Anda di halaman 1dari 6

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

MAKALAH ETIKA DALAM PARKIR KENDARAAN

Disusun Oleh :
Areva Fahlevi Kahlil Gibrani (161321007)
Asep Surya Lesmana (161321008)
Fauzan Nashiruddin (161321010)
Japi Muhammad (161321018)
Prayogo Unggul Pangestu (161321025)
Ridha Ayu Febriani (161321026)
Kelas 2A

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap perjalanan yang menggunakan kendaraan diawali dan diakhiri ditempat parkir,
oleh karena itu ketersediaan ruang parkir diperlukan bagi pengguna kendaraan sehingga
aktivitas yang akan dilakukan dapat terlaksana pada waktunya. Ketersediaan ruang parkir
tidak terlepas dari pengaturan tata letak ruang parkir yang efektif dan kapasitas ruang parkir
serta pelayanan parkir yang baik sehingga dapat mengoptimalkan fasilitas parkir kendaraan,
dalam hal ini fasilitas parkir kendaraan motor yang ada di Kampus Politeknik Negeri Bandung.

1.2 Tujuan
1. Agar mahasiswa lebih sadar akan pentingnya beretika dalam parkir kendaraan.
2. Agar menciptakan suasana dan kondisi area parkir yang nyaman.
3. Agar dapar mendukung aktivitas mahasiswa Polban dengan lancar.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kondisi di Parkiran Politeknik Negeri Bandung

Kondisi parkiran di Politeknik Negeri Bandung sangat memprihatinkan dari segi


ketersediaan lahan dan juga permukaan lahan. Ketersediaan lahan yang sangat tidak
sebanding dengan volume kendaraan menyebabkan tidak seluruh motor dapat parkir dengan
mudah dan nyaman. Di Politeknik Negeri Bandung sendiri, terdapat tiga area parkir, yang
pertama tempat parkir dibawah asbes dengan fasilitas tidak terkena hujan, yang kedua ada
di jajaran depan dengan kemudahan akses tapi permukaan papingblok tidak rata, dan yang
terakhir tempat parkir dilapangan woodball dengan permukaan tanah dan rumput.

Area parkir tersebut sangat berpengaruh terhadap ketidak kondusifan mahasiswa


dalam berparkir karena mahasiswa menghindari area parkir di lapangan woodball, akibatnya
parkiran di Area depan dan area tertutup asbes tidak beraturan. Pelanggaran yang akan
dibahas adalah :

1. Parkir sembarangan, parkir menghalangi kendaraan lain.


2. Parkir dibarisan kedua sedangkan barisan pertama masih kosong.
3. Kunci yang tertinggal di motor.
4. Maraknya pencurian helm.

2.2 Penanggulangan masalah di Parkiran Polban


1. Parkir sembarangan, parkir menghalangi kendaraan lain.
Hal ini terjadi biasanya karena mahasiswa terburu-buru, bisa jadi juga karena
mahasiswa tidak ada pilihan lain karena minimnya lahan parkir, hal ini tentu sangat
merugikan motor yang parkir disampingnya karena sulit untuk mengelurkan
kendaraannya belum lagi harus memindahkan motor yang dikunci stang, bagi laki-laki
mungkin tidak sulit, tapi untuk perempuan hal itu sangat sulit.

Cara menanggulangi :
a. Parkiran diberi garis-garis motor agar motor yang parkir rapih, parkir sesuai
dengan garis.
b. Tidak datang terlambat (terburu-buru) pada saat parkir.
c. Usahakan untuk tidak parkir parallel, apabila tidak ada pilihan maka diperbolehkan
asalakan tidak dikunci stang apalagi kunci ganda.
2. Parkir dibarisan kedua sedangkan barisan pertama masih kosong.
Biasanya hal ini dilakukan oleh mahasiswi karena takut sulit keluar jika parkir
dibarisan pertama takut terhalang oleh motor dibarisan kedua, hal ini sebaiknya tidak
dilakukan karena dapat mengurangi kapasitas parkir yang ada.

Cara menanggulangi :

a. Diberi ruang atau jalan untuk setiap barisan parkir motor, sehingga mahasiswa
yang parkir di barisan pertama tidak akan kesulitan saat akan mengeluarkan
motornya.
b. Maksimalkan parkir motor di barisan pertama dulu sebelum ke barisan berikutnya.

3. Kunci yang tertinggal di motor.


Hal ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang terburu-buru, padahal
dampaknya sangat besar, karena parkiran di Polban aksesnya hanya dengan STNK saja,
jika tidak ada STNK kendaraan dapat keluar dengan Kartu Tanda Mahasiswa, jadi
sangat teledor bagi mahasiswa yang kuncinya tertinggal dimotor karena bisa berakibat
hilangnya motor tersebut.
Cara menanggulangi :
a. Sebelum keluar/turun dari kendaraan, periksa barang-barang yang akan anda
bawa, usahakan setenang mungkin pada saat meninggalkan kendaraan, tarik
napas dalam-dalam, dan keluarkan, ini akan membantu tenang dan tidak terburu-
buru, hanya butuh kurang dari 30 detik untuk sekedar ambil napas dan
menenangkan pikiran.
b. Kunci kendaraan pakai kunci ganda boleh tapi tidak dalam posisi motor
parallel/malang. Karena parkiran tidak memfasilitasi asuransi kehilangan. Bila
sempat, cek dengan berkeliling disekitar kendaraan, ini berguna untuk melihat
kondisi terakhir kendaraan pada saat anda tinggalkan.

4. Maraknya Pencurian helm.


Tindak kriminalitas dilakukan karena adanya kebutuhan dan kesempatan.
Hampir setiap minggu ada helm yang hilang. Dilema mahasiswa adalah takut helm
hilang dan takut helm kebasahan. Helm bisa saja digantungkan di jok motor tapi dapat
terkena hujan, atau helm disimpan di spion kurang aman tapi tidak basah, tergantung
pilihan dan resiko yang akan diambil oleh mahasiswa tersebut.
Pencuri helm di Polban memiliki kriteria, yang pertama helm yang mahal dan
yang kedua helm yang mulus. Beberapa bulan yang lalu terciduk pencurian helm dan
langsung ditangani oleh satpam, pencuri tersebut bukanlah mahasiswa.
Cara Menganggulangi :
a. Lebih baik digantung di jok motor, lebih baik terkena resiko basah akibat hujan
masih bias dikeringkan daripada memilih resiko dicuri yang berakibat sulit untuk
didapatkan kembali.
b. Dibawa ke dalam ruang belajar agar terhindar dari pencurian.
c. Keamanan (Satpam) Polban lebih ketat lagi pengamanan di parkiran dan area
kampus.
d. Dapat juga disediakan penitipan helm.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Etika dalam parkir kendaraan dipengaruhi oleh lngkungan dan manusia itu sendiri.
Akibat dari lingkungan yang tidak memadai menyebabkan manusia bertindak dengan
menyesuaikan kondisi lingkungannya, namun tanpa memperhatikan aspek-aspek lain. Etika
dalam parkir kendaraan dipengaruhi juga oleh faktor manusia itu sendiri. Sebetulnya banyak
orang yang sudah tertib dalam memarkir kendaraannya, namun masih ada beberapa orang
yang kurang sadar akan hal itu, sehingga berimbas pada pengguna kendaraan lain. Hal itulah
yang menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman dalam hal parkir kendaraan, khusunya di
area parkir kampus Politeknik Negeri Bandung.

3.2 Saran

Pihak kampus harus memperhatikan sarana yang diperuntukkan bagi mahasiswa.


Apakah sudah memadai atau belum antara mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi
dengan lahan parkir yang disediakan. Setiap tahun mahasiswa yang lulus tentu saja tidak
sebanding dengan mahasiswa baru yang mendaftar. Oleh karena itu lahan parkir yang ada
tidak cukup untuk menampung semuanya.

Kemudian bagi mahasiswa sangat perlu untuk meningkatkan kesadaran diri dalam
etika parkir kendaraan. Hal ini dimaksudkan agar terwujudnya lingkungan yang nyaman dalam
setiap aktifitas dari seluruh mahasiswa Polban. Karena bagaimanapun area parkir menjadi
salah satu sarana yang sangat menunjang bagi mahasiswa yang menggunakan kendaraan
pribadi.