Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TUGAS PROJECT

HIMPUNAN DAN LOGIKA


MEMBUAT ALAT PERAGA PIPA LOGIKA

Oleh:
Kelompok 3
M. ZULHAM SYAHPUTRA (4173111042)
M. AIMAN JAMIL LUBIS (4173111051)
MAURIN PUTRI S.H (4173111045)
FADILLA CAMELLIA (4173311043)
INDAH AGUSTINA (4173311052)
MEGA M SITUMORANG (4173311069)

JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Terimakasih kepada Dosen
Pembimbing mata Filsafat Pendidikan, tidak lupa kami juga mengucapkan banyak
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan
ide-ide dan waktunya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

2
DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 3
1.3 Tujuan....................................................................................................... 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Ringkasan Teori........................................................................................ 4
2.2 Operasi Konjungsi.................................................................................... 4
2.3 Operasi Disjungsi..................................................................................... 4
2.4 Operasi Implikasi....................................................................................
2.5 Biimplikasi..............................................................................................
BAB III
METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA
3.1 Alat dan Bahan......................................................................................... 6
3.2 Prosedur Pembuatan................................................................................. 7
3.3 Cara Penggunaan....................................................................................
3.3.1 Konjungsi.......................................................................................
3.3.2 Disjungsi........................................................................................
3.3.3 Implikasi........................................................................................
3.3.4 Biimplikasi.....................................................................................
BAB IV
PENUTUP
4.1 Saran..........................................................................................................13
4.2 Kesimpulan.............................................................................................
Daftar Pustaka ......................................................................................................

3
BAB I

PEDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Objek pembelajaran matematika merupakan pemikiran yang sifatnya abstrak
dan tidak dapat diamati oleh pancaindra. Untuk mengatasi hal tersebut, maka
dalam mempelajari suatu konsep atau prinsip-prinsip matematika diperlukan
pengalaman melalui benda-benda nyata (konkret), yaitu media alat peraga
yang dapat digunakan untuk berfikir abstrak. Dalam materi logika
matematika sendiri sangat diperlukan kemampuan bernalar. Oleh karena itu,
media pembelajaran yang berupa alat peraga merupakan salah satu
alternatif dalam memahami tentang logika matematika, khususnya konjungsi,
disjungsi dan implikasi. Oleh sebab itu, saya akan membuat alat peraga yaitu
pipa logika.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara pembuatan alat peraga pipa logika ?
2. Bagaimana cara penggunaan alat peraga pipa logika ?
3. Bagaimana hubungan pipa logika dengan logika matematika ?

1.3 Tujuan
1. Mempermudah kita untuk berpikir dengan cara menalar.
2. Mempermudah memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan logika
matematika sehingga dapat menyelesaikan berbagai macam permasalahan
yang terkait dnegan logika matematika.
3. Mengetahui hubungan logika matematika dengan alat peraga.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ringkasan Teori

Logika merupakan ilmu untuk berfikir dan menalar dengan tepat dan valid
dalam menarik kesimpulan dalam sebuah argumen, juga mempelajari dan
meneliti apakah sebuah penalaran yang kita lakukan itu tepat atau tidak.
Macam-macam operasi pada logika matematika :

2.2 Operasi konjungsi (Conjunction)


Konjungsi adalah proposisi majemuk yang tersusun dari proposisi-
proposisi yang menggunakan kata penghubung dan. Penghubung dan
diberi simbol . Konjungsi dari dua pernyataan p dan q ditulis p q, p &
q, p.q. dibaca p dan q. Masing-masing p dan q disebut komponen (sub
pernyataan). Pernyataan p q juga disebut sebagai pernyataan konjungtif.
Dengan demikian, tabel fungsi kebenaran untuk konjungsi didefinisikan sebagai
berikut : p Q p q
B B B
B S S
S B S
S S S

2.3 Operasi Disjungsi


Disjungsi adalah proposisi majemuk yang tersusun dari proposisi-
proposisi yang menggunakan kata penghubung atau. Disjungsi dari dua
proposisi p dan q adalah p atau q yang ditulis dengan simbol p V q.
Tabel fungsi kebenaran untuk disjungsi didefinisikan sebagai berikut :

p Q pVq
B B B
B S B
S B B
S S S

5
2.4 Operasi Implikasi (Implication)

Implikasi adalah bentuk proposisi majemuk yang menggunakan kata


penghubung maka. Implikasi dari dua proposisi p dan q adalah p maka q
yang ditulis dengan simbol p q. Pernyataan p q dapat dibaca:
a. Jika p maka q
b. p berimplikasi q
c. p hanya jika q
d. q jika p

Bila kita menganggap pernyataan q sebagai suatu peristiwa, maka kita


melihat bahwa Jika p maka q dapat diartikan sebagai Bilamana p terjadi
maka q juga terjadi atau dapat juga, diartikan sebagai Tidak mungkin
peristiwa p terjadi, tetapi peristiwa q tidak terjadi.
Berdasarkan definisi di atas dapat disusun tabel kebenaran seperti
ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
p Q pq
B B B
B S S
S B B
S S B

2.5 Biimplikasi

Biimplikasi atau bikondisional ialah suatu pernyataan majemuk yang


berbentuk p jika dan hanya jika q yang berarti jika p maka q dan jika q
maka p. Biimplikasi sering disebut juga sebagai implikasi dua arah.
Pernyataan p jika dan hanya jika q dilambangkan dengan pq.
Pernyataan biimplikasi pq bernilai benar jika p dan q mempunyai nilai
kebenaran yang sama (semua benar atau semua salah), sedangkan jika nilai
kebenaran p dan q tidak sama maka p q merupakan pernyataan yang salah.

6
Berikut merupakan Tabel kebenaran dari pernyataan biimplikasi.

p Q pq
B B B
B S S
S B S
S S B

Objek pembelajaran matematika merupakan pemikiran yang sifatnya abstrak


dan tidak dapat diamati oleh pancaindra. Untuk mengatasi hal tersebut, maka
dalam mempelajari suatu konsep atau prinsip-prinsip matematika diperlukan
pengalaman melalui benda-benda nyata (konkret), yaitu media alat peraga
yang dapat digunakan untuk berfikir abstrak. Dalam materi logika matematika
sendiri sangat diperlukan kemampuan bernalar. Oleh karena itu, media
pembelajaran yang berupa alat peraga merupakan salah satu
alternatif dalam memahami tentang logika matematika, khususnya konjungsi,
disjungsi dan implikasi. Oleh sebab itu, saya akan membuat alat peraga yaitu
pipa logika.

7
BAB III
METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA

3.1 Alat dan Bahan

Alat Bahan
Gergaji Papan triplek
Gunting Lem
Spidol Pipa
Kertas karton atau
Cuter
buffalo
Palu Paku
Rempelas Botol air mineral

3.2 Prosedur Pembuatan

1. Siapkan semua alat dan bahan.


2. Ambil pralon ukur kemudian potong dengan gergaji sesuai dengan ukuran
yang dibutuhkan.
3. Lakukan lagi langkah ke 2 sampai semua paralon yang di butuhkan terpenuhi
4. Beri nomor pada paralon
5. Potong papan dengan ukuran tersebut
6. Tutup dasar papan dengan kertas kado
7. Rekatkan dengan doble tipe
8. Kemudian rangkailah pipa menjadi bentuk yang akan dibuat.
9. Apit dengan 4 paku
10. Kemudian berilah lem pipa pada setiap sambungan pipanya, agar kuat.
11. Lakukan sampai semua pola terpenuhi dengan benar
12. Kemudian tunggu beberapa menit agar kering.
13. Pasang wada kebenaraya
14. Pasang tempat pernyataan dan asesoris lainya

8
15. Alat peraga pipa siap untuk diperagakan.

3.3 Cara Penggunaan

Keterangan
Jika suatu pernyataan bernilai benar maka kelereng akan masuk kedalam wada
yang bernilai benar dan jika pernyataan tersebut bernilai salah maka kelereng
akan jatuh kedalam wada yang bernilai salah.

