Anda di halaman 1dari 29

CRITICAL BOOK REPORT

PENGANTAR EKONOMI MAKRO

OLEH :

ANAS TANTIA SANTIVA

7161144004

REGULER A

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGRI MEDAN

2017

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunianya , sehingga penulis berhasil menyelesaikan tugas makalah ini
yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Critical Book Report.
Makalah ini harapkan dapat memberikan informasi kepada kita semua . Penulis
berterima kasih kepada Ibu Dr. Khairani Alawiyah Matondang, S.Pd., M.Si yang
sudah memberikan bimbingannya kepada kami sehingga penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh karena itu penulis meminta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kami
juga mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna untuk
kesempurnaan tugas ini. Akhir kata kami ucapkan terima kasih semoga dapat
bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 13 Mei 2017

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 1
A. IDENTITAS BUKU UTAMA ............................................................................................................ 1
B. IDENTITAS BUKU PEMBANDING ................................................................................................. 1
BAB II ISI BUKU ........................................................................................................................................ 2
RINGKASAN ISI BUKU UTAMA ............................................................................................................. 2
3. Pendekatan pendapatan ............................................................................................................. 8
RINGKASAN BUKU PEMBANDING ..................................................................................................... 20
BAB III PEMBAHASAN............................................................................................................................ 25
A. KELEBIHAN/KEKUATAN BUKU ................................................................................................... 25
B. KELEMAHAN BUKU.................................................................................................................... 25
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................................... 26
A. KESIMPULAN ............................................................................................................................. 26
B. SARAN ....................................................................................................................................... 26

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. IDENTITAS BUKU UTAMA

a. Judul Buku : Pengantar Ekonomi Makro


b. Pengarang : Iskandar Putong, Nuring Dyah Andjaswati
c. Penerbit : Mitra Wacana Media
d. Tahun Terbit : 2010 Cetakan Kedua
e. Harga Buku : Rp 50.000,-

B. IDENTITAS BUKU PEMBANDING

a. Judul Buku : Pengantar Ilmu Ekonomi Makro


b. Pengarang : Erni Umi Hasanah,Se., M.Si Dan Drs.Danang Sunyoto, SH.,
SE., Mm.
c. Penerbit : Caps
d. Tahun Terbit : 2012
e. Cetakan : Pertama
f. Harga Buku : Rp. 45.000

1
BAB II
ISI BUKU

RINGKASAN ISI BUKU UTAMA

BAB 1 PENGANTAR EKONOMI MAKRO

Ilmu ekonomi makro merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan
mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan. Tujuan dari ilmu
ekonomi makro adalah untuk memahami peristiwa/fenomena ekonomi dan untuk
memperbaiki kebijakan ekonomi. Dari sini diperoleh gambaran bahwa ilmu ekonomi makro
bukanlah alat/doktrin perekonomian akan tetapi metode yang berguna untuk membantu
mengembangkan pemikiran tentang bagaimana cara bekerja dan memperbaiki kondisi
perekonomian. Hubungan yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah hubungan kasual
antara variabel-variabel keseluruhan. Variabel-variabel yang dimaksud adalah tingkat
pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi nasional maupun swasta, tingkat
tabungan, belanja Negara, tingkat harga-harga umum, jumlah uang yang beredar (inflasi),
tingkat bunga, kesempatan kerja, neraca pembayaran, dan lain-lain.

Teori ekonomi makro sepanjang sejarahnya hanya didominasi oleh dua mashab yaitu Mashab
Klasik dengan pelopor utamanya yaitu Adam Smith dan David Richardo dan Mashab
Keynesmeskipun pada literature ilmu ekonomi yang ada selama ini Keynes tidak disebut
sebagai Mashab.

Masalah-masalah dalam Makro Ekonomi

Seacar umum permasalahan dalam ekonomi makro dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Masalah jangka pendek atau disebut masalah stabilisasi. Masalah ini berhubungan
dengan bagaimana mendrive perekonomian dari suatu period eke periode
berikutnya dalam jangka pendek (bulan, tahun) agar dapat terhindar dari penyakit
ekonomi makro yang utama yaitu: a. inflasi yang besar dan berkepanjangan, b. tingkat
pengangguran terbuka yang besar, c. ketimpangan dalam neraca pembayaran.
2. Masalah-masalah jangka panjang atau disebut sebagai masalah pertumbuhan. Masalah
ini berhubungan dengan bagaimana mendrive perekonomian agar tetap berada
dalam kondisi keserasian antara pertumbuhan jumlah penduduk, pertambahan
kapasitas produksi dan tersedianya dana untuk investasi (dengan program
penggalakan tabungan masyarakat).

1. Inflasi, adalah naiknya harga-harga komiditi seacara umum yang disebabkan oleh tidak
sinkronnya antara program system pengadaan komoditi (produksi, penentuan harga,
pencetakan uang dan sebagainya) dengan tingkat pendapatan yang dimiliki oleh
masyarakat.

2
2. Pengangguran, pengangguran sejatinya terjadi karena adanya kesenjangan antara
penyediaan lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan. Selain itu
pengangguran bias juga terjadi meskipun jumlah kesempatan kerja tinggi akan tetapi
terbatasnya informasi, perbedaan dasar keahlian yang tersedia dan dibutuhkan atau bahkan
dengan sengaja memilih untuk menganggur (penganggur sukarela).
3. Neraca Pembayaran yang Timpang, adalah catatan tentang transaksi ekonomi internasional
suatu Negara terhadap Negara lainnya dalam kurun waktu tertentu (umumnya 1 tahun).
4. Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi, secara teori pertumbuhan penduduk yang besar bila
diikuti oleh tingkat tingkat produktivitas yang tinggi akan menyebabkan tingkat
pertumbuhan ekonomi tinggi. Tingginya pertumbuhan ekonomi akan mampu meningkatkan
kesejahteraan dan tingkat pendidikan dan pada akhirnya akan mampu memperbaiki mutu
dan citra hidup.
5. Peningkatan Kapasitas Produksi (Kapasitas Produk yang Rendah), peningkatan kapasitas
produksi berhubungan dengan tingkat tabungan masyarakat dan investasi berhungan
dengan tabungan masyarakat, sedangkan tingkat tabungan masyarakat berhubungan dengan
tingkat pendapatan dan konsumsinya. Jadi bila kapasitas produksi ingin ditingkatkan maka
tabungan haruslah juga ditingkatkan agar investasi dapat pula ditingkatkan.

BAB 2 TEORI MASHAB KLASIK DAN KEYNESIAN MENGENAI PENENTU


TINGKAT KEGIATAN NEGARA

1. Mashab Klasik (Dan Neo-Klasik)


Dikalangan para ekonomi disepakati bahwa mashab klasik dipelopori oleh Adam
Smith. Mashab klasik terdiri dari para ekonom dan simpatisan ilmu ekonomi yang
umumnya memandang fenomena ekonomi sebagai fenomena alam yang selalu
bersifat eksak dengan ketentuan hokum alam. Salah satu asumsi andalan yang selalu
digunakan pada setiap teori mereka yaitu: Perpect Competition atau Persaingan
Sempurna adalah salah satu bahwa mashab klasik beranggapan perilaku ekonomi
sama dengan keteraturan alam seiring dengan adanya pengatur yang tidak kentara
Invisible Hand.
Mashab Klasik melalui Adam Smith memiliki semboyan dalam perekonomian yaitu
laiseez faire-laissez fases yang menyatakan bahwa setiap individu bebas dalam
melakukan kegiatan ekonomi apapun. Dengan demikian perekonomian diarahkan
pada kebebasan individu untuk memenuhi kebutuhannya, berarti konsep
perekonomian liberal yang telahlama dan dewasa ini masih dijalankan adalah hasil
pemikiran kaum klasik.
Pandangan Mashab Klasik: 1) Corak kegiatan Ekonomi, 2) Fleksibilitas Tingkat
Bunga Terhadap Tabungan dan Investasi, 3) Flexibilitas Tingkat Upah, 4) flexibilitas
harga, 5) Uang Bersifat Netral, 6) Pentingnya Goncangan Teknologi, dan 7) Penentu
Tingkat Kegiatan Perekonomian.

