Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN MINGGUAN

PRAKTIKUM ANALISA INTI BATUAN


PENGUKURAN PERMEABILITAS

Disusun oleh:
NAMA : ARUM SEKARWAGE J. R.
NIM : 113150086
PLUG :H

LABORATORIUM ANALISA INTI BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN MINGGUAN
PENGUKURAN PERMEABILITAS

Disusun untuk memenuhi persyarat mengikuti Praktikum Analisa Inti Batuan,


Tahun Akademik 2017/2018, Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi
Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Disusun oleh :
NAMA : ARUM SEKARWAGE J. R.
NIM : 113150086
PLUG :H

Disetujui untuk Laboratorium


Analisa Inti Batuan
Oleh :
Asisten Praktikum

(INDRA BAYU)
BAB IV
PENGUKURAN PERMEABILITAS

4.1. TUJUAN PERCOBAAN


1. Menentukan nilai permeabilitas absolut dengan menggunakan Gas
Permeameter dan Liquid Permeameter.
2. Mengetahui aplikasi lapangan dari pengukuran permeabilitas.

4.2. DASAR TEORI


Permeabilitas adalah kemampuan batuan reservoir untuk dapat meloloskan
fluida reservoir melalui pori batuan yang saling berhubungan tanpa merusak
partikel pembentuk batuan tersebut. Jadi permeabilitas merupakan tingkat
kemudahan mengalirnya fluida melalui pori-pori batuan, Pada umumnya hasil
analisa sampel core yang diperoleh dari reservoir memberikan harga
permeabilitas yang berbeda, hal ini menunjukkan sifat ketidakseragaman dari
batuan reservoir tersebut.
Henry Darcy dianggap sebagai pelopor penyelidikan permeabilitas sehingga
untuk satuan permeabilitas adalah darcy.
Definisi API untuk 1 darcy adalah suatu medium berpori yang punya
kelulusan (permeabilitas) sebesar 1 darcy. Jika cairan berfasa tunggal dengan
kekentalan cp mengalir dengan kecepatan 1 cm / sec melalui penampang seluas 1
cm2 pada gradien hidrolik 1 atm (76 mmHg) per cm dan jika cairan tersebut
seluruhnya mengisi medium tersebut. Secara matematis dapat didefinisikan
sebagai berikut :
QL
K
A (P1 - P2 )

Keterangan :
K = Permeabilitas, Darcy
Q = Laju alir, cc / sec
= Viskositas, cp
A = Luas penampang, cm2
L = Panjang, cm
P = Beda tekanan, atm
Didalam batuan reservoir fluida yang mengalir biasanya lebih dari satu
macam sehingga permeabilitas dapat dibagi menjadi :
1. Permeabilitas absolut
Permeabilitas absolut adalah harga permeabilitas suatu batuan apabila fluida
yang mengalir melalui pori-pori batuan hanya terdiri dari satu fasa.
2. Permeabilitas efektif
Permeabilitas efektif adalah permeabilitas bila fluida yang mengalir lebih
dari satu macam fluida (misalnya minyak-gas, dan minyak-air).
3. Permeabilitas relatif
Permeabilitas relatif adalah perbandingan antara permeabilitas efektif
dengan permeabilitas absolut.
Permeabilitas pada suatu batuan pada tempat-tempat yang berlainan
mungkin dapat berbeda. Dengan ini tingkat ketelitiannya tidak dapat dicapai
hanya dengan mengukur satu sampel saja. Permeabilitas mungkin berbeda
didalam suatu arah tertentu, dimana pada kebanyakan lapangan minyak pada
waktu pengendapan adalah horizontal sehingga permeabilitas dalam arah vertikal
selalu lebih kecil dari permeabilitas dalam arah horizontal.
4.3. ALAT DAN BAHAN
4.3.1. Alat
a. Gas Permeameter :
1. Core holder dan termometer
2. Triple range flowmeter dengan selector valve
3. Pressure gauge
4. Gas inlet
5. Gas outlet
b. Liquid Permeameter :
1. Core holder untuk liquid permeameter
2. Thermometer R, fill conection
3. Cut off valve
4. Special lid dan over flow tube
5. Burette
6. Discharge fill valve assemble
7. Gas inlet
8. Pencatat waktu
9. Gas pressure line dan pressure regulator

