Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PERENCANAAN
Pendahuluan

Setiap pertandingan atau perlombaan, baik yang berskala besar maupun kecil memerlukan
pengelolaan yang sebaik-baiknya. Kegiatan penyelenggaraan di meliputi tahap perencanaan,
pelaksanaan, clan penilaian Berta pelaporan. Sesuai dengan ciri utama olahraga (terutama olahraga
prestasi) yang mengutamakan prinsip pencapaian prestasi, penciptaan rekor, atau perolehan gelar
juara, maka tujuan utama perlombaan atau pertandingan ialah menentukan siapa terunggul atau
terbaik. Bersamaan dengan hal itu ada tujuan pelengkap lainnya, seperti pemanduan bakat,
pengukuran hasil latihan atau sebagai kesempatan untuk menilai kemajuan aspek yang lebih khas,
umpamanya yang berkenaan dengan keterampilan, kemampuan fisik, atau aspek mental.

Sesuai dengan ciri utama olahraga (terutama olahraga prestasi) yang mengutamakan prinsip
pencapaian prestasi, penciptaan rekor, atau perolehan gelar juara, maka tujuan utama perlombaan
atau pertandingan ialah menentukan siapa terunggul atau terbaik. Bersamaan dengan hal itu ada
tujuan pelengkap lainnya, seperti pemanduan bakat, pengukuran hasil latihan atau sebagai
kesempatan untuk menilai kemajuan aspek yang lebih khas, umpamanya yang berkenaan dengan
keterampilan, kemampuan fisik, atau aspek mental.

Penyelenggaraan pertandingan melibatkan sejumlah faktor yang cukup rumit. Oleh karena itu
dibutuhkan pengorganisasian kegiatan yang didukung oleh tenaga pelaksana yang terampil. Sebagai
contoh, pesta olahraga atau kejuaraan yang berskala nasional melibatkan sejumlah orang yang
bertanggung jawab untuk melaksanakan tugasnya masing-masing, misalnya: dalam bidang
keamanan, acara pembukaan atau penutupan, fasilitas olahraga, penginapan, angkutan, periklanan,
publikasi, kesekretariatan, keuangan, clan pertandingan.

Muhyi Faruq (2008:17) permainan sepak bola merupakan bentuk kegiatan fisik yang
memberikan manfaat pada kebugaran tubuh dan mental serta social, yakni prestasi. Pada
kajian ini lebih menyoroti pada permainan dan olahraga sepak bola kaitannya dengan
kebugaran tubuh. Permainan ini masuk dalam aktifitas gerak olahraga, karena bentuk aktifitas
fisik yang terstruktur, terencanadan berkesinambungan dengan tujuan untuk kebugaran tubuh
yang lebih baik.

Agus Salim (2008: 10) dijelaskan pada dasarnya sepakbola adalah olahraga yang memainkan
bola dengan mengunakan kaki. Tujuan utamanya dari permainan ini adalah untuk mencetak
gol atau skor sebanyak-banyaknyan yang tentunya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan. Untuk bisa membuat gol harus tangkas, sigap, cepat, dan baik dalam
mengontrol bola.

Sepakbola adalah permainan beregu yang menggunakan bola sepak dari dua kelompok yang
berlawanan yang masing-masing terdiri atas sebelas pemain (Hasan Alwi dalam KBBI
2003:918).

Menurut Muhajir (2007:22), Sepakbola adalah suatu permainan yang dilakukan dengan
jalan menyepak, yang mempunyai tujuan untuk memasukkan bola kegawang lawan dengan
mempertahankan gawang tersebut agar tidak kemasukan bola.

Menurut Joko Purwanto (2004:7), pengertian sepakbola adalah suatu bentuk permainan
beregu yang menggunakan bola besar, dimainkan oleh dua regu, dan tiap-tiap regu terdiri dari
11 pemain.

Menurut Luxbacher (2008: 2) menyatakan bahwa pertandingan sepakbola dimainkan oleh


dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang. Masing-masing tim mempertahankan
gawang dan berusaha menjebol gawang lawan.

Pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Sepakbola adalah permainan beregu yang
menggunakan bola sepak dan dimainkan oleh dua kesebelasan yang berlawanan, yang
masing-masing terdiri dari sebelas orang pemain dan salah satunya penjaga gawang.

Tujuan :

Berdasarkan perumusan masalah yang akan di tanyakan sebagai panduan dalam pembuatan
makalah ini, Perlu kiranya memerlukan tujuan pembahasan sebagai jawaban atas perumusan
masalah. Adapun tujuan pembahasan sebagai berikut :

1. Menjelaskan tentang definisi dari pertandingan


2. Menjelaskan tentang definisi dari organisasi pertandingan

3. Menjelaskan tentang langkah pengorganisasian dalam pertandingan

4. Menyebutkan macam-macam pertandingan

Alat dan bahan:

Ukuran lapangan standar

1. Ukuran: panjang 100-110 m x lebar 64-75 m


2. Garis batas: garis selebar cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan
garis melintang tengah lapangan; m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau
papan
3. Daerah penalti: busur berukuran 18 m dari setiap pos
4. Garis penalti: m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah m ( m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun
dari pelemparan
7. Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola

1. Ukuran: 68-70 cm
2. Keliling:10 cm
3. Berat: 410-450 gram
4. Lambungan: 1000 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: karet atau karet sintetis (buatan)

Tim

1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 11, salah satunya penjaga gawang
2. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan(tidak termasuk cedera): 4
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 12
4. Jumlah wasit: 1
5. Jumlah hakim garis: 2-4
6. Batas jumlah pergantian pemain: 3 kecuali pertandingan uji coba

Perlengkapan permainan

1. Kaos bernomor
2. Celana pendek
3. Kaos kaki
4. Pelindung tulang kering
5. Alas kaki bersolkan karet

Lama permainan
1. Lama normal: 245 menit
2. Lama istirahat: 15 menit
3. Lama perpanjangan waktu: 215 menit (bila hasil masih imbang setelah 2 x 45 menit waktu
normal)
4. Ada adu penalti jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai.
5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6. Waktu pergantian babak: maksimal 15 menit

Objek atau Subjek Penelitian


Lapangan Unimed
Jadwal Pelaksanaan
Tanggal Kegiatan
11 Oktober 2016 Menentukan topik dan judul
Menentukan objek dan subjek penelitian
Merencanakan bentuk pengambilan data
12 Oktober 2016 Membuat pertanyaan untuk wawancara
13 Oktober 2016 Mengunjungi sekolah pertama untuk mengambil data
13 Oktober 2016 Mengunjungi sekolah kedua untuk mengambil data
14 Oktober 2016 Mengunjungi sekolah ketiga untuk mengambil data
14 Oktober 2016 Mengunjungi sekolah keempat untuk mengambil data
15 Oktober 2016 Mengunjungi sekolah kelima untuk mengambil data
15 Oktober 2016 Menyimpulkan data
16 Oktober 2016 Menyelesaikan perencanaan
17 Oktober 2016 Menyelesaikan bagian pelaksanaan
17 Oktober 2016 Menyelesaikan laporan dan evaluasi
BAB II
PELAKSANAAN

uatu pertandingan akan berjalan dengan baik bila memiliki perencanaan yang baik.
Perencanaan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh petugas yang akan bekerja sama
menengani suatu pertandingan. Setiap pertandingan atau perlombaan, baik yang berskala
besar maupun kecil memerlukan pengelolaan yang sebaik-baiknya. Kegiatan
penyelenggaraan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian, serta pelaporan.

Penyelenggaraan pertandingan melibatkan sejumlah faktor yang cukup rumit. Oleh karena itu
dibutuhkan pengorganisasian kegiatan yang didukung oleh tenaga pelaksana yang terampil.
Suatu pertandingan akan berjalan dengan baik bila memiliki perencanaan yang baik.
Perencanaan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh petugas yang akan bekerja sama
menengani suatu pertandingan. Perencanaan itu diawali dengan susunan panitia sesuai
dengan acara penyelenggaraan.

