Anda di halaman 1dari 19

Faktor yang Mempengaruhi Kekuatan

Konstruksi Beton

Dalam dunia konstruksi, beton mempunyai peran vital. Konstruksi beton merupakan penyusun
struktur sebuah bangunan. Kekuatan konstruksi beton menjadi tulang punggung berdiri atau
tidaknya bangunan. Lalu apa saja penyusun beton itu sendiri dan faktor apa yang mempengaruhi
kekuatannya? Berikut penjelasannya.

Kandungan semen

Semakin banyak bahan material semen yang akan Anda gunakan, maka akan dihasilkan
konstruksi beton bertulang yang kuat dan baik. Penggunaan semen berbanding lurus dengan
kekuatan konstruksi beton.

Kandungan Air

Semakin banyak air yang Anda gunakan, maka konstruksi beton yang dihasilkan semakin jelek.
Walaupun di dalam pengerjaan konstruksi beton ringan, jika air yang digunakan banyak,
konstruksi beton semakin mudah dikerjakan dan pekerjaan menjadi lebih ringan. Kuncinya
gunakan air sesedikit mungkin, hanya agar campuran konstruksi beton bisa dikerjakan (bisa
diangkut, dicor, dipadatkan dan di-finishing).

Campuran Air dan Bahan Material Semen atau Fakor Air Semen (FAS)

Semakin tinggi perbandingan campuran air dan bahan material semen maka konstruksi beton
malah semakin jelek. Untuk meningkatkan mutu konstruksi beton rumah harus mengurangi
perbandingan air dan bahan material semen.

Faktor air dan bahan material semen adalah perbandingan antara berat air dibandingkan dengan
berat bahan material semen. Jika air kita simbolkan dengan W, dan bahan material semen kita
simbolkan dengan C maka rumusnya adalah FAS= W / C, dimana berat jenis air adalah 1
kg/liter, dan berat jenis bahan material semen adalah 3150 kg/m3 (disyaratkan American
Standard Testing and Material).

Agregat (Pasir dan koral)

Campuran yang terlalu banyak pasir walapun akan menjadikan beton halus akan tetapi
kekuatannya sedikit berkurang, jika dibandingkan dengan campuran yang normal. Kekuatan
beton akan semakin menurun jika ketika pencampuran menggunakan molen terlalu lama.
Sebaliknya jika beton terdiri dari koral yang banyak, konstruksi beton akan menjadi kasar akan
tetapi kekuatannya mejadi lebih baik jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan
pasirnya lebih banyak.
BETON

PENDAHULUAN
Beton adalah Batuan buatan yang terjadi sebagai hasil pengerasan suatu campuran
tertentu dari semen, air dan agregat (batu pecah, kerikil, dan pasir).

Sejarah penemuan teknologi beton dimulai dari :


Aspdin (1824) Penemu Portland Cement;
J.L Lambot (1850 ) memperkenal konsep dasar konstruksi komposit (gabungan dua
bahan konstruksi yang berbeda yang bekerja bersama sama memikul beban);
F. Coignet (1861) melakukan uji coba penggunaan pembesian pada konstruksi atap, pipa
dan kubah;
Gustav Wayss & Koenen ( 1887) serta Hennebique memperkenalkan sengkang sebagai
penahan gaya geser dan penggunaan balok T untuk mengurangi beban akibat berat
sendiri;
Neuman melakukan analisis letak garis netral;
Considere menemukan manfaat kait pada ujung tulangan; dan
E. Freyssinet memperkenalkan dasar dasar beton pratekan.

Contoh Pemakaian Konstruksi Beton pada Jamannya


Bangunan kubah Pantheon didirikan th 27 SM;
Pemakaian Pot bunga dari beton yang menggunakan kawat anyaman (produk dipatenkan
oleh Joseph Monier tahun 1867);
Pembuatan kapal beton yang dilengkapi penulangan (tahun 1855);
Jembatan Lamnyong-Darussalam; dan
Menara Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Sejarah Analisis dasar perhitungan di Indonesia


PBI 1955 PBI 1971 yang lebih dikenal dengan perhitungan lentur cara n; dan
SK SNI 1991 ( T-15-1991-03) tentang Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton.

