Anda di halaman 1dari 2

1.

KRITIK
dalam novel ini tidak begitu djelaskan apa yang sebenarnya diimpikan oleh tokoh Arai.
juga ketidakjelasan tempat para tokoh , semula para tokoh berada disekolah , namun
setelah itu alur menjadi alur mundur , dan setelah itu para tokoh tersebut berada di
pekarangan. Hal itu membuat para pembaca berimajinasi sendiri bagaimana para tokoh
tersebut berada di dua tempat yang berbeda tanpa adanya penjelasan bagaimana proses
terjadinya .
SARAN:
Seharusnya penulis menjelaskannya secara rinci agar pembaca tidak bingung pada saat
membaca alur tersebut .
2. KRITIK
Banyak menggunakan bahasa kiasan, sehingga bagi pembaca awam cukup kesulitan
memahaminya.
SARAN:
Seharusnya penulis menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pembaca
3. KRITIK
Kurang adanya krisis dan penciptaan konflik. Antar bagian per bagian juga ada unsur yang
kurang padu. Tata bahasanya juga masih ada yang kurang dapat dimengerti (kurang runtut).
SARAN:
Seharusnya penulis lebih menciptakan pencapaian konflik agar pembaca terbawa suasana
dalam mebaca novel tersebut.
4. KRITIK
Daftar glosarium yang terlalu banyak sehingga agak menyulitkan pembaca
SARAN:
Sebaiknya jangan terlalu banyak daftar glosarium sehingga tidak menyulitkan para pembaca
novel tersebut

5. KRITIK
Dalam pembacaan novel ini perlu pemahaman yang cukup lama karena ada beberapa
bab/mozaik yang ceritanya tidak selaras dengan alur cerita. Seperti adanya Mozaik ke-8 yang
membahas tentang Afganistan. Dalam mozaik itu pembaca merasa bingung karena cerita
yang disampaikan tidak sesuai alur.

SARAN: Seharusnya penulis menulis novel membahas sesuatu yang selaras dengan alur sehingga
pembaca tidak merasa bingung
6. KRITIK
adanya pemilihan kata (diksi) yang tinggi dalam novel ini. sehingga pembaca harus paham
betul tentang apa yang penulis ceritakan.
SARAN:
Seharusnya penulis memilih kata yang tidak terlalu tinggi yang membuat para pembaca gagal paham
dalam setiap apa yang penulis ceritakan

7. KRITIK
di dalam novel tersebut berisi bahasa melayu yang sulit dimengerti. Karena tidak semua
pembaca mengerti tentang bahasa Melayu.
SARAN:
Sebaiknya penulis tidak terlalu banyak menggunakan bahasa melayu karena tidak semua
pembaca dapat mengerti. Setidaknya penulis memberikan terjemahan.

8. KRITIK
Novel terlalu tebal dan membuat para pembaca malas untuk membaca.
SARAN
Sebaiknya penulis membuat novel tidak terlalu tebal.

9. KRITIK
Sampul buku kurang menarik
Saran: sebaiknya penulis membuat sampul yang lebih berwarna dan menggambarkan
keempat pemain dalam novel tersebut
10. KRITIK
Kertas novel kurang menarik dan penulisan tahun penerbit terllu kecil
Saran
sebaiknya penulis mengubah jenis kertas dan ukuran tulisan tahun penerbitan agar dapat
terlihat jelas dan menarik perhatian pembaca.