Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pembelajaran fisika di sekolah cenderung masih berada dalam ruang
kelas dan sangat jarang di ruang kelas. Pembelajaran fisika yang membawa siswa
kepada permasalahan dunia nyata akan membuat belajar siswa semakin bermakna.
Materi gelombang optik mencakup banyak permasalahan yang ada dalam
kehidupan sehari-hari. Pada masa sekarang sudah banyak masyarakat yang
menerapkan konsep gelombang optik khususnya pembiasan dan pemantulan
cahaya dalam membantu pekerjaan sehari-hari sekaligus pemanfaatan sumber
daya yang ada.
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam berupa
minyak dan gas bumi. Poduk minyak dan gas bumi dimanfaatkan sebagai bahan
bakar berbagai keperluan diantaranya untuk memasak. Menipisnya cadangan
minyak bumi, maka untuk keperluan memasak minyak tanah yang paling banyak
dipakai, dialihkan dengan memakai LPG bersubsidi. Pemakaian LPG sebagai
bahan bakar untuk memasak mengalami beberapa masalah terutama masalah
keamanan.
Energi alternatif yang belum dimanfaatkan untuk memasak adalah energi
panas matahari yang sangat potensial untuk dimanfaatkan karena Indonesia
terletak di garis khatulistiwa. Energi matahari mempunyai keuntungan yaitu tidak
perlu membayar untuk memperolehnya, tetapi mempunyai kelemahan karena
tidak konstan intensitasnya.
Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam memanfaatkan sinar
matahari sebagai sumber panas untuk memasak sekaligus sebagai percobaan
sederhana dalam menerapkan konsep gelombang optik khususnya pemantulan
cahaya menggunakan cermin maka perlu dirancang sebuah alat percobaan yang
dapat secara langsung dibuat oleh siswa. Alat tersebut berupa kompor tenaga
matahari dengan memanfaatkan cermin konvergen.
Cermin konvergen merupakan cermin cekung. Cermin cekung memiliki
sifat mengumpulkan sinar sehingga disebut cermin konvergen. Cermin cekung

1
dapat menghasilkan bayangan yang lebih besar daripada benda aslinya. Cermin
cekung biasanya di gunakan sebagai cermin rias. Sifat cermin cekung yang dapat
memfokuskan sinar dapat digunakan unrtuk memasak dengan bantuan sinar
matahari. Dalam memasak menggunakan sinar matahari, panci masak di letakkan
tepat di titik fokus cermin cekung sehingga sinar matahari yang menuju cermin
cekung akan di fokuskan ke panci. Jika cahaya matahari cukup panas dan dengan
memperhitungkan waktu pemasakan yang cukup, maka kompor tenaga matahari
dengan memanfaatkan cermin konvergen benar-benar dapat digunakan untuk
memasak makanan.
Lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). Besar
pembiasan cahaya pada suatu lensa bergantung pada indeks bias bahan lensa dan
lengkung permukaan lensa, sedangkan indeks bias bergantung pada cepat rambat
cahaya dalam bahan lensa tersebut. Faktor yang sangat penting untuk diperhatikan
dalam mendesain kompor energi matahari ini adalah fokus lensa sebagai sumber
panas serta mekanik kompor dengan kata lain dapat disimpan jika tidak
digunakan. Karena matahari tidak begitu sering muncul disaan musim penghujan.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana rancangan pembuatan alat percobaan kompor tenaga matahari
dengan cermin dan lensa konvergen?
2. Bagaimana penerapan konsep pemantulan cahaya khususnya cermin
cekung dan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari?
3. Bagaimana cara memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber panas
alternatif pada kompor tenaga matahari?

