Anda di halaman 1dari 6

ANALISA ALIRAN FLUIDA PENGARUH ELBOW, FITTING, VALVE DAN PERUBAHAN LUAS

PERMUKAAN DALAM SISTEM PERPIPAAN

Lisa Yulian Fitriani, Ruly Faizal


Teknik Kimia, Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Email: rulyfaizal@gmail.com

Abstrak
Aliran Fluida adalah suatu perpindahan fluida dari titik satu ke titik lainnya. Percobaan ini bertujuan untuk dapat
memahami sifat suatu fluida dalam system perpipaan beserta kelengkapan-kelengkapannya seperti elbow, fitting, valve
dan perubahan luas permukaan pipa. Pada industry, metode perhitungan aliran fluida sangat digunakan di dalam
perancangan pemanasan pipa, penempatan pipa, panjang pipa, dan hal-hal lain yang diperlukan dalam penghantaran
fluida. Prosedur percobaannya yaitu melakukan persiapan dengan menentukan densitas air, menentukan viskositas air
dan mengecek kondisi pompa dan peralatan. Lalu melakukan percobaan dengan mengisi tangki dengan air sampai
penuh, melakukan valve set, mengalirkan pompa keseluruhan perpipaan, melakukan kalibrasi pada flowrate yang
berbeda-beda dengan bantuan valve. Kemudian, melakukan variasi seperti variasi panjangan, diameter, kelengkapan
dan gabungan. Setelah itu, menentukan flow rate tiap bukaan dan melakukan pengukuran fluida yang telah ditentukan.
Dari data yang diperoleh flow rate kalibrasi ; 2,758 menurun ke 2,499. Variasi panjang dari 8,1634 ke 8,1634. Pada
variasi kelengkapan mengalami kenaikan dari 6,01613 ke 0,936782. Pada variasi kelengkapan mengalami kenaikan dari
6,01613 ke 6,55747. Dari semua variasi friksi yang diperoleh adalah friksi teori lebih besar dari friksi actual. Nilai Wp
yang didapat teori pada bukaan 2 adalah 46,64717309, bukaan 4 yaitu 46, 67491979, bukaan 6 yaitu 47,01774393.

Kata kunci: Aliran fluida, flow rate, Flow Control

Abstract
Fluid flow is a transfer fluid from one point to another point. This purpose of experiment is to understand the nature of a
fluid in the piping system completeness and accessories such as elbow, fittings, valves and changes in the surface area of
the pipe. In industry, the method of calculation of fluid flow is very used in the design of the heating pipes, placement
pipes, pipe length, and other things that are required in the delivery of fluid. Procedure experiments that made
preparations to determine the density of water, determine the viscosity of the water and check the condition of pumps
and equipment. Then experiment by filling the tank with water to the brim, perform valve set, drain the entire pump
piping, perform calibration at different flowrate with the help of the valve. Then, doing variations such as prolongation of
the variation, diameter, completeness and combined. After that, determine the flow rate of each of the openings and take
measurements of the fluid that has been determined. From the data obtained flow rate calibration; 2.758 down to 2.499.
Variation in the length of 8.1634 to 8.1634. In a variation completeness increased from 6.01613 to 0.936782. In a
variation completeness increased from 6.01613 to 6.55747. Of all the variations of friction obtained is greater than the
friction theory actual friction. Wp value obtained in the theory of the openings 2 is 46.64717309, openings 4 at 46,
67,491,979, openings 6 47.01774393.
Keyword : Fluid flow, flow rate, Flow Control

I. PENDAHULUAN Pada indusri, metode perhitungan aliran fluida


Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan sangat digunakan di dalam perancangan pemanasan
menyesuaikan diri dengan tempatnya serta tidak mampu pipa, penempatan pipa, panjang pipa, dan hal-hal lain
menahan pengaruh gaya geser. Fluida dapat berpindah yang diperlukan dalam penghantaran fluida. Dan salah
berdasarkan perbedaan tekanan.[1] satu yang terpenting dalam proses flow control. Fluida
air yang mengalir di dalam suatu pipa yang lintasannya
Aliran fluida adalah suatu perpindahan fluida dari titik
satu ke titik yang lainnya. Dari segi mekanik, fluida dibagi berliku-liku dapat mengalir karena adanya pompa dalam
menjadi dua macam yaitu statika fluida (fluida diam) dan pipa. Selain itu, untuk mengontrol laju alir fluida dapat
dikontrol dengan valve. Fluida dapat dialirkan dengan
dinamika fluida (fluida alir).
lancar di dalam pipa dengan adanya kedua alat tersebut.

