Anda di halaman 1dari 5

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

July 4,
2014 Mrizkimores belajar, islam, kedokterankedokteran, kesehatan, manfaat,mriz
kimores, penyakit, puasa, ramadhan

Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu


mengetahui. (QS Al Baqarah: 184)

Selalu ada hikmah atau manfaat dibalik ibadah dan juga apa yang
telah diperintahkan Allah subhanahu wa taala kepada umat manusia.
Salah satunya adalah melaksanakan kewajiban berpuasa sebulan
penuh di bulan Ramadhan. Banyak sekali faedah dan ganjaran pahala
dari Allah subhanahu wa taala bagi mereka yang melaksanakan
puasa sesuai dengan apa yang disampaikan
Rasulullah shallallahualaihi wa sallam dalam hadist-hadistnya.
Bahkan kebahagiaan abadi di akherat menjadi jaminan bagi mereka
yang berpuasa untuk memasuki surga melalui pintu yang dikhususkan
bagi mereka yang berpuasa yaitu pintu Ar Rayyan. Namun
disamping dijanjikannya pahala yang begitu luar biasa apabila kita
berpuasa, ternyata juga terdapat manfaat lahiriyah berpuasa yaitu
bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Ini juga pernah disampaikan
Rasulullah shallallahualaihi wa sallam 14 abad yang silam dalam
sebuah hadistnya.
Shumu Tashihhu; Puasalah niscaya kamu akan
sehat (HR. al-Thabrani)
Ditinjau dari sudut pandang
kesehatan, banyak manfaat yang akan diperoleh seseorang ketika
menjalankan ibadah puasa. Banyak penelitian modern dari kalangan
dokter maupun praktisi kesehatan baik dari kalangan muslim maupun
nonmuslim yang telah membuktikan kebenarannya bahwa puasa
sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Namun bukan
berarti kita melakukan puasa hanya untuk sehat saja. Karena
hendaknya puasa bahkan segala aktivitas yang kita kerjakan kita
niatkan ikhlas untuk mengharap ridho Allah subhanahu wa
taala. Berikut ini adalah manfaat puasa bagi kesehatan tubuh kita
yaitu diantaranya :
1.. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Puasa dapat meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh.
Mekanismenya antara lain adalah terjadinya pengurangan dari laju
metabolisme tubuh akibat dari berkurangnya makanan atau kalori
yang masuk ke dalam tubuh. Penurunan Suhu tubuh saat berpuasa
adalah bukti kecilnya. Ini menunjukan terjadi pengurangan konsumsi
oksigen sebagai bahan bakar dalam laju metobolisme tubuh. Selain
itu berdasarkan penelitian terjadi peningkatan limfosit ( salah satu sel
darah putih yang berperan dalam daya tahan tubuh ) hingga sepuluh
kali lipat kendati keseluruhan dari jumlah sel darah putih tidak terjadi
perubahan.
Puasa juga akan mengurangi radikal bebas atau zat beracun yang
berasal dari produksi senyawa oksigen. Karena secara alamiah dari
pemakaian oksigen yang kita gunakan setiap harinya, 3 % akan
menghasilkan sebuah radikal bebas yang apabila menumpuk di dalam
tubuh akan bersifat racun seperti seperti anion superoksida (O2-) dan
hidrogen peroksida (H2O2). Selain itu kelebihan radikal bebas dalam
tubuh juga akan mengurangi kerja enzim yang tentunya sangatlah
tidak baik bagi tubuh kita
2. Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau
memurnikan racun melalui hati, usus besar, ginjal, paru- paru,
kelenjar limpa, dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa,
karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan
mengubah simpanan lemak menjadi energi. Simpanan lemak terjadi
karena adanya kelebihan glukosa dan karbohidrat yang tidak
digunakan sebagai sumber energi dan untuk pertumbuhan. Kelebihan
glukosa dan karbohidrat ini disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak
dan tidak dibuang. Saat simpanan lemak digunakan untuk energi
selama berpuasa, proses ini melepaskan zat kimia yang berasal dari
asam lemak ke dalam sistem pencernaan, yang kemudian dieleminasi
melalui organ-organ pembuangan.
3. Puasa Menurunkan Faktor Risiko Terkena Penyakit
Kardiovaskular (Jantung dan Pembuluh darah)
Saat berpuasa, di dalam tubuh ternyata terjadi peningkatan HDL
( umumnya dikenal sebagai lemak baik ) dan apoprotein alfa-1, serta
penurunan LDL ( umumnya dikenal sebagai lemak jahat ). Hal ini
sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Beberapa penelitian chronobiological menunjukkan bahwa puasa
Ramadhan berpengaruh terhadap penurunan distribusi
ritme sirkardian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin,
dan glikemia. Selain itu, puasa dapat menurunkan faktor risiko
peningkatan terjadinya aterosklerosis yaitu penumpukan lemak pada
pembuluh darah yang dapat menyumbat pembuluh darah dan
berakibat infark jantung, stroke, dan penyakit penyumbatan
pembuluh darah tungkai bawah.
Selain itu, keadaan psikologis yang tenang, teduh, dan tidak dipenuhi
rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat
seseorang marah, ditubuhnya akan terjadi peningkatan jumlah
adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan menyempitkan
pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner,
meningkatkan tekanan darah arterial, dan menambah volume darah
ke jantung dan jumlah detak jantung yang kesemuanya dapat
meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak
seperti jantung koroner, stroke, dan lainnya.
4. Puasa Mengatur Kadar Gula Darah
Puasa dapat menurunkan kadar gula darah hingga mencapai keadaan
yang homeostatis atau seimbang. Puasa sesungguhnya memberikan
kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat karena tugas
dari kelenjar ini adalah mengeluarkan hormon insulin yang berfungsi
mengatur kadar gula darah. Dan pengeluaran hormon ini sangat
dipengaruhi oleh makanan dan jumlah kalori yang masuk ke dalam
tubuh. Dengan cukup istirahatnya kelenjar pankreas tentunya akan
memperbaiki kerja dari kelenjar ini dan tentunya lebih memperbaiki
kondisi dalam pengaturan kadar gula darah.

5. Manfaat Lainnya
Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai kelebihan zat-zat
yang berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan
kelebihan lemak. Mencegah pertumbuhan sesuatu yang tidak normal
dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnyaSelain itu, produksi protein
untuk penggantian sel-sel yang rusak (sintesis protein) menjadi lebih
efisien, karena kesalahan yang lebih sedikit dilakukan oleh kontrol
genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini. Efisiensi yang
lebih baik dalam sintesa protein menghasilkan sel, organ, dan jaringan
yang lebih sehat. Sebab, saat berpuasa, orang secara tidak sadar
mengalihkan energi dari sistem pencernaan ke sistem kekebalan.
Demikianlah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh kita.
Namun bukan berarti manfaat puasa hanya sebatas itu saja, masih
banyak lagi manfaat puasa bagi kesehatan tubuh kita baik yang belum
dijelaskan maupun yang masih menjadi rahasia dan dalam proses
penelitian hingga saat ini. Subhaanallah! Itulah sebabnya mengapa
Imam Syafii pernah mengatakan bahwa kullu filillaah bil hikmah
setiap perbuatan Allah pasti mengandung hikmah. Jadi alangkah
disayangkannya apabila kita melewatkan bulan Ramadhan ini tanpa
berpuasa. Tanpa mendapatkan apa-apa baik dari segi perbaikan
kualitas diri maupun kualitas kesehatan tubuh kita.

Wallahualam bissawab