Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah yang paling istimewa. Hal ini dapat dilihat

dalam Kejadian 1:27 yang mengatakan bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa

dengan Allah. Namun akibat dari ketidaktaatan manusia akan perintah Allah, manusia jatuh

dalam dosa, sehingga manusia harus menerima konsekuensi dari ketidaktaan terhadap

perintah Allah. Meskipun manusia telah jatuh dalam dosa, tetapi Allah tetap memelihara

manusia. Allah menjanjikan sebuah keselamatan bagi manusia.

Dalam peper ini penulis akan memberikan penjelasan tentang akibat dari dosa yang

manusia lakukan serta akan memberikan penjelasan mengenai keselamatan yang Tuhan

janjikan.

STT Berea | 1
BAB II DOSA

Asal mula dosa

Berbicara mengenai dosa, dosa muncul kejatuhan malaikat. Banyak legion malaikat

jatuh tersingkir dari Allah.1 Namun, dalam Alkitab tidak dijelaskan secara pasti kapan

kejatuhan malaikat tersebut terjadi. Tetapi hal ini dapat dilihat dalam Yohanes 8:44, ayat ini

mengatakan bahwa iblis sebagai pembunuh manusia sejak semulanya (kat arches). Yohanes

juga mengatakan dalam 1 Yohanes 3:8 bahwa iblis telah berdosa sejak semula. Kata kat

arches ini, berarti sejak awal permulaan sejarah manusia. Beberapa orang berpendapat bahwa

kejatuhan malaikat disebabkan akibat kesombongan, ingin menjadi seperti Allah dalam

kuasadan otoritas.2 Para malaikat tidak merasa puas dengan apa yang telah menjadi bagian

mereka dengan pemerintahan dan kuasa yang diberikan kepada mereka.

Kesombongan yang dilakukan oleh iblis ini juga dijadikan untuk menjatuhkan

manusia. Hal ini sangat jelas dikatakan dalam Kejadian 3. Manusia menuruti apa yang

menjadi bujukan iblis yang mengatakan sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah

mengetahui, bahwa pada waktu kamu makannya matamu akan terbuka dan kamu akan

menjadi sama seperti Allah, tahu yang baik dan yang jahat. Dengan hal demikian sudah

sangat jelas bahwa manusia memiliki sifat yang sama seperti si iblis dalam kejatuhannya,

yaitu kesombongan.

Akibat dari dosa

Melalui ketidaktaatan manusia kepada perintah Allah, menyebabkan manusia jatuh

dalam dosa. Dosa ini membalikkan hubungan manusia dengan Allah. Akibat dosa ini manusia

tidak lagi bersungguh-sungguh dalam bersekutu dengan Allah, walaupun masih memiliki

1Louis Berkhof, Teologi Sistematika, (Surabaya: Momentum, 1994), 89.

2Ibid, 90.
STT Berea | 2
kemauan.3 Hal ini sangat terlihat jelas ketika Allah memanggil manusia, manusia tersebut

menyembunyikan dirinya dari Allah (Kejadian 3:10). Akibat dosa juga membalikkan

hubungan manusia dengan dirinya sendiri.4 Hal ini sangat terihat dengan jelas bahwa manusia

telah mengubah pandganya terhadap diri sendiri. hal ini sengat terbukti ketika manusia tahu

bahwa mereka telanjang, manusia kemudian mengenakan cawat untuk menutupi tubuh

mereka (Kejadian 3:7).

Kejatuhan manusia ini, mengakibatkan manusia harus menerima hukuman. Dalam

Kejadian 2:16-17 dikatakan bahwa ketika manusia memakan buah pengetahuan baik dan

jahat akan mati. Akibat ini memang dialami oleh manusia akibat ketidaktaatannya, namun

manusia tidak mati secara langsung. Kematian tersebut memiliki tiga pengertian, yaitu

kematian fisik, kematian rohani dan kematian kekal. Kematian fisik merupakan kematian

yang memisahkan jiwa dari tubuh. Kematian rohani merupakan terpisahnya jiwa dari Allah.

dengan kematian rohani ini, manusia tidak lagi menikmati kehadiran dan kebaikannhati Allah

dan juga tidak lagi mengenal dan merinduhkan Allah. Sedangakan, kematian kekal

merupakan puncak dan kegenapan kematian rohani. Kematian kekal adalah terpisahnya jiwa

dari Allah secara kekal, bersamaan dengan penyesalan yang dalam dan hukuman lahiriah

lainnya.5

3Ichwei G. Indra, Teologi Sistematis, (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2010), 126.

4Ibid, 126.

5Henry C. Thiessen, Teologi Sistematika, (Malang: Gandum Mas, 2008), 298-299.


STT Berea | 3
BAB III JANJI KESELAMATAN

Kejatuhan manusia ke dalam dosa, membuat manusia harus menanggung konsekuensi

dari apa yang telah dilanggarnya. Tetapi bila dilihat dalam Kejadian 3:15, ditegaskan bahwa

Allah tidak membiarkan manusia hidup dalam hukuman dosa. Dalam ayat ini dijelaskan

bahwa Allah memberikan suatu perjanjian kepada manusia untuk memberikan suatu janji

keselamatan kepada manusia. Hal ini telah digenapi oleh Allah melalui, kematian Anak-Nya

yaitu Yesus Kristus.

Penulis akan menjelaskan lebih lagi mengenai janji keselamatan yang Allah janjikan

dalam Perjanjian Lama , serta penggenapan dalam Perjanjian Baru. Janji keselamatan yang

akan dibahas adalah sebagai berikut:

Perjanjian Lama

Dalam Perjanjian Lama Tuhan menjanjikan kepada manusia keselamatan, yang

dinyatakan dalam kitab Kejadian 3:15. Perjanjian ini merupakan suatu kasih karunia yang

Tuhan berikan kepada manusia. Betapa besarnya dan dalamnya manusia telah jatuh ke dalam

dosa. Dengan demikian, penyelamatan terhadap kejatuhan manusia dalam dosa, paling sedikit

bobotnya sama besarnya dengan dosa tersebut bahkan melebihi besar dari dosa tersebut.6

Dalam Perjanjian Lama dengan kejujuran dan faktanya menunjukkan akan hakikat dosa dan

penyelamatan yang dibutuhkan dan bahwa hanya Allah yang dapat dan mampu

menyediakannya.

Keselamatan dalam Perjanjian Lama, mempunyai unsur-unsur baik yang tertuju

kepada manusia maupun tertuju kepada Allah. Akibat dari kejatuhan manusia dalam dosa,

manusia terancam bahaya, musibah fisik, penganiayaan oleh lawan dan kematian.7

Keselamatan bukan hanya berbicara mengenai kehidupan kekal setelah manusia mengalami

6Christ Wright, Tuhan Yesus memang khas dan unik, (Jakarta: Yayasan Bina Kasih OMF, 2003), hl. 52.
STT Berea | 4
kematian melainkan juga keselamatan secara fisik. Dalam Perjanjian Lama memiliki suatu

inti tentang keselamatan, yaitu secara keseluruhan menunjukkan akan betapa dalam dan

besarnya kebutuhan dan dosa manusia.

Dalam Perjanjian Lama, Allah menggambarkan rencana-Nya dan tindakan-Nya bagi

penyelamatan manusia melalui dan dalam umat-Nya Israel. Semuanya dimulai dengan

pemanggilan Allah atas Abraham. Perjanjian Allah dengan Abraham dengan jelas

menggambarkan rencana Allah bagi Keselamatan manusia. Allah memilih secara khusus

bangsa Israel untuk menyatakan berkat keselamatan bagi semua bangsa.[5]

Sejarah Keselematan berkembang dalam sepanjang sejarah iman dalam Perjanjian

Lama sampai akhirnya mereka berfokus pada tujuan akhir, yaitu pengharapan eskatologikal,

Allah penyelamat, sekalipun mereka masih tetap tinggal di bumi dan dihubungkan dengan

situasi sesungguhnya yang akan membawa kepada akhir final bersama dengan Raja

Penyelamat.[6] Sungguh mengagumkan menyadari bahwa banyak teks dalam perjanjian

Lama menubuatkan nubuatan mesianik.

