Anda di halaman 1dari 3

FACT SHEET PRESS CONFERENCE

WAKIL MENTERI ESDM TENTANG PENGEMBANGAN NUKLIR


JUMAT, 3 SEPTEMBER 2017

1. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar hari ini Jumat (3/11) mengadakan
Focus Group Discussion (FGD) mengenai pro contra pengembangan nuklir.
FGD ini dihadiri oleh Kurtubi (Wakil DPR Komisi VII), Wakil Gubernur Bangka
Belitung, Kepala BATAN, Kemenko Perekonomian, Bappenas, Kementerian
Perindustrian , PT PLN (Persero), dan perwakilan universitas.

2. Enam tujuan FGD membahas:


a. Ketersediaan (resources, reserve, impor)
b. Teknologi (termasuk safety)
c. Sumber Daya Manusia (SDM)
d. Kesiapan masyarakat
e. Bisnis proses
f. Komersialisasi

3. Empat hal yang terjawab dalam FGD yaitu :


a. KETERSEDIAAN di Babel (resources)
Luas pelamparan aluvial diseluruh Bangka Belitung sekitar 400.000 ha,
sehingga potensi/sumberdaya: Thorium 120.000 ton, Uranium 24.000 ton,
dan Unsur Tanah Jarang 7.000.000 ton
b. TEKNOLOGI yang proven Uranium, di Bangka resources mayoritas
Thorium
Harga 12 cent per kWH (Rosotom), kapasitas komersial 1000 MW
PROVEN: 447 PLTN beroperasi di 31 negara, dan 61 negara sedang
konstruksi. Perancis kapasitas terbesar (75% bauran energi), Cina
paling aktif konstruksi.
Negara baru PLTN, UEA 4x1450 MW (2018), Belarus 2x1200 MW
(2018), Bangladesh 2x1200 MW (2023), Turki 4x1200 MW, 4x 1150
MW (2024).
Perlu waktu 10 tahun untuk mengoperasikan PLTN sejak
diputuskan go nuklir

4. Keekonomian tarif PLTN saat ini belum memadai.


Perhitungan tarif listrik PLTN di Bangka oleh Rosatom (Rusia)
sebesar 12 cent US$ per kWh. Belum ada perhitungan yang lebih akurat
spesifik, karena keekonomian PLTN sangat tergantung lokasi, meskipun
beberapa publikasi global ada yang menyatakan 3 cent US$ per kWh.
Subsidi akibat kemahalan listrik PLTN sebesar Rp. 3 triliun untuk 300
MW (harga jual 12 cent$ per kWh, harga beli maksimal PLN atau BPP
sebesar 7 cent$ per kWh.

5. Tambahan pembangkit listrik skala besar (diluar program eksisting)


belum mendesak dilakukan, karena demand listrik, mengikuti pertumbuhan
ekonomi.
35.000 MW pada 2019 disesuaikan menjadi 20.000 MW karena koreksi
pertumbuhan ekonomi menjadi 5% atau lebih rendah dari proyeksi awal
7%.

6. Penerimaan Masyarakat
Secara nasional diatas 77,5% lebih tinggi dari di Babel 56%. Turun 2011
karena Fukushima, dan turun 2012 karena PILKADA
Catatan penerimaan masyarakat