Anda di halaman 1dari 9

1

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK BERBASIS


ANIMASI DI SMK TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
(Uji Coba Pengembangan Produk di SMK N 2 Sukoharjo)
Inayah Probowati1, Anis Rahmawati2, Sukatiman3

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Prosedur pengembangan media


pembelajaran berbasis animasi yang baik pada mata pelajaran Mekanika Teknik. 2)
Kelayakan media pembelajaran berbasis animasi pada mata pelajaran Mekanika Teknik. 3)
Hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbasis animasi pada mata
pelajaran Mekanika Teknik. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development
(R&D). Sumber data diperoleh dari sumber literatur modul Mekanika Teknik dan
pengembangan media berbasis animasi menggunakan program Microsoft PowerPoint 2010.
Penentuan tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis animasi berdasarkan uji validasi
para ahli dan uji coba kepada siswa melalui angket. Peningkatan hasil belajar siswa setelah
penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan diketahui dengan membandingkan
hasil pre test dan post test siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1)
Prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis animasi adalah: (a) Analisis
kebutuhan; (b) Pembuatan media pembelajaran berbasis animasi; (c) Pengujian; (d) Revisi;
(e) Produk akhir. 2) Produk media pembelajaran berbasis animasi yang telah dikembangkan
oleh peneliti dinyatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Mekanika Teknik
di SMK berdasarkan pengujian dari para ahli dan siswa. 3) Hasil belajar siswa mengalami
peningkatan setelah mengikuti pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis
animasi.

Kata Kunci: Mekanika Teknik, media pembelajaran, animasi, Microsoft PowerPoint, hasil
belajar

1
Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret
2,3
Dosen Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret
2

DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA INSTRUCTIONAL TECHNICAL


MECHANICS-BASED ANIMATION IN SMK TEKNIK GAMBAR BANGUNAN TO
IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES
(Trial Product Development at SMK N 2 Sukoharjo)
Inayah Probowati1, Anis Rahmawati2, Sukatiman3

This studys aims to determine: 1) The development of media-based learning


procedures is well animated on the subject of Technical Mechanics. 2) The feasibility of the
animation-based instructional media on the subjects of Technical Mechanics. 3) The learning
outcomes of student learning after using animation-based instructional media on the subjects
of Technical Mechanics. This research is a Research and Development (R & D). Sources of
data are obtained from literature sources and the development of Technical Mechanicss
learning media based on animation using Microsoft PowerPoint 2010. Determination of
eligibility level based by learning media animation based on validation testing by experts and
validation by students through a questionnaire. Improving student learning outcomes after
the using of instructional media developed is known by comparing the results of pre-test and
post-test students. Based on the results of this study concluded: 1) Procedure animation-
based learning instructional media development was: (a) Analysis of needs; (b) Preparation
of animation media-based learning; (c) Testing; (d) Revision; (e) The final product. 2)
Product learning media based animations that have been developed by researcher to be
feasible for using in the learning process Mechanics of Technical at SMK based on testing of
the experts and students. 3) Student learning outcomes after following lessons process using
animation-based instructional media increased.

Keywords: Technical Mechanics, media, animation, Microsoft PowerPoint, learning


outcomes

1
Vocational Technical Education, Sebelas Maret University
2,3
Lecture Vocational Technical Education, Sebelas Maret University
1

PENDAHULUAN lingkungannya, antara lain yaitu siswa,


Pendidikan merupakan hal yang guru, materi pelajaran, sumber belajar,
sangat penting yang harus dimiliki dan fasilitas belajar dan lain sebagainya.
dipahami oleh setiap orang. Peranan Peran pendidik dalam proses
pendidikan merupakan hal yang menjadi pembelajaran yang berlangsung di sebuah
acuan dalam suatu pembangunan ke arah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga
yang lebih maju. Apabila pendidikan penting, salah satunya adalah bagaimana
berjalan dengan baik, maka dapat seorang pendidik dapat mengajak siswa
dipastikan kualitas manusia yang adapun agar dapat bersemangat dalam menerima
akan berjalan secara lurus bersamaan pelajaran.
dengan kemajuan pendidikan tersebut. Sekolah Menengah Kejuruan
Ruang lingkup pendidikan mencakup (SMK) merupakan jenjang sekolah di mana
seluruh kehidupan manusia, baik dalam peserta didiknya diarahkan agar
aspek sosial, budaya, politik bahkan agama. mempunyai keahlian tertentu, sehingga
Pendidikan dapat diartikan sebagai mata pelajaran yang diberikan berbeda dari
proses belajar dan pembelajaran. Menurut mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas
Mohamad Surya (2004: 32), belajar adalah (SMA). Mata pelajaran yang diajarkan di
suatu proses usaha yang dilakukan individu SMK sangat bervariatif, salah satu di
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah antaranya adalah mata pelajaran Mekanika
laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil Teknik untuk peserta didik Jurusan Teknik
pengalaman individu itu sendiri Gambar Bangunan (TGB).
dalam interaksinya dengan lingkungan. Mekanika Teknik merupakan
Sedangkan pengertian pembelajaran bidang ilmu yang mempelajari perilaku
menurut Arikunto (2006: 12), bahwa struktur terhadap beban yang bekerja
pembelajaran adalah suatu kegiatan yang padanya. Dalam mekanika keknik, akan
mengandung terjadinya proses penguasaan dipelajari tentang konstruksi sebuah
pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh bangunan, baik dari bagian-bagian
subjek yang sedang belajar. konstruksinya maupun dari perhitungan
Proses belajar dan pembelajaran konstruksinya (Bagyo Sucahyo, 2006: 6).
terjadi karena adanya interaksi antara Mekanika Teknik di SMK untuk siswa
seseorang dengan lingkungannya, sehingga Jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB)
dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. adalah mata pelajaran dasar. Sebelum siswa
Adanya perubahan tingkah laku seseorang menerima mata pelajaran lain yang
merupakan salah satu tanda bahwa orang berhubungan dengan konstruksi atau
tersebut telah belajar dan mengalami proses struktur sebuah bangunan, siswa tersebut
pembelajaran. Perubahan tingkah laku harus menguasai mata pelajaran Mekanika
tersebut bisa disebabkan oleh terjadinya Teknik terlebih dahulu.
perubahan pada tingkat ilmu pengetahuan, Mekanika Teknik di SMK menjadi
keterampilan, atau sikapnya. sebuah mata pelajaran yang dianggap
Proses belajar seseorang dapat membosankan oleh sebagian besar siswa.
dilaksanakan secara formal di sekolah- Hal ini dapat disebabkan karena beberapa
sekolah. Hal tersebut dilakukan dengan hal, salah satunya adalah media yang
tujuan untuk mengarahkan perubahan pada digunakan oleh pendidik. Briggs
diri siswa secara terencana, baik dalam menyebutkan bahwa media adalah segala
aspek pengetahuan, keterampilan, maupun alat fisik yang dapat menyajikan pesan
sikap. Selama proses belajar berlangsung serta merangsang siswa untuk belajar
akan terjadi interaksi yang dipengaruhi oleh (Arief Sadiman, dkk, 2013: 6). Sementara
2

