Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN

KATETERISASI URINE

Nama Mahasiswa : Meta Prima Mentari


NPM : 1714901032

Preseptor Co. Preseptor

( Ns.Panzilion, S.Kep, MM ) ( Ns.Windarni ,S.Kep )

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN
KATETERISASI URINE

A.Tinjauan Teoritis
1. Definisi
Kateter adalah suatu selang untuk memasukkan dan mengeluarkan cairan. Kateterisasi
urinarius adalah memasukkan kateter melalui uretra ke dalam kandung kemih dengan tujuan
untuk mengeluarkan urine (Perry & Potter.2000). Kateterisasi urine adalah memasukkan
selang karet atau plastik melalui uretra dan ke dalam kandung kemih (Eni Kusyati.2006)

2. Tujuan
Menghilangkan distensi kandung kemih
Menatalaksana kandung kemih inkompeten
Mendapatkan spesimen urine steril
Mengkaji jumlah residu urine, jika kandung kemih tidak mampu sepenuhnya
dikosongkan
Mengukur jumlah produksi urine oleh ginjal secara akurat
Membantu melatih kembali atau memulihkan pengendalian kandung kemih secara
normal

3. Indikasi
Untuk mengatasi retensi urine
Mengukur jumlah produksi urine oleh ginjal secara akurat
Memperoleh bahan urine steril
Mengukur jumlah residu urine dalam kandung kemih
Memperoleh bahan urine bila tidak dapat ditampung dengan cara lain

4. Kontra Indikasi
Robeknya atau rupture uretra akibat trauma
Hematoris (keluarnya darah dari urine)

5. Prinsip
STERIL

6. Komplikasi
Bacterial shock
Ruptur uretra
Perforasi buli-buli
Pendarahan
Balon pecah atau tidak dapat dikempeskan
7. Alat dan bahan yang digunakan
Set kateter ex : poly
Urine bag
Jelly
Spet 10 cc (Isi 5-8 cc)
Bengkok 2 buah (Tempat kotor dan tempat penampung urine pertama)
Kom sedang atau kecil 2 buah (Tempat cairan akuades dan tempat air bersih)
Pinset anatomi
Duk kecil jika perlu
Kassa steril
Handscun 2 buah (Steril dan bersih)
Kapas sublimat/kapas DTT
Cairan aQuades atau NaCl
Perlak atau pengalas
Plester antialergi
Gunting plester
Korentang jika perlu
Sampiran atau screm
Selimut

8. Prosedur Kerja
a. Fase Pre Interaksi
Perawat
Cuci tangan sebelum tindakan
Kaji status klien dan cek instruksi dokter
Pilih tipe dan ukuran kateter yang spesifik
Kaji kebutuhan untuk mengumpulkan urine
Siapkan alat
b. Fase Orientasi
Jelaskan prosedur (klien dan keluarga)
c. Fase Kerja
Persiapan klien
Pasang skrem
Dekatkan alat
Jelaskan tujuan
Buka selimut
Pasang pengalas atau perlak dibawah bokong klien
Letakkan bengkok untuk menampung urine pertama di dekat bokong
Cuci tangan
Pasang hanscun (1) Bersih
Bersihkan alat genitalia dg kapas sublimat
Buang kapas dan handsun dalam bengkok tempat kotor
Ambil handscun ke 2 (Steril)
Ambil kateter (Set kateter) -> dapat dibantu dengan asisten dan olesi dengan jelly
Masukkan kateter ke dalam uretra, (Suruh klien menarik nafas) rasakan dan
pastikan masuk ke dalam kandung kemih
Masukkan cairan aQuades atau NaCl -> 5/8 cc "sesuai" melalui spet yang telah
disiapkan sebelumnya
Tarik sedikit kateter (Jika pada saat ditarik kateter terasa tertahan,berarti kateter
telah masuk pada kandung kemih)
Sambungkan kateter dengan urine bag -> Bantu dg asisten lalu di ikat di sisi tempat
tidur
Fiksasi (Perempuan = paha, Laki-laki = perut)
Klien dirapikan kembali -> Buka perlak
Pasang selimut
Alat dirapikankembali
Buka handscun
Cuci tangan
d. Fase Terminasi
Komunikasi -> Tanyakan bagaimana perasaan klien setelah tindakan
Perawat memastikan kateter yang telah terpasang
Pastikan fiksasi eksternalnya
Fiksasi kenyamanan klien
Lakukan pendokumentasian\

B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
a. Data Demografi
Identitas klien yang terdiri dari : nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,
status, agama, alamat, tanggal masuk rumah sakit, nomor register, dan diagnosa
medik.
b. Riwayat Penyakit
Tanyakan pada pasien apakah ada riwayat penyakit sebelumnya, untuk memberikan
informasi-informasi tentang kesehatan atau penyakit masa lalu yang pernah diderita
pada masa lalu, biasanaya riwayat penyakit sebelumnya berhubungan dengan penyakit
perkemihan yang di derita pada pasien saat ini.
c. Keluhan utama pasien
Data Subyektif :
o Klien mengeluh tidak bisa tidur/istrahat dengan tenang jika rasa nyeri timbul.
o Klien mengeluh keragu-raguan pada awal berkemih .
o Klien mengeluh penurunan kemampuan dalam melakukan hubungan seksual.
o Klien mengeluh tentang penyakitnya
o Klien mengeluh khawatir dengan penyakitnya
Data Obyektif :
o Gelisah
o Ekspresi wajah nampak meringis bila nyeri timbul
o Nampak memegang area yang sakit
o Nyeri tekan daerah daerah suprapubik
o Nampak ketakutan dan cemas
d. Kaji Tanda-tanda vital
o Tekanan Darah
o Heart Rate
o Respitarori rate
o Suhu
e. Pemeriksaan fisik
o Head to too

2. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri akut berhubungan dengan ganggua pemasangan kateter
b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan adanya kateter adanya
rasa nyeri timbul.
c. Gangguan Cita tubuh berhubungan dengan adanya alat kateter yang terpasang pada
bagian
Diagnosa
No Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi Rasional
Keperawatan

1. a Tujuan : a. Lakukan pengkajian nyeri secara 1. Mengetahui tingkat atau derajat


Setelah dilakukan tindakan 2x24 jam komperhensif termasuk lokasi nyeri klien.
pasien dapat mengontrol nyeri. karakteristis, durasi, frekuensi, kualitas 2. Mengetahui tanda
dan faktor presdiposisi (P,Q,R,S,T) ketidaknyamanan klien.
Kriteria hasil : b. Observasi reaksi non verbal dari 3. Untuk mengurangi nyeri.
o Mengenali faktor penyebab ketidaknyamanan. 4. Untuk menghindari nyeri tiba-
o Mengenali lama sakitnya c. Ajarkan tentang teknik Distraksi dan tiba.
o Mencari bantuan tenaga kesehatan relaksasi 5. Tindakan mengurangi rasa nyeri
o Mengenali gejala-gejala nyeri d. Anjurkan agar tidak terlalu banyak klien
o Melaporkan nyeri sudah terkontrol gerak.
o Skala nyeri 0-3 e. Kolaborasi pemberian analgesic jika
perlu
4. b Tujuan : a. Mengkaji individu atau orang terdekat 1. Membantu dalam intervensi.
Setelah di lakukan asuhan terhadap kebiasaan tidur. 2. Agar pasien dapat istirahat.
keperawatan 2x24 jam pola tidur b. Menjelaskan kepda individu atau orang 3. Akan membantu mengurangi
pasien teratasi. terdekat penyebab gangguan tidur. nyeri.
c. Mempertahankan waktu tidur teratur. 4. Membantu mempertahankan
Kriteria hasil : d. Menyusun relaksasi untuk persiapan waktu istirahat pasien
o Istirahat dapat terpenuhi. tidur.
o Menggambarkan factor yang
mencegah atau menghambat tidur.
o Melaporkan keseimbangan optimal
dari istirahat atau aktivitas.
5. c Tujuan : a. Kaji secara verbal dan nonverbal respon 1. Mengetahui respon klien pada
Setelah dilakukan tindakan klien terhadap tubuhnya. tubuhnya
keperawatan selama 1X24 jam b. Monitor frekuensi mengkritik dirinya. 2. Mengetahui sejauh mana klien
gangguan Persepsi tentang kondisi c. Jelaskan tentang pengobatan,dan dapat menerima keadaan
tubuh pasien teratasi. perawatan, kemajuan dan prognosis 3. Mencegah klien semakin cemas
penyakit awalnya. karena kurang informasi
Kriteria hasil : d. Dorong klien mengungkapkan 4. Membantu klien mengurangi
o Persepsi menilai dirinyapositif. perasaannya. cemas
o Mampu mengidentifikasi kekuatan
persona.
o Mendiskripsikan secara factual
perubahan fungsi tubuh.
o Mempertahankan interaksi sosial.
6. d Tujuan : a. Kaji dan pantau tanda ansietas yang 1. Untuk mengetahui intensitas
Setelah diberikan asuhan terjadi. nyeri.
keperawatan 1x24 jam diharapkan b. Jelaskan prosedur tindakan pemasangan 2. Untuk mengurangi tingkat
kecemasan hilang atau berkurang. kateter suprapubiksecara sederhana ansietas.
sesuai tingkat pemahaman pasien. 3. Untuk mendorong dan menambah
Kriteria hasil : c. Diskusikan ketegangan dan harapan semangat pasien.
Pasien dapat mengenal perasaannya pasien. 4. Meyakinkan pasien bahwa peran
,dapat mengidentifikasi penyebab atau d. Dorong keluarga dan teman untuk dan kerja tidak berubah.
factor yang memengaruhinya, menganggap pasien seperi sebelumnya. 5. Mendorong pasien untuk
menyatakan cemas berkurang. e. Beritahu pasien program medis yang mengontrol tes gejala, untuk
telah dibuat untuk menurunkan resiko meningkatkan kepercayaan pada
penyakit yang lebih lanjut. program medis dan
f. Kolaborasi pemberian sedative, mengintegrasikan kemampuan
tranquilizer, sesuai indikasi. dalam persepsi diri.
6. Mungkin diperlukan untuk
membantu pasien rileks
sampsecara fisik mampu untuk
membuat strategi koping adekuat
3. Evaluasi

Setelah melakukan proses keperawatan baik dari hasil pengkajian,diagnosa dan


perencanaan kateterisasi perlu dikaji hasilyang diharapkan hasil yang diharapkan sudah
tercapai atau belum, pengkajian yang terus menerus terhadap kriteria hasil yang diharapkan
sehingga tercapai tindakan keperawatan yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA

Kusyati, Eni dkk. 2006. Keterampilan dan prosedur Laboratorium Keperawatan Dasar.
Jakarta EGC
Patricia, Potter A. 1996. Pocket Guide to Health Asessment, Edisi 3. Jakarta : EGC
http://www.scrib.com/doc/52297240/LP-Kateter
Potter, Perry. 2000. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar, Edisi 3. Jakarta : EGC