Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

APD (ALAT PELINDUNG DIRI)

Pokok bahasan : Keperawatan Komunitas


Subpokok Bahasan : Kesehatan Kerja
Topik : Alat Pelindung Diri dan Penyakit Akibat Kerja
Sasaran : Karyawan Industri Basreng di RW 08 Desa Cijambu
Tempat : Pabrik Basreng di RW 08 Desa Cijambu
Waktu : Jam 15.00-15.30, tanggal 26 Juni 2009
Penyuluh : Mahasiswa PPN Angkatan XVI FIK Unpad 2009

I. Tujuan Instruksional
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah penyuluhan selama 1x30 menit, peserta mampu menjelaskan kembali
pengertian, syarat, dan macam-macam APD
Setelah penyuluhan selama 1x30 menit, peserta mampu memahami dan
mengetahui tentang penyakit yang ditimbulkan selama bekerja
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan, peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian APD
2. Menyebutkan kembali 5 dari 9 syarat-syarat APD
3. Menjelaskan macam-macam APD
4. Menyebutkan kembali macam-macam penyakit yang timbul selama bekerja
5. Menyebutkan kembali 5 dari 7 upaya pencegahan penyakit akibat kerja

II. Metode dan Media


Ceramah dan tanya jawab
Leaflet
III. Kegiatan
No Komunikator Komunikan
Pre Interaksi
1 Memberi salam dan memperkenalkan diri Menjawab salam (2 menit)
2 Menjelaskan tujuan penyuluhan dan tema Mendengarkan (3 menit)
penyuluhan
3 Apersepsi dengan menanyakan tentang Mendengarkan dan
pengertian dan fungsi APD. Tentang macam- Menjawab (3 menit)
macam penyakit akibat kerja dan upaya
pencegahannya
Isi
4 Menjelaskan materi penyuluhan mengenai Mendengarkan (20 menit)
pengertian, syarat, dan macam-macam APD
Menjelaskan materi penyuluhan tentang
macam-macam penyakit akibat kerja dan
upaya pencegahannya
5 Memberikan kesempatan kepada komunikan Mengajukan pertanyaan (10
untuk bertanya tentang materi yang menit )
disampaikan
6 Penutup
Memberikan pertanyaan akhir sebagai evaluasi Menjawab (2 menit)
7 Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan Mendengarkan (3 menit)
penyuluhan
8 Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Menjawab salam (2 menit)

IV. Lampiran Materi


A. Pengertian
Alat Pelindung Diri adalah alat-alat yang mampu memberikan perlindungan
terhadap bahaya-bahaya kecelakaan (Sumamur, 1991).
Alat Pelindung Diri harus mampu melindungi pemakainya dari bahaya-bahaya
kecelakaan yang mungkin ditimbulkan, oleh karena itu, APD dipilih secara hati-hati
agar dapat memenuhi beberapa ketentuan yang diperlukan.
Menurut ketentuan Balai Hiperkes, syarat-syarat Alat Pelindung Diri adalah :
1. APD harus dapat memberikan perlindungan yang adekuat terhadap bahaya yang
spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja
2. Berat alat hendaknya seringan mungkin dan alat tersebut tidak menyebabkan rasa
ketidaknyamanan yang berlebihan
3. Alat harus dapat dipakai secara fleksibel
4. Bentuknya harus cukup menarik
5. Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama
6. Alat tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya yang
dikarenakan bentuk dan bahayanya yang tidak tepat atau karena salah dalam
menggunakannya
7. Alat pelindung harus memenuhi standar yang telah ada
8. Alat tersebut tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris pemakainya
9. Suku cadangnya harus mudah didapat guna mempermudah pemeliharaannya
Sumamur (1994) menggolongkan alat pelindung diri menurut bagian tubuh
yang dilindunginya ke dalam 8 golongan yaitu :
1. Alat Pelindung Kepala
Tujuan dari penggunaan alat ini adalah melindungi kepala dari bahaya terbentur
dengan benda tajam atau keras yang menyebabkan luka tergores, terpotong,
tertusuk, terpukul oleh benda jatuh, melayang dan meluncur, juga melindungi
kepala dari panas radiasi, sengatan arus listrik, api, percikan bahan-bahan kimia
korosif dan mencegah rambut rontok dengan bagian mesin yang berputar Jenisnya
berupa topi pengaman yang terbuat dari plastik, fiberglass, bakelite.
2. Alat Pelindung Mata
Masalah pencegahan yang paling sulit adalah kecelakaan pada mata, oleh karena
biasanya tenaga kerja menolak untuk memakai pengaman yang dianggapnya
mengganggu dan tidak enak dipakai. Kaca mata pengaman diperlukan untuk
melindungi mata dari kemungkinan kontak dengan bahaya karena percikan atau
kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif partikel melayang, atau kena radiasi
gelombang elektromagnetik.

3. Alat Pelindung Muka


Alat Pelindung Muka digunakan untuk mencegah terkenanya muka oleh partikel-
partikel yang dapat melukai muka seperti terkena percikan logam pada saat
melakukan pengelasan. Alat pelindung muka sekaligus pula dapat melindungi
mata. Alat pelindung muka yang biasa digunakan berupa tameng muka atau perisai
muka seperti goggles, helm pengelas dan topi penutup.

