Anda di halaman 1dari 8

Shirlye N F1316095 Transfer B

KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka Konseptual Akuntansi

Profesi akuntansi telah menciptakan seperangkat standar dan aturan yang diakui
secara umum sebagai pedoman dalam pelaporan akuntansi, yang dinamakan prinsip
akuntansi yang diterima secara umum (generally accepted accounting principles, GAAP).
Kemudian, guna mewadahi berbagai kritik dan perkembangan yang terjadi dalam
penyelesaian dan pelaporan akuntansi, Financial Accounting Standard Board (FASB)
mengelurakan suatu kerangka kerja konseptual akuntansi (Conceptual Framework of
Accounting).
Kerangka kerja konseptual adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan
konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar
yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan
laporan keuangan.

Tujuan Kerangka Konseptual:


1. Memungkinkan FASB/IAPI menerbitkan standar-standar yang lebih berguna dan
konsisten dari waktu ke waktu
2. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan atas pelaporan
keuangan, dan akan meningkatkan komparabilitas antar laporan keuangan.
3. Dengan bantuan kerangka kerja konseptual para akuntan praktisi diharapkan dapat
mengesampingkan alternatif-alternatif tertentu secara cepat dan kemudian berfokus pada
perlakuan yang rasional dan dapat diterima (standar yg merujuk pd conceptual framework).
4. Masalah-masalah praktis yang baru muncul, sehingga dapat dengan cepat dipecahkan
dengan referensi kerangka teori dasar yang sudah ada.

Kerangka kerja konseptual akuntansi terdiri atas empat unsur, yaitu:


1. Level Pertama (Tujuan Laporan Keuangan)
Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang:
Shirlye N F1316095 Transfer B

a. Bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit


b. Membantu penilaian arus kas pada masa yang akan datang
c. Membantu mengidentifikasi sumberdaya perusahaan (harta), kewajiban, serta perubahan
kedua unsur tersebut.
2. Level Kedua (Karkteristik Mutu Informasi dan Elemen Laporan Keuangan)
Karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi
Agar Informasi berguna bagi pengambilan keputusan, maka informasi seharusnya
mempunyai karakterisitk kualitatif sebagai berikut :
a) Relevance
Informasi akuntansi dikatakan relevan jika informasi tersebut dapat digunakan dalam
keputusan yang berbeda. Persyaratan informasi yang relevan, antara lain harus
mengandung unsur-unsur predictive value, feedback value, dan timeliness.
b) Reliability
Informasi akuntansi dikatakan reliable jika informasi tersebut tidak mengandung
unsur kesalahan dan tidak bias. Informasi yang reliable harus mengandung unsur-
unsur antara lain veriable, faithful representation, dan neutral.
c) Comparability dan Consistency
Comparability dapat dilakukan jika perusahaan-perusahaan berbeda menggunakan
metode akuntansi yang sama maka informasi yang dihasilkan dapat dikomparasi
antara satu perusahaan dan perusahaan yang lain. Consistencymengandung arti bahwa
perusahaan seharusnya menggunakan metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahu
secara konsisten (tidak berubah).
Elemen-elemen laporan keuangan terdiri atas:
a. Harta (assets)
b. Kewajiban (liabilities)
c. Modal pemilik (net asserts)
d. Investasi oleh pemilik (distribution by owners)
e. Distribusi kepada pemilik (distribution to owners)
f. Pendapatan (revenue)
g. Biaya (expense)
h. Laba komprehensif (comprehensive income)
i. Laba (gain)
j. Rugi (loss)
3. Level Ketiga (Asumsi, Prinsip, Kendala)
Pedoman operasi dalam kerangka kerja konseptual akuntansi terdiri atas asumsi, prinsip, dan
kendala akuntansi.
a. Ansumsi-ansumsi dalam akuntansi adalah sebagai berikut:
Unit moneter (moneter unit)
Bahwa hanya transaksi yang dapat diukur dengan nilai moneter yang boleh dicatat dalam
catatan akuntansi.
Entitas ekonomi (economic entity)
Bahwa transaksi ekonomi harus dapat diidentifikasi ke dalam sebuah unit pertanggung
jawaban tertentu, dengan kata lain, economic entitiy merupakah wadah terjadinya transaksi
ekonomi.
Shirlye N F1316095 Transfer B

Periodisasi (time period)


