Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

ILMU KEPERAWATAN DASAR 1


SISTEM KESEHATAN TRADISIONAL DAN MODEREN

Disusun Oleh : Kelompok

Suci hendra lestari


Husniawati
Bq. Dian nurmaya
Asriatun
L.muh.arif asad
Helmi yati asri
Laela badaria
Rumawan
Roni andani
Dian efita yanti
Khairul umam

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
MATARAM 2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Penggunaan
Komunikasi Terapeutik dalam Pelayanan Kesehatan atau dalam Keperawatan ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Dosen mata
kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 1 yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai SISTEM KESEHATAN TRADISONAL DAN MODEREN. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh
dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana
yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Pelayanan Kesehatan tradisional
B. Jenis jenis Pengobatan tradisional
C. Keuntungan Dan Kerugian Kesehatan Tradisional
D. Pelayanan Kesehatan modern
E. Jenis Jenis Pengobatan Tradisional
BAB 3 PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sejak jaman dahulu, manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya untuk
memenuhi kebutuhannya. Misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian, obat,
pupuk, parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan. Sehingga
kekayaan alam di sekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan
belum sepenuhnya digali, dimanfaatkan, atau bahkan dikembangkan. Bangsa Indonesia
telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu
upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan tentang tanaman
berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan ketrampilan yang secara turun temurun
telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek
moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah lama pada daun
lontar Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura (Sulawesi Selatan), dokumen
Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang Dalem dan relief candi Borobudur
yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai
bahan bakunya. Obat tradisional (herbal) telah diterima secara luas di hampir seluruh
Negara di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), negara-negara di Afrika,
Asia dan Amerika Latin menggunakan obat tradisional (herbal) sebagai pelengkap
pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi
menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO, 2003). Faktor pendorong
terjadinya peningkatan penggunaan obat tradisional di negara maju adalah usia harapan
hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat, adanya
kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu diantaranya kanker, serta
semakin luas akses informasi mengenai obat tradisional di seluruh dunia.
Penyakit dan kesehatan sebagai bagian dari kehidupan manusia yang dikaji dalam
Antropologi kesehatan bermula dari sejak berakhirnya PDII, ahli-ahli antropologi biologi
dan Antropologi sosial budaya mualai meningkatkan perhatian mereka pada studi lintas
budaya mengenai masalah kesehatan juga pda faktor bioekologi dan sosiokultural yang
berpengaruh terhadap kesehatan dan timbulnya penyakit. Selain itu terdapat banyak
faktor-faktor budaya yang yang sangat berpengaruh pada dunia kesehatan seperti
perbedaan persepsi sakit dan sehat, perlakuan kepada pasien, cara pengobatan, persepsi
mengenai penyebab sakit, bahkan mengenai cara seseorang memandang penyakit sangat
ditentukan oleh kebudayaanya.
Dalam sistem pengobatan secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua bagian
yaitu pengobatan barat dan pengobatan timur. Seiring dengan berkembangnya teknologi,
pengobatan modern pun semakin berkembang. Pengobatan modern yaitu metode
pengobatan yang sudah terstandarkan dan telah diuji secara ilmiah sehingga dipercaya
sebagai pengobatan yang resmi dipakai belahan dunia termasuk di Indonesia.
Pengobatan modern menggunakan alat-alat kesehatan yang canggih dan mahal harganya,
seperti CT Scan, MRI, dan lain-lain.
Sedangkan pengobatan timur memiliki karakteristik sebagai berikut, keamanan dan
keampuhan dari pengobatan ini tidak dibuktikan melalaui penelitan ilmiah tetapi melalui
pengamatan para praktisi pengobatannya sendiri, dipandang lebih sebagai seni (art of
medicine) tidak seperti pengobatan barat yang dipandang sebagai bagian dari teknologi.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Untuk mengetahui Sistem kesehatan tradisional dan moderen
2. Tujuan Khusus :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui tentang pelayanan kesehatan moodern
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui tentang pelayanan kesehatan tradisional
3. Agar mahasiswa mengetahui tentang jenis jenis kesehatan tradisonal
4. Agar mahasiswa mengetahui tentang jenis jenis kesehatan moderen
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pelayanan Kesehatan Tradisional

