Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

GENETIKA DASAR
GAMETOGENESIS

NAMA KELOMPOK : GEN


NAMA ANGGOTA : 1. MUHAMMAD ARIF SETIAWAN
2. HADIATUL FAJRI
3. YULITA RACHIM
4. NADYA NOVERA AZWAR
5. RAESSA NABILA
KELAS :F
TANGGAL : 21 FEBRUARI 2017
NAMA ASISTEN : 1. M. MUARIF NASUTION ( 1410211063 )
2. IGHA MUTHMAINNAH ( 1510211003 )
DOSEN PENJAB : Ir. SUTOYO, MS

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


LABORATORIUM GENETIKA DASAR
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam setiap inti sel, molekul DNA dikemas dalam struktur sepeti benang
yang disebut kromosom. Setiap kromosom memiliki titik penyempitan yang
disebut sentromer. Sentromer membagi kromosom menjadi dua bagian atau
disebut lengan. Lengan pendek disebut lengan P dan lengan panjang disebut
lengan Q. Lokasi sentromer memberikan karakteristik pada masing-masing
kromosom dan dapat digunakan untuk menggambarkan lokasi gen tersebut (May
dkk 2011:1). Macam-macam kromosom berdasarkan letak sentromernya, pertama,
metasentris, yaitu kromosom yang memiliki sentromer di tengah, sehingga
kromosom dibagi atas dua lengan yang sama panjang. Kedua, submetasentris,
yaitu kromosom yang memiliki sentromer tidak di tengah, sehingga kedua lengan
kromosom tidak sama panjang. Ketiga, akrosentris, yaitu kromosom yang
memiliki sentromer dekat dengan salah satu ujungnya, sehingga kedua lengan
tidak sama panjangnya. Keempat, telosentris, yaitu kromosom yang memiliki
sentromer di salah satu ujungnya sehingga kromosom tetap lurus dan tidak terbagi
atas dua lengan (suryo 1995: 60).

Kromosom memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan


suatu makhluk hidup, karena kromosom merupakan alat pengangkutan bagi gen
gen yang akan dipindahkan dari suatu sel induk ke sel anakannya, dari generasi
yang satu ke generasi yang lainnya. Pengamatan terhadap perilaku kromosom
sama pentingnya dengan mempelajari struktur kromosom. Perilaku atau aktivitas
kromosom dapat terlihat dalam siklus sel, termasuk didalamnya adalah
pembelahan sel (mitosis atau meiosis). Analisis kromosom, baik mitosis maupun
meiosis merupakan langkah awal yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari
kromosom.

Kromosom adalah benda-benda halus berbentuk lurusseperti batang atau


bengkok yang terdiri dari zat yang mudah mengikat warna didalam nukleus
kromosom yang terdapat didalam sel tidak pernah sama ukurannya. Pasangan
kromosom antara 0,2 hingga 50 mikron dan diameternya antara 0,2 atau 20
mikron. Pada manusia panjang kromosom dapat sampai 6 mikron. Kromosom
tumbuh-tumbuhan berukuran lebih besar dari pada kromosom hewan. Pengaturan
kromosom secara standar berdasarkan panjang, jumlah, serta bentuk kromosom
dari sel somatis suatu individu dinamakan kariotipe.

Macam-macam kromosom berdasarkan letak sentromernya yaitu pertama


metasentris, yaitu kromosom yang memiliki sentromer di tengah, sehingga
kromosom di bagi menjadi dua lengan yang sama panjang. Kedua, sub
metasentris, yaitu kromosom yang tidak memiliki sentromer di tengah, sehingga
kedua lengan kromosom tidak sama panjang. Ketiga, akrosentris yaitu kromosom
yang memiliki sentromer dekat dengan salah satu ujungnya, sehingga kedua
lengan kromosom tidak sama panjang. Keempat, telosentris yaitu kromosom yang
memiliki sentromer di salah satu ujungnya, sehingga kromosom tetap lurus dan
tidak berbagi atas dua lengan.

Karakteristik kromosom yang di gunakan dalam pembuatan kariotipe adalah


panjang lengan kromosom posisi sentromer, pola pita yang dihasilkan oleh teknik
pelearnaan, perbedaan pada kromosom seks dan ada tidaknya satelit kromosom.
Sentromer adalah bagian kromosom yang mengikat benang-benang gelendong (
spindel) yang berperan menggerakkan kromosom selama proses pembelahan sel.
Lengan kromosom merupakan bagian kromosom yang mengandung kromonema
(DNA yang menggulung membentuk spiral di dalam kromosom). Adapun satelit
kromosom merupakan penyempitan sekunder yang terdapat pada ujung
kromosombaik sentromer maupun satelit kromosom pada dasarnya adalah DNA
yang mengalami proses penggulungan dan pengompakan yang lebih besar
dibandingkan dengan bagian kromosom yang terdapat pada lengan kromosom.