Bahwa usia ekonomis dari sebuah entitas ekonomi dapat dibagi ke dalam periode-periode
tertentu untuk tujuan penilaian kinerja entitas tersebut.
Kesinambungan (going concern)
Bahwa sebuah entitas ekonomi didirikan dengan waktu yang tidak terbatas dalam usaha
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Prinsip-prinsip Akuntansi
Revenue Recognition
Terdapat dua alternatif pengakuan pendapatan, yaitu pengakuan pendapatan sebelum barang
diserahkan terutama akan diofokuskan pada pengakuan pendapatan terhadap kontrak
bangunan proyek jangka panjang dengan menggunakan metode persentase penyelesaian
(percentage of completion sales method) dan pengakuan pendapan dengan metode penjualan
cicilan (installment slaes method)
Matching Principle (expense recognition)
Prinsip ini mengandung bahwa beban yang terjadi selam periode tertentu disebabkan dalam
rangka memperoleh pendapatan sehingga beban yang terjadi mempunyai fungsi berbeda-beda.
Full Disclosure Principle
Pada saat tertentu, unsur-unsur yang terdapat dalam laporan keuangan perlu dibuat yang
dinamakan dengan disclossure, antara lain mengenai metode akuntansi yang diterapkan oleh
perusahaan.
Cost Principle
Prinsip ini menyatakan bahwa harta (assets) yang diperloeh harus dicatat sebesar nilai
perolehannya (historical cost).
c. Kendala
Keterbatasan-ketrbatasan dalam akuntansi meliputi, antara lain :
Materiallity
Materialis mengandung arti bahwa jika keberadaan atau ketidakberadaan sesuatu akan
mempengaruhi pengambilan keputusan yang dibuat.
Conservatism
Kecendrungan manajemen untuk melaporkan sumber daya (asstes) dan laba terlalu tinggi
(over-stated), sedangkan jika kewajiban (liabilities) dan kerugian terlalu rendah (understated)

PSAK No. 1 (Penyajian Laporan Keuangan)


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 berisi tentang penyajian laporan
keuangan, pedoman untuk struktur dan syarat minimum dalam penyajian laporan keuangan.
Tujuan pernyataan dalam PSAK No. 1 adalah menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan
keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut
Laporan Keuangan agar dapat dibandingkan, baik dengan laporan keuangan perusahaan
periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain. Pengakuan,
pengukuran,serta pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam Pernyataan
Standar Akuntansi terkait.
Shirlye N F1316095 Transfer B

PERUBAHAN PSAK 1 TAHUN 2013

Hal PSAK 1 2013 PSAK 2009

Judul Laporan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Laporan Laba


Komprehensif Lain Rugi Komprehensif

Definisi Memberikan definisi Tidak memberikan


Laba rugi, Pemilik, material, definisi tersebut
Penyesuaian Reklasifikasi, tidak
praktis, Total penghasilan
Komprehensif
Komponen Laporan posisi keuangan Laporan posisi
Laporan Laporan laba rugi dan keuangan
keuangan penghasilan komprehensif lain Laporan laba rugi
Laporan perubahan ekuitas komprehensif
Laporan arus kas Laporan perubahan
Catatan atas laporan keuangan ekuitas
Informasi kompratif Laporan arus kas
Catatan atas laporan
keuangan
Informasi Menambahkan persyaratan Tidak terdapat pengaturan
komparatif penyajian dan pengungkapan : tersebut
Informasi komparatif
minimum
Informasi komparatif
tambahan
Penyajian Disajikan berdasarkan kelompok: Disajikan dalam
penghasilan 1. Pos-pos yang akan kelompok
komprehensif direklasifikasi ke laba rugi Penghasilan komprehensif
lain 2. Pos-pos yang tidak akan lain
direklasifikasi ke laba rugi

Komponen laporan keuangan yaitu:


1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode
2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode
3. Laporan perubahan ekuitas selama periode
4. Laporan arus kas selama periode
5. Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi
penjelasan lain
6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif sebelumnya yang disajikan
ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya.
Shirlye N F1316095 Transfer B

Ketentuan Penyajian
Entitas dapat menyajikan suatu laporan tunggal laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, dengan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain disajikan dalam dua
bagian. Bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan terlebih dahulu
dikuti secara langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain. Entitas dapat
menyajikan bagian laba rugi dalam suatu laporan laba rugi terpisah. Jika demikian, laporan
laba rugi terpisah tersebut akan langsung mendahului laporan yang menyajikan penghasilan
komprehensif, yang dimulai dengan laba rugi.

Informasi Komparatif Minimum


Entitas menyajikan informasi komparatif terkait dengan periode sebelumnya untuk
seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali
diizinkan atau disyaratkan lain oleh SAK.
Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan
periode sebelumnya diungkapkan jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan
periode berjalan.
Entitas menyajikan minimal, dua laporan posisi keuangan, dua laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, dua laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), dua
laporan arus kas dan dua laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan
keuangan terkait.
Dalam beberapa kasus, informasi naratif yang disajikan dalam laporan keuangan
untuk periode sebelumnya masih tetap relevan pada periode berjalan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi, Penyajian Kembali, Retrospektif atau Reklasifikasi


