Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan wisata yang menarik, berkembangnya objek

wisata di Indonesia akan membuat wisatawan ingin berkunjung ke tempat

wisata tersebut. Berkembangnya sektor pariwisata di daerah tertentu seperti

pada sektor pertania, peternakan, perkebunan, kerajinan masyarakat dan lain

sebagainya. Kegiatan tersebut mampu menghasilkan devisa serta di gunakan

sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi

jumlah pengangguran dan meningkatkan angka para pekerja di masyarakat.

Wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa yang menyebabkan

Indonesia beriklim tropis. Yang mengakibatkan Indonesia memiliki

keanekaragaman yang sempurna, dan banyak para wisatawan yang ingin

berkunjung ke Indonesia untuk berpariwisata. Keadaan geografis Indonesia

yang berupa hutan, pegunungan,dan juga lautan.

Indonesia sendiri merupakan pertemuan dua sirkum gunung berapi

yang mengakibatkan Indonesia terdapat gunung berapi yang mampu menjadi

magnet terbesar bagi para wisatawan, contohnya saja Gunung Bromo yang

sudah sangat tersohor baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Indonesia juga merupakan lahan pertemuan dua benua yang berbeda

yaitu benua Asia dan Australia. Keadaan itu menyebabkan Flora dan Fauna di

Indonesia sangatlah beragam, hal itu menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai

1
negara maritim maka pantai menjadi despinasi wisata wajib di Indonesia salah

satunya adalah Pangandaran yang menawarkan kombinasi cantik antara pantai

dengan pegunungan. Kombinasi tersebut sangatlah langka dan bahkan hanya

ada beberapa di dunia. Pangadaran sudah menjadi despinasi wisata yang

terkenal baik di kalangan wisatawan lokal maupun interlokal.

Pangandaran merupakan salah satu daerah yang wisata di Jawa Barat

yang mengalami perkembangan sangat pesat. Di lansir pada data yang ada

pada tahun 2017 saja pendapatan Kabupaten Pangandaran mencapai 5 miliyar

perminggu, angka ini merupakan angka terbesar di seluruh Kabupaten yang

ada di Jawa Barat. Hal itu bukan tanpa alasan, wisata Pangandaran sudah

terkenal baik di lokal maupun internasional, Pangandaran juga sering disebut

sebagai Bali kedua Indonesia. Namun bukan hanya pantainya saja yang hanya

memikat wisatawan untuk datang.

Ada beberapa faktor lain yang memikat wisatawan untuk datang,yaitu:

1. Letak geografis Pangandaran yang sangat strategis

Pangandaran terletak dibibir Selatan PulauJawa yang mengakibatkan

banyaknya pantai dan tanjung yang indah, Pangandaran juga memiliki

banyak gunung seperti gunung Tayem dan yang lainnya, hal ini sangatlah

luar biasa mengingat jarang sekali ada tempat yang memadukan keindahan

pegunungan dan keindahan pantai.

2
2. Keaneka Ragaman Budaya

Warga Pangandaran tidak hanya terdiri dari warga Sunda saja, namun ada

juga orang jawa, China, Padang, Batak, bahkan orang luar Indonesia yang

menetap di Pangandaran. Hal itu menciptakan asimilasi budaya yang

menambah kesan indah kota Pangandaran, contohnya saja berkat

kedatangan para turis asing di Pangandaran terdapat banyak bar menjadi

despinasi wisata favorit bagi para wisatawan asing yang singgah di

indonesia, seperti Bamboo beach bar.

3. Sifat orang Pangandaran

Orang pangandaran terkenal dengan sifatnya yang ramah, sopan, serta

santun yang menambah kenyamanan para wisatawan yang datang.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor lainya,namun secara umum

hanya ada 3 dari itu yang sangat berpengaruh. Pangandaran terkenal lewat

dari mulut ke mulut. Di pangandaran sendiri banyak terdapar destinasi

wisata yang salah satunya adalah Batu Karas.

Batu karas sendiri adalah salah satu dari pantai dengan ombaknya

yang terkenal dimata para peselancar lokal maupun interlokal. Batu Karas

dinilai mendekati dua kali dari indahnya pantai Pangandaran hal itu

bukanlah tanpa alasan, mengingat Batu Karas sendiri merupakan sebuah

tanjung yang menawarkan keindahan bahari.