Sekalipun pelayanan kesehatan moderen telah berkembang di Indonesia, namun jumlah


masyarakat yang memanfaatkan pengobatan tradisional tetap tinggi. Menurut Survei Sosial
Ekonomi Nasional, 2001 ditemukan sekitar 57,7% penduduk Indonesia melakukan
pengobatan sendiri, sekitar 31,7% menggunakan obat tradisional serta sekitar 9,8%
menggunakan cara pengobatan.
Adapun yang dimaksud dengan pengobatan tradisional disini adalah cara pengobatan atau
perawatan yang diselenggarakan dengan cara lain diluar ilmu kedokteran atau ilmu
keperawatan yang lazim dikenal, mengacu kepada pengetahuan, pengalaman dan
keterampilan yang diperoleh secara turun temurun, atau berguru melalui pendidikan, baik asli
maupun yang berasal dari luar Indonesia, dan diterapkan sesuai norma yang berlaku dalam
masyarakat (UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan).
Banyak faktor yang berperan, kenapa pemanfatan pengobatan tradisional masih tinggi
di Indonesia. Beberapa diantaranya yang dipandang penting adalah:
1. Pengobatan tradisional merupakan bagian dari sosial budaya masyarakat.
2. Tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan latar belakang budaya
masyarakat menguntungkan pengobatan tradisional.
3. Terbatasnya akses dan keterjangkauan pelayanan kesehatan moderen.
4. Keterbatasan dan kegagalan pengobatan modern dalam mengatasi
beberapa penyakit tertentu.
5. Meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan bahan-bahan
(obat) yang berasal dari alam (back to nature).
6. Meningkatnya minat profesi kesehatan mempelajari pengobatan
tradisional.
7. Meningkatnya modernisasi pengobatan tradisional.
8. Meningkatnya publikasi dan promosi pengobatan tradisional.
9. Meningkatnya globalisasi pelayanan kesehatan tradisional.
10. Meningkatnya minat mendirikan sarana dan menyelenggarakan pelayanan
kesehatan tradisional.
Pengobatan alternatif bias dilakukan dengan menggunakan obat-obat tradisional,
yaitu bahan atau ramuan bahan yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian
(galenik), atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang turun-temurun telah digunakan
untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pengobatan alternatif merupakan bentuk
pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam
standar pengobatan kedokteran moderen (pelayanan kedoteran standar) dan digunakan
sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran moderen tersebut.
Berbagai istilah telah digunakan untuk cara pengobatan yang berkembang di tengah
masyarakat. WHO (1974) menyebut sebagai traditional medicine atau pengobatan
tradisional. Para ilmuwan lebih menyukai traditional healding. Adapula yang
menyebutkan alternatif medicine. Ada juga yang menyebutkan dengan folk medicine,
ethno medicine, indigenous medicine (Agoes, 1992;59).
Dalam sehari-hari kita menyebutnya pengobatan dukun. Untuk memudahkan penyebutan
maka dalam hal ini lebih baik digunakan istilah pengobatan alternatif, karena dengan istilah
ini apat ditarik garis tegas perbedaan antara pengobatan moderen dengan pengobatan di
luarnya dan juga
dapat merangkum sistem-sistem pengobatan oriental (timur) seperti pengobatan tradisional
atau sistem penyembuhan yang berakar dari budaya turun temurun yang khas satu etnis (etno
medicine).
Pengobatan alternatif sendiri mencakup seluruh pengobatan tradisional dan
pengobatan alternatif adalah pengobatan tradisional yang telah diakui oleh pemerintah.
Pengobatan yang banyak dijumpai adalah pengobatan alternatif yang berlatar belakang akar
budaya tradisi suku bangsa maupun agama. Pengobat (curer) ataupun penyembuh (healer)
dari jasa pengobatan maupun penyembuhan tersebut sering disebut tabib atau dukun.
Pengobatan maupun diagnosa yang dilakukan tabib atau dukun tersebut selalu identik dengan
campur tangan kekuatan gaib ataupun yang memadukan antara kekuata rasio dan batin.
Salah satu cirri pengobatan alternatif adalah penggunaan doa ataupun bacaan-bacaan.
Doa atau bacaan dapat menjadi unsur penyembuh utama ketika dijadikan terapi tunggal
dalam penyembuhan.Selain doa ada juga ciri yang lain yaitu adanya pantangan pantangan.
Pantangan berarti suatu aturan-aturan yang harus dijalankan oleh pasien. Pantangan-
pantangan tersebut harus dipatuhi demi kelancaran proses pengobatan, agar penyembuhan
dapat selesai dengan cepat.
Dimana pantanganpantangan tersebut sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Seperti
misalnya penyakit patah tulang maupun terkilir, biasanya dilarang unutk mengkonsumsi
minum es dan kacang-kacangan. Makanan-makanan tersebut menurutnya dapat mengganggu
aliran syaraf-syaraf yang akan disembuhkan.
Jenis-jenis Pengobatan Tradisional
Jenis-jenis pengobatan tradisional yaitu sebagai berikut:
1. Pengobatan Aryuveda
Ayurveda atau pengobatan penyembuhan kuno India merupakan sistem pengobatan
holistik tertua di dunia. Pengobatan Ayurveda pertama kali dipelopori Dhanvantari sekitar
1.500 SM (Sebelum Masehi). Namun, baru sekitar tahun 200 SM, pengobatan Ayurveda
ditampilkan dalam bentuk tertulis dan menyeluruh.
Ayurveda mengajarkan teknik operasi, tanaman obat, terapi aroma, warna dan gaya
hidup sehat. Para pakar memperkirakan Ayurveda memiliki sejarah lebih panjang yakni
dirintis sekitar tahun 3.000 SM yang mencakup ajaran spiritual dan perilaku. Kitab Atreya
Samhita salah satu bagian Ayurveda merupakan buku medis tertua di dunia.
Pada zaman itu, luka pendarahan pada hidung lazim terjadi pada satu millennium SM
yang umum dilakukan dengan memotong hidung tawanan perang dan pada pertempuran.
Sekitar tahun 500 SM, Sushruta dari India berhasil mengadakan rhinoplasty atau operasi
mengembalikan bentuk hidung. Sushruta menjelaskan potongan kulit dari kepala dapat
tumbuh di bekas luka hidung yang terpotong.
Ayurveda adalah sistem kesehatan dan penyembuhan tradisional India yang sudah
dipraktikkan sejak ribuan tahun lalu. Dr. Swami Shankardev Saraswati, pakar yoga dari
Mangrove Mountain, New South Wales mengatakan, dalam pengertiannya, Ayurveda adalah
sistem pengobatan yang memahami, bahwa tubuh tiap orang itu unik dan butuh perlakuan
khusus.
Ayurveda atau ilmu tentang kehidupan merupakan sistem holistik kuno untuk
mendiagnosa serta mengobati. Metode pengobatan ini telah berumur ratusan tahun, dan
mungkin sistem kedokteran tertua yang dikenal manusia.
Ayurveda berbasis pada keseimbangan, seperti halnya konsep yin dan yang dalam
pengobatan Cina. Dalam Ayurveda dikenal Dosha- pembagian tubuh berdasarkan sifat
dasarnya, yaitu udara (Vata), air (Kapha) dan api (Pitta). Ketidakseimbangan unsur-unsur
tersebut akan menyebabkan penyakit.
Jauh sebelum Masehi, ahli-ahli pengobatan di India sudah lebih dulu mengetahui cara
menjahit luka, mengobati diare, mengangkat batu ginjal, serta mengerjakan bedah sederhana,
termasuk memperbaiki bentuk hidung. Ilmu pengobatan ini didokumentasikan dalam
Susrtuha Samhita, teks tertua yang diketahui mengenai metode bedah.