1
II. TEORI DASAR
Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan 3. Aliran tidak tunak (unstead); suatu aliran
menyesuaikan diri dengan tempatnya serta tidak dimana terjadi perubahan kecepatan terhadap
mampu menahan pengaruh gaya geser. Fluida dapat waktu.
berpindah satu tempat ke tempat lain 4. Aliran tidak seragam (non-uniform); suatu
berdasarkan perbedaan tekanan dimana fluida di aliran
tempat bertekanan tinggi akan berpindah ke tempat dalam kondisi berubah baik kecepatan
maupun penampang lintasan.
yang bertekanan lebih rendah. [1]
Pada umumnya arah aliran fluida dapat dibedakan
Zat padat dianggap sebagai bahan yang menjadi tiga aliran, yaitu:
menunjukkan reaksi deformasi yang terbatas ketika 1. Aliran laminer; suatu aliran yang memiliki
menerima atau mengalami suatu gaya geser . arah
Sedangkan fluida memperlihatkan fenomena sebagai sejajar dengan pipa dan teratur.
zat yang terus menerus berubah bentuk apabila 2. Aliran turbulen; suatu aliran yang memiliki arah
mengalami tekanan geser dengan kata lain yang tidak beraturan.
dikategorikan sebagai fluida adalah suatu zat yang 3. Aliran transisi; aliran peralihan antara
tidak mampu menahan tekanan geser tanpa berubah laminer menjadi turbulen, begitupun sebaliknya.
bentuk.[1] Arah aliran fluida dapat ditentukan dengan
Berdasarkan fasanya, fluida terbagi menjadi dua
persamaan bilangan Reynolds (Nre).[1]
yaitu fluida cair dan fluida gas. Fluida dengan zat cair
adalah fluida yang mempunyai volume tetap
terhadap tekanan sedangkan fluida dengan zat gas
dapat termampatkan seiring dengan tekanan yang
Apabila Nre < 2100 maka arah aliran fluida
diberikan sehingga fluida gas perlu perlakuan khusus
laminar, jika Nre > 4200 maka arah aliran fluida
terhadap tekanan dan volume.
turbulen dan apabila Nre berada diantara keduanya
Karakteristik-karakteristik tertentu dari suatu
maka arah aliran fluida transisi.
fluida tidak tergantung kepada gerakan fluida.[4] Berikut merupakan beberapa persamaan dasar
Tetapi tergantung pada sifat alamiah fluida itu sendiri yang terjadi pada mekanika fluida:
seperti densitas, tekanan, temperatur, 1. Persamaan Kontinuitas
compressibility, viskositas dan tegangan permukaan. Tidak ada aliran yang melalui dinding pipa (laju
Dalam mempelajari aliran fluida sering kali massa masuk volume kendali sama dengan laju
menggunakan suatu asumsi fluida ideal. Fluida massa keluar), maka berlaku persamaan:
seperti itu diasumsikan tidak mempunyai kekentalan.
Meskipun hal ini merupakan situasi ideal yang tidak V1.A1 =V2.A2
pernah ada. Pada aliran fluida nyata, kecepatan
terdekat dinding akan nol, dan akan bertambah besar 2. Persamaan Bernoulli
pada jarak pendek dari dinding sehingga Berdasarkan hukum kekekalan energi, pada
menghasilkan profil kecepatan.[3] sistem aliran fluida di pipa berlaku persamaan:
Kualitas aliran fluida per unit waktu yang mengalir
menembus penampang yang dinamakan rate aliran
gz1 + + = gz2 + + + Ws + Q + Fs
(debit).[6] Dalam kasus fluida incompressible, debit
volume sering digunakan. Sedangkan untuk fluida
Energi-energi di titik satu akan sama dengan di
compressible lebih digunakan debit berat atau massa.
titik lain. Jika Ws dan Q sama dengan nol, maka akan
Secara garis besar dapat dikelompokkan jenis
menjadi persamaan Bernoulli:
aliran adalah sebagai berikut:
1. Aliran tunak (steady); suatu aliran
dimana kecepatannya tidak terpengaruh oleh
gz1 + + = gz2 + + + Fs
perubahan waktu, sehingga kecepatan konstan
pada setiap titik (tidak memiliki percepatan). Kehilangan-kehilangan gesekan yang terjadi
2. Aliran seragam (uniform); suatu aliran yang dalam sistem perpipaan dikarenakan adanya bends
tidak terjadi perubahan kecepatan dan (tekukan- tekukan), elbows (siku-siku), joints
penampang lintasan. (sambungan- sambungan), valve dan lain-lain. Head
loss dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu:

