Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan bagi


masyarakat dengan karakteristik pelayanan yang dipengaruhi oleh
perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi dan
kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu rumah sakit
harus mampu meningkatkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau
oleh masyarakat sehingga terwujud derajat kesehatan yang optimal.
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen merupakan
rumah sakit pemerintah yang ada di Kabupaten Bireuen yang saat ini
merupakan rumah sakit regional wilayah utara dengan status tipe B.
Profil merupakan salah satu media publikasi atas informasi data
dan kondisi pelayanan yang diselenggarakan di Rumah Sakit
dr. Fauziah Bireuen dan merupakan media dalam membandingkan
capaian mutu pelayanan setiap tahunnya serta dapat sebagai dasar
perencanaan pelayanan tahun selanjutnya.

1.2 Sejarah dan Perkembangan RSUD dr. Fauziah Bireuen

Rumah Sakit Umum Bireuen mulai dibangun sejak tahun 1929


(pada masa Kolonial Belanda) di Kewedanaan Bireuen. Pada tanggal
1 Desember 1971 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia bahwa setiap Kecamatan seluruh Indonesia harus memiliki
1 (satu) Puskesmas Induk, maka berubah status menjadi Puskesmas
Jeumpa, yaitu pada masa kepemimpinan Dr. Ali Yazir Hasibuan.
Berkat terobosan-terobosan yang dilakukan baik oleh Bupati
Aceh Utara (pada saat itu Bireuen masih dalam wilayah Kabupaten
Aceh Utara), maupun Kepala Puskesmas Jeumpa berserta stafnya,
maka status Puskesmas Jeumpa berubah menjadi Rumah Sakit
Umum Daerah Bireuen sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Utara
Nomor 69 Tahun 1992 dan Persetujuan Direktorat Jenderal Pelayanan

1
Medik Nomor : 283/YANMED/RS.UMDIK/YANKES/II/1992 tanggal 1
Maret 1992 kemudian disempurnakan dengan Keputusan Bupati Aceh
Utara Nomor II Tahun 1994 tanggal 16 Mei 1994 dengan status kelas
D serta telah mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia dengan Teleknya Nomor : 061/1575/SJ tanggal 4 Mei 1995
dan Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik
Indonesia Nomor : 310/ I/1996 tanggal 29 Maret 1996 serta surat
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
514/Menkes/SK/IV/1996 tanggal 5 Juni 1996 tentang peningkatan
kelas RSUD Bireuen dari kelas D menjadi kelas C dan telah
diPerdakan dengan Nomor 12 Tahun 1996.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Simeuleu, maka Rumah Sakit
Umum Daerah Bireuen yang selama ini merupakan milik Pemerintah
Daerah Aceh Utara menjadi milik Pemerintah Daerah Bireuen dan
telah dikeluarkan Surat Keputusan Bupati Bireuen Nomor 44 Tahun
2000 tanggal 2 Mei 2000 tentang Pembentukan Susunan Organisasi
dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Bireuen.
Pada tanggal 11 Juni 2001 Rumah Sakit Umum Daerah
Bireuen diresmikan namanya menjadi Rumah Sakit Umum Daerah
dr. Fauziah Bireuen sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bireuen
Nomor 017 Tahun 2001 Tanggal 27 Januari 2001 Tentang
Pemberian/Pengukuhan Nama Rumah Sakit Umum Daerah Bireuen
menjadi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen.
Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 28 Tahun 2004 memberikan
perubahan kepada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen,
dari sebuah organisasi UPT Dinas Kabupaten Bireuen menjadi
sebuah organisasi berbentuk Badan dengan nama BLU RSD
dr. Fauziah Bireuen. Keputusan Bupati Bireuen Nomor 561 Tahun
2009 menyetujui penerapan status Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum (PPK-BLU) pada Rumah Sakit Umum Daerah

2
dr. Fauziah Bireuen, sehingga rumah sakit dapat mengelola keuangan
secara mandiri.
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.03/I/2402/2014
Tahun 2014 menetapkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah
dr. Fauziah Bireuen sebagai Rumah Sakit Umum Kelas B. Izin
operasional tetap Rumah Sakit Umum Kelas B ditetapkan dalam
Keputusan Gubernur Aceh Nomor : 445.1/BP2T/2836/2014.
Selanjutnya perubahan Susunan organisasi dari Kelas C ke Kelas B,
diatur dalam Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 1 Tahun 2015.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan
Nomor HK.02.03/I/0363/2015 tentang Penetapan Rumah Sakit
Rujukan Provinsi dan Rumah Sakit Rujukan Regional pada tanggal 13
Februari RSUD dr. Fauziah Bireuen ditetapkan sebagai salah satu
Rumah Sakit Regional di Provinsi Aceh.

1.3 Landasan Hukum

a. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan


Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2000;
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan;
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit;
d. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun;
e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007
2012;tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah;
f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2014 tentang
Dewan Pengawas Rumah Sakit;
g. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit;
h. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 9 Tahun 2012 tentang Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten
Bireuen sebagaimana telah diubah dengan Qanun Kabupaten
Bireuen Nomor 1 Tahun 2015.

