Anda di halaman 1dari 8

REKAYASA IDE

Peran Orang Tua Dalam Membantu Mengembangkan Kreativitas Anak.

Nama : Muhammad Novrizal


Nim : 3171111009
Kelas : MKDK A
Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Dr. Irsan, M.Pd, M.Si

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan


Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Medan
2017

0
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Dimana berkat rahmat dan hidayahnya kami
dapat menyelesaikan tugas rekayasa ide. Tujuan penulisan rekayasa ide adalah untuk memenuhi
tugas dari dosen pengampu Dr. Irsan, M.Pd, M.Si. dalam mata kuliah Perkembangan Peserta
Didik.
Jika terdapat kesalahan dalam pembuatan rekayasa ide ini, maka kami sebagai penulis
memohon maaf yang sebesar-besarnya dikarenakan kami masih dalam tahap belajar dalam
memahami tata cara dan tujuan pembuatan rekayasa ide.
Mudah-mudahan dengan adanya tugas ini dapat memberikan pengetahuan bagi para pembaca
sekalian. Demikianlah kata pengantar yang dapat kami sampaikan, selamat membaca.

Medan, 08 November 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. 1
DAFTAR ISI................................................................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................................ 3
A.Latar Belakang ................................................................................................................................. 3
B. Tujuan Dan Manfaat Penulisan ........................................................................................................ 3
BAB II ORIGINALITAS IDE DAN KONTEKS SOSIALNYA......................................................... 3
BAB III PERANGKAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN INOVASI .................... 4
BAB IV IDE TURUNAN DAN KONTEKS SOSIALNYA ................................................................. 5
BAB V PENUTUP................................................................................................................................... 6
A.Kesimpulan ....................................................................................................................................... 6
B.Saran .................................................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................................. 7

2
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi perubahan tingkah laku dalam
dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut yang bersifat pengetahuan (kognitif),
keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif). Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang
terjadi perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut yang
bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif).
Pendidikan pertama yang didapat anak berlangsung dalam lingkungan keluarga. Hal ini
mengingat bahwa lingkungan yang pertama kali dikenal oleh anak adalah lingkungan keluarga.
Kita sebagai orang tua sudah sewajarnya menjadikan lingkungan keluarga yang kondusif untuk
belajar bagi anak-anak kita, sejak usia dini sampai mereka mulai belajar di sekolah. Hal ini dapat
terlaksana apabila kita sebagai orang tua memiliki pengetahuan yang memadai tentang seluk beluk
pendidikan anak pada masa-masa dini.
Kehadiran orang tua dengan anak-anaknya pada masa-masa awal merupakan suatu
kejadian yang sangat diharapkan oleh anak-anak. Hal ini sangat penting dalam rangka usaha
pengembangan kreativitas anak pada masa yang akan datang. Kesempatan mendidik anak sejak
dini merupakan pengalaman yang menggetarkan hati dan penuh tantangan. Hal ini akan terjadi
jika orang tua benar-benar mengikuti kemajuan belajar anak dan perkembangan serta
pertumbuhannya secara utuh.
B. Tujuan Dan Manfaat Penulisan
Tugas ini ditujukan untuk menyelesaikan 1 dari 6 tugas wajid yang diharuskan kepada
setiap mahasiswa universitas negeri medan stambuk 2017. Manfaat penulisan bisa menjadi bahan
referensi untuk paran orang tua mengubah cara perberian pelajaran atau informasi kepada anak
dengan lebih baik.

BAB II ORIGINALITAS IDE DAN KONTEKS SOSIALNYA


A.Pengertian Kreativitas
Kreativitas merupakan salah satu kemampuan manusia yang memegang peranan penting
dalam kehidupannya. Kemampuan ini banyak dilandasi oleh kemampuan intelektual, seperti
intelegensi, bakat, dan kecakapan hasil belajar dan didukung oleh faktor-faktor afektif dan
psikomotorik. Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru,
berupa gagasan karya nyata, baik dalam ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya
baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada yang semuanya itu relatif berbeda dengan
apa yang sudah ada sebelumnya.
Beberapa pengertian kreativitas :
Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain,
sesuatu yang baru dan memiliki daya guna
Kreativitas adalah membuat sesuatu yang abstrak menjadi nyata, sesuatu yang potensial menjadi
aktual

3
Kreativitas adalah kombinasi dari tiga hal, yaitu :
Penalaran (thinking)
Kecakapan (skills)
Motivasi
Pengertian kreativitas yang terpenting bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah diketahui
orang sebelumnya, melainkan bahwa produk kreativitas itu merupakan sesuatu yang baru bagi diri
sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu baru bagi orang lain atau dunia pada umumnya.
B.Kreativitas dan Pola Pendidikan
Kreativitas anak dapat dikembangkan melalui pendidikan dan kegiatan belajar. Setiap anak
memiliki potensi kreatif sebagaimana anak memiliki dorongan tumbuh dan berkembang.
Pertumbuhan dan perkembangan yang tumbuh dari dorongan dalam diri anak adalah merupakan
wujud dari dorongan kreatif. Pengembangan kreativitas anak pada dasarnya sejalan dengan
pengembangan kepribadian anak yang sehat. Jika kreativitas anak berkembang dengan baik, maka
anak akan mengalami perkembangan kepribadian yang sehat. Anak akan dapat mengembangkan
kepribadian yang mandiri, percaya diri, dan produktif. Sebaliknya, jika kreativitas anak kurang
dapat berkembang baik, maka anak akan mengalami pertumbuhan kepribadian yang tergantung,
kurang percaya diri, mudah putus asa, tidak memiliki keberanian dan tidak produktif. Tugas orang
tua dalam pendidikan adalah membantu perkembangan kemampuan kreatif anak untuk
mewujudkan kepribadian.