3
2. Teori Keynes (Keynesian dan New-Keynesian)
Jhon Maynard Keynes, sebagai pelopor aliran Keynesian termasuk percaya bahwa
perekonomian liberal yang mengandalkan pemilik modal (kapitalis) adalah
merupakan pemicu kemajuan ekonomi. Namun Keynes juga percaya bahwa konsep
kapitalisme memiliki kelemahan dan oleh karenanya maka pemerintah perlu campur
tangan.
Sangat berbeda dengan pandangan kaum klasik, maka Keynes berpendapat bahwa
dalam perekonomian pihak swasta tidak sepenuhnya diberikan kekuasaan untuk
mengelola perekonomian, karena pada kondisi tertentu sebagaiman pandangan kaum
sosialis menyatakan bahwa pihak swasta selalu mementingkan dirinya sendiri yaitu
mendapatkan keuntungan.
Sesuai dengan pandangan kaum klasik sehubungan dengan penentu kegiatan dalam
perekonomian yaitu mengenai flexibilitas tingkat bunga dan tingkat upah maka,
sorotan Keynes juga masih berada dalam bidang tersebut yaitu:
1. Pendapatan absolute atas tabungan investasi
2. Tingkat upah dan pengangguran
3. Kecilnya biaya menu dan externalitas permintaan agregat (harga tidak flexible)
4. Resesi sebagai akibat dari kegagalan koordinasi
5. Pengejutan (Staggering) terhadap upah dan harga
6. Factor penentu kegiatan ekonomi Negara

BAB 3 TEORI KONSUMSI, TABUNGAN, DAN INVESTASI

TEORI KONSUMSI DAN TABUNGAN KEYNESIAN

Teori Konsumsi Keynes dikenal dengan Hipotesis Pendapatan Absolut (Absolute Income
Hypotesis) yang pada intinya menjelaskan bahwa konsumsi seseorang dan atau masyarakat
secara absolut ditentukan oleh tingkat pendapatan, kalaupun ada faktor lain yang juga
menentukan, maka menurut Keynes kesemuanya itu tidak berarti apa-apa dan sangat tidak
menentukan.

Teori Konsumsi Keynes didasarkan pada 3 postulat yaitu:

1. Konsumsi meningkat apabila pendapatan meningkat, akan tetapi besarnya


peningkatan konsumsi tidak akan sebesar peningkatan pendapatan, oleh karenanya
adanya batasan dari Keynes sendiri yaitu bahwa kecenderungan mengkonsumsi
marginal = MPC (Marginal Propensity to Consume) adalah antara nol dan satu, dan
pula besarnya perubahan konsumsi selalu diatas 50% dari besarnya perubahan
pendapatan (0,5<MPC<1)
2. Rata-rata kecenderungan mengkonsumsi = APC (Avarage Propensity to Consume).
akan turun apabila pendapatan naik, karena peningkatan pendapatan selalu lebih besar
daripada peningkatan konsumsi, sehingga sehingga pada setiap naiknya pendapatan
pastilah akan memperbesar tabungan. Dengan demikian dapat dibuatkan satu

4
pernyataan lagi bahwa setiap terjadi peningkatan pendapatan maka pastilah rata-rata
kecenderungan menabung akan semakin tinggi.
3. Bahwa pendapatan adalah merupakan determinan (faktor penentu utama) dari
konsumsi. Faktor lain dianggap tidak berarti.

Keynes menjelaskan bahwa konsumsi saat ini (current consumption) sangat dipengaruhi oleh
pendapatan disposabel saat ini (current disposable income). Menurut Keynes, ada batas
konsumsi minimal yang tidak tergantung tingkat pendapatan. Artinya, tingkat konsumsi
tersebut harus terpenuhi, walaupun tingkat pendapatan sama dengan nol. Itulah yang disebut
dengan konsumsi otonomus (autonomous consumption). Jika pendapatan disposabel
meningkat, maka konsumsi juga meningkat. Hanya saja peningkatan tersebut tidak sebesar
peningkatan pendapatan disposabel.

C = konsumsi
C0 = konsumsi otonomus
b = marginal prospensity to consume (MPC)
Yd = pendapatan disposable
0b1

Sebagai tambahan penjelasan, perlu diberikan beberapa catatan mengenai fungsi Konsumsi
Keynes tersebut diatas:

1. Merupakan variabel riil/nyata, yaitu bahwa fungsi konsumsi Keynes menunjukkan


hubungan antara pendapatan dengan pengeluaran konsumsi yang keduanya
dinyatakan dengan menggunakan tingkat harga konstan, bukan hubungan antara
pendapatan nominal dengan pengeluaran konsumsi nominal.
2. Merupakan pendapatan yang terjadi (current income), bukan pendapatan yang
diperoleh sebelumnya, dan bukan pula pendapatan yang diperkirakan terjadi di masa
datang (yang diharapkan).
3. Merupakan pendapatan absolut, bukan pendapatan relativ atau pendapatan
permanen.
4. Fungsi konsumsi Keynes adalah fungsi konsumsi jangka pendek. Keynes tidak
mengeluarkan fungsi konsumsi jangka panjang karena menurut Keynes in the long
run were all dead.

BAB 4 PENGERTIAN DAN METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan Nasional (National Income)

merupakan salah satu indicator kemampuan dan kualitas sumber daya (alam atau
manusia) suatu Negara. Semakin baik dan berkualitas sumber daya suatu Negara maka
relative semakin besar juga pendapatan nasionalnya. Kualitas sumber daya yang terbaik
5
untuk memperbesar pendapatan nasional tentu saja adalah kualitas sumber daya manusianya.
Negara-negara yang kualitas sumber daya manusaianya sangat baik dan dianugerahi sumer
daya alam yang cukup pastilah menjadi Negara yang memiliki pendapatan nasional yang
tinggi.

1. Produk Domestic Bruto (Gross Domestic Product- GDP)


Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode tertentu
yang menjumlahkan semua hasil dari warga Negara yang bersangkuttan ditambah
warga Negara asing yang bekerja di Negara yang bersangkutan, termasuk jyga
didalamnya adalah pendapatan atas asset asing.
2. Product Nasional Bruto (Gross Nasional Product- GNP)
Adalah nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam suatu periode
tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang. Produk nasional bruto
perhitungan nya menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh
penduduk suatu Negara tersebut ditambah dengan penduduk Negara tersebut yang
berada diluar negeri. Berdasarkan penjelasan ini dapat dibuatkan suatu rumusan
bahwa: GNP = GDP + PFP dari LN PFP ke LN (PFP = Pembayaran Faktor
Produksi).

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional:

1. Pendekatan Produksi (Production Approach)

Kegiatan produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah nilai tambah (value
added). Oleh karena itu, dalam perhitungan pendekatan produksi, hanya mencakup
perhitungan nilai tambah di setiap lahan produksi. Jadi, perhitungan bukan menggunakan
produksi bahan mentah, setengah jadi, dan barang baku yang berasal dari luar negeri. Dengan
pendekatan produksi, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai tambah
(value added) dari semua sektor produksi selama satu periode tertentu (biasanya dalam satu
tahun).

Nilai tambah yang dimaksud adalah selisih antara nilai produksi (nilai output) dan nilai biaya
antara (nilai input), yang terdiri atas bahan baku dan bahan penolong yang digunakan dalam
proses produksi.

Berdasarkan ISIC (International Standard Industrial Classification) perekonomian Indonesia


dibagi ke dalam sebelas sektor. Sektor-sektor tersebut kemudian disederhanakan lagi menjadi
sembilan sektor, yaitu:

1. pertanian, peternakan, kehutananan, dan perikanan.


2. pertambangan dan penggalian.
3. industri manufaktur.
4. listrik, gas, dan air bersih.
5. Bangunan.
6. perdagangan, hotel dan restoran.