3
1.4 Pangsa Pasar
RSUD dr. Fauziah Bireuen merupakan rumah sakit regional
wilayah utara yang tidak hanya memberikan pelayanan kepada
masyarakat Kabupaten Bireuen namun juga menerima rujukan pasien
dari kabupaten sekitar, yaitu kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bener
Meriah dan Kotamadya Lhokseumawe.
Konsumen rumah sakit ini berasal dari seluruh lapisan
masyarakat, hal ini dikarenakan RSUD dr. Fauziah Bireuen
merupakan satu-satunya rumah sakit pemerintah yang berada
di Kabupaten Bireuen dengan tipe B yang menyelenggarakan
pelayanan medis spesialistik.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN

2.1 Identitas RSUD dr. Fauziah Bireuen

Nama Rumah Sakit : Rumah Sakit Umum Daerah


dr. Fauziah Bireuen
Kode Rumah Sakit : 1110075
Kelas Rumah Sakit : B Non Pendidikan
Nama Direktur : dr. Mukhtar, MARS
Status Kepemilikan Rumah Sakit : Pemerintah Daerah Kabupaten
Bireuen
Status Kelembagaan : Lembaga Teknis Daerah (Badan)
Status Penggunaan : Non Pendidikan
Status Pengelolaan : Non Swadana
Luas Tanah : 25.461 M (2,5 Ha)
Luas Bangunan : 5.499 M
Surat Ijin Operasional :
Nomor surat ijin : No. 445.1/BP2T/2835
Tanggal surat ijin diterbitkan : 30 November 2014
Surat ijin dari : Gubernur Aceh
Sifat surat ijin : Perpanjang
Masa berlaku surat ijin : 5 tahun
Nama Penyelenggara : Pemerintah Daerah Kabupaten
Bireuen
Alamat Lengkap : Jalan Mayjen T.Hamzah Bendahara
No.13
Nomor Telpon : (0644) 21228
Faximile : (0644) 21228
E-Mail : rsd_dr_fauziah@yahoo.co.id

5
2.2 Visi, Misi, Falsafah, Motto dan Kebijakan Mutu
2.2.1 Visi
Visi RSUD dr. Fauziah Bireuen adalah Menjadi Rumah Sakit
Rujukan Regional Wilayah Utara Provinsi Aceh yang Berkualitas
dengan Pelayanan Prima, Professional dan Mandiri.

2.2.2 Misi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen adalah :
a. memberikan pelayanan kesehatan bermutu, berorientasi pada
kecepatan, ketepatan dan keselamatan berdasarkan etika dan
profesionalisme;
b. menyediakan peralatan/fasilitas dan sarana prasarana
pendukung yang mutakhir;
c. menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai
kompetensi di bidangnya;
d. meningkatkan aksesibilitas pelayanan penduduk miskin dan
orang-orang terlantar.

2.2.3 Falsafah
Falsafah RSUD dr. Fauziah Bireuen adalah Pelayanan
Kesehatan Diselenggarakan dengan Berdasarkan Etika dan
Profesionalisme.

2.2.4 Motto
B : Bersih
I : Islami
R : Ramah Tamah
E : Efektif
U : Unggul
E : Efisien
N : Nyaman

2.2.5 Kebijakan Mutu


Kepuasan Pelanggan Adalah Tujuan Kami Bekerja.

6
2.3 Sumber Dana
RSUD dr. Fauziah Bireuen merupakan rumah sakit milik
Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen yang dibiayai sebagian besar
dana operasionalnya bersumber dari APBK dan juga mendapat
bantuan peningkatan dan pengembangan rumah sakit yang bersumber
dari APBN.

TABEL 2.3
SUMBER DANA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No. Uraian Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016


1 Pendapatan Jasa Rp. 110.046.838.013,00 Rp. 108.669.984.923,00 Rp. 122.558.831.340,00
Layanan Umum
2 Hasil Kerjasama Rp. 82.642.750,00 Rp. 393.907.250,00 Rp. 224.020.410,96
3 Lain-lain Pendapatan Rp. 69.384.774,34 Rp. 302.842.168,00 Rp. 69.845.533,11
BLUD yang Sah
4 Pendapatan APBK Rp. 21.928.647.617,00 Rp. 25.264.727.969,00 Rp. 29.906.311.947,00
5 Pendapatan OTSUS dan Rp. 4.324.170.000,00 Rp. 1.731.409.000,00 Rp. 13.333.828.866,75
DAK

7
BAB III
STRUKTUR ORGANISASI RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen merupakan


satu-satunya rumah sakit pemerintah di Kabupaten Bireuen, dan memiliki
susunan manajerial yang diatur dalam Qanun Nomor 1 Tahun 2015
Kabupaten Bireuen yaitu sebagai berikut :
1. Direktur
2. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Penunjang
a. Kepala Bidang Pelayanan Medis
- Kasie Pelayanan Medis Rawat Jalan dan Rawat Inap
- Kasie Pelayanan Medis Gawat Darurat, Bedah Central & Rawat
Intensif
b. Kepala Bidang Keperawatan
- Kasie Pelayanan Keperawatan
- Kasie Pengelolaan Sumber Daya Keperawatan
c. Kepala Bidang Penunjang Medis
- Kasie Penunjang Medis
- Kasie Penunjang Non Medis