2. Pengobatan Tradisional Cina (Tionghoa)


Pengobatan tradisional Cina (Tionghoa) (Hanzi) adalah praktik pengobatan tradisional yang
dilakukan di Cina dan telah berkembang selama beberapa ribu tahun. Praktek pengobatan
termasuk pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Pengobatan ini digolongkan
dalam kedokteran Timur, yang mana termasuk pengobatan tradisional Asia Timur lainnya
seperti Kampo (Jepang) dan Korea.
Pengobatan Tradisional Tionghoa percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia
berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh
ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala
ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit.
Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat
termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo),
teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut.
Pengobatan tradisional Cina tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun
beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip
Diagnosis
Terdapat empat macam metode as "Going to have my pulse felt".

Teknik diagnosis diagnosis pada pengobatan tradisional Tionghoa: mengamati (wng),


mendengar dan menghidu ( wn), menanyakan riwayat (wn), dan menyentuh ( qi). The
pulse-reading component of the touching examination is so important that Chinese patients
may refer to going to the doctor
Palpasi atau merasakan denyut nadi arteri rasialis pasien pada enam posisi
Mengamati keadaan lidah pasien
Mengamati wajah pasien
Menyentuh tubuh pasien, terutama bagian abdomen
Mengamati suara pasien
Mengamati permukaan telinga
Mengamati pembuluh darah halus pada jalur telunjuk kanak-kanak
Membandingkan kehangatan relatif atau suhu pada beberapa bagian tubuh
Mengamati bau badan pasien
Menanyakan efek permasalahannya
Pemeriksaan lain tanpa alat dan melukai pasien

Teknik perawatan
Dalam sejarahnya, terdapat delapan cara pengobatan:
1. Tui na - terapi pijat
2. Akupunktur
3. Obat herbal Tionghoa
4. Terapi makanan Tionghoa
5. Qigong dan latihan meditas - pernapasan lainnya
6. T'ai Chi Ch'uan dan seni bela diri Tionghoa lainnya
7. Feng shui
8. Astrologi Tionghoa

Kelebihan dan Kekurangan Pengobatan Tradisional


Ada beberapa pengobatan tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk
mengobati penyakit yang dideritanya. Namun ada keuntungan dan kerugian dibalik
pengobatan alternatif ini.

