Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KOROSI

PROTEKSI KATODIK

Disusun oleh :

Dinda Alfianingrum ()

Muhammad Rais Zain (1641420067)

Putri Dita Sari ()

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2017
I. Judul Percobaan : Proteksi Katodik

II. Hari/ Tanggal Pelaksanaan : Selasa, 7 November 2017

III. Tujuan Percobaan :

a. Membuktikan bahwa jika suatu benda kerja yang berada di dalam media
elektrolit dihubungkan dengan logamyang lebih aktif atau dengan kutub
negative sumber arus DC, maka akan mengalami polarisasi katodik
b. Mengetahui pengaruh waktu polarisasi terhadap potensial polarisasi

IV. DASAR TEORI


Proteksi Katodik ( Cathodic Protection) adalah teknik yang digunakan
untuk mengendalikan korosi pada permukaan logam dengan menjadikan
permukaan logam tersebut sebagai katode dari sel elektrokimia. Proteksi
katodik ini merupakan metode yang umum digunakan untuk melindungi
struktur logam dari korosi. Sistem proteksi katodik ini biasanya digunakan
untuk melindungi baja, jalur pipa, tangki, tiang pancang, kapal, anjungan lepas
pantai dan casing (selubung) sumur minyak di darat. Efek samping dari
penggunaan yang tidak tepat adalah timbulnya molekul hidrogen yang dapat
terserap ke dalam logam sehingga menyebabkan hydrogen
embrittlement (kegetasan hidrogen). Proteksi katodik adalah cara yang effektif
dalam mencegah stress corrosion cracking (retak karena korosi).

Pada saat ini, galvanik atau anode tumbal dibuat dalam berbagai
bentuk dengan menggunakan alloy (campuran logam)
dari seng,magnesium dan alumunium. Potensial elektrokimia, kapasitas arus,
dan laju konsumsi dari campuran logam ini lebih besar sebagai CP daripada
besi. Anode galvanik dirancang agar memiliki voltase aktif (sebenarnya secara
teknik memiliki potensial elektrokimia lebih negatif) lebih tinggi daripada
logam yang terdapat pada struktur baja. Untuk mendapatkan CP yang efektif,
potensial dari permukaan baja dipolarisasi (didorong) agar menjadi lebih
negatif hingga permukaannya memiliki potensial yang seragam. Pada tahap
ini, daya dorong yang dapat menyebabkan reaksi korosi menjadi tertahan.
Anode galvanik kemudian akan terus terkorosi, memakan material anode
hingga suatu saat perlu diganti. Polarisasi disebabkan oleh laju arus
dari anode yang menuju ke katode. Daya dorong bagi laju arus dari CP adalah
perbedaan potensial elektrokimia antara anode dan katode.

Metode yang digunakan untuk mensuplai arus listrik ini ada dua
macam yaitu Sacrificial Anode atauImpressed Current. Pada
metode Sacrificial Anode, arus listrik disuplai dari proses karat yang terjadi
pada protective anode yang terbuat dari metal aktif seperti zinc (seng) atau
aluminium khusus yang memiliki arus positif yang lebih besar daripada metal.
Perbedaan voltase ini menyebabkan adanya daya tarik elektron bebas negatif
yang lebih besar daripada daya tarik ion-ion pada metal. Ini mengakibatkan
protective anode menjadi terserang karat (dikorbankan) dan sebaliknya
metal akan terlindung dari karat. Sedangkan pada metode Impressed Current,
arus listrik disuplai dari sumber tenaga eksternal. Bedanya dengan Sacrificial
Anode terletak pada jenis protective anode yang digunakan yaitu terbuat
dari material non aktif seperti high silicon cast iron, yang berfungsi sebagai
sumber elektron dan tidak perlu dikorbankan (terserang karat). Dalam bentuk
konvensionalnya, kedua metode ini hanya dapat digunakan pada metal yang
seluruh permukaannya dipenuhi air atau kelembaban air, ini dibutuhkan untuk
menjadi elektrolit yang akan menjadi jalan bagi arus listrik.
Tapi pada prakteknya tidak mungkin metal kendaraan akan selalu dipenuhi air
atau elektrolit lain. Maka penggunaan kedua metode tersebut dalam bentuk
konvensionalnya tidaklah cocok untuk digunakan pada kendaraan.

Impressed Current CP
Untuk struktur (bangunan) yang lebih besar, anode galvanik tidak
dapat secara ekonomis mengalirkan arus yang cukup untuk melakukan
perlindungan yang menyeluruh. Sistem Impressed Current Cathodic
Protection (ICCP) menggunakan anode yang dihubungkan dengan sumber
arus searah (DC) yang dinamakan cathodic protection rectifier. Anode untuk
sistem ICCP dapat berbentuk batangan tubular atau pita panjang dari berbagai
material khusus. Material ini dapat berupa high silikon cast iron (campuran
besi dan silikon), grafit, campuran logam oksida, platina dan niobium serta
material lainnya.