2
1. Head loss karena tahapan sepanjang pipa Sebelum dimulai percobaan, dilakukan
kalibrasi alat ukur aliran venturimeter. Kalibrasi
dilakukan dengan bukaan valve 1-7. Variasi yang
Ff = =4 dilakukan adalah panjang pipa (60, 80 140 cm),
diameter pipa (0,5;0,75;1 inch), kelengkapan
Harga f dipengaruhi oleh besarnya /D dan sistem perpipaan (globe valve, gate valve, elbow,
bilangan tee) dan variasi gabungan.
Reynolds Sebelum memulai praktikum aliran fluida,
(Nre). terlebih dulu melakukan persiapan dengan
mengecek kondisi pompa dan peralatan.
2. Friction loss
Langkah pertama yang dilakukan saat
percobaan adalah mengisi tangki dengan air
Ff = sampai penuh. Kemudian melakukan valve set
pada sistem perpipaan. Selanjutnya menghidupkan
Dimana hf adalah koefisien kehilangan masing- pompa dan mengalirkan keseluruhan sistem
masing fitting. Untuk koefisien tersebut dapat perpipaan. Kemudian mengkalibrasi venturimeter.
dilihat pada: Selanjutnya menentukan flow rate (Q) aliran untuk
1) Friction loss karena kerangan (Ffv) tiap bukaan valve. Kemudian melakukan
Ffv = Kf pengukuran beda tekanan fluida terhadap variasi
percobaan yang telah ditentukan menggunakan
manometer raksa.
2) Friction loss karena adanya belokan (Ff elb)
Setelah didapatkan data beda tekanan (P) dari
tiap variasi maka dapat dihitung friction losses dan
Ffelb = Kfelb
daya pompanya.
B. Analisis Data
3) Friction loss karena adanya kontraksi (Ffc)
Analisa data dan pembahasan dilakukan
terhadap data yang diperoleh dari hasil percobaan
Ffc = Kfc
meliputi data debit air hasil kalibrasi dan beda
tekanan (P).
Kfc = 0,55 [1 - ]
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4) Friction loss karena adanya ekspansi (Ffex)
Percobaan ini untuk dapat memahami sifat
fluida dalam system perpipaan beserta
Ffex = [ ]
kelengkapan-kelengkapannya seperti elbow, tee,
= 1, jika turbulen fitting, dan perubahan luas permukaan pipa. Hasil
= 0,5, jika laminer dari percobaan yang telah dilakukan, dengan
berbagai variasi didapatkan nilai friction loss yang
Alat yang digunakan untuk mengukur aliran menyimpang dari perhitungan teoritis. Hal ini
disebut flowmeter. Berdasarkan hasil disebabkan karena flowmeter diletakkan sebelum
pengukurannya, alat ukur aliran dibedakan menjadi valve. Juga karena manometer yang digunakan
dua, yaitu: untuk mengukur beda tekanan sudah tidak akurat
1. Kecepatan lokal; kecepatan fluida pada memberikan pembacaan karena dibagian atas raksa
posisi tertentu. Misal tabung pitot. dalam manometer terdapat suatu endapan yang
2. Kecepatan total; kecepatan alir rata-rata seluruh menyebabkan pengukuran manometer menjadi
penampang luas aliran. Misal orifice, venturi dan tidak akurat. Dan juga menyebabkan ketinggian
rotameter. raksa pada saat awal tidak pernah sama. Maka dari
itu data beda tekanan yang didapatkan pun
III. METODE PERCOBAAN menyimpang.
Percobaan ini terdiri atas tahap pelaksanaan Saat melakukan kalibrasi venturimeter
percobaan, analisa data percobaan dan pembahasan digunakan bukaan valve 1-7. Kemudian untuk
serta penarikan kesimpulan. percobaan selanjutnya dipilih bukaan valve 2, 4
A. Pelaksanaan Percobaan dan 6 karena berdasarkan data kalibrasi yang
Percobaan dilakukan selama kurang lebih 6 didapat, saat bukaan valve 2, 4 dan 6 data yang
jam. Alat-alat yang digunakan adalah sistem dihasilkan linear.
perpipaan dan kelengkapannya, manometer raksa
dan penggaris. Sedangkan bahan/fluida yang
digunakan adalah air.

