Anda di halaman 1dari 6

RHAMA DARMAWAN

MAGNESIUM DAN NATRIUM

1. Definisi

1.1 Magnesium
Magnesium adalah logam alkali tanah dan elemen kedua yang terletak di baris
kedua dari tabel periodik. Ini adalah unsur kedelapan yang paling berlimpah di Bumi.
Atom magnesium memiliki 12 elektron dan 12proton. Ada dua elektron valensi di kulit
terluarnya
Magnesium merupakan kation terbanyak ke empat di dalam tubuh dan kation
terbanyak kedua di dalam intraseluler setelah potasium. Magnesium (Mg) mempunyai
peranan penting dalam struktur dan fungsi tubuh manusia. Tubuh manusia dewasa
mengandung kira-kira 25 gram magnesium (Topf and Murray, 2003). Distribusi
magnesium dalam tubuh diperkirakan 66% di dalam tulang, 33% di dalam otot dan
jaringan lunak, dan kurang lebih 1% dalam darah.

1.2 Natrium
Natrium adalah logam yang sangat lembut yang dapat dengan mudah dipotong
dengan pisau. Natrium dalam bentuk murni sangat reaktif. Natrium berwarna putih
keperakan dan jika terbakar mengeluarkan api berwarna kuning. Natrium atau sodium
adalah sebuah mineral yang ditemukan dalam tubuh dan dalam banyak makanan.
Natrium merupakan nutrisi penting untuk mempertahankan mempertahankan volume
darah, mengatur keseimbangan air dalam sel, dan menjaga fungsi saraf. Ginjal
mengontrol keseimbangan natrium dengan meningkatkan atau menurunkan natrium
dalam urin.
2. Sifat dan karakter
2.1 Magnesium
Dalam kondisi standar magnesium merupakan logam ringan dengan warna putih
keperakan. Bila terkena udara, magnesium akan memudar. Ketika magnesium
bersentuhan dengan air, magnesium akan bereaksi dan menghasilkan gas hidrogen. Jika
terendam air, Anda akan melihat gelembung gas mulai terbentuk.
Magnesium sangat diperlukan dalam tubuh terutama terlibat dalam lebih 300
reaksi metabolik esensial. Hal tersebut diperlukan untuk metabolisme energi,
penggunaan glukosa, sintesis protein, sintesis dan pemecahan asam lemak, kontraksi
otot, seluruh fungsi ATPase, hampir seluruh reaksi hormonal

2.2 Natrium
Natrium akan mengapung di atas air, tetapi juga akan bereaksi ketika bersentuhan
dengan air. Ketika natrium bereaksi dengan air menghasilkan natrium hidroksida dan
gas hidrogen.
Unsur Natrium paling terkenal karena banyak senyawa yang berguna seperti
garam meja (NaCl), natrium nitrat (Na2CO3), dan baking soda (NaHCO3). Banyak
senyawa bentuk natrium yang larut dalam air, yang berarti mereka larut dalam air.