itu Gagne berpendapat bahwa media adalah gerakan (Agus Suheri, 2006: 2). Media
berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajaran berbasis animasi dapat
siswa yang dapat merangsangnya untuk didesain dengan menggunakan program
belajar (Arief Sadiman, dkk, 2013: 6). Micosoft PowerPoint. Menurut Nana
Media pembelajaran dalam proses belajar (2005: 11), Microsoft PowerPoint adalah
mengajar mempunyai dua fungsi yang program aplikasi yang dirancang khusus
penting, yaitu memotivasi minat belajar untuk membuat slide pada suatu kegiatan
siswa dan menyampaikan materi pelajaran. presentasi. Program ini mudah
Pengalaman di lapangan diaplikasikan dan dikembangkan, sehingga
memberikan bukti bahwa dalam proses para pendidik di sekolah dengan mudah
pembelajaran mata pelajaran Mekanika dapat mengoperasikannya. Dengan
Teknik masih menggunakan media Microsoft PowerPoint, para pendidik juga
konvensional, yaitu media dengan dapat mempresentasikan materi ajar yang
menggunakan cara manual untuk akan diberikan kepada siswa dengan
menyampaikan materi pelajaran sehingga tampilan yang lebih menarik. Presentasi
media yang digunakan belum sesuai dengan menggunakan Microsoft
dengan kemajuan teknologi. Dengan media PowerPoint dilengkapi dengan tulisan,
pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan gambar, suara dan animasi yang dapat
teknologi, diharapkan dapat mengatasi menarik perhatian siswa.
kejenuhan peserta didik saat proses Hasil penelitian yang relevan
pembelajaran mata pelajaran Mekanika dengan penelitian ini adalah penelitian
Teknik berlangsung dan minat belajar yang dilaksanakan oleh Ayu Kurniawati
peserta didik lebih meningkat sehingga dengan judul Pengembangan Media
hasil belajar peserta didik lebih maksimal. Pembelajaran Menggunakan Microsoft
Menurut Nana Sudjana (2013: 3), PowerPoint Pada Mata Pelajaran
hasil belajar pada hakikatnya adalah Tekhnologi Informasi dan Komunikasi
perubahan tingkah laku sebagai hasil Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Plupuh
belajar dalam pengertian yang lebih luas Sragen, yang berkesimpulan bahwa
mencakup bidang kognitif, afektif, dan pengembangan media pembelajaran
psikomotorik. Hasil belajar siswa pada menggunakan Microsoft PowerPoint pada
mata pelajaran Mekanika Teknik dapat mata pelajaran Teknologi Informasi dan
ditingkatkan melalui media pembelajaran Komunikasi siswakelas VIII di SMP N 2
yang digunakan pada proses belajar Plupuh Sragren termasuk dalam kategori
mengajar. Media pembelajaran mempunyai layak.
peranan yang sangat penting sekali dalam Penelitian yang dilaksanakan oleh
kegiatan pendidikan. Media pembelajaran Ajwar Anas Eko Prasetyo dengan judul
yang dimanfaatkan dapat membantu Pengembangan Media Pembelajaran
mempermudah pembelajaran secara efektif Berbantuan Komputer Kompetensi Dasar
dan efisien, sehingga peranan pendidik Pengukuran Sudut pada Siswa Kelas X
sangat berpengaruh baik dalam Program Keahlian Teknik Pemesinan di
menggunakan, memanfaatkan, dan SMK N 3 Yogyakarta, berkesimpulan
pemilihan media. bahwa pengembangan media pembelajaran
Salah satu media pembelajaran yang berbantuan komputer yaitu dengan Microsoft
sedang berkembang saat ini adalah media PowerPoint untuk kompetensi dasar
pembelajaran berbasis animasi. Animasi pengukuran sudut pada siswa kelas X
merupakan kumpulan gambar yang diolah program keahlian Teknik Pemesinan di SMK
sedemikian rupa sehingga menghasilkan
3

N 3 Yogyakarta dinyatakan layak digunakan media pembelajaran, pengujian, revisi, dan