8
3. Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan
a. Kepala Bagian Umum
- Kasubbag Tata Usaha & Rumah Tangga
- Kasubbag Kepegawaian
- Kasubbag Hukum Organisasi & Pemasaran
b. Kepala Bagian Keuangan Akuntansi & Pelaporan
- Kasubbag Anggaran
- Kasubbag Verifikasi & Mobilisasi Dana
- Kasubbag Akuntansi & Pelaporan
c. Kepala Bagian Perencanaan & Pengembangan
- Kasubbag Penyusunan Program
- Kasubbag Diklat & Litbang
- Kasubbag Rekam Medis Monitoring dan Evaluasi

Setiap pejabat struktural dalam manajerial memiliki tugas pokok


dan fungsi sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati
Bireuen Nomor 40 Tahun 2013. Untuk tenaga medis, tenaga keperawatan
dan tenaga kesehatan lainnya diatur dalam Peraturan Internal Rumah
Sakit yang sedang dalam proses pengesahan.
Rumah sakit telah membentuk beberapa Komite, diantaranya :
1. Komite Medik;
2. Komite Keperawatan;
3. Komite Tenaga Kesehatan Lainnya;
4. Komite Etik;
5. Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien;
6. Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja;
7. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

Dalam pelaksanaan audit internal untuk peningkatan kinerja


pelayanan rumah sakit dilakukan oleh Satuan Pengawas Internal yang
merupakan wadah non struktural yang berada dan berkoordinasi langsung
dibawah Direktur.

9
RSUD dr. Fauziah Bireuen sudah memiliki sertifikat akreditasi versi
2007 pada Tahun 2012. Seiring dengan perkembangan dan dinamika
masyarakat yang menuntut pelayanan yang optimal dari rumah sakit,
maka untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit diwajibkan untuk
menerapkan standar pelayanan sesuai dengan akreditasi versi 2012.
Sehingga saat ini rumah sakit sedang menyiapkan diri untuk proses
akreditasi tersebut.

10
BAB IV
PELAYANAN PADA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN

4.1 Lingkup Pelayanan


a. Pelayanan Medik Umum :
- Pelayanan Medik Dasar;
- Pelayanan Medik Gigi dan Mulut.
b. Pelayanan Gawat Darurat.
c. Pelayanan Medik Spesialistik Dasar :
- Pelayanan Penyakit Dalam;
- Pelayanan Kebidanan & Kandungan;
- Pelayanan Anak;
- Pelayanan Bedah.
d. Pelayanan Spesialistik Penunjang Medik :
- Anestesiologi;
- Radiologi;
- Patologi Klinik;
- Rehabilitasi Klinik.
e. Pelayanan Medik Spesialistik Lain :
- Pelayanan Penyakit Mata;
- Pelayanan Penyakit THT;
- Pelayanan Penyakit Saraf;
- Pelayanan Penyakit Kulit dan Kelamin;
- Pelayanan Kedokteran Jiwa;
- Pelayanan Penyakit Paru;
- Pelayanan Orthopedi;
- Pelayanan Urologi.
f. Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan
g. Pelayanan Penunjang Klinik :
- Pelayanan Darah;
- Pelayanan Gizi;
- Pelayanan Farmasi;
- Rekam Medik.
h. Pelayanan Penunjang Non Klinik :
- Pelayanan Laundry;
- Transportasi;
- Pemulasaran Jenazah.
i. Pelayanan Rawat Inap

11
Sebagai rumah sakit kelas B, RSUD dr. Fauziah Bireuen telah
menyelenggarakan pelayanan yang ditetapkan sesuai standar
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014. Walaupun masih
terdapat beberapa kekurangan jenis pelayanan tetapi masih dapat
memberikan pelayanan secara optimal.
Saat ini RSUD dr. Fauziah telah memiliki pelayanan medis
umum, gawat darurat, medik spesialis dasar, medik spesialis
penunjang, dan medik spesialis lain, kefarmasian, keperawatan dan
kebidanan, penunjang klinik dan penunjang non klinik. Sedangkan
untuk pelayanan medik spesialis dan subspesialis gigi dan mulut belum
tersedia.
Pelayanan gawat darurat sudah diselenggarakan setiap hari
selama 24 jam dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter umum
dan dokter spesialis. Pelayanan medik spesialis dasar yang meliputi
pelayanan spesialis penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, anak, dan
bedah sudah terselenggara dengan optimal di rumah sakit.
Untuk pelayanan medik spesialis penunjang, rumah sakit baru
memiliki pelayanan spesialis anestesi, spesialis patologi klinik, dan
spesialis radiologi. Sementara itu, ada 2 (dua) pelayanan spesialis
penunjang medik yang belum dimiliki oleh rumah sakit yaitu spesialistik
patologi anatomi dan rehabilitasi medik.
Untuk pelayanan medik spesialis lain, Rumah sakit sudah
memiliki 8 (delapan) pelayanan dari 12 (dua belas) pelayanan yang
ditetapkan sebagai standar Rumah Sakit Kelas B yaitu spesialistik
mata, spesialistik THT, spesialistik saraf, spesialistik kulit dan kelamin,
spesialistik kedokteran jiwa, spesialistik paru, spesialistik orthopedi,
dan spesialistik urologi. Sedangkan untuk pelayanan spesialistik
jantung dan pembuluh darah, bedah saraf, bedah plastik dan
kedokteran forensik belum tersedia. Selain itu, rumah sakit juga belum
menyelenggarakan pelayanan medik subspesialis dan medik spesialis
gigi dan mulut.