Selama ini masyarakat mengenal pengobatan konvensional yaitu dengan


menggunakan obat-obatan medis, dan juga pengobatan alternatif seperti akupuntur dan
relaksasi yang masih diperdebatkan.

Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian dari pengobatan alternatif yang dilakukan,
seperti dikutip dari Lifemojo, yaitu:

Keuntungan

1. Menggunakan pendekatan holistic


Kebanyakan dasar dari pengobatan alternatif adalah untuk mengobati kondisi dan bukan
gejala karenanya ia akan berfokus pada perawatan seluruh tubuh. Untuk itu biasanya
pengobatan ini tidak hanya untuk fisik tapi juga kesehatan spiritual dan emosional pasien.
2. Pengobatannya lebih personal
Terapi alternatif umumnya bersifat personal tergantung pada kebutuhan pasien, karenanya ia
tidak bisa diproduksi massal dan terfokus pada tubuh pasien sehingga secara individu.
3. Mengurangi stress

Stres adalah faktor penting dalam mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang. Terapi
alternatif seperti yoga dan meditasi bisa membantu mengurangi stres, hal ini akan membantu
memerangi penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kerugian
1. Membutuhkan waktu penyembuhan yang lama
Terapi alternatif umumnya tidak bisa memberikan penyembuhan secara instan sehingga
membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan dibanding dengan pengobatan
konvensional.
2. Diperlukan ketelatenan dari pasien
Beberapa pengobatan alternatif memerlukan adanya perubahan gaya hidup untuk menunjang
terapi agar bisa bekerja lebih baik, sehingga diperlukan disiplin dan ketelatenan dari pasien.
3. Penelitiannya masih terbatas
Beberapa obat alternatif kini telah banyak diuji secara ilmiah dan terbukti efektif. Tapi
sebagian besar obat-obatan yang digunakan belum diuji secara ilmiah dan disetujui oleh
pemerintah setempat

B. Pelayanan Kesehatan Modern

Pengobatan modern adalah pengobatan yang dilakukan secara ilmiah atau telah
diujicobakan dengan sebuah penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan yang dipelajari
dalam ilmu kedokteran yang merupakan cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang
cara mempertahankan kesehatan dan menyembuhkan manusia dari berbagai jenis penyakit.
Ilmu kedokteran meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta cara
pengobatannya. Dalam pengobatan modern ada empat hal yang akan dibahas yaitu pasien,
rumah sakit, perawat dan dokter.

1. Pasien

Pasien adalah orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh
pelayanan kesehatan yang yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung
kepada dokter.

Tingkah Laku Sakit

Mechanic dan Volkhart (1961) mendefinisikan tingkah laku sakit sebagai suatu cara-
cara dimana gejala-gejala ditanggapi, dievaluasi dan diperankan oleh seorang individu yang
mengalami sakit, kurang nyaman, atau tanda-tanda lain dari fungsi tubuh yang kurang baik.

Tingkah laku sakit dapat terjadi tanpa peranan sakit dan peranan pasien.
Seorang dewasa yang bangun tidur dengan leher sakit menjalankan peranan sakit, maka ia
harus memutuskan apakah ia akan minum aspirin dan mengharapkan kesembuhan atau
memanggil dokter.
Namun demikian ini bukanlah tingkah laku sakit, hanya apabila penyakit itu telah
didefinisikan secara cukup serius sehingga menyebabkan seseorang tersebut tidak dapat
melakukan sebagaian atau seluruh peranana normalnya yang berarti mengurangi dan
memberikan tuntutan tambahan atas tingkah laku peranan orang-orang di sekelilinngnya,
maka barulah dikatakn bahwa seseorang itu melakukan peranan sakit. Apabila kemudian
dokter dihubungi dan si individu bertindak menurut instruksinya maka peranan pasien itu
menjadi kenyataan.

Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor-
faktor seperti kelas sosial, suku bangsa, dan budaya yang berlaku di suatu tempat.