4.3.2. Bahan
1. Sampel core
2. Air
3. Udara
4.4. GAMBAR ALAT

4 7

5
1

Keterangan :
1. Core holder 5. Pressure regulator
2. Thermometer 6. Pressure gauge
3. Triple Range 7. Gas inlet
4. Selector valve 8. Gas outlet

Gambar 4.1.
Rangkaian Alat Gas Permeameter
(Laboratorium Analisa Inti Batuan)
5

9 8

1 6

Keterangan :
1. Core holder 6. Pressure regulator
2. Thermometer R, Fill connection 7. Pressure gauge
3. Cut off valve 8. Gas inlet
4. Burette 9. Liquid outlet
5. Discharge fill assamble

Gambar 4.2.
Rangkaian Alat Liquid Permeameter
(Laboratorium Analisa Inti Batuan)
Gambar 4.3.
Tabung Gas 100 V
(Laboratorium Analisa Inti Batuan)
4.5. PROSEDUR PERCOBAAN
4.5.1. Prosedur Percobaan Menggunakan Gas Permeameter
1. Memastikan regulating valve tertutup, hubungkan saluran gas pada gas
inlet.
2. Memasukkan core pada core holder.
3. Memutar flowmeter selektor valve pada tanda large.
4. Membuka regulating valve, memutar sampai pressure gauge
menunjukan angka 0,25 atm.
5. Memilih range pembaca pada flowmeter antara 20 140 division.
6. Jika dibawah 20, putar selector valve ke medium dan naikkan
tekanan sampai 0,5 atm.
7. Jika pembaca pada flowmeter dibawah 20, memutar selector valve ke
small dan menaikkan tekanan sampai 1,0 atm.
8. Jika flowmeter tetap tidak naik dari angka 20, hentikan percobaan dan
periksa core pada core holder.
9. Jika flowmeter menunjukan angka diatas 140 pada large tebu, maka
permeabilitas core terlalu besar. Percobaan kita hentikan atau coba
naikkan panjang core atau kurangi cross sectional area dari core.
10. Mencatat temperatur, tekanan, dan pembacaan flowmeter.
11. Mengubah tekanan ke 0,25 atm dengan regulator.
12. Mengulangi percobaan sebanyak 3 kali.
13. Perhitungan :
QL
K
AP
Keterangan :
K = Permeabilitas dari sampel, Darcy
Q = Flowrate rata-rata cc/dt
= Viskositas dari gas tes, cp = 0,0183 cp
A = Luas penampang dari sampel, cm2
L = Panjang dari sampel, cm
P = Gradien tekanan, atm
4.5.2. Prosedur Percobaan Menggunakan Liquid Permeameter
1. Memasukkan core kedalam core holder.
2. Mengisi burette dengan air (test liquid).
3. Membuka core holder valve dan burette akan terisi.
4. Menutup off valve.
5. Mengatur tekanan yang diinginkan pada pressure gauge dengan
mengatur pressure regulator.
6. Mengembalikan discharge fill valve ke discharge.
7. Mencatat waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida dari batas
atas hingga batas bawah burette.
8. Perhitungan :
VL
K
A PT
Keterangan :
K = Permeabilitas dari sampel, Darcy
V = Volume cairan yang dialirkan melalui sampel,cm3
= Viskositas dari cairan tes, cp = 0,895 cp
A = Luas penampang dari sampel, cm2
L = Panjang dari sampel, cm
P = Gradien tekanan, atm
T = Waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan cairan,dt
4.6. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN
4.6.1. Gas Permeameter
4.6.1.1. Hasil percobaan
a. Panjang core ( L ) = 3 cm
Luas penampang core ( A ) = 3,801 cm2
Beda tekanan ( P ) = 0,25 atm
Flow Reading ( Large ) = 4 cm
Laju Aliran ( Qg ) = 15 cc / detik
Viskositas Gas ( g ) = 0,0183 cp
Permeabilitas ( K ) = 0,866 darcy
b. Panjang core ( L ) = 3 cm
Luas penampang core ( A ) = 3,801 cm2
Beda tekanan ( P ) = 0,5 atm
Flow Reading ( Large ) = 5,5 cm
Laju Aliran ( Qg ) = 24 cc / detik
Viskositas gas ( g ) = 0,0183 cp
Permeabilitas ( K ) = 0,693 darcy
c. Panjang core ( L ) = 3 cm
Luas penampang core ( A ) = 3,801 cm2
Beda tekanan (P ) = 1 atm
Flow Reading ( Large ) = 7,8 cm
Laju Aliran ( Qg ) = 34 cc / detik
Viskositas gas ( g ) = 0,0183 cp
Permeabilitas ( K ) = 0,491 darcy
4.6.1.2. Hasil Perhitungan
Menghitung K
Pada P1 = 0,25 atm; Q1 = 15 cc/dtk
Q1 L 0,0183 x 15 x 3
K1 = = = 0,866 darcy
AP1 3,801 x 0,25