12
Pelayanan keperawatan dan kebidanan sudah terselenggara
dengan optimal pada RSUD dr. Fauziah. Untuk pelayanan kefarmasian
di rumah sakit baru meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat
kesehatan dan bahan habis pakai. Untuk pelayanan farmasi klinik
belum diselenggarakan disebabkan jumlah tenaga kefarmasian yang
belum mencukupi.
Rumah sakit telah menyelenggarakan pelayanan penunjang
klinik yang meliputi pelayanan darah, gizi, sterilisasi instrument dan
rekam medik. sedangkan untuk perawatan intensif baru tersedia
pelayanan Intensive Care Unit (ICU).
Untuk pelayanan penunjang non klinik yang sudah tersedia dan
diselenggarakan dengan memadai diantaranya yaitu laundry, jasa
boga, teknik dan pemeliharaan fasilitas, ambulance, sistem
penanggulangan kebakaran, dan pengelolaan air bersih. Sedangkan
pengelolaan limbah, gudang, sistem informasi dan komunikasi,
pemulasarana jenazah dan pengelolaan gas medik telah dilaksanakan
dan terus ditingkatkan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan
oleh pemerintah.

4.2 Poliklinik
Poliklinik rawat jalan yang tersedia pada RSUD dr. Fauziah
Bireuen adalah sebagai berikut :
a. Poli Bedah;
b. Poli Paru;
c. Poli Anak;
d. Poli THT;
e. Poli Saraf;
f. Poli Gigi
g. Poli Kebidanan dan Kandungan;
h. Poli Penyakit Dalam;
i. Poli Mata;
j. Poli Kulit & Kelamin;
k. Poli Urologi;

13
l. Poli Orthopedi;
m. Poli Jiwa;
n. Poli Psikologi;
o. Poli Umum.

4.3 Ruang Rawat Inap


Ruang rawat inap yang tersedia pada RSUD dr. Fauziah Bireuen
adalah sebagai berikut :
a. Ruang Anak;
b. Ruang Penyakit Dalam Pria;
c. Ruang Penyakit Dalam Wanita;
d. Ruang Paru;
e. Ruang ICU;
f. Ruang Perinatologi;
g. Ruang Kebidanan;
h. Ruang Bedah;
i. Ruang Saraf;
j. Ruang Urologi;
k. Ruang THT/Mata/Kulit/Orthopedi;
l. Ruang Jamsostek.

4.4 Layanan Unggulan


RSUD dr. Fauziah Bireuen memiliki beberapa layanan unggulan
yaitu :
a. Pelayanan Urologi;
b. Unit Pelayanan Intensif Psikiatrik (UPIP);
c. Pelayanan Haemodialisa.

14
BAB V
SARANA DAN PRASARANA

Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen berdiri diatas


tanah seluas 25.461 M (2,5 Ha) dengan luas bangunan 5.499 m2. Ditinjau
dari lokasinya yang terletak di pusat kota Bireuen, RSUD dr. Fauziah
sangat mudah terjangkau oleh masyarakat.
Rumah sakit menyediakan area parkir bagi pasien dan keluarga
di halaman depan. Pembagian area rumah sakit telah diatur berdasarkan
tingkat resiko terjadinya penularan penyakit demi memproteksi
masyarakat dan pegawai rumah sakit.
Untuk peralatan medis telah tersedia secara memadai di rumah
sakit dan terus diupayakan untuk dilakukan penambahan baik dari segi
jumlah maupun jenis yang sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan.
Oleh karena itu pihak manajemen rumah sakit berupaya setiap tahunnya
merencanakan dan menyediakan anggaran untuk hal tersebut serta untuk
merenovasi rumah sakit agar sesuai dengan master plan kelas B.

15
BAB VI
INDIKATOR PELAYANAN

Banyak indikator yang bisa digunakan untuk menilai rumah


sakit, yang paling sering digunakan adalah :
1. Bed Occupancy Rate (BOR);
2. Average Length of Stay (ALOS);
3. Bed Turn Over (BTO);
4. Turn Over Interval (TOI);
5. Net Death Rate (NDR);
6. Gross Death Rate (GDR).

