Anda di halaman 1dari 9

PENGKAJIAN KELUARGA:

TAHAPAN KELUARGA DENGAN TBC

I. DATA UMUM
1. Nama Kepala Keluarga (KK) :
2. Umur KK :
3. Alamat :
4. Pekerjaan KK :
5. Pendidikan KK :
6. Komposisi keluarga :

No Nama Jenis Hub. Umur Pendidikan Agama Pekerjaan keterangan


Kelamin Dg KK
1
2

Genogram:

Keterangan :
: laki-laki : laki-laki meninggal

: perempuan sakit : perempuan meninggal

: perempuan : cerai
7. Tipe Keluarga:
A. Tipe keluarga tradisional
1. The Nuclear family (Keluarga inti) yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri
dan anak (kandung atau angkat).
2. The dyad family , suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak.
3. Keluarga usila, Keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah usia lanjut,
sedangkan anak sudah memisahkan diri.
4. The childless, Keluarga tanpa anak karena telambat menikah, bisa disebabkan
karena mengejar karir atau pendidikan.
5. The Extended family , keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah keluarga
lain, seperti paman, bibi, kakek, nenek dan lain-lain.
6. Single parent yaitu keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan
anak(kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau
kematian).
7. Commuter family, kedua orang tua bekerja diluar kota, dan bisa berkumpul pada
hari minggu atau libur saja.
8. Multigeneration family, Beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal
bersama dalam satu rumah.
9. Kin-network family, beberapa keluarga yang tinggal bersama atau saling
berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti dapur, sumur
yang sama.
10. Blended family, keluarga yang dibentuk dari janda atau duda dan membesarkan
anak dari perkawinan sebelumnya.
11. Single adult living alone yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang
dewasa.
B. Tipe keluarga non tradisional
1. The unmarried teenage mother, Keluarga yang terdiri dari satu orang dewasa
terutama ibu dengan anak dari hubungan tanpa nikah.
2. The Step parent family, keluarga dengan orang tua tiri.
3. Commune family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah yang hidup
serumah.
4. The non marrital heterosexual cohabiting family, keluarga yang hidup bersama,
berganti-ganti pasangan tanpa nikah.
5. Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai persamaan sex tinggal dalam
satu rumah sebagaimana pasangan suami istri.
6. Cohabitating couple, orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan
perkawinan karena alasan tertentu.
7. Group marriage family, beberapa orang dewasa yang telah merasa saling
menikah, berbagi sesuatu termasuk sex dan membesarkan anak.
8. Group network family, beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh norma dan
aturan, hidup berdekatan dan saling menggunakan barang yang sama dan
bertanggung jawab membesarkan anak.
9. Foster family, keluarga yang menerima anak yang tidak ada hubungan saudara
untuk waktu sementara.
10. Homeless family, keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang permanen
karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental.
11. Gang, Keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari ikatan
emosional, berkembang dalam kekerasan dan kriminal
8. Suku Bangsa:
9. Agama:
10. Status Sosial Ekonomi Keluarga:
11. Aktivitas Rekreasi Keluarga: Ibu S mengatakan:

II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini:
tahap-tahap perkembangan menurut Duvall dan Miller dalam Friedman (1998) adalah :
a. Tahap I : keluarga pemula
Perkawinan dari sepasang insan menandai bermulanya sebuah keluarga baru dan
perpindahan dari keluarga asal atau status lajang ke hubungan baru yang intim.
b. Tahap II : keluarga sedang mengasuh anak
Dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan.
c. Tahap III : keluarga dengan anak usia pra sekolah
Dimulai ketika anak pertama berusia dua setengah tahun, dan berakhir ketika anak
berusia lima tahun.
d. Tahap IV : keluarga dengan anak usia sekolah
Dimulai ketika anak pertama telah berusia enam tahun dan mulai masuk sekolah dasar
dan berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja.
e. Tahap V : keluarga dengan anak remaja
Dimulai ketika anak pertama melewati umur 13 tahun, berlangsung selama enam hingga
tujuh tahun. Tahap ini dapat lebih singkat jika anak meninggalkan keluarga lebih awal
atau lebih lama jika anak masih tinggal di rumah hingga berumur 19 atau 20 tahun.
f. Tahap VI : keluarga yang melepas anak usia dewasa muda
Ditandai oleh anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan rumah
kosong, ketika anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau agak
panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang belum menikah yang masih tinggal
di rumah. Fase ini ditandai oleh tahun-tahun puncak persiapan dari dan oleh anak -anak
untuk kehidupan dewasa yang mandiri.
g. Tahap VII : orangtua usia pertengahan
Dimulai ketika anak terakhir meninggalkan rumah dan berakhir pada saat pensiun atau
kematian salah satu pasangan.
h. Tahap VIII : keluarga dalam masa pensiun dan lansia
Dimulai dengan salah satu atau kedua pasangan memasuki masa pensiun, hingga salah
satu pasangan meninggal dan berakhir dengan pasangan lainnya meninggal. Sedangkan
tugas-tugas perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah menurut Duvall dan
Miller, Carter dan McGoldrik dalam Friedman (1998) yaitu :
1) Mensosialisasikan anak-anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan
mengembangkan hubungan dengan teman seba ya yang sehat
2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan
3) Kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga.