6
7. pengangkutan dan komunikasi.
8. keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.
9. jasa-jasa.

Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi dapat dihitung dengan


menggunakan rumus sebagai berikut :

Y = (Q1 P1) + (Q2 P2) + (Q3 P3) + + (Qn Pn)

Keterangan :

Y = Pendapatan Nasional

Q1, Q2, Q3, dan Qn = jumlah jenis barang ke-1, ke-2, ke-3, ke-n

P1, P2, P3, dan Pn = harga jenis barang ke-1, ke-2, ke-3, ke-n

Untuk menghindari perhitungan ganda (double-counting), nilai PDB dihitung dengan cara
menjumlahkan nilai tambah setiap sektor (bukan pada nilai outputnya).

2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Pendekatan kedua yang digunakan untuk menghitung pendapatan nasional adalah pendekatan
pendapatan. Berdasarkan pendekatan pendapatan, nilai pendapatan nasional dihitung dengan
cara menjumlahkan tingkat balas jasa bruto (belum dikurangi pajak) dari faktor produksi
yang dipakai. Perhitungan dengan pendekatan pendapatan akan memberikan hasil yang lebih
realistis. Namun, dalam kenyataannya tidak terealisasi karena sulitnya menentukan
pandapatan masyarakat yang sebenarnya.

Berdasarkan pendekatan pendapatan, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan


seluruh pendapatan yang diterima masyarakat (pemilik faktor produksi) sebagai balas jasa
yang mereka terima dalam proses produksi yaitu sebagai berikut :

1. Upah/gaji = balas jasa pemilik tenaga kerja


2. Bunga (i) = balas jasa pemilik modal
3. Sewa (r) = balas jasa pemilik anah
4. Keuntungan () = balas jasa pengusaha.

Total balas jasa atas seluruh faktor produksi tersebut disebut pendapatan nasional (PN). Cara
menghitung pendapatan nasional dengan metode ini dirumuskan sebagai berikut : Y = C + I +
G + (X-M)

Keterangan :

Y = Pendapatan nasional

7
C = Konsumsi rumah tangga

I = Investasi perusahaan

G = Pengeluaran yang dilakukan pemerintah (baik konsumsi dan investasi)

(X-M) = Ekspor neto (selisih antara nilai ekspor dengan nilai impor)

3. Pendekatan pendapatan

Metode terakhir yang digunakan dalam perhitungan pendapatan adalah metode


pendekatan pendapatan, metode ini berfokus pada pendapatan dari semua pelaku ekonomi
atau pihak yang bersangkutan. Untuk mencari jumlah atau besarnya pendapatan nasional
metode ini menggunakan rumus penjumlahan selururh pendapatan atau pemasukan yang
diterima dan didapat oleh semua pelaku ekonomi dari hasil penyediaan dan pengadaan segala
produk baik barang maupun jasa. Sama seperti metode lainnya periode atau kurun waktu
yang digunakan adalah kurang lebih satu tahun. Dalam hal ini pendapatan bisa berupa upah
atau gaji, sewa, bunga, keuntungan dan lain sebagainya yang penting merupakan pemasukan.

Perhitungan pendapatan nasional disini dirumuskan dengan Y = W + r + i + P

Keterangan :

Y : Pendapatan nasional

W : Wage (gaji atau upah), hal ini merupakan pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor
tenaga kerja

R : Rent (sewa) merupakan salah satu bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemilik faktor
produksi berupa tanah, gedung, harta dan lainnya.

I : Interesrt (bunga) merupakan bentuk pemasukan yang diperoleh oleh pemiliki faktor
produksi yang berupa modal

P : Profit (keuntungan) adalah pendapatan atau pemasukan yang diterima oleh pemilik faktor
produksi kewirausahaan.

Perekononiam Tertutup Sederhana 2 Sektor

Perekonomian tertutup adalah perekonomian yang tida mengenal hubungan dengan


dunia luar dalam arti tidak ada perdagangan ekonomidengan fihak luar misalnya dalam
bentuk ekspor impor atau investasi luar negeri.

8
BAB 5 ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN

Secara teoritiss, tingkat pendapatan masyarakat dalam esatuan wilayah perekonomian


pastilah tidak sama jumlahnya, hal mana disebabkan oleh adanya perbedaan keahlian dan
pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat upah, dan lain sebagainya.

Gini Ratio dan Kurva Lorenz

Gini Ratio Adalah suatu peralatan analisis yang dipergunakan untuk menghitung atau
mengukur distribusi pendapatan masyarakat pada suatu daerah tertentu/Negara pada suatu
periode tertentu. Sedangkan kurva Lorenz adalah suatu kurva yang menunjukkan mengenai
ukuran distribusi pendapatan dengan penilaian merata, sedang dan timpang.

Indeks Williamson

Adalah formulasi yang dipergunakan untuk menghitung distribusi pendapatan antar


daerah (regional). Berbeda dengan gini ratio yang menghitung nilai distribusi pendapatan
keseluruhan rumah tangga dalam suatu daerah/negara, Indeks Williamson hanya menentukan
seberapa besar ketimpangan distribusi pendapatan yang ada antar daerah (dalam
wilayah/wilayah pengembangan).

Berdasarkan standar dari bank dunia dengan menggunakan indicator relative inequality
sehubungan dengan distribusi pendapatan dari setiap golongan dalam masyarakat adalah
sebagai berikut:

1. Distribusi pendapatan dikatakan sangat timpang apabila 40% penduduk


berpendapatan terendah menerima kurang dari 12% dari GNP atau pendapatan
nasional (PPN).
2. Distribusi pendapatan dikatakan moderat (sedang) bila 40% penduduk menerima
antara 12-17% dari GNP atau NNP.
3. Distribusi pendapatan dikatakan relative merata (low inequality) apabila 40%
penduduk pendapatan terendah menerima lebih dari 17% dari GNP atau NNP.
(Widodo, 1997,h. 120).

Berdasarkan perhitungan diatas dapat diketahui bahwa distribusi pendapatan menurut versi
bank dunia relative merata karena 40% penduduk yang tergolong berpendapatan rendah
mendapatkan 20,7% dari total pendapatan.

Bila nilai GR dapat membantu menilai distribusi pendapatan bagi keseluruhan


kecamatan (masyarakat), maka untuk menentukan apakah tingkat pendapatan antar propinsi
telah memberikan rasa keadilan atau tidak maka digunakan rumus indeks Williamson.

9
BAB 6 KEBIJAKAN STABILISASI

Kebijakan stabilisasi dalam ekonomi makro adalah merupakan tugas dari pemerintah,
sebagaimana yang selalu dianjurkan oleh Keynesian dan pendukungnya. Karena system
ekonomi yang mengandalkan kebijakan individu dalam perekonomian yang membebaskan
sepenuhnya kepada masyrakat untuk berlaku dalam perekonomian tidak akan pernah
mengalami bantuan invinsible hand atau tangan tak kentara.

Kebijakan Fiskal

Adalah kebijakan pemeritah dalam bidang anggaran dan belanja negara dengan
maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Berdasarkan jenisnya, kebijakan
fiscal terdiri atas 2 macam kebijakan yaitu :

1. Kebijakan fiscal deskresiner yaitu kebijakan fiscal yang diambil oleh pemerintah
berdasarkan situasi dan kondisi ekonomi. Pemerintah akan melakukan kebijakan
belanja surplus bila mengetahui perekonomian dalam kondisi pengangguran yang
tinggi, tingkat suku bunga yang tinggi dan tingkat inflasi yang juga tinggi, sebaliknya
pemerintah akan melakukan kebijakan belanja deficit (kontraktif) bila mengangap
bahwa tingkat pengangguran dalam kondisi wajar, suku hunga terlalu rendah, dan
tingkat harga terlalu lambat berubah.
2. Kebijakan fiscal dengan penstabil otomatis yaitu kebijakan yang langsung
berhubungan dengan pajak, asuransi pengangguran dan kebijakan harga minimum.