3. Sifat fungsional
3.1 Magnesium (Anti DM tipe 2)
Kelainan sistem organ tubuh yang terjadi pada penderita diabetes merupakan
salah satu dari dua kondisi berikut: pancreas gagal memproduksi insulin, atau tubuh
tidak dapat menggunakan insulin secara maksimal. Oleh karena itu, makanan yang
dikonsumsi tidak dapat dicerna oleh tubuh. Pada keadaan lain pancreas menghasilkan
insulin tetapi insulin tidak bekerja sebagaimana mestinya, hal ini disebut resistensi
insulin
Diabetes Mellitus tipe 2 disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus
(NIDDM) terjadi karena gangguan metabolism tubuh. Ada dua masalah utama yang
berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin
Pada Diabetes Melitus Tipe 2 terjadi resistensi insulin, dimana salah satu faktor
yang dapat menyebabkan resistensi insulin adalah kurangnya asupan magnesium. Peran
potensial magnesium dalam penyakit Diabetes Melitus adalah memperbaiki sensitifitas
insulin. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ada hubungan terbalik
antara asupan magnesium dengan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2.
Menurut Larsson (2007) magnesium akan mempermudah glukosa masuk ke
dalam sel dan dan juga merupakan kofaktor dari berbagai enzim untuk oksidasi glukosa.
Pentingnya asupan magnesium yang cukup terutama pada individu dengan Diabetes
Melitus dapat dikaitkan dengan perannya dalam pemeliharaan homeostatis glukosa
darah bersama dengan aktivasi faktor-faktor yang terlibat dalam sensitivitas insulin
(Cristane et al, 2011). Kurangnya kadar magnesium di dalam tubuh akan mengurangi
aktivitas tirosin kinase didalam reseptor insulin, hal ini akan berdampak terhadap
penurunan sensitifitas insulin (Yiqing et al, 2013) dimana asupan magnesium
berbanding terbalik terhadap risiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2. Potensi peran
protektif asupan magnesium terhadap diabetes melitus tipe 2 adalah kemampuannya
untuk memperbaiki sensitifitas insulin (Larsson,2007).
Pada Penderita DM tipe 2 biasanya akan diberi obat golongan biguanid.
Mekanisme obat golongan biguanid dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah
dengan memperbaiki transport glukosa ke dalam sel otot yang dirangsang oleh insulin,
menurunkan produksi glukosa hati dengan jalan mengurangi glukogenolisis dan
gluconeogenesis (Soegondo, 2009). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa asupan
magnesium yang cukup sesuai dengan kebutuhan dapat memperbaiki sensitifitas
insulin.
3.2 Magnesium (Anti Hipertensi)
Sifat fungsional magnesium dalam mencegah atau mengurangi resiko
hipertensi yaitu dengan melebarkan otot otot yang mengedarkan darah dalam tubuh
sehingga peredaran darah akan lancar dan maksimal yang menyebabkan tekanan darah
menjadi stabil dan mengurangi resiko terjadinya hipertensi. Hipertensi disebabkan otot-
otot yang menyempit dan tekanan darah pada tubuh tidak teratur.
3.3 Natrium (Penetral PH tubuh)
Natrium berperan penting untuk menjaga metabolisme tubuh. Dalam kinerjanya
mendukung metabolisme tubuh, Na bekerja sama dengan Cl dan bikarbonat. Na, Cl, dan
bikarbonat akan membantu keseimbangan pH dalam tubuh kita. Dengan kata lain,
mengatur keseimbangan asam basa agar tubuh tetap pada kisaran pH netral. Na yang
sering berikatan dengan basa, serta Cl yang sering berikatan dengan asam akan
membantu menetralkan kemungkinan pH yang terlalu ekstrim, mungkin pH terlalu
asam atau pH terlalu basa.

4. Modus aksi
4.1 Magnesium (DM tipe 2)
Siklus magnesium dalam mencegah Diabetes Mellitus tipe 2 yakni, Asupan
magnesium yang kita konsumsi sehari-hari akan masuk kedalam sistem pencernaan
kemudian 66% akan ke tulang, 33% ke otot dan 1% kedalam darah. magnesium di
dalam tubuh akan meningkatkan aktivitas tirosin kinase didalam reseptor insulin, hal ini
akan berdampak terhadap kenaikkan sensitifitas insulin yang berarti akan menurunkan
insulin resistence. Tidak hanya itu magnesium juga akan mempermudah glukosa masuk
ke dalam sel dan dan juga menjadi kofaktor dari berbagai enzim untuk oksidasi glukosa,
sehingga kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol
4.2 Magnesium (Anti Hipertensi)
Magnesium yang masuk kedalam tubuh akan membuat otot menjadi lebih
rileks dan melebar. Pelebaran otot akan mengoptimalkan pengangkutan darah keseluruh
tubuh sehingga tekanan darah dalam tubuh menjadi seimbang dan teratur. Sehingga
asupan magnesium dalam tubuh dapat menjadi Anti Hipertensi dengan cara melebarkan
otot-otot tubuh sehingga peredaran darah dan tekanan darah menjadi lancar.
4.3 Natrium (Penetral PH tubuh)
Na yang sering berikatan dengan basa, serta Cl yang sering berikatan dengan
asam akan membantu menetralkan kemungkinan pH yang terlalu ekstrim, mungkin pH
terlalu asam atau pH terlalu basa. Jadi kedua senawa tersebut akan saling bersinergi
untuk menetralkan PH didalam tubuh.
DAFTAR PUSTAKA

Cristiane Hermes Sales, Lucia Ftima Campos Pedrosa, Josivan Gomes Lima, Telma
Maria Arajo Moura Lemos, Clia Colli. Influence Of Magnesium Status and
Magnesium Intake On The Blood Glucose Control In Patient WithTtype 2
Diabetes. Elsevier Ltd Eur Soc Clin Nutr Metab; 2011.

Larsson SC, Wolk A. Magnesium Intake and Risk of Type 2 Diabetes: a meta-analysis.
J Intern Med. 2007 Aug; 262(2):20814.

Soegondo S. Prinsip Penanganan Diabetes, Insulin dan Obat Hipoglikemik Oral. 2nd ed.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2009.

Yiqing Song, Qi Dai, Ka He. Magnesium Intake, Insulin Resistance, and Type 2
Diabetes. North Am J Med Sci. 2013 Jan; 6:9 15.