Pada P2 = 0,50 atm; Q2 = 24 cc/dtk


Q 2 L 0,0183 x 24 x 3
K2 = = = 0,693 darcy
AP2 3,801 x 0,5
Pada P3 = 1,0 atm; Q3 = 34 cc/dtk
Q 3 L 0,0183 x 34 x 3
K3 = = = 0,491 darcy
AP3 3,801 x 1

Menentukan 1/Pm ( Koreksi Efek Klinkenberg )


Pin Pout 0,25 1
- Pm1 = = = 0,625 atm
2 2
1 1
1,6
Pm 0,0625
Pin Pout 0,5 1
- Pm2 = = = 0,75 atm
2 2
1 1
1,3
Pm 0,75
Pin Pout 1 1
- Pm3 = = = 1 atm
2 2
1 1
1
Pm 1
Mendapatkan nilai trend pada grafik perbandingan Kg vs 1/Pm, yaitu
y = 0,625x - 0,13 di mana nilai m adalah slope dan c adalah nilai Kabs.
tan a 0,625

tan a 0,625
b 4,8
c 0,13
Menghitung Kreal (K*)
b
K* = Kabs x 1
P
-4,8
K*0,25 = -0,13 x (1+ ) = 0,86 darcy
0,625
-4,8
K*0,75 = -0,13 x (1+ ) = 0,702 darcy
0,75
-4,8
K*1 = -0,13 x (1+ ) = 0,494 darcy
1
K *0,25 + K *0,5 + K *1
K*rata-rata =
3
= 0,685 darcy
4.6.2 Liquid Permeameter
4.6.2.1. Hasil Percobaan
P = 1 atm
Luas core = 3,801 cm
Panjang core = 3 cm
Viskositas Liquid = 0,895 cp
Waktu alir = 380 detik
Volume Liquid = 50 ml
4.6.2.2. Hasil Perhitungan
VL
Permeabilitas (K)
A T P
0,895 50 3
K 0,093 darcy
3,801 380 1
4.6.3. Grafik

