Anda di halaman 1dari 19

TUGAS RANGKUMAN

SFAC 1,2,5-8

Diajukan untuk memenuhi tugas UAS matakuliah Teori Akuntansi


yang diampu oleh Bapak Prof., Dr. Sutrisno T. Ak., CA.

DISUSUN OLEH :

Muhammad Aliza Shofy


160020110011017
JOINT PROGRAM ANGKATAN 29
KELAS B

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
Statements of Financial Accounting Concept (SFAC)
SFAC adalah bagian yang telah diselesaikan dari conceptual framework. Statemen ini
dapat disamakan dengan APB Statement 4, dalam satu aspek: tidak membentuk prinsip-
prinsip akuntansi berterima umum (GAAP) dan tidak ditujukan sebagaimana Rule 203 pada
Rules of Conduct of AICPA yang melarang penyimpangan dari GAAP. Kelemahan ini
mungkin mengecewakan, meskipun demikian memiliki beberapa manfaat penting
Menghindari munculnya krisis akibat kegagalan dalam mengikuti standar
Lebih terbuka untuk perubahan yang mendukung proses evolusi dalam penyusunan
struktur metateori
Proses menghadirkan struktur metateori yang dapat berjalan dan bermanfaat harus
diakui sebagai proses yang pelan, sebuah proses evolusi. Trial and error pasti terjadi dan
statemen yang bersifat sementara dapat lebih mudah mengubah komponen yang perlu
dikembangkan. Sayangnya kemungkinan juga kenyataannya, statemen hanya akan memiliki
dampak kosmetik murni.
Adanya kebutuhan akan rerangka konseptual mendorong FASB mengeluarkan
Discussion Memorandum berjudul Conceptual Rerangka for Financial Accounting and
Reporting : Elements of Financial Statements and Their Measurement pada tahun 1976.
Hasil kerja dan tulisan tersebut akhinya pada perioda 1978-1985 dihasilkan enam komponen
rerangka konseptual dan diberi nama Statement of Financial Accounting Concept (SFAC).
Sejak berdiri, FASB telah mengeluarkan 8 pernyataan keuangan.
1. Statements of Financial Accounting Concept No.1
SFAC No.1 berhubungan dengan tujuan pelaporan keuangan bisnis. Tujuan secara
keseluruhan adalah untuk informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan bisnis
dan ekonomi (paragraf 9). Statemen ini merupakan turunan langsung Trueblood report dan
secara umum merupakan versi singkat dari laporan tersebut, dengan beberapa petimbangan
nilai penting
SFAC No.1 ini:
melanjutkan tradisi ber-orientasi pengguna sebagaimana dokumen yang ditinjau pada
bab 6, walaupun mengakui keragaman pengguna eksternal, statemen ini menyatakan
bahwa karakteristik inti yang sama dari semua pengguna eksternal adalah
kepentingan untuk memprediksi jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas pada
masa yang akan datang.
berpendapat bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat general purpose daripada
mengarah pada kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
mengasumsikan pengguna mempunyai pengetahuan tentang informasi dan pelaporan
keuangan, sebuah penyimpangan dari asumsi Trueblood report yang menyatakan
kemampuan yang terbatas pengguna laporan keuangan.
Seperti Trueblood Report, pengguna juga diasumsikan memiliki wewenang yang
terbatas.
Statemen juga mencatat the importances of stewardship yang menentukan seberapa
baik manajemen menjalankan kewajiban dan obligasi pada pemilik dan kelompok
kepentingan lainnya. Gagasan ini muncul karena penafsairan yang sempit terhadap
pemeliharaan sumberdaya perusahaan yang layak untuk pertanggungjawaban.

Beberapa petimbangan nilai penting tersebut adalah;


Manfaat informasi harus melebihi biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.
Laporan akuntansi bukan merupakan satu-satunya sumber informasi tentang
perusahaan
Akuntansi akrual sangat bermanfaat untuk menilai dan memprediksi earning power
dan cash flow perusahaan.
Informasi yang tersedia harus bermanfaat, tetapi setiap pengguna membuat prediksi
dan penilaian masing-masing.