1.3. Tujuan
1. Membuat alat percobaan kompor tenaga matahari dengan cermin dan lensa
konvergen
2. Menujukkan penerapan konsep pemantulan cahaya khususnya cermin
cekung dan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari
3. Memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber panas alternatif pada
kompor tenaga matahari

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Matahari Sebagai Sumber Energi Alternatif


Pada masa sekarang, cadangan sumber daya alam terutatama minyak dan
gas bumi semakin menipis, sedangkan kebutuhan akan minyak dan gas bumi
semakin meningkat seiring dengan peningkatan kepadatan penduduk di seluruh
dunia. Kondisi tersebut menuntut pencarian energi alternatif yang dapat
menggantikan peran minyak dan gas bumi. Beberapa alternatif energi pengganti
antara lain adalah energi angin, air, nuklir, biomassa, dan cahaya matahari. Energi
cahaya matahari atau energi surya merupakan salah satu energi alternatif yang
tidak polutif, dan mudah didapatkan.
Energi cahaya matahari merupakan sumber energi alternatif yang dapat
dimaanfatkan dimana ketersediaannya melimpah dan merupakan sumber energi
alam yang tidak mencemari lingkungan. Jika dieksploitasi dengan tepat energi
cahaya matahari berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi
dunia dalam waktu yang lebih lama. Energi cahaya matahari dapat digunakan
untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan dan bahkan untuk
mendinginkan.
Potensi energi cahaya matahari pada suatu wilayah sangat bergantung
pada posisi antara matahari dengan kedudukan wilayah tersebut dipermukaan
bumi. Potensi energi cahaya akan berubah tiap waktu, tergantung dari kondisi
atmosfer, dan tempat (garis lintang) serta waktu (hari dalam tahun dan jam dalam
hari). Indonesia berada dalam wilayah khatulistiwa mempunyai potensi energi
matahari yang cukup besar sepanjang tahunnya.
Selain menjadi sumber energi bagi sumber energi lain, energi cahaya
matahri berpotensi untuk dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber energi
alternatif. Pemanfaatan energi cahaya matahari dapat dilakukan secara termal
maupun melalui energi listrik. Pemanfaatan secara termal dapat dilakukan secara
langsung dengan membiarkan objek terpapar panas radiasi cahaya matahari, atau
menggunakan peralatan yang mencakup kolektor dan konsentrator surya.

3
Ada beberapa jenis kompor surya yang sudah banyak seperti tipe kotak
dan tipe parabolik. Semuanya menggunakan panas dari cahaya matahari untuk
kebutuhan memanaskan atau memasak. Beberapa perangkat kompor surya
biasanya berupa cermin atau sejenis bahan metal atau logam yang memantulkan
cahaya, digunakan untuk memfokuskan cahaya dan panas matahari ke arah area
memasak. Memfokuskan cahaya dan panas matahari membuat energi lebih
terkonsentrasi ke satu titik dan menghasilkan panas yang cukup untuk
memanaskan atau memasak.

2.1.1 Kelebihan dan Kekurangan Matahari Sebagai Energi Alternatif


Kelebihan matahari sebagai sumber energi alternatif adalah:
1. Ramah lingkungan
Kelebihan energi alternatif surya atau matahari yaitu ramah lingkungan.
Energi matahari tidak menghasilkan limbah atau sisa pembuangan yang
berbahaya bagi lingkungan. Tidak hanya dalam jangka yang pendek semata
tetapi dalam jangka panjang.
2. Gratis
Selain tidak terbatas, energi matahari ini tersedia dalam jumlah banyak dan
dapat digunakan secara gratis. Dengan begitu, untuk dapat menggunakannya
tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membelinya. Anda hanya perlu
menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan mengolahnya menjadi energi
yang siap pakai. Berbeda dengan minyak bumi yang dijual dengan harga yang
relatif mahal.
3. Melimpah
Energi alternatif dari matahari ini tidak akan habis. Energi matahari tersedia
dalam jumlah yang sangat banyak atau melimpah.

Kekurangan matahari sebagai sumber energi alternatif adalah:


1. Tidak dapat diandalkan setiap saat, contohnya yaitu ketika musim hujan tiba.
Ketika hujan, langit akan mendung dan menutupi sinar matahari. Akibatnya
energi matahari tidak dapat digunakan, kebutuhan akan energi pun juga tidak
akan terpenuhi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa energi matahari tidak

4
dapat diandalkan, mengingat ada banyak hal yang membutuhkan energi untuk
mengerjakannya.
2. Energi matahari termasuk energi yang belum efisien serta penyimpanannya
mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah energi matahari masih
belum digunakan atau dimanfaatkan secara optimal. Disamping
kekurangannya sebagai energi alternatif, energi matahari tetap dimanfaatkan
oleh masyarakat Indonesia sebaik mungkin. Contohnya yaitu adanya PLTS
atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Ada beberapa PLTS di Indonesia
yaitu di Bali dan Flores. Dengan mengandalkan energi alternatif matahari,
kebutuhan listrik di Bali dan Flores dapat terpenuhi.

