Anda di halaman 1dari 56

1

HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI IBU HAMIL

TRIMESTER III DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURUH

Artikel Penelitian

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas

Kedokteran Universitas Diponegoro

disusun oleh

SIVA CANDRA RUKMANA

22030111150009

PROGRAM STUDI ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2013

HALAMAN PENGESAHAN
Artikel penelitian dengan judul Hubungan asupan gizi dan status gizi ibu

hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Suruh

telah dipertahankan di hadapan penguji dan telah direvisi.

Mahasiswa yang mengajukan

Nama : Siva Candra Rukmana

NIM : 22030111150009

Fakultas : Kedokteran

Program Studi : Ilmu Gizi

Universitas : Diponegoro Semarang

Proposal : Hubungan asupan gizi dan status gizi ibu hamil

trimester III dengan berat badan lahir bayi di

Wilayah Kerja Puskesmas Suruh

Semarang, Desember 2013

Pembimbing,

dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc., PhD

NIP. 196407261991032003

3
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN

BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURUH KABUPATEN

SEMARANG

Siva Candra Rukmana

, Martha Irene Kartasurya

ABSTRAK

Latar belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah gizi yang

berdampak pada kematian bayi. Faktor yang mempengaruhi berat lahir bayi meliputi asupan gizi ibu

dan status gizi ibu. Prevalensi BBLR Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang sebesar 4,2%, lebih

tinggi dari prevalensi Provinsi Jawa Tengah (3,7%). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan

hubungan asupan gizi dan status gizi ibu hamil trimester III dengan berat badan lahir bayi di wilayah

kerja Puskesmas Suruh.

Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Populasi

penelitian adalah semua ibu hamil trimester III di Puskesmas Suruh. Pemilihan subjek (35 ibu hamil)

dilakukan secara consecutive sampling. Variabel terikat adalah berat bayi lahir. Variabel bebas

meliputi asupan gizi ibu (tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, asupan Fe, asupan

folat) dan status gizi ibu (lingkar lengan atas dan kadar hemoglobin). Data dianalisis menggunakan uji

korelasi Pearson dan Spearman kemudian dilanjutkan dengan regresi linier ganda.

Hasil penelitian: Rerata umur ibu adalah 265,92 tahun. Dibandingkan dengan AKG, asupan energi,

protein, Fe dan folat berada dalam kategori kurang sebesar 100%, 91,4%, 25,7% dan 100%. Rerata

kadar hemoglobin (10,90,62) g/dl dan lingkar lengan atas ibu (25,41,78) cm. Persentase anemia

pada ibu hamil 57,1% dan jumlah ibu hamil dengan KEK 17,1%. Rerata berat lahir bayi sebesar

2871,4357,75 gram dan 17,1% menderita berat badan lahir rendah. Ada hubungan tingkat
kecukupan

energi (r=0,568 p=0,0001), tingkat kecukupan protein (r=0,541 p=0,001), asupan Fe/hari (r= 0,433
p=0,005), asupan folat/hari (r=0,301 p=0,039), lingkar lengan atas ibu (r=0,381 p=0,012) dan kadar

hemoglobin ibu (r=0,431 p=0,005) dengan berat bayi lahir. Secara multivariat, tingkat kecukupan

protein dan asupan Fe/hari pada ibu hamil merupakan faktor determinan berat badan lahir bayi.

Simpulan: Tingkat kecukupan protein dan asupan Fe/hari ibu hamil trimester III berhubungan
dengan

berat badan lahir bayi.

Kata kunci: Berat badan lahir, Tingkat kecukupan energi, Tingkat kecukupan protein, Kadar

hemoglobin ibu hamil

Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Dosen Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

ASSOCIATION BETWEEN MATERNAL INTAKE AND NUTRITIONAL STATUS OF

PREGNANT WOMEN IN THE THIRD TRIMESTER WITH THE BIRTHWEIGHT IN

PUSKESMAS SURUH SEMARANG REGION

Siva Candra Rukmana

, Martha Irene Kartasurya

ABSTRACT

Background: Low birth weight (LBW) is one of the major nutrition problems that have an impact on

neonatal mortality. This issue is affected by many factors, including maternal intake and nutritional

status. The LBW prevalence in Puskesmas Suruh, Semarang Region was 4,2%, higher than Central
Java Province prevalence (3,7%). The goal of the study is to prove the association between maternal

intake and pregnant women nutritional status with the birthweight in Puskesmas Suruh.

Method: This study was an observational analytic research with a longitudinal approach. The

population was all of pregnant women in the third trimester in Puskesmas Suruh. Subjects (35

pregnant women) were selected by consecutive sampling method. The dependent variable was

birthweight. The independent variables were maternal intake (energy, protein, iron, folate) and

nutritional status (Mid Upper Arm Circumference and hemoglobin levels). Data analysis was done by

Correlation tests (Pearson and Spearman) and multiple linear regression method.

Results: The average age of subjects were 265.92 years. All subjects were deficient in energy and

folate intake, based on Indonesian RDA, while 91.4% and 25.7% of the subjects were deficient in

protein and iron intake consecutively, based on Indonesian RDA. It was found that the average of

hemoglobin levels was 10.90.62g/dl and MUAC was 25.41.78cm. The percentage of anemia was

57.1% and chronic energy deficiency based on MUAC was 17.1%. The average birthweight was

2871.4357.75grams and 17.1% of the babies suffered from low birthweight. Factors associated
to

birthweight were energy sufficiency level (r= 0.568 p=0.0001), protein sufficiency level (r= 0.541 p=

0.001), iron intake (r= 0.433 p= 0.005), folate intake (r= 0.301 p=0.039), hemoglobin levels and

MUAC. The linear regression showed that protein sufficiency level and iron intake of pregnant
women

were determinant factors of birthweight.

Conclusion: Pregnant women protein sufficiency level and iron intake in the third trimester

associated to birthweight.

Keyword: Birthweight, energy sufficiency level, protein sufficiency level, hemoglobin levels of

pregnant women

1 Student of Nutrition Science, Medical Faculty, Diponegoro University

2 Lecturer of Magister Program of Community Health, Diponegoro University

5
PENDAHULUAN

Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di

negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah gizi menjadi penyebab kematian

ibu dan anak secara tidak langsung yang sebenarnya masih dapat dicegah. Rendahnya

asupan gizi dan status gizi ibu hamil selama kehamilan dapat mengakibatkan

berbagai dampak tidak baik bagi ibu dan bayi. Salah satunya adalah bayi lahir dengan

berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu berat badan lahir di bawah 2500 gram. Bayi

yang terlahir BBLR memiliki peluang meninggal 35 kali lebih tinggi dibandingkan

dengan berat badan lahir di atas 2500 gram.

Penurunan kejadian BBLR dapat dicapai

melalui pengawasan pada ibu hamil dengan menemukan dan memperbaiki faktor

yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dan neonatus.

Angka kejadian BBLR di Indonesia tahun 2010 sebesar 11,1% dari 84,8%

bayi yang ditimbang.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan

persentase BBLR tahun 2011 sebesar 3,73%, meningkat dibandingkan tahun 2010

sebesar 2,69%. Data pemantauan berat badan lahir di Puskesmas Suruh, Kecamatan

Suruh Kabupaten Semarang menunjukkan prevalensi BBLR sebesar 2% di tahun

2011, sedangkan pemantauan terakhir tahun 2012 meningkat menjadi 4,2%.