Pada praktikum ini, digunakan ujung akar bawang merah (Allium cepa cv
group aggregatum) dan bawang bombay (Allium cepa). Bawang merah sangat
menolong dalam mempelajari analisis mitosis karena memiliki kromosom yang
besar, jumlah kromosom yang tidak terlalu banyak, mudah didapatkan, dan
mudah dilakukan.
B. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum analisis kromosom ini adalah untuk melakukan
analisis kromosom terhadap berbagai varietas Allium Cepa dan juga untuk
membuat kariotipe dan idiogram kromosom Allium cepa.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana


informasi genetik dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma
yang berarti warna dan soma yang berarti badan. Kromosom terdiri atas dua
bagian, yaitu sentromer / kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk
bulat dan lengan kromosom yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua
buah (sepasang). Sastrosumarjo (2006) menjelaskan bahwa kromosom merupakan
alat transportasi materi genetik (gen atau DNA) yang sebagian besar bersegregasi
menurut hukum Mendel, sedangkan Masitah (2008) menjelaskan bahwa
kromosom adalah susunan beraturan yang mengandung DNA yang berbentuk
seperti rantai panjang. Setiap kromosom dalam genom biasanya dapat dibedakan
satu dengan yang lainnya oleh beberapa kriteria, termasuk panjang relatif
kromosom, posisi suatu struktur yang disebut sentromer yang memberi kromosom
dalam dua tangan yang panjangnya berbeda-beda, kehadiran dan posisi bidang
(area) yang membesar yang disebut knot (tombol) atau kromomer. Selain itu,
adanya perpanjangan arus pada terminal dan material kromatin yang disebut
satelit, dan sebagainya (Suprihati, 2007).

Kromosom memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan


suaut makhluk hidup, karena kromosom merupakan alat pengangkutan bagi gen-
gen yang akan dipindahkan dari suatu sel induk ke sel anakannya dari generasi
satu ke generasi lainnya. Pengamatan tentang perilaku kromosom sama
pentingnya dengan mempelajari struktur kromosom. perilaku atau aktivitas
kromosom dapat dilihat dalam siklus sel termasuk didalamnya adalah pembelahan
sel (mitosis atau meiosis). Adapun mitosis maupun meiosis merupakan langkah
awal yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari kromosom

Pembelahan sel merupakan aktivitas hidup yang selalu terjadi dengan setiap
sel hidup. Reproduksi sel yang terjadi terdiri atas tiga macam pembelahan sel
yaitu pembelahan secara otomatis yakni pembelahan sel secara langsung yang
dimulai dengan pembelahan inti sel menjadi dua sel secara langsung tanpa melalui
benang-benang spindle tanpa adanya pelarutan dinding-dinding nucleus serta
kromosom tidak Nampak, urutan pembelahan tidak ada. Mitosis yakni proses
pembelahan yang menghasilkan dua sel anakan yang identik. Mitosis
mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti
sekaligus pembelahan sitoplasma. Meiosis merupakan pembelahan sel yang
menghasilkan empat sel anak yang jumlah kromosomnya separuh dari yang
dimiliki induknya (Rahana, 2010).

Pembelahan meiosis biasanya hanya digunakan untuk menghitung julah


kromosom, sedangkan pembelahan mitosis dapat digunakan untuk membuat peta
kariotipe. Studi mitosis dapat menggunakan ujung akar, ujung batang, primordia
daun, petala muda, ovulum muda dan kalus. Namun yang biasanya digunakan
adalah ujung akar karena mudah tumbuh dan seragam. Sedangkan untuk
pembelahan meiosis yang sering digunakan adalah anther. Sifat kromosom sel
pada mitosis lebih stabil dibandingkan dengan meiosis secara morfologi, karena
struktur penanda seperti satelit, penyempitan, letak sentromer dan panjang lengan
lebih jelas (Darnedi, 1991)

Menurut Suryo (1995), kromosom terbagi dari empat macam berdasarkan


letak sentromernya, yaitu metasentris, sub metasentris, telosentris dan sub
telosentris. Metasentrs merupakan kromosom yang memiliki letak sentromer di
tengah-tengah lengan kromosom. sub metasentrik memiliki letak sentromer tidak
di tengah-tengah lengan kromosom (agar sedikit lebih mendekati salah satu
lengan kromosom). Sub telosentris, memiliki letak sentromer dekat di salah satu
ujung lengan kromosom. dan terakhir telosentris memiliki kromosom di salah satu
ujungnya sehingga kromosom tetap lurus dan tidak terbagi atas dua lengan.