Sedangkan fungsi utama dari kebijakan fiscal di atas diantaranya adalah:

1. Fungsi alokasi, yaituu untuk mengalokasikan factor-faktor produksi yang tersedia


dalam masyarakat.
2. Fungsi distribusi, yaitu fungsi yang mempunyai tujuan agar pembagian pendapatan
nasional dapat lebih merata untuk semua kalangan dan tingkat kehidupan.
3. Fungsi stabilisasi, agar terpeliharanya keseimbangan ekonomi terutama berupa
kesempatan kerja yang tinggi, tingkat harga-harga umum yang relative stabil dan
tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai.

Tujuan dari kebijakan fiscal yaitu:

1. Mencegah pengangguran dan meningkatkan kesempatan kerja.


2. Untuk stabilisai harga
3. Untuk mengatur laju inflasi
4. Untuk mendoromng investasi social secara optimal
5. Untuk menanggulangi inflasi
6. Meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional
7. Untuk meningkatkan dan meredistribusikan pendapatan nasional

10
Kebijakan Moneter

Adalah kebijakan yang dilaukan oleh pemerintah melalui bank sentral guna mengatur
penawaran uang dan tingkat bunga dalam tingkat yang wajar dan aman.

Menurut Sethi, kebijakan moneter berfungsi:

1. Mendapatkan dan mengambil manfaat dari struktur tingkat bunga yang paling sesuai
2. Meraih primbangan yang tepat antara permintaan dan penawaran uang
3. Menyediakan fasilitas kredit yang tepat bagi perekonomian dan menhentikan
perkembangan yang tidak semsetinya.
4. Pendirian, pelaksanaan dan perluasan lembaga keuangan
5. Manajemen hutang

Kebijakan Moneter Kuantitatif. Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan


ini adalah:

a. Open market operation and Discount rate, yaitu tindakan bank sentral untuk
mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara memperjual- belikan surat-
surat berharga.
b. Reserve Requirement (merubah cadangan minimum).

Kebijakan Moneter Kualitatif. Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan ini
adalah:

a. Pengawasan Pinjaman Selektif, yaitu bank sentral menentukan jenis pinjaman apa
saja yang boleh diberikan dan diwajibkan oleh bank sentral dan mana yang tidak
boleh atau harus ketat pemberiannya.
b. Pembujukan Moral, yaitu tindakan bank sentral yang meminta kepada bank-bank umu
agar melakukan tindakan yang perlu untuk menstabilkan peredaran uang dan suku
bunga agar tetap berada pada tingkat yang wajar, atau bias juga dengan cara pimpinan
bank sentral langsung menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terpancing isu
dan lainnya.

Kebijakan upah dan Pendapatan

Beberapa pikiran yang mendukung kenaikan upah menjelaskan bahwa kenaikan upah
akan mengurangi tingkat inflasi dan sebagai alat control bagi serikat pekerja untuk
memastikan bahwa buruh akan tetap bekerja sesuai dengan tugasnya. Sedangkan yang anti
dengan kenaikan upah mengatakan justru kenaikan upah akan memicu inflasi.

Kebijakan Industri dan Perdagangan (Kebijakan Struktual)

11
Kebijakan perdagangan bebas bertujuan untuk mengantisipasi globalisasi
perekonomian dimana hambatan barang masuk da keluar semakin longgar dan bahkan akan
dihilangkan. Pengenaan tarif dan pajak tidak lagi berganda sehingga harga barang akan
semakin murah.

BAB 7 TEORI EKONOMI MONETER

Uang

adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar
menukar dalam lalu lintas perekonomian. Yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran
baik barang, jasa, maupun hutang baik sekarang maupun di kemudian hari.. Uang logam dan
emas juga disebut sebagai uan penuh (full bodied money) Artinya, nilai intrinsiknya (nilai
bahan) uang sama dengan nilai nominalnya.

Fungsi Uang
Uang memiliki empat fungsi utama dalam suatu perekonomian yaitu :
1. Sebagai Satuan Hitung
Uang dapat menetapkan suatu nilai harga pada suatu produk barang maupun jasa dalam suatu
ukuran umum. Jika suatu produk bernama permen dihargai Rp. 100 maka untuk membeli 4
buah permen membutuhkan uang Rp. 400. Jika harga combro adalah Rp. 300 dan harga
misro adalah Rp. 200, jika seseorang punya duit Rp. 700 maka untuk membeli keduanya
dibutuhkan uang sebesar Rp. 500 dan ia akan memiliki sisa uang Rp. 200 untuk dibelanjakan
produk atau jasa lainnya.
2. Sebagai Alat Transaksi
Uang dapat berfungsi sebagai alat tukar untuk mendapatkan suatu produk barang atau jasa
dengan catatan harus diterima dengan tulus ikhlas dan dijamin oleh pemerintah serta dijaga
keamanannya dari tindak pemalsuan uang. Pembeli akan menyerahkan sejumlah uang kepada
penjual atas produk yang ia terima, sedangkan penjual akan menerima sejumlah uang dari
pembeli produk yang dijualnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
3. Sebagai Penyimpan Nilai
Jika seseorang memiliki kelebihan uang yang tidak ingin dibelanjakan atau dihabiskan pada
saat itu maka ia dapat menyimpannya di bank. Walaupun orang itu tidak memegang uang tadi
tetapi ia nilai uang tersebut tetap ia miliki sampai saatnya ia ambil untuk dibelanjakan.
4. Standard Pembayaran Masa Depan
Suatu transaksi tidak harus dibayar dengan alat pembayaran di saat itu juga, tetapi balas jasa
tersebut dapat dibayarkan di masa depan dengan diukur dengan daya beli. Contohnya seperti
pegawai yang mendapat gaji sebulan sekali setelah satu bulan penuh bekerja. Selain itu
seseorang yang meminjam uang harus membayarkan hutangnya di masa depan.

Sejarah Uang dan Latar Belakang Munculnya uang


Masyarakat yang masih primitif, kehidupannya masih sangat sederhana. Hal ini pernah
dialami oleh nenek moyang kita. Mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara
mengambil dan memanfaatkan barang yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Perkembangan

12
peradaban manusia juga menggeser tujuan kegiatan produksi masyarakat. Semula,
masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, lalu
berkembang menjadi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tetapi juga untuk
memenuhi kebutuhan orang lain (untuk dijual). Selanjutnya, terjadilah perdagangan dengan
cara tukar-menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran
innatura).

Jenis Uang

Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah
dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia
mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk
mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal,
yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang
memiliki ciri-ciri :
Dikeluarkan oleh pemerintah
Dijamin oleh undang undang
Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
Ditanda tangani oleh mentri keuangan

Bank

Adalah suatu perusahaan yang mengelola dana masyarakat (lembaga yang dipercaya
oleh masyarakat untuk mengamankan uangnya) dengan memberikan imbalan berupa bagi
hasil ataupun bunga untuk setiap periode yang ditentukan.

Macam-macam Bank

1).Bank Sentral
Bank sental atau sering disebut juga sebagai bank pusat,merupakan bank yang hanya
ada satu saja pada setiap satu negara,yang bertanggung jawab atas urusan keuangan dan
perbankan nasional dalam negara tersebut.Contohnya ialah Bank Indonesia (BI),merupakan
satu-satunya bank sentral yang ada di Indonesia dan milik Indonesia dan terletak di ibukota
Jakarta.
Berdasarkan Undang-Undang No 23 tahun 1999,Bank Indonesia merupakan lembaga
independen yang didirikan dengan atas dasar tujuan menjaga kestabilan nilai uang
rupiah,baik nilai tukar terhadap barang dan jasa ataupun terhadap terhadap mata uang
asing.Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dapat dilihat dari tingkat inflasi.Kita bisa

13
membandingkan harga barang atau jasa pada beberapa tahun yang lalu dengan harga
sekarang.Kurs mata uang rupiah terhadap dollar dan mata uang asing lain yang sering kita
lihat di berbagai media massa,baik media televisi,internet,maupun koran yang mencerminkan
tingkat kestabilan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing.

