Anda di halaman 1dari 5

SYAHRUL RAKHMAT ISMAIL

160020113011004
AUDITING

KETERKAITAN ANTARA TUJUAN AUDIT, KRITERIA, ASERSI,


SERTA TEKNIK DAN PROSEDUR AUDIT

Tujuan Audit
PSA 02 (Standar Audit 110) menyatakan bahwa tujuan pengauditan umum atas
laporan keuangan oleh auditor independen merupakan pemberian opini atas kewajarn dimana
laporan tersbeut telah disajikan secara wajar, dalam segala hal yang material, posisi
keuangan, hasil usaha dan arus kas, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia sehingga dapat dikatakan bahwa menekankan pada opini atas laporan
keuangan.

Pada tingkat transaksi, tujuan audit atas tujuan umum dan khusus. Pada tujuan umum
audit terkait transaksi dapat diterapkan ke semua kelompok transaksi dan dinyatakan dalam
istilah luas, sedangkan ada tujuan khusus audit terkait transaksi juga dapat diterapkan pada
semua kelompok transaksi tapi dinyatakan dalam istilah yang disesuaikan dengan kelompok
transaksi tertentu. Tujuan audit umum terdiri atas:

1. Keterjadian : transaksi yang dicatat benar-benar ada atau terjadi.


2. Kelengkapan : transaksi yang ada telah dicatat.
3. Akurasi : transaksi yang dicatat disajikan dalam jumlah yang benar.
4. Pemindahbukuan dan pengikhtisaran : transaksi yang dicatat telah dimasukkan
dalam arsip utama dengan tepat dan telah diikhtisarkan dengan benar.
5. Klasifikasi : transaksi yang dimasukkan dalam jurnal klien telah diklasifikasikan
dengan tepat.

Pada tingkat saldo, fokus tujuan audit berada pada saldo akunnya. Saat menggunakan
tujuan audit terkait saldo terhadap saldo akun, auditor mengumpulkan bukti audit untuk
menguji rincian yang mendukung saldo akun, daripada menguji saldo akun itu sendiri.
Tujuan umum audit terkait saldo adalah:

1. Keberadaan : jumlah yang dicatat benar-benar ada.


2. Kelengkapan : jumlah yang ada telah dicatat.
3. Akurasi : jumlah yang dimasukkan dinyatakan dalam jumlah yang benar.
4. Klasifikasi : jumlah yang dimasukkan pada daftar milik klien yang telah
diklasifikasikan dengan benar.
5. Pisah batas : transaksi mendekati tanggal neraca dicatat dalam periode yang benar.
6. Keterikatan : perincian saldo akun sesuai dengan jumlah si arsip utama yang terkait,
sesuai dengan jumlah total saldo akun dan sesuai dengan jumlah total di buku besar.
SYAHRUL RAKHMAT ISMAIL
160020113011004
AUDITING

7. Nilai terealisasi : aset dicatat pada estimasi jumlah yang dapt direalisasi.
8. Hak dan kewajiban : hak selalu dihubungkan dengan aset dan kewajiban dengan
liabilitas.

Kriteria Audit
Kriteria audit merupakan seperangkat standar, ukuran, harapan, dan praktik terbaik
yang seharusnya dilakukan atau dihasilkan oleh suatu entitas yang diaudit. Terdapat 2
pendekatan pendekatan dalam menetapkan kriteria audit, yaitu kriteria proses dan kriteria
hasil. Sedangkan karakteristik dari kriteria audit adalah: (1) dapat dipercaya, (2) objektif, (3)
berguna, (4) dapat dimengerti, (5) dapat diperbandingkan, (6) kelengkapan, dan (7) dapat
diterima.

Tahapan yang dilakukan dalam menentukan kriteria audit, yaitu : (1) menilai
ketepatan karakteristik kriteria audit, (2) menentukan sumber kriteria audit, (3)
Mengembangkan kriteria audit dan, (4) Mengomunikasikan kriteria dengan auditee.

Asersi Manajemen
Asersi manajemen merupakan sebuah pernyataan yang menyiratkan tentang
kelompok transaksi dan akun terkait serta pengungkapannya dalam laporan keuangan.
Keberadaan asersi sangat erat kaitannya dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan dari berbagai unsur dalam laporan keuangan. Berdasarkan PSA 07 (SA 326)
dijelaskan bahwa asersi dikategorikan dalam 3 hal, diantaranya:
1. Asersi mengenai kelompok-kelompok transaksi dan kejadian-kejadian,
2. Asersi mengenai saldo akun.
3. Asersi mengenai penyajian dan pengungkapan.

Teknik dan Prosedur Audit


Prosedur audit, dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti audit, merupakan
tindakan yang dilakukan atau metode dan teknik yang digunakan auditor untuk memperoleh
dan menilai satu jenis bukti audit. Prosedur audit digunakan untuk mendukung top down dan
bottom up approach. Prosedur audit dibuat dalam bentuk kalimat instruksi. Pemilihan
prosedur dilakukan pada tahap perencanaan audit. Pemilihan prosedur auditing
mempertimbangkan efektivitas potensial prosedur dalam memenuhi tujuan spesifik audit, dan
biaya untuk melaksanakan prosedur tersebut.

Pemilihan prosedur dilakukan pada tahap perencanaan audit. Pemilihan prosedur


auditing mempertimbangkan efektivitas potensial prosedur dalam memenuhi tujuan spesifik
audit, dan biaya untuk melaksanakan prosedur tersebut. Prosedur audit dapat dibagi menjadi
3 yaitu:
1. Prosedur penilaian risiko
2. Uji pengendalian
3. Prosedur substantif.
SYAHRUL RAKHMAT ISMAIL
160020113011004
AUDITING

Seperangkat prosedur audit disiapkan untuk menguji asersi suatu komponen laporan
keuangan biasanya disebut sebagai program audit. Berikut ilustrasi prosedur audit dalam
mengaudit piutang

Asersi Manajemen Salah Saji yang Mungkin Contoh Prosedur Audit


mengenai Komponen Terjadi untuk Akun Piutang
Piutang pada Laporan
Keuangan
Keberadaan Pelanggan fiktif. Konfirmasi piutang.
Hak dan kewajiban Piutang yang telah dijual atau Bertanyalah kepada
difaktorkan. manajemen apakah piutang
telah terjual.
Kelengkapan Akun pelanggan tidak Pastikan jumlah total buku
dicatat. besar pembantu piutang sama
dengan akun pengendali
piutang.
Penilaian atau alokasi Piutang terlambat bayar Uji kelayakan cadangan
dinilai pada keseluruhan untuk piutang tak tertagih.
jumlah.

Prosedur audit (audit procedures) adalah metode atau teknik yang digunakan oleh
oleh para auditor untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti yang mncukupi dan
kompeten. Pembahasan berikut ini berfokus pada review beberapa jenis prosedur yang
digunakan oleh para auditor. Prosedur ini dapat digunakan untuk mendukung pendekatan
audit top-bottom ataupun pendekatan audit bottom-up. Auditor akan mempertimbangkan
bagaimana setiap prosedur ini akan digunakan ketika merencanakan audit dan
mengembangkan program audit. Audit procedures adalah langkah-langkah yang harus
dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten
agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif. Audit
procedures dilakukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti (audit evidence) yang
cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan.
SYAHRUL RAKHMAT ISMAIL
160020113011004
AUDITING

Hubungan Tujuan Audit, Kriteria, Asersi, serta Teknik dan Prosedur Audit

Tujuan audit terkait transaksi mengikuti dan terkait erat dengan asersi manajemen.
Hal ini tentu sejalan dengan tugas utama seorang auditor yaitu untuk menentukan asersi
manajemen terhadap laporan keuangan dapat dibenarkan. Berikut tabel hubungan asersi
manajemen dengan tujuan umum dan khusus

Asersi Manajemen Tujuan Audit Tujuan Audit Khusus Terkait Transaksi


tentang Kelompok- Umum Terkait Penjualan
Kelompok Transaksi Transaksi
dan Kejadian-Kejadian
Keterjadian Keterjadian Penjualan yang dicatat adalah untuk
pengiriman kepada konsumen yang tidak
fiktif.
Kelengkapan Kelengkapan Transaksi penjualan yang ada telah dicatat.
Akurasi Akurasi Penjualan yang dicatat adalah untuk
sejumlah barang yang dikirim dan telah
dicatat dan ditagih dengan benar.

Pemindahbukuan Transaksi penjualan telah dimasukkan ke


dalam arsip utama dengan benar dan telah
diikhtisarkan dengan benar.
Klasifikasi Klasifikasi Transaksi penjualan telah diklasifikasikan
dengan benar.
Pisah Batas Penetapan waktu Transaksi penjualan dicatat pada tanggal
yang benar.
SYAHRUL RAKHMAT ISMAIL
160020113011004
AUDITING

Tabel dibawah menunjukan hubungan asersi manajemen, tujuan audit khusus, dan pengujian
substantif

Asersi Tujuan Audit Khusus Contoh Pengujian


Substantif
Keberadaan atau Keterjadian Persediaan yang ada dalam Mengobservasi perhitungan
neraca secara fisik ada persediaan secara fisik
Kelengkapan Kuantitas persediaan Mengobservasi perhitungan
meliputi seluruh peroduk, fisik persediaan dan
bahan baku, dan persediaan menghitung seluruh kartu
di tangan. persediaan dan lembar yang
digunakan.
Hak dan Kewajiban Perusahaan mempunyai Mengobservasi perhitungan
kepemilikan legal atau hak persediaan, memperoleh
sejenis terhadap persediaan konfirmasi persediaan pada
lokasi di luar perusahan.
Penilaian atau Alokasi Catatan persediaan Mereview aktivitas dalam
dikompilasi secara akurat akun-akun buku besar untuk
dan jumlah totalnya telah persediaan dalam
memasukkan dalam akun menginvestigasikan item-
persediaan secara benar. item yang tidak biasa terjadi.
Penyajian dan Persediaan diklasifikasikan Mereview rancangan laporan
Pengungkapan di dalam neraca sebagai keuangan.
aktiva lancar dengan benar.

Seperti pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya terkait kriteria audit maka jelas
hubungan keduanya terletak pada kriteria audit yang sengaja disusun untuk menghasikan
hasil terbaik dan hal tersebut dijelaskan melalui asersi manajemen sendiri.