Anda di halaman 1dari 7

PENGAMBILAN SAMPEL (SAMPLING) MAKANAN

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG 514/SPO/RSI-SA/I/2014 0 1/2
SEMARANG

Ditetapkan oleh :
Tanggal Terbit
Direktur
STANDAR
PROSEDUR 10 Januari 2014
OPERASIONAL
dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian
Sampel makanan adalah semua jenis makanan hasil olahan dari
dapur Instalasi gizi dan semua jenis makanan yang akan disajikan
kepada pasien yang di rawat di rumah sakit.

Tujuan 1. Sebagai acuan pelaksanaan sampling makanan secara


representative dan benar benar sampel adalah mewakili kondisi
makanan sebenarnya.
2. Sampling makanan dan analisa laboratorium terhadap kualitas
dari parameter fisik, kimia dan bakteriologis dilakukan sebagai
monitoring mutu dan kesehatan makanan.

Kebijakan 1. Sampling makanan dilakukan oleh petugas laboratorium


2. Analisa sampel makanan dilakukan oleh laboratorium penguji
yang direkomendasikan institusi berwenang.
3. Sampling makanan dilakukan 6 bulan sekali untuk monitoring
parameter bakteriologis

Prosedur A. Sampling Makanan Untuk Pemeriksaan Parameter Fisik & Kimia


1. Petugas mempersiapkan peralatan dan prasarana sampling
seperti : pinset, wadah sampel, tas sampling, kertas / form
sampling dan alat tulis.
2. Petugas melakukan persiapan dan menentukan lokasi jenis
sampel yang akan di sampling.
3. Petugas datang ke lokasi dengan membawa peralatan dan
prasarana sampling, melakukan / mengambil sampel
makanan, memasukkan ke dalam wadah sampel dan di tutup
rapat.
PENGAMBILAN SAMPEL (SAMPLING) MAKANAN

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG 514/SPO/RSI-SA/I/2014 0 2/2
SEMARANG

Prosedur 4. Wadah sampel di beri label atau form pengambilan sampel


yang memuat keterangan : jenis sampel, asal sampel, hari /
tanggal dan waktu sampling, jenis pemeriksaan, nama
pengambil sampel dan kode sampel.
5. Wadah yang sudah lengkap dengan labeling di masukkan
dalam tas sampling, segera di tutup dan di kirim ke
laboratorium untuk di analisa.

B. Sampling Makanan Untuk Pemeriksaan Parameter Bakteriologis /


Mikrobiologis
1. Petugas sampling mempersiapkan peralatan dan prasarana
sampling : pinset steril (botol kaca steril), lampu spirtus, korek
api, tas sampling, kertas / form label, alat tulis.
2. Petugas menentukan lokasi dan jenis makanan yang akan di
ambil sampelnya dan segera mempersiapkan tempat / lokasi
sampling.
3. Petugas dengan peralatan lengkap datang ke lokasi sampling
secara steril yaitu mengambil sampel makanan dengan pinset
steril dan memasukkan sampel makanan ke dalam botol steril
(wadah steril) dengan selalu melidah apikan pada lampu
spirtus selama proses sampling.
4. Segera menutup wadah sampel (botol steril) bila volume
sampel sudah 2/3 volume botol / wadah steril atau
secukupnya dari jumlah sampel yang tersedia.
5. Wadah sampel / botol steril segera di beri labelling (form
pengambilan sampel) yang berisi keterangan : jenis sampel,
asal sampel, hari / tanggal dan waktu sampling, jenis
pemeriksaan, nama pengambil sampel, kode sampel.
6. Wadah sampel / botol steril tadi segera di masukkan ke dalam
tas sampling, segera di tutup rapat dan di kirim ke
laboratorium untuk di analisa.

Unit terkait Sanitasi, Instalasi Gizi, Labkesda


PENGAMBILAN SAMPEL (SAMPLING) MINUMAN
(AIR MINUM)

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG 515/SPO/RSI-SA/I/2014 0 1/2

Ditetapkan oleh :
Tanggal Terbit
STANDAR Direktur
PROSEDUR 10 Januari 2014
OPERASIONAL
dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian
Sampel minuman adalah semua jenis minuman (air minum) hasil
olahan dari dapur rumah sakit (Instalasi Gizi) dan semua jenis
minuman yang akan disajikan pada pasien rumah sakit.