Sifat Beton
Campuran semen dengan air merupakan media pengikat
Agregat sebagai bahan pengisi (tidak mengadakan reaksi. Beton yang baik agregat harus
terbungkus seluruhnya oleh pasta semen begitu pula rongga-rongganya)
Kwalitas beton sangat tergantung pada kwalitas pastanya. maksudnya pasta tersebut
harus mempunyai kekuatan keawetan dan tahan terhadap air
Perbandingan air, semen dan agregat harus tepat
Klasifikasi Beton
Berdasarkan volume beton dibedakan atas:

1. Beton biasa (Ordinary concrete) : 1,80 g/cm3


2. Beton ringan (Light weight concrete) : 0,6 1,8 g/cm3
3. Beton penyekat panas (Heat insulation concrete) : 0,6 g/cm3

Berdasarkan pemakaian dibedakan atas:

1. Beton biasa = Beton bertulang (Reiforced concrete) untuk konstruksi-konstruksi yang


memikul beban
2. Beton bangunan air : Dalam pembuatan pintu air, terusan dsb
3. Beton khusus : Beton asam, tahan panas dsb

Sifat-sifat Dasar Beton


Beton harus memenuhi kekuatan yang direncanakan
Campuran beton harus mempunyai suatu mibilitas tertentu
Campuran beton tidak boleh mengalami segregasi (pemisahan selama pengecoran)

Kekuatan Beton
Beton sangat tahan terhadap tekanan dibanding terhadap gaya-gaya lainnya. kuat tekan
merupakan ciri yang terpenting dari kuat tidaknya beton
Kuat tekan beton tergantung

Klasifikasi Adukan
Adukan rigid (Kenyal) : dipakai dalam pembuatan beton bertulang
Adukan yang tidak begitu plastis : dipakai untuk bangunan teknik air, jalan dsb
Adukan beton plastis : Massa merupakan pasta

Beton dibedakan dalam 2 kelompok besar yaitu:

Beton keras

Sifat-sifat beton keras yang penting adalah kakuatan karakteristik, kekuatan tekan, tegangan
dan regangan, susut dan rangkak, reaksi terhadap temperatur, keawetan dan kekedapan terhadap
air . Dari semua sifat tersebut yang terpenting adalah kekuatan tekan beton karena merupakan
gambaran dari mutu beton yang ada kaitannya dengan strukturt beton. Berbagai test uji kekuatan
dilakukan pada beton keras ini antara lain:

1. Uji kekuatan tekan (compression test);


2. Uji kekuatan tarik belah (spillting tensile test);
3. Uji kekuatan lentur;
4. Uji lekatan antara beton dan tulangan; dan
5. Uji Modulus Elastisitas dan lain sebagainya.

Sifat sifat mekanis beton keras adalah :

A. Sifat jangka pendek atau sesaat


1. Kekuatan tekan.

Kuat tekan beton dipengaruhi oleh :


Perbandingan air semen dan tingkat pemadatannya.
enis semen dan kualitasnya .
Jenis dan lekak lekuk bidang permukaan agregat.
Umur (pada keadaan normal kekuatan bertambah sesuai dengan umurnya).
Suhu (kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu).
Efisiensi dan perawatan.

2. Kekuatan tarik
Kekuatan tarik beton berkisar seperdelapanbelas kuat desak beton pada waktu umurnya masih
muda dan berkisar seperduapuluh sesudahnya. Kekuatan tarik biasanya tidak diperhitungkan di
dalam perencanaan bangunan beton. Kuat tarik merupakan bagian penting di dalam menahan
retak retak akibat perubahan kadar air dan suhu.

3. Kekuatan geser
Di dalam praktek, kekuatan geser beton selalu diikuti oleh kekuatan desak dan tarik oleh lenturan
bahkan di dalam pengujian tidak mungkin menghilangkan elemen lentur.

