Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM KOROSI

PRAKTIKUM PELAPISAN NIKEL PADA LOGAM


(ELEKTROPLATING)

Disusun oleh :

Dinda Alfianingrum (1641420071)

Muhammad Rais Zain (1641420067)

Putri Dita Sari (1641420070)

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2017
I. Judul Percobaan : Pelapisan Nikel pada Logam

II. Hari/ Tanggal Pelaksanaan : Selasa, 14 November 2017

III. Tujuan Percobaan :

a. Untuk dapat menunjukkan dan menyimpulkan hasil pelapisan nikel pada


besi secara lapis listrik (elektroplating) yang diperoleh

IV. DASAR TEORI

Elektroplating didefinisikan sebagai perpindahan ion logam dengan bantuan


arus listrik melalui elektrolit sehingga ion logam mengendap pada benda padat
konduktif membentuk lapisan logam. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun
berasal dari pelarutan anoda logam ke dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada
benda kerja yang berlaku sebagai katoda. Lapisan logam yang mengendap disebut
juga sebagai deposit. Dalam pembahasan selanjutnya digunakan istilah plating
atau lapis listrik atau pelapisan logam yang maksudnya adalah elektroplating. Ion
merupakan atom atau molekul bermuatan listrik positif atau negatif. Atol atau
molekul bermuatan positif bila mempunyai proton lebih besar daripada elektron.
Suatu ion logam atau molekul bermuatan positif bila melepas elektron disebut
kation. Muatan negatif diperoleh bila suatu atom atau molekul menerima elektron
disebut anion. Atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur, terdiri dari inti
berupa proton dan neutron yang dikelilingi oleh elektron. Bila jumlah proton sama
dengan elektron naka suatu atom akan bermuatan netral. Elektron adalah bagian
dari suatu atom yang mempunyai massa sangat kecil dan bermuatan negatif.
Proton merupakan partikel atom yang menentukan massa atom dan bermuatan
positif. Sedangkan neutron merupakan partikel bermassa tetapi tidak bermuatan.

Arus listrik pada dasarnya adalah aliran elektron, yang dapat mengalir dari
suatu atom ke atom lainnya. Bila arah arus selalu sama setiap saat disebut sebagai
arus searah (DC: Direct Current) dan bila terjadi arah balik terhadap arah
dasarnya disebut sebagai arus bolak-balik (AC: Alternating Current). Arus yang
dipakai pada elektroplating adalah arus searah. Sumber arus DC dapat diperoleh
dari accumulator, batu baterai atau dengan mengubah arus AC menjadi DC
dengan menggunakan adaptor atau rectifier. Apabila dua buah benda padat
disambung-kan dengan arus listrik dan dicelupkan ke dalam elektrolit bagian yang
tersanbung dengan kutub positif disebut dengan anoda dan yang tersambung
dengan kutub negatif disebut dengan katoda. Anoda terdiri dari dua macam
yaituanoda aktif yang akan larut ke dalam larutan seperti anoda tembaga (Cu),
Nikel (Ni) dan anoda inaktif yang tidak akan terionisasi seperti karbon (C). Pada
prinsipnya pelapisan logam dengan cara lapis listrik adalah merupakan rangkaian
dari : arus listrik, elektroda (anoda dan katoda), larutan elektrolit dan benda kerja
ditempatkan sebagai katoda

Keempat gugusan ini disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu


rangkaian sistem lapis listrik listrik dengan rangkaian sebagai berikut:

Anoda dihubungkan pada kutub positif dari sumber listrik


Katoda dihubungkan pada kutub negatif pada sumber listrik
Anoda dan katoda direndamkan dalam larutan ektrolit

Gambar rangkaian proses plating


http://www.infometrik.com/2009/08/pelapisan-logam-bagian-1/
Bila arus listrik (potensial) searah dialirkan antara kedua elektroda anoda dan
katoda dalam laruan elektrolit, maka muatan ion positif ditarik oleh elektroda
katoda.Sementara ion bermuatan negatif berpindah ke arah elektroda bermuatan
positif.Ion-ion tersebut dinetralisir oleh kedua elektroda dan larutan elektrolit
yang hasilnya diendapkan pada elektroda katoda.Hasil yang terbentuk
meruapakan lapisan logam dan gas hidrogen.

