Anda di halaman 1dari 9

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB

Kajian Hubungan Faktor-faktor yang Membentuk Perilaku


Masyarakat Terhadap Pola Pembuangan Sampah di Luwuk
Sitti Aisyah Putri(1), Heru Purboyo Hidayat Putro(2)
(1)
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
(SAPPK), Institut Teknologi Bandung
(2)
Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
(SAPPK), Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Salah satu faktor yang semakin memperburuk kondisi persampahan di suatu wilayah adalah perilaku
dan ketidakpedulian masyarakat setempat akan pentingnya penanganan sampah yang baik. Salah
satu perilaku yang hingga kini masih ada dalam kehidupan masyarakat yaitu perilaku membuang
sampah sembarangan. Luwuk, kota yang terletak di Kabupaten Banggai Propinsi Sulawesi Tengah,
dahulu memiliki julukan sebagai Kota Berair yang artinya bersih, aman, indah dan rapi. Namun,
seiring kemajuan kota Luwuk yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan penduduk yang
signifikan, mengakibatkan pengaruh yang sangat besar bagi sektor persampahan yang membuat
Luwuk menjadi kota sampah. Julukan Luwuk sebagai Kota sampah tidak lepas dari perilaku
masyarakat setempat yang masih mengesampingkan hal untuk membuang sampah pada
tempatnya. Perilaku masyarakat Luwuk yang masih membuang sampah sembarangan membuat
Luwuk menjadi tidak seindah dan sebersih dahulu. Masyarakat yang tinggal di dekat sungai,
memanfaatkan sungai untuk membuang sampah. Hal yang sama juga terjadi pada masyarakat yang
tinggal di dekat pantai, mereka memanfaatkan pantai sebagai tempat pembuangan sampah.
Permasalahan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya di Luwuk adalah gambaran bahwa
masyarakat masih melakukan kegiatan membuang sampah sembarangan. Fokus permasalahan
dalam penelitian ini yaitu perilaku masyarakat yang cenderung membuang sampah di sungai dan
pantai di sekitar permukiman sehingga terjadi penumpukan sampah di sungai dan pantai.Tujuan dari
penelitian ini yaitu mengkaji hubungan antara faktor-faktor yang membentuk tindakan dan perilaku
masyarakat dengan pola pembuangan sampah rumah tangga di Luwuk. Sedangkan sasaran yang
akan dicapai dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan faktor-faktor yang membentuk perilaku
masyarakat yaitu persepsi masyarakat, perilaku masyarakat, produksi sampah dan fakta lapangan,
serta wawasan masyarakat dengan pola pembuangan sampah (treatment) dalam hal ini kebiasaan
masyarakat yang membuang sampah di sungai dan di pantai. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan metode analisis bivariat. Kesimpulan dari penelitian ini
yaitu perilaku masyarakat dan wawasan masyarakat memiliki hubungan yang signifikan terhadap
pola pembuangan sampah (treatment), sedangkan rekomendasi dari penelitian ini adalah
penambahan tempat sampah komunal di lingkungan permukiman penduduk.

