Anda di halaman 1dari 8

EL-VIVO ISSN: 2339-1901

Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

PADI (Oryza sativa L.) CIHERANG TAHAN KERING MELALUI RADIASI SINAR GAMMA

Elly Istiana Maulida1, Ahmad Yunus 2, Widyatmani Sih Dewi 3


1
Mahasiswa Prodi Agronomi Pascasarjana UNS
2
Dosen Pembimbing I Program Studi Agronomi Pascasarjana UNS
3
Dosen Pembimbing II Program Studi Agronomi Pascasarjana UNS
( e-mail: el2y_maulid@yahoo.co.id )

ABSTRAK. Penelitian ini di laksanakan di Rumah Kaca Universitas Sebelas Maret


Surakarta mulai bulan MaretAgustus 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
padi Ciherang yang tahan terhadap kekeringan. Percobaan dalam penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan
yaitu faktor pertama kapasitas lapang terdiri atas K0 (Penggenangan sebagai kontrol), K1
(kapasitas lapang 100%), K2 (kapasitas lapang 75%), K3 (kapasitas lapang 50%). Faktor
kedua adalah radiasi sinar gamma (R) yang terdiri dari R0 (dosis 0 atau tanpa radiasi), R1
(dosis 100 Gray), R2 (dosis 200 Gray), R3 (dosis 300 Gray), R4 (dosis 400 Gray). Analisis
data menggunakan uji F taraf 1% dan 5% atau uji Kruskal-Wallis, kemudian uji DMR
taraf 5% atau Mood Median, serta uji korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan
antar variable pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi sinar gamma mampu meningkatkan
ketahanan terhadap kondisi cekaman kekeringan pada semua parameter pengamatan.
Meskipun padi Ciherang hasil radiasi sinar gamma mampu tahan terhadap kondisi
kekeringan, tetapi belum menunjukkan peningkatan yang siknifikan dibandingkan
dengan kontrol kecuali pada parameter pengamatan jumlah anakan total yang
memperlihatkan peningkatan jumlah anakan total sebesar 40% dibandingkan dengan
kontrol. Hal ini dikarenakan hasil radiasi sinar gamma pada generasi M1 perubahan
genetiknya belum terlihat dan stabil. Hasil radiasi sinar gamma akan terlihat pada
generasi M2, M3 dan seterusnya.

Kata Kunci : Padi ciherang, Radiasi sinar Gamma, Cekaman Kekeringan

PENDAHULUAN Ciherang. Ciherang merupakan padi


Padi merupakan bahan makanan yang unggul karena lebih tahan Bakteri Hawar
menghasilkan beras dan sampai saat ini, Daun (HDB) dibanding IR64, memiliki
beras masih merupakan bahan makanan potensi hasil yang tinggi yaitu sebesar 8,5
pokok terpenting bagi sebagian besar t/ha Gabah Kering Giling (GKG), nasinya
penduduk Indonesia. Permintaan akan pulen sehingga banyak diminati oleh
komoditas ini dari tahun ke tahun terus konsumen (Suprihatno et al., 2010).
melonjak sejalan dengan bertambahnya Varietas unggul padi Ciherang telah
jumlah penduduk sekitar 2 % per tahun ditanam di sebagian besar areal
(Deptan, 2008). Di Indonesia pemenuhan pertanaman dengan luas tanam 0.73 juta
permintaan beras yang terus meningkat ha atau 33% lebih luas dari areal tanam
masih diupayakan salah satunya dengan IR64, tetapi laju produksi padi nasional
penanaman padi varietas unggul seperti tetap melandai sejak satu dekade