TABEL 6.1
INDIKATOR PELAYANAN RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Jenis 2014 2015 2016 Nilai


Parameter
1 BOR 62% 67% 77% 60-85%
2 ALOS 3 hari 3 hari 3 hari 6-9 hari
3 TOI 3 hari 2 hari 1 hari 1-3 hari
4 BTO 52 kali 59 kali 59 kali 40-50 kali
5 GDR 20 19 9 45
6 NDR 8 8 23 25
7 Rawat Jalan 121.475 137.588 159.222 -
(Pasien) Orang Orang Orang
8 Rawat Inap 16.566 17.601 19.927 -
(Pasien) Orang Orang Orang
9 Kematian Ibu - 2 Orang 8 Orang -
(Pasien)
10 Jumlah tempat 348 346 298 -
Tidur

16
Ditinjau dari indikator pelayanan medis, sebagian besar item
indikator pelayanan medis telah memenuhi standar ideal. Ditinjau dari Bed
Occupancy Ratio (BOR) pada tahun 2016 adalah sebesar 77%, yang
mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 sebesar 67% dan pada
tahun 2014 sebesar 62%. Angka 77% ini sudah termasuk dalam rentang
ideal BOR untuk rumah sakit tipe B yaitu 60-85%.
Indikator Average Length of Stay (ALOS) pada tahun 2016 adalah
3 hari. Angka ini lebih rendah dari nilai parameter yang ditetapkan, yaitu
6-9 hari. Ini menunjukan bahwa tingkat efisiensi dan mutu pelayanan di
RSUD dr. Fauziah Bireuen sangat baik.
Ditinjau dari Turn Over Interval (TOI) pada tahun 2016 adalah
1 hari. Ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2015 dan 2016 yaitu
masing-masing 3 hari. Nilai TOI tahun 2016 sudah memenuhi parameter
ideal, yaitu kisaran 1-3 hari.
Bed Turn Over (BTO) pada tahun 2016 adalah 59 kali. Idealnya
dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali. Ini
menunjukan bahwa BTO RSUD dr. Fauziah telah melebihi standar ideal
BTO, sehingga membutuhkan penambahan tempat tidur agar dapat
memberikan pelayanan yang lebih optimal.
Gross Death Rate (GDR) pada tahun 2016 adalah sebesar 9.
Angka GDR ini mangalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebesar
19 dan tahun 2014 sebesar 20. Ini menunjukan bahwa pelayanan di
RSUD dr. Fauziah mengalami peningkatan yang signifikan jika
dibandingkan dengan standar GDR yang ditetapkan adalah 45.
Net Death Rate (NDR) pada tahun 2016 adalah sebesar 23.
Angka NDR mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 dan 2014
yaitu masing-masing 8. Ini menunjukan bahwa pelayanan RSUD
dr. Fauziah ditinjau dari NDR mengalami penurunan, meskipun angka
NDR masih berada pada rentang ideal yaitu 25.
Jumlah kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2016 sebanyak
159.222 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan pada tahun 2015
sebanyak 137.588 orang dan pada tahun 2014 sebanyak 121.475 orang.

17
Dan jumlah pasien rawat jalan pada tahun 2016 adalah sebanyak
19.927 orang. Jumlah pasien rawat inap juga mengalami peningkatan
bertahap dibandingkan tahun 2015 sebanyak 17.601 orang dan tahun
2014 sebanyak 16.566 orang.
Jumlah kematian Ibu pada tahun 2016 sebanyak 8 orang. Ini
mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 yaitu sebanyak 2 orang.
Jumlah tempat tidur pada tahun 2016 yaitu sebanyak 298 tempat
tidur. Ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebanyak 346
tempat tidur dan tahun 2014 sebanyak 348 tempat tidur. Penurunan
jumlah tempat tidur ini disebabkan adanya renovasi bangunan sehingga
mengalami penurunan jumlah luas area rawat.
Penyediaan tempat tidur kelas III telah melebihi syarat yang
ditetapkan untuk rumah sakit kelas B yaitu sebesar 30% dari jumlah
keseluruhan tempat tidur. Sementara untuk penyediaan tempat tidur
perawatan intensif masih belum mencapai 5% dari jumlah keseluruhan
tempat tidur.

18
BAB VII
DATA KETENAGAAN

7.1 Data Ketenagaan

TABEL 7.1
REKAPITULASI DATA KETENAGAAN
PADA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

Standar
Permenkes
No Sumber Daya Manusia Jumlah
No. 56
Tahun 2014
Tenaga Kesehatan
1 Dokter Umum 42 12
2 Dokter Spesialis Bedah 3 3
3 Dokter Spesialis Penyakit Dalam 5 3
4 Dokter Spesialis Anak 3 3
5 Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi 4 3
6 Dokter Spesialis Radiologi 2 2
7 Dokter Spesialis Anesthesi 1 2
8 Dokter Spesialis Patologi Klinik 1 2
9 Dokter Spesialis Patologi Anatomi 0 2
10 Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik 0 2
11 Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa 1 1
12 Dokter Spesialis Mata 4 1
13 Dokter Spesialis THT 2 1
14 Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin 1 1
15 Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh 0 1
Darah
16 Dokter Spesialis Paru 1 1
17 Dokter Spesialis Saraf 3 1
18 Dokter Spesialis Bedah Saraf 0 1
19 Dokter Spesialis Orthopedi 1 1

19
20 Dokter Spesialis Urologi 1 1
21 Dokter Spesialis Kedokteran Forensik 0 1
22 Dokter Spesialis Bedah Plastik 0 1
23 Dokter Sub Spesialis Bedah 0 1
24 Dokter Sub Spesialis Penyakit Dalam 0 1
25 Dokter Sub Spesialis Anak 0 1
26 Dokter Sub Spesialis Obstetri dan 0 1
Ginekologi
27 Dokter Gigi 4 3
28 Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut 0 1
29 Dokter Gigi Spesialis 0 1
Konservasi/Endodonsi
30 Dokter Gigi Spesialis Orthodonti 0 1
31 Tenaga Keperawatan 235 1:1 TT
32 Tenaga Bidan 80 1:1 TT
33 Apoteker 7 13
34 Asisten Apoteker 16 20
35 Gizi 10 +
36 Keterapian Fisik 22 +
37 Radiografer 14 +
38 Fisikawan Medik - +
39 Petugas Proteksi Radiasi Medik 1 +
40 Tenaga Elektromedik 10 +
41 Rekam Medis 7 +
42 Tenaga Analis Kesehatan 32 +
43 Petugas IPSRS 11 +
44 Petugas Pengelola Limbah 6 +
45 Petugas Kamar Jenazah 1 +
TENAGA NON KESEHATAN
Pasca Sarjana
1 S2 Manajamen Administrasi Rumah Sakit 2 +
2 S2 Promosi Kesehatan 1 +
3 S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat 2 +

20
Sarjana
1 S1 Ilmu Pemerintahan 1 +
2 S1 Ekonomi 13 +
3 S1 Ekonomi Akuntansi 8 +
4 S1 Hukum 2 +
5 S1 Tehnik Informatika 5 +
Diploma
1 D III Ekonomi 1 +
2 D III Ekonomi Akuntansi 1 +
3 D III Komputer 13 +

21
7.2 Dokter Spesialis

TABEL 7.2
NAMA-NAMA DOKTER SPESIALIS PADA RSUD dr. FAUZIAH
TAHUN 2016

No Nama Bagian
1 dr. ATHAILLAH, M.Ked (Ped)., Sp.A KSM anak
2 dr. JULIANTI, Sp.A KSM anak
3 dr. NISFUL FAUZI, Sp.An.,M.Kes KSM anastesi
4 dr. ABRI HATINSYAH, Sp.B KSM Bedah
5 dr. FAKHRIZAL, Sp.B KSM Bedah
6 dr. T. MAHDI SYAFRI, Sp.B KSM Bedah
7 dr. ZAUHARI AMALIA, Sp.Kj KSM Jiwa
8 dr. MALAHAYATI, Sp.KK KSM Kulit Kelamin
9 dr. CUT MASDALENA, M.Ked (Oph), Sp.M KSM Mata
10 dr. FAUZAN T. BANTA, Sp.M KSM Mata
11 dr. VERA MAULINDA, Sp.M KSM Mata
12 dr. MILA KARMILA, Sp.M KSM Mata
13 dr. ATHAILLAH, Sp.OG KSM Obstetri Ginekologi
14 dr. FAISAL, Sp.OG KSM Obstetri Ginekologi
15 dr. NOVA ROSLITA, Sp.OG KSM Obstetri Ginekologi
16 Dr. RACHMI, Sp.OG KSM Obstetri Ginekologi
17 dr. MARZUKI, Sp.U KSM Urologi
18 dr. DELTA DARUSSALAM EFFENDY, Sp.OT KSM Orthopedi
19 dr. UMMAYAL A UMAR, Sp.P KSM Paru
20 dr. NONONG ERIANI, Sp.PK Laboratorium
21 dr. MUWARDI, Sp.PD KSM Penyakit Dalam
22 dr. HERIADI, Sp.PD KSM Penyakit Dalam
23 dr. ERA MULIANA, Sp.PD KSM Penyakit Dalam
24 dr. JUNITA, Sp.PD KSM Penyakit Dalam
25 dr. ISKANDAR, Sp.PD KSM Penyakit Dalam
26 dr. SYAMSIDAR, Sp.S KSM Saraf
27 dr. ZURAINI, Sp.S KSM Saraf
28 dr. MINAR MUSHARI, Sp.S KSM Saraf
29 dr. DES DWI PUTRA EFFENDY, Sp.THT-KL KSM THT-KL
30 dr. SYAHRIZAL, Sp.THT KSM THT-KL
31 dr. DARMA TAPA GAYO, SP.Rad KSM Radiologi
32 dr. NITA ELVIRA, SP.Rad KSM Radiologi
33 dr. ADE SAIFAN SURYA, Sp.A KSM Anak

