Anda di halaman 1dari 15

TUGAS HIDROLIKA

NILAI KEKASARAN SALURAN

KELOMPOK 14 (XIV)

Dibuat Oleh:

TAN SRI GAJALI ( NPM 16.611.050 )


YENNI ASTRIA ( NPM 16.611.051 )

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK DAN SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS YAPIS PAPUA (UNIYAP)


JAYAPURA 2017
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ........................................................................................ i

KATA PENGANTAR .................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................. iii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 1

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Definisi Hidrolika Kekerasan Aliran Saluran ....................................... 2


2.2 Rumus Chezzy ........................................................................................ 2
2.3 Rumus Manning ................................................................................... 4
2.4 Rumus Strikler ....................................................................................... 4

BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 11


3.2 Contoh Soal .......................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 12

DAFTAR GAMBAR

Tabel 1.1 Bentuk-BentukSaluran ................................................................. 3

Tabel 1.2 Tabel Manning, Chezzy, Strikler ................................................... 4


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Atas Berkatnya,
Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Kelompok makalah Hidrolika tentang Nilai
Kekasaran Saluran.

Kami secara kelompok dalam melakukan tugas banyak mendapatkan pengetahuan lain di
dalam pembuatan makalah ini. Serta kami telah berusaha dan menyadari sepenuhnya akan
keterbatasan pengetahuan dalam menyelesaikan makalahini, untuk itu kami mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Harapan kami semoga memalui makalah ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dan bagi pembaca semuanya.

Jayapura, 24 September 2017

Hormat kami

Kelompok 14
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kata Hidrolika berasal dari bahasa Yunani hydraulikos, yang merupakan gabungan dari
hydro yang berarti air dan aulos yang berarti pipa. Hidrolika merupakan satu topik dalam Ilmu
terapan dan keteknikan yang berurusan dengan sifat-sifat mekanis fluida, yang mempelajari
perilaku aliran air secara mikro maupun makro.

Topik bahasan hidrolika membentang dalam banyak aspek sains dan disiplin keteknikan,
mencakup konsep-konsepnya seperti aliran tertutup (pipa), perancangan bendungan, pompa,
turbin, tenaga air, hitungan dinamika fluida, pengukuran aliran, serta perilaku aliran saluran
terbuka seperti sungai dan selokan.

1.2 RumusanMasalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:


Menjelaskan Materi Hidrolika, Membahas Kekerasan Aliran Saluran

1.3 Tujuan

Tujuan dari makalah ini, yaitu: Mengetahui Materi Hidrolika Tentang Kekerasan Aliran
Saluran

BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Hidrolika Kekerasan

Di dalam praktek, faktor penting dalam studi hidraulika adalah kecepatan aliran V atau
debit aliran Q. Dalam hitungan praktis, rumus yang banyak digunakan adalah persamaan
kontinuitas, Q = AV, dengan A adalah tampang aliran.

Kekerasan dalam Saluran merupakan koefisien hambatan yang terjadi didalam proses
Hidrolika sehingga terjadi penurunan debit dalam saluran dan telah diteliti oleh para Ahli seperti
dalam rumus : MANNING, CHEZZY dan STRICKLER

Apabila kecepatan dan tampang aliran diketahui, maka debit aliran dapat dihitung.
Demikian pula jika kecepatan dan debit aliran diketahui maka dapat dihitung luas tampang aliran
yang diperlukan untuk melewatkan debit tersebut.

Dengan kata lain dimensi pipa atau saluran dapat ditetapkan. Biasanya debit aliran
ditentukan oleh kebutuhan air yang diperlukan oleh suatu proyek (kebutuhan air minum suatu
kota, untuk irigasi, debit pebangkitan tenaga listrik, dan sebagainya) atau debit yang terjadi pada
proyek tersebut (debit aliran melalui sungai). Dengan demikian besarnya debit aliran adalah
sudah tertentu. Berarti untuk bisa menghitung tampang aliran A, terlebih dahulu harus dihitung
kecepatan V. Rumus kecepatan ini diperoleh secara Matematis-Empiris yaitu berdasarkan
percobaan- percobaan yang dilakukan CHEZY, MANNING dan STRICKLER

PARAMETER DAN GEOMETRIK SALURAN TERBUKA

I. RUMUS CHEZZY

Seperti yang telah diketahui, bahwa perhitungan untuk aliran melalui saluran terbuka hanya
dapat dilakukan dengan menggunakan rumus-rumus empiris, karena adanya banyak variabel
yang berubah. Untuk itu berikut ini disampaikan rumus-rumus empiris yang banyak digunakan
untuk merencanakan suatu saluran terbuka.