Tujuan 1. Sebagai acuan pelaksanaan sampling minuman (air minum)


secara representative dan benar benar sampel adalah mewakili
kondisi minuman (air minum) sebenarnya.
2. Sampling minuman dan analisa laboratorium terhadap minuman
(air minum) dilakukan untuk monitoring kualitas parameter fisik,
kimia dan mikrobiologis.

Kebijakan 1. Sampling minuman dilakukan oleh petugas laboratorium


2. Analisa sampel minuman (air minum) dilakukan oleh
laboratorium penguji yang direkomendasikan institusi berwenang
3. Sampling minuman (air minum) dilakukan sebulan sekali untuk
monitoring parameter bakteriologis.

Prosedur A. Sampling Minuman (Air Minum) Untuk Pemeriksaan Parameter


Fisik & Kimia
1. Petugas mempersiapkan perlengkapan sampling air minum :
jerigen plastik, form label, alat tulis.
2. Petugas datang kelokasi pengambilan sampel dan memeriksa
kondisi setempat
3. Mengambil jerigen dan memasukkan air minum dari tempat
penyimpanan air minum di dapur bagian gizi, kemudian
membilas jerigen dengan cara menggojok gojok lalu
membuang isi jerigen. Pembilasan dilakukan sampai 2 3
kali.
PENGAMBILAN SAMPEL (SAMPLING) MINUMAN
(AIR MINUM)

RS ISLAM Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


SULTAN AGUNG
SEMARANG 515/SPO/RSI-SA/I/2014 0 2/2

Prosedur 4. Memasukkan sampel air minum dengan gayung ke dalam


jerigen dan harus hati hati agar tidak menimbulkan aerasi
atau gelembung gelembung air sampai volume 2/3 jerigen
dan segera ditutup.
5. Jerigen wadah sampel tersebut segera di tempel form /
labeling yang berisi keterangan : jenis sampel, asal sampel,
jenis pemeriksaan, hari/tanggal dan waktu sampling, nama
petugas sampling dan kode sampel.
6. Sampel segera di masukkan ke dalam tas sampling dan segera
di tutup dan sampel di kirim ke laboratorium untuk dianalisa.
7. Untuk sampel minuman dalam kemasan (botol plastik dan
kaca atau kemasan lain), pengambilan sampel dilakukan
dengan membawa satu jenis kemasan minuman, di tempel
form labeling, di masukkan dalam tas sampling dan di kirim
ke laboratorium untuk dianalisa.

C. Sampling Minuman (Air Minum) Untuk Pemeriksaan Parameter


Bakteriologis / Mikrobiologis
1. Petugas mempersiapkan peralatan sampling : botol sampel
steril/ lampu spirtus, korek api, alat tulis, form label, tas
sampling, alkohol 70 %.
2. Petugas datang ke lokasi sampling, membersihkan /
mensterilkan prasarana sampling dan lokasi sampling dengan
lampu spirtus atau alkohol 70 %.
3. Mengambil sampel air minum (minuman) dari penampung
dengan gayung yang bersih dan steril dan dimasukkan ke
dalam botol sampel steril, volume sampel sampai maksimal
2/3 volume botol sampel. Membuka-menutup botol steril
dan memasukkan sampel air minum harus dengan cara steril
(melidah apikan pada lampu spirtus)
4. Sudah berisi sampel, segera di tempeli form / labelling
5. Botol sampel steril tadi segera dimasukkan ke dalam tas
sampling dan segera di kirim ke laboratorium untuk dianalisa.

