Anda di halaman 1dari 6

Nama : Agung Prabowo

NIM : 12 511 227

Macam-Macam Pondasi Dangkal

Pondasi merupakan bagian yang penting pada bangunan. Fungsi utamanya adalah
untuk meneruskan beban dari struktur bangunan ke tanah. Pondasi banyak sekali
macamnya, tergantung dari fungsi bangunan, bentuk bangunan, serta kondisi tanah.
Apa saja macam-macam pondasi?
Terdapat dua klasifikasi pondasi, ada pondasi dangkal, ada pondasi dalam.
Pondasi dangkal adalah pondasi yang tidak membutuhkan galian tanah terlalu dalam
karena lapisan tanah dangkal sudah cukup keras, apalagi bangunan yang akan dibangun
hanya rumah sederhana. Sedangkan pondasi dalam adalah pondasi yang membutuhkan
pengeboran dalam karena lapisan tanah yang baik ada di kedalaman, biasanya digunakan
oleh bangunan besar, jembatan, struktur lepas pantai, dsb.
Kekuatan pondasi dangkal ada pada luas alasnya, karena pondasi ini berfungsi
untuk meneruskan sekaligus meratakan beban yang diterima oleh tanah. Pondasi dangkal
ini digunakan apabila beban yang diteruskan ke tanah tidak terlalu besar. Misalnya, rumah
sederhana satu lantai, dua lantai, bangunan ATM, pos satpam, dan sebagainya.
Yang termasuk pondasi dangkal antara lain:
1. Pondasi Pasangan Batu Kali Menerus
Pondasi ini digunakan oleh sebagian besar rumah satu lantai (terutama rumah-
rumah di perumahan) di Indonesia. Pondasi ini dipasang menerus sepanjang dinding
bangunan untuk mendukung dinding serta kolom-kolom berdekatan.

Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pondasi Batu Kali


PEKERJAAN PONDASI
1. Pondasi bangunan yang dipakai adalah Pondasi Lajur Batu Kali untuk dinding luar
keliling ruangan sesuai gambar dan pondasi batu kali setempat sesuai gambar.
Pondasi Lajur Batu Kali, terdiri dari :
a. Alas pondasi dari pasir urug yang dipadatkan setebal 15 cm, ditimbris dan
disiram air sampai kepadatan maksimum.

b. Lantai kerja pondasi/aanstamping adalah batu kali setebal 20 cm di isi pasir


atau batu pecah pada celahnya hingga kokoh.

c. Material batu kali/belah yang keras, bermutu baik dan tidak cacat dan tidak
retak. Batu kapur, batu berpenampang bulat atau berpori besar dan terbungkus
lumpur tidak diperkenankan dipakai.
d. Adukan yang dipakai untuk pasangan pondasi dan berapen adalah 1pc :
5ps.Air yang digunakan harus bersih, tawar dan bebas dari bahan kimia yang
dapat merusak pondasi, asam alkali atau bahan organik.

f. Pasir pasang harus bersih, tajam dan bebas lumpur tanah liat, kotoran organik
dan bahan-bahan yang dapat merusak pasangan, untuk itu pasir yang akan
dipakai terlebih dahulu diayak lewat ayakan dengan diameter lubang sebesar
10 mm.

2. Penggalian pondasi lajur batu kali dilakukan dengan terlebih dahulu menetapkan
lay out, titik as pondasi tersebut dan ditentukan dengan teliti sesuai gambar dan
disetujui Direksi.

3. Pemeriksaan tiap galian pondasi dilaksanakan terhadap kebenaran


penempatannya, kedalaman, besaran, lebar, letak dan kondisi dasar galian.
Sebelum pemasangan pondasi dimulai izin dari Direksi mengenai hal tersebut
harus didapat secara tertulis.

4. Pemborong harus memperhatikan adanya stek tulangan kolom, stek tulangan ke


sloof dan sparing pipa plumbing yang menembus pondasi.

5. Karena adanya cut and fill, pemborong harus memperhatikan kedalaman pondasi
terhadap tanah dasar/keras.

Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah


aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan
lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).

Kelebihan :
Pelaksanaan pondasi mudah
Waktu pengerjaan pondasi cepat
Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)
Kekurangan :
Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.
2. Pondasi Telapak/Footplat
Pondasi telapak berbentuk seperti telapak kaki seperti ini.Pondasi ini setempat,
gunanya untuk mendukung kolom baik untuk rumah satu lantai maupun dua lantai. Jadi,
pondasi ini diletakkan tepat pada kolom bangunan.Pondasi ini terbuat dari beton
bertulang. Dasar pondasi telapak bisa berbentuk persegi panjang atau persegi.
Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas
tanah lembek. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah
kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali.
Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan
dimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat
dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)

Kelebihan :
Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya
Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal dari
pada pondasi batu belah.
Kekurangan :
Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai
umur beton).
Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan
galian tanah.
3. Pondasi Telapak Menerus
Pondasi telapak menerus adalah pondasi telapak yang dibuat memanjang
sepanjang dinding. Ini adalah versi menerus dari pondasi footplat. Seperti ilustrasi di
bawah ini.

4. Pondasi Umpak
Pondasi umpak dijumpai pada rumah kayu, rumah-rumah adat, rumah jaman
dulu. Pondasi jenis ini masih bisa ditemui di perdesaan, yang mayoritas rumahnya
masih berstruktur kayu. Rumah nenek anda pun mungkin masih menggunakannya.
Pondasi umpak merupakan pondasi setempat, terletak di bawah kolom kayu atau
bambu. Biasanya menggunakan material batu kali yang dipahat, pasangan batu
ataupun pasangan bata. Berhubung rumah seperti itu menggunakan material kayu
sebagai struktur utamanya, berat sendiri bangunan cukup ringan, sehingga pondasi ini
cukup kuat untuk meneruskan beban ke tanah.
5. Pondasi Rakit
Bila di kedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk diletakkan pondasi,
maka solusinya bisa menggunakan pondasi rakit. Pondasi rakit bisa digunakan untuk
mendukung bangunan yang terletak di tanah lunak. Selain itu, pondasi ini juga berguna
untuk mendukung kolom-kolom yang jaraknya terlalu berdekatan tidak mungkin
untuk dipasangi telapak satu per satu, solusinya yakni dijadikan satu kekakuan.
Pada gambar diatas, kolom-kolom yang tidak mungkin dipasangi telapak satu
per satu karena letaknya berdekatan. Solusinya, dijadikan satu dengan memberi cor-
coran beton. Pondasi rakit sejatinya adalah pelat beton bertulang.