Batu Karas sering dikunjungi oleh wisatawan yang rata-rata dari

mereka adalah seorang petualang ataupun seorang traveler. Hal itu secara

3
tidak langsung membuktikan bahwa Batu Karas merupakan despinasi yang

cocok dan menyenangkan untuk sekedar menghabiskan liburan.

Batu karas memiliki pantai yang landai dengan air laut tenang nan

biru menanti anda untk segera berenang menikmati airnya yang segar.

Anda bisa menikmati suasana tenang dengan angin sepoi-sepoi menikmati

hidangan dirumah makan yang tersedia. Pandangan lepas ke ujung

cakawala memberi anda ketenangan dan kenangan berlibur yang

menyenangkan.

Batu karas menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati oleh

para wisatawan asing maupun lokal. Karena lokasi yang strategis dan

pantainya yang indah dan jalur transoprtasi untuk menuju pantai Batu

Karas pun sangatlah mudah.

B. Rumusan masalah

1. Bagaimana potensi pariwisata Batu Karas Pangandaran?

2. Bagaimana cara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan untuk

berkunjung kembali ke Pantai Batu Karas Pangandaran ?

3. Bagaimana cara menjaga dan memelihara kebersihan di Pantai Batu

Karas Pangandaran?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui potensi pariwisata Pantai Batu Karas di

Pangandaran

2. Untuk mengetahui cara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan

untuk berkunjung kembali ke Pantai Batu Karas Pangandaran

4
3. Untuk mengetahui cara menjaga dan memelihara kebersihan di Pantai

Batu Karas Pangandaran

D. Manfaat Penelitian

1. Dapat mengetahui potensi pariwisata Pantai Batu Karas di

Pangandaran

2. Dapat mengetahui cara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan

untuk berkunjung kembali ke Pantai Batu Karas Pangandaran

3. Dapat mengetahui cara menjaga kebersihan di Pantai Batu Karas

Pangandaran.

5
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Landasan Teoritik

Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau

liburan dari suatu tempat ke tempat yang lain untuk berekreasi untuk melihat

keaneka ragaman yang ada.

Hakikat pariwisata adalah seluruh kegiatan wisatawan didalam

perjalanan dan persinggahan sementara dengan motivasi yang beraneka

ragam menimbulkan permintaan akan barang dan jasa, dan seluruh kegiatan

yang dilakukan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat didaerah atau negara

tujuan wisatawan, yang didalam proses secara keseluruhan menimbulkan

pengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sossial, budaya dan politik serta

hankmnas untuk dimanfaatkanbagi kepentingan pembangunan Negara dan

bangsa.

Ada berbagai jenis-jenis pariwisata, yaitu sebagai berikut:

1. Pariwisata Lokal

Merupakan pariwisata yang ruang lingkupnya sangatlah terbatas

dan hanya terdapat pada tempat tertentu saja pada suatu daerah, misalnnya

seperti wisata yang ada di kota Bandung, kota Malang dan lain

sebagainya

6
2. Pariwisata Regional

Merupakan pariwisata pada suatu daerah tetapi lebih luas ruang

lingkupnya dari pada pariwisata lokal, misalnya pengunjung berwisata

mengunjungi tempat-tempat yang ada di Jawa Barat, Jawa Timur dan lain

sebagainya

3. Pariwisata Nasional

Merupakan pariwisata yang ruang lingkupnya sangat luas yaitu

mencapai suatu negara, biasanya wisatawan yang datang bukan hanya dari

dalam negeri tapi dari luar negeri juga. Misalnya wisatawan yang

berkunjung ke Indonesia untuk berwisata di tempat-tempat yang ada di

Indonesia.

4. Pariwisata Regional- Internasional

Merupakan pariwisata yang ruang lingkupnya lebih luas dari pada

nasional, tapi memiliki batas-batas tertentu. Misalnya berwisata di negara-

negara yang terdapat di Eropa Barat, Asia Timur, Asia Tenggara, dan lain

sebagainya.

5. Pariwisata Internasional

Merupakan pariwisata yang ruang lingkupnya seluruh negara yang

ada di dunia. Jadi wisatawan berkunjung ke negara-negara yang ada di

seluruh penjuru dunia.

