Anda di halaman 1dari 6

Judul Hubungan antara tingkat kontrol diri dengan kecenderungan perilaku

kenakalan remaja
Jurnal Jurnal psikologi pendidikan dan perkembangan
Download -
Volume dan Vol 1,no.02 /1-6 halaman
halaman
Tahun 2012
Penulis IGA SERPIANI AROMA DAN DEWI RETNO SUMINAR
Reviewer Nur hasanah lubis
Tanggal 03 oktober 2017

Topik HASIL REVIEW


Tujuan Kehidupan remaja khususnya remaja awal tidak terlepas dari berbagai
penelitian permasalahan karena perubahan secara fisik, kognitif dan sosio-emosional
mempengaruhi kontrol diri dan pola pikir remaja terhadap lingkungan
sekitar.kontrol diri memiliki peran penting dalam pembentukan karaktek atau
perilaku seseorang khususnya remaja. Dengan hal itu penelitian bertujuan
menguji secara empiris ,apakah terdapat hubungan negative anatara control diri
dengan kecenderungan perilaku kenakalan pada remaja .

Subjek Subjek penelitian siswa SMK X kediri yang berjumlah 265 siswa dengan usia 14 -
penelitian 19 tahun.dengan menggunakan sistem pengumpulan data pada penilitian
berupa skala psikolog.dengan variabel kontrol diri terdiri 36 butir dan variabel
kecenderungan perilaku kenakalan remaja terdiri 31 butir dengan korelasi
sebesar 0,318 dengan p sebesar 0,00. Melalui teknik kolerasi product moment
dengan bantuan statistic SPSS.
Assesment 60

data 50

40

30 Series 1

20 Series 2
Column1
10

0
2010 2011

Figure 1PENGGUNAAN NARKOBA PADA USIA BELIA


Dengan data
1. 30 remaja(2010)
2. 32 remaja (2011)
Serta peningkatan penggunaan narkoba pada usia belia

Pelaku kriminal daroi kalangan remaja dan anak anak mengalami


peningkatan januari oktober 2009 meningkat 35% dibandingkan tahun
sebelumya daengan pelaku usia 13-17

90%
80%
70%
60%
50%
40% USIA 13-17
30%
20%
10%
0%
2008 2009
MENURUT KPAI DI 33PROVINSI MENYIMPULKAN 4 HAL

120%

100%

80%

60%

40%

20%

0%
MENONTON CIUMAN TIDAK ABORSI
FILM PORNO ,GENITAL PERAWAN
STIMULAN

Figure 2PERILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA SMA DAN SMP


Keterangan
1. 97% remaja SMA dan SMP pernah menonton film porno
2. 93,7% remaja SMA dan SMP pernah ciuman genitalstimulan
3. 62,7% remaja SMP tidak perawan
4. 21,2 % remaja mengaku pernah aborsi

Perilaku kenakalan remaja tidak hanya narkoba,kriminalitas,perilaku kenakalan


remaja lainnya berupa pelanggaran status,pelanggaran terhadap norma atau
hukum seperti membolos sekolah,minum minuman keras,dan sebagainnya.

Metode Variabel pada penelitian ini adalah kontrol diri dan kecenderungan perilaku
penelitian kenakalan pada remaja.kontrol diri merupakan kemampuan individu untuk
menentukan perilakunya berdasarkan standar tertentu seperti moral,nilai,dan
aturan di masyarakat agar mengarah pada perilaku positif.sedangkan perilaku
kenakalan remaja ialah kecenderungan perilaku kenakalan untuk melakukan
tindakan melanggar aturan dapat mengakibatkan kerugian dan kerusakan baik
terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Penelitian ini dilakukan pada siswa
SMK X kediri deangn usia 12 22 tahun sebanyak 265 orang.dengan variabel
kontrol diri terdiri dari 36 butir dengan reabilitas = 0,741.variabel kecenderungan
perilaku kenakalan remaja terdiri dari 31 butir dengan reliabilitas = 0,875
denagn teknik korelasi product moment dngan bantuan statifikasi SPSS.tarif
signifikasi yang digunkan sebesar 5% atau dengan nilai probilitas error sebesar
0,05.