3
4.1 Pengaruh Bukaan Valve Terhadap Debit 4.3 Pengaruh Diameter Pipa Terhadap Friction Loss

Gambar 3. Grafik hubungan diameter pipa (0,5 inch)


Gambar 1. Grafik Kalibrasi Laju Alir terhadap friction loss

Pada Gambar 6, dapat dilihat bahwa dari kalibrasi Berdasarkan gambar 3 didapatkan hubungan friction
didapatkan grafik hubungan antara bukaan valve (1-7) loss terhadap diameter pipa pada percobaan (aktual)
dan debit air (Q) yang berupa garis tidak linear. Namun adalah berbanding lurus dimana semakin kecil diameter
secara teoritis grafik yang didapat seharusnya akan pipa maka semakin kecil pula friction loss-nya. Hal
memberikan garis linear, yang menunjukkan bahwa laju tersebut tidak sesuai dengan persamaan:
alir berbanding lurus dengan bukaan valve.
Penyebab penyimpangan ini terjadi kemungkinan Ff = =4
akibat Flowmeter diletakkan sebelum valve. Sehingga,
semakin besar bukaan valve maka laju alir semakin
menurun. Hal ini dibuktikan berdasarkan persamaan Seharusnya nilai friction loss berbanding terbalik
kontinuitas. karena semakin kecil diameter pipa maka semakin besar
gesekkan yang terjadi antara fluida dan pipa.
Q = V (m3) Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena kurang
t (s) akuratnya manometer (terdapat endapan pada raksa) dan
kurang cermatnya praktikan dalam pembacaan
Semakin besar luas penampang disuatu titik maka flowmeter dan stopwatch.
kecepatan dititik tersebut semakin kecil dimana dititik
lain kecepatan dan luas penampang konstan. 4.4 Pengaruh Variasi Kelengkapan Terhadap Friction
Loss
4.2 Pengaruh Panjang Pipa Terhadap Friction Loss

Gambar 4. Grafik hubungan antara kelengkapan pipa


terhadap friction loss untuk bukaan 2
Gambar 2. Grafik hubungan bukaan valve terhadap
friction loss pada variasi panjang pipa (140 cm)
Friction loss pada globe, tee dan gate valve lebih
besar dibandingkan elbow karena perbedaan tekan
Pada variasi panjang pipa, friction loss atau
elbow lebih kecil dibandingkan dengan lainnya. Hal
hilangnya energi pada pipa lurus berbanding lurus
tersebut dilihat dari alat yang beroperasi. Arah aliran
dengan panjang pipa. Semakin panjang pipa maka
fluida yang menuju keatas berjalan satu arah melewati
semakin besar nilai friction loss nya karena gesekan
elbow sehingga tidak ada pengaruh tekanan dari fluida
yang mengalir dari dua arah seperti tee, atau terbentur
antara dinding pipa dengan fluida akan semakin lama
oleh bagian dalam valve seperti pada gate dan globe
dan semakin banyak terjadi, sehingga hilang energi pun
valve. Oleh karena itu friction loss pada elbow baik teori
semakin besar.