7
Adapun hal yang berhubngan dengan pariwisata hendaknya memenuhi

beberapa syarat sapta pesona pariwisata, yaitu:

1. Aman

Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa

aman, tentram, tidak takut, terlindungi dan terbebas dari:

Tindak kejahatan, kekerasan, ancaman, seperti kecopetan, pemerasan,

penodongan, penipuan, dan lain sebagainya.

Terserang penyakit menular dan penyakit berbahya lainya.

Kecelakaa yang disebabkan oleh alat perlengkapan dan fasilitas yang

kurang baik, seperti kendaraan, peralatan, untuk makan dan minum,

lift, alat perlengkapan rekreasi atau olahraga.

Gangguan oleh masyarakat, antara lain berupa pemaksaan oleh

pedangan asongan, ucapan dan tindakan serta perilaku yang tidak

bersahabat dan lain sebagainya.

Jadi, aman berarti terjamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk

milik (barang) wisatawan

2. Tertib

Kondisi tersebut tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar

serta menunjukan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan

masyarakat, misalnya:

Lalu lintas tertib, teratur dan lancar alat angkutan datang dan berangkat

tepat pada waktunya.

8
Tidak nampak orang yang berdesakan atau berebutan untuk

mendapatkan atau membeli sesuatu yang diperlukan.

Bangunan dan lingkungan ditata teratur dan rapi.

Pelayanan dilakukan secara baik dan tepat

Informasi yang benar dan tidak membingungkan

3. Bersih

Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-

tempat yang bersih dan sehat seperti :

Lingkungan yang bersih baik dirumah sendiri mauoun tempat-tempat

umum, seperti di hotel, restoran, angkutan umum, tempat rekreasi,

tempat buang air kecil/besar dan lain sebaganya. Bersih dari sampah,

kotoran, corat-coret dan lain sebaginya.

Sajian makanan dan minuman bersih dan sehat.

Penggunaan dan penyajian alat perlengkapan yang bersih seperti

sendok, piring, tempat tidur, alat olahraga, dan lain sebagainya.

pakaian dan penampilan petugas bersih, rapi dan tidak mengeluarkan

bau tidak sedap dan lain sebagainya.

4. Sejuk

Lingkungan yang serba hijau, segar, rapi memberi suasana atau

keadaan sejuk, nyaman dan tentram. Kesejukan yang dikehendaki tidak

saja harus berada di luar ruangan atau bangunan, akan tetapi juga di dalam

ruangan, misalnya ruangan kerja/belajar, ruangan makan, ruangan tidur

dan lain sebagainya. Untuk itu hendaklah kita :

9
Turut serta aktif memelihara kelestarian lingkungan dan hasil

penghijauan yang telah dilakukan masyarakat maupun pemerintah.

Berperan aktif untuk menganjurkan dan memelopori agar masyarakat

setempat melaksanakan kegiatan penghijauan dan memelihara

kebersihan, menanam berbagai tanaman di halaman rumah masing-

masing baik untuk hiasan maupun tanaman yang bermanfaat bagi

rumah tangga, melakukan penanaman pohon/tanaman rindang di

sepanjang jalan di lingkungan masing-masing di halaman sekolah dan

lain sebagainya.

Membentuk perkumpulan yang tujuannya memelihara kelestarian

lingkungan.

Menghiasa ruang belajar/kerja, ruang tamu, ruang tidur dan tempat

lainnya dengan aneka tanaman penghias atau penyejuk.

Memprakarsai berbagai kegiatan dan upaya lain yang dapat membuat

lingkungan hidup kita menjadi sejuk, bersih, segar dan nyaman.

5. Indah

Indah dapat dilihat dari berbagai segi, seperti dari segi tata warna, tata

letak, tata ruang, bentuk maupun gaya dan gerak yang serasi dan selaras,

sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat.

6. Ramah Tamah

Ramah tamah merupakan suatu sikap dan perilaku seseorang yang

menunjukan keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum, dan

menarik hati.

10
7. Kenangan

Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan

perasaan seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperoleh.

Kenangan yang indah ini dapat di ciptakan dengan antara lain :

Akmodasi yang nyaman, bersih, dan sehat, pelayanan yang cepat,

tepat dan ramah, suasana yang mencerminkan ciri khas daerah

dalam bentuk dan gaya bangunan serta dekorasinya.

