Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia nya kepada kita semua. Shalawat serta salam marilah kita haturkan ke
junjungan nabi besar kita Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan umatnya yang
telah menuntun kita dari zaman yang gelap hingga ke zaman yang terang benderang ini.
Dengan rahmat dan karunianya pula lah saya mampu menyusun Makalah Electroplating.

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada Bapak Ir. Bambang Wahyu Sidharta, M.Eng selaku dosen mata kuliah
Perlakuan permukaan. Juga saya ingin menyampaikan terima kasih kepada kedua orang
tua, saudara, juga segenap teman-teman seperjuangan yang telah ikut menyumbangkan
bantuan moril, dan spiritual. Semoga Allah membalas semua kebaikan.

Pada penulisan makalah ini, saya meyakini bahwasanya masih banyak kesalahan dan
kekurangan yang terdapat pada makalah ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan
banyaknya kritik dan saran yang membangun agar kelak dikemudian hari saya mampu untuk
membuat kriteria makalah yang lebih baik lagi.

Semoga pada akhirnya makalah yang saya buat ini mempu memberikan manfaat
kepada siapapun yang membacanya.

Yogyakarta, 25 November 2017

ARGA TIAR RAMANDA


NIM. 151331083
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Logam merupakan material yang memegang peranan penting bagi kehidupan


manusia. Namun, sebagian jenis logam sangat mudah terkorosi dan berkarat. Logam yang
berkarat bersifat rapuh, mudah larut dan bercampur dengan logam lain, serta beracun. Pada
beberapa penggunaan khusus, korosi pada logam harus sangat dihindari, contohnya seperti
pada industry makanan dan obat-obatan, penggunaan pada logam pada structural jembatan
dan bangunan, komponen-komponen otomotif dll.
Kerugian yang begitu besar akibat pengkaratan diharuskan adanya upaya
pencegahan. Banyak cara yang dapat digunakan sebagai upaya pencegahan pada
pengkaratan logam, salah satunya adalah dengan melapisi logam dengan lapisan
pelindung. Electroplating merupakan cara yang menggunakan prinsip pelapisan logam.

1.2 Tujuan

Mahasiswa mampu menguasai teori dan proses electroplating


Pada percobaan electroplating, logam yang dilindungi dilapisi dengan lapisan
logam anti karat, memperkeras permukaan dan memperbaikipermukaan logam
yang akan dilindungi.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Elektroplating adalah proses yang menggunakan arus listrik untuk mengurangi


kation logam terlarut sehingga membentuk lapisan logam yang koheren pada elektroda.
Istilah ini juga digunakan untuk oksidasi listrik anion ke substrat padat, seperti dalam
pembentukan perak klorida pada kawat perak untuk membuat elektroda perak / perak
klorida. Electroplatin terutama digunakan untuk mengubah sifat permukaan suatu benda
(misalnya abrasi dan ketahanan aus, perlindungan korosi, pelumasan, kualitas estetika,
dll), tetapi juga dapat digunakan untuk membangun ketebalan pada bagian berukuran atau
membentuk objek dengan electroforming.

Proses yang digunakan dalam elektroplating disebut elektrodeposisi. Hal ini sejalan
dengan sel galvanik yang bertindak secara terbalik. Bagian yang akan dilapis adalah katoda
sirkuit. Dalam salah satu teknik, anoda terbuat dari logam yang akan dilapisi pada bagian.
Kedua komponen direndam dalam larutan yang disebut elektrolit yang mengandung satu atau
lebih garam logam terlarut serta ion lain yang mengizinkan aliran listrik. Sebuah catu daya
memasok arus langsung ke anoda, oksidasi atom logam yang terdiri dan memungkinkan
mereka untuk larut dalam larutan. Pada katoda, ion logam terlarut dalam larutan elektrolit
berkurang pada antarmuka antara larutan dan katoda, sehingga mereka "melapis keluar" ke
katoda. Tingkat di mana anoda terlarut sama dengan tingkat di mana katoda berlapis, vis-a-vis
arus melalui rangkaian. Dengan cara ini, ion-ion dalam bak elektrolit terus diisi ulang oleh
anoda.

2.2 Proses Pengerjaan Elektroplating

Kation mengasosiasi dengan anion dalam larutan. Kation ini berkurang pada katoda
untuk deposit dalam logam, nol valensi. Sebagai contoh, dalam larutan asam, tembaga
teroksidasi di anoda ke Cu2 + dengan kehilangan dua elektron. The Cu2 + berasosiasi dengan
anion SO42- dalam larutan untuk membentuk tembaga sulfat. Pada katoda, Cu2 + direduksi
menjadi logam tembaga dengan mendapatkan dua elektron.
Hasilnya adalah transfer efektif tembaga dari sumber anoda ke plat meliputi katoda.

Plating umumnya elemen logam tunggal, bukan paduan. Namun, beberapa paduan dapat
di Elektrodeposisi, terutama kuningan dan solder.

Banyak bak plating termasuk sianida logam lainnya (misalnya, kalium sianida) selain
sianida logam yang akan disimpan. Sianida bebas ini memfasilitasi korosi anoda, membantu
untuk mempertahankan tingkat ion logam konstan dan berkontribusi terhadap konduktivitas.
Selain itu, bahan kimia non-logam seperti karbonat dan fosfat dapat ditambahkan untuk
meningkatkan konduktivitas.

Ketika plating tidak diinginkan pada area tertentu dari substrat, stop-off diterapkan
untuk mencegah bak dari kontak dengan substrat. Khas stop-off termasuk tape, foil, lak, dan
lilin.
2.3 Electroplating dan Peran kuncinya

Sebuah lembaga pemrosesan logam terkemuka Jerman, Gutegemeinschaft


Galvanotechnik e.V. Mendefiniskan pelapisan logam dan peranannya sebagai berikut :

'Metal Finishing' is a term embracing the surface treatment and finishing of metals
and non- metals, in which a metallic coating is formed from an aqueous solution or a molten
salt by means of an electrochemical reaction. The properties of such coatings are determined
by the deposition process as well as pretreatment and post-treatments.

Pelapisan logam dapat dikatakan telah bertransformasi pada beberapa decade dari yang
utamanya merupakan sebuah kerajinan empiris, menjadi sebuah teknologi kunci, berdasarkan
pada prinsip ilmu pengetahuan. Metode coating telah dikembangkan secara sistematis dalam
hal komposisi dan sifat dari lapisan yang diperlukan. Parameter proses yang spesifik seperti
seperti laju deposisi, efisiensi deposisi dan daya pelemparan pada setiap elektrolit telah secara
istimewa dikembangkan untuk menemukan spesifikasi yang disyaratkan. Pada cara ini, dapat
diketahui deposit baik logam murni atau lapisan paduan dari kompisisi yang sebenarnya. Sifat
dari lapisan logam seringkali berbeda dari logam atau paduan besar-besaran yang sesuai.
Alasan dari ini semua terdapat pada struktur microscopic atau sub-mikroskopik dari lapisan
logam. Jadi, nilai kekerasan mikro Vicker adalah salah satu cara paling sederhana untuk
mendemonstrasikan perbedaan tersebut. Dari table berikut ini akan jelas bahwa logam
electrodeposit adalah secara seragam lebih keras dari pada pembandingnya yang disiapkan
dengan metode metallurgi.
Tabel : Perbandingan Kekerasan Vicker pada proses berbeda

Tabel : lapisan pelindung dan coating yang terbentuk oleh pelapisan logam

Pelapisan logam seperti yang telah didefinisikan diatas, juga termasuk formasi dari
selaput konversi. Selaput komposit dengan sebuah matrix logam dan inklusi non-logam (juga
dikenal dengan selaput disperse) adalah temuan aplikasi yang berkembang. Ketika deposisi
selektif berguna, sebagai contoh, untuk memperbaiki kecacatan dan selaput yang using,
demikian memungkinkan untuk mendaur ulang komponen. Part dengan topografi bentuk dan
permukaan yang kompleks dapat dimanufaktur dengan electroforming.
2.4 Pengaplikasian Pada Electroplating.

1. Penyepuhan logam
Industri yang bergerak dalam bidang electroplating menerima penyepuhan peralatan
teknik maupun perbaikan lapisan logam. Dalam produksi benda-benda logam, suatu benda
yang terbuat dari logam atau aliase logam seringkali disalut dengan suatu lapisan tipis logam
lain. Penyepuhan (electroplating) dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau
untuk memperbaiki penampilan.

2. Pelapisan Chrome
Tujuan pelapisan chrome ini untuk memperbaiki tampak muka, memperlambat
terjadinya korosi atau karat, meningkatkan ketahanan terhadap gesekan, menanbah ukuran
yang pressisi.
Jenis pelapisan chrome ini untuk :
- Untuk keperluan dekorasi yang sifatnya tipis, agak lunak dan mengkilat.
Sering digunakan untuk alat-alat rumah tangga, asessoris kendaraan bermotor, elektronik
dan masih banyak yang lainnya.
- Keperluan menambah pressisi yang bersifat keras dimana sering digunakan untuk bantanlan
agar tidak cepas aus oleh gesesekan seperti Piston , Bearing, dan yang lainnya.