SFAC 1 tidak menjelaskan secara spesifik laporan yang harus digunakan maupun bentuk dari
laporan tersebut. Laporan hanya menyebutkan pelaporan keuangan seharusnya relatif
menyediakan informasi sumberdaya ekonomi perusahaan, obligasi dan ekuitas pemilik
(paragraf 41) dan bagaimana kinerja perusahaan disajikan dengan mengukur earnings dan
komponennya (paragraf 43) bagaimana kas diperoleh dan dibayarkan (paragraf 49).
Karenanya SFAC 1 secara ekstrem merupakan himbauan yang hati-hati dari tujuan komite
Trueblood dan mempertahankan tingkat kelaziman yang tinggi.
2. Statements of Financial Accounting Concept No.2 Karakteristik Kualitatif dari
Informasi Keuangan (Qualitative Characteristics of Accounting Information)
Statemen ini bertujuan untuk memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh
informasi akuntansi sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat.
a. Relevansi informasi
Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki manfaat, sesuai dengan
tindakan yang akan dilakukan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan kata lain, relevan
merupakan kemampuan dari suatu informasi untuk mempengaruhi keputusan manajer atau
pemakai laporan keuangan lainnya sehingga keberadaan informasi tersebut mampu
mengubah atau mendukung harapan mereka tentang hasil-hasil atau konsekuensi dari
tindakan yang diambil.
b. Nilai umpan balik dan nilai prediksi sebagai unsur-unsur relevan
Informasi dapat menjadikan keputusan yang berbeda dengan meningkatkan kemampuan
pembuat keputusan untuk memprediksi atau dengan membetulkan harapan awal mereka.
Informasi berpengaruh terhadap perilaku manusia dan karena orang berbeda dapat bereaksi
secara berbeda terhadap informasi tersebut, maka informasi keuangan tidap dapat dievaluasi
dengan cara sebatas kebenaran peramalan atas dasar informasi tersebut. Nilai prediktif
merupakan pertimbangan yang penting dalam memisahkan informasi akuntansi yang relevan
dan tidak relevan.
c. Ketepatan waktu (timeliness)
Ketepatan waktu adalah aspek pendukung relevansi. Ketika informasi tidak tersedia saat
dibutuhkan atau tersedia setelah sekian waktu setelah pelaporan maka informasi tersebut
tidak memiliki nilai untuk tindakan masa depan. Informasi tersebut memiliki relevansi dan
manfaat yang rendah. Timeliness berarti tersedianya informasi dalam pengambilan
keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas pengaruhnya dalam
mempengaruhi keputusan. Timeliness sendiri tidak dapat membuat informasi relevan, tetapi
kurangnya timeliness dapat membuat informasi kehilangan relevansinya. Jadi ada derajat
timeliness.
d. Keandalan informasi (reliablelity)
Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi
akuntansi, sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan suatu
informasi sangat tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk menggambarkan secara
wajar keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
e. Representational faithfulness
Representational faithfulness berhubungan dengan tingkat kesesuaian antara pengukuran
atau deskripsi dengan fenomena yang digambarkan. Dalam akuntansi fenomena yang
digambarkan adalah sumber daya ekonomi, kewajiban, transaksi dan kejadian yang merubah
sumber daya dan kewajiban entitas. Kadang informasi tidak andal karena kesalahan
interpretasi.
3. Statements of Financial Accounting Concept No.5 Pengakuan dan Pengukuran dalam
Laporan Keuangan Suatu Entitas Bisnis (Recognition and Measurement in Financial
Statement of Business Enterprises)
Konsep pengakuan dan pengukuran
SFAC No. 5, Recognition and Measurement in Financial Statement by Business Enterprises
, dimaksudkan untuk mengatasi masalah masalah yang berkaitan dengan pengakuan dan
pengukuran. Pengakuan adalah proses pencatatan atau memasukkan secara formal suatu tem
ke dalam laporan keuangan suatu entitas sebagai aktiva. Kewajiban, pendapatan, biaya atau
sejenisnya. Pengukuran merupakan pemberian nilai dengan atribut-atribut pengukuran
akuntansi pada tem tertentu dari suatu transaksi Dalam kaitannya dengan pengakuan, SFAC
No. 5 menyebutkan bahwa kriteria pengakuan pada umumnya konsisten dengan praktik
akuntansi berjalan dan tidak ada perubahan radikal. Ditambahkan, pengungkapan dengan
menggunakan media pelaporan yang lain diluar pelaporan keuangan bukan merupakan suatu
pengakuan.