B. Sifat jangka panjang


1. Rangkak
Rangkak adalah penambahan terhadap waktu akibat beton yang bekerja.
Faktor faktor yang mempengaruhi rangkak adalah:
a. Kekuatan
Rangkak dikurangi bila kenaikan kekuatan semakin besar
b. Perbandingan campuran
Bila fas dan volume pasta semen berkurang maka rangkak berkurang.
c. Agregat
d. Rangkak bertambah bila agregat makin halus)
e. Perawatan
f. Umur
g. Kecepatan rangkak berkurang sejalan dengan umur beton

2. Susut
Susut adalah berkurangnya volume elemen beton karena terjadi kehilangan uap air ketika terjadi
penguapan. Faktor faktor yang mempengaruhi besarnya susut adalah :
a. Agregat sebagai penahan susut pasta semen
b. Faktor air semen (semakin besar fas semakin besar pula efek susut)
c. Ukuran elemen beton (kelajuan dan besarnya susut akan berkurang bila volume elemen
betonnya semakin besar)
d. Kondisi lingkungan
e. Banyaknya penulangan
f. Bahan tambahan.

Beton segar

Ada 2 hal yang harus dipenuhi ketika membuat beton:

1. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu lama oleh beton yang mengeras,
seperti kekuatan, keawetan, dan kestabilan volume; dan
2. Sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu pendek ketika beton dalam kondisi
plastis (workability) atau kemudahan pengerjaan tanpa adanya bleeding dan segregation.

Walaupun begitu adalah penting untuk mendapatkan beberapa dari sifat workabilitas karena
penting untuk control kualitas. Pengukuran workabilitas yang telah dikembangkan antara lain:

1. Slump test;
2. Compaction test;
3. Flow test;
4. Remoulding test;
5. Penetration test; dan
6. Mixer test.

Parameter-parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah:

Kualitas semen;
Proporsi semen dalam campuran beton;
Kekuatan dan kebersihan agregat;
Ikatan/adhesi antar pasta semen dan agregat;
Pencampuran yang cukup dari bahan-bahan pembentuk beton; dan
Pemadatan beton dan perawatan.

Seperti disebutkan oleh L.J. Murdock dan K.M. Brock bahwa kecakapan tenaga kerja
adalah salah satu faktor penting dalam produksi suatu bangunan. 3 kinerja yang dibutuhkan
dalam pembuatan beton:

Memenuhi kriteria konstruksi yaitu mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai
nilai ekonomi;
Kekuatan tekan tinggi; dan
Durabilitas atau keawetan tinggi.
Agregat yang dipakai untuk campuran beton :

Agregat halus ( pasir ) dengan diameter maksimal 1 cm; dan


Agregat kasar ( split ) dengan diameter 2 cm atau lebih.

Hal hal penting yang berkaitan dengan sifat sifat beton segar adalah :

1. Kemudahan pengerjaan ( workability )


Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan adukan untuk diaduk, diangkut, dituang dan
dipadatkan.
Unsur unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan pengerjaan beton segar :
a. Jumlah air yang dipakai dalam campuran adukan beton.
b. Makin banyak air yang dipakai makin mudah beton segar dikerjakan.
c. Penambahan semen kedalam campuran yang diikuti dengan bertambahnya air pada campuran
untuk memperoleh nilai fas tetap.
d. Gradasi campuran pasir dan kerikil.
e. Pemakaian butir maksimum kerikil.
f. Pemakaian butir butir batuan yang bulat.

2. Pemisahan kerikil.
Kecenderungan butir butir kerikil untuk memisahkan diri dari campuran adukan beton disebut
segregation.
Kecenderungan pemisahan kerikil dapat diperbesar dengan cara:
a. Mengurang semen pada campuran adukan beton
b. Menambah jumlah air.
c. Memperbesar butir kerikil.
d. Memperkasar permukaan kerikil.

Pemisahan kerikil dari adukan beton kurang baik setelah beton mengeras Untuk mengurangi
kecenderungan pemisahan kerikil tersebut maka diusahakan hal hal sebagai berikut:
a. Memberikan air secukupnya ( sesuai dengan kebutuhan )
b. Adukan beton jangan dijatuhkan dengan ketinggian terlalu tinggi
c. Cara pengangkutan, penuangan maupun pemadatan harus mengikuti cara yang betul.

3. Pemisahan air
Kecenderungan air untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar yang baru saja
dipadatkan disebut bleeding.
Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara cara berikut:
a. Memberi lebih banyak semen.
b. Menggunakan air sesedikit mungkin.
c. Menggunakan pasir lebih banyak
Kelebihan Beton
Dapat dibentuk sesuai keinginan;
Mampu memikul beban tekan yang berat;
Tahan terhadap temperatur tinggi; dan
Biaya pemeliharaan rendah/ kecil.