22
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen saat ini
dipimpin oleh seorang dokter yang memiliki kemampuan dibidang
perumahsakitan. Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD dr. Fauziah
Bireuen telah menyelenggarakan pelayanan yang ditetapkan sesuai
standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014.
Walaupun masih terdapat beberapa kekurangan jenis pelayanan tetapi
masih dapat memberikan pelayanan secara optimal.
Pelayanan medik umum yang dilayani oleh dokter umum dan
dokter gigi sudah memadai dengan jumlah dokter umum sebanyak 42
orang dan dokter gigi sebanyak 4 orang. Jumlah ini sudah melebihi
standar untuk rumah sakit kelas B, yaitu jumlah dokter umum 12 orang
dan untuk dokter gigi 3 orang.
Untuk pelayanan medik spesialis dasar jumlah dokter spesialis
anak, spesialis bedah, spesialis obstetri dan ginekologi, serta spesialis
penyakit dalam sudah memadai. Bahkan untuk tenaga medis spesialis
penyakit dalam dan spesialis obstetri ginekologi sudah melebihi
standar yang ditetapkan sehingga diharapkan dengan jumlah tenaga
tersebut dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan
memuaskan kepada masyarakat.
Sementara untuk pelayanan medik spesialis penunjang, rumah
sakit baru memiliki masing-masing 1 (satu) tenaga medis untuk
spesialis anestesi dan spesialis patologi klinik. Jumlah ini masih belum
mencukupi jika ditinjau dari standar yang ditetapkan, dimana Rumah
Sakit masih membutuhkan penambahan 1 (satu ) tenaga untuk
masing-masing spesialistik tersebut. Untuk dokter spesialis radiologi
rumah sakit telah memenuhi standar. Selain 3 (tiga) spesialistik
tersebut, ada 2 (dua) spesialistik penunjang lain yaitu spesialistik
patologi anatomi dan rehabilitasi medik yang belum dimiliki oleh
Rumah Sakit.
Untuk spesialistik mata, spesialistik saraf dan spesialistik THT,
tenaga yang ada sudah melebihi standar yang ditetapkan. Sedangkan
untuk spesialistik jantung dan pembuluh darah, spesialistik bedah

23
saraf, spesialistik bedah plastik dan spesialistik kedokteran forensik
Rumah Sakit belum memiliki tenaga. Selain itu, rumah sakit juga belum
memiliki tenaga medis subspesialis dan tenaga medis spesialis gigi
dan mulut.
Jumlah tenaga perawat dan bidan bila disesuaikan dengan
jumlah tempat tidur maka rumah sakit masih mengalami kekurangan
tenaga perawat dan kelebihan tenaga bidan. Dimana jumlah tenaga
perawat sebanyak 235 orang dan tenaga bidan sebanyak 80 orang.
Sedangkan jumlah tempat tidur yang tersedia yaitu 316 tempat tidur,
terdiri dari 10 tempat tidur tindakan di ruang persalinan, 8 tempat tidur
tindakan di instalasi gawat darurat, 30 tempat tidur di ruang kebidanan,
dan 268 tempat tidur untuk ruang rawatan lainnya.
Standar yang ditetapkan pemerintah untuk rumah sakit kelas B
harus memiliki minimal 13 tenaga apoteker dan 20 tenaga asisten
apoteker. Sedangkan rumah sakit saat ini hanya memiliki 7 tenaga
apoteker dan 16 tenaga asisten apoteker.

24
BAB VIII
DATA PELAYANAN

8.1 Jumlah Tempat Tidur

TABEL 8.1
JUMLAH TEMPAT TIDUR PADA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Nama Ruangan Jumlah Rincian Per Kelas Ket


Tempat Kelas Kelas Kelas Kelas
Tidur Utama I II III
1 Ruang Anak 31 2 4 6 19 1 TT Isolasi
2 Ruang Penyakit 32 - 2 - 30 -
Dalam Pria
3 Ruang Penyakit 15 - 1 - 14 -
Dalam Wanita
4 Ruang ICU 6 - 6 - - -
5 Ruang 17 - - - 17 -
Perinatologi
6 Ruang Paru 21 - 2 - 19 4 TT Isolasi
7 Ruang Kebidanan 30 - - 6 24 -
8 Ruang Bedah 31 - 6 - 25 1 TT Isolasi
9 Ruang Saraf 29 - 6 - 23 1 TT Isolasi
10 Ruang 29 - 6 - 23 1 TT Isolasi
THT/Mata/Kulit
11 Ruang Urologi 30 - 6 - 24 1 TT Isolasi
12 Ruang Jamsostek 8 - 8 - - -
13 Ruang UPIP 19 - - - 19 -
14 Ruang 10 - - - 10 2 TT Isolasi,
VK/Tindakan 4 TT Observasi,
Persalinan 4 TT Tindakan
15 IGD 8 - - - 8 -
Jumlah 316 2 47 12 255

Jumlah keseluruhan tempat tidur pada Rumah Sakit Umum


Daerah dr. Fauziah Bireuen pada Tahun 2016 adalah 316 tempat tidur,
terdiri dari 18 tempat tidur tindakan di ruang VK/tindakan persalinan dan
IGD serta 298 tempat tidur untuk rawat inap.