untuk membantu proses pembelajaran. hasil.
Penelitian yang dilaksanakan oleh Sumber data primer diperoleh
Didit Setyo Bekti dengan judul Pengaruh dengan cara menyebarkan angket dan
Penggunaan Media PowerPoint Terhadap diambil dari hasil belajar siswa. Penyebaran
Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam angket ini dilakukan kepada ahli materi,
Pada Siswa Kelas V SD Negeri Ngebung ahli media, dan siswa kelas X TGB SMK N
Beran Tahun Ajaran 2011/2012, dengan 2 Sukoharjo tahun ajaran 2013/2014 yang
hasil analisis yang menunjukkan bahwa telah mengikuti proses belajar mengajar
nilai sign 0,008 < 0,01, yang berarti ada Mekanika Teknik dengan menggunakan
perbedaan yang sangat signifikan hasil post produk media pembelajaran yang telah
test antara kelompok eksperimen dengan dibuat. Sumber data sekunder diperoleh
kelompok kontrol. Penelitian ini dari pengumpulan materi pelajaran
berkesimpulan bahwa pembelajaran dengan Mekanika Teknik dan buku pedoman
media powerpoint berpengaruh sangat tentang Microsoft PowerPoint 2010.
positif terhadap prestasi belajar IPA pada Instrumen penelitian yang
siswa kelas V SD Negeri Ngebung Beran. digunakan berupa angket dan soal tes. Hasil
Berdasarkan latar belakang masalah dari pengumpulan angket tersebut dihitung
diatas, maka tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif
sebagai berikut: 1) Mengetahui prosedur yang dilakukan dengan menggunakan
pengembangan media pembelajaran statistik deskriptif. Statistik deskriptif
berbasis animasi yang baik pada mata adalah statistik yang digunakan untuk
pelajaran Mekanika Teknik. 2) Mengetahui menganalisis data dengan cara
kelayakan media pembelajaran berbasis mendeskripsikan atau menggambarkan data
animasi pada mata pelajaran Mekanika yang telah terkumpul sebagaimana adanya
Teknik. 3) Mengetahui hasil belajar siswa tanpa bermaksud membuat kesimpulan
setelah menggunakan media pembelajaran yang berlaku untuk umum atau generalisasi
berbasis animasi pada mata pelajaran (Sugiyono, 2013: 207). Untuk menguji
Mekanika Teknik. tingkat kelayakan media yang
dikembangkan menggunakan skala likert.
METODE PENELITIAN Untuk mengetahui peningkatan hasil
Tempat uji coba produk pada belajar siswa dilakukan dengan
penelitian ini dilaksanakan di SMK N 2 menggunakan uji t berkorelasi.
Sukoharjo yang beralamat di Kelurahan
Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten HASIL PENELITIAN DAN
Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan PEMBAHASAN
metode penelitian dan pengembangan Hasil penelitian yang diperoleh pada
(Research and Development). Metode penelitian ini adalah prosedur
penelitian dan pengembangan adalah pengembangan media pembelajaran yaitu
metode penelitian yang digunakan untuk dimulai dari analasis kebutuhan, pembuatan
menghasilkan produk tertentu dan menguji media pembelajaran, pengujian, revisi, dan
kelayakan produk tersebut (Sugiyono, produk akhir. Analisis kebutuhan dilakukan
2013: 407). Penelitian ini menggunakan di SMK N 2 Sukoharjo, dan untuk
model prosedural, yaitu model yang pembuatan media dilakukan dengan
bersifat deskriptif, menunjukkan langkah- mendesain tampilan dan bentuk slide
langkah yang harus diikuti. Penelitian dengan menggunakan Microsoft
dimulai dari analisis kebutuhan, pembuatan PowerPoint 2010. Sedangkan untuk
4