Kejadian BBLR erat kaitannya dengan status gizi. Status gizi ibu hamil baik

sebelum maupun selama hamil, dapat menggambarkan ketersediaan zat gizi dalam

tubuh ibu untuk mendukung pertumbuhan janin. Prediktor status gizi ibu selama

hamil dapat dilakukan dengan pengukuran lingkar lengan atas (LLA) dan
pemeriksaan hemoglobin.

Pengukuran LLA pada ibu hamil berkaitan dengan kekurangan energi kronik

(KEK). KEK merupakan masalah yang sering terjadi pada ibu hamil. LLA < 23,5 cm

harus mendapatkan penanganan agar tidak terjadi komplikasi pada janin. Gizi kurang

pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu, seperti anemia,

perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah secara normal serta terkena penyakit

infeksi. Ibu yang mengalami KEK akan lebih berisiko melahirkan BBLR.

Masalah lain yang sering terjadi selama kehamilan adalah penurunan kadar

hemoglobin akibat peningkatan volume plasma yang lebih banyak daripada volume

sel darah merah. Penurunan ini terjadi pada usia kehamilan 8 sampai 32 minggu. 6

Anemia dapat menyebabkan pengangkutan oksigen menjadi terganggu sehingga

nutrisi ke janin berkurang.

Anemia pada ibu hamil dapat terjadi karena kekurangan beberapa zat gizi

mikro, salah satunya adalah besi (Fe). Terbukti bahwa penduduk Indonesia pada

umumnya mengkonsumsi Fe yang berasal dari sumber nabati, yang mempunyai daya

serap rendah dibanding sumber hewani. Kebutuhan janin akan Fe terakumulasi pada

trimester terakhir sehingga diperlukan penambahan suplemen Fe. Keadaan kurang Fe

dapat menimbulkan gangguan pada pertumbuhan janin, baik sel tubuh maupun sel

otak.

7
Zat gizi mikro yang juga berperan dalam kehamilan adalah folat. Folat

digunakan untuk pertumbuhan sel dan replikasi pada janin atau plasenta. Kekurangan

folat terjadi karena konsumsi kurang atau kebutuhan metabolik yang meningkat.

Kekurangan folat dalam waktu yang lama dapat memicu terjadinya anemia defisiensi

folat, belum matangnya sel darah merah. Kekurangan folat selama kehamilan

berhubungan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah dan

terganggunya pertumbuhan janin.

Berat lahir juga berhubungan dengan pemenuhan nutrisi selama kehamilan,

salah satunya adalah kebutuhan zat gizi makro. Kebutuhan gizi meningkat seiring

bertambahnya usia kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin bersama

dengan perubahan jaringan serta metabolisme tubuh ibu. Pertumbuhan dan

perkembangan janin semakin cepat pada kehamilan trimester ketiga sehingga

diperlukan asupan energi dan protein yang cukup. Tingkat kecukupan gizi selama

hamil berpengaruh terhadap berat badan lahir.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan asupan gizi dan status

gizi ibu hamil trimester III dengan berat lahir bayi di wilayah kerja Puskesmas Suruh.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Suruh. Penelitian ini

merupakan penelitian observasional pada lingkup gizi masyarakat dengan studi

longitudinal dan pendekatan prospektif. Data diambil pada bulan Juni Agustus

2013. 7

Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang
berdomisili di wilayah kerja tersebut. Subjek (35 ibu hamil) dipilih secara

consecutive sampling dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria

inklusi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang bersedia menjadi

responden penelitian, tinggal menetap di wilayah tersebut, usia kehamilan memasuki

trimester III dan bersedia melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Kriteria

eksklusi yaitu ibu yang sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit tertentu, ibu

meninggal, bayi prematur dan mengalami abortus dalam kehamilannya.

Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu berat badan lahir bayi. Berat badan

lahir diukur dalam 30 menit setelah persalinan menggunakan timbangan bayi (baby

scale) dengan ketelitian 100 gram. Variabel bebas meliputi asupan gizi (tingkat

kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, asupan Fe/hari, asupan folat/hari) dan

status gizi ibu hamil trimester III (lingkar lengan atas ibu, kadar hemoglobin ibu).

Data asupan energi, protein, fe dan folat diperoleh menggunakan form food

recall 2x24 jam sebanyak 3 kali yaitu 2 kali pada bulan ke-1, 2 kali pada bulan ke-2

dan 2 kali di bulan ke-3, kemudian dihitung dengan software Nutrisurvey. Kebutuhan

energi dihitung dengan membedakan usia ibu, untuk usia 19 tahun menggunakan

rumus TEE = 354 (6,91 x usia [th]) + PA x [(9,36 x BB [kg])] + (726 x TB [m]).

Untuk usia 14-18 tahun menggunakan rumus TEE = 135,3 (30,8 x usia [th]) + PA x

[(10,0 x BB [kg]) + (934 x TB [m])] + 25. Kebutuhan energi ibu hamil trimester III =

TEE + 452 kkal.

10

Data antropometri yang diukur meliputi : data berat badan (BB) ibu yaitu

berat badan sebelum hamil yang diperoleh dari data sekunder, dinyatakan dalam

satuan kg. Tinggi badan (TB) yaitu tinggi badan pada saat pengambilan data, diukur

dengan menggunakan microtoise dengan ketelitian 0,1 cm. Data berat badan dan

tinggi badan ibu hamil digunakan dalam perhitungan kebutuhan energi.


Lingkar lengan atas diukur menggunakan pita LLA dengan ketelitian 0,1 cm

tepat pada titik tengah lengan atas antara acromion process dan olecranon process,

dinyatakan dalam satuan cm. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Hemocue oleh

petugas laboratorium puskesmas, dinyatakan dalam satuan g/dl. 8

Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan setiap variabel penelitian.

Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara

varibel yaitu tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, asupan Fe, asupan

folat, lingkar lengan atas ibu, kadar hemoglobin ibu dengan berat badan lahir bayi.

Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk. Data berdistribusi normal yaitu

tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, asupan Fe, asupan folat, lingkar

lengan atas ibu, kadar hemoglobin ibu dan usia ibu digunakan uji korelasi Pearson,

sedangkan data tidak berdistribusi normal meliputi variabel pendidikan dan pekerjaan

ibu digunakan uji korelasi Spearman. Analisis multivariat yang digunakan adalah

regresi linier ganda.

HASIL PENELITIAN

Karakteristik

Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 ibu hamil yang memasuki usia

kehamilan di atas 28 bulan yaitu trimester III. Karakteristik ibu berdasarkan usia

terdapat pada Tabel 1.

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Ibu

Variabel n % Mean (th) SD (th)

Usia Ibu

< 20 tahun

20-35 tahun

>35 tahun
9

24

25,7

68,6

5,7

26,0

5,92

Tabel 1 menunjukkan bahwa di wilayah Puskesmas Suruh masih terdapat

kehamilan pada usia < 20 tahun sebesar 25,7%.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Pendidikan dan Pekerjaan Ibu

No Variabel n %

1 Pendidikan

Tidak tamat SD

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK/MA

D3/PT

10

12

8
3

5,7

28,6

34,3

22,9

8,6

2 Pekerjaan

Ibu rumah tangga

PNS

Swasta

Wiraswasta

13

16

37,1

5,7

40,0

17,1

Tabel 2 menunjukkan bahwa pendidikan ibu yang masih rendah yaitu SD dan

SMP. Pekerjaan ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga dan swasta.

