Anda di halaman 1dari 26

JKN - PERUBAHAN PARADIGMA

FEE FOR
PACKAGE
SERVICE

LORONG TRANCENDENTAL
TIM
TARIF

KINERJA
Tidak sama rata
Menempatkan sesuatu pada
tempatnya
Memberikan sesuatu sesuai
kinerjanya
Memberikan sesuatu sesuai
profesinya
Insentif langsung = 50% Insentif langsung = 50% Insentif langsung = 50%
Individu (Dokter) Kelompok Perawat setara Kelompok Administrasi
10%
Balancing

Indexing

Indexing
Indexing 25%
Indexing
+++
20% keuntungan 50% keuntungan 5%
Usaha lain Apotik Kelompok
5%+5% POS REMUNERASI

Direktur Pejabat struktural


Wakil direktur Fungsional non
penghasil
INDEXING (Permendagri 61)

1 Basic index Gaji Pokok , basic salary

2 Competency index Kompetensi, keterampilan khusus

3 Risk index Resiko tinggi keterpaparan penyakit

4 Emergency index Terikat waktu selalu siap

5 Position index Jabatan struktural/fungsional

6 Performance index Akuntabilitas kinerja


ALTERNATIF I (Rerata Nasional)
TOTAL PENDAPATAN JKN X 32%

ALTERNATIF II (NORMATIF)
TOTAL KLAIM BIAYA OPERASIONAL

ALTERNATIF III
PERMENKES NO 12 TAHUN 2013 TENTANG POLA
TARIF BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT
DILINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN 44%
TARIFF PAKET JKN (INA CBGs)

BANGUNAN, ALAT
GAJI, HONORARIUM

OBAT, BHP, ZAT KIMIA


INSENTIF
JASA
DOKTER

JASA
PERAWAT JASA DIREKSI

JASA
JASA LAB JASA
ADMINSTRASI
PELAYANAN JASA
PAKET RONTGENT POS
JKN REMUNERASI
JASA REHAB
MEDIK

JASA
FARMASI
JASA = TOTAL KLAIM X 32%
REGIONAL 1
NO INACBGs DESKRIPSI (INA-CBG)

K-1-20-i PROSEDUR INTESTINAL KOMPLEKS (RINGAN) 8,639,446.97


K-1-20-ii PROSEDUR INTESTINAL KOMPLEKS (SEDANG) 12,058,389.58
K-1-20-iii PROSEDUR INTESTINAL KOMPLEKS (BERAT) 25,757,289.66
L-1-50-i PROSEDUR PADA PAYUDARA RINGAN 5,986,010.16

L-1-50-ii PROSEDUR PADA PAYUDARA SEDANG 10,774,818.29


L-1-50-iii PROSEDUR PADA PAYUDARA BERAT 13,028,279.81
L : kode CMG Besaran tarif
1 : kode tipe kasus
50: kode CBG
Ii : kode tingkat keparahan
BP: B pendidikan
PERBEDAAN PRINSIP FEE FOR SERVICE DANGAN INA CBGS

TARIF UMUM TARIF INA CBGs


FEE FOR SERVICE
BIAYA PEMBAYARAN KLAIM
Pemeriksaan Rp 50.000 Pemeriksaan Rp ..?
Tindakan Rp 350.000 Tindakan Rp ?
Keperawatan Rp 250.000 Keperawatan Rp ..?
Laboratorium Rp 1.450.000 Laboratorium Rp ..?
Radiologi Rp 1.500.000 Radiologi Rp ..?
Farmasi Rp 3.500.000 Farmasi Rp ...?
Dibayar pasien Rp 7.850.000 Dibayar BPJS Rp 10,774,818.29
Berbasis Clinical pathway
ICD IX CM dan ICD X
Sesuai prosedur medis Tarif
CONTOH APLIKASI KONVERSI TARIF UMUM KE TARIF JKN

TARIF UMUM TARIF INA CBGs


FEE FOR SERVICE
JASA LAYANAN JASA LAYANAN
Pemeriksaan Rp 50.000 Pemeriksaan Rp ..?
Tindakan Rp 350.000 Tindakan Rp ?
Keperawatan Rp 250.000 Keperawatan Rp ..?
Laboratorium Rp 217.500 Laboratorium Rp ..?
Radiologi Rp 600.000 Radiologi Rp ..?
Farmasi Rp 175.000 Farmasi Rp ...?
Jasa Umum Rp 1.642.500 Jasa BPJS (JKN) Rp 3.986.682,77

