Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

FISIOLOGI KEHAMILAN

A. KONSEP DASAR FISIOLOGI KEHAMILAN


1. Definisi kehamilan
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional (2008) kehamilan
didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum,
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Dihitung dari saat fertilisasi sampai
kelahiran bayi, kehamilan normal biasanya berlangsung dalam waktu 40 minggu.
Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi 3 trimester yang masing-masing
berlangsung dalam beberapa minggu. Trimester 1 selama 12 minggu, trimester 2
selama 15 minggu (minggu ke-13 sampai minggu ke-27), dan trimester 3 selama
13 minggu (minggu ke-28 sampai minggu ke-40).
Kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur
yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan
keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Kehamilan memiliki
pengertian yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama
haid terahir. Kehamilan dibagi atas 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan ke 2 dari bulan keempat sampai 6 bulan, dan
triwulan ke 3 dari bulan
Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kelahiran bayi cukup bulan dengan melalui jalan lahir namun kadang-kadang
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa
kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko tidak dapat
memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh
karena itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor
dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan
kehamilan normal (Wasita, 2014).
2. Perubahan Fisiologi pada Saat kehamilan
Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh genitalia wanita mengalami
perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan
pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam perkembangannya mengeluarkan
hormone somatomatropin, estrogen, dan progesteron yang menyebabkan
perubahan pada:
1) Rahim atau uterus
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi
hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempunyai
kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama
kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu
setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai berat 70 gram
dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan berubah menjadi
suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta, dan cairan amnion rata-rata
pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 5 liter bahkan dapat mencapai 20
liter atau lebih dengan berat rata-rata 1100 gram
2) Vagina (liang senggama)
Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas
pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat
bewarna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwicks. Perubahan ini meliputi
penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel
otot polos.
3) Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru
juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium.
Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan
setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesterone dalam jumlah yang
relative minimal.
4) Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan
memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat
dilepaskan dari pengaru hormone saat kehamilan, yaitu estrogen, progesterone,
dan somatromatropin.
5) Sirkulasi darah ibu
Peredaran darah ibu dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi
kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.
b. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-
plasenter.
c. Pengaruh hormon estrogen dan progesteron semakin meningkat.
Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah,
yaitu:
1) Volume darah
Volume darah semakin meningkat di mana jumlah serum darah lebih besar dari
pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah
(hemodilusi), dengan puncaknya pada hamil 32 minggu. Serum darah (volume
darah) bertambah sebesar 25-30% sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%.
Curah jantung akan bertambah sekitar 30%. Bertambahnya hemodilusi darah
mulai tampak sekitar umur hamil 16 minggu, sehingga pengidap penyakit jantung
harus berhati-hati untuk hamil beberapa kali. Kehamilan selalu memberatkan
kerja jantung sehingga wanita hamil dengan sakit jantung dapat jatuh dalam
dekompensasio kordis. Pada postpartum terjadi hemokonsentrasi dengan puncak
hari ketiga sampai kelima.
2) Sel darah
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi
pertumbuhan janin dalam rahim, tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang
dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai
anemia fisiologis. Sel darah putih meningkat dengan mencapai jumlah sebesar
10.000/ml. Dengan hemodilusi dan anemia maka laju endap darah semakin tinggi
dan dapat mencapi 4 kali dari angka normal.
3) Sistem respirasi
Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat
memnuhi kebutuhan O2. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena
dorongan rahim yang membesar pada umur hamil 32 minggu. Sebagai
kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu
hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya.
4) Sistem pencernaan
Terjadi peningkatan asam lambung karena pengaruh estrogen.
1. Usia kehamilan
Kehamilan berlangsung selama 9 bulan menurut penanggalan international,
10 bulan menurut penanggalan luar, atau sekitar 40 minggu. Kehamilan dibagi
menjadi tiga periode bulanan atau trimester. Trimester pertama adalah
periode minggu pertama sampai minggu ke 13. Trimester kedua adalah
periode minggu ke 14 sampai ke 26, Sedangkan Trimester ke tiga, minggu ke
27 sampai kehamilan cukup bulan 38-40 minggu .
1). Usia kehamilan trimester I (0-3 bulan/ 1-13 minggu).
Dalam masa kehamilan trimester pertama terjadi pertumbuhan dan
perkembangan pada sel telur yang telah dibuahi dan terbagi dalam 3fase yaitu
fase ovum, fase embrio dan fase janin. Fase ovum sejak proses pembuahan
sampai proses implamasi pada dinding uterus, fase ini di tandai dengan
proses pembelahan sel yang kemudian disebut dengan zigot. Fase ovum
memerlukan waktu 10 14 hari setelah proses pembuahan. Fase embrio
ditandai dengan pembentukan organ organ utama,Fase ini berlangsung 2 sampai
8 minggu.
Fase janin berlangsung dari 8 minggu sampai tibanya waktu kelahiran,
pada fase ini tidak ada lagi pembentukan melainkan proses pertumbuhan dan
perkembangan. Pemeriksaan dokter atau bidan secara rutin pada periode
kehamilan trimester II bertujuan untuk mengetahui riwayat kesehatan ibu
yang sedang hamil, sehingga memungkinkan kehamilannya dapat diteruskan
atau tidak.
2) Usia kehamilan trimester II (4-6 bulan / 14 26 minggu)
Masa kehamilan trimester II merupakan suatu periode pertumbuhan
yang cepat. Pada periode ini bunyi jantung janin sudah dapat didengar,
gerakan janin jelas, panjang janin kurang lebih 30 cm dan beratnya kurang lebih
600 gr. Pada periode ini , dokter dan bidan biasanya mengadakan pemeriksaan
terhadap berat dan tekanan darah, pemeriksaan urin, detak jantung baik ibu
maupun janin serta kaki dan tangan untuk melihat adanya pembekakan (odema)
dan gejaja gejala yang umum terjadi. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk
mengetahui kemungkinan timbulnya suatu penyakit yang membahayakan
proses pertumbuhan dan perkembangan janin pada akhir masa kehamilan.
3) Usia kehamilan trimester III (7-9 bulan/ 27 - 40 minggu).
Trimester III kehamilan adalah periode penyempurnaan bentuk dan
organ organ tumbuh janin untuk siap dilahirkan. Berat janin pada usia kehamilan
trimester ini mencapai 2,5 Kg. Semua fungsi organ organ tubuh yang mengatur
kehidupan sudah berjalan dengan sempurna.
Oleh karena adanya perubahan tersebut, pemeriksaan rutin lebih
sering dilakukan biasanya 2 kali seminggu. Hal ini dimaksudkan untuk
memantau lebih teliti setiap perkembangan dan pertumbuhan janin,
kondisi fisik maupun psikis calon ibu, kemungkinan yang akan terjadi pada
calon ibu maupun janin selama sisa proses kehamilan serta dalam
menghadapi proses persalinan.