Atraksi seni budaya daerah yang khas dan mempesona baik itu

berupa seni tari, seni suara dan berbagai macam upacara.

Makanan dan minuman khas daerah yang lezat, dengan penampilan

yang menarik, merupakan salah satu daya tarik yang kuat dan dapat

dijadikan jati diri (identifikasi daerah).

Indonesia sangatlah terkenal dengan keindahan pantainya, hampir

masyarakat dari penjuru dunia baik lokal maupun asing banyak yang ingin

berkunjung untuk berpariwisata ke Indonesia. Pantai adalah sebuah bentuk

geografis yang terdiri dari pasir,dan terdapat di daerah pesisir laut.

Menurut PBB tahun 2008, Indonesia merupakan negara berpantai

terpanjag ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Kanada dan Rusia.

Panjang garis pantai Indonesia tercatat sebesar 95.181 km.

Di indonesia memiliki banyak tempat wisata pantai, seperti wisata

pantai Pangandaran. Pangandaran di kenal dengan pantainya yang indah

dan ombak nya yang cocok untuk para wisatawan yang datang ingin

11
berlibur disanah. Para wisatawan yang datangpun bayak, karena

Pangandaran sudah di kenal di daerah lokal maupun asing. Hal itu

bukanlah tanpa alasan, karena Pangandaran juga sering disebut sebagai

Bali kedua di Indonesia.

Pantai pangandaran sangat cocok untuk tempat bersantai seperti

berenang, berolah raga seperti joging, berselancar, berkuda, dan lain

sebagainya. Pangandaran juga memiliki banyak berbagai destinasi wisata

yang sangat indah, seperti Batu Karas.

Batu karas merupakan salah satu objek wisata yang ada

diPangandaran, objek wisata yang satu ini merupaka perpaduan nuasa

alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasan alam

yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dengan pantainya yang

landai membuat pengunjung kerasan tinggal dikawasan ini. Terlelak di

desa Batu Karas Kecamatan Cijulang dengan jarak 34 Km dari

Pangandaran.

Batu karas memiliki kontur landai dengan arus yang beragam.

Selain cocok untuk berenang, pantai ini juga memiliki spot yang bagus

untuk berselancar. Selain berselancar tempat ini juga diperaya bahwa

ombak pantai ini memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit.

12
B. Hipotesis

1. Potensi pariwisata di Pantai Batu Karas yaitu : tempat spot foto, surfing,

banana boat, dan jet sky

2. Lebih menata area sekitar pantai agar terlihat menarik, menjaga

kebersihan, pelayanan masyarakat sekitar harus ramah, mempermudah

akses transportasi menuju Pantai Batu Karas, menambah fasilitas, seperti

menyediakan tempat parkir yang lebih luas.

3. Menyediakan tempat sampah di sekitar Pantai Batu Karas, membuat tata

tertib, memberikan denda kepada masyarakat yang membuang sampah

sembarangan, dan masyarakat sekitar harus saling mengingatkan untuk

mejaga kebersihan di daerah sekitar Pantai Batu Karas Pangandaran, dan

diadakan nya jumsih (jumat bersih)

13
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Identifikasi variabel

Identifikasi variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

masyarakat sekitar harus ramah, mempermudah akses transportasi

Variabel dari penelitian ini adalah :

1. Potensi pariwisata di Pantai Batu Karas yaitu : tempat spot foto,

surfing, banana boat, dan jet sky

2. Lebih menata area sekitar pantai agar terlihat menarik, menjaga

kebersihan, pelayanan menuju Pantai Batu Karas, menambah

fasilitas, seperti menyediakan tempat parkir yang lebih luas.

3. Menyediakan tempat sampah di sekitar Pantai Batu Karas,

membuat tata tertib, memberikan denda kepada masyarakat yang

membuang sampah sembarangan, dan masyarakat sekitar harus

saling mengingatkan untuk mejaga kebersihan di daerah sekitar

Pantai Batu Karas Pangandaran, dan diadakannya jumsih (jumat

bersih).

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies)

yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi

14
di antara sesamanya. Konsep populasi banyak dipakai dalam ekologi dan

genetika

Tabel 3.1

Populasi penelitian.

No. Jenis Responden Populasi

1. Para petugas pantai Batu Karas 200-1000

Hasil Penelitian, 2017

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti;

dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan

populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi

yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.

Tabel 3.2

Sampel penelitian.

No. Jenis Responden Populasi Sampel Jumlah

1. Para petugas pantai 10 20% 2

Batu Karas

Hasil Penelitian, 2017

15
C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah :

1. Observasi

Obeservasi adalah proses pengamatan dan pencatatan secara

sistematis terhadap sebuah objek penelitian, terhadap proses atau objek

apapun yang ingin diobservasi, dan dilakukan dengan terjun langsung

dilapangan sehingga diperoleh informasi-informasi yang di butuhkan

untuk melanjutkan suatu penelitian.

Adapun cara melakukan observasi, yaitu sebgai berikut :

Menentukan objek observasi

Membuat pedoman observasi atau kerangka penelitian

Menentukan lokasi observasi

Menentukan metode pengumpulan data yang ingin dilakukan, misal

dengan wawancara, atau kuesioner

Menentukan metode analisis agar diperoleh kesimpulan yang tepat.

2. Wawancara

Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan

berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari

wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari

narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara

penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada

narasumber.

16
Adapun jenis jenis wawancara, yaitu sebagai berikut :

Wawancara bebas

Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa

saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa

pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan.

Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak

terkendali.

Wawancara terpimpin

Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali

dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

Wawancara bebas terpimpin

Dalam wawancara bebas perpimpin, pewawancara

mengkombinasikan wawancara bebas dengan wawancara

terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah

membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara

garis besar.

3. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi atau biasa disebut kajian dokumen merupakan

teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek

penelitian dalam rangka memperoleh informasi terkait objek

penelitian. Dalam studi dokumentasi, peneliti biasanya melakukan

penelusuran data historis objek penelitian serta melihat sejauhmana

proses yang berjalan telah terdokumentasikan dengan baik.

17
Terdapat dua jenis dokumen yang digunakan dalam studi dokumenrasi,

yaitu :

Dokumen primer yaitu, dokumen yang ditulis langsung oleh

orang yang mengalami peristiwa.

Dokumen sekunder yaitu, dokumen yang ditulis kembali oleh

orang yang tidak langsung mengalami peristiwa berdasarkan

informasi yang diperoleh dari orang yang langsung mengalami

peristiwa.

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan studi dokumentasi.

A. Kelebihan :

Memungkinkan peneliti memperoleh bahasa atau kata-kata

kontekstural dari objek penelitian

Dapat diakses kapan saja

Menyajikan data yang berbobot karena biasanya sudah

ditulis secara mendalam oleh subjek penelitian

Sebagai bukti tertulis, data ini benar-benar dapat

menghemat waktu penelitian dalam mentranskrip.

B. Kekurangan :

Keliru dalam penginterpretasian data

Materi tidak lengkap

Dokumen tersebut bisa saja tidak asli

18
Dokumen sulit diperoleh karena diproteksi dan tidak

diberikan akses privat.

2. Studi Kepustakaan.

Studi kepustakaan adalah segala usaha yang di lakukan oleh

peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau

masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat di peroleh dari

buku-buku ilmiah, tesis dan disertai, peraturan-peraturan, ketetapan-

ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik

tercetak maupun elektronik lain.

Studi kepustakan merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat di

pisahkan dari suatu penelitian. Teori yang mendasari masalah dan bidang

yang akan diteliti dapat ditentukan dengan melakukan studi kepustakan.

19
BAB IV

ANALISIS DATA

A. Latar Belakang Objek Penelitian

Indonesia merupakan wisata yang menarik, berkembangnya objek

wisata di Indonesia akan membuat wisatawan ingin berkunjung ke tempat

wisata tersebut. Berkembangnya sektor pariwisata di daerah tertentu seperti

pada sektor pertania, peternakan, perkebunan, kerajinan masyarakat dan lain

sebagainya. Kegiatan tersebut mampu menghasilkan devisa serta di gunakan

sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi

jumlah pengangguran dan meningkatkan angka para pekerja di masyarakat.

Wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa yang menyebabkan

Indonesia beriklim tropis. Yang mengakibatkan Indonesia memiliki

keanekaragaman yang sempurna, dan banyak para wisatawan yang ingin

berkunjung ke Indonesia untuk berpariwisata. Keadaan geografis Indonesia

yang berupa hutan, pegunungan,dan juga lautan.