Kriteria pengakuan dan pengukuran


Dalam SFAC No. 5 disebutkan bahwa kriteria yang digunakan untuk mengikuti elemen
laporan keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut:
a. Definisi: pos akan diakuai apabila memenuhi definisi elemen laporan keuangan.
b. Keterukuran: pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup andal.
c. Relevan: informasi memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan dalam
pengambilan keputusan.
d. Keandalan: informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar, dapat diuji
kebenarannya dengan netral.
Dalam kaitannya dengan pengukuran, SFAC No. 5, FASB melalui discussion memorandum,
mengakui adanya 5 dasar pengukuran yang dapat digunakan untuk menentukan nilai aset
dan utang, yaitu :
a. Cost historis (Historical cost), yaitu jumlah kas atau setaranya yang dikeluarkan untuk
memperoleh aset sampai siap untuk digunakan.
b. Cost pengganti terkini (Current replacement), yaitu jumlah kas atau setaranya yang
harus dibayar jika aset yang sejenis/sama diperoleh pada saat sekarang.
c. Nilai pasar terkini (Current market value), yaitu jumlah kas atau setaranya yang
diperoleh dengan menjual aset kegiatan penjualan normal.
d. Nilai bersih yang dapat direalisasi (Net realisable value), yaitu jumlah kas atau
setaranya (tanpa pendiskontoan) yang diperoleh jika aset diharapkan akan dijual
setelah dikurangi dengan biaya langsung (biaya produksi dan penjualan).
e. Nilai sekarang aliran kas mendatang (Present value of future cast flow), yaitu nilai
sekarang aliran kas masa mendatang yang akan diperoleh seandainya aset dijual pada
masa yang akan datang.