2.2. Kompor Tenaga Matahari


Kompor adalah alat masak biasa ditemukan didapur dan bahan bakarnya
dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu padat, cair, dan gas. Bahan bakar cair
seperti minyak tanah dan spritus. Untuk jenis bahan bakar gas antara lain elpiji
(LPG), sementara bahan bakar padat antara lain arang, kayu bakar, briket, batu
bara dan sampah sisa tumbuh-tumbuhan yang lebih dikenal dengan istilah Bio-
massa.
Kompor tenaga surya adalah perangkat memasak yang menggunakan
energi termal matahari melalui suatu kolektor sebagai sumber energi. Prinsip
dasar cara kerja kompor surya adalah radiasi termal sinar matahari yang jatuh
pada permukaan kolektor dipantulkan ke sebuah titik atau area tertentu yang
disebut titik api kolektor. Konsentrasi energi termal matahari pada titik atau area
ini menghasilkan suhu yang sangat tinggi. Alat tempat memasak ditempatkan
pada daerah titik api ini, sehingga energi termal yang terkonsentrasi mengenai alat
tempat memasak dan meneruskan energi termal tersebut ke produk yang sedang
dimasak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kompor tenaga surya selain
lamanya waktu dan besarnya intensitas radiasi termal matahari, adalah: a)
Refleksivitas material kolektor; b) Luas permukaan kolektor; c) Bentuk geometrik
dan letak titik api dari kolektor; d) Arah normal permukaan kolektor terhadap

5
sinar matahari yang datang; e) Sifat benda hitam dari alat memasak; f) Besarnya
kehilangan energi kalor ke lingkungan.
Ada berbagai jenis kompor surya. Semuanya menggunakan panas dari
cahaya matahari untuk memasak. Prinsip dasar kompor surya adalah
memfokuskan cahaya matahari. Beberapa perangkat, biasanya berupa cermin atau
sejenis bahan metal atau logam yang memantulkan cahaya, digunakan untuk
memfokuskan cahaya dan panas matahari ke arah area memasak, membuat energi
lebih terkonsentrasi ke satu titik dan menghasilkan panas yang cukup untuk
memasak.
Ada beberapa tipe kompor tenaga surya dilihat dari segi bentuk dan
kolektor yang digunakan yaitu :
1. Kompor Tenaga Surya tipe Box
Sesuai dengan namanya kompor ini berbentuk kotak sederhana dapat dibuat
dengan menggunakan kardus bekas, panas yang dihasilkan umumnya
mencapai 150 C ini berarti tidak sepanas kompor konvensional pada
umumnya. Namun demikian, memasak dengan kompor ini sebaiknya
dilakukan sebelum tengah hari. Bergantung pada lokasi berdasarkan garis
lintang dan cuaca, makanan dapat dimasak baik pada pagi hari atau siang
hari. Kompor ini ditemukan oleh Horace de Saussure, seorang naturalis
Swiss, sejak tahun 1767, kompor surya baru populer sekitar tahun 1970an.
Perangkat masak yang sederhana dan berguna ini semakin banyak digunakan
di berbagai negara di seluruh dunia.
2. Kompor Tenaga Surya tipe Parabolik
Kompor jenis mampu menghasilkan panas yang sangat tinggi dan memasak
dengan cepat, namun senantiasa membutuhkan pengaturan dan pengawasan
agar dapat beroperasi dengan aman. Sesuai dengan namanya kompor ini
berbentuk seperti mangkuk yang berfungsi menangkap dan memfokuskan
sinar matahari yang selanjutnya akan diteruskan ke absorber. Kompor ini
banyak digunakan di negara Cina dan banyak digunakan untuk memasak
skala besar. Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan
panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah

6
cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat
digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.
3. Kompor Surya Tipe Oven Setengah Silinder
Kompor surya ini berbentuk setengah silinder menggunakan cermin datar
sebagai reflektornya yang dibentuk setengah silinder sesuai dengan
kerangkan yang dapat dibuat dari drum, atau dengan mendesain kerangkan
menggunakan plat seng datar berbentuk setengah silinder. Kompot tipe ini
menggunakan penutup pada bagian atasnya dengan memanfaatkan kaca
polos, untuk menahan radiasi dari panas matahari. Kompor surya tipe ini
menghasilkan fokus cahaya berbentuk garis memanjang, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk memanaskan atau memasak lebih dari satu tempat untuk
memasak. Kompor tipe ini akan mampu menghasilkan panas yang tinggi jika
kompor dibuat vakum, sehingga energi yang hilang ke lingkungan lebih kecil
dan menghasilkan panas yang lebih tinggi. Tapi perlu diperhitungkan tekanan
yang dihasilkan kompor, karena tekanan akan sebanding dengan kenaikan
suhu dalam ruangan kompor surya tipe ini.

2.3. Prinsip Kerja Kompor Tenaga Matahari


Pada prinsipnya, semua jenis kompor tenaga surya (matahari)
mempunyai cara kerjanya dengan memusatkan cahaya matahari yang jatuh ke
alumunium atau kaca. Tujuannya agar energi lebih terkonsentrasi dan berpotensi
menghasilkan panas yang cukup untuk memasak.
Prinsip kedua adalah mengubah cahaya. Bagian dalam kompor surya dan
panci (dapat berasal dari bahan bebas dengan syarat berwarna hitam) dapat
meningkatkan efektivitas pengubahan cahaya menjadi panas. Panci berwarna
hitam dapat menyerap hampir semua cahaya yang masuk dan mengubahnya
menjadi panas. Semakin baik kemampuan panci menerima dan menghantarkan
panas maka semakin cepat kompor menjadi panas
Prinsip ketiga adalah memerangkap atau mengisolasi panas. Upaya
mengisolasi udara di dalam kompor dari udara di luarnya akan menjadi penting.
Penggunaan bahan yang keras dan kering seperti kantong plastik atau tutup panci
berbahan kaca memungkinkan cahaya untuk masuk ke dalam panci.

7
Strategi memanaskan suatu barang dengan menggunakan energi tenaga
surya akan menjadi kurang efektif jika haya menggunakan salah satu prinsip dasar
di atas. Pada umumnya kompor surya sedikitnya menggunakan dua cara atau
ketiga prinsip di atas untuk menghasilkan panas yang cukup untuk memasak.
Kompor jenis surya memiliki beberapa keunggulan di antaranya, bahan
bakarnya tidak akan pernah habis dan gratis, tidak menyebabkan polusi maupun
efek buruk buruk bagi lingkungan di sekitarnya., mudah di bawa ke mana-mana,
baiaya murah dan menghasilkan rasa masakan yang lebih nikmat.

2.4. Cermin Konvergen


Cermin cekung adalah cermin yang berbentuk lengkung seperti bagian
tengah bola yang dibelah menjadi dua bagian. Cermin cekung bersifat
mengumpulkan cahaya (konvergen), artinya jika berkas cahaya sejajar melalui
suatu permukan cermin cekung, berkas cahaya akan dipantulkan melalui satu titik
yang sama. Nama lain cermin cekung adalah cermin positif. Cermin cekung dapat
menghasilkan bayangan yang lebih besar daripada benda aslinya. Cermin cekung
biasa di gunakan sebagai cermin rias. Sifat cermin cekung yang memfokuskan
sinar dapat digunakan unrtuk memasak dengan bantuan sinar matahari.
Dalam kehidupan sehari-hari, cermin cekung dimanfaatkan untuk :
Pemantul pada sorot lampu royektor
Pemantul pada lampu senter maupun lampu mobil
Antena parabola untuk menerima sinyal radio maupun sinyal televisi
Sebagai pengumpul energi atau sinar matahari yang digunakan untuk
keperluan tertentu misalnya untuk pembuatan kompor masak tenaga energi
matahari
Cermin untuk berdandan
Sebagai pengumpul sinar matahari pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya

8
2.5. Lensa Konvergen
Lensa cembung merupakan lensa yang bagian tengahnya memiliki ketebalan
lebih daripada bagian tepi. Lensa cembung biasanya memiliki bentuk
lingkaran dan terbuat dari kaca atau plastik sehingga lensa memiliki indeks
bias lebih besar ketimbang indeks biar udara. Lensa cembung bersifat positif
karena tempat berpotongan atau tujuan sinar bias selalu terletak di bagian
belakang lensa cembung sehingga fokus lensa cembung adalah fokus sejati,
sehingga jarak fokus lensa cembung selalu positif.
Besar pembiasan cahaya di suatu lensa cembung tergantung pada indeks bias
bahan lensa dan lengkung permukaan lensa, untuk indeks bias sendiri
tergantung pada cepat rambatnya cahaya dalam lensa tersebut.

2.6. Efisiensi Energi Matahari


2.6.1. Energi Kalor Radiasi Matahari
Radiasi panas adalah radiasi yang dipancarkan oleh sebuah benda sebagai
akibat suhunya. Setiap benda memancarkan radiasi panas, tetapi pada umumnya,
Anda dapat melihat sebuah benda, karena benda itu memantulkan cahaya yang
datang padanya, bukan karena benda itu memancarkan radiasi panas. Benda baru
terlihat karena meradiasikan panas jika suhunya melebihi 1.000 K. Pada suhu
1.000 K benda mulai berpijar merah seperti kumparan pemanas sebuah kompor
listrik. Pada suhu di atas 2.000 K benda berpijar kuning atau keputih-putihan,
seperti pijar putih dari lemperat lampu pijar. Jika suhu benda terus ditingkatkan,
intensitas lemperat dari lemperat cahaya yang dipancarkannya berubah. Efeknya
akan menyebabkan pergeseran warna-warna 9emperat yang diamati, yang dapat
digunakan untuk menentukan suhu suatu benda.
Secara umum bentuk terperinci dari 9emperat radiasi panas yang
dipancarkan oleh suatu benda panas bergantung pada komposisi benda. Hasil
eksperimen menunjukkan bahwa ada satu kelas benda panas yang memancarkan
9empera panas dengan karakter universal yaitu benda hitam atau black body.
Benda hitam didefinisikan sebagai sebuah benda yang menyerap semua radiasi
yang datang padanya. Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan keluar

9
dari benda hitam. Benda hitam mempunyai harga absorptansi dan emisivitas yang
besarnya sama dengan satu.
Emisivitas (daya pancar) merupakan karakteristik suatu materi, yang
menunjukkan perbandingan daya yang dipancarkan per satuan luas oleh suatu
permukaan terhadap daya yang dipancarkan benda hitam pada 10emperature yang
sama. Sedangkan absorptansi (daya serap) merupakan perbandingan fluks
pancaran atau fluks cahaya yang diserap oleh suatu benda terhadap fluks yang tiba
pada benda.

Gambar 1. Pemantulan yang terjadi pada benda hitam


Benda hitam ideal digambarkan oleh suatu rongga hitam dengan lubang
kecil. Sekali suatu cahaya memasuki rongga melalui lubang kecil, berkas cahaya
akan dipantulkan berkali-kali di dalam rongga tanpa sempat keluar lagi dari
lubang tadi. Setiap kali dipantulkan, sinar akan diserap dinding-dinding berwarna
hitam. Benda hitam akan menyerap cahaya sekitarnya jika suhunya lebih rendah
daripada suhu sekitarnya dan akan memancarkan cahaya ke sekitarnya jika
suhunya lebih tinggi daripada suhu sekitarnya. Benda hitam yang dipanasi sampai
suhu yang cukup tinggi akan tampak membara.
Radiasi benda hitam adalah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan
oleh sebuah benda hitam. Radiasi ini menjangkau seluruh daerah panjang
gelombang. Distribusi energi pada daerah panjang gelombang ini memiliki ciri
khusus, yaitu suatu nilai maksimum pada panjang gelombang tertentu. Letak nilai
maksimum tergantung pada temperature, yang akan bergeser tempera panjang
gelombang pendek seiring dengan meningkatnya temperature.

10
Hukum Stefan-Boltzmann tentang Intensitas Radiasi
Pada tahun 1879 seorang ahli fisika dari Austria, Josef Stefan melakukan
eksperimen untuk mengetahui karakter universal dari radiasi benda hitam. Ia
menemukan bahwa daya total per satuan luas yang dipancarkan pada semua
frekuensi oleh suatu benda hitam panas (intensitas total) adalah sebanding dengan
pangkat empat dari suhu mutlaknya. Sehingga dapat dirumuskan:
I = e
dengan I menyatakan intensitas radiasi pada permukaan benda hitam pada semua
frekuensi, T adalah suhu mutlak benda, dan adalah tetapan Stefan-Boltzman,
yang bernilai 5,67 10-8 Wm-2K-4.
Spektrum cahaya yang dipancarkan benda hitam sempurna pada
beberapa suhu yang berbeda ditunjukkan pada Gambar 2. Grafik pada Gambar 2
memperlihatkan bahwa antara antara panjang gelombang yang diradiasikan
dengan suhu benda memiliki hubungan yang sangat rumit.

Gambar 2. Spektrum cahaya yang dipancarkan benda hitam sempurna pada


beberapa suhu yang berbeda
Untuk kasus benda panas yang bukan benda hitam, akan memenuhi
hukum yang sama, hanya diberi tambahan koefisien emisivitas yang lebih kecil
daripada 1 sehingga:
Itotal = e
Intensitas merupakan daya per satuan luas, sehingga:
I = P/A
P = I.A

11
daya P = W/t, dengan W merupakan energi panas atau kalor dari matahari,
sehingga:

= = = .

dengan memasukkan harga intensitas radiasi I = e 4 maka persamaan dapat
ditulis menjadi:

(1)

dengan:
P = daya radiasi (W)
Q = energi kalor (J)
A = luas permukaan benda (m2)
e = koefisien emisivitas
T = suhu mutlak (K)

Persamaan (1) dikenal sebagai Hukum Stefan-Boltzmann, yang berbunyi:


Jumlah energi yang dipancarkan per satuan permukaan sebuah benda hitam
dalam satuan waktu akan berbanding lurus dengan pangkat empat 12emperature
termodinamikanya.

2.5.2. Energi Kalor Akibat Pemanasan Benda


Kalor adalah energi panas yang diterima atau dilepas oleh suatu zat
sehingga suhu zat tersebut bisa naik atau turun bahkan mengalami perubahan
wujud. Kalor merupakan salah satu bentuk energi. Satuan kalor dalam SI yaitu
joule (J) dan satuan lainnya yaitu kalori (kal).
1 kal = 4,2 J atau 1 J = 0,24 kal
Untuk menghitung jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau
menurunkan suhu suatu benda adalah:
Q = m.c.T ..(2)

12
dimana,
Q = jumlah kalor yang diserap atau dilepas (joule)
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (joule/kgoC)
T = perbedaan suhu (suhu akhir suhu awal zat) (oC)

2.5.3. Kesetaraan Energi Radiasi Matahari dengan Energi Kalor


Persamaan (1) merupakan persamaan daya radiasi matahari. Persamaan
(1) dapat diubah untuk mencari energi kalor (Q) dari panas matahari sehingga:

= = 4

= . = 4 .(3)
Pada kompor masak tenaga matahari, energi yang fokuskan cermin
konvergen akan dimanfaatkan untuk memanaskan dan memasak makanan,
sehingga:
. Qmatahari = Qzat yang dimasak
dengan kesetaraan energi panas dari matahari (persamaan 3) dan energi kalor
akibat pemberian panas (persamaan 2) maka diperoleh:
=
dengan adalah efisiensi energi panas matahari yang menunjukkan persentasi
energi matahari yang terpakai untuk memanaskan dan memasak makanan,
efisiensi dapat diperoleh dengan membandingkan energi panas yang dipakai untuk
memasak makanan dengan energi panas keseluruhan dari matahari yang
dikumpulkan oleh cermin cekung

= %

Pada dasarnya, efisiensi panas sangat jarang mencapai 100% karena ada
energi panas yang terbuang kelingkungan. Dalam pengambilan data percobaan
untuk pengujian alat kompor tenaga matahari, efisiensi adalah besaran yang wajib
dihitun untuk menunjukkan besar energi panas matahari yang dapat digunakan
untuk memanaskan dan memasak makanan.