Indonesia sendiri merupakan pertemuan dua sirkum gunung berapi

yang mengakibatkan Indonesia terdapat gunung berapi yang mampu menjadi

magnet terbesar bagi para wisatawan, contohnya saja Gunung Bromo yang

sudah sangat tersohor baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Indonesia juga merupakan lahan pertemuan dua benua yang berbeda

yaitu benua Asia dan Australia. Keadaan itu menyebabkan Flora dan Fauna di

Indonesia sangatlah beragam, hal itu menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai

20
negara maritim maka pantai menjadi despinasi wisata wajib di Indonesia salah

satunya adalah Pangandaran yang menawarkan kombinasi cantik antara pantai

dengan pegunungan. Kombinasi tersebut sangatlah langka dan bahkan hanya

ada beberapa di dunia. Pangadaran sudah menjadi despinasi wisata yang

terkenal baik di kalangan wisatawan lokal maupun interlokal.

Pangandaran merupakan salah satu daerah yang wisata di Jawa Barat

yang mengalami perkembangan sangat pesat. Di lansir pada data yang ada

pada tahun 2017 saja pendapatan Kabupaten Pangandaran mencapai 5 miliyar

perminggu, angka ini merupakan angka terbesar di seluruh Kabupaten yang

ada di Jawa Barat. Hal itu bukan tanpa alasan, wisata Pangandaran sudah

terkenal baik di lokal maupun internasional, Pangandaran juga sering disebut

sebagai Bali kedua Indonesia. Namun bukan hanya pantainya saja yang hanya

memikat wisatawan untuk datang.

Ada beberapa faktor lain yang memikat wisatawan untuk datang,yaitu:

1. Letak geografis Pangandaran yang sangat strategis

Pangandaran terletak dibibir Selatan PulauJawa yang mengakibatkan

banyaknya pantai dan tanjung yang indah, Pangandaran juga memiliki

banyak gunung seperti gunung Tayem dan yang lainnya, hal ini sangatlah

luar biasa mengingat jarang sekali ada tempat yang memadukan keindahan

pegunungan dan keindahan pantai.

21
2. Keaneka Ragaman Budaya

Warga Pangandaran tidak hanya terdiri dari warga Sunda saja, namun ada

juga orang jawa, China, Padang, Batak, bahkan orang luar Indonesia yang

menetap di Pangandaran. Hal itu menciptakan asimilasi budaya yang

menambah kesan indah kota Pangandaran, contohnya saja berkat

kedatangan para turis asing di Pangandaran terdapat banyak bar menjadi

despinasi wisata favorit bagi para wisatawan asing yang singgah di

indonesia, seperti Bamboo beach bar.

3. Sifat orang Pangandaran

Orang pangandaran terkenal dengan sifatnya yang ramah, sopan, serta

santun yang menambah kenyamanan para wisatawan yang datang.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor lainya,namun secara umum

hanya ada 3 dari itu yang sangat berpengaruh. Pangandaran terkenal lewat

dari mulut ke mulut. Di pangandaran sendiri banyak terdapar destinasi

wisata yang salah satunya adalah Batu Karas.

B. Analisis Data

Analisis dilakukan sebelum sampai selesai penelitian dilakukan

menurut Sugiyono (2012:147) menyatakan bahwa :

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden

atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data yaitu,

mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden,

mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden,

menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk

22
menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji

hipotesis yang telah diajukan.

Adapun langkah-langkah yang penulis tempuh dalam proses analisis

data sebagai berikut :

1. Mempersiapkan data sebelum masuk ke lokasi penelitian, hal tersebut

dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan penelitian.

2. Melakukan penelitian di lapangan terhadap objek penelitian yang

ditentukan untuk memperoleh data yang sesuai kebutuhan.

3. Menarik kesimpulan dari data untuk membuktikan hipotesis dalam

penelitian.