Unit terkait Sanitasi, Instalasi Gizi, Labkesda


PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG 516/SPO/RSI-SA/I/2014 0 1/3
SEMARANG

Ditetapkan oleh :
Tanggal Terbit
Direktur
STANDAR
PROSEDUR 10 Januari 2014
OPERASIONAL
dr. H. Masyhudi, AM, M.Kes

Pengertian
Pemeriksaan angka kuman alat makan adalah suatu metode yang
dilakukan dengan usap alat makan dan pemeriksaan angka kuman di
laboratorium dengan metode PCA (Plate Count Agar)

Tujuan 1. Sebagai acuan pelaksanaan sampling minuman (air minum)


secara representative dan benar benar sampel adalah
mewakili kondisi minuman (air minum) sebenarnya.
2. Sampling minuman dan analisa laboratorium terhadap minuman
(air minum) dilakukan untuk monitoring kualitas parameter fisik,
kimia dan mikrobiologis.

Kebijakan 1. Sampling alat makan dilakukan oleh petugas laboratorium


2. Analisa sampel alat makan dilakukan oleh laboratorium penguji
yang direkomendasikan institusi berwenang.
3. Sampling alat makan dilakukan 6 bulan sekali untuk monitoring
parameter bakteriologis

Prosedur Alat dan bahan pengambilan sampel


1. Media transport cairan buffer phospate
dalam botol. Berisi cairan -1/4 botol dalam keadaan steril
2. Lidi kapas steril yaitu lidi yang ujungnya dililit
kapas
3. Alkohol 75 % dan sarung tangan steril
4. Spidol huruf kecil
5. Lampu bunsen atau lampu spirtus
PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG 516/SPO/RSI-SA/I/2014 0 2/3
SEMARANG

Prosedur 6. Formulir pengambilan sampel untuk


pemeriksaan laboratorium
7. Gunting kecil
8. Kertas cellotape
9. Termos es
10. Tas pembawa pengambilan contoh
11. Jendela usap steril ukuran 10 x 5 = 50 cm2
12. Sabun Desinfektan

Pengambilan sampel
1. Sarung tangan steril yang disiapkan untuk mulai mengambil
sampel
2. Ambil alat makan yang akan diperiksa masing-masing diambil 5
buah tiap jenis yang diambil secara acak dengan menggunakan
sarung tangan steril dari tempat pengeringan/penirisan
3. Siapkan catatan formulir pemeriksaan alat makan dalam
kelompok-kelompok
4. Siapkan lidi steril, kemudian menutup botol yang berisi cairan
garam buffer phosphate
5. Masukkan lidi kapas steril ke dalam botol, lalu ditekan kedinding
botol untuk untuk membuang airnya, kemudian diangkat dan
melakukan usapan.
6. Cara melakukan usapan : Gelas dengan usapan mengelilingi
bidang permukaan luar dan dalam bagian bibir setinggi 6 mm,
Piring ; Usapan dilakukan pada bagian permukaan dalam dengan
cara melakukan 2 usapan yang satu sama lainnya saling
menyilang
7. Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3 kali berturut-
turut, dan satu lidi kapas atau satu swab digunakan untuk
kelompok alat makan yang diperiksa
PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN

Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman :


RS ISLAM
SULTAN AGUNG 516/SPO/RSI-SA/I/2014 0 3/3
SEMARANG

Prosedur 8. Setiap selesai melakukan usapan pada satu alat dari satu
kelompok jenis alat makan, lidi kapas steril harus dimasukkan ke
dalam botol berisi cairan garam buffer phosphat, diputar-putar
dan ditekankan ke dinding untuk membuang cairannya, lalu
diangkat dan digunakan untuk mengusap alat berikutnya. Hal ini
dilakukan berulang-ulang sampai seluruh alat makan dalam satu
kelompok diambil usapnya. Dengan demikian maka untuk satu
jenis alat hanya menggunakan satu lidi kapas.
9. Setelah semua kelompok alat makan sudah di usap, lidi kapas
dimasukkan kedalam botol, lidinya dipatah atau diguntingi.
Sebelum ditutupi, bibir botol dan penutupnya disterilkan dengan
memanaskan pada api spirtus
10. Tempelkean kertas cellotape dan tulis etiket dengan spidol yang
menyatakan alat makan, tempat pengambilan contoh dan diberi
kode sesuai dengan lembar formulir.
11. Masukkan botol sampel kedalam termos dan dikirim segera ke
laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Unit terkait Sanitasi, Instalasi Gizi, Labkesda