2. Tugas perkembangan yang ditempuh keluarga adalah:


a. Membantu anak untuk bersosialisasi:
b. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun di luar keluarga
(keluarga lain dan lingkungan sekitar):
c. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak:
d. Pembagian tanggung jawab anggota keluarga:
e. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh dan kembang anak:

3. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:


4. Riwayat keluarga inti:
5. Riwayat keluarga sebelumnya:

III. LINGKUNGAN
6. Karekteristik Lingkungan Rumah :
7. Karakteristik Tetangga dan Komunitas :
8. Mobilitas Geografis Keluarga:
9. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat:
10. denah rumah:

Keadaan lingkungan dalam rumah :


Luas rumah :

Tipe rumah :

Jumlah ruangan :

Jumlah jendela :

Pemanfaatan ruangan :

Peletakan perabotan :

Sumber air minum :

Sistem Pendukung dan Jaringan Sosial Keluarga (eco map):


IV. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga :
2. Struktur Kekuasaan Keluarga:
3. Struktur Peran :
a. Ibu S berperan sebagai ibu sekaligus sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, ibu
rumah tangga, pembimbing anak-anak, dan pengatur rumah tangga.
b. Anak E berperan sebagai anak tunggal dalam keluarga, penghibur keluarga
dengan gerak-geriknya serta ucapannya yang lucu.
c. Sukirman tidak mempunyai peran yang sangat penting didalam keluarga ibu S
karena statusnya hanya anggota keluarga tambahan.
4. Nilai dan Norma Budaya:
Norma yang dianut yaitu :

V. FUNGSI KELUARGA

Friedman 1986 mengidentifikasi lima fungsi dasar keluarga yaitu:


1. Fungsi afektif
Berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga yang merupakan basis kekuatan
keluarga. Berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. Keberhasilanm
elaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh
anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang positif.
Hal tersebut dipelajari dan dikembangkan melalui interaksi dan hubungan dalam
keluarga. Dengan demikian keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi afektif,
seluruh keluarga dapat mengembangkan konsep diri yang positif. Komponen yang
perlu dipenuhi oleh keluarga dalam memenuhi fungsi afektif adalah:
a. Saling mengasuh, cinta kasih, kehangatan, saling menerima, saling mendukung
antar anggota keluarga. Setiap anggota yang mendapatkan kasih sayang dang
dukungan dari anggota yang lain maka kemampuannya untuk memberikan kasih
sayang akan meningkat yang pada akhiranya tercipta hubungan yang hangat dan
saling mendukung. Hubungan intim didalam keluarga merupakan modal dasar
dalam memberi hubungan dengan orang lain diliar keluarga atau masyarakat.
b. Saling menghargai, bila anggota keluarga saling menghargai dan mengakui
keberadaan dan hak setiap anggota keluarga serta selalu mempertahankan iklim
yang positif maka fungsi afektif akan tercapai.
c. Ikatan dan identifikasi, ikatan dimulai sejak pasangan sepakat memulai hidup
baru. Ikatan anggota keluarga dikembangkan melalui proses identifikasi dan
penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga. Orang tuan harus
mengembangkan proses identifikasi yang positif sehingga anak-anak dapat
meniru perilaku yang positif tersebut
Fungsi afektif merupakan sumber energi yang menentukan kebahagiaan keluarga.
Keretakan keluarga, kenakalan anak atau masalah keluarga timbul karena fungsi afektif
keluarga tidak terpenuhi.

2. Fungsi sosialisasi
Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu, yang
menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial (Friedman,
1986)
Sosialisasi dimulai sejak lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar
bersosialisasi. Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga dicapai melalui
interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi.
Anggota keluarga belajar disiplin, belajar norma-norma, budaya dan perilaku melalui
hubungan dan interaksi dengan keluarga.
3. Fungsi reproduksi
Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
4. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhansemua anggota
keluarga, seperti kebutuhan makanan, tempat tinggal dan lain sebagainya.
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu mencegah
terjadinya gangguan kesehatan dan/atau merawat anggota keluarga yang sakit.
Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhi status
kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat
dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga dapat melaksanakan
tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan keluarga.
Tugas kesehatan keluarga adalah sebagai berikut (Friedman, 1998
a. Mengenal masalah
b. Membuat keputusan tindakan yang tepat
c. Memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit
d. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat
e. Mempertahankan hubungan dengan fasilitas kesehatan masyarakat

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka pendek :
2. Stressor jangka panjang :
3. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor :
4. Strategi koping yang digunakan :
5. Strategi adaptasi disfungsional :

VII. Hasil Pengkajian Fisik


No Pemeriksaan Anggota keluarga A Anggota Keluarga B
Fisik
1 Keluhan saat ini Keluhan yang dirasakan
2 Kepala Bentuk kepala
Kebersihan rambut
Warna rambut
Bentuk dan kebersihan telinga
Mata
3 Leher Palpasi adanya pembengkakan
kelenjar thyroid
Palpasi enyutan vena jugularis.
4 Thorax Suara nafas
Perbandingan diameter
anteroposterior:
5 Abdomen Inspeksi, perkusi, palpasi:
tidak ada pembesaran organ.
Warna kulit
Bising usus.
6 Ekstremitas atas Tangan kanan dan kiri
simetris.
CRT.
Warna kulit
Kekuatan otot
7 Ekstremitas Kaki kanan dan kiri simetris.
bawah Warna kulit kecokelatan.
CRT
Kekuatan otot

VIII. HARAPAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA


a. Persepsi terhadap masalah: anggapan keluarga terhadap masalah kesehatan keluarga
yang dihadapi
b. Harapan terhadap masalah: harapan keluarga terhadap penyelesaian masalah kesehatan
keluarga yang di hadapi