Contoh bentuk susunan kepanitiaan suatu pertandingan atau event olahraga adalah sebagai
berikut:

Panitia Pertandingan

Tugas Panitia
Ketua Pertandingan

Bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan pertandingan, mulai dari perencanaan,


pelaksanaan dan pembubaran.
Wakil Ketua

Bertugas membantu semua tugas ketua dan mewakili segala pekerjaan ketua bila ketua
berhalangan hadir.
Sekretaris

Bertanggung jawab dan berkuasa atas segala pekerjaan administratif serta mengelola
kegiatan surat-menyurat
Bendahara

Bertanggungjawab atas keluar masuknya uang dan harus cakap dalam mengatasi segala
kepentingan yang terkait dengan dana demi lancarnya penyelenggaraan pertandingan.
Panitia Hakim

Wajib memutuskan segala perselisihan atau pengaduan yang terjadi serta wajib mengawasi
kepatuhan peserta pertandingan terhadap peraturan-peraturan pertandingan.
Seksi-seksi

Disesuaikan dengan kebutuhan dan tugas masing-masing

2. PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN

Penyelenggaraan pertandingan adalah kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pertandingan


atau perlombaan cabang-cabang olahraga. Pemberian pengetahuan penyelenggaraan
pertandingan ini bertujuan agar para pengurus perkumpulan olahraga mampu merencanakan,
mengatur cara-cara pertandingan, mengadakan pencatatan-pencatatan hingga
penyelenggaraan itu berjalan lancar dan tertib.

Penyelenggaraan pertandingan umumnya dipimpin oleh pemimpin pertandingan atau lazim


juga disebut ketua teknik pertandingan. Setelah tujuan penyelenggaraan pertandingan
ditentukan, maka langkah-langkah pelaksanaan penyelenggaraan pertandingan harus melalui
empat tahap, yaitu :

1. Langkah Persiapan

A. Menentukan Bidang Tugas dan Struktur Organisasi

Luasnya tugas pemimpin pertandingan sangat ditentukan oleh tujuan dan sifat usaha kerja
sama. Makin besar sifat penyelenggaraan pertandingan, makin besar pula bagian-bagian yang
diurusi dalam satuan organisasi yang dipimpinnya.

B. Penentuan Tenaga Kerja (Staffing)

Penentuan tenaga kerja adalah suatu aktivitas untuk memperoleh tenaga. kerja yang cakap
dan dalam jumlah Yang sesuai dengan pembidangan yang telah ditentukan.

C. Penentuan Anggaran

Dalam penentuan anggaran perlu diketahui dari mana sumber keuangan untuk kebutuhan
penyelenggaraan pertandingan juga dipikirkan berapa besar kebutuhan untuk
penyelenggaraan pertandingan tersebut.

D. Penentuan Peserta

Siapakah yang diperbolehkan atau dapat mengikuti pertandingan, dapat dibagi dalam dua
jenis kelompok, yaitu:

1) Menurut sifat pertandingan dibedakan:

1.1) Pertandingan seleksi (pertandingan penyisihan)

1.2) Pertandingan invitasi (pertandingan terbatas berdasarkan undangan yang telah


ditentukan)
1.3) Pertandingan kompetisi (pertandingan yang digunakan dalam turnamen)

Besar kecilnya suatu pertandingan ditentukan oleh skala pertandingan itu sendiri, misalnya
pertandingan tingkat daerah, nasional, atau internasional.

2) Pembatasan peserta

2.1) Terbatas berdasar undangan yang telah ditentukan (invitasi)

2.2) Terbatas sesuai dengan peraturan dan lingkungan daerah tertentu seperti antar
perkumpulan, Pengda (Pengurus Daerah), POM, Asian Games, Olimpiade, dan sebagainya.

2.3) Pertandingan terbuka, Sebuah pertandingan yang dapat diikuti oleh umum

E. Undangan untuk Peserta

Setelah ditentukan pesertanya, segera memberikan undangan dengan atau pemberitahuan


disertai syarat-syarat yang harus dipenuhi, serta pengumuman yang diperlukan.

Pengumuman adanya pertandingan terdiri dari :

a. Tempat pertandingan

b. Waktu atau Pelaksanaan pertandingan

c. Sifat pertandingan ( mengapa diadakan )

d. Pendaftaran

o Kapan batas waktu pendaftaran

o Syarat-syarat pendaftaran ( biaya pendaftaran, batas usia, jenis kelamin)

F. Menyiapkan Alat dan Tempat Pertandingan

Alat-alat dan tempat pertandingan harus sesuai dengan kebutuhan, baik mengenai jumlah
maupun syarat--syaratnya sesuai dengan peraturan permainan.