9
Asupan Gizi Responden

Faktor yang mempengaruhi kehamilan salah satunya asupan gizi ibu yang

diperoleh dari konsumsi makanan. Asupan disesuaikan dengan kebutuhan gizi

individu. Distribusi frekuensi energi, protein, Fe dan folat dipaparkan pada Tabel 3.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Asupan Energi, Protein, Fe dan Folat

Variabel n % Mean SD

Tingkat Kecukupan Energi

Kurang (<100%AKG)

Baik (100%AKG)

Tingkat Kecukupan Protein

Kurang (<100%AKG)

Baik (100%AKG)

Asupan Fe/hari

Kurang (<39 mg)

Baik (39 mg)

Asupan Folat/hari

Kurang (<600 g)

Baik (600 g)

35

32

26
35

100

91,4

8,6

25,7

74,3

100

83,8

62,7

49,7

416,3

5,38
2,33

11,43

40,96

Tabel 3 menunjukkan bahwa asupan energi sehari semua ibu hamil kurang

dari kebutuhan mereka. Hanya 8,6% ibu hamil yang dapat memenuhi kebutuhan

protein perharinya. Sebagian besar ibu (74,3%) sudah memenuhi kebutuhan Fe

perhari, apabila suplemen Fe dimasukkan dalam perhitungan asupan perhari. Tidak

ada satupun ibu yang memiliki asupan folat cukup, meskipun asupan folat dan

suplemen sudah diperhitungkan.

Status Gizi Responden

Status gizi ibu hamil dapat diskrining dengan pengukuran lingkar lengan atas

dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Status gizi selama hamil terpapar pada Tabel 4.

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Menurut Lingkar Lengan Atas dan Kadar Hemoglobin

No Kategori status gizi n % Mean SD

1 Lingkar Lengan Atas

KEK <23,5cm

Tidak KEK 23,5cm

29
17,1

82,9

25,4 1,78

2 Kadar hemoglobin

Anemia <11g/dl

Tidak Anemia 11g/dl

20

15

57,1

42,9

10,9 0,62

Tabel 4 menunjukkan bahwa dari 35 subjek penelitian yang menderita kurang

energi kronis sebesar (17,1%). Selain itu, setelah dilakukan pemeriksaan kadar

hemoglobin ditemukan ibu hamil dengan anemia sebesar 57,1%.

10

Berat Badan Lahir Bayi

Faktor ibu hamil merupakan faktor yang dapat mempengaruhi janin, salah

satunya berat lahir. Berat badan lahir bayi tercantum pada Tabel 5.

Tabel 5. Distribusi Frekuensi menurut Berat Badan Lahir Bayi

Berat bayi lahir n % Mean (g) SD (g)

BBLR <2500g
BBLN 2500g

29

17,1

82,9

2871,4 357,75

Jumlah 35 100

Tabel 5 menunjukkan bahwa dari 35 ibu hamil, 6 bayi (17,1%) dilahirkan

dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram).

Hubungan Asupan Gizi dan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III dengan Berat

Badan Lahir Bayi

Analisis hubungan antara variabel asupan gizi (tingkat kecukupan energi,

tingkat kecukupan protein, asupan Fe, asupan folat), status gizi (lingkar lengan atas

dan kadar hemoglobin) dan variabel karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan)

dengan berat badan lahir bayi dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Hubungan Antara Beberapa Variabel dengan Berat Badan Lahir Bayi

No Variabel r p

1 Asupan gizi Tingkat kecukupan energi 0,568 0,0001*

Tingkat kecukupan protein 0,541 0,001*

Asupan Fe 0,433 0,005*

Asupan Folat 0,301 0,039*

2 Status gizi Lingkar lengan atas 0,381 0,012*

Kadar hemoglobin 0,431 0,005*

3 Karakeristik ibu Usia ibu 0,108 0,536*

Pendidikan 0,069 0,693**

Pekerjaan -0,003 0,988**


*Uji Korelasi Pearson

** Uji Korelasi Spearman

Asupan gizi ibu hamil di wilayah Puskesmas Suruh yang meliputi energi,

protein, Fe, folat berhubungan dengan berat bayi yang dilahirkan. Hal ini berarti

semakin rendah asupan gizi ibu hamil akan berdampak pada rendahnya berat lahir

bayi.

Tabel 6 juga memaparkan bahwa status gizi ibu hamil (lingkar lengan atas

dan kadar hemoglobin) berhubungan dengan berat badan lahir. Kadar hemoglobin

<11g/dl dan KEK pada ibu hamil berkorelasi positif dengan rendahnya berat bayi

yang dilahirkan. Selain itu, tidak ada hubungan karakteristik ibu (usia, pendidikan

dan pekerjaan) dengan berat badan lahir bayi. 11

Analisis multivariat digunakan sebagai tindak lanjut dari analisis bivariat

dengan mengikutsertakan variabel yang bermakna secara statistik (p<0,05) dan

variabel yang memiliki nilai p<0,25, yaitu tingkat kecukupan energi, tingkat

kecukupan protein, asupan Fe, asupan folat, lingkar lengan atas, kadar hemoglobin.

Analisis yang digunakan adalah regresi linier ganda. Hasil analisis multivariat dapat

dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Hubungan Beberapa Faktor dengan Berat Badan Lahir Bayi

Variabel B t p

(Constant)

Tingkat kecukupan protein

Asupan Fe

726,066

16,871

13,940
391,874

3,856

3,944

1,853

4,376

3,534

0,073

0,0001

0,001

Adjusted R Square = 0,460

Tabel 7 menunjukkan persamaan berat badan lahir = 726,066 + 16,871

(tingkat kecukupan protein) + 13,940 (asupan Fe). Setiap kenaikan tingkat kecukupan

protein 1 % maka berat badan lahir bayi akan naik sebesar 16,871 gram. Kenaikan

asupan Fe 1 mg, berat badan lahir bayi akan meningkat 13,940 gram. Jadi variabel

tingkat kecukupan protein dan asupan Fe berhubungan dengan berat badan lahir bayi

sebesar 46,0%.

PEMBAHASAN

Karakteristik Responden

Usia yang paling baik untuk kehamilan adalah 20-35 tahun, diharapkan gizi

ibu hamil akan lebih baik. Variabel usia ibu tidak berhubungan dengan berat badan

lahir bayi. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu ibu yang berusia di

atas 35 tahun ternyata melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Usia ini memiliki

fungsi organ yang mulai melemah dan diharuskan untuk bekerja, sehingga

memerlukan tambahan energi yang cukup untuk mendukung kehamilan yang sedang

berlangsung.

11
Selain itu, ditemukan juga 2 ibu hamil yang berusia kurang dari 20

tahun yang melahirkan bayi lahir rendah. Karena usia kurang dari 20 tahun masih

merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, juga harus berbagi dengan janin

yang sedang dikandung sehingga berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan gizi

selama kehamilan. Dari segi kejiwaan, remaja belum siap dalam menghadapi

emosional yang menyebabkan stress psikologis yang dapat mengganggu

perkembangan janin.

12

12

Pendidikan dan pekerjaan ibu hamil tidak berhubungan dengan berat lahir

bayi. Namun responden di wilayah kerja Puskesmas paling mendominasi

berpendidikan SD dan SMP. Tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi tingkat

pengetahuan. Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu semakin tinggi pula tingkat

pengetahuannya. Pengetahuan ibu hamil yang baik tentang faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin diharapkan status gizi bayi

baik pula. Selain itu, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi

pula peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Tingkat pendapatan

keluarga mempengaruhi pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumsi selama

kehamilan yang berdampak pada status gizi ibu hamil.

13

Hubungan Asupan Gizi (Tingkat Kecukupan Energi, Tingkat Kecukupan

Protein, Asupan Fe dan Asupan Folat) dengan Berat Badan Lahir Bayi

Asupan gizi ibu hamil terbagi dalam zat gizi makro dan mikro, namun dalam

penelitian ini hanya diteliti tentang asupan energi, protein, Fe dan folat. Tabel 3

menunjukkan bahwa asupan zat gizi ibu hamil di wilayah Puskesmas Suruh yang
rendah, tidak ada satupun ibu memiliki asupan energi yang cukup. Kondisi asupan

gizi yang demikian dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.