13
2.7. Rancangan Project
A. Judul Project
Pembuatan Kompor Tenaga Matahari Dengan Memanfaatkan Cermin
Konvergen
B. Tujuan
Membuat alat percobaan kompor tenaga matahari dengan memanfaatkan
cermin konvergen
Menujukkan penerapan konsep pemantulan cahaya khususnya cermin
cekung dalam kehidupan sehari-hari yaitu salah satu manfaat cermin
cekung sebagai pengumpul energi atau sinar matahari yang digunakan
untuk pembuatan kompor masak tenaga energi matahari
Memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber panas untuk memasak
makanan pada kompor tenaga matahari
Menentukan efisiensi energi panas yang dikonversikanmenjadi energi
pemanasan dan pemasakan makanan

C. Alat dan bahan


No Nama alat/bahan Jumlah
1 Papan untuk membuat kompor masak Secukupnya
2 Paku Secukupnya
3 Baut Secukupnya
4 Lakban Secukupnya
5 Air Secukupnya
6 Cermin konvergen 1 buah
7 Termometer 1 buah
8 Panci masak aluminium 1 buah
9 Penggaris 1 buah
10 Gelas ukur 1 buah
11 Lensa konvergen (lensa air) 1 buah
12 Filamen panas (panel surya) 1 buah

14
D. Desain Alat

Gambar 3. Desain alat

Panci

Cermin

Gambar 4. Prinsip pemantulan cahaya cermin cekung

E. Hasil Dan Pembahasan


Tabel pengamatan:

Pukul Volume Suhu Suhu Suhu rata-rata matahari Durasi


air awal air akhir air selama memasak memasak

F. Kesimpulan

15
BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pembuatan kompor tenaga matahari dengan
memanfaatkan cermin cekung dapat disimpulkan bahwa:
1. Matahari merupakan sumber energi akternatif yang dapat digunakan untuk
memasak makanan dengan menggunakan kompor tenaga matahari.
2. Cermin cekung dapat digunakan untuk pembuatan kompor tenaga
matahari karena cermin cekung merupakan cermin konvergen yaitu cermin
yang dapat mengumpulkan atau memfokuskan sinar matahari kesuatu titik.
Pada kompor tenaga matahari, sinar yang telah dikumpulkan oleh cermin
cekung akan difokuskan ke panci dengan mengarahkan fokus cahaya tepat
pada panci masak.
3. Penggunaan lensa cembung diperlukan untuk memfokuskan cahaya
matahari yang akan menjadi sumber cahaya yang langsung dibiaskan ke
cermin.

16
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2005. http://fadjaru.blogspot.co.id/2010/07/5-manfaat-cermin-
cekung.html. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Anonim. 2012. http://syakir-berbagiilmu.blogspot.co.id/2012/04/penggunaan-


dan-fenomena-cermin-dalam.html. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Anonim. 2012. http://rahmifis.blogspot.co.id/2012/11/radiasi-benda-hitam-


a.html. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Putra. 2016. http://suryautamaputra.co.id/blog/2016/03/06/pemanfaatan-energi-


matahari/. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Anonim. 2017. http://www.gurupendidikan.co.id/cermin-cekung-pengertian-sifat-


manfaat-kegunaan/. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Anonim. 2017. http://benergi.com/energi-alternatif-matahari-serta-kelebihan-


dan-kekurangannya. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

Novitasari, F. 2015. Desain Kompor Energi Matahari Dengan Menggunakan


Media Lensa Air Sebagai Sumber Panas. digilib.its.ac.id/public/ITS-
Undergraduate-17796-Paperpdf.pdf. Diakses tanggal 24 Oktober 2017.

17