25
8.2 Kunjungan Pasien Rawat Jalan Pada Poliklinik

TABEL 8.2
JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN
BERDASARKAN POLIKLINIK PADA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Poliklinik JKN Umum Jumlah


1 Bedah 7.707 7 7.714
2 Paru 19.838 6 19.844
3 Anak 4.756 64 4.820
4 THT 9.072 42 9.114
5 Saraf 26.093 4 26.097
6 Gigi 4.759 0 4.759
7 Kebidanan 5.515 10 5.525
8 Penyakit Dalam 19.526 2 19.528
9 Umum 0 4.164 4.164
10 Mata 9.552 26 9.578
11 Kulit dan Kelamin 4.300 5 4.305
12 Urologi 5.486 4 5.490
13 Orthopedi 8.797 36 8.833
14 Jiwa 15.456 4 15.460
15 Psikologi 138 0 138
16 IGD 7.931 196 8.127
TOTAL 148.926 4.570 153.496

Berdasarkan Tabel 8.2 jumlah kunjungan pasien rawat jalan


paling tinggi pada Poliklinik Saraf dan yang paling rendah pada
Poliklinik Psikologi.

26
8.3 Kunjungan Pasien Rawat Inap

TABEL 8.3
JUMLAH PASIEN RAWAT INAP PADA
RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Nama Ruang JKN Umum Jumlah


1 Anak 2.418 29 2.447
2 Penyakit Dalam Pria 2.045 9 1.940
3 Penyakit Dalam Wanita 1.429 6 1.477
4 Paru 1.124 2 922
5 ICU 845 6 629
6 Perinatologi 820 0 718
7 Nifas 1.780 7 1.604
8 Bedah 2.108 106 2.314
9 Saraf 1.792 4 1.618
10 Urologi 1.290 10 952
11 THT/Mata/Kulit/Orthopedi 2.375 25 1.665
12 Jamsostek 836 13 991
13 UPIP 676 0 551
TOTAL 19.538 217 19.755

Berdasarkan Tabel 8.3 jumlah kunjungan pasien rawat inap


paling tinggi pada Ruang Anak dan yang paling rendah pada
Ruang UPIP.

27
8.4 Daftar 10 (Sepuluh) Besar Penyakit Pada Instalasi Rawat Jalan

TABEL 8.4
DAFTAR 10 (SEPULUH) BESAR PENYAKIT PADA
INSTALASI RAWAT JALAN RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Jenis Penyakit Jumlah


1 Bronkitis 11.023
2 Gangguan Perilaku Akut 9.627
3 Dyspepsia 7.872
4 TB Paru Lainnya 7.582
5 Low Back Pain (LBP) 7.003
6 Hipertensi 7.001
7 DM tidak tergantung Insulin 4.048
8 Migrain sindrom sakit kepala lain 2.844
9 Gangguan Skizo Afektif 2.730
10 Stroke 2.196

Berdasarkan Tabel 8.4 penyakit yang paling tinggi pada


Instalasi Rawat Jalan adalah Bronkitis.

28
8.5 Daftar 10 (Sepuluh) Besar Penyakit Pada Instalasi Rawat Inap

TABEL 8.5
DAFTAR 10 (SEPULUH) BESAR PENYAKIT PADA
INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Jenis Penyakit Jumlah


1 Dyspepsia 1.126
2 Demam Thypoid dan Parathypoid 942
3 Skizofrenia 580
4 Gastroenteritis 514
5 Urolithiasis 448
6 Hipertensi 404
7 TB Paru 306
8 Anemia 294
9 Bronkhitis 236
10 Sinusitis 217

Berdasarkan Tabel 8.5 penyakit yang paling tinggi pada


Instalasi Rawat Inap adalah Dyspepsia.

8.6 Kasus Kejadian Luar Biasa

TABEL 8.6
KASUS KEJADIAN LUAR BIASA
PADA RSUD dr. FAUZIAH BIREUEN
TAHUN 2016

No Kasus Jumlah
1 Demam Berdarah Dengue 67

Berdasarkan Tabel 8.6, pada Tahun 2016 jumlah kasus


Demam Berdarah Dengue pada RSUD dr. Fauziah sebanyak
67 kasus.

29
BAB IX
PENUTUP

Program dan layanan unggulan yang diselenggarakan oleh RSUD


dr. Fauziah Bireuen diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat
Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. Sejauh ini RSUD dr. Fauziah Bireuen
terus meningkatkan dan mengembangkan diri baik dari segi pelayanan,
peralatan, sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia demi
terwujudnya pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.
Profil Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen Tahun
2016 merupakan refleksi dari Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah
Bireuen yang dapat digunakan untuk mengetahui gambaran umum serta
pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit.
Dengan tersusunnya profil RSUD dr. Fauziah Bireuen Tahun
2016, diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja yang ingin dicapai
pada Tahun 2017, dan bermanfaat sebagai penjabaran pelaksanaan
pelayanan rumah sakit untuk tahun berikutnya.

30