pengujian dilakukan dengan validasi ahli Berdasarkan gambar 2, besar


materi dan ahli media serta penyebaran persentase kelayakan ditinjau dari aspek
angket kepada 34 siswa kelas X TGB B relevansi materi sebesar 87,5% dan aspek
SMK N 2 Sukoharjo tahun ajaran manfaat sebesar 90%, maka keseluruhan
2013/2014. Setelah pengujian dilakukan, persentase dari ahli materi guru Mekanika
produk yang dikembangkan kemudian Teknik sebesar 88,33% yang menunjukkan
direvisi dan diujicobakan kepada siswa bahwa materi yang terdapat dalam media
kelas X TGB A SMK N 2 Sukoharjo tahun pembelajaran berbasis animasi sangat layak
ajaran 2013/2014. Kemudian dihasilkan untuk digunakan.
produk akhir yang dapat dikemas ke dalam 100,00% 80%
sebuah flashdisk.
Hasil pengujian dari para ahli dan 80,00% 65,71% 64%
siswa dapat dilihat pada gambar berikut: 60,00%
100,00% 40,00%
75% 80%
80,00% Aspek 20,00%
Manfaat
60,00% 0,00%
40,00% Aspek Aspek Aspek
Aspek Elemen Elemen Pola
20,00% Relevansi Visual Verbal Desain
Materi
0,00% Gambar 3. Diagram Penilaian Ahli Media 1
Aspek Aspek
Relevansi Manfaat Berdasarkan gambar 3, besar
Materi persentase kelayakan ditinjau dari aspek
elemen visual sebesar 80% dan aspek
Gambar 1.Diagram Penilaian Ahli Materi 1
elemen verbal sebesar 65,71%, dan aspek
Berdasarkan gambar 1, besar
pola desain sebesar 64%, maka keseluruhan
persentase kelayakan ditinjau dari aspek
persentase dari ahli media dosen PTIK
relevansi materi sebesar 75% dan aspek
FKIP UNS sebesar 68% yang menunjukkan
manfaat sebesar 80%, maka keseluruhan
bahwa media pembelajaran berbasis
persentase dari ahli materi dosen Mekanika
animasi layak untuk digunakan.
Teknik PTB FKIP UNS sebesar 76,67%
yang menunjukkan bahwa materi yang 100,00% 93,33 85,71
% % 80%
terdapat dalam media pembelajaran 80,00%
berbasis animasi layak untuk digunakan.
60,00%
100,00% 87,5% 90%
40,00%
80,00% Aspek
Manfaat 20,00%
60,00%
0,00%
40,00% Aspek Aspek Aspek
Aspek
20,00% Relevansi Elemen Elemen Pola
Materi Visual Verbal Desain
0,00%
Aspek Aspek Gambar 4. Diagram Penilaian Ahli Media 2
Relevansi Manfaat
Berdasarkan gambar 4, besar
Materi
persentase kelayakan ditinjau dari aspek
Gambar 2.Diagram Penilaian Ahli Materi 2 elemen visual sebesar 93,33% dan aspek
5

elemen verbal sebesar 85,71%, dan aspek Berdasarkan gambar 6, menunjukkan


pola desain sebesar 80%, maka keseluruhan bahwa tingkat persentase ketuntasan hasil
persentase dari ahli media guru pengampu belajar siswa kelas X TGB A SMK N 2
mata pelajaran TIK SMP N 6 Sukoharjo Sukoharjo tahun ajaran 2013/2014 sebelum
sebesar 85,33% yang menunjukkan bahwa menggunakan media pembelajaran berbasis
media pembelajaran berbasis animasi animasi adalah sebesar 52,94%. Sedangkan
sangat layak untuk digunakan. persentase siswa yang tidak tuntas sebesar
100,00% 85,70% 85,19% 83,53% 47,06%.
80,00% 2,94%
60,00%
40,00%
Tuntas 77
20,00%
0,00% 97,06 Tidak tuntas
Aspek Aspek Aspek Pola % <77
Elemen Elemen Desain
Visual Verbal

Gambar 7. Hasil Post Test Siswa


Gambar 5. Diagram Penilaian Siswa Berdasarkan gambar 7, menunjukkan
Berdasarkan gambar 5, besar bahwa tingkat persentase ketuntasan hasil
persentase kelayakan berdasarkan hasil belajar siswa kelas X TGB A SMK N 2
penilaian dari tanggapan siswa yang Sukoharjo tahun ajaran 2013/2014 setelah
ditinjau dari beberapa aspek yaitu aspek menggunakan media pembelajaran berbasis
elemen visual sebesar 87,50%, aspek animasi adalah sebesar 97,06%. Sedangkan
elemen verbal sebesar 85,19% dan aspek persentase siswa yang tidak tuntas sebesar
pola desain 83,53%, maka jumlah penilaian 2,94%. Hal tersebut menunjukan bahwa
dari siswa mendapat persentase sebesar hasil belajar siswa setelah menggunakan
84,71% yang menunjukan bahwa media media pembelajaran termasuk dalam
pembelajaran berbasis animasi termasuk kategori sangat tuntas, sehingga media
dalam kategori sangat layak, artinya media pembelajaran berbasis animasi yang telah
pembelajaran yang digunakan dapat dibuat termasuk dalam kategori sangat
diterima oleh siswa untuk mempermudah layak.
dalam penyerapan materi yang Hasil belajar siswa mengalami
disampaikan. peningkatan yang diketahui melalui pre test
dan post test dan kemudian dilakukan uji t,
dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Daerah Daerah
47,06 52,94 Tuntas 77 penerimaan Ha penerimaan Ho
% % Tidak
tuntas <77