Kekurangan Beton

Bentuk yang sudah dibuat sulit diubah;


Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi;
Berat;
Daya pantul suara besar;
Membutuhkan cetakan sebagai alat pembentuk;
Tidak memiliki kekuatan tarik;
Setelah dicampur beton segera mengeras; dan
Beton yang mengeras sebelum pengecoran, tidak bisa didaur ulang.

Menurut SNI-15-1990-03, untuk penggunaan beton dengan kekuatan tidak lebih dari 10 MPa
boleh menggunakan campuran 1 pc:2 psr:3 batu pecah/split dengan slump untuk pengukuran
pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm.
Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 MPa boleh menggunakan penakaran volume,
tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan tekan lebih dari 20 MPa harus menggunakan campuran
berat.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton
a. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh
pergantian panas dan dingin.
b. Daya perusak kimiawi, seperti air laut (garam), asam sulfat, alkali, limbah, dan lain-lain.
c. Daya tahan terhadap aus (abrasi) yang disebabkan oleh gesekan orang berjalan kaki, lalu
lintas, gerakan ombak, dan lain-lain.

Zat Zat yang Mengurangi Kekuatan Beton

Ditinjau dari aksinya, zat zat yang berpengaruh buruk pada beton dapat dibedakan menjadi tiga
yaitu:
a. Zat yang mengganggu proses hidrasi semen
b. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik
antara agregat dan pasta semen
c. Butiran butiran yang tidak tahan cuaca yang bersifat lemah dan menimbulkan reaksi kimia
antara agregat dan pastanya.
Zat zat pengganggu ini dapat berupa kandungan organik, lempung atau bahan bahan
halus lainnya, misalnya silt atau debu pecahan batu, garam, shale, lempung, kayu, arang, pyrites
(tanah tambang yang mengandung belerang), dan lain lain.

Evaluasi Pekerjaan Beton


Kekuatan beton yang diproduksi di lapangan cenderung bervariasi dari adukan ke
adukan. Besar variasi tergantung pada berbagai faktor antara lain:
a. Variasi mutu bahan (agregat) dari satu adukan dengan adukan berikutnya
b. Variasi cara pengadukan
c. Stabilitas pekerja

Pengawasan terhadap mutu beton yang dibuat di lapangan dilakukan dengan cara
membuat diagram hasil uji kuat tekan beton dari benda benda uji yang diambil selama
pelaksanaan. Dalam buku Perencanaan Campuran dan Pengendalian Mutu Beton (1994)
tercantum bahwa beton yang dibuat dapat dinyatakan memenuhi syarat (mutunya tercapai) jika
kedua persyaratan berikut terpenuhi:
a. Nilai rata rata dari semua pasangan hasil uji (yang masing masing pasangan terdiri dari
empat hasil uji kuat tekan) tidak kurang dari (fc+0,82 Sc).
b. Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata rata dari dua silinder) kurang dari 0,85fc.
Jika salah satu dari dua persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi, maka untuk adukan
berikutnya harus diambil langkah langkah untuk meningkatkan kuat tekan rata rata betonnya.
Khusus jika persyaratan kedua yang tidak terpenuhi maka selain memperbaiki adukan
beton berikutnya harus pula diambil langkah langkah untuk memastikan bahwa daya dukung
struktur beton yang sudah dibuat masih tidak membahayakan terhadap beban yang akan ditahan.
Langkah langkah itu antara lain:
a. Analisis ulang struktur berdasarkan kuat tekan beton sesungguhnya (actual)
b. Uji tidak merusak (non-destructive test), misalnya dengan Schmidt Rebound Hammer (Hamer
Test), Pull-out Tet, Ultrasonic Pulse Velocity Test, atau semi destructive test, yaitu uji bor inti,
dan sebagainya
Beton adalah material buatan atau ar tifisial (berbeda dengan kayu, dan baja) ,
yang terdiri dari beberapa campuran:
1. Semen
2. Air
3. Agregat (keriki l ) kasar dan halus.
4. zat aditif j ika diperlukan

