawa organik. Tetapi resin tidak

dapat larut terhadap asam sulfat (HSO) ini dikarenakan asam sulfat merupakan senyawa

nonorganik. Kegunaan gliptal resin antara lain untuk vernis, cat, pembuatan cap mobil dan

sebagainya. Dari hasil perhitungan diperoleh % kesalahan sebesar 29,69%, % kesalahan ini

di akibatkan oleh hasil polimer yang seharusnya berwujud keras namun pada hasil

praktikum diperoleh polimer gliptal resin dengan wujud yang masih cair atau kental yang

diakibatkan oleh waktu dan suhu pemanasan yang masih kurang, sehingga reaksi antar

bahan belum sepenuhnya terjadi secara sempurna. Memiliki perbandingan hasil teoritis

sebesar 4,284 sedangkan hasil aktual nya hanya 3,704 gram sehingga persentase

kesalahannya didapatkan 15,66 %.


BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Gliptal resin terbentuk dari monomer asam talat anhidrida dan gliserol, dengan

hasil samping berupa air. Hasil yang diperoleh sebanyak 3,7401 gram, gliptal resin

memiliki karakteristik transparan,kaku,kuat, dan bersifat termosetting. Dari hasil

pengujian kelarutan didapat bahwa gliptal resin larut terhadap senyawa organik (

alkohol 70%,asam cuka, dan MEK) dan tidak larut terhadap senyawa nonorganik

(HSO). Gliptal resin sering digunakan sebagai vernis, cat , cap mobil dan

sebagainya.
BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

Lestari,D.E dan Utomo, S.B. 2007. Karakteristik Kinerja Resin Penukar Ion pada Sistem
Air Bebas Mineral (G(A01) RSG-GAS. Pusat Reaktor Serbaguna-BATAN. Banten
Stevens,M.P. 2007. Polymer Chemistry : An Introduction. Jakarta: Pradnya Paramita
Rochmadi dan Permono,ajar.2015.Mengenal Polimer dan Polimerisasi.Yogyakarta:Gadjah
Mada University Press