6,14

Tabel 5 menunjukkan ditemukan bayi dengan berat badan lahir rendah sebesar

17,1%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan prevalensi BBLR di Jawa Tengah

sebesar 9,9%.

Asupan gizi yang kurang dapat menjadi salah satu faktor terjadinya

BBLR di wilayah ini. Hal ini menggambarkan bahwa ibu hamil yang memiliki

asupan energi yang rendah juga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Sesuai

dengan penelitian di India, asupan energi pada wanita hamil dapat digunakan sebagai

faktor prediktor terhadap berat lahir bayi.

15

Terjadi peningkatan kejadian BBLR di

wilayah Puskesmas Suruh dari tahun 2012 sebesar 4,2 menjadi 17,1% pada tahun

2013. Kejadian ini dimungkinkan karena data pengukuran berat badan lahir bayi yang

kurang valid atau bayi yang lahir belum tercatat semua di puskesmas.

Penelitian ini ditemukan bahwa konsumsi sumber protein sebagian besar

dipenuhi dari protein nabati yaitu tahu dan tempe. Hanya beberapa yang

mengkonsumsi protein hewani yaitu telur dan susu, tetapi terdapat 5 ibu yang

mengkonsumsi susu khusus ibu hamil. Kondisi tersebut terlihat pada Tabel 3 bahwa 13

hanya 5,7% asupan protein ibu hamil dapat terpenuhi. Asupan protein yang demikian

menjadi peluang kejadian BBLR di Puskesmas Suruh. Karena selama kehamilan

protein diperlukan plasenta untuk membawa makanan ke janin, pembentuk hormon

dan enzim ibu dan janin. Adanya kekurangan energi dan protein menyebabkan
terbentuknya organ yang lebih kecil dengan jumlah sel yang cukup dan ukuran sel

yang kecil sehingga ukuran plasenta menjadi kecil. Volume darah ibu menurun dan

cardiac output tidak adekuat. Hal ini mengakibatkan menurunnya aliran darah ke

plasenta diikuti transfer nutrisi berkurang sehingga pertumbuhan janin terganggu dan

berdampak pada berat badan lahirnya.

16

Terlihat pada Tabel 5 bahwa tingginya

persentase BBLR (17,1%) di wilayah Puskesmas ini. Penelitian ini serupa dengan

penelitian lain yang mengatakan bahwa asupan protein pada trimester III yang rendah

akan menyebabkan rendahnya berat lahir bayi.

15

Kebutuhan akan Fe juga mengalami peningkatan untuk pembentukan plasenta

dan sel darah merah. Pemenuhan kebutuhan diperoleh baik dari makanan maupun

pemberian suplementasi. Kebutuhan Fe lebih tinggi daripada rata-rata asupan yang

diserap tubuh. Penyerapan Fe tergantung pada sumber makanan yang dikonsumsi.

Penelitian ini ditemukan bahwa 25,7% ibu hamil memiliki asupan Fe kurang. Terlahir

5 bayi BBLR dari ibu hamil yang kurang asupan Fe. Masih ditemukan ibu hamil yang

tidak rutin mengkonsumsi tablet Fe, sering dikonsumsi bersamaan dengan minum teh

dan susu. Teh mengandung tannin dan susu mengandung kalsium, dapat menghambat

penyerapan Fe.

17

Karena kekurangan Fe dapat menimbulkan gangguan pada

pertumbuhan janin baik pada sel tubuh maupun sel otak. Fe dikaitkan dengan anemia

gizi besi, menjadi salah satu kontribusi terjadinya anemia ibu hamil (57,1%) pada

Tabel 4. Kondisi ini dapat mengakibatkan kematian janin dalam kandungan, abortus,

cacat bawaan, berat lahir rendah dan menyebabkan bayi lahir dengan anemia.
15,18-19

Penelitian ini diketahui bahwa semua ibu hamil memiliki asupan folat perhari

yang kurang. Asupan folat yang kurang pada Tabel 4 dengan kondisi anemia ibu

hamil (57,1%) dapat menjadi salah satu penyebab berat badan lahir bayi rendah

(17,1%). Konsumsi makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan folat.

Ditemukan ibu hamil tidak rutin dalam mengkonsumsi suplementasi folat. Folat

selama kehamilan mempengaruhi berat plasenta yang merupakan faktor penentu dari 14

berat janin. Kekurangan folat selama kehamilan dapat menjadi faktor risiko

malformasi janin dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan plasenta.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian cross sectional bahwa asupan folat ibu hamil

mempengaruhi antropometri bayi yaitu berat lahir dan panjang lahir.

16,19-20

Hubungan Status Gizi (LLA dan Kadar Hb) Ibu Hamil Trimester III dengan

Berat Badan Lahir Bayi

Pengukuran LLA merupakan salah satu cara deteksi dini untuk mengetahui

risiko Kurang Energi Kronik (KEK), tidak terpenuhinya kebutuhan energi dan protein

dalam jangka waktu yang panjang. Tabel 4 menunjukkan bahwa 17,1% ibu hamil

dengan LLA < 23,5cm (KEK), terlihat pada asupan energi dan proteinnya yang

kurang. Angka KEK ini lebih tinggi dibandingkan prevalensi KEK di Jawa Tengah

sebesar 14,7%.

Selain itu, ditemukan pula 2 bayi dengan BBLR dilahirkan dari ibu

hamil KEK. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa asupan gizi ibu hamil yang

kurang dan tidak mencukupi untuk menyediakan kebutuhan fisiologis kehamilan

yakni perubahan hormon, meningkatnya volume darah untuk pertumbuhan janin


sehingga suplai zat gizi pada janinpun berkurang. Akibatnya pertumbuhan dan

perkembangan janin terhambat dan lahir dengan berat yang rendah.

21-22

Kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl dikatakan sebagai keadaan anemia.

Anemia dalam kehamilan terjadi pada kondisi yang disebabkan oleh penambahan

volume plasma yang relatif lebih besar daripada volume sel darah merah.

Tabel 4

menunjukkan bahwa tingginya anemia pada ibu hamil di Puskesmas Suruh sebesar

57,1%. Penelitian ini ditemukan bahwa semua bayi yang BBLR (17,1%) dilahirkan

oleh ibu hamil dengan anemia. Selain kondisi fisiologis ibu, kondisi asupan gizi yang

kurang pada Tabel 3 dapat menjadi faktor pemicu terjadinya anemia. Anemia ibu

hamil dapat mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan dan akan

mengganggu pertumbuhan janin, sehingga akan memperkuat risiko terjadinya

persalinan prematur dan berat badan bayi lahir rendah.

23

Selain itu juga diperkuat

dengan hasil penelitian lain yang memaparkan bahwa anemia pada kehamilan

trimester III mempunyai risiko 16 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR.

24

Setelah dilakukan uji regresi, diketahui bahwa faktor determinan terjadinya

berat badan lahir bayi di Puskesmas Suruh adalah tingkat kecukupan protein, asupan 15

Fe dan kadar hemoglobin. Secara statistik, tingkat kecukupan energi memiliki

r=0,568 lebih besar dibanding tingkat kecukupan protein (r=0,541) namun keduanya

berperan sama dalam kehamilan.


KETERBATASAN PENELITIAN

Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin

dilakukan tanpa memperhatikan usia kehamilan ibu dan data berat badan ibu sebelum

hamil diperoleh dari buku KIA.