Perjanjian Baru

Kenyataan dari ayat-ayat Kitab Suci bahwa Yesus Kristus itu adalah suatu hal yang

fundamental. Pengertian ini tidak dapat dipisahkan dari pada kelahiran-Nya, tugas-Nya darn

arti daripada kematian-Nya di Golgota.

"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan Ia melihat Roh Allah seperti burung

merpati turun dari sorga yang mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku

berkenan." Matius 3:16,17. Inilah pernyataan langsung dari Allah Sendiri.

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, "Lihatlah

7W. Foaster dkk, Keselamatan dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, J. D Douglas, penyunting (Jakarta:
Yayasan Bina Kasih OMF, 2007).
STT Berea | 5
Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Yohanes 1:29.

Penghulu laskar tentara Roma pun dengan segala anak buahnya ketika menyaksikan peristiwa

gempa bumi yang terjadi pada hari kematian Yesus, mengakui "Sungguh, Ia ini adalah Anak

Allah." Matius 27:54.

Ada orang yang masih meragukan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ada yang

masih menuntut bukti-bukti tulisan sejarah tentang Yesus Kristus. Sejarah membuktikan

bahwa Pliny yang pada waktu itu menjadi kepala daerah Bitinia jajahan Roma, menulis

kepada Kaisar Roma Trayan, pada tahun 110 STM melaporkan tentang satu golongan yang

menarik perhatian, yaitu golongan Kristen. Ia menjelaskan tentang perkembangan cepat dari

golongan ini dan bagaimana mereka berkumpul, dan menyanyi lagu-lagu yang disusun oleh

pemimpin mereka yaitu Kristus.

Tacitus seorang penulis sejarah yang lain lagi, menceritakan bagaimana kebencian Kaisar

Nero terhadap orang Kristen, dan menganiaya mereka ketika kota Roma terbakar. Ia

menjelaskan bahwa istilah Kristen berasal dari "Kristus", yaitu orang yang telah dihukum

mati oleh Pilatus, penguasa Daerah Yude, di bawah pemerintahan Tiberius.

Sultonius, seorang ahli sejarah Roma dalam bukunya yang menceritakan tentang Nero dan

Claudius, telah menjelaskan pula bahwa Caludius membenci orang Kristen dan mengusir

mereka dari kota Roma. Dalam tulisannya ia mencantumkan pula nama Kristus.

Lebih lanjut Kitab Suci menjelaskan bahwa untuk menyelamatkan manusia dari dosa, "Tetapi

Dia tertikam oleh karena pemberontakkan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita,

ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-

bilur-Nya kita menjadi sembuh."

"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi

Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian." Yesaya 53:5,6.

Perhatikanlah, bahwa Yesus harus menanggung sengsara, menanggung dosa manusia, agar

STT Berea | 6
kita diselamatkan. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,

supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." 2 Korintus 5:21.

Apakah yang dapat kita simpulkan dari penjelasan-penjelasan di atas ini ? Kesimpulannya

ialah bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, bahwa Ia mempunyai kuasa untuk

menyelamatkan manusia dari dosa, dan Ia rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus

manusia.

Di Golgota Yesus telah disalibkan, dan mati, walaupun Pilatus menyatakan, "Aku tidak

mendapati kesalahan apapun dari pada-Nya." Yohanes 18:38b. "Sebab inilah darah-Ku, darah

perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." Matius 26:28."

dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Ibrani 9:22

Bagi mereka yang mau mempelajari pengorbanan Yesus Kristus, dengan hati yang jujur dan

pikiran yang sehat, tidak akan sulit mengerti maksud dan tujuan Allah untuk keselamatan

manusia, oleh kematian Yesus. Jika Kristus hanya manusia biasa atau seandainya Kristus

hanya malaikat saja, maka kematian-Nya tidak akan dapat mengampuni dosa manusia atau

memberikan jalan keselamatan bagi jiwa. Yesus Kristus adalah pengharapan dan keselamatan

kita.

Karena itu Nabi Yesaya mengutip ucapan Yesus, "Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah

dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi." Yesaya 45:22.

STT Berea | 7
BAB IV PENUTUP

Kesimpulan

Aplikasi

STT Berea | 8
DAFTAR PUSTAKA

STT Berea | 9