Kata-kunci: perilaku masyarakat, pola pembuangan sampah, sampah, waste treatment

Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2 | 419


Faktor-Faktor yang Membentuk Perilaku Masyarakat Terhadap Pola Pembuangan Sampah
Pengantar masyarakat yang tinggal didekat pantai, mereka
memanfaatkan pantai sebagai tempat
Latar Belakang pembuangan sampah.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia Penelitian ini dianggap penting karena masalah
akan menimbulkan zat buang baik berupa gas, perilaku membuang sampah sembarangan
cair, maupun padat yang juga disebut sebagai dapat menimbulkan dampak negatif seperti
sampah. Sampah merupakan hal yang kerap banjir yang umumnya disebabkan oleh sampah
menjadi masalah di suatu wilayah khususnya organik, plastik atau kaleng-kaleng yang sulit
perkotaan. Pertambahan jumlah penduduk di terurai.Oleh karena itu perlu dilakukan kajian
perkotaan yang pesat berdampak terhadap tentang perilaku masyarakat terhadap pola
peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. pembuangan sampah di Luwuk. Penelitian ini di
Peningkatan jumlah sampah yang tidak diikuti fokuskan pada sampah rumah tangga yang
oleh perbaikan dan peningkatan sarana dan berasal dari permukiman warga yang terletak di
prasarana pengelolaan sampah mengakibatkan sekitar sungai dan pantai di Luwuk.
permasalahan sampah menjadi komplek, antara
lain sampah tidak terangkut dan terjadi Permasalahan
pembuangan sampah liar, sehingga
menimbulkan berbagai penyakit, kota kotor, bau Permasalahan pembuangan sampah yang tidak
tidak sedap, mengurangi daya tampung sungai pada tempatnya di Luwuk adalah gambaran
dan lain-lain. bahwa masyarakat masih melakukan kegiatan
membuang sampah sembarangan. Fokus
Salah satu faktor yang semakin memperburuk permasalahan dalam penelitian ini yaitu perilaku
kondisi persampahan di suatu wilayah adalah masyarakat yang cenderung membuang sampah
perilaku dan ketidakpedulian masyarakat di sungai dan pantai di sekitar permukiman
setempat akan pentingnya penanganan sampah sehingga terjadi penumpukan sampah di sungai
yang baik. Salah satu perilaku yang hingga kini dan pantai.
masih ada dalam kehidupan masyarakat yaitu
perilaku membuang sampah sembarangan. Tujuan dan Sasaran

Luwuk adalah kota yang terletak di Kabupaten Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji
Banggai Propinsi Sulawesi Tengah yang dahulu hubungan antara faktor-faktor yang membentuk
memiliki julukan sebagai Kota Berair yang tindakan dan perilaku masyarakat dengan pola
artinya bersih, aman, indah dan rapi. Namun, pembuangan sampah rumah tangga di Luwuk.
seiring kemajuan kota Luwuk yang berdampak
Sedangkan sasaran yang akan dicapai yaitu
pada peningkatan pertumbuhan penduduk yang
mengetahui hubungan faktor-faktor yang
signifikan, mengakibatkan pengaruh yang
membentuk perilaku masyarakat yaitu persepsi
sangat besar bagi sektor persampahan yang
masyarakat, perilaku masyarakat, produksi
membuat Luwuk menjadi kota sampah.
sampah dan fakta lapangan, serta wawasan
Julukan Luwuk sebagai kota sampah tidak
masyarakat dengan pola pembuangan sampah
lepas dari perilaku masyarakat setempat yang
(treatment) dalam hal ini kebiasaan masyarakat
masih mengesampingkan hal untuk membuang
membuang sampah di sungai dan di pantai.
sampah pada tempatnya. Perilaku masyarakat
Luwuk yang masih membuang sampah
Kajian Literatur
sembarangan membuat Luwuk menjadi tidak
seindah dan sebersih seperti sebelumnya. Persepsi Masyarakat
Masyarakat yang tinggal di dekat sungai,
memanfaatkan sungai untuk membuang Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan
sampah. Hal yang sama juga terjadi pada sampah rumah tangga berhubungan dengan
420 | Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2
Sitti Aisyah Putri
persepsi. Persepsi terhadap pengelolaan sampah suatu hal yang salah dan wajar untuk
rumah tangga akan mendasari seseorang untuk dilakukan;
bertindak, sehingga diperlukan persepsi yang b. Norma dari lingkungan sekitar seperti
positif agar masyarakat turut berpartisipasi. keluarga, sekolah, masyarakat, atau bahkan
Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan tempat pekerjaan. Pengaruh lingkungan
sampah rumah tangga dipengaruhi oleh faktor merupakan suatu faktor besar didalam
internal dan eksternal individu. Faktor internal munculnya suatu perilaku. Contohnya,
individu adalah faktor yang berasal dari dalam pengaruh lingkungan seperti membuang
diri individu, seperti usia, jenis kelamin, sampah sembarangan, akan menjadi faktor
pendidikan, pekerjaan, pendapatan, besar dalam munculnya perilaku membuang
pengetahuan dan pengalaman. Sedangkan sampah sembarangan;
faktor eksternal individu adalah faktor yang c. Seseorang akan melakukan suatu tindakan
berasal dari luar diri individu, seperti peran yang dirasa mudah untuk dilakukan. Jadi,
pemerintah/tokoh masyarakat serta sarana dan orang tidak akan membuang sampah
prasarana dalam pengelolaan sampah (Siregar, sembarangan jika tersedianya banyak
2014). tempat sampah;
d. Tempat yang kotor dan memang sudah
Menurut Sarwono (1993), persepsi juga banyak sampahnya. Tempat yang asal
dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan mulanya terdapat banyak sampah, bisa
cara berpikir serta keadaan perasaan atau minat membuat orang yakin bahwa membuang
tiap-tiap orang sehingga persepsi seringkali sampah sembarangan diperbolehkan
dipandang bersifat subjektif. Persepsi dan ditempat itu. Jadi, warga sekitar tanpa ragu
pendapat masyarakat sangat diperlukan dalam untuk membuang sampahnya di tempat itu;
suatu pola pengelolaan sampah di suatu e. Kurang banyak tempat sampah. Kurangnya
kawasan. tempat sampah membuat orang sulit untuk
membuang sampahnya. Jadi, orang dengan
Perilaku Masyarakat mudah akan membuang sampahnya
sembarangan.
Perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan faktor individu, namun faktor Produksi Sampah dan Fakta Lapangan
lingkungan memiliki kekuatan lebih besar dalam
menentukan perilaku. Adapun faktor individu Tingginya tingkat produksi sampah menjadi
tersebut antara lain adalah tingkat intelegensia, salah satu penyebab semakin parahnya dampak
pengalaman pribadi, sifat kepribadian, dan motif yang ditimbulkan oleh sampah. Sampah
(Azwar, 1990). merupakan bagian dari masalah lingkungan
karena pertambahan volume sampah berkorelasi
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan dengan pertambahan jumlah penduduk dan
perilaku masyarakat yaitu perilaku individu upaya untuk mengurangi sampah masih
dalam membuang sampah sembarangan. terbatas (Soemarwoto, 2001). Di tengah
Penyebab utama perilaku membuang sampah kepadatan aktivitas manusia, penanganan
sembarangan ini bisa terbentuk dan bertahan sampah masih menjadi permasalahan serius
kuat di dalam perilaku kita, antara lain yang belum bisa tertangani dengan tuntas,
(Lamandara, 2014): terutama di kota-kota besar. Pasalnya, rata-rata
tiap orang per hari dapat menghasilkan sampah
a. Di dalam pikiran alam bawah sadar, 1-2 kg dan akan terus bertambah sejalan
masyarakat menganggap bahwa membuang dengan meningkatnya kesejahteraan dan gaya
sampah sembarangan ini bukan merupakan hidup masyarakat. Sampah yang tidak
mendapat penanganan serius bisa

Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2 | 421


Faktor-Faktor yang Membentuk Perilaku Masyarakat Terhadap Pola Pembuangan Sampah
mengakibatkan pencemaran, baik polusi udara, Metode Pengambilan Sampel
polusi air, maupun polusi tanah (Hadisuwito,
2007). Unit analisis dalam penelitian ini adalah
permukiman penduduk yang terletak di dekat
Wawasan Masyarakat sungai dan pantai.Hal ini dikarenakan
permukiman dianggap paling mewakili penilaian,
Pengetahuan yang dimiliki masyarakat preferensi dan perilakunya secara individu
mengenai pengelolaan sampah merupakan terhadap pola pembuangan sampah. Penilaian
faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat ini tidak dapat diwakilkan dengan
masyarakat dalam mengelola sampah. Menurut pendapat para ahli yang memiliki kepakaran
Widodo et al. (2009) pengetahuan masyarakat para bidang persampahan, karena penelitian ini
mengenai pengelolaan sampah akan dimaksudkan untuk menangkap fenomena dan
menentukan tingkat partisipasi masyarakat mindset yang ada pada masyarakat. Informasi
dalam mengelola sampah untuk menjaga tersebut berguna untuk dijadikan dasar bagi
kebersihan lingkungannya. penentuan kebijakan secara efektif dan diterima
oleh masyarakat itu sendiri. Hasil kuesioner
Metodologi Penelitian akan menjadi data dasar dalam mengkaji
perilaku masyarakat permukiman dalam
Metode Penelitian membuang sampah di lingkungan sekitarnya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini Penentuan jumlah responden didasarkan pada
adalah metode kuantitatif dengan Teori Central Limit (CLT) yang memaparkan
menggunakan metode analisis bivariat yang bahwa kondisi dimana sejumlah besar populasi,
dilakukan melalui teknik survei. baik rata-rata maupun variansinya, diperkirakan
terdistribusi normal (Rice, 1995). Dengan jumlah
Survei adalah metode pengumpulan data populasi minimal 100 responden maka rata-rata
dengan mengambil sebagian objek populasi distribusi populasi dianggap mendekati rata-rata
tetapi dapat mencerminkan populasi dengan distribusi sampelnya dan sudah dapat
memperhatikan keseimbangan antara jumlah menggambarkan distribusi normal suatu
variabel, akurasi, tenaga, waktu dan biaya populasi. Jumlah responden yang diambil dalam
(http://sirusa.bps.go.id). Survei ini dilakukan penelitian ini adalah sebanyak 100 orang
dengan cara menanyakan sejumlah pertanyaan dengan proporsi jumlah responden pada setiap
terstruktur kepada responden yang menjadi kelurahan ditentukan berdasarkan pertimbangan
sampel penelitian. jumlah penduduk setiap kelurahan serta
proporsi jumlah rumahtangga mengingat unit
Metode Pengumpulan Data
studi dalam penelitian adalah permukiman.
Proporsi jumlah sampel yang diambil pada
Data yang digunakan dalam penelitian berasal
beberapa kelurahan di Kecamatan Luwuk
dari 2 (dua) sumber data yaitu sumber data
disajikan padaTabel1.
primer dan sumber data sekunder. Sumber data
primer diperoleh dengan melakukan penyebaran Tabel 1. Jumlah Responden untuk Kuisioner Rumah
kuesioner. Sedangkan, sumber data sekunder Tangga
diperoleh melalui studi pustaka berupa buku
referensi, jurnal ilmiah, makalah, serta Kelurahan Jumlah Persentase
KK Sampel
Penduduk (%)
penerbitan baik berupa textbook maupun Soho 2.674 672 19,0 19
melalui internet. Keleke 1.817 454 12,9 13
Jolek 2.404 643 18,2 18
Bungin 4.023 949 26,9 27
Maahas 3.134 811 23,0 23
Sumber: Hasil Survei

422 | Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2


Sitti Aisyah Putri
Metode Analisis Data yang memiliki persepsi dengan kategori cukup,
sebanyak 6 orang atau 6,0% memiliki treatment
Metode analisis yang digunakan dalam dengan kategori baik, sebanyak 4 orang atau
penelitian ini adalah metode analisis tabulasi 4,0% memiliki treatment dengan kategori
silang (crosstabs). Sedangkan, alat yang cukup, dan sebanyak 7 orang atau 7,0%
digunakan untuk mengetahui hubungan atau memiliki treatment dengan kategori kurang. Dari
asosiasi dari variabel-variabel penelitian dalam 3 responden yang memiliki persepsi dengan
studi ini adalah chi kuadrat (Chi-square) dengan kategori kurang, sebanyak 2 orang atau 2,0%
melakukan uji Chi-square (Chi-squaretest) memiliki treatment dengan kategori cukup, dan
menggunakan program SPSS (Statistical sebanyak 1 orang atau 1,0% memiliki treatment
program for Social Science). dengan kategori kurang.

Pembahasan Secara detail hipotesis tentang persepsi


masyarakat dapat diketahui sebagai berikut:
Persepsi Masyarakat dengan Pola Pembuangan
Sampah (Treatment) H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan
persepsi masyarakat dengan treatment.
Untuk mengetahui sebaran jawaban dari 100
H1: Terdapat hubungan yang signifikan
responden tentang Aspek Persepsi Masyarakat
persepsi masyarakat dengan treatment.
dalam kaitannya dengan Pola Pembuangan
= 5%
Sampah (Treatment) dapat dilihat melalui
output tabulasi silang SPSS di bawah ini : Dari pengolahan data diperoleh tabulasi silang
persepsi masyarakat dengan treatment di atas,
Tabel 2 Tabulasi Silang Persepsi Masyarakat dengan
Pola Pembuangan Sampah (Treatment)
maka nilai statistic uji Chi-Square (2) sebagai
berikut:

( fo fh)2
2 hitung = fh
2 hitung = 7,449

Hasil ini sesuai dengan output SPSS sebagai


berikut:

Tabel 3 Chi-Square Perilaku Masyarakat dengan Pola


Pembuangan Sampah (Treatment)