Chezy berusaha mencari hubungan bahwa zat cair yang melalui saluran terbuka akan
menimbulkan tegangan geser (tahanan) pada dinding saluran, dan akan diimbangi oleh
komponen gaya berat yang bekerja pada zat cair dalam arah aliran. Di dalam aliran seragam,
komponen gaya berat dalam arah aliran adalah seimbang dengan tahanan geser, dimana tahanan
geser ini tergantung pada kecepatan aliran. Setelah melalui beberapapenurunan rumus, akan
didapatkan persamaan umum :

V = C R I

Dengan V adalah Kecepatan aliran (m/det), R =A/P=adalah Jari-jari Hydraulik (m), I adalah
Kemiringan dasar saluran dan C adalah Koefisien Chezy, A-luas basah P=keliling basah

nilai koefisien CHEZY


II. RUMUS MANNING

Rumus Manning yang banyak digunakan pada pengaliran di saluran terbuka, juga berlaku untuk
pengaliran di pipa. Rumus tersebut mempunyai bentuk:

V = 1/n R2/3 I1/2

Dengan n adalah koefisien Manning dan R adalah jari-jari Hydraulik, yaitu perbandingan antara
luas tampang aliran A dan keliling basah P.

Untuk pipa lingkaran, A = D2/4 dan P = D , sehingga:

Atau

D = 4R
Angka kekasaran menurut MANNING
III. RUMUS STRICKLER

Rumus Strickler yang banyak digunakan pada pengaliran di saluran terbuka, juga berlaku untuk
pengaliran di pipa. Rumus tersebut mempunyai bentuk:

V = k R2/3 I1/2

Dengan k adalah koefisien Strickler dan R adalah jari-jari Hydraulik, yaitu perbandingan antara
luas tampang aliran A dan keliling basah P.

Angka kekasaran STRICKLER

Koefisien kekasaran Strickler yang dianjurkan (m1/3 /detik) adalah

saluran pasangan 60

saluran beton 70

saluran tanah bersih 30-45

saluran bersemen plesteran 70


DIMENSI OPTIMUM SALURAN TERBUKA

Dimensi optimum adalah suatu dimensi saluran yang memberikan energi minimum dan
memberikan aliran yang maksimum atau debitnya maksimum
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kekerasan Saluran dalam Hidrolika merupakan koefisien yang menghambat debit air
yang mengalir dalam saluran terbuka dan saluran tertutup.
Walaupun pada umumnya perencanaan saluran ditujukan untuk karakteristik saluran buatan,
namun konsep hidrauliknya dapat juga diterapkan samabaiknya pada saluran alam, apabila
saluran terbuka terhadap atmosfer seperti sungai, kanal, gorong-gorong, maka alirannya disebut
aliran saluran terbuka(open channel flow) atau aliran permukaan bebas(free surface
flow).Adapun aliran yang mempunyai penampang penuh seperti aliran melalui suatu pipa,
disebut aliran saluran tertutup atau aliran penuh (fullflow).

Dalam perencanaannya elemen geometri pada hidrolika mesti diperhatikan, seperti:

1. Luas penampang (area)


2. Lebar Permukaan (top width)
3. Keliling Basah (Wetted Parimeter) dan
4. Jari-jari Hydraulik (Hydraulic Radius).

3.2 CONTOH SOAL SOAL :

Saluran terbuka berbentuk segiempat terbuat dari pasangan batu bata yang difinish dengan
plester & aci (n=0,025). Apabila kemiringan dasar saluran adalah 0,00015. dan diinginkan
mampu mengalirkan air 10 m3/detik.

Hitung Dimensi saluran.

Jawab :

Penentuan dimenssi ini sebenarnya bebas saja terserah perencana ,,,,,,.. .