-15,95 2,4468
Gambar 6. Hasil Pre Test Siswa
Gambar 8. Uji Hipotesis Pihak Kiri
6

Dari hasil pengujian, diketahui bahwa produk media yang dihasilkan dapat
media pembelajaran yang dikembangkan dijadikan acuan untuk peneliti lain agar
oleh peneliti layak digunakan dalam proses lebih mengembangkan media pembelajaran
pembelajaran mata pelajaran Mekanika lain yang lebih inovatif.
Teknik didalam kelas dan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA
Dalam proses penelitian dilakukan
pengamatan terhadap kondisi kelas, siswa, Arikunto, Suharsimi. (2006). Manajemen
pendidik maupun fasilitasnya. Dari Pengajaran Secara Manusiawi.
pengamatan tersebut, dengan digunakannya Jakarta: Rineka Cipta.
produk media pembelajaran berbasis Bekti, Didit Setyo. (2012). Pengaruh
animasi dapat meningkatkan minat belajar Penggunaan Media PowerPoint
siswa, dapat menarik perhatian siswa, Terhadap Prestasi Belajar Ilmu
sehingga siswa lebih memperhatikan Pengetahuan Alam Pada Siswa
pelajaran. Kemudian untuk pendidik juga Kelas V SD Negeri Ngebung Beran
dapat menghemat tenaga dengan Tahun Ajaran 2011/2012. Diperoleh
menggunkan produk media tersebut. 24 Februari 2014, dari
Sedangkan untuk fasilitas sekolah, seperti http://eprints.uny.ac.id/9723/4/COV
LCD, perlu dilengkapi lagi agar proses ER%20-08108244130.pdf
pembelajaran berjalan lancar tanpa ada
gangguan dengan perlengkapan dan Kurniawati, Ayu. (2011). Pengembangan
fasilitas belajar mengajar. Media Pembelajaran Menggunakan
Microsoft PowerPoint Pada Mata
SIMPULAN Pelajaran Tekhnologi Informasi dan
Komunikasi Siswa Kelas VII di SMP
Simpulan dari penelitian ini adalah:
Negeri 2 Plupuh Sragen.
1) Prosedur pengembangan media
Yogyakarta: UNY.
pembelajaran berbasis animasi adalah
analisis kebutuhan, pembuatan media Nana, A. Y. (2005). Microsoft Office
pembelajaran berbasis animasi, pengujian, Power Point. Bandung: Yrama
revisi, dan produk akhir. 2) Produk media Widya.
pembelajaran berbasis animasi yang telah
dikembangkan oleh peneliti dinyatakan Prasetyo, Ajwar Anas Eko. (2012).
layak untuk digunakan dalam proses Pengembangan Media
pembelajaran Mekanika Teknik di SMK Pembelajaran Berbantuan
berdasarkan pengujian dari para ahli dan Komputer Kompetensi Dasar
siswa. 3) Hasil belajar siswa mengalami Pengukuran Sudut pada Siswa
peningkatan setelah mengikuti pelajaran Kelas X Program Keahlian Teknik
dengan menggunakan media pembelajaran Pemesinan di SMK N 3 Yogyakarta.
berbasis animasi. Yogyakarta: UNY.

SARAN Sucahyo, Bagyo. (2006). Mekanika Teknik


Produk media pembelajaran Jilid 2. Jakarta: Tiga Serangkai.
berbasis animasi yang dikembangkan Sadiman, Arief S. (dkk). (2013). Media
dalam penelitian ini dapat digunakan oleh
Pendidikan : Pengertian,
pendidik sebagai media pembelajaran di Pegembangan dan
dalam kelas dengan tujuan untuk
meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu
7

Pemanfaatannya. Jakarta: Raja


Grafindo Persada.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian
Pendidikan (Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Suheri, Agus. (2006). Animasi Multimedia
Pembelajaran, Jurnal Media
Teknologi, Vol. 2, No. 1. Cianjur:
Universitas Suryakencana.
Surya, Mohamad. (2004).
Psikologi Pembelajaran dan
Pengajaran. Bandung: Bani
Quraisy.