Sumber: Hasil Analisis, 2015

Dari hasil output SPSS di atas dapat diketahui


bahwa dari 80 responden yang memiliki persepsi
dengan kategori baik, sebanyak 45 orang atau
45,0% memiliki treatment dengan kategori baik
dan sebanyak 18 orang atau 18,0% memiliki
treatment dengan kategori cukup dan sebanyak
17 orang atau 17,0% memiliki treatment
Sumber: Hasil Analisis, 2015
dengan kategori kurang. Dari 17 responden
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2 | 423
Faktor-Faktor yang Membentuk Perilaku Masyarakat Terhadap Pola Pembuangan Sampah
Dari output di atas didapat nilai 2 hitung sebesar perilaku masyarakat dengan kategori kurang,
7,449 dan p-value 0,114. Dengan =0,05 dan sebanyak 1 orang atau 1,0% memiliki treatment
df=4 didapat nilai 2 tabel dari tabel distribusiChi- dengan kategori baik, dan sebanyak 1 orang
Square sebesar 9,488. Dikarenakan nilai 2 hitung atau 1,0% memiliki treatment dengan kategori
(7,449) < 2 tabel (9,488), maka H 1 ditolakdan cukup.
H 0 diterima.Artinyatidak terdapathubungan yang
signifikanantarapersepsi masyarakat dengan Hipotesis:
treatment. H0: Tidak terdapat hubungan
yangsignifikan perilaku masyarakat
Perilaku Masyarakat dengan Pola Pembuangan dengan treatment.
Sampah(Treatment ) H1: Terdapat hubungan yang signifikan
perilaku masyarakat dengan treatment.
Untuk mengetahui sebaran jawaban dari 100 = 5%
responden tentang Aspek Perilaku Masyarakat
dalam kaitannya dengan Pola Pembuangan Dari pengolahan data diperoleh tabulasi silang
Sampah (Treatment) dapat dilihat melalui perilaku masyarakat dengan treatment di atas,
output tabulasi silang SPSS di bawah ini: maka nilai statistic uji Chi-Square (2) sebagai
berikut:
Tabel 4 Tabulasi Silang Perilaku Masyarakat
dengan Pola Pembuangan Sampah (Treatm ent )
( fo fh)2
2 hitung = fh
2 hitung = 12,066

Hasil ini sesuai dengan output SPSS sebagai


berikut:

Tabel 5 Chi-Square Persepsi Masyarakat dengan Pola


Pembuangan Sampah (Treatment)

Sumber: Hasil Analisis, 2015

Dari hasil output SPSS di atas dapat diketahui


bahwa dari 63 responden yang memiliki aspek
perilaku masyarakat dengan kategori baik,
sebanyak 40 orang atau 40,0% memiliki
treatment dengan kategori baik dan sebanyak
11 orang atau 11,0% memiliki treatment
dengan kategori cukup dan sebanyak 12 orang
atau 12,0% memiliki treatment dengan kategori Sumber: Hasil Analisis, 2015
kurang. Dari 35 responden yang memiliki aspek
perilaku masyarakat dengan kategori cukup, Dari output di atas didapat nilai 2 hitung sebesar
sebanyak 10 orang atau 10,0% memiliki 12,066 dan p-value 0,017. Dengan =0,05 dan
treatment dengan kategori baik, sebanyak 12 df=4 didapat nilai 2 tabel dari tabel distribusi Chi-
orang atau 12,0% memiliki treatment dengan Square sebesar 9,488. Dikarenakan nilai 2 hitung
kategori cukup, dan sebanyak 13 orang atau (12,066) > 2 tabel (9,488), maka H 0 ditolak dan
13,0% memiliki treatment dengan kategori H 1 diterima. Artinya terdapat hubungan yang
kurang. Dari 2 responden yang memiliki aspek
424 | Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2
Sitti Aisyah Putri
signifikan antara perilaku masyarakat dengan dengan kategori baik, sebanyak 6 orang atau
treatment. 6,0% memiliki treatment dengan kategori
cukup, dan sebanyak 8 orang atau 8,0%
Produksi Sampah Masyarakat dengan Pola memiliki treatment dengan kategori kurang.
Pembuangan Sampah (Treatment)
Hipotesis:
Untuk mengetahui sebaran jawaban dari 100 H0: Tidak terdapat hubungan yangsignifikan
responden tentang Aspek Produksi Sampah produksi sampah masyarakat dengan
Masyarakat dalam kaitannya dengan Pola treatment.
Pembuangan Sampah (Treatment) dapat dilihat H1: Terdapat hubungan yang signifikan
melalui output tabulasi silang SPSS di bawah ini: produksi sampah masyarakat dengan
treatment.
Tabel 6 Tabulasi Silang Produksi Sampah dan Fakta
= 5%
Lapangan dengan Pola Pembuangan Sampah
(Treatment)
Dari pengolahan data diperoleh tabulasi silang
produksi sampah dengan treatment di atas,
maka nilai statistic uji Chi-Square (2) sebagai
berikut:

( fo fh)2
2 hitung = fh
2 hitung = 6,926

Hasil ini sesuai dengan output SPSS sebagai


berikut:

Tabel 7 Chi-Square Produksi Sampah dan Fakta


Lapangan dengan Pola Pembuangan Sampah
(Treatment)
Sumber: Hasil Analisis, 2015

Dari hasil output SPSS di atas dapat diketahui


bahwa dari 42 responden yang memiliki
Produksi Sampah dengan kategori baik,
sebanyak 23 orang atau 23,0% memiliki
treatment dengan kategori baik dan sebanyak
12 orang atau 12,0% memiliki treatment
dengan kategori cukup dan sebanyak 7 orang
atau 7,0% memiliki treatment dengan kategori
kurang. Dari 38 responden yang memiliki
Produksi Sampah dengan kategori cukup,
sebanyak 22 orang atau 22,0% memiliki Sumber: Hasil Analisis, 2015
treatment dengan kategori baik, sebanyak 6
orang atau 6,0% memiliki treatment dengan Dari output di atas didapat nilai 2 hitung sebesar
kategori cukup, dan sebanyak 10 orang atau 6,926 dan p-value 0,140. Dengan =0,05 dan
10,0% memiliki treatment dengan kategori df=4 didapat nilai 2 tabel dari tabel distribusi Chi-
kurang. Dari 20 responden yang memiliki Square sebesar 9,488. Dikarenakan nilai 2 hitung
Produksi Sampah dengan kategori kurang, (6,926) < 2 tabel (9,488), maka H 1 ditolak dan
sebanyak 6 orang atau 6,0% memiliki treatment H 0 diterima.Artinya tidak terdapat hubungan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2 | 425
Faktor-Faktor yang Membentuk Perilaku Masyarakat Terhadap Pola Pembuangan Sampah
yang signifikan antara produksi sampah cukup, dan sebanyak 10 orang atau 10,0%
masyarakat dengan treatment. memiliki treatment dengan kategori kurang.

Wawasan Masyarakat dengan Pola Pembuangan Hipotesis:


Sampah (Treatment ) H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan
wawasan masyarakat dengan treatment.
Untuk mengetahui sebaran jawaban dari 100 H1: Terdapat hubungan yang signifikan
responden tentang Aspek Wawasan Masyarakat wawasan masyarakat dengan treatment.
dalam kaitannya dengan Pola Pembuangan = 5%
Sampah (Treatment) dapat dilihat melalui
output tabulasi silang SPSS di bawah ini: Dari pengolahan data diperoleh tabulasi silang
wawasan masyarakat dengan treatment di atas,
Tabel 8 Tabulasi Silang Wawasan Masyarakat
denganPola Pembuangan Sampah (Treatment) maka nilai statistic uji Chi-Square (2) sebagai
berikut:

( fo fh)2
2 hitung = fh
2 hitung = 16,583

Hasil ini sesuai dengan output SPSS sebagai


berikut:

Tabel 9 Chi-Square Wawasan Masyarakat dengan


Pola Pembuangan Sampah (Treatment)