17
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

terakhir karena selalu dihadapkan pada tanah, Timbangan, Oven, Tali, Plastik
berbagai masalah seperti perubahan sampel, Meteran, Alat tulis, Seperangkat
iklim global (Anonim, 2007). Musim alat untuk analisis laboratorium.
kemarau yang makin panjang dengan Bahan yang digunakan: Benih padi
curah hujan di bawah normal merupakan varietas Ciherang yang diradiasi sinar
ciri perubahan iklim tersebut. Perubahan Gamma 100, 200, 300 dan 400 Gray,
iklim menyebabkan distribusi curah Tanah sawah, Kotoran Sapi, Pupuk Urea,
hujan yang tidak merata selama musim pupuk SP36, pupuk KCl, Sempel tanah
tanam sehingga menyebabkan pewakil, Jaringan tanaman pewakil,
kekeringan. Menurut Yunita (2009) dan Chemikalia untuk analisis laboratorium.
Ndjionjop et al (2010) kekeringan Penelitian ini merupakan jenis
merupakan faktor yang sangat mem- penelitian experimental dengan
pengaruhi terhadap pertumbuhan rancangan dasar Rancangan Acak
vegetatif dan hasil tanaman padi. Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari
Salah satu cara yang dapat dilakukan 2 faktor perlakuan yaitu:
dalam mengembangkan varietas unggul Faktor I adalah Perlakuan Cekaman
yang toleran kekeringan adalah Kekeringan terdiri dari:
melakukan induksi mutasi dengan radiasi K0 : (Penggenangan sebagai kontrol)
sinar gamma. Menurut Devy et al., (2006) K1 : (kapasitas lapang 100%)
menyatakan bahwa radiasi sinar gamma K2 : (kapasitas lapang 75%)
adalah salah satu mutagen fisik yang K3 : (kapasitas lapang 50%)
sering digunakan dalam teknik Faktor II adalah dosis radiasi sinar
mutagenesis tanaman. Harapannya dapat gamma terdiri dari:
meningkatkan ketahanan genetik R0 (dosis 0 atau tanpa radiasi sebagai
tanaman padi varietas Ciherang sehingga kontrol)
diperoleh kultivar yang toleran terhadap R1 (dosis 100 Gray)
cekaman kekeringan. R2 (dosis 200 Gray)
R3 (dosis 300 Gray)
BAHAN DAN METODE R4 (dosis 400 Gray)
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Dari kedua faktor perlakuan tersebut
Kaca Fakultas Pertanian Universitas diperoleh 20 kombinasi perlakuan yang
Sebelas Maret Surakarta dengan diulang 5 kali sehingga terdapat 100 pot.
ketinggian tempat 95 mdpl, sedangkan Data dianalisis dengan uji F taraf 1 %
analisis laboratorium dilaksanakan di dan 5 % atau Kruskal-Wallis untuk
Laboratorium Kimia dan Kesuburan mengetahui pengaruh perlakuan
Tanah Fakultas Pertanian UNS. Alat yang terhadap variabel pengamatan, untuk
digunakan: Pot plastik, grinder tanah, Bor membandingkan rerata antar kombinasi

18
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

perlakuan digunakan uji DMR taraf 5 % anorganik mampu meningkatkan


atau Mood Median, untuk mengetahui efisiensi serapan hara tanpa merusak
keeratan hubungan antar variabel lingkungan akibat pemupukan
digunakan uji korelasi dan untuk berlebihan.
mengetahui pengaruh genetic atau
lingkungan yang dominan digunakan uji Jumlah Anakan Total.
Heretabilitas. Berdasarkan hasil uji F, diketahui bahwa
interaksi antara perlakuan cekaman
HASIL DAN PEMBAHASAN kekeringan dengan perlakuan dosis
Tanah yang digunakan sebagai media radiasi sinar gamma berpengaruh nyata
tanam padi adalah tanah sawah berordo (Pvalue < 0.05) terhadap jumlah anakan
Inseptisol yang diambil dari dukuh total padi Ciherang.
Sapen, desa Jaten, kecamatan Mojolaban,
Kabupaten Sukoharjo. Karakteristik
sampel tanah sebelum perlakuan
disajikan pada tabel 1.
Tabel 1 Karakteristik sampel tanah
sebelum perlakuan.
No Parameter Nilai Satuan Pengharkatan*)
1. Ph H2O 5,9 - Masam
2. KTK 5,00 me/100g Rendah
3. BO 0,7 % Sangat Rendah
4. Kapasitas Lapang (KL) 32,2 % -
5. Kadar Lengas 1,3 % -
6. Tekstur
a. Pasir 67,12 % -
Gambar 1. Interaksi cekaman kekeringan dengan
b. Debu
c. Lempung
6,72
26,16
%
%
-
-
dosis radiasi sinar gamma terhadap jumlah
Sumber: Hasil analisis laboratorium ilmu tanah anakan total.
fakultas pertanian UNS 2014. Keterangan :
*): Pengharkatan menurut Balai Penelitian Tanah Angka-angka yang diikuti huruf yang sama
(2005) menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji DMR
taraf 5%.

Berdasarkan tabel 1 di atas dapat Jumlah anakan total tertinggi


diketahui bahwa sampel tanah sawah terdapat pada perlaakuan cekaman
yang digunakan untuk media tanam padi kekeringan 50% kapasitas lapang dan
memiliki kandungan bahan organik tanah dosis radiasi sinar gamma 200 Gray
sangat rendah yaitu 0,7%, Kapasitas sebesar 5 jumlah anakan total/rumpun
Tukar Kation (KTK) rendah yaitu 5,00 dan berdeda nyata dengan semua
me/100g, serta pH masam yaitu 5,9 perlakuan yang dicobakan (Gambar 1).
sehingga perlu penambahan bahan Salah satu faktor yang berkaitan dengan
organik (pupuk kandang sapi) dan pupuk sifat fisik fisiologi tanaman untuk
anorganik. Menurut Yuwono (2004), bertahan dalam kondisi tercekam
penggunaan pupuk organik bersama- kekeringan adalah perubahan akumulasi
sama dengan penggunaan pupuk prolin dalam jaringan. Hal ini sesuai

19
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

dengan penelitian yang dilakukan oleh menunjukkan respon yang berbeda tidak
Efendi (2008) bahwa kadar prolin daun nyata terhadap rerata jumlah anakan
pada semua varietas (Gajah Mungkur, produktif/rumpun. Pada dasarnya setiap
Situ Petanggang, Kalimutu dan Towuti) individu tanaman memiliki perbedaan
akan meningkat sangat tinggi saat karakter atau sifat genetik yang
tanaman mengalami cekaman kekeringan diwariskan dari tetuanya.
akibat kekurangan air (25 % kapasitas Berdasarkan kurva 2b terlihat bahwa
lapang). Namun, tidak semua tanaman terjadi penurunan jumlah anakan
memiliki kandungan prolin yang tinggi produktif seiring meningkatnya dosis
dalam kondisi tercekam (Deb et al. 1996). radiasi sinar gamma. Hal ini dikarenakan
Radiasi sinar gamma adalah salah satu penambahan dosis radiasi sinar gamma
mutagen fisik yang dapat menimbulkan menyebabkan penurunan jumlah anakan
perubahan pada fisik genetik tanaman. produktif. Menrut Ratma (1988) dosis
radiasi sinar gamma yang semakin tinggi
Jumlah Anakan Produktif menyebabkan kerusakan genetik yang
Berdasarkan hasil uji F diketahui bahwa ditimbulkan semakin besar. Berdasarkan
perlakuan cekaman kekeringan dan uji lanjut, perlakuan dosis radiasi sinar
radiasi sinar gamma secara mandiri gamma 100 sampai 300 Gray memper-
berpengaruh sangat nyata (Pvalue < 0.01) lihatkan perbedaan yang tidak nyata
terhadap jumlah anakan produktif, terhadap penurunan jumlah anakan
sedangkan interaksi antar keduanya produktif. Perbedaan penurunan jumlah
berpengaruh tidak nyata terdadap anakan produktif secara nyata mulai
jumalah anakan produktif. terjadi pada perlakuan dosis radiasi sinar
gamma 400 Gray. Dosis radiasi 100
sampai 300 yang diberikan masih terlalu
rendah sehingga belum mampu untuk
memberikan pengaruh pada jumlah
anakan produktif tanaman padi Ciherang.
Hal ini selaras dengan pernyataan
Anonimous (1997) bahwa dosis yang
Gambar 2. Perlakuan dosis radiasi sinar gamma terlalu rendah menyebabkan berkurang-
terhadap jumlah anakan produktif. nya mutan yang terbentuk sedangkan
Keterangan :
dosis yang terlalu tinggi akan mematikan
Angka-angka yang diikuti huruf yang sama
bahan yang dimutasi atau mengakibatkan
menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji DMR
sterilitas.
taraf 5%.
Berdasarkan kurva 2a tampak bahwa Adanya perbedaan rerata perlakuan

setiap perlakuan yang di cobakan cekaman kekeringan dengan dosis radiasi

20
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

sinar gamma terhadap jumlah anakan


produktif secara mandiri juga disebabkan
oleh perbedaan perlakuan pada jumlah
anakan total. Anakan produktif adalah
anakan total yang menghasilkan malai.
Hal ini terlihat dari koefisien korelasinya
(r = 0.405**).

Gambar 3. Interaksi perlakuan cekaman


Berat 100 biji kekeringan dengan dosis radiasi sinar gamma
Sidik ragam menunjukkan intraksi antara terhadap berat 100 biji.
Keterangan:
cekaman kekeringan dengan dosis radiasi Angka-angka yang diikuti huruf yang sama
menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji DMR
sinar gamma berpengaruh sangat nyata taraf 5%.
(Pvalue < 0.05) terhadap berat 100 biji.
Komponen yang mempengaruhi berat
Berdasarkan hasil uji Duncan
100 butir yaitu anakan produktif, jumlah
(Gambar 3) ada perbedaan pada setiap
gabah isi dan gabah hampa. Hal ini
rerata perlakuan yang dicobakan. Pada
terlihat dari adanya korelasi positif erat
kondisi penggenangan, kadar lengas
100% kapasitas lapang dan kadar lengas (r = 0.589**) antara berat 100 biji dengan
jumlah anakan produktif dan berkorelasi
75% kapasitas lapang menunjukkan
bahwa berat 100 biji pada perlakuan positif sangat erat (r = 0.819**) dengan

dosis radiasi sinar gamma 100 Gray tidak jumlah gabah isi per malai karena berat

berbeda nyata dengan perlakuan tanpa 100 biji dapat digunakan sebagai
parameter dalam menunjukkan kualitas
radiasi. Penurunan berat 100 biji secara
nyata mulai terjadi pada perlakuan dosis hasil padi. Jika gabah tidak terisi penuh

radiasi sinar gamma 200 Gray. Namun atau ukuran gabah lebih kecil dari ukuran
normalnya maka dapat dipastikan akan
demikian perlakuan dosis radiasi sinar
terjadi penurunan berat biji.
gamma 200 sampai 400 Gray
menunjukkan perbedaan yang tidak
nyata. Sedangkan pada kondisi kadar Berat biji/rumpun
Dari hasil analisis ragam diketahui bahwa
lengas 50% kapasitas lapang memper-
lihatkan bahwa berat 100 biji pada interaksi antara cekaman kekeringan

perlakuan dosis radiasi sinar gamma 100 dengan dosis radiasi sinar gamma

sampai 400 Gray tidak menunjukkan berpengaruh sangat nyata (Pvalue < 0.01).

perbedaan yang nyata dengan tanpa Berdasarkan gambar 4 bahwa pada

radiasi. kondisi penggenangan, berat biji per


rumpun tertinggi terdapa pada perlakuan
dosis radiasi sinar gamma 100 Gray dan

21
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

memperlihatkan perbedaan yang nyata pada parameter berat biji per rumpun.
dengan perlakuan dosis radiasi sinar Hal ini dikarenakan tanaman pada
gamma 200 Gray sampai 400 Gray dan kondisi kekurangan air yang berat
kontrol. Dosis 100 Gray merupakan dosis sebelum memasuki fase pembungaan
yang tepat untuk meningkatkan berat biji (pemberian cekaman 28 hari setelah
per rumpun. Pada kondisi kadar lengas tanam), terlebih dahulu mengalami
100% kapasitas lapang dan kadar lengas penghambatan proses pertumbuhan
75% kapasitas lapang, berat biji per vegetatif. Selain itu, adanya korelasi
rumpun tertinggi terdapat pada positif erat antara berat biji per rumpun
perlakuan dosis radiasi sinar gamma 100 dengan panjang malai, berat 100 biji dan
Gray dan memperlihatkan tidak berbeda jumlah gabah isi. Panjang malai, berat
nyata dengan tanpa radiasi, namun 100 biji dan jumlah gabah isi digunakan
perbedaan yang sangat nyata mulai sebagai parameter dalam menunjukkan
terlihat pada perlakuan dosis radiasi kualitas hasil padi.
sinar gamma 200 Gray sampai 400 Gray.
Dosis radiasi sinar gamma 100 Gray Heretabilitas dari Hasil Pengamatan di
mutan yang terbentuk kecil, sedangkan Lapang Terhadap Setiap Parameter
pada dosis radiasi sinar gamma 200 Gray Pengamatan Secara Individu
sampai 400 Gray menyebabkan Heretabilitas suatu sifat dapat
kerusakan yang besar. didefinisikan sebagai proporsi besaran
ragam genetik terhadap besaran total
genetik ditambah dengan ragam
lingkungan Basuki (2005). Konsep
heretabilitas timbul sebagai suatu usaha
untuk menentukan apakah perbedaan-
perbedaan hasil pengamatan di antara
individu-individu berasal dari perbedaan-

Gambar 3.13. Interaksi Kapasitas Lapang dengan perbedaan dalam susunan genetik di
Radiasi Sinar Gamma Terhadap Berat antara individu-individu tersebut atau
Biji/Rumpun.
Keterangan: hasil dari perbedaan potensi lingkungan.
Angka-angka yang diikuti huruf yang sama
menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji DMR Tabel 2. Nilai heretabilitas arti luas dari
taraf 5%. beberapa parameter pengamatan
Karakter h2 Keterangan*)
1. Tinggi Tanaman 0,85 Tinggi
2. Jumlah Anakan Total 0,02 Rendah

Sedangkan pada kondisi kadar lengas 3.


4.
Berat Brangkasan Segar
Berat Brangkasan Kering
0,34
0,07
Sedang
Rendah
5. Panjang Akar 0,02 Rendah
6. Jumlah Anakan Produktif 0,01 Rendah
50% kapasitas lapang, perlakuan dosis 7. Panjang Malai 0,07 Rendah
8. Umur Berbunga 0,11 Rendah
9. Umur Panen 0,85 Tinggi
radiasi sinar gamma 100 Gray sampai 10.
11.
Jumlah Gabah Hampa
Jumlah Gabah Isi
0,69
0,90
Tinggi
Tinggi
12. Berat 100 Biji 0,01 Rendah
400 Gray memperlihatkan perbedaan 13. Berat Biji/Rumpun 0,08 Rendah

*): Pengharkatan menurut Stanfield (1983)


yang tidak nyata dengan tanpa radiasi

22
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat sebagai mutasi dan terekspresi sebagai


bahwa sebagian besar karakter memiliki fenotip mutan.
nilai heretabilitas yang rendah kecuali
tinggi tanaman, umur panen, jumlah KESIMPILAN DAN SARAN
gabah hampa, jumlah gabah isi Kesimpulan
(heretabilitas tinggi) dan berat 1. Padi Ciherang hasil radiasi sinar
brangkasan segar (heretabilitas sedang). gamma mampu meningkatkan
Heretabilitas tinggi berarti faktor genetik ketahanan terhadap kondisi cekaman
lebih dominan berperan daripada faktor kekeringan pada semua parameter
lingkungan terhadap penampilan pengamatan.
karakter tersebut. Heretabilitas sedang 2. Meskipun padi Ciherang hasil radiasi
menunjukkan bahwa faktor genetik dan sinar gamma mampu tahan terhadap
lingkungan memberikan kontribusi yang kondisi kekeringan, tetapi belum
sama terhadap penampilan karakter menunjukkan peningkatan yang
tersebut. Sedangkan heretabilitas rendah siknifikan dibandingkan dengan
menunjukkan faktor lingkungan lebih kontrol kecuali pada parameter
dominan berperan daripada faktor pengamatan jumlah anakan total yang
genetik terhadap penampilan karakter. memperlihatkan peningkatan jumlah
Dengan demikian, apabila suatu anakan total sebesar 40%
tanaman tidak heritabel pada suatu dibandingkan dengan kontrol.
karakter, mengindikasikan bahwa 3. Hal ini dikarenakan hasil radiasi sinar
karakter tersebut sangat dipengaruhi gamma pada generasi M1 perubahan
oleh faktor lingkungan, sehingga seleksi genetiknya belum terlihat dan stabil.
hanya efektif dilakukan pada generasi 4. Hasil radiasi sinar gamma akan
lanjut. Hal ini seuai dengan pernyataan terlihat pada generasi M2, M3 dan
Mugiono (2001) bahwa mutasi tidak seterusnya.
dapat diamati pada generasi M1, adanya
mutasi dapat ditentukan pada generasi Saran
M2 dan seterusnya. Selaras dengan 1. Perlu dilakukan penelitian lagi untuk
Nurjanah (2009) yang menyatakan bahwa mengetahui kestabilan sifat genetik
mutasi juga memiliki beberapa yang diturunkan pada M2 hasil dari
kelemahan, seperti mutasi hanya radiasi sinar gamma.
mempengaruhi secara efektif gen yang 2. Perlu adanya penelitian lanjutan pada
sudah ada dan kerusakan struktur generasi M3 di lahan kering untuk
genetik akibat mutasi dapat tumbuh mendapatkan informasi lebih banyak
normal kembali sebelum termanifestasi tentang karakter toleransinya.

23
EL-VIVO ISSN: 2339-1901
Vol.3, No.1, hal 17 24, April 2015 http://jurnal.pasca.uns.ac.id

DAFTAR PUSTAKA Ratma, R. 1988. Studi pengaruh irradiasi


gamma terhadap timbulnya mutasi
Anonim. 2007. Meredam Dampak imbas pada kedelai. Hasil penelitian
Pemanasan Global Terhadap 1981-1987. Pusat Aplikasi Teknologi
Pertanian.http://www.infoanda.com/i Isotop dan Radiasi. Jakarta: BATAN.
d/l ink.php?lh=VgNWAgZQUFQA. Di Suprihatno, B., A. A. Daradjat., Satoto.,
akses pada tanggal 20 Maret 2014. Baehaki., Suprihanto., A. Setyono., S.
Anonimous, 1997. Irradition of D. Indrasari., I. P. Wardana., H.
horticultural crops at Iowa State Sembiring. 2010. Deskripsi Varietas
Univeristy. Hort. Sci 32(4) : 582-585. Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman
Basuki, N. 2005. Genetika Kualitatif. Unit Padi. Badan Penelitian dan
Penerbitan Fakultas Pertanian. Pengembangan Pertanian.
Universitas Brawijaya. Departemen Pertanian.
Deb, N., B. Alam, S.D. Gupta, and B.C. Yunita, R. 2009. Pemanfaatan Variasi
Ghosh. 1996. Cell membrane stability Somaklonal dan Seleksi In Vitro
of leaf tissue and its relationship dalam Perakitan Tanaman Toleran
with drought tolerance in arachis. Cekaman Abiotik. Jurnal Litbang
Journal Indian. Exp. Biol. 34: 1.044. Pertanian Vol 28 (4).
Deptan. 2008. Pengelolaan tanaman Yuwono, N.W. 2004. Kesuburan tanah.
terpadu (PTT) padi gogo. Pedoman Fakultas pertanian. UGM. Yogyakarta.
Bagi Penyuluh Pertanian. Badan
Litbangtan. Departemen Pertanian.
Jakarta.
Devy. L dan D. R. Sastra. (2006). Pengaruh
Radiasi Sinar Gamma Terhadap
Kultur In Vitro Tanaman Jahe. Pusat
Teknologi Produksi Pertanian Gedung
BPPT 2, Lantai 17.
Effendi, Y. 2008. Kajian Resistensi
Beberapa Varietas Padi Gogo (Oryza
sativa L.) Terhadap Cekaman
Kekeringan. Tesis. Program
Pascasarjana. Surakarta. Universitas
Sebelas Maret.
Mugiono, 2001. Pemuliaan tanaman
dengan teknik mutasi. Badan Tenaga
Nuklir Nasional, Pusat Pendidikan
dan Pelatihan, Jakarta.
Ndjiondjop, M. N., F. Cisse., K. Futakuchi.,
M. Lorieux., B. Manneh., R. Bocco., B.
Fatondji. 2010. Effect of Drought on
Rice (Oryza Spp.) Genotypes
According to Their Drought
Tolerance Level. Second Africa Rice
Congress, Bamako, Mali, 2226
March: Innovation and Partnerships
to Realize Africas Rice Potential.
Nurjanah, E. 2009. Pengaruh Kombinasi
NaCl dan ZPT IBA pada Media MS
terhadap Pertumbuhan Galur Mutan
Padi Secara Invitro. Skripsi. Program
Studi Biologi. Fakultas Sains dan
Teknologi. Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah.

24