SIMPULAN

Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein,

asupan Fe/hari, asupan folat/hari, lingkar lengan atas dan kadar hemoglobin dengan

berat badan lahir bayi. Secara multivariat, tingkat kecukupan protein dan asupan

Fe/hari ibu hamil trimester III merupakan faktor determinan berat badan lahir bayi di

wilayah kerja Puskesmas Suruh.

SARAN

Bagi tim pelaksana gizi di Puskesmas Suruh untuk memberikan penyuluhan

kepada ibu hamil agar meningkatkan asupan gizi ibu hamil terutama protein dan zat

besi, sehingga tidak terjadi berat badan lahir rendah. Penyuluhan dapat dilakukan

pada pemeriksaan antenatal care atau kelas ibu hamil.

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat dan karuniaNya.

Terima kasih saya ucapkan kepada dr. Martha Irene Kartasurya, M.Sc., PhD selaku

pembimbing dan para reviewer yang telah membimbing sehingga penelitian ini dapat

diselesaikan. Ucapan terima kasih juga untuk kedua orangtua, kakak, dan teman-

teman yang telah memberikan doa, bantuan dan dukungan selama proses penelitian

ini berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

1. Pantiawati I. Bayi dengan berat badan lahir rendah. Yogyakarta: Nuha Medika;

2010. hal.6-20

2. UNICEF. A world fit for children. USA: United Nation General Assembly; 2002.

3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.


Laporan hasil riset kesehatan dasar 2010. Jakarta; 2010. hal iv,140,170,187. 16

4. Arisman MB. Gizi dalam daur kehidupan. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2009. hal 4-20.

5. Mutalazimah. Hubungan lingkar lengan atas (LLA) dan kadar hemoglobin (Hb)

ibu hamil dengan berat bayi lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal

Penelitian Sains & Teknologi 2005; 6(2): hal 114126.

6. Mitchell MK. Nutrition across the life span. 2nd

ed. USA: Elsevier; 2003.p.145-

167.

7. Williamson CS. Nutrition in pregnancy. British Nutrition Foundation Nutrition

Bulletin; 2006: 31, p.28-59.

8. Charles DHM, Ness AR, Campbell D, Smith GD, Whitley E, Hall MH. Folic acid

supplements in pregnancy and birth outcome: re-analysis of a large randomised

controlled trial and update of Cochrane review. Pediatric and Perinatal

Epidemiology; 2005: 19, p.112-124.

9. Arkkola T. Diet during pregnancy:dietary pattern and weight gain rate among

finnish pregnant women. Universitasis Ouluensis : D medika 1037; 2009.

10. Institute of Medicine. Weight gain during pregnancy: reexamining the guidelines.

Washington DC: National Academy Press; 2009.

11. Almatsier S, Soetardjo S, Soekatri M. Gizi seimbang dalam daur kehidupan.

Jakarta: Gramedia pustaka utama; 2011. hal 189.

12. Bloom L, Escuro A. Adolescent pregnancy : where do we start. In : Keefe CJL,

Couch SC. Philipson EH. Handbook of Nutrition and Pregnancy. USA: Humana

Press; 2008. p. 101-103.

13. Suhardjo. Berbagai cara pendidikan gizi. Jakarta: Bumi Aksara; 2003.

14. Roberts BSW. Maternal Nutrition: The biginning of life and the physiology of

pregnancy. In: Roberts BSW, Williams SR. Nutrition throught the life cycle. 4th
ed. USA: The McGraw-Hill Companies; 2000. p. 57-59. 87-88.

15. Khoushabi F, Saraswathi G. Assosiation between maternal nutrition status and

birth weight of neonates in selected hospitals in mysore city india. Pakistan

Journal of Nutrition; 2010: 9 (12).p. 1124-1130.

16. Nelms M, Sucher KP, Lacey K, Roth SL. Nutrition therapy and pathophysiology.

2nd

edition. USA: Wadsworth; 2007. p. 38-50. 17

17. Rolfes SR, Pinna K, Whitney E. Understanding normal and clinical nutrition.

Eight edition. USA: Wadsword; 2009. p. 338-342, 442-451, 477-500.

18. Hazhir MS, Abdy S, Roshani D, Shahghaibi S, Jamshidi R, Gharibi F. Nutritional

status and some related factors among pregnant women in Iran. Life Science

Journal 2013;10(7s).

19. Kolte D, Sharma R, Vali S. Correlates between micronutrient intake of pregnant

women and birth weight of infant from Central India. The Internet Journal of

Nutrition and Wellnees. 2009. Volume 8(2). DOI: 10.5580/1979.

20. Muthayya S. Maternal nutrition and low birth weight-what is really important?.

Indian J Med Res 130; 2009: p. 600-608.

21. Marifah U. Hubungan status gizi ibu hamil berdasarkan ukuran lingkar lengan

atas dengan berat badan bayi lahir di BPS Hj. Tinik susilowati sidoarjo. UM

Surabaya; 2011.

22. Qobadiyah TP, Musta'in, Maryanti. The influence of size upper arm

circumference (LLA) third trimester pregnant women on the birth weight babies

In BPS Siti Sujalmi Jatinom Klaten. Jurnal Ilmu Kesehatan; 2012: Vol. IV (2).

23. Amiruddin. Asupan gizi pada ibu hamil. 2007. [diakses: 12 februari 2013]

http:www.scribd.com/doc/47810533/makalah-anemia-bumil.
24. Haryanta W. Hubungan antara kadar hemoglobin rendah pada ibu hamil trimester

tiga dengan berat bayi lahir rendah di bangsal Gladiol BPK rumah sakit umum

Kabupaten Magelang tahun 2008. Unimus; 2008.

18

Lampiran 1

FORMULIR INFORMASI PENELITIAN DAN PERNYATAAN KESEDIAAN

SEBAGAI SUBJEK PENELITIAN

Dengan hormat,

Saya Siva Candra Rukmana, mahasiswa Strata-1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas

Kedokteran Universitas Diponegoro, akan melakukan penelitian dengan judul Hubungan

asupan gizi dan status gizi ibu hamil trimester III dengan berat bayi lahir. Penelitian

ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan asupan gizi dan status gizi ibu hamil trimester

III dengan berat badan lahir, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Suruh.

Berdasarkan pemilihan pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Suruh, Putra/i

dari Ibu terpilih untuk menjadi sampel dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, dengan hormat

saya meminta izin kepada Ibu serta memohon kerjasama Ibu untuk menjadi responden.

Adapun beberapa prosedur yang akan dilaksanakan :

1. Pada saat penelitian, Ibu sebagai Orang Tua/Wali akan dibagikan lembar kuesioner untuk

mendapatkan data identitas bayi dan identitas orang tua. Identitas bayi terdiri dari nama

bayi, tanggal lahir, berat badan lahir, dan panjang badan lahir. Sedangkan untuk identitas

orang tua meliputi nama ibu, pekerjaan ibu, dan pendidikan terakhir ibu.
2. Data meliputi kadar hemoglobin diukur dengan metode sahli oleh petugas. Data lingkar

lengan atas (LILA) diukur dengan pita ukur LILA.

3. Selanjutnya Ibu akan diwawancarai mengenai asupan gizi ibu selama kehamilan

trimester III menggunakan lembar food recall 2x24 jam untuk mengetahui asupan energi,

protein, zat besi dan asam folat ibu. Wawancara dilakukan oleh mahasiswa yang

melakukan penelitian.

Apapun data atau hasil yang berhubungan dan diperoleh dari penelitian ini akan

dijaga kerahasiannya dan tidak akan disebarluaskan kepada pihak lain. Oleh karena itu,

sangat diharapkan agar ibu bersedia menjadi responden penelitian dalam penelitian ini dan

dapat memberikan informasi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Atas kerja sama Ibu

dan Putra/i Ibu, saya ucapkan terima kasih

Peneliti

Siva Candra Rukmana

19

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI SUBJEK PENELITIAN

(INFORMED CONSENT)
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama Ibu : ................................................................................................................

Nama anak : ................................................................................................................

TTL anak/ umur anak : ................................................................................................................

Alamat : ................................................................................................................

No Telepon/HP : ................................................................................................................

Bersedia dan mau berpartisipasi menjadi responden penelitian dengan judul Hubungan

Asupan Gizi dan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III dengan Berat Bayi Lahir di

Wilayah Kerja Puskesmas Suruh yang akan dilakukan oleh:

Nama : Siva Candra Rukmana

Alamat : RT 20 RW 05 Medayu, Suruh, Kab. Semarang

Instansi : Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Semarang

No. HP : 085727670006

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa ada paksaan dari siapapun.

Semarang, .................................... 2013

Peneliti

(Siva Candra Rukmana)

Responden
(.................................................)

20

Lampiran 2

LEMBAR PENELITIAN

Hubungan Asupan Gizi dan Status Gizi Ibu Hamil Trimester III dengan Berat Bayi

Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Suruh

Nomor responden : ....................................................................................................

Tanggal wawancara : ....................................................................................................

I. IDENTITAS RESPONDEN

1. Nama ibu : ...................................................................................

2. Umur ibu : .......... tahun

3. Alamat : ...................................................................................

4. Nomor telepon : ...................................................................................

5. Pendidikan terakhir ibu : *(centang salah satu pada kotak yang tersedia)

Tidak sekolah/ tidak tamat SD

Tamat SD /sederajat

Tamat SMP /sederajat

Tamat SMU /sederajat

Tamat akademi / Perguruan Tinggi


6. Pekerjaan ibu : *(centang salah satu pada kotak yang tersedia)

Tidak bekerja/ Ibu Rumah tangga

Pegawai Negeri

Pegawai Swasta

Wiraswasta

II. PENGUKURAN FAKTOR IBU

1. Kadar hemoglobin ibu ............. :.. g/dl

2. Lingkar lengan atas ibu ............. : . cm

3. Berat badan sebelum hamil ............ : ..kg

4. Tinggi badan ibu ............. : ..cm

III. IDENTITAS BAYI

1. Nama anak : ......................................................................................

2. Jenis kelamin : Laki-laki / Perempuan* (coret salah satu)

3. Tanggal lahir : ......................................................................................

4. Umur kandungan : ............. bulan

5. Berat badan lahir : ............. g

6. Panjang badan lahir : ............. cm

21

Lampiran 3.

LEMBAR FOOD RECALL 24 JAM


Nama Ibu : ...........................................................................................................

Nama Anak : ...........................................................................................................

Hari ke : 1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 *(lingkari salah satu)

Tanggal :

Waktu

Nama Masakan /

Metode Pemasakan

Nama Bahan

Makanan

Berat (URT) Berat (g) Ket


22

Lampiran 4.

Data hasil penelitian

no nama alamat Pend pekerjaan usia uk BB tb hb LLA Keb E

recall keb P

recall
Keb

Fe

Fe

recall

Keb

Folat

Fol

recall supl BBL %E %P kat E kat P kat Fe

Kat

Fol

1 IS jatirejo SM swasta 18 30 45 150 10,2 25 2279,1 1890,4 56,98 36 39 47,4 600


350,7 2 2400 82,95 63,18 kurang kurang kurang kurang

2 SZ suruh SMP swasta 24 33 48 152 10,3 25 2503,5 2145,8 62,59 71,6 39 35 600
311,25 1 3100 85,71 114,40 kurang baik kurang kurang

3 Mu reksosari SD wiraswasta 17 32 51 155 10 24 2437,9 1921,5 60,95 49,4 39 36,2


600 344,15 2 2400 78,82 81,05 kurang kurang kurang kurang

4 Ru suruh Tdk wiraswasta 29 30 53 150 10,8 26 2507,7 2245,3 62,69 58,2 39 42


600 445,2 5 2800 89,54 92,83 kurang kurang baik kurang

5 Ts jatirejo SMA swasta 23 32 50 153 12 25 2541,6 2306,5 63,54 52 39 59,7 600


367,9 3 3300 90,75 81,84 kurang kurang baik kurang

6 RI kebowan SMP swasta 27 31 55 158 11 27 2613,7 2346,7 65,34 59,1 39 34,1 600
412,8 1 2700 89,79 90,45 kurang kurang kurang kurang

7 Ju bonomerto SD tdk kerja 30 30 45 152 10,8 24 2428,4 2123,5 60,71 53,5 39 57,1
600 478,95 5 3100 87,45 88,13 kurang kurang baik kurang

8 LS suruh SMP swasta 25 30 43 158 9,8 23 2492,7 2007,4 62,32 42,9 39 39,8 600
389,7 3 2300 80,53 68,84 kurang kurang baik kurang

9 De deresansari SD wiraswasta 20 32 53 159 11,1 27 2648,3 2307,5 66,21 51,2 39 52,3


600 423,15 4 3200 87,13 77,33 kurang kurang baik kurang

10 IF plumbon SMA swasta 32 33 55 150 11 28 2509,4 2115,8 62,74 50,1 39 51,3


600 421,7 4 3100 84,31 79,86 kurang kurang baik kurang

11 Ma beji SD tdk kerja 29 33 52 156 10,8 26 2548,7 2210,5 63,72 63,1 39 66,4
600 393,25 2 3200 86,73 99,03 kurang kurang baik kurang
12 En jatirejo PT PNS 30 30 52 160 12,2 27 2576,7 2201,7 64,42 50,7 39 49,6 600
489,5 5 3000 85,45 78,71 kurang kurang baik kurang

13 SW purworejo SMA swasta 30 32 42 150 10,6 23 2377,2 2104,5 59,43 52 39 61,4


600 427,1 3 3200 88,53 87,50 kurang kurang baik kurang

14 Wu suruh SMA swasta 20 30 46 150 10,2 24 2491,3 1794,7 62,28 50,9 39 32,2
600 367,3 2 2400 72,04 81,73 kurang kurang kurang kurang

15 Su deresansari SD wiraswasta 23 30 47 155 11,5 26 2525,3 2213,1 63,13 51,5 39


65,7 600 427,8 3 2700 87,64 81,57 kurang kurang baik kurang

16 Sug reksosari SMP wiraswasta 25 33 46,5 158 10,7 23 2532 2036,8 63,30 48,5 39
42,1 600 489,55 4 2500 80,44 76,62 kurang kurang baik kurang

17 Sa ketanggi SD tdk kerja 37 32 47 152 10,8 25 2402,5 2034,1 60,06 55,7 39 64,7
600 421,1 4 2900 84,67 92,74 kurang kurang baik kurang

18 MD ketanggi SD tdk kerja 17 31 48 160 10,4 26 2458 2005,4 61,45 49,7 39 44,3
600 476,5 4 2500 81,59 80,88 kurang kurang baik kurang

19 Ku plumbon SD swasta 20 31 49 153 11,2 27 2551,1 2103,5 63,78 51,3 39 62,5


600 412,45 3 2900 82,45 80,44 kurang kurang baik kurang

20 Re reksosari SMA swasta 18 31 51 158 11 26 2630,9 2205,7 65,77 62,4 39 53,1


600 423,7 4 3200 83,84 94,87 kurang kurang baik kurang

21 Wi kebowan SMA swasta 29 32 49 155 11 25 2506,3 2105,8 62,66 59,8 39 36


600 433,75 2 2800 84,02 95,44 kurang kurang kurang kurang

22 Na beji SMP wiraswasta 20 30 48,5 148 10,8 27 2501,9 2106,9 62,55 59,7 39
67,6 600 398,65 3 3000 84,21 95,45 kurang kurang baik kurang

23 Jua jatirejo SD tdk kerja 29 30 49 150 10,4 25 2462,8 1765,4 61,57 47,3 39 56,3
600 421,45 3 3000 71,68 76,82 kurang kurang baik kurang

24 SL suruh SD wiraswasta 25 30 49,5 148 11 26 2478,6 2233,6 61,97 53,4 39 52,1


600 435,65 2 2800 90,12 86,18 kurang kurang baik kurang

25 Swi purworejo SMP swasta 20 31 52 161 11,4 28 2654,5 2446,3 66,36 56,2 39 68,1
600 465,5 3 3200 92,16 84,69 kurang kurang baik kurang 23

26 AW jatirejo PT PNS 21 32 42 150 11,8 23,3 2439,4 2014,5 60,99 49,4 39 60,6 600
398,5 3 2700 82,58 81,00 kurang kurang baik kurang

27 SR plumbon SMP swasta 32 31 47 151 10,6 26 2428,3 2190,4 60,71 71,9 39 45,4
600 423,4 4 3000 90,2 118,44 kurang baik baik kurang
28 War medayu SMP wiraswasta 38 32 50,5 157 10,3 25 2478,4 1832,1 61,96 48,1
39 34,7 600 349,5 2 2000 73,92 77,63 kurang kurang kurang kurang

29 Ren suruh SMA wiraswasta 31 32 63 161 10,2 30 2702 2195,6 67,55 59,7 39 44,7
600 430,15 3 3300 81,26 88,38 kurang kurang baik kurang

30 Du jatirejo Tdk wiraswasta 35 30 42 150 11,6 23 2342,7 2109,5 58,57 59,1 39 41,2
600 451,4 2 3400 90,05 100,91 kurang baik baik kurang

31 Gi medayu SMP wiraswasta 21 31 46 150 10,5 25 2484,4 2184,5 62,11 59,8 39


54,2 600 430,55 4 3500 87,93 96,28 kurang kurang baik kurang

32 Ist plumbon SMP swasta 33 30 48 158 10,8 23,8 2493,6 1945,6 62,34 45,6 39 63,9
600 405,25 4 2500 78,02 73,15 kurang kurang baik kurang

33 Win medayu SMA swasta 32 30 61 166 11,6 29 2716,2 2067,4 67,91 57,5 39 47,7
600 411,5 3 3100 76,11 84,68 kurang kurang baik kurang

34 Ka suruh PT wiraswasta 29 32 44 161 12 24 2502,5 2106,5 62,56 58,5 39 37 600


442,5 2 2900 84,18 93,51 kurang kurang kurang kurang

35 Isb reksosari SMP swasta 21 30 42 158 10 23 2509,1 1930,6 62,73 43 39 33,3 600
400,25 1 2400 76,94 68,55 kurang kurang kurang kurang

24

Lampiran 5.

ANALISIS UNIVARIAT

1. Usia responden

kategori usia ibu

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid <20 tahun 9 25.7 25.7 25.7

20-35 tahun 24 68.6 68.6 94.3

>35 tahun 2 5.7 5.7 100.0

Total 35 100.0 100.0

2. Pendidikan responden

pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid tidak tamat SD 2 5.7 5.7 5.7

SD/MI 10 28.6 28.6 34.3

SMP/MTs 12 34.3 34.3 68.6

SMA/SMK/MA 8 22.9 22.9 91.4

D3/PT 3 8.6 8.6 100.0

Total 35 100.0 100.0

3. Pekerjaan responden

pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid ibu rumah tangga 13 37.1 37.1 37.1

PNS 2 5.7 5.7 42.9

Swasta 14 40.0 40.0 82.9

wiraswasta 6 17.1 17.1 100.0

Total 35 100.0 100.0

4. Asupan gizi ibu

Statistics

persen_E persen_protein besi recall folat recall

N Valid 35 35 35 35

Missing 0 0 0 0

Mean 83.8203 86.0889 49.7057 416.3357

Median 84.2111 84.6800 49.6000 421.7000

Mode 71.68a

63.18a

32.20a
311.25a

Std. Deviation 5.38497 1.1698E1 11.43447 40.96195

Variance 28.998 136.844 130.747 1677.881

Skewness -.638 .728 .077 -.419

Std. Error of Skewness .398 .398 .398 .398 25

Kurtosis -.197 1.167 -1.298 .389

Std. Error of Kurtosis .778 .778 .778 .778

Minimum 71.68 63.18 32.20 311.25

Maximum 92.16 118.44 68.10 489.55

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

kategori energi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid kurang 35 100.0 100.0 100.0

kategori protein

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid kurang 32 91.4 91.4 91.4

baik 3 8.6 8.6 100.0


Total 35 100.0 100.0

kategori fe

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid kurang 9 25.7 25.7 25.7

baik 26 74.3 74.3 100.0

Total 35 100.0 100.0

kategori folat

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid kurang 35 100.0 100.0 100.0

5. Lingkar lengan atas

Statistics

lingkar lengan atas

N Valid 35

Missing 0

Mean 25.43
Median 25.00

Mode 25

Std. Deviation 1.781

Variance 3.171 26

Skewness .536

Std. Error of Skewness .398

Kurtosis -.020

Std. Error of Kurtosis .778

Minimum 23

Maximum 30

kategori LLA

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative

Percent

Valid KEK 6 17.1 17.1 17.1

tidak KEK 29 82.9 82.9 100.0

Total 35 100.0 100.0

6. Kadar hb

Statistics

kadar hb
N Valid 35

Missing 0

Mean 10.863

Median 10.800

Mode 10.8

Std. Deviation .6227

Variance .388

Skewness .427

Std. Error of Skewness .398

Kurtosis -.526

Std. Error of Kurtosis .778

Minimum 9.8

Maximum 12.2

kategori hb

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Anemia 20 57.1 57.1 57.1

tidak anemia 15 42.9 42.9 100.0

Total 35 100.0 100.0

27

7. Berat bayi lahir


Statistics

berat lahir bayi

N Valid 35

Missing 0

Mean 2871.43

Median 2900.00

Mode 3200

Std. Deviation 357.747

Variance 1.280E5

Skewness -.443

Std. Error of Skewness .398

Kurtosis -.472

Std. Error of Kurtosis .778

Minimum 2000

Maximum 3500

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid BBLR 6 17.1 17.1 17.1

BBLN 29 82.9 82.9 100.0

Total 35 100.0 100.0

28

Lampiran 6.
NORMALITAS DATA

1. Usia ibu hamil

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

usia ibu .151 35 .042 .948 35 .096

a. Lilliefors Significance Correction

2. Pendidikan ibu

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

pendidikan .186 35 .004 .915 35 .010

a. Lilliefors Significance Correction

3. Pekerjaan ibu

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

pekerjaan .300 35 .000 .787 35 .000

a. Lilliefors Significance Correction

4. Asupan Energi

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

persen_E .101 35 .200*

.951 35 .120

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

5. Asupan Protein

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

persen_protein .118 35 .200*

.966 35 .335

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

29

6. Asupan Fe

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.


besi recall .095 35 .200*

.939 35 .052

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

7. Asupan folat

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

folat recall .118 35 .200*

.963 35 .273

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

8. LLA

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

lingkar lengan atas .139 35 .087 .942 35 .065

a. Lilliefors Significance Correction


9. Kadar hb

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

kadar hb .127 35 .166 .959 35 .209

a. Lilliefors Significance Correction

10. BBL

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

berat lahir bayi .126 35 .174 .960 35 .236

a. Lilliefors Significance Correction

30

Lampiran 7.

ANALISIS BIVARIAT (VARIABEL BEBAS)

Correlations

persen_E persenprot besi recall folat recall kadar hb

lingkar lengan

atas berat lahir bayi

persen_E Pearson Correlation 1 .481**


.318 .317 .433**

.162 .568**

Sig. (2-tailed) .003 .062 .064 .009 .354 .000

N 35 35 35 35 35 35 35

Persen_P Pearson Correlation .481**

1 -.023 .019 .111 .139 .541**

Sig. (2-tailed) .003 .896 .913 .527 .427 .001

N 35 35 35 35 35 35 35

besi recall Pearson Correlation .318 -.023 1 .214 .368*

.210 .433**

Sig. (2-tailed) .062 .896 .218 .030 .226 .009

N 35 35 35 35 35 35 35

folat recall Pearson Correlation .317 .019 .214 1 .394*

.144 .301

Sig. (2-tailed) .064 .913 .218 .019 .409 .079

N 35 35 35 35 35 35 35

kadar hb Pearson Correlation .433**

.111 .368*

.394*

1 .222 .431**

Sig. (2-tailed) .009 .527 .030 .019 .201 .010

N 35 35 35 35 35 35 35

lingkar lengan atas Pearson Correlation .162 .139 .210 .144 .222 1 .381*
Sig. (2-tailed) .354 .427 .226 .409 .201 .024

N 35 35 35 35 35 35 35

berat lahir bayi Pearson Correlation .568**

.541**

.433**

.301 .431**

.381*

Sig. (2-tailed) .000 .001 .009 .079 .010 .024

N 35 35 35 35 35 35 35

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

31

Analisis bivariat (usia ibu)

Correlations

usia ibu berat lahir bayi

usia ibu Pearson Correlation 1 .108

Sig. (2-tailed) .536

N 35 35

berat lahir bayi Pearson Correlation .108 1

Sig. (2-tailed) .536

N 35 35

Analisis bivariat (pendidikan ibu)

Correlations
pendidikan berat lahir bayi

Spearman's rho pendidikan Correlation Coefficient 1.000 .069

Sig. (2-tailed) . .693

N 35 35

berat lahir bayi Correlation Coefficient .069 1.000

Sig. (2-tailed) .693 .

N 35 35

Analisis bivariat (pekerjaan ibu)

Correlations

pekerjaan berat lahir bayi

Spearman's rho pekerjaan Correlation Coefficient 1.000 -.003

Sig. (2-tailed) . .988

N 35 35

berat lahir bayi Correlation Coefficient -.003 1.000

Sig. (2-tailed) .988 .

N 35 35

32

Lampiran 8.

ANALISIS MULTIVARIAT (UJI REGRESI LINIER)

Variables Entered/Removedb

Model Variables Entered Variables Removed Method

1 lingkar lengan atas, persenprot,

folat recall, besi recall, kadar hb,


persen_Ea

. Enter

. folat recall

Backward (criterion: Probability of F-

to-remove >= .100).

. persen_E

Backward (criterion: Probability of F-

to-remove >= .100).

. lingkar lengan atas

Backward (criterion: Probability of F-

to-remove >= .100).

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: berat lahir bayi

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .777a

.603 .518 248.256

2 .771b

.594 .524 246.706

3 .760c

.577 .520 247.726

4 .736d
.541 .497 253.694

a. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, folat recall, besi recall, kadar hb, persen_E

b. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb, persen_E

c. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb

d. Predictors: (Constant), persenprot, besi recall, kadar hb

ANOVAe

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2625757.243 6 437626.207 7.101 .000a

Residual 1725671.329 28 61631.119

Total 4351428.571 34

2 Regression 2586380.939 5 517276.188 8.499 .000b

Residual 1765047.632 29 60863.711

Total 4351428.571 34

3 Regression 2510378.009 4 627594.502 10.227 .000c

Residual 1841050.562 30 61368.352

Total 4351428.571 34

4 Regression 2356247.472 3 785415.824 12.203 .000d

Residual 1995181.099 31 64360.681

Total 4351428.571 34

a. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, folat recall, besi recall, kadar hb, persen_E

b. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb, persen_E 33
c. Predictors: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb

d. Predictors: (Constant), persenprot, besi recall, kadar hb

e. Dependent Variable: berat lahir bayi

Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig. B Std. Error Beta

1 (Constant) -1715.940 968.183 -1.772 .087

persen_E 9.770 10.590 .147 .923 .364

persenprot 13.276 4.327 .434 3.068 .005

besi recall 8.922 4.200 .285 2.124 .043

folat recall .928 1.162 .106 .799 .431

kadar hb 74.456 82.650 .130 .901 .375

lingkar lengan atas 38.797 25.028 .193 1.550 .132

2 (Constant) -1659.076 959.535 -1.729 .094

persen_E 11.509 10.299 .173 1.117 .273

persenprot 12.826 4.263 .419 3.009 .005

besi recall 8.973 4.173 .287 2.150 .040

kadar hb 91.858 79.233 .160 1.159 .256

lingkar lengan atas 40.021 24.825 .199 1.612 .118

3 (Constant) -1277.128 900.304 -1.419 .166

persenprot 15.234 3.694 .498 4.124 .000

besi recall 10.164 4.051 .325 2.509 .018


kadar hb 122.194 74.746 .213 1.635 .113

lingkar lengan atas 39.498 24.923 .197 1.585 .123

4 (Constant) -569.460 800.595 -.711 .482

persenprot 15.989 3.751 .523 4.262 .000

besi recall 11.135 4.101 .356 2.715 .011

kadar hb 139.091 75.763 .242 1.836 .076

a. Dependent Variable: berat lahir bayi

Excluded Variables

Model Beta In t Sig. Partial Correlation

Collinearity Statistics

Tolerance

2 folat recall .106a

.799 .431 .149 .801

3 folat recall .132b

1.013 .319 .185 .836

persen_E .173b

1.117 .273 .203 .582

4 folat recall .143c

1.077 .290 .193 .839

persen_E .169c

1.059 .298 .190 .582

lingkar lengan

atas

.197c
1.585 .123 .278 .916

a. Predictors in the Model: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb,
persen_E 34

b. Predictors in the Model: (Constant), lingkar lengan atas, persenprot, besi recall, kadar hb

c. Predictors in the Model: (Constant), persenprot, besi recall, kadar hb

d. Dependent Variable: berat lahir bayi

Variables Entered/Removed(b)

Model Variables Entered Variables Removed Method

FE1, PROTEIN1(a) . Enter

a All requested variables entered.

b Dependent Variable: BBL1

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,701(a) ,492 ,460 262,922

a Predictors: (Constant), FE1, PROTEIN1

ANOVA(b)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2139325,747 2 1069662,873 15,474 ,000(a)

Residual 2212102,825 32 69128,213

Total 4351428,571 34
a Predictors: (Constant), FE1, PROTEIN1

b Dependent Variable: BBL1

Coefficients(a)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 726,066 391,874 1,853 ,073

PROTEIN1 16,871 3,856 ,552 4,376 ,000

FE1 13,940 3,944 ,446 3,534 ,001

a Dependent Variable: BBL1