Peraturannya :

3.3.1 Konjugsi
Untuk konjugsi kita menggunakan pipa dengan nomor 1, 3, 5, 7, 8, dan 9
sehingga pipa yang lain di non aktifkan atau di tutup dengan sekat, pernyataan
P terletak pada titik 3, 5, 9 dan Q terletak pada titik 7, 8
Jika P benar maka pipa No 9 di tutup
Jika P salah maka pipa No 5 di tutup
Jika Q benar maka pipa no 8 di tutup
Dan jika Q salah maka pipa no 7 di tutup

3.3.2 Disjugsi
Untuk disjugsi kita menggunakan pipa dengan nomor 1, 2, 4, 6, 7, dan 8
sehingga pipa yang lain di non aktifkan atau di tutup dengan sekat, pernyataan
P terletak pada titik 2, 4, 6 dan Q terletak pada titik 7, 8
Jika P benar maka pipa No 4 di tutup
Jika P salah maka pipa No 6 di tutup
Jika Q benar maka pipa no 8 di tutup
Dan jika Q salah maka pipa no 7 di tutup

3.3.3 Implikasi
Untuk Implikasi kita menggunakan pipa sama dengan disjugsi yaitu nomor 1,
2, 4, 6, 7, dan 8, sehingga pipa yang lain di non aktifkan atau di tutup dengan
sekat, dan peletakan pernyataanya juga sama yaitu pernyataan P terletak pada
titik 3, 5, 9 dan Q terletak pada titik 7, 8
Jika P benar maka pipa No 6 di tutup

9
Jika P salah maka pipa No 4 di tutup
Jika Q benar maka pipa no 8 di tutup
Dan jika Q salah maka pipa no 7 di tutup

3.3.4 Biimplikasi
Untuk Biimplikasi kita menggunakan pearaturan yang berbeda dengan tadi
dimana pipa semua pupa di gunakan pipa no 2 di beri nama B dan pipa no 3 di
beri nama A, pernyataan P terletak pada titik 3, 5, 9 dan Q terletak pada titik 7, 8
Jika kedua pernyataan tersebut bernilai benar maka A di tutup dan pipa no 4
di non aktifkan
Jika kedua pernyataan terrsebut bernilai salah atau salah satu bernilai salah
maka pipa B di tutup
Jika P benar maka pipa No 5 di tutup
Jika P salah maka pipa No 9 di tutup
Jika Q benar maka pipa no 7 di tutup
Dan jika Q salah maka pipa no 8 di tutup

Masukkan kelereng keci ke dalam lubang pipa no 1, gunakan peraturan permainan


diatas dengan benar. Jika kelereng sampai turun pada lubang akhir benar maka
nilai logika tersebut adalah BENAR dan jika kelereng sampai pada lubang akhir
salah maka nilai logika tersebut adalah SALAH.

10
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari alat peraga (pipa logika) yang saya buat ini merupakan salah satu cara
untuk mengenalkan dalam menerapkan cara berfikir logis. Yang mana
berkaitan dengan konsep Logika Matematika, yang meliputi konjungsi,
disjungsi,implikasi dan biimplikasi. Pipa logika ini sifatnya hanya sebuah
analog dan gambaran (beberapa sample) untuk mengenalkan konsep awal
logika matematika, bukan untuk menentukan nilai kebenaran serta
pembuktian dari banyak macam variabel.

4.2 Saran
Pembuatan alat peraga ini dapat lebih baik dikerjakan jika dengan
persiapan yang matang dan pembaca dapat menambahi sesuatu yang menarik
kepada alat peraga. Pembaca juga dapat menambahkan operasi-operasi logika
yang lainnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

Kusuma, Yaya. 1986. LOGIKA MATEMATIKA ELEMENTER. Bandung: Tarsito

Content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/0210162049.mhtml

Content://com.sec.android.app.sbrowser/readinglist/0210162445.mhtml

http://pagotan.blogspot.co.id/2011/03/tabel-kebenaran-negasi-konjungsi.html/m=1

https://www.youtube.com/watch?v=IMxacsijn48

12
GAMBAR ALAT PERAGA

13