Tapi ada kondisi dimana dimensi tertentu akan memberikan dimensi yang ekonomis , misalnya
jenis saluran plester maka b- 2 h ( b= lebar saluran dan h- dalamnya air)

sehingga A = b . h = 2h . h = 2 h2

dan P = h+b+h = h+2h+h=4 h

maka R = A/P = 2 h2 / 4h = h/2

karena nilai kekasaran saluran yang diketahui hanya manning maka kecepatan dihitung dengan

V = 1/n R2/3 I1/2 = 1/0.025 x (h/2)2/3 (0.0016)1/2 = 40 x ((h/2)2/3 ) x 0.04

Q=A,V

10 = 2 h2 x 40 x ((h/2)2/3 ) x 0.04

dengan cara coba ralat (trial and error), maka diperoleh. h= 3.20 meter
Saluran segiempat dengan lebar 5,0 m dan kedalaman aliran 1,5 m mempunyai kemiringan dasar
0,0005. Hitung debit aliran apabila koefisien Chezy adalah 40.

Penyelesaian :

Lebar dasar saluran : B = 5,0 m

Kedalaman aliran : h = 1,5 m

Kemiringan dasar saluran : I = 0,0005

Koefisien Chezy : C = 40

Luas tampang aliran : A = Bh = 5,0 x 1,5 = 7,5 m2

Keliling basah : P = B + 2h = 5,0 + 21,5 = 8,0 m

Jari-jari hidraulis : R = A/P = 7,5/8 = 0,9375 m

Kecepatan aliran : V = C R I = 40 0,9375 x 0,0005 = 0,866 m/d

Debit aliran : Q = A V = 7,5 x 0,866 = 6,495 m3/d

Saluran segiempat dengan lebar 3,5 m dan kedalaman aliran 1,5 m melewatkan debit 5 m3/d.
Hitung kemiringan dasar saluran apabila koefisien Manning adalah 0,02.

Penyelesaian :

Lebar dasar saluran : B = 5,0 m

Kedalaman aliran : h = 1,5 m

Debit aliran : Q = 5,0 m3/d

Koefisien Manning : n = 0,02

Luas tampang aliran : A = Bh = 5,0 x 1,5 = 7,5 m2

Keliling basah : P = B + 2h = 5,0 + 21,5 = 8,0 m

Jari-jari hidraulis : R = A/P = 7,5/8 = 0,9375 m

Kecepatan aliran dihitung dengan rumus manning :

= V = 1/n R2/3 I1/2

Debit aliran : Q = A V 5 = 5,25 x 43,365 I1/2

I = 0,00048 0,0005

Saluran trapesium dengan lebar dasar 5,0 m dan kemiringan tebing 1 : 1. hitung debit aliran
apabila kedalaman aliran ada;ah 1,0 m. Koefisien Manning n = 0,025 dan kemitingan dasar
saluran 0,001.

Penyelesaian :

Luas tampang aliran : A = [B+(B+2mh)]0,5h = (B+mh)h

= (5+11)1 = 6 m2

Keliling basah : P = B + 2h = 5,0 + 21= 7,8284 m


Jari-jari hidraulis : R = = 0,7664 m

Debit aliran : Q = AV = A 1/n R2/3 I1/2

= 6.356 m3

Saluran trapesium dengan lebar dasar 5,0 m dan kemiringan tebing 1 : 1. debit aliran Q = 10
m3/d. Hitung kedalaman aliran apabila koefisien Chezy C = 50 dan kemiringan dasar saluran
0,001.

Penyelesaian :

Lebar dasar saluran : B = 5,0 m

Debit aliran : Q = 10,0 m3/d

Kemiringan tebing : 1 : 1 m = 1

Kemiringan dasar : I = 0,0001

Koefisien Chezy : C = 50

Luas tampang aliran :

A = [B+(B+2mh)]0,5h = (B+mh)h = (B+h)h

Keliling basah : P = B + 2h = B + 2h

Jari-jari hidraulis : R =

Debit aliran : Q = AV = A C R I

10 = (5+h)h x 50 x R I

6,3246 = (5 + h) h

Persamaan di atas diselesaikan dengan metode iterasi yang akhirnya diperoleh:

h = 1,125 m

Air mengalir melalui pipa lingkaran berdiameter 3,0 m. Apabila kemiringan dasar saluran adalah
0,0025, hitung debit aliran apabila kedalaman aliran adalah 0,9 D. Koefisien Chezy adalah C =
50.