4. Statements of Financial Accounting Concept No.6 Elemen-elemen Laporan Keuangan


(Elements of Financial Statements)
SFAC No. 6, Elements of Financial Statement of Business Enterprises , dijelaskan bahwa
ada sepuluh elemen laporan keuangan, yaitu :
a. Aset (assets) adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang
diperoleh atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau
peristiwa masa lalu.
b. Utang (liabitilies) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi
dimasa mendatang yang berasal dari kewajiban sekarang suatu entitas untuk
mentrasfer aset atau menyerahkan jasa pada entitas lain dimasa mendatang sebagai
akibat transaksi masa lalu.
c. Ekuitas (equity) adalah hak sisa (residual interest) atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan utang. Dalam perusahaan bisnis, ekuitas sama dengan hak pemilik.
d. Investasi oleh pemilik (investment by owners) adalah kenaikan aset neto suatu
perusahaan yang berasal dari transfer entitas lain ke perusahaan tersebut atas sesuatu
yang bernilai untuk memperoleh atau meningkatkan hak kepemilikan (atau ekuitas)
dalam perusahaan tersebut.
e. Distribusi pada pemilik (distribution to owners) adalah penurunan aset neto suatu
perusahaan yang berasal dari transfer aset, penyerahan jasa, atau penambahan utang
oleh perusahaan kepada pemilik.
f. Laba komprehensif (comprehensive income) adalah perubahan ekuitas (aset neto)
suatu entitas selam satu perioda yang berasal dari transaksi atau peristiwa dan kondisi
lainnya dari sumber yang bukan berasal dari pemilik.
g. Pendapatan (revenue) adalah aliran masuk kenaikan aset suatu entitas atau penurunan
utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari
pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa, atau pelaksanaan kegiatan
lainnya, yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
h. Biaya (expenses) adalah aliran keluar atau pemakaian aset suatu entitas, atau
penambahan utang suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang
berasal dari pengiriman atau produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan
kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan secara terus menerus.
i. Keuntungan (gains) adalah kenaikan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu
entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang
mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari
pendapatan dan investasi oleh pemilik.
j. Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu
entitas dan berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang
mempengaruhi entitas dalam satu perioda diluar transaksi yang berasal dari biaya dan
distribusi pada pemilik.
5. Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan
Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows
Information and Present Value in Accounting Measurements)
SFAC No. 7 menyediakan kerangka kerja untuk dapat menggunakan future cash flows
sebagai basis pengukuran saat pengakuan awal dan pengukuran segera serta untuk metode
interest dalam penentuan amortisasi. Statemen ini juga menyediakan prinsip-prinsip umum
yang mengatur penggunaan present value terutama ketika jumlah dari future cash flow,
waktunya atau waktu dan tingkat ketidakpastiannya. Statemen juga menyediakan
pemahaman yang bersifat umum dari tujuan pengukuran-pengukuran present value dalam
akuntansi.
Tujuan SFAC No. 7:
1. Pengukuran dalam akuntansi dengan menggunakan present value dapat digunakan
untuk menangkap dan untuk mengembangkan perbedaan di antara aliran kas
ekspektasian di masa yang akan datang.
2. Menyediakan informasi yang relevan melalui pelaporan keuangan karena present
value menggambarkan beberapa atribut pengukuran asset dan liabilities secara logis.
Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu konseptual
yang lebih luas, karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5.
SFAC No. 7 digunakan pada situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga
harus menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang. Poin penting mengenai
pengukuran asset adalah pengukuran present value yang digunakan untuk mensimulasi fair
value. Discount rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan pengukuran
pasar terhadap nilai asset. Jika asset tertentu memiliki beberapa kemungkinan aliran kas
dalam beberapa tahun, maka aliran kas yang diekspektasi harus menentukan probabilitas
aliran kas individu tertimbang. Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate
harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset dan
liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten. Sebuah asset dapat dipandang
dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi pada saat mengukur liabilitas tidak
dapat demikian.
a. Internasional Accounting Standard 37
Standar Akuntansi Internasional 37: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi, atau
IAS 37, adalah standar pelaporan keuangan internasional yang diadopsi oleh Standar
Akuntansi Internasional (IASB). IAS 37 menetapkan persyaratan akuntansi dan
pengungkapan untuk ketentuan, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi, dengan beberapa
pengecualian, menetapkan prinsip penting bahwa ketentuan yang harus diakui hanya jika
entitas memiliki ketentuan kewajiban.
Transaksi seperti, provisions, contingent, liabilities and contingent assets, membutuhkan
secara luas penggunaan teknik-teknik present value. Pada tahun 1998 IASC mengagendakan
proyek riset terkait dengan pentingnya penggunaan present value dalam akuntansi keuangan.
Bentuk statement yang menyediakan kerangka dasar penggunaan basis future cash flows
sebagai dasar pengukuran akuntansi, yaitu:
Menggambarkan tujuan pengukuran-pengukuran dalam present value dalam
akuntansi
Menyediakan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum yang mengtur
penggunaan present value, khususnya jumlah future cash flows sesuai dengan
masanya atau waktu yang penuh dengan ketidakpastian.
Rumusan present value merupakan alat untuk memasukkan pengukuran yang menyangkut
time value of money.secara sederhana dapat dikatakan teknik-teknik present value dapat
menangkap suatu nilai yang akan diterima oleh entitas di masa yang akan datang. present
value merupakan pondasi ekonomik dan keuangan bagi entitas bisnis dan menjadi bagian
penting dari model assets pricing modern mencakup model-model option-pricing. Konsep
present value dari estimated future cash flow secara implicit mencerminkan all market prices,
juga rekord biaya / kos historis ketika suatu entitas membeli asset.
Tujuan dari pengadopsian present value dalam akuntansi adalah untuk kepentingan
pengukuran yang sangat mungkin dikembangkan karena adanya perbedaan diantara tahapan-
tahapan future cash flow. Penggunaan present value dalam pengukuran akan menangkap
secara penuh perbedaan-perbedaan ekonomik dari masing-masing asset termasuk elemen-
elemennya.
Konvensi-konvensi akuntansi yang memiliki scope dan penanganan yang berbeda terkait
dengan pengukuran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Fair value measurement, mengisyaratkan bahwa 5 elemen digunakan untuk
menangkap ekspektasi maupun estimasi-estimasi ketika pelaku pasar akan
menggunakan faktor-faktor jumlah dengan mana asset yang dibeli atau yang dijual
dalam current transaction diantara berbagai pihak.
Value-in-use and entity-specific measurements, berusaha menangkap nilai-nilai asset
dan keajiban dalam hubungannya dengan entitas tertentu. Pengukuran entity-specific
dapat dilakukan dengan mengambil keseluruhan 5 elemen tersebut.
Effective-settlement measurement, menggambarkan jumlah current amount dari asset
jika diinvestasikan sekarang pada suatu tingkat bunga tertentu yang akan memberikan
future cash inflows yang sebanding dengan cash outflows untuk setiap kewajiban
tertentu. Dalam current accounting standards, Effective-settlement measurement
tidak mengijinkan atau mengecualikan komponen harga yang terbentuk dari
permintaan para pelaku pasar untuk tujuan membendung ketidakpastian aliran kas di
masa depan dan atribut-atribut komponen harga untuk kridit yang dimiliki oleh suatu
entitas.
Cost-accumulation or cost-accrual measurement mencoba untuk menangkap kos
(khususnya incremental cost) bahwa suatu entitas mengantisipasi kos yang akan
dikenakan dalam perolehan suatu asset. Pengukuran-pengukuran juga mengecualikan
asumsi-asumsi lainnya yang tercakup dalam mengestimasi fair value.

b. Present Value and Fair Value


Present value merupakan satu-satunya tujuan, ketika digunakan dalam pengukuran-
pengukuran akuntansi khususnya pada pengakuran awal, dan pengukuran-pengukuransegera
dalam mengestimasi fair value. Pernyataan yang membedakan dimana Present Value
dibentuk untuk menangkap elemen-elemen yang diambil bersama-sama yang akan
menggambarkan market price, dan jika salah satu tidak ada, maka akan menggambarkan fair
value.
Unsur-Unsur dari Pengukuran Present Value (The Components of A Present Value
Measurement )
Unsur-unsur yang membentuk perbedaan ekonomik di antara jenis-jenis asset dankewajiban
antara lain:
a. Estimasi tentang future cash flow Kasus-kasus yang lebih komplek memunculkan
serangkaian future flows yang bebeda dari waktu ke waktu.
b. Harapan-harapan yang berhubungan dengan variasi-variasi yang mungkin dalam
jumlah atau waktu dari keseluruhan cash flow
c. The time value of money yang digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko.
d. Harga yang menghubungkan secara inheren ketidakpastian dalam aset atau
kewajiban.
e. Lain-lain aset dan kewajiban yang kadang-kadang dikenali, faktor-faktor mencakup
ilikuiditas dan ketidaksempurnaan pasar.

c. Prinsip-prinsip Umum (General Principles)


Prinsip-prinsip umum mengatur dan menentukan berbagai aplikasi teknik-teknik present
value dalam pengukuran asset dan kewajiban, yaitu:
Sedapat mungkin, tingkat bunga dan cash flows yang diestimasi merefleksikan
asumsi-asumsi yang berhubungan dengan future event dan ketidakpastian yang akan
datang dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan asset atau kelompok asset
dalam transaksi kas jangka panjang.
Tingkat bunga yang digunakan untuk discount cash flows harus merefleksikan
asumsi-asumsi yang konsisten dengan kondisi-kondisi yang melekat dalam cash
flows yang diestimasi. Di satu sisi pengaruh asumsi-asumsi akan mungkin telah
dihitung ganda atau keliru.
Estimasi cash flow yang telah dibuat juga tingkat bunga yang digunakan harus bebas
dari bias dan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan dengan aset dan kewajiban
bersangkutan.
Estimasi cash flow juga tingkat bunga haruslah merefleksikan rentang outcome yang
masuk akal disbanding dengan pernyataan, minimum atau maksimum angka yang
mungkin.

Pendekatan-pendekatan Tradisional dan Cash Flows Ekspektasian Dalam Menentukan


Present Value (Traditional and Expected Cash Flow Approaches to Present Value)
Pengukuran dengan present value dimulai dari suatu set future cash flows, tetapidibutuhkan
berbagai penggunaan standar akuntansi untuk menyesuaikan pendekatan yang berbeda dalam
menentukan set future cash flow tersebut. Pencaharian rate yang tepat danyang sepadan
dengan resiko setidaknya membuhkan dua tahapan analisis yaitu
Pertama, asset atau kewajiban tersedia di pasaran.
Kedua , tingkat bunganya dapat diamati serta asset dan kewajiban yang
dimilikiterukur.

d. Relevansi dan Reliabilitas Suatu Informasi


Berbagai pengukuran didasarkan pada estimasi-estimasi yang secara inherent estimasi
tersebut disusun dengan tingkat ketelitian terbatas, dan pengukuran sendiri merupakan potret
jumlah aliran kas aau nilai present value-nya. Estimasi cash flow untuk masa yang akan
datang biasanya tidak sesuai dengan realisasinya. Konsep pelaporan menyatakan bahwa
kendati informasi tersebut berbeda, namun memiliki tingkat relevansi yang tinggi walau tidak
andal.
Relevansi dan reabilitas haruslah seimbang terhadap isu-isu yang membedakan satu dengan
yang lainnya. Penting untuk dipahami, bahwa isu-isu yang menyangkut kualitas tersebut
akan memberikan beban yang berbeda bahkan saling bertukar dari satu situasi ke situasi
berikutnya.
Pengukuran-pengukuran present value menjadi lebih kompleks dibanding dengan future cash
flows ekspektasian yang menggunakan asumsi sederhana. Para akuntan mungkin
menghasilkan kesimpulan yang berbeda terkait dengan jumlah dan saat atau waktu future
cash flows dan penyesuaian yang simetris dengan ketidakpastian dan risiko. Bagaimanapun,
harus seimbang antara prospek suatu pengukuran undiscounted yang membuat aset atau
kewajiban tampak dapat diperbandingkan.

e. Pengukuran Hutang dengan Menggunakan Pendekatan Present Value


Konsep yang digambarkan dalam mengukur aset juga berlaku pada kewajiban.
Bagaimanapun, pengukuran kewajiban kadang-kadang melibatkan permasalahan yang
berbeda dibanding pengukuran aset sehingga memerlukan teknik berbeda pula pada fair
value-nya. Ketika menggunakan teknik present value untuk menaksir fair value suatu
kewajiban,sasarannya adalah menaksir nilai aset yang diakui sekarang ini untuk tujuan yaitu:
Menjamin kewajiban tersebut yang melibatkan pemilik atau
Mengakui kewajiban tersebut di dalam entitas dengan jumlah yang dapat
diperbandingkan

Untuk mengestimasi fair value atas notes yang dimiliki oleh suatu entitas, para
akuntanmencoba untuk menaksir nilai tersebut berdasarkan nilai yang diambil dari entitas
laindimana entitas akan mengakui kewajiban entitas tersebut sebagai aset
Jadi, proses melibatkan teknik-teknik yang sama seperti halnya pada pengukuran aset. Di sisi
yang lain, berhutang beberapa kewajiban pada kelas individu yang tidak selalu disertai
dengan menjual hak (right) yang mereka miliki, seperti mereka menjual others assets.
Beberapa kewajiban yang dimiliki oleh suatu entitas, seperti obligasi, bukanlah aset-aset
yang secara individu bisa diidentifikasi. Suatu kewajiban kadang bisa ditetapkan melalui
asumsi pihak ketiga. Dalam menaksir fair value para akuntan berkewajiban mencoba
mengestimasi nilai atau harga bahwa entitas memiliki kemampuan untuk membayar
sepertiga dari kewajiban tersebut.

f. Pengukuran Hutang dan Posisi atau Sisa Kredit (Credit Standing)


Ukuran kewajiban yang paling relevan selalu merefleksikan posisi kredit yang dimiliki
entitas yang diwajibkan untuk melunasinya. Mereka memegang kewajiban entitas tersebut
sebagai aset pernyataan atas posisi kredit yang dimiliki entitas dengan jumlah yang
menentukan harga atau nilai yang akan mereka bayar. Suatu entitas yang memiliki posisi
kredit yang kuat akan menerima kas yang lebih besar, yang berhubungan dengan janji untuk
membayar dibanding dengan enitas yang memiliki posisi kredit lemah.
Dampak dari posisi kredit yang dimiliki entitas pada fair value kewajiban tertentu tergantung
pada kemampuan entitas untuk membayar pada ketentuan kewajiban yang memberikan
perlindungan kepada pemilik. Peran dari posisi kredit yang dimiliki entitas dalam
penyelesaian suatu transaksi secaraumum penting namun sedikit yang bersifat langsung.
Transaksi penyelesaian suatukewajiban yang melibatkan entitas sebagai pihak
yangdiwajibkan. Harga mencerminkan transaksi yang terjadi dari pihak-pihak yang berminat

6. Statements of Financial Accounting Concept No.8 Kerangka kerja untuk pelaporan


keuangan (Conceptual framework for financial reporting)
SFAC No.8 merupakan salah satu dari serangkaian publikasi di FASB untuk akuntansi dan
pelaporan keuangan yang mencakup dua bab kerangka konseptual baru yang menggantikan
SFAC No.1, tujuan pelaporan keuangan oleh Business Enterprises, dan SFAC No.2,
karakteristik kualitatif informasi akuntansi. SFAC No.8 dimaksudkan untuk menetapkan
tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang akan menjadi dasar untuk
pengembangan akuntansi keuangan dan pedoman pelaporan.
SFAC bukan merupakan bagian dari FASB, tetapi merupakan sumber-sumber otoritatif dari
GAAP yang diakui oleh FASB untuk diterapkan pada entitas non pemerintah. Bagaimanapun
SFAC tidak (a) memerlukan perubahan dalam US GAAP yang ada, (b) mengubah,
memodifikasi, atau menafsirkan kodifikasi standar akuntansi, dan (c) membenarkan salah
satu perubahan yang ada dalam praktek-praktek akuntansi dan pelaporan yang berlaku umum
atau menafsirkan kodifikasi standar akuntansi berdasarkan intepretasi pribadi dari tujuan dan
konsep-konsep dalam SFAC. SFAC dapat diubah, diganti, dan ditarik melalui prosedur yang
sesuai dibawah the boards rules of procedure. Secara umum isi dan tujuan SFAC No.8
adalah :
a. Bagian pertama hasil projek bersama dengan IASB dalam merumuskan konsep dasar
akuntansi keuangan.
b. Menggantikan SFAC No.1 dan 2
c. Terdiri atas tiga bab :
Bab 1, tujuan pelaporan keuangan tujuan umum.
Bab 2, entitas pelaporan
Bab 3, karakteristik kualitatif informasi keuangan bermanfaat
Tujuan dari tujuan umum pelaporan keuangan adalah :
a. Sikap pelaporan keuangan
Menurut FASB dalam SFAC No.1 maupu SFAC No.8, pelaporan dan laporan keuangan
posisinya adalah sebagai berikut :
a. Pelaporan keuangan lebih luas dari laporan keuangan
b. Laporan keuangan tetap merupakan laporan pokok pelaporan keuangan.
c. Komponen lain pelaporan keuangan
Supplementary information, seperti : (1) disklosur pengaruh perubahan tingkat harga
dan (2) informasi cadangan minyak dan gas.
Other means of financial reporting, seperti : (1) management discussion and analysis
dan (2) letters to stockholders.
b. Tujuan pelaporan keuangan
SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu :
Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi
investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun yang potensial
dalam membuat keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas
pelapor. Keputusan tersebut meliputi membeli, menjual, atau menahan instrument
ekuitas dan hutang serta menyediakan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
Untuk menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas, investor yang
sudah ada maupun oleh calon investor, kreditur serta kreditur lain yang
membutuhkan informasi tentang sumber daya entitas, klaim terhadap entitas tersebut,
dan seberapa efisien maupun efektif manajemen entitas melakukan pengelolaan dan
komisarisbyang telah menyelesaikan tanggung jawab mereka untuk menggunakan
sumber daya entitas.
Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari
pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim
terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas.
c. Primary users
Diamati dari tujuan pelaporan keuangan suatu entitas yang dirkomendasikan dalam SFAC
No.8 maka tampak bahwa para pengguna informasi keuangan yang kepentingannya
diutamakan yaitu : (1) para investor dan calon investor serta (2) para kreditor dan calon
kreditor. Investor dan kreditor merupakan pihak-pihak yang menyediakan sumber daya bagi
suatu entitas tetapi tidak memiliki akses langsung pada informasi yang dibutuhkan.

d. Informasi yang dibutuhkan


Arah dan jenis informasi yang dibutuhkan oleh para investor dan kreditor yaitu :
Investor dan kreditor memerlukan informasi yang dapat membantu mereka menilai
prospek aliran kas bersih suatu entitas di masa mendatang.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai sumber daya entitas,
klaim atas entitas tersebut, dan apakah manajemen telah mengelola sumber daya yang
dimiliki entitas secara efektif dan efisien.

e. Informasi tentang pelaporan sumber daya ekonomik suatu entitas, perubahan dan
klaim atas sumber daya
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan
suatu entitas pelaporan. Laporan keuangan juga menyediakan informasi tentang pengaruh-
pengaruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang mengubah sumber daya ekonomi suatu
entitas dan klaim.

f. Perubahan dan klaim atas sumber daya


Agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik, entitas
pelaporan harus menyediakan informasi tentang sumber daya dan klaim atas sumber daya
juga harus menyediakan informasi tentang perubahan atas sumber daya serta klaim atas
perubahan tersebut. Terdapat beberapa pemikiran terhadap hal tersebut, antara lain :
Perubahan atas sumber daya yang terjadi pada suatu entitas dan klaim kepada entitas
yang bersangkutan berasal dari kinerja dan transaksi-transaksi serta kejadian lain
seperti penerbitan instrument hutang dan ekuitas.
Pengguna informasi keuangan suatu entitas perlu mengetahui perbedaan antara kedua
sumber perubahan tersebut yaitu apakah perubahan tersebut berasal dari kinerja
entitas dan transaksi-transaksi atau dari hutang dan ekuitas.
Implikasi atas gambaran tersebut maka terdapat beberapa laporan yaitu : laporan laba
rugi, posisi keuangan, serta perubahan ekuitas.

Karakteristik kualitatif informasi yang bermanfaat


Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna terdiri dari, mengidentifikasi jenis
informasi yang mungkin berguna bagi kreditur yang ada dan potensial investor dan kreditur
lainnya untuk membuat keputusan tentang entitas pelapor berdasarkan informasi yang
dimiliki dalam bentuk laporan keuangan. Informasi ini berhubungan dengan dalam kerangka
konseptual sebagai informasi tentang fenomena ekonomi.
Terdapat kendala yang berhubungan dengan kemampuan pelaporan keuangan untuk
menyediakan informasi yang bermanfaat, yakni kendala tehadap kos yang dapat berbeda
pada berbagai jenis informasi. Suatu informasi akan berguna apabila bersifat relevan dan
direpresentasikan dengan tepat.
a. Karakteristik kualitatif fundamental
SFAC No.8 menetapkan uinsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi dan
representasi yang tepat.
a). Relevan
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam pembuatan keputusan
oleh pengguna. Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki criteria
unsur kualitas, antara lain :
Nilai prediksi, informasi dikatakan memiliki nilai prediktif jika dapat digunakan sebagai
masukan bagi proses yang digunakan oleh pengguna untuk memprediksi hasil masa depan.
Nilai konfirmatori, informasi keuangan dikatakan memiliki nilai konfirmasi jika dapat
memberikan umpan balik mengenai evaluasi sebelumnya atau keduanya.
Materialitas, merupakan aspek entitas tertentu dari relevansi berdasarkan sifat atau besarnya
kedua item informasi tersebut berhubungan dalam konteks entitas individu laporan
keuangan.
Terdapat tiga karakteristik untuk informasi representasi sempurna, yaitu ;
Lengkap, yakni mencakup semua informasi yang diperlukan bagi pengguna untuk
memahami fenomena yang sedang digambarkan termasuk semua deskripsi yang diperlukan
dan penjelasannya.
Netral, menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan tanpa bias dalam
artian tidak miring, tertimbang, menekankan, memakai perlombaan, atau dimanipulasi untuk
meningkatkan probabilitas bahwa informasi keuangan akan diterima baik atau tidak oleh
pengguna informasi.
Bebas dari kesalahan, yakni tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi
fenomena dan proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah
dipilih dan diterapkan dengan tidak ada kesalahan dalam proses.
b. Menerapkan karakteristik kualitatif fundamental
Informasi yang bermanfaat harus relevan dan terepresentasi dengan tepat, baik ketepatan
representasi dari sebuah fenomena yang tidak relevan, maupun sebaliknya. Proses yang
paling efisien dan efektif untuk menerapkan karakteristik kualitatif fundamental biasanya
harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Mengidentifikasi suatu fenomena ekonomi yang memiliki potensi untuk menjadi
berguna bagi pengguna informasi keuangan entitas pelaporan itu.
Mengidentifikasi jenis informasi tentang fenomena yang akan relevan jika tersedia
dan dapat setiia diwakili.
Menentukan apakah informasi yang tersedia dan dapat setia diwakili.
c. Meningkatkan karakteristik kualitatif
a). Dapat dibandingkan, memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami
kesamaan dan perbedaan antara item-item laporan keuangan.
b). Dapat diverifikasi berarti bahwa pengamat berpengetahuan dan independen yang berbeda
bias mencapai consensus meskipun tidak selalu perjanjian yang lengkap, bahwa
penggambaran tertentu merupakan representasi setia.
c). Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan
dalam waktu yang akan mampu memperbaharui keputusan mereka. Semakin lama informasi
maka informasi tersebut menjadi kurang berguna.
d). Dapat dipahami, yaitu Mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan menyajikan informasi
secara jelas dan ringkas akan membuat informasi tersebut dapat dimengerti.
d. Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif
Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif merupakan proses berulang yang
tidak mengikuti perintah yang detentukan. Meningkatkan karakteristik kualitatif harus sejauh
mungkin dimaksimalkan baik secar individu maupun kelompok.
e. Kendala manfaat dan biaya pada pelaporan keuangan
Biaya merupakan kendala yang luas atas informasi yang dapat disediakan oleh laporan
keuangan. Ada beberapa jenis biaya dan manfaat yang perlu dipertimbangkan. Penyedia
informasi keuangan mengeluarkan sebagian besar usaha yang terlibat dalam pengumpulan,
pengolahan, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi keuangan, namun para
pengguna akhirnya menanggung biaya-biaya dalam bentuk berkurangnya return.
Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan memiliki nilai representasi yang tepat akan
membantu pengguna untuk membuat keputusan dengan lebih percaya diri. Dalam
menerapkan kendala biaya, dewan akan menilai apakah manfaat dari pelaporan informasi
tertentu cenderung untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan dan
menggunakan informasi tersebut. Karena subjektivitas yang melekat maka penilaian individu
yang berbeda atas biaya dan manfaat dari pelaporan barang-barang tertentu atas informasi
keuagan akan bervariasi. Oleh karena itu dewan berupaya untuk mempertimbangkan biaya
dan manfaat dalam kaitannya dengan pelaporankeuangan umum dan tidak hanya dalam
kaitannya dengan entitas pelaporan individu.