Anda di halaman 1dari 1

CREAM SEPARATOR

Krim adalah bagian yang lebih ringan dari skim, terdapat di bagian atas susu. Krim
adalah bagian dari susu yang kaya akan lemak, yang timbul ke bagian atas dari susu pada waktu
didiamkan atau dipisahkan dengan alat pemisah sentrifugal. Jumlah krim dipengaruhi oleh
jumlah dan ukuran lemak dalam susu. Volume krim kira-kira 12-20 % dari volume susu.
Sebagian besar bahan yang terdapat di dalam krim adalah lemak. Skim adalah bagian yang
terdapat di bagian bawah krim. Komponen utama skim terdiri dari air dan protein . Bagian krim
dan skim susu dapat dipisahkan dengan alat pemisah krim yang lebih dikenal dengan nama
cream separator. Pemisahan dilakukan dengan sistem pemutaran dengan menggunakan prinsip
sentrifugasi. Pemisahan krim dan susu skim dapat terjadi karena kedua bahan tersebut
mempunyai berat jenis yang berbeda. Krim mempunyai berat jenis yang rendah karena banyak
mengandung lemak. Susu skim mempunyai berat jenis yang tinggi karena banyak mengandung
protein, sehingga dalam sentrifugasi akan berada dibagian dalam.
Biasanya susu dipanaskan sampai antara 40oC dan 50oC sebelum pemisahan, untuk
mengurangi kekentalan dan mengoptimalkan perbedaan densitas antara fasa lemak dan berair.
Isi lemak yang susu skim dapat dikurangi hingga kurang dari 0,05%. Meskipun proses kontinu,
padatan larut hadir dalam susu (partikel kotoran, kasein micelles, mikroorganisme)
membangun seperti lumpur dalam mangkuk sentrifugal. Mangkuk harus membersihkan pada
interval. Alternatifnya, nozzle atau membuka diri sentrifugal dapat digunakan, tetapi dengan
outlet untuk krim dan susu skim serta lumpur. Lemak dapat pulih oleh sentrifugasi.
Pengaduk atau agitator merupakan tempat dari kayu atau logam dan umunya berbentuk
silinder yang dapat diputar pada sumbu horizontal. Krim ditaruh di dalam alat dan pada saat
alat tersebut berputar. Tingkat pengadukan krim ditentukan oleh :
1. Suhu adukan
2. Kandungan lemak
3. Jumlah krim dalam alat, optimumnya 1/3 sampai penuh.
4. Penahanan sebelum diaduk
Penumbukan menyebabkan pecahnya lapisan tipis yang mengelilingi masing-masing butir
lemak sehingga sekarang terbentuk suatu massa lemak. Udara masuk ke dalam massa lemak
pada tahap-tahap permulaan proses tersebut, dan membentuk buih yang akhirnya hancur pada
saat titik pisah (break point).