Grafik 4.1.
Kgas vs 1/Pmean
4.7. PEMBAHASAN
Praktikum Analisa Inti Batuan minggu kedua acara pertama berjudul
Pengukuran Permeabilitas. Percobaan pengukuran permeabilitas bertujuan untuk
menentukan nilai permeabilitas absolut dengan menggunakan gas permeameter
dan liquid permeameter, dan mengetahui aplikasi-aplikasinya di lapangan. Alat-
alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu gas permeameter dan liquid
permeameter. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu sampel core, air, dan
gas nitrogen. Prinsip kerja yang diterapkan pada percobaan ini yaitu menghitung
laju alir dari fluida yang memasuki sampel core.
Percobaan ini dimulai dengan mempersiapkan sampel core ke dalam core
holder dan dipasang pada gas permeameter. Sebelum mengalirkan gas, pastikan
terlebih dahulu bahwa regulating valve sudah tertutup. Alirkan gas nitrogen
melalui gas inlet pada alat gas permeameter. Pada pengukuran permeabilitas
absolut fasa gas digunakan gas nitrogen yaitu dikarenakan gas nitrogen tidak akan
membasahi butiran di dalam core dan juga alirannya bersifat laminer. Kemudian
putar flowmeter selector valve pada tanda large. Buka regulating valve,
putarkan sampai pressure gauge menunjukkan angka 0,25 atm. Lanjutkan
pengaturan pressure gauge sampai tekanan 0,5 atm dan 1 atm. Jika pembacaan
terhadap flowmeter di bawah angka 20, putar selector valve ke medium sampai
small. Selanjutnya yaitu pencatatan terhadap flowmeter dan tekanan untuk
diplotkan ke dalam grafik gauge reading vs flowmeter reading vs flow rate untuk
mengetahui flow rate suatu fluida melalui pori sampel core sehingga dapat
ditentukan nilai K. Pada saat menggunakan gas permeameter, dilakukan
pembacaan flowmeter berdasarkan tekanan pada pressure gauge sebanyak tiga
kali. Hal ini dikarenakan adanya efek Klinkenberg, sehingga harus dilakukan
koreksi pada perhitungan permeabilitas absolut fasa gas karena hasil K terbaca
lebih besar dari K seharusnya. Percobaan kemudian dilanjutkan pada alat liquid
permeameter, yaitu untuk mengetahui permeabilitas absolut fasa liquid dari suatu
sampel core. Mula-mula mempersiapkan sampel core ke dalam core holder dan
memasangnya pada liquid permeameter. Kemudian isikan air sebanyak 50 cc pada
buret. Kemudian tekanan pada pressure gauge diatur. Setelah itu dilakukan
pencatatan terhadap waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida dari batas
atas hingga batas bawah baret, sehingga bersamaan dengan data volume air yang
diisikan pada buret didapatkan nilai flow rate.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh plug H, didapatkan nilai Kgas
masing-masing tekanan yaitu 0,866 darcy pada tekanan 0,25 atm, 0,693 darcy
pada 0,5 atm, dan 0,491 darcy pada tekanan 1 atm. Kemudian setelah diplotkan
dengan 1/Pmean didapatkan trend dengan persamaan y = 0,625x 0,129, semakin
kecil kemiringan garis (semakin besar tekanan), koreksi Kgas semakin kecil.
Kemudian didapatkan juga faktor Klinkenberg sebesar -4,8 dan melalui
perhitungan kemudian didapat nilai K*rata-rata sebesar 0,685 darcy. Sedangkan Kabs
pada liquid didapatkan nilai sebesar 0,093 darcy.
Aplikasi lapangan dari penentuan permeabilitas yaitu, dalam aspek
reservoir untuk mengetahui seberapa besar potensi suatu batuan bila dijadikan
reservoir dengan melihat nilai permeabilitasnya. Jika memiliki nilai permeabilitas
besar maka berpotensi menjadi sumur yang produktif. Kemudian pada aspek
produksi, permeabilitas digunakan untuk menentukan laju alir produksi.
4.8. KESIMPULAN
1. Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh plug H didapatkan data
kuantitatif sebagai berikut.
Kgas (0,25 atm) = 0,866 darcy
Kgas (0,5 atm) = 0,693 darcy
Kgas (1 atm) = 0,491 darcy
K*gas (0,25 atm) = 0,86 darcy
K*gas (0,5 atm) = 0,702 darcy
K*gas (1 atm) = 0,494 darcy
K*rata-rata = 0,685 darcy
Kliq (1 atm) = 0,093 darcy
2. Pembacaan flowmeter dengan mengatur tekanan pada pressure gauge
sebanyak tiga kali disebabkan adanya efek Klinkenberg pada
penentuan permeabilitas gas yang menyebabkan hasil K terbaca lebih
besar dari K seharusnya.
3. Aplikasi lapangan dari percobaan pengukuran permeabilitas yaitu
untuk mengetahui permeabilitas batuan dan laju alir produksi.

Anda mungkin juga menyukai