Setelah memperoleh data, maka penulis mengolah data tersebut dengan cara

persentasi (%) yaitu sebagai berikut dengan menggunakan rumus :


= 100

Keterangan: 100 = Persentase setiap alternatif jawaban

F = Jumlah frekuensi jawaban

N = Jumlah sampel/responden

Setelah data ini diolah dengan menggunkan rumus diatas, kemudian dianalisis

dengan ketentuan sebagai berikut :

- 0% : Tidak ada sama sekali

- 1-24% : Sebagian kecil

- 45-49% : Kurang atau setengah

- 50% : Setengahnya

23
- 75-99% : Sebagian besar

- 100% : Seluruhnya analisis statistik

Tabel 4.1

Pembuktian Hipotesis

No Hipotesis Diterima Ditolak

1 Potensi pariwisata di Pantai Batu Karas

yaitu : tempat spot foto, surfing, banana

boat, dan jet sky

2 Lebih menata area sekitar pantai agar

terlihat menarik, menjaga kebersihan,

pelayanan masyarakat sekitar harus

ramah, mempermudah akses

transportasi menuju Pantai Batu Karas,

menambah fasilitas, seperti

menyediakan tempat parkir yang lebih

luas.

3 Menyediakan tempat sampah di sekitar

Pantai Batu Karas, membuat tata tertib,

memberikan denda kepada masyarakat

yang membuang sampah sembarangan,

dan masyarakat sekitar harus saling

24
mengingatkan untuk mejaga kebersihan

di daerah sekitar Pantai Batu Karas

Pangandaran, dan diadakan nya jumsih

(jumat bersih)

25
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Pariwisata merupakan salah satu komoditi utama pendapatan

kabupaten pangandaran.Sektor ini mampu menyumbang kurang lebih 55-

65% pendapat pangandaran.Di Pangandaran sendiri terdapat banyak sekali

objek wisata, salah satunya adalah Batu Karas.

Batu Karas sendiri terletak di Desa Batu Karas, Kecamatan

Cijulang, Kabupaten Pangandaran, yang sudah terkenal dikalangan

wisatawan. Pantainya sendiri sangatlah indah dan bersih jika dibandingkan

dengan pantai Pangandaran.

Banyak petugas penjaga serta pemandu di lokasi wisata, dari data

yang sudah kita dapatkan ternyata euforia wisatawan terhadap Batu Karas

sangatlah tinggi.

B. Saran

Untuk pemerintah saya menyarankan agar memberikan jalur

alternatif untuk menuju Batu Karas sebab jalur untuk pergi ke Batu Karas

sangatlah memakan waktu dan berkelok-kelok serta banyak kerusakan

jalan yang belum diperbaiki, hal itu bisa menurunkan minat wisatawan

untuk datang ke Batu Karas.

Untuk petugas atau pengurus Batu Karas bisa menambah fasilitas

dan lebih ramah lagi dalam melakukan tugasnya. Tidak hanya itu saja para

petugas juga harus lebih berhati-hati lagih khususnya bagi para penjaga

26
pantai sebab di ketahui bahwa ombak di Batu Karas sewaktu-waktu bisa

sangat berbahaya.

27
DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R &D. Bandung :

Alfabeta

https://googleeweblight.com/?lite_url=https://www.mypangandaran.com/wisata/p

antai-batu-karas&lc=id-

ID&s=1&m=976&host=www.google.co.id&ts=1510542464&sig=ANTY_

L2b2-YO1ka0jMe1eQB76IN4MjN8IA

http://googleweblight.com/?lite_url=http://penjelajahpantai.blogspot.com/2011/12

/syarat-pariwisata.html?m%3D1&ei=_RFQ1U0p&IC=id-

ID%s=1&m=976&host=www.google.co.id&ts=1510751853&sig=ANTY

_L2540XIIUIFszNJrsWPn71rFJWgQ

28
LAMPIRAN 1

PEDOMAN WAWANCARA
Untuk Petani
Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran

A. Data Responden

1. Nama : Bapak Agus

2. Alamat : Desa Batu Karas

3. Usia/Umur : 44

4. Pendidikan : SLTP

5. Jumlah Anggota Keluarga :3

6. Mata Pencaharian : Wiraswasta

B. Daftar Pertanyaan

1. Bagaimana potensi pariwisata Batu Karas Pangandaran?

2. Bagaimana cara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan untuk

berkunjung kembali ke Pantai Batu Karas Pangandaran ?

3. Bagaimana cara menjaga dan memelihara kebersihan di Pantai Batu

Karas Pangandaran?

29
LAMPIRAN

Pantai Batu Karas

Gambar 4.14

30
Wawancara petugas pantai

Gambar 4.15

31