Rahayu, Setyo w. 2009. Dasar teori electroplating. http://www.chem-is-


try.org/dasar-teori-elektroplating/

I. Alat dan Bahan

Nama Alat & Bahan Spesifikasi Jumlah

Daya Dc 1 buah
Gelas kimia 1 buah
3-20 ampere
Spatula 1 buah
600 mL
Elektroda nikel 1 buah
Sedang
Neraca analitik 1 buah
-
Pemanas 1 buah
Max 500 g
Termometer 1 buah
-
Amplas 3 buah
-
Stopwatch 1 buah
-
Plat besi 1 buah
-
Plat tembaga 1 buah
Plat kuningan 1 buah
Nikel sulfat 1 buah

II. Skema Kerja

(dibersihkan/amplas)
Timbang benda
Benda Kerja
Kerja (B0)

Larutan elektrolit
nikel

(dengan daya DC dimana kutub


(+) elektroda nikel dan(-) benda
kerja)
Angkat benda
Kerja

Timbang benda
Kerja (B1)

V. Pembahasan
Muhammad Rais Zain
Logam yang akan dilapisi dengan nikel pada percobaan kali ini yaitu,
tembaga, kuningan dan besi. Tegangan yang digunakan pada masing-masing
logam berbeda, untuk logam tembaga diberikan tegangan sebesar 7 volt
sedangkan untuk besidan kuningan diberikan tegangan sebesar 5 volt. Hasil
pelapisan pada tembaga sudah cukup baik dengan permukaan yang licin dan
halus namun pada sisi lain permukaan lempeng tembaga kasar. Hasil
pelapisan pada lempeng kuningan sudah baik dengan permukaan yang licin,
halus serta merata pada kedua sisi.Sedangkan hasil pelapisan pada logam besi
hasilnya kurang baik karena permukaan besi setelah dilapisi menjadi kasar,
dan lapisan nikel ada yang mengelupas serta tidak merata.Hal tersebut dapat
disebabkan oleh kondisi logam sebelum dilakukan pelapisan kurang bersih
dan masih ada kotoran sehingga hasil pelapisan tidak merata. Besar tegangan
yang digunakan pada saat pelapisan juga sangat berpengaruh, tegangan yang
tinggi dapat mempercepat proses pelapisan namun hasil pelapisan logam tidak
merata. Besar tegangan optimum pada masing-masing logam untuk proses
pelapisan berbeda, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pelapisan lempeng
kuningan dan besi. Tegangan yang diberikan sama yaitu sebesar 5 volt namun
hasil pada pelapisan kuningan lebih baik dari hasil pelapisan besi. Faktor-
faktor lain yang mempengaruhi hasil pelapisan adalah luas permukaan logam,
konsentrasi larutan elektrolit, pH larutan serta suhu larutan elektrolit. Semakin
tinggi konsentrasi larutan yang digunakan maka semakin kuat nikel menempel
pada logam yang dilapisi.

VI. Kesimpulan
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi
logam terhadap korosi atau memperbaiki penampilan.Pada proses
elektroplating logam yang akan dilapisi dijadikan katoda dan logam
pelapisnya sebagai anoda. Pada proses pelapisan, di katoda akan terjadi
pengendapan logam dan anodanya akan larut terus menerus.Logam yang
bertindak sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepas
elektronnya. Sementara logam yang bertindak sebagai katodaakan mengalami
reduksi sehingga akan menerima elektron.

VII. Daftar Pustaka


a. Anonim.2013.Teknologi Industri Elektroplating.http://id.scribd.com.
(Diakses 19 November 2017)
b. Arifin, B. 2012. Proses Elektroplating. http://browharinto.blogspot.com.
(Diakses 18 November 2017)
c. Rahayu, W. 2009.Elektroplating.http://amaldoft.wordpress.com. (Diakses
18 November 2017)
d. Rahayu, Setyo w. 2009. Dasar teori electroplating. http://www.chem-is-
try.org/dasar-teori-elektroplating/(Diakses 15 november 2017)
e. Modul Prosedur Praktikum Korosi