Material -material ini dicampur dan diaduk dengan jumlah dan rasio ter tentu sehingga mudah
dipindahkan, ditempatkan (dituang) , dipadatkan (compact) , dan dibentuk (finish) , dan campuran
material tersebut akan mengeras dan menghasi lkan produk yang kuat dan tahan lama. Jumlah
dari masing-masing bahan yang dicampurkan (semen, air, agregat , dll) akan mempengaruhi proper
ti dari beton yang dihasilkan

KELEBIHAN BETON Sebagai Bahan Bangunan

Kekuatanya t inggi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan struktur seperti beton mutu K-
225,K-250,K-350 dan seterusnya.
Mudah dibentuk menggunakan bekisting sesuai dengan kebutuhan struktur bangunan.
Tahan terhadap temperatur tinggi jadi aman j ika ter jadi kebakaran gedung, atau set idaknya
masih member ikan kesempatan kepada penghuni pada saat bencana ter jadi .
Biaya pemeliharaan rendah karena setelah mengeras menjadi batu, asalkan besi tulangan berada
pada posisi yang baik didalam beton maka kemungkinan terjadinya karat dapat dikurangi
Lebih murah jika dibandingkan dengan baja
Mempunyai kuat tekan yang tinggi
Mudah didapat bahan bakunya, karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya
alam misalnya pasir beton dapat di temukan di pegunungan maupun didasar lautan
Mempunyai tekstur yang terlihat alami sebagai batuan sehingga dapat di fungsikan sebagai
bagian dari seni arsitektur
Umurnya tahan lama

Sedangkan KEKURANGAN BETON Sebagai Bahan Bangunan

Beton termasuk material yang mempunyai Berat jenis 2400 kh/cm2.


Kuat tarik kecil (9%-15%) dari kuat tekan
Menuntut ketelitian yang tinggi dalam pelaksanaanya

Agar struktur beton bertulang dapat ber fungsi dengan baik maka perlu di lakukan perhitungan struktur
dengan benar sehingga tercipta bangunan yang kuat dan ekonomis, secara garis besar perhitungan struktur
beton dapat dibedakan menjadi :
1. Perhitungan pondasi
2. Perhitungan kolom beton
3. Perhitungan balok beton
4. Perhitungan plat lantai beton
5. Dan bagian struktur lainya menyesuaikan kebutuhan struktur

SIFAT DAN KARAKTERISTIK BETON

Kuat tekan beton, yaitu kemampuan beton untuk menerima gaya tekan per satuan luas dan
dinyatakan dengan Mpa atau N/mm2.
Kemudahan pengerjaan, kemudahan pengerjaan beton juga merupakan karakteristik utama yang
juga diper timbangkan sebagai material struktur bangunan. Walaupun suatu struktur beton
dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi , rancangan tersebut juga harus dapat di
implementasikan di lapangan.
Rangkak dan susut
Nilai kuat tekan beton relatif tinggi dibanding kuat tariknya, dan beton merupakan bahan
berifat getas. Ni lai kuat tariknya hanya berkisar 9% - 15% saja dari kuat tekannya.
Pada struktur bangunan, umumnya beton diperkuat dengan batang tulangan baja sebagai bahan
yang dapat bekerja sama dan mampu membantu kelemahannya, terutama pada bagian yang
menahan tarik.

Umumnya, campuran beton memenuhi rasio sebagai berikut:

11% Semen Portland


41% Agregat kasar
26% Agregat halus
16% Air

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN BETON

Kualitas pasta semen, yaitu campuran antara semen dan air


Kualitas agregat, yaitu keriki l dan pasir
Kekuatan lekatan antara pasta semen dengan agregat

KOMPOSISI DAN CAMPURAN BETON

Pasta semen : 22% - 34% dari volume total beton


Volume absolute semen : 7% - 14% dari air yang sebanyak 15 - 20%
Agregat : 66% - 78%

SEMEN

Jika kadar semen dinaikkan, maka kekuatan dan durabi l i tas beton juga akan meningkat. Semen
(bersama dengan air ) akan membentuk pasta yang akan mengika tagregat mulai dar i yang pal ing
besar (kasar ) sampai yang pal ing halus.

AIR

Sebaliknya, penambahan air justru akan mengurangi kekuatan beton. Air cukup digunakan untuk
melarutkan semen. Air juga yang membuat adukan menjadi kohesif ,dan mudah dikerjakan (workable)
.