4. Alat Pelindung Telinga


Hilangnya pendengaran adalah kejadian umum di tempat kerja dan sering
dihiraukan karena gangguan suara tidak mengakibatkan luka. Alat pelindung
telinga bekerja sebagai penghalang antara bising dan telinga dalam. Selain itu, alat
ini melindungi pemakainya dari bahaya percikan api atau logam panas misalnya
pada saat pengelasan. Alat pelindung telinga dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Sumbat telinga
Alat ini memberikan perlindungan yang paling efektif karena langsung
dimasukkan ke dalam telinga
Tutup telinga
Alat ini dipakai di luar telinga dan penutupnya terbuat dari sponge untuk
memberikan perlindungan yang baik

5. Alat Pelindung Pernafasan


Secara umum alat pelindung pernafasan dapat dibedakan menjadi 2 alat yaitu :
Respirator, yang berfungsi membersihkan udara yang telah terkontaminasi yang
akan dihirup oleh pemakainya
Breathing Apparatus, yang mensuplay udara bersih atau oksigen kepada
pemakainya

6. Alat Pelindung Tangan


Alat Pelindung Tangan merupakan alat yang paling banyak digunakan karena
kecelakaan pada tangan adalah yang paling banyak dari seluruh kecelakaan yang
terjadi di tempat kerja. Pekerja harus memakai pelindung tangan ketika terdapat
kemungkinan terjadinya kecelakaan seperti luka tangan karena benda-benda keras,
luka gores, terkena bahan kimia berbahaya, luka sengatan dan lain-lainnya.

7. alat pelindung Kaki


Sepatu keselamatan kerja dipakai untuk melindungi kaki dari bahaya kejatuhan
benda-benda berat, terinjak benda yang berputar melalui kjaki, kepercikan larutan
asam dan basa yang korosif atau cairan panas, menginjak benda tajam. Sepatu
pelindung dan boot harus memiliki ujung sepatu yang terbuat dari baja dan solenya
dapat menahan kebocoran. Ketika bekerja di tempat yang mengandung aliran
listrik, maka harus digunakan sepatu tanpa logam yang dapat menghantarkan aliran
listrik. Jika bekerja di tempat biasa maka harus vdigunakan sepatu yang tidak
mudah tergelincir, sepatu yang terbuat dari karet harus digunakan ketika bekerja
dengan bahan kimia.

8. Pakaian pelindung
Pakaian pelindung dapat berbentuk APRON yang menutupi sebagian dari tubuh
yaitu mulai dari dada sampai lutut dan overalla yang menutup seluruh badan.
Pakaian pelindung digunakan untuk melindungi pemakainya dari percikan cairan,
api, larutan bahan kimia korosif dan oli, cuaca kerja (panas, dingin, dan
kelembapan). APRON dapat dibuat dari kain, kulit, plastik, karet, asbes atau kain
yang dilapisi aluminium. Perlu diingat bahwa APRON tidak boleh dipakai di
tempat-tempat kerja yang terdapat mesin berputar.

Penyakit Akibat Kerja


Penyakit akibat kerja adalah setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan
atau lingkungan kerja. Beberapa kemungkinan penyakit yang dapat terjadi dapat
digolongkan menjadi 5 golongan yaitu :
a. Fisik : Kerusakan indera pendengaran, angioneorosis, heat
rash,
kejang-kejang, panas, radang dingin, gangguan
penglihatan, kanker.
b. Kimia : pneumoconiosis, keracunan akibat zat kimia tersebut
c. Biologis/infeksi : antraksis, kulit
d. Fisiologis : luka, Flaktur/trauma
e. Psikologis : Stress
Upaya-upaya Pencegahan Penyakit Akibat kerja
Substitusi
Substitusi yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan
yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali, misalnya karbon
tetraklorida diganti triklor-etilen
Ventilasi Umum
Yaitu mengalirkan udara sebanyak-banyaknya menurut perhitungan ke dalam
ruang kerja, agar bahan-bahan berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang
membahayakan, yaitu kadar pada nilai ambang batas
Ventilasi Keluar Setempat
Adalah alat yang dapat mengisap udara dari suatu tempat kerja tertentu, agar
bahan-bahan yang berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar
Isolasi
Adalah dengan cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan,
misalnya isolasi mesin yang hiruk pikuk, sehingga kegaduhan yang
disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan pada pekerja
Pakaian/Alat Pelindung
Alat pelindung dalam pekerjaan dapat berupa, kacamata, masker, helm, sarung
tangan, sepatu atau pakaian khusus yang didesain untuk pekerjaan tertentu
Pemeriksaan Sebelum Bekerja
Yaitu pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah
calon pekerja tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan baik fisik
maupun, mentalnya
Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja,
apakah ada gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan.
Dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali, atau disesuaikan dengan
kebutuhan
V. Daftar Pustaka

Dainur. 1995. Materi-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Widya

Medika.
Depkes RI. 1992. Pedoman Kerja Puskesmas Jilid IV. Jakarta

Knollmueler.1998. Buku Saku Keperawatan Komunitas Kesehatan Rumah. Jakarta.

EGC.

MPR RI. 1999. GBHN 1999 2004. Jakarta.

Summamur. 1994. Kesehatan Kerja. Jakarta. Widya Medika