Kariotipe adalah gambaran kromosom dalam suatu sel dengan berbagai


struktur dari masing-masing kromosom. Kariotipe digunakan untuk
mengidentifikasi berbagai kelainan pada kromosom. Kariotipe memperlihatkan
beberapa banyak kromosom yang terdapat pada sel dengan beberapa rincian
struktur kromosomnya. Ketika memeriksa sebuah kariotipe, seorang ahli genetika
memeriksa setiap kromosom pada individu. Para ilmuwan hanya dapat melihat
rincian kromosom suatu individu dengan menggunakan pewarnaan khusus.
Kromosom-kromosom tersebut memiliki ukuran dan bentuk tertentu, lokasi
sentromer dan panjang lengan merupakan bagian yang mendefinisikan bentuk
fisik setiap kromosom ( Robinson 2005: 241).

Informasi mengenai kariotipe sangat membantu dalam menentukan tingkat


kesamaan genetic dan bahkan hubungan kekerabatan sautu kelompok tanaman
dalam taxa. Bagi pemuliaan tanaman kariotipe memberikan informasi mengenai
memungkinkan atau tidaknya persilangan buatan dilakukan. Semakin mirip
kariotipe suatu tanaman, maka akan semakin mudah dan semakin tinggi tingkat
keberhasilan suatu hibridisasi. Kariotipe juga berguna untuk mengetahui kelainan
atau perubahan yang terjadi pada kromosom seperti kelainan pada jumlah akibat
delesi ataupun duplikasi, inversi ataupun translokasi suatu bagian kromosom ke
bagian kromosom yang lain.

Genus Allium memiliki banyak anggota, sebagian diantaranya bernilai


ekonomi tinggi dan telah dimanfaatkan sejak lama. Allium berguna untuk bumbu,
sayuran, obat dan tanaman hias. Terdapat tujuh spesies Allium yang sering
dibudidayakan, yaitu : bawang putih (Allium sativum L.), bawang merah (Allium
ascalonicum), bawang Bombay (Allium cepa L.), bawang luncang (Allium
fistulosum L.), bawang prei (Allium porrum L.), bawang kucai (Allium odorum L.)
dan bawang langkio (Allium schaenoprasum L.)

Kariotipe bawang merah normal berjumlah 16 kromosom. Apabila terdapat


abnormalitas pada kromosom bawang merah, yaitu berupa penambahan dan
pengurangan jumlah kromosom tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa
kromosom pada bawang merah tersebut telah mengalami mutasi pada bagian
tertentu. Tipe-tipe abnormalitas pada kromosom terdiri dari polyploidy dan
aneuploidy. Polyploidy merupakan peristiwa adanya penambahan kromosom
sehingga kromosom tersebut lebih banyak dibandingkan dengan kromosom
individu normal. Aneuploidy terdiri dari dua tipe, yaitu monosomi dan trisomy.
Monosomi merupakan gejala kehilangan satu set kromosom sedangkan trisomy
merupakan gejala kelebihan satu set kromosom.

Etidium bromida merupakan senyawa yang digunakan untuk analisis DNA


yaitu untuk memvisualisasi potongan-potongan DNA pada gel elektroforesis.
Etidium bromida merupakan molekul yang mengikat kuat pada DNA yang
dikenal dengan agen interkelat karena mengkelat pada susunan DNA yang kokoh.
Oleh sebab itu, etidium bromidadapat merusak pilin ganda dan menghambat
replikasi DNA, transkripsi, perbaikan DNA, rekombinasi dan menyebabkan
aberasi kromosom (Reha et al,. 2003; Imanuar, 2014)

Bentuk, ukuran dan jumlah kromosom setiap spesies pada dasarnya selalu
tetap, sehingga sangat bernilai untuk tujuan taksonomi, mengetahui
keanekaragaman, hubungan kekerabatan dan evolusi, meskipun dalam keadaan
tertentu dapat pula terjadi variasi (Lewontin, 1974; Lindsey and Grell, 1967).
Berdasarkan bentuk, jumlah dan ukuran kromosom dapat dibuat peta standard
yang disebut kariotipe dan atau karyogram. Apabila pasangan kromosom
digambar tunggal, maka disebut ideogram (Darnaedi, 1991)