BAB III PERANGKAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN INOVASI


1.Lahan Bermain
Menurut saya lahan bermain yang baik berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas
anak. Dimana lahan bermain ditujukan kepada anak agar anak dapat berkumpul dengan teman
sebaya dan agar bisa bermain dengan permainan yang bermanfaat sehingga berguna untuk
perkembangan kreativitas sang anak.
2.Mainan
Menurut saya mainan yang diesbutkan ini merupakan mainan yang mana mengharuskan
anak untuk berimajinasi untuk menciptakan hal-hal yang dia inginkan, misalnya permainan balok
susun.
3.Komputer
Menurut saya computer juga bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas anak, dimana
pada computer banyak terdapat permainan-permainan edukatif sehingga merangsang otak anak
untuk bekerja dan juga banyak terdapat video-video yang berguna untuk kebutuhan kreativitas
anak.

Hal ini dikarenakan komputer memiliki beberapa karakteristik, antara lain :

4
1. Komputer dapat digunakan dimana saja dan kapan saja
2. Dapat dipakai dalam proses belajar mengajar baik secara klasikal maupun individual
3. Mudah dan murah pembuatannya
4. Komputer dapat memvisualisasikan fenomena alam seperti proses aslinya

Secara spesifik, penggunaan komputer sebagai media bantu pendukung pembelajaran yang kreatif,
memiliki beberapa tujuan antara lain :

1. Anak lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan.


2. Anak lebih berminat dan giat mempelajari mata pelajaran
3. Mengurangi terjadinya salah konsep dan verbalisasi

BAB IV IDE TURUNAN DAN KONTEKS SOSIALNYA


A.Peluang Keterwujudan
Menurut saya peluang keterwujudan ide yang saya berikan bisa mencapai 75% dapat
mengubah cara pengajaran orang tua terhadap anak. Dimana banyak anak yang merasa bahwa
dirinya masih kecil sehingga mempunyai pemikiran untuk apa belajar menjadi berpikir
bahwasanya belajar itu menyenangkan dan bermanfaat.
B.Nilai-Nilai Inovasi
1. Karakter Percaya diri
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan
dan harapannya. Sikap percaya diri dapat menjadikan kepuasan diri dalam memperoleh sesuatu
yang dikehendakinya.
2. Karekter Keingintahuan
Seiring dengan kebiasaan manusia adalah sifat ingin tahu. Sesuatu yang baru adalah objek vital
dalam menarik rasa keingintahuan itu. Apabila sikap ini sering direspon, pengaruh positif akan
muncul dalam pembiasaan dan berujung pada pembentukan karakter anak.
C.Perkiraan Dampak
Dampak dari rekayasa ide ini ialah dapat mengembangkan kreativitas anak dalam
menyerap pelajaran dan mempererat hubungan orang tua, dapat mengembangkan bakat anak, baik
dalam hal melukis, maupun berbicara

5
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
Peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak sangat diperlukan. Hal itu
dikarenakan orang tua merupakan sosok utama dalam benak anak untuk mengetahui segala hal
tentang dunia yang kemudian akan bertambah dengan sosok guru. Orang tua merupakan bagian
dari keluarga, dan keluarga merupakan sarana lingkungan pendidikan yang pertama dan yang
paling utama dari lingkungan pendidikan lainnya. Bahkan ada pepatah yang mengatakan kalau
bahwasanya segala hal tingkah perilaku disekolah merupakan hal yang biasa dia perbuat
dilingkungan rumah atau keluarga.
Pada konteks pendidikan, kreativitas merupakan bidang utama yang harus dimiliki anak
agar bisa berguna untuk bangsa dan Negara, sehingga anak yang memiliki tingkat kreativitas tinggi
akan menjadi kesayangan guru. Kehadiran orang tua merupakan hal yang penting dimana orang
tua harus selalu memperhatikan dan mengarahkan anak sehingga segala informasi yang diterima
oleh anak dapat diterima yang benar dan perlu saja.
B.Saran
Sebagai calon guru dan calon orang tua sudah seharusnya kita memahami dan mengerti
betul bagaimana cara-cara agar anak-anak kita kelak dapat berhasil, dimulai dari tata cara
mengembangkan kreativitas anak itu sendiri. Jangan pernah memarahi anak jika anak melakukan
kesalahan dalam proses menyerapan pembelajaran yang kita berikan.

6
DAFTAR PUSTAKA

http://yasinaron1545.blogspot.co.id/2016/12/makalah-perkembangan-kreativitas-anak.html
Lestari, Barkah. (2006). Upaya orang tua dalam pengembangan kreativitas anak. Jurnal Ekonomi
& Pendidikan, Volume 3 Nomor 1
Syarif, Kemali, dkk. 2017. Perkembangan peserta didik. Medan: Unimed Press