Anda di halaman 1dari 5

PENERAPAN ERP, SCM dan CRM

PT. NESTLE INDONESIA


1. Sejarah Singkat
Dimulai pada 1866, dengan didirikannya Anglo-Swiss Condensed Milk Company.
Henri Nestl kemudian menciptakan sebuah produk makanan terobosan untuk bayi pada
1867, dan pada 1905 perusahaan yang didirikannya bergabung dengan Anglo-Swiss, untuk
membentuk yang sekarang ini dikenal sebagai Grup Nestl. Selama periode ini, berbagai
daerah berkembang dan jalur kereta api serta penggunaan kapal uap membantu mengurangi
harga komoditas, memacu perdagangan barang konsumen secara internasional.
Pendiri Nestl, seorang ahli farmasi dari Jerman bernama Henri Nestl, menciptakan
produk 'farine lacte' (yang artinya tepung dan susu) di Vevey, Swiss. Produk ini merupakan
kombinasi susu sapi, tepung gandum dan gula, dan Nestl menciptakannya bagi bayi-bayi
yang tidak dapat menerima Air Susu Ibu, untuk mengatasi tingginya angka kematian bayi saat
itu. Sejak saat itu pula, Henri Nestl mulai menggunakan logo 'sarang burung' yang menjadi
ikon hingga saat ini.
2. ERP (Enterprise Resource Planning)
Nestle menerapkan strategi manajemen
kontrol sistem yang terdesentralisasi,
dengan mendelegasikan otoritas
pengambilan keputusan di masing-
masing unit bisnis sehingga keputusan-
keputusan yang diambil sesuai dengan
kondisi di masing-masing negara.
Untuk mengkoordinasikan seluruh unit
bisnisnya di seluruh dunia maka
dibutuhkan peranan sistem teknologi
informasi yang bisa
mengkoordinasikan seluruh aktivitas bisnis agar diperoleh competitive advantage.
Sebelumnya Nestle telah menerapkan corporate intranet pada tahun 1997, yang bertujuan
mendukung lima kegiatan bisnisnya yaitu purchasing, marketing, business intelligence,
teknologi, dan manajemen sumberdaya manusia. Corporate intranet ini dikenal dengan Nestle
Intranet Kit Assistant (NIKITA). NIKITA ini merupakan software yang dikembangkan oleh
Nestle sendiri dan menjadi blueprint bagi pengembangan proyek intranet selanjutnya. Sistem
ini digunakan lebih dari 80.000 karyawan Nestle di seluruh dunia.
GLOBE (Global Business Excellence)
Email merupakan sarana interaksi yang fundamental di Nestle dan sudah menjadi
budaya kerja di Nestle untuk berinteraksi antar departemen dengan hanya menggunakan
email. Pemberitahuan, berita-berita penting, instruksi, dan komunikasi bisnis biasa
menggunakan media email. Oleh karena itu intranet dan email merupakan kebutuhan pokok
Nestle dan membuat komunikasi menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan makin ketatnya
persaingan di industri bisnis makanan, maka Nestle membutuhkan dukungan teknologi
informasi yang bisa menyatukan semua bisnis unit Nestle di seluruh dunia dan
mengaplikasikan proses bisnis yang efisien dan efektif.
Oleh karena itu pada tahun 2000, Nestle meluncurkan proyek GLOBE (Global
Business Excellence) yang merupakan proyek terbesar Nestle selama 135 tahun berdirinya
perusahaan ini. Tujuan dari proyek GLOBE adalah meningkatkan kinerja dan efisiensi bisnis
Nestle di seluruh dunia. Program GLOBE menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu
dalam sebuah proses dan menjadikan Nestle sebagai perusahaan yang saling berketerkaitan.
Proyek GLOBE ini merupakan sistem ERP yang menggunakan software SAP (System
Application and Product in data processing). Implementasi sistem ERP termasuk Workplace,
SAP R/3, BW, APO, CRM, EBP dan Knowledge Warehouse. Proyek ini terbagi menjadi
empat kegiatan pokok, yaitu Business Excellence, Data Standard&Data.
Penerapan proyek
GLOBE di Nestle
Indonesia dimulai pada
tahun 2003. Strategi
penerapan yang dipakai
adalah Phasing Strategi,
yaitu penerapan secara
bertahap sampai tahun
2006. Proyek ini pertama
kali diterapkan di Head
Office Jakarta dan Kejayan Factory, Pasuruan, Jawa Timur, yang merupakan pabrik
pengolahan susu sapi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2005, proyek GLOBE mulai
diaplikasikan di Panjang Factory, Lampung dan Cikupa Factory, Tangerang, Jawa Barat.
Secara pertahap proyek GLOBE ini diaplikasikan di masing-masing departemen. Beberapa
alasan yang menjadi pertimbangan dalam penetapan sistem ERP yang digunakan diantaranya
yaitu ERP sistem sekarang sudah menjadi kebutuhan perusahaan-perusahaan global yang
ingin tetap kompetitif di persaingan bisnis global, memungkinkan tiap lini bisnis untuk
beroperasi dengan strukturnya yang paling optimal.
Kelebihan GLOBE
Sistem GLOBE memang sudah tepat untuk dicanangkan oleh perusahaan, dengan
sistem ERP tersebut perusahaan bisa mensinergikan keseluruhan proses bisni yang ada
sehingga dicapai suatu proses bisnis yang efisien dan efektif, serta memberikan kemudahan
bagi terjadinya transfer pengetahuan antar masing-masing karyawan maupun antar divisi.
Selain itu perusahaan mampu membrikan pelayanan yang semakin baik kepada konsumen
dan memberikan produk yang lebih segar dan berkualitas tinggi yang merupakan driver
utama dari permintaan konsumen, terakhir keunggulan operasional merupakan keunggulan
kompetitif perusahaan dibanding pesaing, karena perusahaan mampu menekan biaya
seminimal mungkin hasil dari efisiensi dan efektifitas kerja lini bisnis selagi mempertahankan
nilai yang ada. Kondisi tersebut mampu diperankan dengan sangat baik oleh perusahaan.
Kelemahan GLOBE
Disamping segala keuntungan dan manfaat yang didapat oleh perusahaan terkait
dengan penerapan sistem ERP ini terdapat pula hambatan-hambatan yang ditimbulkannya.
Sistem ERP dirancang khusus untuk menyesuaikan kompleksitas operasional perusahaan
besar yang memang dalam operasionalnya memerlukan proses bisnis yang kompleks. Sistem
ini dirancang agar mampu menyederhanakan proses bisnis tersebut agar lebih sistematis dan
rapi tanpa menghilangkan aspek-aspek penting dari proses bisnis yang berjalan.
Kecenderungan yang ada sepertinya banyak perusahaan yang hanya mendelegasikan input
data kepada seseorang atau tim dari divisi tertentu, bila seseorang atau tim tersebut
mengalami kendala apapun dalam operasionalnya, maka sistem tersebut akan terhambat
bahkan tidak berjalan.
3. SCM (Supply Chain Managenent)
Rantai pasokan Nestle memastikan bahwa Nestle products dapat diakses, di mana pun
konsumen di suatu negara. Nestle bertujuan untuk mengumpulkan proses dari peternakan ke
pasar, dan pastikan produk yang didistribusikan kepada konsumen pada waktu yang tepat,
biaya yang tepat dan dalam jumlah yang akurat. Pada kuartal pertama tahun 2006, Nestle
membuktikannya dengan menghadirkan kg 136 juta menakjubkan dari Nestl produk.
Fungsi rantai pasokan Nestle
1. Optimalkan dan konsolidasi sumber daya dan proses untuk biaya-rendah tapi efisien
2. Mengembangkan dan mengelola jaringan pasokan sederhana dan efektif untuk
mencapai tingkat layanan yang tinggi
3. Ciptakan budaya perbaikan terus-menerus didorong oleh ukuran kinerja dan imbalan.
Untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka, perusahaan memilih metode kedua
pemasaran saluran yang konvensional dan vertikal. Saluran Inkonvensional, Nestle Pure Life
didistribusikan di antara pedagang grosir dan dari grosir, produk tersebut didistribusikan ke
retailersand dari pengecer, produk sampai ke konsumen akhir. Nestle Pure Life juga
disampaikan langsung ke konsumen membuang saluran distribusi vertikal. Pada saluran ini,
biaya dapat diminimalkan
PT. Nestle mengintegrasikan kegiatan logistiknya dimulai dari pemasokan bahan baku
untuk mengoptimalkan kegiatan operasional pabrik sampai dengan pendistribusian barang-
barang produksi kepada end customer. Salah satu contohnya adalah susu DANCOW.