RASIO AIR-SEMEN

Biasa disebut dengan w/c ratio alias water to cement ratio. Jika w/c ratio semakin besar, kekuatan dan
daya tahan beton menjadi berkurang. Pada lingkungan tertentu, rasio air -semen ini dibatasi maksimal
0.40-0.50 tergantung sifat korosif atau kadar sulfat yang ada di lingkungan tersebut

KEKUATAN BETON DAN RASIO AIR- SEMEN

MUTU BETON

Tabel mutu beton per 1m^3 beton


KEKUATAN BETON TERHADAP WAKTU

Perkiraan Perkembangan Kekuatan Beton menurut SNI T-15-1990-03

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN BETON

Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah :

1. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh pergantian panas dan
dingin.

2. Daya perusak kimiawi, seper ti air laut (garam), asam sulfat, alkali , limbah, dan lain- lain.
3. Daya tahan terhadap aus (abrasi ) yang disebabkan oleh gesekan orang berjalankaki , lalu lintas,
gerakan ombak, dan lain- lain.

ZAT PENGGANGGU KEKUATAN BETON


Ditinjau dari aksinya,zat yang berpengaruh buruk tersebut pada beton dibedakan menjadi 3 macam
yaitu : 1. Zat yang mengganggu proses hidrasi semen
2. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik antara agregat dan
pasta semen.

3. Butiran-butiran yang kurang tahan cuaca, yang bersifat lemah dan menimbulkanreaksi kimia antara
agregat dan pastanya.

Zat-zat pengganggu ini dapat berupa kendungan organik, lempung, atau bahan-bahan halus lainnya,
misalnya silt atau debu pecahan batu, garam, shale lempung, kayu,arang, pyrites, (tanah tambang yang
mengandung belerang) , dan lain- lain

BETON SEGAR

Hal - hal penting yang berkaitan dengan sifat -si


fat beton segar, yaitu:

1. Kemudahan pengerjaan (workability). Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan adukan
untuk diaduk, diangkut , di tuang dan dipadatkan.

Unsur - unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan pengerjaan beton segar :


a. Jumlah air yang dipakai dalam campuran adukan beton. Makin banyak air yang dipakai makin mudah
beton segar diker jakan.
b. Penambahan semen kedalam campuran karena pasti diikuti dengan bertambahnya air campuran untuk
memperoleh nilai fas tetap.
c. Gradasi campuran pasir dan kerikil .
d. Pemakaian butir maksimum kerikil yang dipakai .
e. Pemakaian butir -butir batuan yang bulat
f. Cara pemadatan adukan beton menentukan sifat pengerjaan yang berbeda.

2. Pemisahan kerikil. Kecenderungan butir-butir kerikil untuk memisahkan diri dari campuran adukan
beton disebut segregation.

Kecenderungan pemisahan kerikil ini diperbesar dengan:


a. Campuran yang kurus (kurang semen).
b. terlalu banyak air.
c. Semakin besar butir kerikil .
d. Semakin kasar permukaan kerikil .

Pemisahan kerikil dari adukan beton berakibat kurang baik terhadap betonnya setelah mengeras. Untuk
mengurangi kecenderungan pemisahan kerikil tersebut maka diusahakan hal -hal sebagai berikut:

1. Air yang diberikan sesedikit mungkin


2. Adukan beton jangan di jatuhkan dengan ketinggian terlalu besar.
3. Cara pengangkutan, penuangan maupun pemadatan harus mengikuti cara- cara yang betul

3. Pemisahan air. Kecenderungan air campuran untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar
yang baru saja dipadatkan disebut bleeding.

Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara-cara berikut:


a. Memberi lebih banyak semen.
b. Menggunakan air sesedikit mungkin.
c. Menggunakan pasir lebih banyak .