Sumber: Hasil Analisis, 2015

Dari hasil output SPSS di atas dapat diketahui


bahwa dari 52 responden yang memiliki
wawasan dengan kategori baik, sebanyak 32
orang atau 32,0% memiliki treatment dengan
kategori baik dan sebanyak 11 orang atau
11,0% memiliki treatment dengan kategori
cukup dan sebanyak 9 orang atau 9,0%
memiliki treatment dengan kategori kurang. Dari Sumber: Hasil Analisis, 2015
32 responden yang memiliki wawasan dengan
kategori cukup, sebanyak 15 orang atau 15,0% Dari output di atas didapat nilai 2 hitung sebesar
memiliki treatment dengan kategori baik , 16,583 dan p-value 0,002. Dengan =0,05 dan
sebanyak 11 orang atau 11,0% memiliki df=4 didapat nilai 2 tabel dari tabel distribusiChi-
treatment dengan kategori cukup, dan sebanyak Square sebesar 9,488. Dikarenakan nilai 2 hitung
6 orang atau 6,0% memiliki treatment dengan (16,583) > 2 tabel (9,488), maka H 0 ditolak dan
kategori kurang. Dari 16 responden yang H 1 diterima. Artinya terdapat hubungan yang
memiliki wawasan dengan kategori kurang, signifikan antara wawasan masyarakat dengan
sebanyak 4 orang atau 4,0% memiliki treatment treatment.
dengan kategori baik, sebanyak 2 orang atau
2,0% memiliki treatment dengan kategori

426 | Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2


Sitti Aisyah Putri
Kesimpulan pembimbing yang telah memberikan masukan,
dukungan serta kritikan yang membangun untuk
Faktor-faktor yang membentuk Perilaku antara peneliti dalam menyelesaikan jurnal ini.
lain: Perilaku Masyarakat dan Wawasan
Masyarakat memiliki hubungan yang signifikan Daftar Pustaka
dengan Pola Pembuangan Sampah. Sedangkan
faktor Persepsi masyarakat dan Produksi Azwar, Azrul. (1990). Pengantar Ilmu Kesehatan
Sampah dan Fakta Lapangan tidak memiliki Lingkungan. Jakarta: Yayasan Mutiara.
hubungan yang signifikan dengan Pola Sarwono, Sarllito W.(1993). Pengantar Umum
Pembuangan Sampah. Psikologi. Jakarta: Penerbit Bulan Purnama.
Rice, John. (1995). Mathematical Statistics and
Rekomendasi Data Analysis (Second ed.). Belmont, CA:
Duxbury Press.
Rekomendasi solusi yang ditawarkan dalam Soemarwoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan
penelitian ini adalah penambahan tempat dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit
sampah komunal di lingkungan permukiman Djambatan.
masyarakat. Hal ini berdasarkan dari faktor Hadisuwito, S. (2007). Membuat Pupuk Kompos
dalam variabel perilaku yang memiliki hubungan Cair. Jakarta: Penerbit, Agromedia Pustaka.
yang signifikan dengan pola pembuangan Frisellya, Priska., dan Benno Rahardyan. (2009).
sampah yaitu perilaku masyarakat dan wawasan Studi Persepsi Tingkat Kekotoran untuk
masyarakat. Mendukung Kegiatan Penyapuan Jalan (Studi
Kasus: Kota Bandung). Penelitian FTSL
Keberadaan tempat sampah komunal di
Institut Teknologi Bandung.
lingkungan permukiman penduduk diyakini
Widodo, Lestari dan Joko Prayitno Susanto.
dapat merubah perilaku masyarakat untuk tidak
(2009).Kapasitas Masyarakat dalam
membuang sampah sembarangan. Serta
Pengelolaan Sampah Kota (Studi Masyarakat
pengetahuan masyarakat akan pentingnya
Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok). Jakarta:
membuang sampah pada tempatnya dan
Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian
dampak buruk yang akan terjadi apabila
dan Penerapan Teknologi.
masyarakat masih membuang sampah
Siregar, Fuad Habibi. (2014). Persepsi dan
sembarangan juga sangat mempengaruhi
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan
pemilihan penambahan tempat sampah komunal
Sampah Rumah Tangga. Karya Ilmiah SKPM
sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai
Institut Pertanian Bogor.
rekomendasi solusi yang tepat untuk
Lamandara, Megistra. (2014). Studi tentang
penanganan permasalahan sampah di Luwuk.
Perilaku Membuang Sampah pada Masyarakat
Pesisir Desa Ponelo Kabupaten Gorontalo
Ucapan Terima Kasih
Utara Tahun 2012. Tesis Universitas Negeri
Ucapan terima kasih peneliti berikan dengan Gorontalo.
setulus-tulusnya kepada Bapak Dr. Heru (http://sirusa.bps.go.id). Diakses pada tanggal 8
Purboyo Hidayat Putro selaku dosen April 2015.

Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B SAPPK V4N2 | 427

Anda mungkin juga menyukai