Jasa pada Tarif Umum Jasa pada Tarif JKN


Laboratorium = 15% X Tarif DKI = 37% X Tarif JKN
Radiologi = 40% X Tarif
Farmasi = 5% X Omzet
TARIF UMUM TARIF INA CBGs
FEE FOR SERVICE JASA PAKET
PROPORSI JASA LAYANAN PROPORSI JASA LAYANAN
Dokter konsul Rp 50.000 Dokter Rp 121.360,20
Dokter Tindakan Rp 350.000 Dokter Rp 849.521,40
Perawat Rp 250.000 Perawat Rp 606.801,00
Dr Lab + Analis Rp 217.500 Dr Lab + Analis Rp 527.916,87
Radiolog + Rp 600.000 Radiolog + Rp 1.456.322,40
radiographer radiographer
Apoteker + Rp 175.000 Apoteker + Rp 424.760,70
Asisten Asisten
Jasa Umum Rp 1.642.500 Jasa BPJS (JKN) Rp 3.986.682,77
Jasa pada Tarif Umum
Jasa pada Tarif JKN
Laboratorium = 15% X Tarif
DKI = 45% - (Fixed cost X Tarif JKN)
Radiologi = 40% X Tarif
Rerata RSUD = 32%
Farmasi = 5% X Omzet
REMUNERASI KINERJA SEORANG DOKTER DAN PERAWAT DAN KONTRIBUSI
TERHADAP TENAGA STRUKTURAL & POS REMUNERASI

KONVERSI JKN DALAM SISTEM REMUNERASI (50% : 50%)


No PROFESI RUMUS DIDALAM INSENTIF
SISTEM REMUNERASI 1.577.682,60
1 Dokter (70%X50% X jasa dokter) + (20%X50% X Rp 400.488,69
jasa Perawat)
2 Perawat (70%X50% X jasa Perawat) + (20%X50% X Rp 309.468,52
Jasa Dokter)
3 Administrasi (jasa dokter + jasa Perawat ) X10% X 50% Rp 78.884,13
4 Direksi (jasa dokter + jasa Perawat ) X 10% Rp 157.768,27
5 Manajemen (jasa dokter + jasa Perawat ) X 5% Rp 78.884,13
6 Pos Remunerasi (jasa dokter + jasa Perawat ) X 35% Rp 552.188.94
TOTAL iNSENTIF Rp 1.577.682,60
REMUNERASI KINERJA LABORATORIUM DAN KONTRIBUSI
TERHADAP TENAGA STRUKTURAL, POS REMUNERASI

KONVERSI JKN DALAM SISTEM REMUNERASI (50% : 50%)


No PROFESI RUMUS DIDALAM INSENTIF
SISTEM REMUNERASI 527.916,87
1 Dokter SpPK (30% X 50% X Total Jasa Lab) Rp 79.187,63
2 Analis Lab (60% X 50% X Total Jasa Lab) Rp 158.375,06
3 Administrasi (10% X 50% X Total Jasa Lab) Rp 26.395,84
4 Direksi Total jasa lab X 10% Rp 52.791,69
5 Manajemen Total jasa Lab X 5% Rp 26.395,84
6 Pos Remunerasi Total Jasa Lab X 35% Rp 184.770,90
TOTAL iNSENTIF Rp 527.916,87
REMUNERASI KINERJA RADIOLOGI DAN KONTRIBUSI TERHADAP
TENAGA STRUKTURAL, POS REMUNERASI

KONVERSI JKN DALAM SISTEM REMUNERASI (50% : 50%)


No PROFESI RUMUS DIDALAM INSENTIF
SISTEM REMUNERASI 1.456.322,40
1 Dokter SpRad (30% X 50% X Total Jasa Rad ) Rp 218.448,36
2 Radiographer (60% X 50% X Total Jasa Rad ) Rp 436.896,72
3 Administrasi (10% X 50% X Total Jasa Rad ) Rp 72.816,12
4 Direksi Total jasa Rad X 10% Rp 145.631,24
5 Manajemen Total jasa Rad X 5% Rp 145.631,24
6 Pos Remunerasi Total Jasa Rad X 35% Rp 509.712,84
TOTAL iNSENTIF Rp 1.456.322,40
REMUNERASI KINERJA FARMASI DAN KONTRIBUSI TERHADAP
TENAGA STRUKTURAL, POS REMUNERASI

KONVERSI JKN DALAM SISTEM REMUNERASI (50% : 50%)