4
maupun actual lebih kecil dibandingkan dengan V. KESIMPULAN DAN SARAN
kelengkapan globe,tee dan gate. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
4.5 Pengaruh Variasi Gabungan Terhadap Friction
Loss hilang energi (friction loss) aliran fluida pada sistem
perpipaan adalah panjang pipa, diameter pipa,
kelengkapan pipa (elbow, tee, valve).

Saran
Saran yang dapat diberikan untuk praktikum selanjutnya
adalah untuk variasi penggabungan dicoba dengan
adanya rekayasa atau perubahan arah aliran menjadi
kearah alat aliran fluida. Saran lainnya adalah dengan
memberikan variasi untuk dua fluida yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
Gambar 5. Grafik hubungan antara bukaan valve [1] Ridwan. 2000. Mekanika Fluida Dasar.
terhadap friction loss pada variasi gabungan (26-27) Jakarta Pusat : GUNADARMA.
[2] Soedrajat s,a. 1999. Mekanika Fulida dan
Pada Gambar 10, dikarenakan pada data teori Hidrolika. Bandung : NOVA.
terdapat elbow yang berekspansi yang membuat friction [3] Orianto dan Prakto. 1989. Mekanika Fluida.
loss pada elbow dan tee yang juga mempengaruhi. Pada Yogyakarta : BPFE.
data sebelumnya friction loss pada elbow kecil [4] Widayana, G dan T Yowono. 2010. Studi
dibandingkan dengan globe,gate dan tee. Eksperimental dan Numerik Aliran Dua Fase (Air
Udara) melewati Elbow 30 dari Pipa Vertikal Menuju
Namun, factor pipa yang berkorosi dan adanya Pipa Dengan Sudut 60. Jurnal Teknik Mesin. Institut
ekspansi dari pipa 0,5 inch ke pipa yang lebih besar. Teknologi Sepuluh November. Surabaya.
Selain itu, pipa dengan diameter kecil membuat friction [5] Wiryanta, I. K. E. H dan T. Yuwono. 2010.
loss yang dihasilkan besar. Studi Eksperimental dan Numerik Aliran Dua Fase
(Air Udara) Melewati Elbow 75 dari Pipa Vertikal
4.6 Perbandingan Daya Fluida Teori dan Aktual
Menuju Pipa Dengan Sudut 15. Jurnal Teknik Mesin.
Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.
[6] Ansori, Latif dan Priyo Heru Adiwibowo.
2013. Eksperimental Karakteristik Pressure Drop Pada
Sambungan T (Tee) Untuk Posisi Frontal Dengan
Variasi Kemiringan Untuk Sistem Perpipaan. JTM
vol.01 no.03. 1 - 6.
[7] Rachman, Fakhar. 2016. Perbandingan
Kinerja Pompa Rekondisi Tipe Vertikal API 610 OH-4
Model 3900L. PT. Y dengan CAE. Vol.01 no.01.
[8] Brown, G.G. 1978. Unit Operations. New
York : John Willey and Sons.
Gambar 6. Grafik hubungan antara bukaan valve dengan
daya pompa

Pada gambar 11, untuk perbandingan daya fluida


data teori mengalami kenaikan. Karena semakin besar
bukaan valve maka semakin besar pula daya pompa.
Namun, saat praktikum terjadi fluktuatif karena kurang
akurat praktikan dalam pembacaan flowmeter,
stopwatch dan manometer yang masuk sehingga
berpengaruh dalam perhitungan daya pompa.
Seharusnya bukaan valve berbanding lurus dengan daya
pompa.

5
6