Dalam melaksanakan segala kegiatannya,Bank Indonesia (BI) memiliki tugas-tugas yang


sudah ditentukan oleh pemerintah,tugas tersebut yaitu:
a).Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
b).Mengatur kelancaran sistem pembayaran
c).Mengatur dan Mengawasi Bank-Bank Lain

2).Bank Umum (Generally Banks)


Bank umum adalah bank yang kegiatannya menghimpun dana uang dan menyalurkan
kredit (pinjaman) serta memberikan pelayanan di bidang keuangan bagi masyarakat
luas.Bank umum merupakan jenis bank yang paling banyak bisa kita jumpai dan kita kenal
karena jenis bank umum hampir tersedia di seluruh wilayah Indonesia.Jenis bank umum itu
seperti Bank BNI,Bank Mandiri,Bank BCA,Bank BRI,Bank Danamon,Bank Panin dan
sebagainya.
Bank umum memiliki beberapa jenis layanan,yang semuanya itu diperuntukkan bagi
masyarakat luas,jenis layanan tersebut yaitu akan admin jabarkan sebagai berikut:
a)Menghimpun dana uang dari masyarakat dalam bentuk tabungan giro,deposito,dan lain
sebagainya.
b).Meminjamkan dana uang yang telah terkumpul dalam bentuk kredit atau investasi.
c).Menerima pembayaran tagihan dari masyarakat ,seperti tagihan telepon,pulsa,listrik dan
lain sebagainya
d)Melakukan transfer dana untuk kepentingan bank sendiri maupun kepentingan
nasabah,seperti saat kliring maupun saat ada kepentingan nasabah untuk mentrasnfer
tabungannya kepada pihak lain.(Bank yang sama ataupun bank yang lain).
e)Membeli,menjual,dan menjamin surat akseptasi (pengakuan hutang dengan wesel) dan
berbagai surat berharga lainnya yang sejenis.

BAB 8 KESEIMBANGAN PASAR UANG DAN BARANG (ANALISIS IS-LM)

Keseimbangan di Pasar Barang (IS)

Penciptaan atau pengadaan barang diawali oleh proses proses pengadaan yang di
biayai oleh investasi. Besar kecilnya investasi nasional berdasarkan teori keynes sedikit
banyak tergantung dari besar kecilnya tingkat tabungan nasional yang pola perilakunya
bergantung pada tingkat suku bunga, sedangkan besar kecilnya tabungan bergantung pada
besar kecilnya tingkat pendapatan nasional, sehingga dalam pasar barang yang sangat
berperan adalah besar kecilnya tabungan dan investasi.

Tabungan merupakan sisa dari pendapatan yang tidak di konsumsi (S = Y C ), yang


dalam jangka pendek fungsi tabungan itu adalah S = -Co + s Y, di mana S adalah MPS

14
sedangkan investasi adalah pengeluaran secara sengaja dalam rangka memperbesar kapasitas
produksi untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Dengan demikian, investasi yang di bahas
di sini adalah investasi induced ( bergantung pada tingkat suku bunga ) yang persamaan
fungsinya dalam jangka pendek adalah : I = Io er. di mana e adalah I/r = marginal
propensity of interest.

Dalam hal tertentu memang tabungan bergantung pada tingkat pendapatan, tetapi
apabila persamaan tabungan kita ubah maka bila S = -Co + s Y akan menjadi Y = S/MPS +
Co/MPS, artinya besar kecil tingkat pendapatan sedemikian hingga juga bergantung pada
besar kecilnya tingkat tabungan yang ada. Demikian juga dengan investasi, bila dalam
kenyataan tingkat investasi bergantung pada tingkat bunga, maka berikut ini tingkat bunga
justru bergantung dari besarnya tingkat investasi dengan persamaan fungsi adalah r = Io/e
I/e. Itu sebabnya dalam mekanisme pasar, hunungan antara tingkat tabungan dengan
pendapatan dan hubungan antara tingkat investasi dengan suku bunga saling timbal balik, dan
karenanya perlu dicari keseimbangan nilai suku bunga dan pendapatan nasional agar kondisi
pasar barang relatif stabil. Untuk menyeimbangkan pasar barang tersebut, maka: Bila S = -Co
+ Sy dan I = Io er, keseimbangan terjadi bila I = S, sehingga : -Co + Sy = Io er, Sy = Io +
Co er. er = Io + Co Sy

Dengan demikian:

+
1. Pendapatan nasional keseimbangan untuk pasar baramg adalah: =

+
2. Suku bunga keseimbangan untuk pasar barang adalah: =

Keseimbangan Pasar Uang (LM)

Kondisis perekonomian suatu Negara juga dipengaruhi oleh pasar uang. Pasar uang
merupakan suatu tempat dimana terjadi transaksi keuangan. Sama halnya dengan pasar
lainnya, keseimbangan akan tercapai pada saat jumlah permintaan uang di pasar sama dengan
jumlah penawarannya. Dalam sistem ekonomi di luar ekonomi Islam permintaan uang
dipengaruhi oleh tingkat bunga sedangkan penawaranya merupakan otoritas dari bank sentral,
sehingga bentuk kurva penawarannya menjadi inelastis sempurna. Keseimbangan pasar uang
digambarkan oleh kurva LM. Sesuai namanya, kurva LM menunjukkan L=M, di mana: L,
adalah jumlah likuiditas (uang) dalam prekonomian yang diedarkan oleh bank sentral. M,
adalah jumlah uang (money) yang ingin dipegang masyarakat. Dalam notasi lain dituliskan
Ms = md, di mana: Ms, adalah money supply/penawaran uang oleh bank. Md, adalah money
demand/permintaan uang oleh masyarakat. Permintaan uang berdasarkan motifnya dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Permintaan uang untuk melakukan transaksi, disebut Md
(tr) 2. Permintaan uang untuk untuk spekulasi, disebut Md (sp) 3. Penawaran uang untuk
berjaga-jaga (precautionary), disebut Md (pr) Sehingga dapat dirumuskan: Md = Md (tr) +
Md (sp) + Md (pr) Untuk kemudahan bagi pemula, permintaan uang untuk berjaga-jaga
sementara kuta abaikan dulu, sehingga rumusnya: Md = Md (tr) + Md (sp) Oleh karena itu

15
Ms = Ms, maka dapat ditulis pula: Ms = Md (tr) + Md (sp) Patut diingat bahwa jumlah uang
Ms maupun Md belum menggambarkan daya beli uang tersebut karena belum diketahui
harga-harga umum yang berlaku.

BAB 9 PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI DAN PENGANGGURAN

Pertumbuhan Ekonomi

adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara


berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan
ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian
yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Inflasi

Inflasi mempunyai pengertian sebagai sebuah gejala kenaikan harga barang yang bersifat
umum dan terus-menerus. Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga secara terus-menerus
yang bersumber dari terganggunya keseimbangan antara arus uang dan barang. Dari
pengertian ini, inflasi mempunyai penjelasan bahwa inflasi merupakan suatu gejala dimana
banyak terjadi kenaikan harga barang yang terjadi secara sengaja ataupun secara alami yang
terjadi tidak hanya di suatu tempat, melainkan diseluruh penjuru suatu negara bahkan
dunia. Kenaikan harga ini berlangsung secara berkesinambungan dan bisa makin meninggi
lagi harga barang tersebut jika tidak ditemukannya solusi pemecahan penyimpangan
penyimpangan yang menyebabkan terjadinya inflasi tersebut.
Inflasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dalam pengelompokan tertentu, antara lain :
a. Berdasarkan asalnya
Inflasi digolongkan menjadi dua yaitu :
Inflasi yang berasal dari dalam Negeri ( Domestic Inflation ). yaitu inflasi yang
sepenuhnya disebabkan oleh kesalahan pengelolaan perekonomian baik di sektor riil
ataupun di sektor moneter di dalam negeri oleh para pelaku ekonomi dan masyarakat.
Inflasi yang berasal dari luar negeri ( Imported Inflation ), yaitu inflasi yang
disebabkan oleh adanya kenaikan harga-harga komoditi di luar negeri (di negara asing
yang memiliki hubungan perdagangan dengan negara yang bersangkutan). Inflasi ini
hanya dapat terjadi pada negara yang menganut sistem perekonomian terbuka (open
economy system). Dan, inflasi ini dapat menular baik melalui harga barang-barang
impor maupun harga barang-barang ekspor.
b. Inflasi apabila digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya dibedakan menjadi 4,
yaitu :
Inflasi Ringan atau inflasi merangkak (creeping inflation), yaitu inflasi yang lajunya
kurang dari 10% per tahun, inflasi seperti ini wajar terjadi pada negara berkembang
yang selalu berada dalam proses pembangunan.
Inflasi Sedang, Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30%
per tahun.Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi.Perlu
diingat laju inflasi ini secara nyata dapat dilihat garak kenaikan harga.Pendapatan riil

16
masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh ,mulai turun
dan kenaikan upah selalu lebih kecil bila dibandingkan dengan kenaikan harga.
Inflasi Berat, yaitu inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%.Kenaikan harga
sudah sulit dikendalikan.Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang
memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi.
Inflasi Liar (hyperinflation ), yaitu inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per
tahun. Inflasi ini terjadi bila setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat
sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus
merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).

c. Berdasarkan Penyebabnya
Tarikan permintaan
Inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian
yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan
oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di
pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan
bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank
sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan. Secara
singkat tarikan permintaan ini terjadi akibat adanya kenaikan pemintaan Agregat yang
terlalu besar atau pesat dibandingkan dengan penawaran atau produksi Agregat.
Desakan biaya
hal terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya
kelangkaan distribusi, meskipun permintaan secara umum tidak ada perubahan yang
meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau
berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu
kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga
karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut
akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi
akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik,
perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk
menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu
kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat
terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan
yang sangat penting.

d. Berdasarkan cakupan pengaruh terhadap harga


Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika
kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu
disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua
barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation).
Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus
berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan
nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).

17
Pengangguran
Pengangguran adalah sebutan untuk suatu keadaan dimana masyarakat tidak bekerja
sama sekali, sedamg mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau
seseorang yang sedang mencari pekerjaan yang layak.
Keadaan yang ideal, diharapkan besarnya kesempatan kerja yang tersedia sama
dengan besarnya angkatan kerja, sehingga semua angkatan kerja akan mendapatkan
pekerjaan. Namun pda kenyataannya keadaan tersebut sulit untuk dicapai. Umumnya
kesempatan kerja lebih sedikit dari pada angkatan kerja, sehingga tidak semua angkatan kerja
mendapatkan pekerjaan maka timbullah pengangguran.

Ada beberapa macam pengangguran yang di golongkan menjadi dua yaitu berdasarkan lama
waktu dan penyebab terjadinya, antara lain :
1. Macam Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja
a. Pengangguran terbuka ( open unemployment ), yakni tenaga kerja yang benar-benar tidak
memiliki pekerjaan (tidak bekerja sama sekali). Pengangguran ini terjadi karena tidak adanya
lapangan pekerjaan atau karena ketidaksesuaian lapangan kerja dengan latar belakang
pendidikan dan keahlian tenaga kerja.
b. Setengah menganggur ( under unemployment ), yakni tenaga kerja yang bekerja, tetapi bila
di ukur dari sudut jam kerja, pendapatan, produktivitas dan jenis pekerjaan tidak optimal.
Biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang
dari 35 jam selama seminggu.
c. Pengangguran terselubung ( disguised unemployment ), yakni tenaga kerja yang bekerja
tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. Misalnya, seorang
insinyur teknik, bekerja sebagai pelayan restoran.

2. Macam Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya


a. Pengangguran structural, yakni pengangguran yang di sebabkan oleh terjadinya perubahan
struktur perekonomian. Misalnya, perubahan struktur dari agraris ke industri, perubahan ini
menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu (misalnya keterampilan mengoprasikan
mesin teknologi modern) untuk bisa bekerja di sektor industri.
b. Pengangguran konjungtural, yakni pengangguran yang di sebabkan oleh pergerakan naik
turunnya kegiatan perekonomian suatu Negara. Ada masa pertumbuhan (naik), masa resesi
(turun), dan masa depresi (turun). Pada masa resesi dan depresi, masyarakat mengalami
penurunan daya beli sehingga permintaan terhadap barang dan jasa juga menurun. Penurunan
ini mengharuskan produsen mengurangi produksi barang dan jasa, diantaranya dengan cara
mengurangi jumlah pekerja sehingga terjadilah pengangguran. PHK yang terjadi karena krisis
ekonomi tahun 1997 di Indonesia adalah contoh pengangguran siklikal.
c. Pengangguran friksional, yakni pengangguran yang disebabkan oleh pergeseran (friksi)
pekerja yang ingin bergeser (berpindah) dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam
rangka mencari pekejaan yang lebih bagus dan cocok. Sementara mencari pekerjaan baru,
tenaga kerja pun menganggur untuk sementara waktu, sambil mencari pekerjaan yang yang di
inginkan. Oleh karena itu, pengangguran friksional disebut juga pengangguran sukarela,
karena terjadi atas keinginan sendiri.
18
d. Pengangguran musiman, yakni pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musim atau
perubahan permintaan tenaga kerja secara berkala. Misalnya pada masa pembangunan
gedung, tukang bangunan bisa bekerja. Tetapi bila gedung telah selesai dibangun, tukang
bangunan menjadi pengangguran musiman sambil menunggu pembangunan berikutnya.

BAB 10 PERDAGANGAN DAN KEUANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan Luar Negeri

Adalah perdagangan antar negara yang memiliki kesatuan hokum dan kedaulatan
yang berbeda dengan kesepakatan tertentu dan memenuhi kaidah-kaidah baku yang telah
ditentukan dan diterima secara internasional.

Keuntungan Spesialisasi

Adalah keuntungan yang diperoleh oleh suatu negara dalam perdagangan dikarenakan
adanya suatu kelebihan dari kemampuan sumber dayanya yang menyebabkan negara tersebut
sangat efisien dalam produksi tertentu. Keuntungan spesialisasi yang didapat suatu negara
karena kemampuan negara tersebut memenangkan persaingan dengan negara lainnya yang
menghasilkan barang yang sama.

1. Keuntungan mutlak
2. Keuntungan banding
3. Keuntungan bersaing

Valuta Asing

Atau Foreign Exchange adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang
digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keungan internasional dan
yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral. Penggunaan valuta asing atau mata
uang asing senagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional disyaratkan karena
umumnya negara-negara yang melakukan jual beli (berdagang) hanya menginginkan
pembayaran atas barang yang diberikannya kepada negara lain dengan menggunakan mata
uang negaranya, atau mata uang negara lain yang dianggap perlu/yang telah ditentukan
sebagai standar misalnya Yen, USD dan lainnya.

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing

1. Permintaan dan Penawaran valas


2. Tingkat suku bunga
3. Tingkat pendapatan dan produksi
4. Pengawasan pemerintah
5. Campur tangan pihak asing
6. Perkiraan, rumor, dan isu spekulasi

19
RINGKASAN BUKU PEMBANDING

BAB I ILMU EKONOMI MAKRO


Ilmu ekonomi makro tidak terlepas dari pengaruh dua mazhab besar yang
telah ada jauh sebelumnya, yaitu mazhab klasik dengan tokoh utamanya Adam
Smith, David Richardo, dan mazhab keynes (nama lengkap tokohnya adalah Jhon
Maynard Keynes) dengan pengikutnya disebut keynesian, seperti Harrod dan Domar.
Secara makro permasalahan perekonomian berkaitan dengan kebijaksanaan yang di
ambil oleh pemerintah dalam rangka memacu dan mengendalikan laju perekonomian
itu sendiri agar dapat berjalan seimbang, selaras dengan instrumen kekuatan ekonomi
yang di miliki serta aman dan terhindar dari hambatan-hambatan yang dapat
mengganggu keseimbangan ekonomi. Sebagai contoh, pada hubungan antara inflasi
dan tingkat suku bunga tabungan. Seperti diketahui bahwa tingkat suku bunga adalah
yang paling penting diantara variabel-variabel ekonomi makro.

BAB II PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Untuk mengetahui kegiatan atau aktivitas ekonomi suatu negara itu mengalami
perkembangan atau tidak maka diperlukan suatu data yang otentik yang akan
menunjukkan mengenai kegiatan perekonomian negara tersebut. Istilah-istilah yang
harus diperhatikan berkaitan dengan Pendapatan Nasional: Pendapatan Nasional
(National Income) /PN atau NI merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat dalam suatu negara, dalam kurun waktu tertentu prinsip ini mewakili
konsep PDB atau GDB dan GNP/PNP, Produk Domestik Bruto(PDB) atau Gross
Domestic Product (GDP) merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh
seluruh unit usaha dalam suatu negara tertntu, atau merupakan jumlah nilai barang
dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi, Produk Nasional Bruto
(PNB) atau Gross National Product (GNP) yaitu merupakan nilai barang dan jasa
yang diproduksi di dalam negara yang bersangkutan untuk kurun waktu tertentu.

BAB III VARIABEL-VARIABEL PENENTU PENDAPATAN NASIONAL

Komponen komponen pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai sektor dalam


perekonomian yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dinotasikan dengan
C,Hampir di semua negara bahwa tingkat konsumsi merupakan bagian terbesar dari
kontruksi GNP di atas 50%. Pendekatan sederhana tingkat konsumsi rumah tangga
akan terkait dengan tinggi rendahnya pendapatan atau jika dinyatakan dengan sebuah
fungsi adalah C = f (Y) atau jika pendapatan itu bersifat disposibel maka fungsinya
menjadi C= f (Y-Tax).

Dalam konteks makro ekonomi maka notasi dari aktivitas ekspor adalah X dan impor
M sehingga sering ditulis (X-M) atau disebut dengan ekspor neto yang merupakan
selisih ekspor total suatu negara dikurangi total impornya. Ekspor adalah aktivitas
20
penjualan baik berupa barang maupun jasa dari suatu negara ke negara lain atau ke
pasar dunia, sebaliknya aktivitas impor adalah membeli atau memasukkan barang/jasa
dari negara lain atau atau luar negeri kedalam suatu negara. Komponen ekspor di
indonesia tahun 2009 memberi kontribusi yang besar dalam struktur GNP yaitu
sebesar 48,3 persen sedangkan jika sudah dikurangi dengan total impor indonesia
(ekspor neto) kontribusinya adalah sebesar 10,8 persen.

BAB IV KONSTRIBUSI SEKTOR RUMAH TANGGA DALAM


KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan merupakan determinan penting dalam memengaruhi tingkat konsumsi


rumah tangga. Perolehan pendapatan rumah tangga bersumber dari penyerahan input
tenaga kerja, modal, tanah dan sebagainya. Distribusi pendapatan yang diperoleh
rumah tangga adalah untuk konsumsi setelah pendapatan dikurangi pajak dan
memutuskan berapa yang harus ditabung. Sehingga perolehan pendapatan rumah
tangga tersebut dinamakan pendapatan disposibel yaitu (Y-T) atau pendapatan setelah
dikurangi pembayaran pajak. Dalam Struktur produk domestik bruto (PDB) indonesia
kontribusi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meliputi komponen makanan
dan non makanan tergolong besar, yaitu 56,3 dari total PDB pada tahun 2010 dan
tahun 2011 kontribusi konsumsi rumah tangga indonesia dalam struktur PDB sebesar
54,2.

Pada kenyataannya tingkat konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh berbagai faktor
selain pendapatan misalnya selera, cuaca, letak geografis, dan sebagainya. Namun
dalam analisis ini di asumsi kan bahwa pendapatan rumah tangga dipengaruhi secara
langsung oleh pendapatan disposibel. Dengan pemakaian asumsi tersebut kita dapat
membuat model bagaimana pengaruh tingkat pendapatan terhadap konsumsi rumah
tangga. Jadi : C = f (Y) atau C = f (Y-T) persamaan ini menyatakan bahwa tingkat
konsumsi rumah tangga adalah fungsi dari pendapatan atau pendapatan diposibel.
Dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga maka semakin
tinggi pula pola konsumsinya. Sejalan dengan pernyataan tersebut maka rumah tangga
yang pendapatannya meningkat tinggi konsumsi juga meningkat demikian pula
dengan peluag untuk menabung juga akan semakin tinggi, karena tabungan
merupakan pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi.

BAB V KONSTRIBUSI SEKTOR RUMAH TANGGA DAN PERUSAHAAN


DALAM MEMBENTUK PENDAPATAN NASIONAL.

Pengeluaran untuk investasi di negara sedang berkembang memegang peranan


penting sebagai driven pertumbuhan ekonomi. Todaro (1998) mengatakan bahwa
pertumbuhan merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi pada hampir semua
negara dewasa ini. Dari beberapa faktor pertumbuhan ekonomi adalah adanya
investasi yang mampu memperbaiki kualitas modal atau sumber daya manusia dan
fisik, yang selanjutnya akan berhasil meningkatkan kualitas sumber daya baru melalui

21
penemuan penemuan baru, inovasi dan kemajuan teknologi. Di indonesia rata-rata
tingkat pengeluaran investasi tahun 2010 sekitar 23,9 persen dari GDP.

Investasi didefinisikan sebagai penanaman modal atau pembentukan modal,


sedangkan dalam konteks makro ekonomi investasi adalah pengeluaran atau
pembelanjaan barang-barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah
barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. Faktor-faktor yang memengaruhi
investasi antara lain: tingkat keuntungan yang akan diperolehtingkat bunga,prediksi
kondisi ekonomi di masa yang akan datang, dan kemajuan teknologi.

Kriteria mengevaluasi suatu investasi, pertimbangan utama untuk menentukan


investasi akan dilaksanakan atau tidak adalah dengan mencermati aliran dari
keuntungan dan biaya dari investasi tersebut . alur kas dari investasi yang akan
diterima dimasa yang akan datang harus dikaitkan dengan faktor diskonto (discount
rate) dan ini yang dianggap sebagai nilai waktu dari uang. Konsep ini akan
mencerminkan konsep nilai sekarang dan nilai yang akan datang dari tindakan
investadi.menurut kelana(1996) nilai sekarang diartikan bahwa kita mendiskontokan
nilai pada tahun di muka yang setara dengan tahun ini.

BAB VI TINGKAT KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL DAN


KETERLIBATAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Menurut suparmoko (1998) pemerintah juga melakukan pengeluaran, pengeluaran


pemerintah ini dapat dibedakan menjadi pengeluaran pemerintah berupa pembelian
barang dan jasa dan pengeluaran yang sifatnya transfer ataupun subsidi. Bentuk
keterlibatanpemerintah dalam perekonomian antara lain,

1) Penarikan Pajak

2) Pengeluaran Pemerintah

3) Transfer Pemerintah

Kebijakan fiskal sebagai bentuk keterlibatan pemerintah dalam perekonomian di


indonesia, Dalam sambutan presiden republik indonesia dalam peluncuran buku
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025
yang dicetak oleh kementrian koordinator bidang perekonomian menyatakan bahwa
negara Republik Indonesia telah dikaruniai hampir semua prasarat untuk mampu
menjadikan dirinya sebagai kekuatan besar perekonomian dunia. Degan kekayaan
sumber daya alam , jumlah pendudukyang besar dan produktif, serta aksesyang
strategis ke jaringan mobilitas global, indonesia mempunyai aset dan akses yang
mendukung terwujudnya bangsa ini sebagai kekuatan yang diperhitungkan dalam tata
pergaulan antar bangsa.perspektif ini didukung oleh banyak lembaga internasional
dan oleh karenanya kita harus mampu membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa
indonesia memang layak dan berkemampuan untuk menjadi big player dalam
perekonomian global.

22
BAB VII KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL MODEL
PREKONOMIAN TERBUKA

Istilah globalisasi secara umum dapat dikatakan sebagai suatu fenomena paska perang
dingin (negara yang berada di blok barat vs negara- negara di wilayah blok timur)
yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat maupun negara dan merupakan ciri utama
memasuki gerbang atau era milenium. Globalisasi adalah perubahan aktivitas
ekonomi yang melewati batas batas politik antar negara/ wilayah sehingga dikatakan
pula bahwa world without bordless ( batas masing-masing negara yang semakin tidak
tampak). Pemicu globalisasi antar a lain yang pertama adalah adanya kemajuan
teknologi, dengan fasilitas ini maka akan memperlancar transportasi antara negara
yang terasa semakin dekat, transaksi ekonomi dapat dilakukan secara cepat dan
efisien,arus komunikasi juga semakin lancar dan meningkat.

Sebagian besar negara-negara mengaplikasikan sistem perekonomian terbuka.


Negara-negara tersebut saling mengekspor atau mengimpor barang dan jasa, selain itu
juga di antara negara-negara tersebut saling memberikan pinjaman atau meminjam
melalui pasar keuangan global. Karakteristik perekonomian terbuka ditandai dengan
dua aktivitas utama,yaitu Ekspor (X) dan Impor (M).

BAB VIII KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN DALAM MODEL IS-LM

Model IS-LM (investment-saving = Liquidity-Money Supply) menjelaskan interaksi


antara 2 pasar yaitu pasar barang dan pasar uang. Menurut klasik sisi permintaan di
pasar barang merupakan penjumlahan terhadap konsumsi,investasi,pengeluaran
pemerintahan dan ekspor neto.Membentuk atau menurunkan kurva IS ada 2
pendekatan,yaitu dengan dua kuadran atau pendekatan melalui 4 kuadran.

Uang adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat pembayaran yang sah.
Segala sesuatu tersebut akan dianggap sah bila memenuhi kriteria meliputi : dapat
dipakai sebagai fungsi satuan pengukur nilai atau satuan hitung, sebagai alat tukar
menukar dan alat untuk menyimpan kekayaan. Kurva LM< yaitu menunjukkan
hubungan antara tingkat suku bunga dengan pendapatan nasional keseimbangan,yang
terjadi di pasar uang(sektor keuangan).

BAB IX ANGKA PENGGANDA(MULTIPLIER COEFFICIENT)

Untuk menentukan seberapa besar perubahan pengeluaran agregat akan menimbulkan


perubahan pada pendapatan nasional maka kita akan menggunakan para meter yang
disebut dengan angka pengganda (multiplier coefficient). Multiplier coefficient adalah
angka yang menunjukkan berapa besarnya kenaikan pendapatan nasional sebagai
akibat dari perubahan (kenaikan atau penurunan) variabel-variabel ekonomi seperti
(C,I,G,Tx,Tr dan budget pemerintah).

Dalam model perekonomian dimana pemerintah sudah melakukan intervensi (campur


tangan) dalam perekonomian dengan memberlakukan kebijakan fiskal maka akan
memunculkan beberapa macam multiplier meliputi, Angka multiplier konsumsi
23
,Sesuai dengan rumus fungsi konsumsi tersebut dapat diinterpretasikan bahwa tinggi
rendah konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh besarnya tingkat pendapatan nasional
sehingga konsumsi itu merupakan fungsi dari pendapatan nasional. Penggandaan
investasi adalah bahwa variabel investasi asumsikan sebagai variabel
eksogen,sehingga dalam konteks ini tidak akan dihiraukan faktor-faktor yang
memengaruhi tinggi rendah investasi. Angka multiplier pengeluaran pemerintah,
Penggandaan pengeluaran pemerintah adalah perbandingan antara perubahan
pendapatan nasional keseimbangan dengan adanya perubahan jumlah pengeluaran
pemerintah dalam perekonomian.Angka multiplier transfer pemerintah,merupakan
perbandingan antara perubahan pendapatan nasional keseimbangan dengan adanya
perubahan transfer pemerintah dalam perekonomian. Angka multiplier Pajak,
merupakan perbandingan antara perubahan pendapatan nasional keseimbangan
dengan adanya perubahan pajak yang ditarik oleh pemerintah dalam perekonomian.
Angka multiplier budget pemerintah (APBN), dalam suatu anggaran negara atau
pemerintah hanya akan terdapat 3 kondisi yaitu anggaran yang seimbang, anggaran
yang surplus, dan anggaran yang defisit.

24
BAB III
PEMBAHASAN
A. KELEBIHAN/KEKUATAN BUKU

Keunggulan Buku Utama; Iskandar Putong & Nuring Dyah Andjaswati


1. Pembahasan dalam buku ini juga menggunakan bentuk kalimat yang tidak
terlalu rumit atau sulit di mengerti sehingga mudah dipahami oleh
pembaca.
2. Pada pembahasan yang menggunakan rumus selalu dibuat contoh soal
yang dapat membuat pembaca semakin menambah pengetahuannya.
3. Kata-kata mudah yang mudah untuk dipahami mempermudah pembaca
untuk semakin memahami materi tersebut.
Kelebihan Buku Pembanding; Erni Umi Hasanah,Se., M.Si Dan Drs.Danang
Sunyoto, SH., SE., Mm.
1. Pada buku ini disetiap akhir pembahasan disertai dengan latihan soal
sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan.
2. Isi buku memiliki banyak pengertian dari para-para pendapat/ para ahli.
3.Disetiap pembahasan dikaitkan dengan permasalahan ekonomi Indonesia
pada tahun sebelumnya.

B. KELEMAHAN BUKU

Kelemahan Buku Utama; Iskandar Putong & Nuring Dyah Andjaswati


1. Adanya penggunaan kata yang tidak baku seperti praktik yang seharusnya
praktek dan adanya kesalahan dalam penulisan seperti kata sekadar yang
seharusnya sekedar
2. Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk
dipahami
3. Disetiap akhir pembahasan tidak disertai dengan latihan soal.
4. Terkadang materi yang sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya
diulang kembali pada pembahasan selanjtnya.
Kelemahan Buku Pembanding: Erni Umi Hasanah,Se., M.Si Dan Drs.Danang
Sunyoto, SH., SE., Mm.
1. Buku terlalu tipis.
2. Pembahasan tiap subbab terlalu sedikit tidak terperinci.
3. Pengulangan informasi sering kali terjadi pada bab-bab berikutnya.
4. Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk
dipahami.

25
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN

Dapat diambil kesimpulan bahwa kedua buku memiliki keterkaitan materi pada setiap
Bab nya. Bab yang dibahas pada buku utama maupun buku pembanding tidak jauh
berbeda. Jadi, menurut saya kedua buku tersebut sudah cukup bagus dan alangkah
baiknya jika kedua buku tersebut dimiliki oleh tiap mahasiswa walaupun memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun buku adalah jendela ilmu sehingga
dapat menambah pengetahun mahasiswa. Kedua buku tersebut sudah cukup untuk
dijadikan pengantar kepada mahasiswa untuk mengetahui konsep-konsep teori makro
ekonomi, sehingga mahasiswa mengetahui dan menguasai tapi tidak menyebabkan
mereka tertekan dalam mempelajarinya karena mata kuliah pengantar ekonomi makro
bukanlah bidang kajian utama dalam jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran.

B. SARAN

Pada buku utama jika terjadi pencetakan kembali sebaiknya buku direvisi dahulu agar
Pengulangan informasi yang sering kali terjadi pada bab-bab berikutnya diperbaiki agar
lebih sempurna dan membuat lebih menarik, dan pada buku pembanding jika terjadi
pencetakan kembali sebaiknya buku direvisi dahulu agar materi Pembahasan tiap subbab
tidak terlalu sedikit dan terperinci

26