No PROFESI RUMUS DIDALAM INSENTIF
SISTEM REMUNERASI 424.760,70
1 Apoteker (30% X 50% X Total Jasa Far ) Rp 63.714,11
2 Asisten Apoteker (60% X 50% X Total Jasa Far ) Rp 127.428,21
3 Administrasi (10% X 50% X Total Jasa Far ) Rp 21.238,04
4 Direksi Total jasa Far X 10% Rp 42.476,07
5 Manajemen Total jasa Far X 5% Rp 21.238,04
6 Pos Remunerasi Total Jasa Far X 35% Rp 148.666,25
TOTAL iNSENTIF Rp 424.760,70
KONVERSI UMUM KE JKN DALAM SISTEM REMUNERASI (50% : 50%)

No PROFESI RUMUS DIDALAM


SISTEM REMUNERASI
INSENTIF
1 Dokter Rp 400.488,69
2 Perawat Rp 309.468,52
3 Dr SpPK Rp 79.187,63
4 Analis Lab Rp 158.375,06
5 Radiolog Rp 218.448,36
6 Radiographer Rp 436.896,72
7 Apoteker Rp 63.714,11
8 Asisten Apoteker Rp 127.428,21
9 Administrasi Rp 199.334,13
10 Direksi Rp 398.668,27
11 Manajemen Rp 199.334,13
12 Pos Remunerasi Rp 1.398.338,93
TOTAL REMUNERASI
Rp 3.986.682,77
1. Remunerasi yang didapatkan oleh dokter
maupun perawat maupun tenaga
adminisrasi. Merupakan remunerasi
maksimal.
2. Masih ada dua pengurang yaitu sanksi
karena pelanggaran. Dan akuntabilitas
berbasis kinerja
No PELAYANAN JASA PELAYANAN
1 PEMERIKSAAN 40% DARI TARIF
2 OPERASI Max 200% DARI JASA SARANA
3 TINDAKAN MEDIS NON INVASIF 60% DARI TARIF
4 TINDAKAN MEDIS INVASIF 60 -100% DARI JASA SARANA
5 LABORATORIUM 5 - 20% DARI TARIF
6 RADIOLOGI 40% DARI TARIF
7 REHAB MEDIK 40% DARI TARIF
8 PEMULASARAAN JENAZAH 40% DARI TARIF
9 AMBULANS 40% DARI TARIF
10 FARMASI 5% DARI OMZET
11 TINDAKAN BERISIKO 100% DARI JASA SARANA
RERATA % DARI PENDAPATAN TOTAL 18% - 37%
No DAERAH % RERATA DARI RANGE
TOTAL
PENDAPATAN
1 Nasional JKN 32% 18% - 37%
2 Jawa Barat JKN 32% 21% 37%
3 Jawa Tengah JKN 30% 20% - 34%
4 RS PUSAT JKN 18% - 24% 18% - 24%
5 PERMENKES NO 12, 2013 44% Termasuk gaji
karyawan Non
PNS,
6 Draft Manlak JKN 30% - 50% MAX 40%
7 DKI Jakarta 60% Termasuk gaji
non PNS, Obat
dan BHP
administrasi
1. JKN tarifnya lebih tinggi dari tarif RSUD yang
berlaku saat ini, sehingga para dokter
spesialis menuntut jasa yang lebih besar
2. Ada RSUD yang selama ini sudah memiliki
cara membagi jasa pelayanan 80% untuk
dokter spesialis dan 20% untuk yang
lainnya, sama dengan swasta.
3. Di beberapa RSUD ada peraturan kepala
daerah 60% dari total pendapatan untuk
remunerasi
3. Belum ada kejelasa dari Pemerintah pusat
tentang besaran jasa untuk remunerasi
4. Remunerasi di RSUD tidak pernah ada yang
sama karena sangat bergantung kepada
kondisi, budaya, kebiasaan, yang selama ini
mereka anut.
5. Perbandingan perawat dan tenaga
fungsional lainnya dengan manajemen agak
renggang, karena perawat merupakan
kelompok dan jumlahnya terbanyak.
1. Diperlukan kebijakan besaran jasa
pelayanan yang boleh dibagikan.
2. Kebijakan besaran hanya satu nilai misalnya
32%, atau angka lain yang aman untuk biaya
operasional RS.
3. Remunerasi sangat sulit diseragamkan di
masing masing RSUD, karena perbedaan
kebiasan, budaya setempat
SERING TERJADI
1. Penerima upah tidak sesuai Dengan
Kinerjanya (PGPS)
2. Selalu mengintip upah orang lain
3. Penerima Upah iri terhadap upah orang lain
4. Ingin mendapat lebih besar dari yang lain
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai