Anda di halaman 1dari 28

OPTIMALISASI PENGGANTIAN KWH METER BERMASALAH

DALAM UPAYA PENURUNAN SUSUT NON TEKNIK


DI RAYON TOMONI

PT PLN (PERSERO) RAYON TOMONI


AREA PALOPO
WILAYAH SULSELRABAR

LAPORAN PELAKSANAAN
ON THE JOB TRAINING BERBASIS PENEMPATAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : MICHAEL ANDRE HERMAN MANTIRI

NO TEST : 1703/MDC/59/S1-ELE/07871

PROGRAM PRAJABATAN S1/D3


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
TAHUN 2017
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

OPTIMALISASI PENGGANTIAN KWH METER BERMASALAH


DALAM UPAYA PENURUNAN SUSUT NON TEKNIK
DI RAYON TOMONI

PT PLN (PERSERO) RAYON TOMONI


AREA PALOPO
WILAYAH SULSELRABAR

LAPORAN PELAKSANAAN
ON THE JOB TRAINING BERBASIS PENEMPATAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : MICHAEL ANDRE HERMAN MANTIRI

NO TEST : 1703/MDC/59/S1-ELE/07871

PROGRAM PRAJABATAN S1/D3


PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
TAHUN 2017

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

i
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN OJT

Judul : Optimalisasi Penggantian kWh Meter Bermasalah dalam


Upaya Penurunan Susut Non Teknik di Rayon Tomoni
Nama : Michael Andre Herman Mantiri
No. Test : 1703/MDC/59/S1-ELE/07871
Bidang : Niaga
Proyeksi : Assistant Engineer Pengendalian Susut dan PJU

Menyetujui, Tomoni, November 2017

Mentor II
Manajer PT PLN (Persero) Siswa OJT,
Rayon Tomoni,

Faisal Michael Andre Herman Mantiri


6384099F 1703/MDC/59/S1-ELE/07871

Mengetahui,

Mentor I
Manajer Bidang SDM dan Umum Manajer PT PLN (Persero)
PT PLN (Persero) Area Palopo,
Wilayah Sulselrabar,

Toni Wahyu Wibowo Himawan Sutanto


6894006P2B 7806079Z

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

ii
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis diberikan
kelancaran dalam melaksanakan program On The Job Training (OJT) serta
penulis dapat menyelesaikan laporan Telaahan Staf yang berjudul Optimalisasi
Penggantian kWh Meter Bermasalah Dalam Upaya Penurunan Susut Non
Teknik di Rayon Tomoni.
Penyusunan Telaahan Staf ini merupakan persyaratan yang wajib
dilaksanakan dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai siswa prajabatan
angkatan 59 di PT PLN (Persero).
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada
pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan kepada penulis dalam
menyelesaikan tugas ini, antara lain kepada :
1. Manajer Pusdiklat PT PLN (Persero).
2. General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar.
3. Bapak Toni Wahyu Wibowo, Manajer Bidang SDM dan Umum PT PLN
(Persero) Wilayah Sulselrabar.
4. Bapak Himawan Sutanto, Manajer PT PLN (Persero) Area Palopo selaku
Mentor 1.
5. Bapak Faisal, Manajer PT PLN (Persero) Rayon Tomoni selaku Mentor 2.
6. Bapak Nurman Hidayat, Supervisor Transaksi Energi PT PLN (Persero)
Rayon Tomoni selaku Pembimbing Lapangan.
7. Para pegawai dan alih daya PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Area
Palopo dan Rayon Tomoni yang selalu memberi dukungan dan bantuan.
8. Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungan
kepada penulis.
9. Sdri. Tirsa Kurniawati Elvie Wantania yang selalu memberikan doa,
semangat dan dukungan sejak penulis mengenal beliau.
10. Rekan-rekan Prajabatan PLN Angkatan 59 terutama kelas Engineer
Distribusi-C, atas kerjasama, kekompakkan dan kehangatan yang selalu
penulis rasakan dalam menjalani pendidikan.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

iii
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Dalam penyusunan laporan Telaahan Staf ini, penulis menyadari masih


terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan kemajuan penulis serta
PT PLN (Persero) di masa mendatang. Semoga laporan Telaahan Staf ini dapat
bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya.

Tomoni, November 2017

Michael Andre Herman Mantiri

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

iv
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................... i

Lembar Pengesahan ......................................................................................... ii

Kata Pengantar .................................................................................................. iii

Daftar Isi ............................................................................................................. v

Daftar Tabel ....................................................................................................... vi

Daftar Gambar ................................................................................................... vii

Abstrak ............................................................................................................... viii

Bab I Pendahuluan

1.1. Latar Belakang ...................................................................................... 1

1.2. Permasalahan ....................................................................................... 2

1.2.1. Data kWh Meter Bermasalah Melalui ACMT .................................... 2

1.2.2. Data kWh Meter Tua Melalui Penyisiran Langsung .......................... 4

Bab II Pembahasan

2.1. Identifikasi Masalah .............................................................................. 5

2.2. Tools Analysis (RCPS) ......................................................................... 5

2.3. Pra-Anggapan ....................................................................................... 6

2.4. Skala Prioritas ....................................................................................... 7

2.5. Fakta Yang Mempengaruhi .................................................................. 9

2.5.1. Data Susut Triwulan Ketiga Tahun 2017 Rayon Tomoni ................. 9

2.5.2. Sampling Error kWh Meter Di Desa Panca Karsa ............................ 11

2.6. Pembahasan ......................................................................................... 13

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

v
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

2.6.1 Pengambilan Sampling Data KWh Meter Bermasalah Dari ACMT ... 14

2.6.2. Implementasi Penggantian KWh Meter Bermasalah ........................ 15

2.6.3. Saving, Gain, dan Benefit .................................................................. 16

Bab III Penutup

3.1. Kesimpulan ........................................................................................... 18

3.2. Saran Tindak Lanjut .............................................................................. 18

Lampiran-Lampiran ............................................................................................ 19

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

vi
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. kWh Meter Tua ................................................................................. 4

Tabel 2.1. Problem Solving................................................................................. 7

Tabel 2.2. Data Susut Bulanan Dari Dupon Chart Bulan September 2017....... 10

Tabel 2.3. Sampling Pemakaian Berdasarkan Deviasi Error............................. 13

Tabel 2.4. Daftar Pelanggan Penggantian kWh Meter ...................................... 15

Tabel 2.5. Perbandingan Pemakaian ................................................................. 17

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

vii
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Data kWh Meter Bermasalah di ACMT ........................................ 2

Gambar 1.2. Grafik kWh Meter Macet................................................................ 3

Gambar 1.3. Grafik kWh Meter Buram/Pecah ................................................... 3

Gambar 2.1. Root Cause Problem Solving (RCPS) .......................................... 6

Gambar 2.2. Skala Implementasi dan Dampak Problem Solving...................... 8

Gambar 2.3. Grafik Susut Triwulan III Tahun 2017 ........................................... 9

Gambar 2.4. Dupont Chart Susut Distribusi Bulan September Tahun 2017 ..... 10

Gambar 2.5. Pengujian Akurasi Pengukuran kWh Meter .................................. 12

Gambar 2.6. Data kWh Meter Bermasalah Yang Akan Diganti ......................... 14

Gambar 2.7. Laporan Realisasi Penggantian kWh Meter Bermasalah ............. 15

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

viii
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

ABSTRAK

Berdasarkan data hasil perhitungan formula yogya Susut Distribusi PT


PLN (Persero) Rayon Tomoni pada bulan September tahun 2017, didapat bahwa
susut distribusi adalah sebesar 9,30%. Nilai susut tersebut terdiri dari 5,71%
susut teknik dan 3,59% susut non teknik. Berdasarkan data yang diperoleh,
menunjukkan bahwa ada 2 faktor yang mempengaruhi susut non teknis yakni
internal dan eksternal. Dalam hal susut non teknis eksternal, ada 3 hal yang
mempengaruhi adanya susut yaitu PJU (penerangan jalan umum) ilegal sebesar
0,16%, pemakaian ilegal sebesar 3,23%, dan APP sebesar 0,20%.

Salah satu faktor penyebab susut non teknis yang perlu mendapat
perhatian di PT PLN (Persero) Rayon Tomoni adalah adanya kWh meter
bermasalah seperti kWh meter tua, rusak, macet dan buram.

Dengan target untuk menekan susut non teknis, pelaksanaan tindak


lanjut penggantian kWh meter bermasalah menghasilkan perhitungan kWh
kurang tagih dan rupiah yang bisa diselamatkan jika dilaksanakan eksekusi
secepatnya dan berkelanjutan. Dengan membantu dan mempercepat proses
penggantian kWh meter tua, rusak, macet dan buram, diharapkan dapat
meningkatkan efektifitas pembacaan pemakaian kWh yang aktual pada stan kWh
meter pelanggan selama proses billing, serta meningkatkan akurasi pengukuran
kWh meter terhadap pemakaian pelanggan yang sebenarnya. Kemudian dari
semuanya itu dapat dilakukan saving kWh dan gain Rupiah yang dapat
meningkatkan nilai kinerja Rayon Tomoni.

Kata kunci: Susut Non Teknik, kWh Meter

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

ix
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT. PLN (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang mengemban tugas dalam penyediaan tenaga listrik bagi
masyarakat, serta harus selalu menjaga keandalan dan keberlangsungan proses
penyediaan tenaga listrik. Dalam proses pendistribusian tenaga listrik selalu
timbul susut tenaga listrik, yaitu hilangnya tenaga listrik yang didapat dari selisih
antara jumlah energi listrik yang dihasilkan (kWh siap jual) dengan jumlah energi
listrik yang terjual (kWh jual). Susut distribusi terbagi dua, yaitu susut teknik dan
susut non teknik yang keduanya merupakan kerugian bagi PT PLN (Persero)
karena susut merupakan energi yang terbuang.
PT PLN (Persero) Rayon Tomoni merupakan salah satu Rayon di wilayah
kerja PLN Area Palopo dengan tingkat susut distribusi 9,30 %, yang terdiri dari
susut teknis 5,71% dan susut non teknis 3,59%. Angka tersebut masih tergolong
tinggi dan karena itu perlu dilakukan penekanan susut baik situ secara teknis
maupun non teknis, dalam upaya memaksimalkan pendapatan perusahaan dan
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kesalahan pembacaan dan pengukuran pada kWh meter termasuk
penyebab susut dari segi non teknis, hal ini disebabkan karena adanya kWh meter
buram yang masih banyak ditemukan di lapangan yang dapat mempengaruhi
kesalahan pembacaan stand meter. Disamping itu, adanya kWh meter tua, rusak,
dan macet juga mempengaruhi tingkat keakuratan pengukuran.
Merujuk kepada Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor :
139.K/DIR/2011 tentang Manajemen Alat Pengukur dan Pembatas (APP). Bahwa
harus adanya keseragaman acuan atau referensi bagi setiap Unit Distribusi dan
Wilayah di lingkungannya dalam mengelola APP. Salah satu upaya untuk
merealisasikannya adalah dengan penggantian kWh meter bermasalah seperti
kWh meter buram, tua, rusak, dan macet.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

1
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

1.2. Permasalahan
Tingkat kWh meter bermasalah di PLN Rayon Tomoni masih cukup
banyak, sehingga perlu penanganan yang cepat dalam upaya penekanan susut dan
peningkatan kWh jual. Berikut beberapa data mengenai kWh meter bermasalah :

1.2.1. Data kWh Meter Bermasalah Melalui ACMT


Aplikasi Catat Meter Terpusat (ACMT) adalah aplikasi pembacaan meter
terpusat yang secara sistem terintegrasi dengan Aplikasi Pelayanan Pelanggan
Terpusat (AP2T). Dari aplikasi ini penulis mendapatkan data yang merupakan
hasil dari laporan petugas catat meter (biller) terkait dengan kWh meter yang
bermasalah. Data ini menjadi acuan untuk penggantian KWh meter yang akan
dilaksanakan oleh vendor.

Gambar 1.1 Data kWh Meter Bermasalah di ACMT

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

2
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Berdasarkan data yang didapat melalui ACMT, banyaknya kWh meter


bermasalah pada bulan Juli September tahun 2017 adalah sebagai berikut :

154
160 142
140
128
120
100
80
60
40
20
0
Juli
Agustus
September

Gambar 1.2 Grafik kWh Meter Macet

1126
1200
1000 883 968
800
600
400
200
0
Juli
Agustus
September

Gambar 1.3 Grafik kWh Meter Buram/Pecah

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

3
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

1.2.2. Data kWh Meter Tua Melalui Penyisiran Langsung


Penulis juga melakukan penyisiran langsung pada salah satu Rute Baca
Meter (RBM) dengan salah satu petugas catat meter (biller) PLN Rayon Tomoni.
Penulis melihat dan mendata kWh meter berdasarkan tahun pembuatannya,
adapun hasil yang didapat adalah sebagai berikut :

Tahun Pembuatan
RBM
< 2012 2012 2017
TSCA 236 44

Tabel 1.1 kWh Meter Tua


Berdasarkan data yang didapat kWh meter analog yang terdapat pada
RBM TSCA adalah sebanyak 280 buah. Pemeliharaan kWh meter berkala baru
dilakukan sebanyak 44 kWh meter dan sisanya sebanyak 236 kWh meter yang
sudah beroperasi lebih dari 5 tahun.

Berdasarkan latar belakang dan analisa data di atas, maka penulis


mengambil permasalahan sebagai berikut :
1. Adanya kWh meter buram/pecah menyebabkan kesalahan
pembacaan data dan stan pada kWh meter.
2. Adanya kWh meter tua, rusak, dan macet menyebabkan tidak
akuratnya pengukuran dan tingginya persentase error kWh meter.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

4
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Identifikasi Masalah


Dari permasalahan di atas, didapatkan persoalan-persoalan yang perlu
mendapatkan penanganan cepat dan perhatian lebih lanjut dalam upaya penekanan
susut (losses) yang terjadi di PLN Rayon Tomoni, yaitu sebagai berikut :
1. Pembacaan pada kWh meter buram/pecah tidak efektif
Kesalahan biller dalam pembacaan stan pada kWh meter
buram/pecah akan menyebabkan ketidaksesuaian antara kWh yang
sebenarnya digunakan oleh pelanggan dengan data yang akan
dimasukkan dalam proses billing. Jika energi yang digunakan
pelanggan lebih besar dibanding dengan hasil pembacaan maka
tentunya akan mengakibatkan selisih dan mengakibatkan
penambahan susut (losses).

2. Pengukuran kWh meter yang tidak akurat


Tidak akuratnya pengukuran pada kWh meter yang disebabkan oleh
kondisi kWh meter yang sudah tua, rusak, atau pun macet, yang
dapat berujung pada tidak terukurnya pemakaian pelanggan yang
sebenarnya dan pada akhirnya mengakibatkan penambahan susut
(losses).

2.2. Tools Analysis (RCPS)


Untuk menentukan akar masalah dan solusi, penulis menggunakan tools
Root Cause Problem Solving (RCPS). RCPS merupakan metode untuk
mengungkap akar permasalahan secara teknis dan sistematik. Berdasarkan
diagram RCPS, problem solving yang ditawarkan akan dikelompokkan dan diberi
nilai berdasarkan kemudahan dalam implementasi dan besarnya dampak terhadap
perbaikan susut dan peningkatan kWh jual.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

5
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Melakukan
Jumlah DLPD pemeriksaan
banyak DLPD Analog
secara rutin
Data TO / SO tidak
akurat Melakukan
Alamat DLPD penyisiran DLPD
P2TL kurang LPB sulit LPB secara rutin
maksimal ditemukan didampingi
biller
Kurangnya
Pemakaian Ilegal pengawasan Pemeriksaan
terhadap APP yang APP secara
terpasang terjadwal
(Analog/LPB)

Kurangnya
sosialisasi
Melakukan
tentang
sosialisasi rutin
pemakaian
tenaga listrik

Penggantian
KWh meter tua kWh meter
berkala
Pengukuran
tidak akurat
Penggantian
KWh meter
Susut rusak/macet
kWh meter
Non berkala
Kesalahan APP
Teknik
Penggantian
Pembacaan
KWh meter buram kWh meter
kurang tepat
berkala

Kurangnya Komunikasi
komunikasi dengan
dengan pemerintah
pemerintah daerah lebih
PJU Ilegal daerah ditingkatkan

Data PJU tidak Inventarisasi


valid PJU rutin

Gambar 2.1. Root Cause Problem Solving (RCPS)

2.3. Pra Anggapan


Tidak akuratnya pengukuran dan kesalahan pembacaan pada kWh meter
dapat disebabkan oleh kWh meter yang buram dan tidak berfungsi dengan baik.
Bisa saja kWh meter mengalami kerusakan sehingga menyebabkan putaran kWh
meter tersebut macet dan komponen komponen kWh meter yang terpasang tidak
berfungsi dengan baik. Akurasi pengukuran akan lebih presisi dengan

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

6
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

menggunakan kWh meter baru serta meminimalisir kesalahan pembacaan meter


saat proses billing.
Oleh karena itu, penulis beranggapan bahwa penggantian kWh meter
bermasalah secara berkala sangatlah penting dan membutuhkan perhatian yang
lebih dalam upaya penekanan susut dan meningkatkan penjualan.

2.4. Skala Prioritas


Dari perumusan permasalahan menggunakan RCPS dapat diketahui akar
penyebab permasalahan dan solusi untuk menekan nilai susut dari segi non teknis.
Pemecahan masalah susut non teknis dapat dijabarkan melalui skala prioritas pada
tabel berikut ini :

No Solusi Implementasi Dampak


Melakukan pemeriksaan DLPD analog secara
1 Mudah Sedang
rutin
Melakukan penyisiran DLPD LPB secara rutin
2 Sedang Sedang
didampingi biller
3 Pemeriksaan APP secara terjadwal Sedang Sedang
4 Melakukan sosialisasi rutin Sulit Sedang
5 Penggantian kWh meter berkala Mudah Tinggi
Komunikasi dengan pemerintah daerah lebih
6 Sulit Rendah
ditingkatkan
7 Inventarisasi PJU rutin Sedang Rendah

Tabel 2.1 Problem Solving

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

7
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

TINGGI
5

DAMPAK

SEDANG
3
4
2
1
RENDAH

7 6

MUDAH SEDANG SULIT

IMPLEMENTASI

Gambar 2.2 SkaIa Implementasi dan Dampak Problem Solving

Berdasarkan grafik skala prioritas di atas, problem solving yang mudah


diimplementasikan dan memliki dampak yang tinggi adalah penggantian kWh
meter bermasalah secara berkala, ini juga dipilih berdasarkan hasil diskusi dengan
mentor, pembimbing lapangan, dan beberapa pegawai di PLN Rayon Tomoni.
Dengan ini penulis memutuskan pilihan solusi penekanan susut non teknis dan
peningkatan kWh jual di PLN Rayon Tomoni melalui penggantian kWh meter
bermasalah secara berkala.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

8
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

2.5. Fakta yang Mempengaruhi


Dalam Surat Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor
139.K/DIR/2011 Tentang Manajemen Alat Pengukur dan Pembatas (APP)
dijelaskan bahwa susut yang terjadi pada APP ditentukan oleh akurasi APP dan
akurasi pembacaan atau pengambilan data hasil pengukuran. Selain itu ada
beberapa fakta yang mempengaruhi dalam pelaksanaan penggantian kWh meter
bermasalah dan menjadi landasan penulis dalam menyelesaikan persoalan guna
mengurangi susut non teknis di PLN Rayon Tomoni. Berikut ini adalah beberapa
fakta yang dimaksud :

2.5.1. Data Susut Triwulan Ketiga Tahun 2017 Rayon Tomoni


Data susut yang diambil adalah berdasarkan pendekatan menggunakan
formula yogya di bulan Juli Sepember, yang kemudian akan diuraikan khusus
pada data susut bulan September.

9.22
10 9.3
8
5.9
Susut (%)

6
4
2
0
Juli
Agustus
September
Bulan

Gambar 2.3 Grafik Susut Triwulan III Tahun 2017

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

9
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada penurunan susut
yang cukup signifikan, bahkan di bulan September mengalami kenaikan susut
yang cukup drastis. Kenaikan susut ini didapat dari berbagai macam penyebab,
hal ini dapat diuraikan dengan pendekatan formula yogya seperti yang tertuang
pada dupont chart susut distribusi bulan September tahun 2017 dibawah ini :

Gambar 2.4 Dupont Chart Susut Distribusi Bulan September Tahun 2017

September
Internal 0,00
Susut Non Teknik

Eksternal 3,59
(%)

PJU Ilegal 0,16


Pemakaian Ilegal 3,23
APP Rusak/Hilang 0,20

Tabel 2.2 Data Susut Bulanan dari Dupont Chart Bulan September Tahun 2017

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

10
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Berdasarkan data susut bulanan di atas, PLN Rayon Tomoni yang


merupakan bagian dari wilayah kerja Area Palopo masih memiliki tingkat susut
yang tinggi yaitu 9,30 %. Susut ini terdiri dari susut teknis sebesar 5,71% dan
susut non teknis sebesar 3,59%. Maka dengan fokus penggantian kWh meter yang
bermasalah secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kWh jual dan menekan
susut pada sisi non teknis.

2.5.2. Sampling Error kWh Meter di Desa Panca Karsa


Cara menghitung akurasi pengukuran kWh meter ditunjukkan pada
persamaan 2.1 di bawah ini.

= x 100 ....(2.1)

Keterangan :
= error pembacaan (%)

= waktu sesuai pengukuran

= waktu n putaran kWh meter (detik)

Untuk menghitung waktu sesuai pengukuran kWh meter ditunjukkan pada


persamaan 2.2 di bawah ini.
3600 1000
= .(2.2)

Keterangan :
n = jumlah putaran
3600 = konversi dalam detik selama satu jam
1000 = satuan kilo pada kWh
c = konstanta putaran kWh meter (putaran)

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

11
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Kemudian untuk menghitung daya ditunjukkan pada persamaan 2.3


sebagai berikut :

= .(2.3)

Keterangan :

= Tegangan (V)

= Arus (A)

cos = 0.85

Maka dengan menggunakan rumus di atas, dapat ditentukan kWh meter


yang telah memiliki tingkat error melebihi batasan kelasnya atau dapat
digolongkan rusak.
Berdasarkan data pengujian salah satu pelanggan dengan daya kontrak 450
VA, diperoleh konstanta kWh meter 900put/kWh dan pada saat pengukuran sesaat
tegangan 210 V dan arus 0,9 A, terdapat 3 putaran dalam 98,21 detik.
Maka,

= 210 0,9 0,85

= 160,65 W

36001000
=

3 3600 1000
= Gambar 2.5.
900 160,65
Pengujian Akurasi
10800000 Pengukuran kWh
= Meter
144585
= 74,69

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

12
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI


= x 100

74,69 98,21
= x 100
98,21
= 23,94 %

Dari hasil perhitungan deviasi error di atas, jika pelanggan menggunakan


10 kWh dalam sehari maka perusahaan akan mengalami kerugian seperti pada
tabel berikut :

Sampling Pemakaian 10 kWh


Deviasi Error (%)
1 Hari (kWh) 1 Bulan (kWh)

-23,94 -2,39 -71,28

Tabel 2.3. Sampling Pemakaian Berdasarkan Deviasi Error

Berdasarkan data di atas, akibat dari tidak akuratnya pengukuran atau


tingkat deviasi error dari kWh meter tergolong tinggi atau sudah melebihi standar
kelasnya, maka dalam sehari perusahaan bisa mengalami kerugian sebesar 2,39
kWh dan dalam sebulan bisa mencapai 71,28 kWh.

2.6. Pembahasan

Banyaknya kWh meter buram, tua, rusak, atau macet yang masih
terpasang pada wilayah kerja PLN Rayon Tomoni menyebabkan kesalahan
pengukuran nilai kWh terpakai, error pembacaan nilai kWh terpakai, kWh meter
tidak dapat terbaca dan tercatat nilai kWh yang terpakai. Beberapa masalah pada
kWh meter tersebut dapat dihindari dengan cara melakukan penggantian kWh
meter secara berkala. Penggantian ini dilakukan khusus pada kWh meter

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

13
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

bermasalah dengan kWh meter baru yang memliki akurasi pengukuran yang lebih
baik. Setelah melakukan penggantian kWh meter secara berkala, maka tidak ada
lagi kesalahan pengukuran nilai kWh terpakai, error pembacaan nilai kWh
terpakai, kWh meter tidak dapat terbaca atau pun tidak dapat tercatat nilai kWh
yang terpakai, sehingga pembacaan nilai kWh setiap bulannya sesuai dengan
pemakaian pelanggan yang sebenarnya.
Berkurangnya error pada pembacaan kWh meter, dapat dibuktikan dari
hasil pembacaan kWh meter yang telah dicatat oleh petugas catat meter (biller)
dan diproses melalui ACMT. Maka dari penggantian kWh meter ini, akan
didapatkan penurunan susut non teknis di PT PLN (Persero) Rayon Tomoni
melalui kenaikan pendapatan penjualan kWh.

2.6.1. Pengambilan Data kWh Meter Bermasalah Dari ACMT


Pengambilan data kWh meter bermasalah yang kemudian akan diproses
untuk penggantian kWh meter, dapat dilakukan dengan mengunduh pada halaman
web ACMT (Aplikasi Catat Meter Terpusat), seperti yang ditunjukkan pada

gambar 2.6. dibawah ini :

Gambar 2.6. Data kWh Meter Bermasalah Yang Akan Diganti

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

14
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

2.6.2 Implementasi Penggantian kWh Meter


Dari data kWh meter bermasalah bulan September, telah dilakukan
sebanyak 102 penggantian kWh meter yang sebelumnya di bulan September
hanya terealisasi sebanyak 32 penggantian. Proses eksekusi penggantian kWh
meter ini dilakukan oleh vendor KHS (Kontrak Harga Satuan) khusus pengantian
kWh

meter di PLN Rayon Tomoni yaitu PT. Karya Elektrik Konstruksi.

Gambar 2.7. Laporan Realisasi Penggantian kWh Meter Bermasalah

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

15
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Dari realisasi 102 penggantian kWh meter di bulan Oktober, penulis


mengambil 10 sample pelanggan dengan berbagai golongan tarif dan daya. Untuk
data yang digunakan merupakan realisasi penggantian kWh meter bermasalah
seperti kWh meter buram, tua, rusak, dan macet. Berikut ini data 10 sample
pelanggan tersebut :

Daya
No. ID Pelanggan Nama Alamat Tarif
(A)
1. 326510007074 KUSNADI DS LERA R1 1300

2. 326510024952 ISMAIL DS LEWONU R1M 900

3. 326510022085 ARIFAH DS JALAJJA R1 450

4. 326510017043 JAFAR DS JALAJJA B1 2200

5. 326510017276 HALID DS JALAJJA B1 2200


NENGAH
6. 326510026929 DS BONEPUTE R1 450
SWESA
NENGAH
7. 326510026799 DS BONEPUTE R1M 900
WELER

8. 326500023960 HARUN DS PANCAKARSA R1 450

9. 326500025106 MARTEN DS PANCA KARSA R1 450


DS MARGO
10. 326500056443 TUMIJAN R1 450
LEMBO

Tabel 2.4. Daftar Pelanggan Penggantian kWh Meter

2.6.3 Saving, Gain dan Benefit


Setelah penggantian kWh meter yang bermasalah dengan yang baru maka
didapatkan peningkatan pemakaian kWh. Berikut adalah data perbandingan
pemakaian rata-rata tiga bulan sebelum dan satu bulan sesudah digantinya kWh
meter pada periode Oktober 2017.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

16
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

Daya Sebelum Sesudah


No. ID Pelanggan Nama Tarif
(A) (kWh) (kWh)

1. 326510007074 KUSNADI R1 1300 116 141


2. 326510024952 ISMAIL R1M 900 146 177
3. 326510022085 ARIFAH R1 450 137 204
4. 326510017043 JAFAR B1 2200 161 223
5. 326510017276 HALID B1 2200 32 162
6. 326510026929 NENGAH SWESA R1 450 78 99
7. 326510026799 NENGAH WELER R1M 900 131 154
8. 326500023960 HARUN R1 450 96 102
9. 326500025106 MARTEN R1 450 63 67
10. 326500056443 TUMIJAN R1 450 31 41
JUMLAH 991 1370

Tabel 2.5 Perbandingan Pemakaian

1. Saving
Data saving kWh diperoleh dari perbandingan pemakaian kWh rata-rata
tiga bulan sebelum pemasangan dengan satu bulan setelah penggantian
kWh meter. Maka nilai saving yang didapat adalah sebanyak 379 kWh.
2. Gain
Data gain rupiah diperoleh dari perkalian antara rupiah per-kWh dengan
saving kWh dalam satu bulan. Maka apabila harga per-kWh sebesar Rp.
1467,28,- maka nilai gain yang didapat sebesar Rp. 556.099,12,-
3. Benefit
Dari optimalisasi penggantian kWh meter yang bermasalah dalam upaya
menekan susut non teknis adalah berkurangnya nilai kerugian akibat
kesalahan pembacaan data dan stan meter, serta berkurangnya pengukuran
kWh meter yang tidak akurat.

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

17
PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SULSELRABAR
AREA PALOPO
RAYON TOMONI

MICHAEL A.H. MANTIRI


1703/MDC/59/S1-ELE/07871

18