Peranan Sosial Penyakit

1. Penyakit merupakan pelepasan dari tekanan yang tak tertahankan

2. Penyakit membantu untuk menanggung kegagalan pribadi

3. Sakit dapat digunakan untuk memperoleh perhatian

4. Penyakit dapat digunakan sebagai control social

5. Penyakit dapat dijadikan salat untuk menghapus perasaan berdosa

Tahapan sakit

1. Tahap pengalaman gejala-gejala (keputusan bahwa ada yang tidak beres)

2. Asumsi dari keadaan sakit (keputusan bahwa seseorang sakit dan membutuhkan
perawatan profesional )

3. Tahapan kontak perawatan medis (keputusan untuk mencari perawatan medis


profesional)
4. Tahap peranan ketergantungan pasien (keputusan untuk mengalihkan pengawasan
kepada dokter dan menerima serta mengikuti pengobatan yang ditetapkan)

5. Kesembuhan atau keadaan rehabilitasi (keputusan untuk mengakhiri peranan pasien)

2. Rumah Sakit

Rumah sakit adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya
disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya.

Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit, yaitu :


Melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis,
Melaksanakan pelayanan medis tambahan, pelayanan penunjang medis
tambahan,
Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman,
Melaksanakan pelayanan medis khusus,
Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan,
Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi,
Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial,
Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan,
Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal
(observasi),
Melaksanakan pelayanan rawat inap,
Melaksanakan pelayanan administratif,
Melaksanakan pendidikan para medis,
Membantu pendidikan tenaga medis umum,
Membantu pendidikan tenaga medis spesialis,
Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan,
Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi,
Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di Indonesia
terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, kelas a, b, c, d. berbentuk badan
dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadii
sehubungan dengan turunnya kinerja rumah sakit yang ditetapkan oleh menteri kesehatan
indonesia melalui keputusan dirjen yan medik.

Klinik
Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu. Biasanya dijalankan oleh
Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang ingin menjalankan praktek pribadi.
Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan. Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang
disebut poliklinik.

3. Dokter
Menurut UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kesehatan, Profesi dokter adalah suatu
pekerjaan kedokteran yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan, kompetensi yang
diperoleh melalui pendidikan berjenjang dan kode etik yang bersifat melayani.
Merujuk pada kode etik dokter, peran dokter dapat dirinci sebagai berikut:
a. Dokter sebagai pendidik
b. Dokter sebagai pengembang teknologi layanan kesehatan
c. Dokter sebagai pengabdi masyarakat
d. Dokter adalah pembelajar

4. Perawat
Perawat (nurse) berasal dari bahasa Latin nutrix yang berarti merawat atau memelihara.
Perwat adalah orang yang dididik menjadi tenaga para medis untuk menyelenggarakan
perawatan orang sakit atau secara khusus untuk mendalami bidang perawatan tertentu.
Peran perawat sebagai individu yaitu sebagai berikut:
a. Peran sebagai pelaksana (care giver)
b. Peran sebagai pendidik
c. Peran sebagai pengelola
d. Peran sebagai peneliti

BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan

Pengobatan modern adalah pengobatan yang dilakukan secara ilmiah atau telah
diujicobakan dengan sebuah penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain pengobatan modern, ada juga pengobatan alternatif yang kini tengah populer di
kalangan masyarakat. Pengobatan alternatif sering disebut juga pengobatan tradisional yang
identik dengan obat yang berasal dari ramuan tumbuhan, hewan, dan mineral.

Obat tradisional adalah obat yang dibuat dari tumbuhan yang diolah dengan cara yang
sederhana oleh manusia. Sedangkan obat modern adalah obat yang dibuat dengan menggunakan
mesin. Dari segi bahan yang digunakan, baik obat tradisional maupun obat modern cenderung
sama.
Namun, dari cara pembuatan, obat modern memiliki sedikit keunggulan karena dibuat
denagn mesin. Dengan demikian, sterilisasi atau faktor kebersihan obat modern jauh lebih
terjaga. Obat-obatan modern juga dibuat dengan menambahkan beberapa zat kimia sehingga
bukan mustahil akan ada efek samping setelah mengkonsumsi obat jenis ini
DAFTAR PUSTAKA

http://ksupointer.com/ayurveda-sistem-pengobatan-kuno-dari-india
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengobatan_tradisional_Tionghoa
http://yuniawan.blog.unair.ac.id/files/2008/03/sehatsakit.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_sakit
http://www.detikhealth.com/read/2011/07/22/090431/1686700/766/plus-minus-pengobatan-
alternatif?ld991103763
http://yuniawan.blog.unair.ac.id/files/2008/03/sehatsakit.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_sakit

http://www.detikhealth.com/read/2011/07/22/090431/1686700/766/plus-minus-pengobatan-
alternatif?ld991103763