BETON KERAS

Sifat jangka pendek atau sesaat , yang terdiri dari :

Kekuatan tekan

Kuat tekan beton dipengaruhi oleh:


1. Perbandingan airsemen dan tingkat pemadatannya.
2. Jenis semen dan kual itasnya (mempengaruhi kekuatan rata-rata dan kuat batas beton).
3. Jenis dan lekak- lekuk bidang permukaan agregat .
4. Umur (pada keadaan normal kekuatan bertambah sesuai dengan umurnya)
5. Suhu (kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu).
6. Efisiensi dan perawatan

Kekuatan Tarik

Kekuatan tarik beton berkisar 1/18 kuat tekan beton pada waktu umurnya masih muda dan berkisar
1/20 sesudahnya. Biasanya tidak diperhitungkan di dalam perencanaan bangunan beton. Kuat tarik
merupakan bagian penting di dalam menahan retak-retak akibat perubahan kadar air dan suhu.

Kekuatan geser

Di dalam praktek, geser dalam beton selalu di ikuti oleh tekan dan tarik oleh lenturan dan bahkan di
dalam penguj ian tidak mungkin menghi langkan elemen lentur.

Sifat Jangka Panjang:


Sifat jangka panjang, yang terdiri dari :

a. Rangkak
Rangkak adalah penambahan volume terhadap waktu akibat beton yang bekerja.
Faktor faktor yang mempengaruhi rangkak adalah:
- kekuatan (rangkak berkurang bi la kenaikan kekuatan semakin besar ) ,
- perbandingan campuran (bila fas dan volume pasta semen berkurang maka rangkak berkurang),
- semen,
- agregat (rangkak ber tambah bi la agregat makin halus), perawatan,
- umur(kecepatan rangkak berkurang sejalan dengan umur beton).

b. Susut
Susut adalah berkurangnya volume elemen beton jika terjadi kehilangan uap air karena penguapan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya susut adalah:
- agregat (sebagai penahan susut pasta semen) ,
- faktor air semen (semakin besar fas semakinbesar pula efek susut) ,
- ukuran elemen beton (kelajuan dan besarnya susut akan berkurang bila volume elemen betonnya
semakin besar)
- kondisi l ingkungan,
- banyaknya penulangan,
- bahan tambahan

KLASIFIKASI BETON

Klasifikasi beton menurut volumenya:


1. Beton biasa (Ordinary concrete) : 1,80 g/cm3.
2. Beton ringan (Light weight concrete) : 0,6 - 1,8 g/cm3.
3. Beton penyekat panas (Heat insulation concrete) : 0,6 g/cm3

Berdasarkan pemakaian dibedakan atas:


1. Beton biasa = Beton ber tulang (Reiforced concrete) untuk konstruksi -konstruksi yang
memikul beban
2. Beton bangunan air : Dalam pembuatan pintu air, terusan dsb
3. Beton khusus : Beton asam, tahan panas dsb

JENIS- JENIS BETON

Ferrosemen

Ferrosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara


memberikan suatu tulangan yang berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan
daktilitas pada mortar semen.
Beton Serat (Fibre Concrete)

Adalah bahan komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain
yang berupa serat. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retak-retak sehingga menjadikan beton
lebih daktai l daripada beton biasa. Jenis yang biasa dikenal adalah GRC (Glass-fibre Reinforced
Concrete)

Beton Non Pasir (No-Fines Concrete)

Adalah bentuk sederhana dari jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghi langkan bagian
halus agregat pada pembuatan beton. Tidak adanya agregat halus dalam campuran menghasi lkansuatu
sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massa beton, ser ta berkurangnya berat
jenis beton

Beton Siklop

Adalah beton normal / beton biasa, yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar. Ukuran
agregat kasar mencapai 20 cm, namun proporsi agregat yang lebih besar ini sebaiknya tidak lebih dari 20
persen agregat seluruhnya.

Beton Hampa
Adalah beton yang setelah diadukdan dituang serta dipadatkan sebagaimana beton biasa, air sisa
reaksi disedot dengan cara khusus, disebutcara vakum (vacuum method). Air yang tertinggal hanya air
yang dipakai untukreaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat.

Beton Mor tar

Adalah adukan yang terdiri dari pasir, bahan perekat, dan air. Mortar dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu : mortar lumpur, mortar kapur, dan mortar semen.

Sekian Dulu... Semoga Bermanfaat.. Postingan Berikutnya Akan Membahas Lebih Lanjut Mengenai
Beton...

03 Mar 2014

Diposkan oleh waode sulfia ningsi

Label: Kelautan, Perkapalan, Sipil