Penentuan tempat pertandingan perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

WC untuk para pengunjung harus cukup airnya dan bersih.

Meja, beberapa meja yang dapat dipasang dalam gedung tersebut.

Tempat parkir.

Tempat pemain harus dipisahkan dari tempat penonton.


Kursi untuk para wasit, meja panitia, kursi panitia dan lain sebagainya.

Pengeras suara.

Listrik apakah cukup terang atau perlu penambahan.

Kamar ganti pakaian.

G. Acara Pertandingan

Acara pertandingan dapat ditentukan dengan mengingat faktor-faktor, jumlah peserta, jumlah
hari yang tersedia, lapangan, alas, petugas yang tersedia, cara pertandingan yang dipakai dan
tersedianya biaya.

H. Menyusun Peraturan Pertandingan

Peraturan pertandingan adalah peraturan-peraturan yang dibuat dengan tujuan untuk menjaga
kelancaran dan ketertiban selama pertandingan berlangsung, antara lain berisi :

1) Penentuan peserta (bermain sportif)

2) Peraturan permainan yang dipakai

3) Penyimpangan-penyimpangan peraturan permainan (permainan tidak sportif atau sengaja


untuk menciderai lawan, menyabotase hasil pertandingan akan di diskualifikasi)

4) Sistem pertandingan yang digunakan

Sistem pertandingan adalah sistem yang dipakai dalam suatu turnamen, biasanya olahraga,
yang mempertemukan setiap peserta dengan peserta lainnya secara lengkap. Sebagai contoh
dalam suatu turnamen dengan delapan peserta, setiap peserta akan bertemu atau bertanding
dengan tujuh peserta lainnya. Sistem pertandingan dibentuk untuk mendapatkan pemenang
dalam suatu kompetisi.

Sistem Pertandingannya

Sistem satu lawan satu (dual meet)

Sistem segitiga tournoi, yaitu pertandingan yang diikuti oleh tiga peserta
perorangan/beregu/kesebelasan/rombongan.Setiap peserta harus bermain atau berhadapan
dua kali.

Sistem gugur, Sistem gugur ialah tatacara pelaksanaan pertandingan yang menetapkan
bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak sebelumnya tidak berhak
mengikuti pertandingan mengikuti pertandingan tahap selanjutnya. Sistem gugur terbagi
menjadi dua yaitu :
- Sistem gugur tunggal : peserta yang telah kalah satu kali tidak punya kesempatan
untuk melakukan pertandingan kembali

- Sistem gugur ganda : peserta yang telah kalah satu kali masih memiliki kesempatan
bertanding kembali sampai dengan gugur dua kali

Beberapa ciri sistem gugur ialah sebagai berikut :

o Yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan babak berikutnya.

o Pemenang lawan pemenang

o Peserta yang tak terkalahkan sebagai juara pertama.

Sistem Kompetisi, sistem pertandingan ini mengharuskan semua peserta bertemu satu kali
dalam pertandingan/saling bertemu

Beberapa ciri sistem kompetisi :

o Peserta relatif sedikit

o Kualitas peserta relatif seimbang

o Biaya, peralatan, petugas relatif mencukupi

o Pemenang atau juara yang muncul diharapkan dapat menggambarkan prestasi yang
sebenarnya.

Sistem Pool (Grup), yaitu sistem pertandingan dengan mengurangi jumlah pertandingan
tanpa merugikan hak-hak peserta dan tetap menjalankan faktor-faktor keadilan. Di dalam tiap
pool dapat menggunakan sistem gugur atau sistem kompetisi tergantung pada waktu dan
jumlah pesertanya.

2. Menjelang Pertandingan

Kegiatan yang harus dilakukan saat menjelang mendekati pertandingan antara lain:

o Memeriksa kesempurnaan dan kelengkapan alat-alat serta lapangan pertandingan.

o Memeriksa kemampuan dan keterampilan para petugas.

Mengadakan technical meeting, untuk mengesahkan peraturan pertandingan.


o Mengadakan undian, bila cara pertandingan itu diadakan dengan sistem gugur atau sistem
pool.

o Menyusun wasit

Penyusunan wasit harus berdasarkan kemampuan wasit dan berat ringannya peserta yang
akan bertanding.

o Membuat pets yang diperlukan, agar para peserta mengetahui tempat-tempat yang akan
mereka butuhkan, misalnya: tempat bertanding, ruang ganti pakaian, tempat P3K, WC,
tempat penonton, sekretariat pertandingan dan lain sebagainya.

3. Saat Pertandingan Berlangsung

Kelancaran pertandingan harus terpelihara dengan baik. Ketertiban penonton juga harus
diperhatikan. Untuk menjaga ketertiban penonton tersebut, pengaturan tempat duduk
hendaknya serapih mungkin, mintalah bantuan tenaga keamanan dari kepolisian.

Hasil pertandingan harus segera diumumkan, agar penonton mengetahui keadaan sebelumnya
atau kemungkinan-kemungkinan pertandingan yang akan datang. Amankan semua peralatan
pertandingan, keluar dan masuknya peralatan harus tercatat. Simpanlah kembali peralatan itu
segera setelah selesai pertandingan.

4. Sesudah Pertandingan

A. Sesudah pertandingan berlangsung, secepatnya pemimpin pertandingan memberikan


laporan tentang:

1) Hasil-hasil pertandingan

2) Urutan juara

3) Keuangan

4) Penilaian petugas

5) Laporan tentang situasi keseluruhan pertandingan

B. Setelah pertandingan selesai, langkah selanjutnya yaitu melakukan pemeriksaan terhadap


semua kelengkapan peralatan dengan teliti

C. Ucapan terima kasih

Semua orang yang telah membantu terlaksananya pertandingan segera diberi ucapan terima
kasih agar mereka selalu bersedia kembali bila diminta bantuan.
3. MACAM-MACAM PERTANDINGAN

1. Open Turnamen

Pertandingan yang dapat diikuti oleh siapa saja, baik anggota maupun bukan anggota,
siapapun dapat ikut serta dalam pertandingan dengan syarat membayar biaya pendaftaran
yang telah ditentukan atau disepakati sebelumnya.

2. Invitation

Pertandingan yang pesertannya terbatas, hanya orang-orang tertentu yang telah di invite
(diundang) sebelumnya.

3. Eksibisi

Berupa pertunjukan atau peragaan yang bertujuan untuk menunjukan teknik-teknik


permainan yang bagus. Biasanya pertandingan ini diikuti oleh para pemain yang sudah
terkenal.

4. Competition

Pertandingan yang hanya boleh diikuti oleh anggota dari suatu organisasi atau perserikatan,
pertandingan ini dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu dan dilaksanakan terus menerus.

5. Campionship

Pertandingan yang diikuti oleh seluruh anggota dari perserikatan atau perkumpulan dan
persatuan cabang olah raga tertentu.

6. Games

Serangkaian pertandingan yang diadakan dan meliputi beberapa cabang olahraga, masing-
masing cabang olahraga menghasilkan juara-juaranya, biasanya pada pekan olahraga ini
disebut Games atau Pesta Olahraga

7. Try Out

Pertandingan yang digunakan untuk menilai atau menguji suatu latihan atau pemusatan
latihan.

BAB III

KESIMPULAN
Suatu pertandingan akan berjalan dengan baik bila memiliki perencanaan yang baik.
Perencanaan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh petugas yang akan bekerja sama
menengani suatu pertandingan. Perencanaan itu diawali dengan susunan panitia sesuai
dengan acara penyelenggaraan.

Penyelenggaraan pertandingan melibatkan sejumlah faktor yang cukup rumit. Oleh karena itu
dibutuhkan pengorganisasian kegiatan yang didukung oleh tenaga pelaksana yang terampil.
Suatu pertandingan akan berjalan dengan baik bila memiliki perencanaan yang baik.
Perencanaan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh petugas yang akan bekerja sama
menengani suatu pertandingan. Perencanaan itu diawali dengan susunan panitia sesuai
dengan acara penyelenggaraan.