Langkah Denagn meneliti Subjek penelitian siswa SMK X kediri yang berjumlah 265 siswa
penelitian dengan usia 14 -19 tahun.dengan menggunakan sistem pengumpulan data pada
penilitian berupa skala psikolog.dengan variabel kontrol diri terdiri 36 butir dan
variabel kecenderungan perilaku kenakalan remaja terdiri 31 butir dengan
korelasi sebesar 0,318 dengan p sebesar 0,00. Melalui teknik kolerasi product
moment dengan bantuan statistic SPSS.

Hasil Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi sebesar o,318
penelitian dengan signifikasi sebesar 0,000.signifisikan p=0,000.0,05 angka tersebut berarti
hipotesis penelitian nol ditolak dan hipotesis penelitian ini diterima .hipotesis
anternatif berbunyi terdapat hubungan negative antara control diri dengan
kecenderungan perilaku kenakalan remaja diterima.koefisien 0,318 kuat
lemahnya hubungan antara dua variable tersebut.tanda negative(-)
menunjukkan arah hubungan yang berbanding terbalik antara kedua variable.
artinya semakin rendah skor control diri,maka semakin tinggi kecenderungan
perilaku kenakalan remaja.korelasi sebesar 0,318 menyatakan bahwa kolerasi
antara control diri dengan kecenderungan kenakalan remaja berada pada
rentang sedang.
Kekuatan Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan dan positif antara
penelitian konsep diri pembentukan karakter ,dan hasil penelitian juga diperoleh hasil
bahwa ada hubungan yang erat antara konsep diri dengan kenakalan remajayang
artinya hasil penelitian ini menjawab hipotesis penelitaian dan hasil penelitian ini
relevan denagan jurnal lain yaitu gottfredsdson dan hirschi (1990) yang
menyatakan bahwa tedapat korelasi negatif antara kontrol diri dengan perilaku
menyimpang remaja. pembahasan mengeanai penelitian juga didiskripsikan
dengan rinci sehingga pembaca mudah dalam mengambil inti sari ataupun
kesimpulan dari topic pembahasan ,dan menambahkan wawasan bagi pembaca
faktor atau penyebab dari kenakalan remaja yang terjadi pada lingkungan sekita
khususny si pembaca, serta penggunaan bahasa yang mudah di mengerti oleh
banyak kalangan masyrakat

Kelemahan Jurnal tidak terdapat digram pada hasil penelitian ini yang membuat pembaca
penelitian sulit dalam mernganalisa data dari penelitian dan akan kesalahan dalam
pembuatan data pengamatan di karenakan sulit di mengerti oleh pembaca dan
banyaknya penggunaan bahasa inggris dalam pembahasan contoh sigle
demintion ,self control, dan sebagaimana , tidak ada latar belakang pada jurnal
yang di review.

Kesimpulan Secara keseluruhan penulisan jurnal ini memiliki beberapa keunggulan,


analisis jurnal mulai dari sistematika penulisan dimana penyampaian dilakukan secara
sistematis, dengan menjelaskan tentang control diri dan kenakalan remaja serta
hubungan antara keduanya penting dalam pembahasan sehingga memudahkan
pembaca memahami isi dari jurnal tersebut, Penulisan jurnal ini juga
menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur atau refrensi dari buku,
pendapat para ahli maupun dari temuan-temuan pada penelitian sebelumnya
dengan hasil yang didapatkan oleh penulis. Baik metode maupun kerangka teori
digambarkan secara jelas dalam jurnal penelitian ini sehingga pembaca dapat
mengetahui cara yang digunakan oleh penulis untuk mecapai tujuan dan sasaran
penelitian, disamping banyak kelebihan yang disebutkan di atas, sebuah karya
penulisan tidak akan lepas dari kekurangan. Menurut saya sebagai pembaca,
kekurangan dari jurnal ini ialah kurangnya penyajian table agar mempermudah
pembaca dalammenemukan hasil data atau pengamatan serta tinjuan oleh
sipenulis. Peneliti tidak menjelaskan kekuatan dan keterbatasan penelitian .
Namun secara keseluruhan jurnal ini layak dijadikan sebagai sumber
referensi dan bahan bacaan bagi semua kalangan, terutama bagi peneliti yang
ingin meneliti variabel yang relevan dengan jurnal ini. Sebagai penutup,
meskipun ditemukan berbagai kekurangan dan kelebihan dalam jurnal penelitian
ini, namun penelitian tersebut telah memberikan kontribusi positif pada
kemajuan dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan khususnya pada
pengembangan karya ilmiah.