3. Klasifikasi
Klasifikasi pada periode Antenatal ini dibedakan secara katagori kehamilan
yang akan diberikan asuhan antenatal adalah :

KATEGORI GAMBARAN
Kehamilan normal Ibu sehat
Tidak ada riwayat obsterri buruk,
ukuran uterus sama/sesuai usia
kehamilan. Pemeriksaan fisik
dan laboraturium lengkap.
Kehamilan dengan masalah khusus Seperti masalah keluarga atau
psikososial, kekerasan dalam
rumah tangga dan kebutuhan
financial.
Kehamilan dengan masalah kesehatan Seperti hipertensi, anemia berat,
yang membutuhkan rujukan untuk preeklamsia, pertumbuhan janin
konsultasi dan atau kerjasama terhambat, infeksi saluran
penanganannya kemih, penyakit kelamin dan
kondisi lain-lain.
Kehamilan dengan kondisi Seperti pendarahan , eklamsia,
kegawatdaruratan yang membutuhkan ketuban pecah dini atau kondisi-
rujukan segera. kondisi kegawatdaruratan lain
pada ibu dan bayi.
4. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Umum
1) Tanda-tanda vital dan keadaan umum
2) Berat badan
Perubahan berat badan (BB) yang dialami Ibu, BB dalam triwulan ke-3 tidak
boleh bertambah lebih dari 1 kg seminggu atau 3 kg dalam sebulan.
Penambahan yang lebih dari batas-batas tersebut di atas disebabkan karena
penimbunan (retensi) air dan disebut praxoedema.
3) Pemeriksaan head to toe
Muka
Konjungtiva pucat, keadaan lidah dan gigi, keadaan mukosa bibir
Leher (kelenjar tiroid : membesar / tidak )
Apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfe membengkak.
Payudara
Payudara tampak membesar, aerola mammae berwarna coklat
kehitaman , papilla mammae menonjol
Ekstremitas (kaji adanya varises dan reflek patella)
Abdomen
Inspeksi : perut belum tampak membesar, belum tampak linea
alba/nigra, strie albikans/lividae
palpasi : sudah dapat dilakukan pemeriksaan Leopold untuk
menentukan TFU dan umur kehamilan
auskultasi : bising usus berkurang karena kontraksi otot polos
menurun, sehingga pengosongan lambung semakin lama yang dapat
meningkatkan asam lambung, DJJ
4. Genetalia ( vulva, vagina, perineum)
Kulit dan membran mukosa perineum, vulva, dan anus perlu diperiksa
dari eksoriasi, ulserasi, lesi, varises, dan jaringan parut perineum, tanda
Chadwick (berwarna merah kebiruan pada ibu hamil)
5. Kemungkinan komplikasi kehamilan
Yang sering ditemukan pada antenatal care :
Anemia
Penyakit jantung
Hiperemis gravidarum
Perdarahan dalam kehamilan
Kelainan letak janin
Toxamia gravidarum (pre eklamsia, eklamsia)
Diabetes gestasional.