Kariotipe umumnya dilakukan dengan cara mengambil citra sel pada saat
metaphase sehingga kromosom terlihat lebih jelas. Kemudian menggunting setiap
kromosom dan mengidentifikasi masing-masing kromosom untuk dibuat
idiogramnya. Proses tersebut sangat menyita waktu dan tenaga. Saat ini telah
banyak perangkat lunak untuk membantu membuat kariotipe kromosom baik
secara otomatis maupun semiotomatis. Perangkat lunak otomatis dapat langsung
membuat ideogram dari citra kromosom. sedangkan semiotomatis tetap
membuthukan operator untuk membuat ideogram. Pengembangan perangkat
lunak otomatis yang dapat membuat ideogram secara langsung sangat menarik
perhatian para peneliti dan banyak dilakukan penelitian mengenai hal tersebut
selama 30 tahun terakhir (Sampat et al, 1999)
BAB III BAHAN DAN METODA

A. Waktu dan Tempat


Pratikum ini dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2017 pukul 16:10
17:50. Bertempat di Laboratorium Genetika Dasar Fakultas Pertanian Universitas
Andalas, Padang.

B. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan yaitu pensil atau spidol berwarna dan alat-alat tulis
lainnya serta kertas grafik/millimeter, gambar kromosom Allium cepa

C. Prosedur Kerja

1. Pembuatan Kariotipe
Pertama setiap potongan kromosom pada gambar 7-9 diberi penomoran.
Setelah itu dilakukan pengukuran panjang lengan kromosom, lengan pendek
diberi label p dan lengan panjang diberi label q. hasil pengukuran diisikan pada
table 3. Ditentukan rasio panjang lengan kromosom dengan pembagian antara
lengan panjang dengan lengan pendek (q/p). ditentukan panjang lengan kromosom
dengan menjumlahkan lengan panjang dengan lengan pendek (p+q).selanjutya
ditentukan pasangan kromosom homolog dengan menggunakan diagram pencar
sebagaimana terlihat pada gambar 10 dengan sumbu x adalah q/p dan sumbu y
adalah p+q pada kertas grafik. Kromosom yang terletak pada titik-titik yang
berdekatan menunjukkan bahwa kromosom-kromosom tersebut homolog,
kromosom homolog tersebut diberikan nama dengan huruf besar. Diisikan data
beserta pasangan kromosom homolog pada table 4. Kariotipe dibuat dengan cara
menempelkan pasangan-pasangan kromosom dari kromosom total dengan
kromosom terbesar dengan rasio terkecil hingga total lengan kromosom terkecil
dengan rasio terkecil.

2. Pembuatan Idiogram
Dilakukan pengukuran rata-rata dari panjang lengan kromosom kemudian
digambarkan kromosom berupa garis dari yang memiliki panjang total dengan
kromosom (p+q) yang terkecil sampai yang terbesar pada suatu garis mendatar
yang merupakan letak sentromer. Dilakukan penyusunan berdasarkan urutan dari
kromosom yang memiliki lengan pendek kromosom terpendek sampai kromosom
yang memiliki lengan pendek kromosom terpanjang. Jika terdapat dua kromosom
dengan ukuran lengan pendek yang sama, maka dilakukan penyusunan dimulai
dari kromosom yang memiliki lengan panjang kromosom yang lebih pendek
DAFTAR PUSTAKA

Darnaedi, D. 1991. Kromosom dalam Taksonomi. Bogor: Herbarium Bogoriense-


Puslitbang Biologi-LIPI.

Imanuar, E. F. 2014. Kerusakan Kromosom Bawang Merah Akibat Perendaman


dengan Ethidium Bromida. Jurnal Simbiosis II (2): 173-183.

Lindsley, D.C. and E.H. Grell. 1967. Genetics variation of Drosophilla


melanogaster. Washington D.C.: Carnegie Institute of Washington.

Robinson, T. R. 2005. Genetics For Dummies. Wiley Publishing, Inc. Indiana:


385 hlm.

Rahana. 2010. Genetics. New Jersey. Viacom Company.

Sampat, M,P., Bovik, A,C., Aggarwal, J ,K., dan K,R, Castleman. 2005.
Supervised parametric and nonparametric classification of chromosome
images. Pattern Recognition 38: 1209-1223.

Suryo, 1995. Sitogenetika. Gajah Mada University Press. Yogyakarta: xii. 531
hlm

Suryo. 2003. Genetika manusia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta: xvi.
540 hlm.