Penyelesaian :

Diameter pipa : D = 3,0 m

Kemiringan dasar saluran : I = 0,0025

Kedalaman aliran : h = 0,9D

Koefisien Chezy : C = 50

cos = = 0,8

= cos-1 0,8 = 36,87

Luas tampang basah : A = luas ABCD

= luas AOCD + luas AOC


=

= 0,62452 D2 + 2 x x 0,5 D sin (36,87)x0,5D cos (36,87)

= 0,74452 D2 = 0,74452 (3)2 = 6,7 m2

Keliling basah : P = busur ADC

Busur ADC = D = 2,4981 D =7,49427 m

Jari-jari hidraulis : R = = 0,894 m

Debit aliran : Q = AV = AC= 6,7 x 50 =15,837 m3/d

Air mengalir melalui pipa lingkaran berdiameter 2,0 m. Apabila kemiringan dasar saluran adalah
0,0025, hitung debit aliran apabila kedalaman aliran adalah 1,0 m. Koefisien Manning n = 0,015.

Penyelesaian :

Diameter pipa : D = 2,0 m

Kemiringan dasar saluran : I = 0,0025

Kedalaman aliran : h = 1,0 m

Koefisien Manning : n = 0,015

Luas tampang aliran : A = =1,5708 m2

Keliling basah : P = = 3,1416

Jari-jari hidraulis : R = = 0,5 m

Debit aliran : Q = AV = A

= = 3,298 m3/d

Saluran segiempat dengan luas tampang basah 10 m2. Hitung dimensi ekonomis dan debit aliran,
apabila kemiringan dasar saluran adalah 0,001 dan C = 50.

Penyelesaian :

Luas tampang aliran : A = 10 m2

Kemiringan dasar saluran : I = 0,001

Koefisien Chezy : C = 50

Kemiringan tebing : m = 0

Persyaratan saluran ekonomis :

B + 2mh = 2h
B = 2h

Luas tampang aliran :

A = Bh = 10

Substitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) didapat :

(2h)h = 10 h = 2,24

B = = 4,46 m

Dimensi saluran adalah B = 4,46 m dan h = 2,24 m

P = B + 2h = 4,46 + 22,24 = 8,94 m

R = =1,119 m

Q = AV = AC= 10 x 50 =16,726 m3/d

Saluran segiempat mengalirkan debit 20 m3/d dengan kecepatan 2 m/d. Tentukan dimensi
ekonomis saluran. Apabila koefisien Manning n = 0,022, berapakah kemiringan dasar saluran.

Penyelesaian :

Debit aliran : Q = 20 m3/d

Kecepatan aliran : V = 2 m/d

Koefisien Manning : n = 0,022

Luas tampang aliran :

A = =10 m2

Persyaratan saluran ekonomis :

B + 2mh = 2h

B = 2h

A = Bh 10 = Bh

Substitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2) diperoleh :

10 = 2h2 h = 2,24 m

B = 2h = 4,47 m

Keliling basah : P = B + 2h = 4,47 + 2 x 2,24 = 8,95 m

Jari-jari hidraulis : R = =1,117 m

Kecepatan aliran dihitung dengan rumus Manning :

2=

I = 0,00167
Saluran trapesium dengan kemiringan sisi tebing 1 : 2 (vertikal : horisontal) dan kemiringan
dasar saluran 0,0005. Tentukan dimensi ekonomis saluran apabila debit aliran 25 m3/d. Koefisien
Manning n = 0,02.

Penyelesaian :

Kemiringan tebing : m = 2

Kemiringan dasar saluran : I = 0,0005

Debit aliran : Q = 25 m3/d

Koefisien kekasaran Manning : n = 0,02

Luas tampang aliran : A = (B + mh)h = (B + 2h)h

Keliling basah : P = B + 2h= B + 2h= B + 2h

Jari-jari hidraulis : R =

Debit aliran : Q = AV = A

25 = (B + 2h)h

22,361 = (B + 2h)

Persyaratan ekonomis :

B + 2mh = 2h

B + 4h = 2h

B = 2h 4h = 0,4721 h

Substitusi persamaan (2) ke dalam persamaan (1) menghasilkan :

22,361 = (0,4721 h + 2 h ) h

= 2,4721 h2

22,361 = 1,5573 h 8/3 h = 2,716 m

B = 0,4721 h = 1,282 m

Jadi dimensi saluran ekonomis adalah B = 1,282 m dan h = 2,716 m.

Debit aliran apabila kedalaman aliran air h = 2 m :

A = (B + 2h)h = (1,282 + 2 x 2)2 = 10,564 m2

Keliling basah : P = B + 2h= 1,282 + 22=10,226 m

R = = 1,033

Q = 10,564 = 12,069 m3/d