Tipe sistem ICCP yang umum untuk jalur pipa terdiri


dari rectifier bertenaga arus bolak-balok (AC) dengan output arus DC
maksimum antara 10 - 50 ampere dan 50 volt. Terminal positif dari output DC
tersebut dihubungkan melalui kabel ke anode-anode yang ditanam di dalam
tanah. Banyak aplikasi menanam anode hingga kedalaman 60 m (200 kaki)
dengan diameter lubang 25 cm (10 inchi) serta ditimbun dengan conductive
coke (material yang dapat meningkatkan performa dan umur dari anode).
Sebuah kabel berkapasitas sesuai dengan arus yang timbul menghubungkan
terminal negatif rectifier dengan jalur pipa. Output operasi yang dihasilkan
dari rectifierdiatur pada tingkat optimal oleh seorang ahli CP setelah
sebelumnya melakukan berbagai pengujian termasuk diantaranya
pengukuranpotensial elektrokimia.

Pengujian
Potensial elektrokimia diukur dengan berdasarkan pada elektrode
referensi. Elektroda tembaga-tembaga (II) sulfat digunakan untuk struktur
(bangunan) yang kontak dengan tanah atau air tawar. Elektroda perak klorida
digunakan untuk struktur yang kontak dengan air laut.

Baja Galvanis
Mobil-mobil modern menggunakan rangka dan panel galvanis berlapis
seng. Baja yang tak terproteksi akan membentuk lapisan besi oksida, yang
dapat menyerap udara dan air sehingga dapat menyebabkan korosi terus
berlanjut di bawahnya. Akan tetapi, seng oksida yang dihasilkan di permukaan
barang dengan lapisan seng tidak dapat ditembus. Selama lapisan seng dan
seng oksida tidak terganggu (terkikis atau tergores), baja di bawahnya tidak
akan berkarat. Baja galvanis memiliki sifat yang dapat memperbaiki diri
sendiri; goresan kecil dimana baja terekspose ke udara luar akan ditutup
kembali oleh seng. Hal ini terjadi karena seng di sekitarnya akan terserap dan
mengendap pada baja tersebut, mengganti apa yang sebelumnya hilang karena
goresan.
Proteksi katodik merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya
korosi pada logam. Prinsip kerjanya adalah dengan mengubah benda kerja
menjadi katoda. Katodik proteksi dilakukan dengan mengalirkan elektron
tambahan ke dalam material. Terdapat dua jenis proteksi katodik, yaitu
metode impressed current dan galvanic couple. Metode galvanic couple adalah
metode dengan menghubungkan benda kerja dengan logam lain yang
memiliki potensial reduksi yang lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan
terjadinya suatu sel galvanik dan menjadikan benda kerja sebagai suatu
katoda.

Keuntungan-keuntungan dilakukannya galvanic couple ini adalah:

tidak diperlukan adanya sumber energi


mudah untuk dilakukan (ongkos pemasangan murah)
kemungkinan terjadinya interferensi katodik pada struktur lain kecil
self-regulating
kemungkinan terjadinya overprotecting kecil
distribusi potensial merata.

Tetapi cara ini juga memiliki keterbatasan, yaitu:


arus terbatas
anoda yang habis harus diganti
anoda akan menambah berat dari struktur

Jenis yang kedua adalah dengan metode impressed current. Metode ini
menggunakan masukan arus listrik dan anoda inert yang tidak akan habis
sehingga sistem ini dapat digunakan pada waktu yang lama.Metode impressed
current ini biasanya digunakan pada lingkungan yang memiliki resistivitas
yang tinggi.

Keuntungan digunakannya metode ini adalah:


level dari proteksi dapat diatur
arus yang digunakan tinggi
area proteksi yang luas
dapat memproteksi struktur yang tidak di coating dengan baik.

Sementara itu terdapat beberapa kerugian apabila menggunakan metode ini:


kemungkinan terjadinya interferensi sangat besar
perlu perawatan yang baik
kemungkinan terjadinya overprotection sangat besar
adanya biaya untuk menjalankan energi eksternal.

Proteksi katodik ini banyak digunakan pada industri-industri, terutama pada


pipa-pipa yang perananannya sangat penting dalam produksi. Namun,
proteksi katodik pada pipa-pipa ini akan mungkin digunakan(dilihat secara
ekonomi) apabila terminal point dipakaikan suatu isolating joint untuk
memisahkan pipa yang diproteksi dengan pipa yang memiliki resistansi yang
rendah. Isolating joint ini tidak cocok digunakan untuk instalasi yang besar
seperti compressor station dan industrial plant. Biaya yang diperlukan serta
kemungkinan terjadinya kegagalan dalam proteksi katodik akibat dari
kompleksitas dari sistem dan jumlah joint yang sangat banyak.

V. Alat dan Bahan

Alat