Penjelasan:
Bahan mentah yang terdapat pada komposisi susu terdiri dari : Susu Sapi, susu bubuk krim,
campuran minyak nabati, maltndeksrin, gula bubuk, kakao, oligofruktosa, inulin, mineral,
vitamin, lesitin kedelai, laktosa, minyak ikan, vanili. Selanjutnya bahan mentah tersebut
dikirim ke suplier bahan baku yang nantinya akan diolah pada pabrik susu dimana
pengolahan mencakup gudang yang dimulai dari pembuatan susu sampai pengemasan susu
bubuk. Setelah proses pengolahan selesai kemudian dikirim ke distributor untuk dipasarkan
ke supermarket dan pengecer sampai akhirnya dikonsumsi oleh konsumen.
4. CRM (Customer Relationship Managenent)
Penerapan CRM akan lebih optimal jika dibantu dengan teknologi. Sebab, dengan
bantuan teknologi maka CRM akan meningkatkan pengetahuan yang mendalam tentang
pelanggan, meningkatkan akses bagi pelanggan, menciptakan interaksi dengan pelanggan
yang lebih efektif dan integrasi melalui seluruh saluran (channels) serta fungsi-fungsi internal
(back office) perusahaan.
Salah satu contoh perusahaan yang telah menerapkan CRM adalah PT. Nestl Indonesia
dengan meluncurkan Sahabat Nestle (https://www.sahabatnestle.co.id). Web tersebut
menyediakan beberapa fasilitas seperti :
1. Berbagi resep makanan sehat
2. Dunia Bayi
3. Informasi tentang makanan dan gizi
4. Parenting
5. Promo
6. Kalender event-event yang akan diadakan oleh Nestl
7. Dan lain-lain
Dalam website tersebut customer serasa dimanjakan dan diperhatikan oleh Nestl.
Sedangkan keuntungan yang didapatkan oleh Nestl adalah:
1. Memiliki space untuk arena promosi
2. Memiliki space untuk arena survey
3. Memiliki space untuk melakukan diskusi (tanya jawab) dengan customer secara
langsung
4. Mendapatkan keinginan pasar melalui saran dan kritik dari feedback customer
5. Peningkatan kepercayaan terhadap produk-produk Nestl.

Kelompok 6
Gustomi Yus Windarsono 201510160311012
Syarif Gady 201510160311044
Muhammad Iqbal Wahyudi 201510160311053