Entitas menyajikan laporan posisi keuangan ketiga pada posisi awal periode
sebelumnya sebagai tambahan atas laporan keuangan komparatif minimum jika:
Entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, membuat penyajian
kembali retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan atau reklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangan; dan
Penerapan retrospektif, penyajian kembali retropsektif atau reklasifikasi memiliki
dampak material atas informasi dalam laporan posisi keuangan pada awal periode
sebelumnya.
Entitas menyajikan tiga laporan posisi keuangan pada:
Akhir periode berjalan
Akhir periode sebelumnya
Awal periode
Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Perubahan definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi
kepentingan nonpengendali (non-controlling interest
Penyajan kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan
sebagai pengurang laba LK konsolidasian
Shirlye N F1316095 Transfer B

Minimum line item Penyajian Neraca untuk nilai material disajikan secara terpisah,
namun jika tidak material dijelaskan dalam kelompok namun tetap ada penjelasan
terpisah.
Informasi minimal yang disajikan dalam laporan keuangan dapat ditambahkan jika
penambahan tersebut relevan.
Penyajian dalam line sendiri atau dalam notes tergantung dari materialitas informasi
tersebut.
Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka
panjang.

Pos dalam Laporan


Penyajian aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang
sebagai klasifikasi yang terpisah.
Kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan
dapat diandalkan maka digunakan urutan likuiditas.
Perusahaan keuangan berdasarkan likuiditas.
Pemisahan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari
dua belas bulan untuk setiap pos aset dan liabilitas, jika nilainya digabung.

Aset Lancar
Klasifikasi aset lancar, jika:
Mengharapkan akan merealisasikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau
menggunakannya, dalam siklus operasi normal.
Memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan.
Mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah pelaporan;
atau
Kas atau setara kas (PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi
pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-
kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.
Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak
lancar.

Liabilitas Lancar
Klasifikasi liabilitas lancar, jika:
Mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya.
Memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan.
Liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan
setelah periode pelaporan.
Tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama
sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.
Entitas mengklasifikasi liabilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai liabilitas
jangka panjang.

Liabilitas
Shirlye N F1316095 Transfer B

Liabilitas keuangan yang dibiayai kembali yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan
setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, jika
entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali.
Pelanggaran perjanjian utang yang mengakibatkan kreditur meminta percepatan
pembayaran, maka liabilitas tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka pendek,
meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah
tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan

Laporan Laba Rugi Komprehensif


Laporan Laba rugi Laporan Laba Rugi Komprehensif.
Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif
Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas
Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi.
Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada
pengungkapan berdasarkan sifat.
Penyajian pos luar biasa / extraordinary item tidak diperkenankan lagi.
Minimum line item untuk komponen laporan laba rugi komprehensif untuk
memberikan informasi kepada pengguna beban keuangan, pajak.

Informasi dalam L/R Komprehensif


Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan
sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah:
penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya.
restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap liabilitas
diestimasi atas biaya restrukturisasi.
pelepasan aset tetap.
pelepasan investasi.
operasi yang dihentikan.
penyelesaian litigasi.
pembalikan liabilitas diestimasi lain.
Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan
klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan
informasi yang lebih andal dan relevan.

Klasifikasi Beban Sifat


Pemilihan klasifikasi berdasarkan faktor historis dan industry.
Klasifikasi berdasarkan sifat lebih mudah karena tidak perlu alokasi beban menurut
fungsi.

Klasifikasi Beban Fungsi


Minimal biaya penjualan berdasarkan metode fungsi secara terpisah dari beban lain.
Jika klasifikasi berdasarkan fungsi maka harus mengungkapkan informasi tambahan
tentang sifat beban, termasuk beban penyusutadan & amortisasi dan imbalan kerja.

Laporan Perubahan Ekuitas


Shirlye N F1316095 Transfer B

Menunjukkan total laba rugi komprehensif selama suatu periode yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dan pihak non pengendali
Untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif.
Rekonsiliasi antara saldo awal dan akhir periode yang timbul dari laba, pos
pendapatan komprehensif dan transaksi dengan pemilik
Jumlah dividen yang diatribusikan kepada pemilik dan nilai dividen per saham,
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan


Menyajikan informasi dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan
akuntansi dasar pengukuran, kebijakan yang relevan, asumsi dalam estimasi;
Mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAL yang tidak disajikan di bagian
mana pun dalam laporan keuangan;
Memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan
keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan
keuangan (pengelolaan modal)

Pengungkapan lain
Jumlah dividen diumumkan atau diumumkan sebelum penyelesaian laporan keuangan.
Jumlah dividen preferen yang tidak diakui.

Pengungkapan berikut jika tidak diungkapkan di bagiian manapun dalam informasi


yang dipublikasi bersama LK:
Domisili dan bentuk hukum, negara pendirian, alamat kantor dan lokasi utama kantor
Keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama
Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha
Bagi entitas yang mempunyai umur terbatas, informasi tentang umur entitas

SUMBER :
Akuntansi Keuangan dasar 2 Edisi Ketiga. Wibowo, 2003. Penerbit: Cikal Sakti
Standar Akuntansi Keuangan, Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI